BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAN-PERUSAHAAN YANG
A. PT. Barito Pacific, Tbk
2. Struktur Organisasi
Komisaris Komite Audit Direktur Utama Komite Investasi Divisi Keuangan & Akuntasi Divisi SDM & Umum Divisi Operasional Wilayah HPH & HTI Divisi Hukum Satuan Pengawasan Internal (SPI) Hubungan Investor Pengemban gan Bisnis Direktur & Sekretaris Perusahaan Direktur
45 3. Visi dan Misi Perusahaan
a. Visi Perusahaan
Menjadi sebuah perusahaan sumber daya yang terdiversifikasi dan terintegrasi yang dapat tumbuh dan berkembang secara berkesinambungan dalam jangka panjang untuk memberikan nilai tambah kepada pemangku kepentingan.
b. Misi Perusahaan
Memantapkan pijakan di sektor-sektor industri yang terbarukan dan berorientasikan sumber daya yang memiliki pertumbuhan dari hulu ke hilir dengan melakukan diversifikasi dan integrasi usaha ke bidang industri sumber daya yang memberi arus pendapatan yang kuat untuk pertumbuhan dan perkembangan di masa datang.
4. Empat Pilar Bisnis a. Manajemen Operasi
PT Barito Pacific Tbk terus menjaga arah strategis Perseroan dan tetap berada pada jalur yang tepat menuju bisnis yang lebih terpadu dan terdiversifikasi. Adapun yang menjadi dasarnya ialah portofolio bisnis yang bernilai tambah tinggi menentukan masa depan Barito Pasific. Untuk itu, PT Barito Pacific Tbk selalu berupaya untuk mempercepat pengembangan bagi landasan pertumbuhan bisnis Perseroan, serta melanjutkan ekspansi bisnis dengan prospek baik. Selain upaya
46 tersebut, tingkat keselamatan kerja dan efisiensi dalam kegiatan operasional selalu menjadi perhatian utama PT Barito Pacific Tbk. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (“CAP”) merupakan entitas anak Perseroan yang utama di sektor petrokimia dengan porsi kepemilikan sebesar 60,51%. CAP merupakan produsen olefin dan polyolefin terbesar dan terintegrasi di Indonesia, serta merupakan satu-satunya perusahaan petrokimia yang memiliki naphtha cracker. CAP memiliki dan mengelola kompleks petrokimia terpadu yang meliputi naphtha cracker, pabrik polietilena, pabrik polipropilena, pabrik butadiena, dan pabrik styrene monomer di Puloampel, Banten. Sejumlah perusahaan terbesar Indonesia di industri hilir petrokimia juga bertempat di sekitar kompleks CAP di Ciwandan. Oleh sebab itu, CAP dapat melayani beberapa perusahaan tersebut dengan menggunakan jaringan pipa untuk keperluan distribusi.
Adapun kapasitas tahunan untuk produk etilena: 600 KT; propilena: 320 KT; Mixed C4: 220 KT dan py-gas: 280 KT; polietilena: 336 KT; polipropilena: 480 KT; styrene monomer: 340 KT; butadiena: 100 KT. Mengingat tingkat permintaan terhadap produk-produk petrokimia terus meningkat, CAP telah mengambil keputusan penting untuk menambah kapasitas produksi naphtha cracker sekitar 43%. Proyek ekspansi ini kelak meningkatkan kapasitas tahunan etilena dari 600 KT menjadi 860 KT; propilena dari 320 KT menjadi 470 KT; dan Py-Gas dari 280 KT menjadi 400 KT; Mixed C4 dari 220 KT menjadi 315 KT.
47 CAP telah menunjuk konsorsium yang terdiri dari Toyo Engineering Corporation dan PT Inti Karya Persada Tehnik sebagai kontraktor EPC (Rekayasa, Pengadaan, dan Konstruksi). Tahapan pembangunan sudah berjalan pada 2013 dan ditargetkan rampung pada akhir 2015.
b. Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia (SDM) menjadi aset strategis bagi Perseroan. Oleh karena itu, Perseroan terus berupaya meningkatkan kinerja Persereoan melalui peningkatan kompetensi SDM di seluruh level organisasi, dan melaksanakan program kesehatan serta keselamatan kerja. Untuk mewujudkan hal tersebut, Perseroan konsisten dalam melaksanakan strategi pengelolaan dan pengembangan SDM. Arah panduan dan kebijakan SDM Perseroan seluruhnya dipusatkan pada pengelolaan talenta, pengembangan kepemimpinan dan pengokohan budaya perseroan untuk meraih pertumbuhan yang berkesinambungan. Perseroan memiliki keyakinan bahwa pengembangan SDM merupakan investasi jangka panjang sehingga Perseroan memiliki dedikasi terhadap program pengembangan yang sistematis dan berkelanjutan demi mengantisipasi perubahan kebutuhan bisnis. Hal tersebut dilakukan melalui sistem manajemen SDM yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan pengembangan pengelolaan SDM masa kini serta mengimplementasikan sistem tersebut secara konsisten, dan melalui kegiatan-kegiatan yang menuntut kerja sama serta menumbuhkan semangat kebersamaan.
48 Perseroan menjalankan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik dengan mengimplementasikan visi dan misi Perseroan dalam perkembangan bidang SDM. Visi Perseroan adalah mewujudkan lingkungan kerja yang kondusif, nyaman dan aman bagi karyawan dalam melaksanakan tugas-tugasnya sehingga memberikan kepuasan bekerja bagi seluruh karyawan Perseroan, yang pada gilirannya akan memberikan kontribusi yang besar kepada Perseroan. Terlebih lagi, misi pengembangan SDM Perseroan adalah memberikan dukungan yang maksimal kepada seluruh unit usahanya dan untuk menjadi agen perubahan bagi transformasi organisasi dengan menyediakan layanan yang terbaik dan aktif terlibat dalam pengembangan organisasi yang lebih efektif.
Kualitas daya saing sebuah organisasi sangat ditentukan oleh kualitas SDM. Perseroan selalu menempatkan kualitas karyawannya sebagai hal yang paling penting, karena itu divisi SDM mengemban tugas untuk merekrut orang yang tepat, mengembangkan karyawan, menyiapkan pemimpin masa depan, membangun budaya Perseroan dan mengelola perubahan dalam organisasi. Sejalan dengan makin berkembangannya Perseroan dan makin besarnya tantangan yang harus dihadapi, SDM menjadi faktor yang penting untuk menunjang kinerja Perseroan secara keseluruhan.
49 Entitas anak Perseroan di sektor petrokimia, CAP, telah dikenal sebagai produsen petrokimia yang terintegrasi dan terbesar di Indonesia dengan posisi yang kuat dalam pangsa pasar dalam negeri. Pada tahun 2014, tetap menjadi pemimpin pasar petrokimia domestik dengan sekitar 50% pangsa pasar untuk etilena, sekitar 100% untuk styrene monomer, sekitar 30% untuk polipropilena dan sekitar 30% untuk polietilena. Sejumlah produk CAP telah mendapat sertifikasi halal, dan memenuhi standar kualitas dunia serta standar lingkungan. Lebih lagi, CAP menjual portofolio produk dengan cakupan yang luas. CAP memasarkan polypropylene resin dengan merek dagang “Trilene” yang meliputi berbagai macam jenis homopolymer, Random Copolymer serta impact (Block) Copolymer. Sejumlah produk akhir yang terbuat dari jenis produk petrokimia tersebut adalah plastik kemasan (IPP, BOPP, CPP), peralatan rumah tangga, benang, tas non-tenun, furnitur, produk otomotif, dan peralatan elektronik.
Tim pemasaran dan penjualan CAP terdiri atas tenaga profesional yang berkualifikasi, berpengalaman, serta terlatih. Mereka berdedikasi untuk mengirim produk dengan tepat waktu, sehingga para pelanggan dapat mengurangi biaya persediaan mereka. Namun, berbagai layanan itu tidak hanya berhenti hingga pengiriman produk yang akurat dan tepat waktu, tapi juga mencakup layanan tambahan seperti kegiatan prapenjualan dan pascapenjualan:
50 1) Bantuan teknis untuk meningkatkan proses manufaktur para
pelanggan;
2) Analisis dan dukungan laboratorium demi pengembangan produk baru bagi para pelanggan;
3) Serta program pelatihan agar para pelanggan dapat mengikuti perkembangan produk CAP yang terbaru dan perkembangan teknis terkini.
Sebagai upaya untuk mengelola hubungan dengan para pelanggan secara jangka panjang, CAP secara rutin mengadakan kegiatan-kegiatan bersama para pelanggan seperti pameran, pelatihan, seminar, Technical Exchange Meeting (TEM), serta pertemuan tahunan dan acara apresiasi pelanggan.
d. Manajemen Keuangan
1) Analisis Komprehensif atas Kinerja Keuangan Perseroan a) Aset
Total aset konsolidasian Perseroan dan entitas anak pada 31 Desember 2014 dan 2013 secara berturut-turut adalah sebesar US$ 2.325 juta dan US$ 2.321 juta, atau meningkat 0,19%. Perseroan mencatat total aset lancar konsolidasian tahun 2014 sebesar US$ 694,55 juta dibandingkan tahun 2013 sebesar US$ 853,89 juta. Kontribusi utama Aset Lancar berasal dari kas dan setara kas sebesar US$ 218,92 juta dan Persediaan yang dibukukan sebesar US$ 222,69 juta di tahun 2014. Sedangkan
51 total aset tidak lancar Perseroan pada tahun 2014 dibukukan sebesar US$ 1.631 juta dibandingkan US$ 1.467 juta di tahun 2013. Kontribusi terbesar dari total aset tidak lancar berasal dari aset tetap yang setelah dikurangi akumulasi penyusutan berjumlah sebesar US$ 1.438 juta pada tahun 2014 dan US$ 1.288 juta pada tahun 2013.
b) Pendapatan Perseroan dan Entitas Anak
Total pendapatan bersih Perseroan pada tahun 2014 berjumlah US$ 2.477 juta dibandingkan dengan tahun 2013 sebesar US$ 2.519 juta, atau penurunan sebesar 1,67%.
c) Beban Pokok Pendapatan
Beban pokok penjualan konsolidasian berjumlah US$ 2.367 juta pada 2014, menurun sebesar 2,65% dari tahun 2013 sebesar US$ 2.431.
d) Laba Kotor
Perseroan membukukan laba kotor konsolidasian sebesar US$ 109,95 juta pada 2014, mengalami perbaikan dibandingkan dengan laba kotor konsolidasian tahun 2013 yang mencapai US$ 87,62 juta.
e) Beban
Perseroan mencatat Beban Umum dan Administrasi pada periode yang berakhir 31 Desember 2014 berjumlah US$ 33,44 juta. Telah mengalami penurunan 11,63% dari tahun 2013 yang
52 berjumlah US$ 37,84 juta. Penurunan ini terjadi sebagai hasil dari program efisiensi yang dilakukan Perseroan. Beban Penjualan periode yang berakhir 31 Desember 2014 berjumlah US$ 44,20 juta atau naik dari US$ 41,54 juta di tahun 2013. Sementara, Beban Keuangan pada periode yang berakhir 31 Desember 2014 berjumlah US$ 38,22 juta. Perseroan pada tahun buku 2014 juga mencatat kerugian US$ 4,33 juta akibat selisih kurs mata uang asing.
f) Rugi Bersih Tahun Berjalan
Pada periode yang berakhir 31 Desember 2014 Perseroan membukukan Rugi Bersih Tahun Berjalan sebesar US$ 1,40, juta. Berkurang 93,25% dari nilai rugi bersih tahun lalu yang sebesar US$ 20,74 juta.
g) Pendapatan Komprehensif Lain
Perseroan membukukan US$ 0,96 juta yang tercatat pada akun Pendapatan Komprehensif Lain di periode yang berakhir 31 Desember 2014, nilai tersebut merupakan kontribusi dari Laba yang Belum Direalisasi sebesar US$ 0.03 juta dan Selisih Kurs Penjabaran Mata Uang Asing sebesar US$ 0,99 juta.
h) Jumlah Laba Rugi Komprehensif
Akibat keadaan yang telah disebutkan di atas, pada tahun 2014 Perseroan mencatat jumlah rugi komprehensif yang berasal dari kegiatan operasional sebesar US$ 2,36 juta, turun 93,55%
53 dibandingkan jumlah rugi komprehensif tahun 2013 sebesar US$ 36,60 juta.
i) Arus Kas
Pada tahun 2014, kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi tercatat sebesar US$ 56,94 juta menurun 40,37% dibandingkan dengan tahun 2013. Sedangkan, Kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi tercatat naik 76,16% menjadi US$ 216,86 juta. Hingga pada tahun yang berakhir 31 Desember 2014, Perusahaan mencatatkan penurunan bersih kas dan setara kas sebesar US$ 49,98 juta.
2) Kemampuan Membayar Utang dan Kolektabilitas Piutang
Perseroan memiliki keyakinan atas kemampuannya membayar utang dengan mempertimbangkan rasio lancar sebesar 140,39% pada 31 Desember 2014, dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 134,92%.
3) Struktur Modal dan Kebijakan Perseroan
Struktur modal Perseroan terdiri dari utang, yang mencakup pinjaman, kas dan setara kas serta ekuitas pemegang saham induk, yang terdiri dari modal yang ditempatkan, tambahan modal disetor, saldo laba, pendapatan komprehensif lain dan kepentingan nonpengendali. Pada tahun 2014, rasio pinjaman-bersih terhadap ekuitas Perseroan mencapai 120,43% dibandingkan rasio 119,14% pada tahun sebelumnya.
54 Manajemen secara berkala melakukan kajian struktur permodalan Perseroan. Sebagai bagian dari kajian berkala, manajemen mempertimbangkan biaya permodalan dan risiko-risiko yang terkait. Perseroan mengelola risiko modal untuk memastikan keberlangsungan usaha, selain memaksimalkan keuntungan para pemegang saham melalui optimalisasi saldo utang dan ekuitas.
B. PT Budi Acid Jaya Tbk.
1. Sejarah Berdirinya Perusahaan
PT Budi Starch & Sweetener Tbk (Perusahaan), didirikan berdasarkan Akta No. 15 tanggal 15 Januari 1979 dari Henk Limanow, S.H., notaris di Jakarta. Akta Pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No YA5/279/11 tanggal 12 September 1979 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 12 tanggal 8 Februari 1980, Tambahan No. 67. Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir dengan Akta No. 16 tanggal 12 Juni 2013 dari Antoni Halim, S.H., notaris di Jakarta, mengenai perubahan nama Perusahaan dari PT Budi Acid Jaya Tbk menjadi PT Budi Starch & Sweetener Tbk. Perubahan Akta Pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU 36462.AH.01.02.Tahun 2013 tanggal 5 Juli 2013.
55 Perusahaan dan entitas anak (selanjutnya disebut Grup) didirikan dan menjalankan usahanya di Indonesia. Perusahaan tergabung dalam kelompok usaha Sungai Budi. Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama meliputi bidang manufaktur bahan kimia dan produk makanan, termasuk produk turunan yang dihasilkan dari ubi kayu, ubi jalar, kelapa sawit, kopra dan produk pertanian lainnya dan industri lainnya khususnya industri plastik. Saat ini, Perusahaan bergerak dalam pembuatan dan penjualan tepung tapioka, sweeteners (glukosa, fruktosa, sorbitol dan maltodextrin), karung plastik, asam sulfat dan bahan-bahan kimia lainnya.
Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Wisma Budi lantai 8-9, Jalan HR. Rasuna Said Kav C-6, Jakarta. Lokasi Pabrik Perusahaan di Subang, Lampung, Madiun, Surabaya dan Makasar. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada bulan Januari 1981.
56 2. Struktur Organisasi Dewan Komisaris Komite Audit Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur RUPS Unit Audit Internal Sekretaris Perusahaan Direktur Keuangan Direktur Human Resources Direktur Produksi Direktur
Pemasaran Ekspor
Direktur Pemasaran Domestik
Keuangan Divisi Tapioka Pemasaran Ekspor Pemasaran Domestik SDM dan Umum
Akunting Divisi Asam Sulfat
Pembelian Divisi Karung Plastik
Penagihan Divisi Pemanis
Teknologi Sistem Informasi
Riset dan Pengembangan
57 3. Visi dan Misi
a. Visi Perusahaan
Menjadi produsen berbahan dasar singkong terintegrasi dengan menerapkan konsep “Lingkungan Hijau”.
b. Misi Perusahaan
Menjaga Lingkungan Hijau sekaligus meningkatkan daya saing Perusahaan dengan melakukan efisiensi biaya produksi dengan mengkonversi limbah cair Perusahaan menjadi listrik untuk menggantikan bahan bakar solar dan listrik PLN, serta mengolah limbah padat menjadi pupuk organik.
Riset dan pengembangan untuk produk-produk yang berbahan baku singkong serta bibit unggul singkong.
Pertumbuhan yang berkesinambungan baik melalui pembangunan pabrik baru maupun dengan akuisisi perusahaan-perusahaan sejenis.
4. Empat Pilar Bisnis a. Manajemen Operasi
1) Tinjauan Operasi per segmen Operasi a) Bahan Baku
Umbi singkong merupakan bahan baku utama bagi produk-produk Perusahaan. Saripati dari umbi singkong diolah menjadi tepung tapioka, sedangkan ampas dari proses pembuatan tepung
58 tapioka yang berupa onggok dapat digunakan dalam pembuatan pupuk organik.
b) Proses Produksi i. Tepung Tapioka
Untuk memproduksi tepung tapioka, umbi singkong yang baru dipanen dikupas dan dibersihkan sebelum diparut. Air ditambahkan untuk membentuk aci (slurry) yang kemudian disaring untuk memperoleh larutan tepung, dan sisanya merupakan onggok. Larutan tepung disaring beberapa kali untuk menghasilkan tepung basah, yang kemudian dikeringkan dengan udara panas, sehingga menghasilkan tepung. Tepung tersebut kemudian didinginkan dan digiling menjadi tepung tapioka halus. Setelah melalui pemeriksaan mutu, tepung tapioca dikemas dan siap untuk dikirim. ii. Asam Sulfat
Untuk memproduksi asam sulfat dari belerang. Perusahaan menggunakan proses kontak (contact process). Pada tahap pertama, belerang diubah menjadi belerang dioxide yang kemudian melalui proses oksidasi selanjutnya dengan bantuan katalist vanadium pentoxide diubah menjadi belerang trioxide dalam suhu tinggi. Setelah didinginkan sampai suhu tertentu, belerang trioxide diolah dalam
59 diabsorber tower untuk direaksikan dengan air yang akan menghasilkan asam sulfat berkonsentrasi tinggi.
iii. Glukosa, Fruktosa, Maltodextrin dan Sorbitol
Pada prinsipnya glukosa diproduksi dengan merubah karbohidrat menjadi gula dengan menggunakan bantuan kerja enzimatik, oleh karena itu maka bahan utama yang digunakan untuk memproduksi glukosa, fruktosa, maltodextrin dan sorbitol adalah tepung tapioka, yaitu tepung dari ubi kayu (cassava), sebagai sumber karbohidrat. c) Perkembangan Produksi
Perusahaan dan Entitas Anak bergerak di bidang industri pembuatan dan perdagangan tepung tapioka, glukosa, fruktosa, maltodextrin, sorbitol, asam sulfat dan karung plastik. Perusahaan tergabung dalam Sungai Budi Group, salah satu kelompok usaha terbesar dalam bidang agribisnis. Manajemen Perusahaan telah berpengalaman lebih dari 40 tahun dalam industri ini. Usaha pembuatan tepung tapioka telah dirintis sejak tahun 1965, sedangkan pembuatan asam sulfat sejak tahun 1991, karung plastik sejak tahun 1994, glukosa dan fruktosa sejak tahun 2000, maltodextrin sejak tahun 2008 dan sorbitol pada tahun 2009.
Seiring berjalannya waktu, Perusahaan melakukan ekspansi secara berkesinambungan di bidang tepung tapioka dan
60 sweetener yang meliputi glukosa, fruktosa, maltodextrin dan sorbitol. Ekspansi di bidang sweetener dilakukan baik langsung di bawah Perusahaan maupun melalui Entitas Anak.
b. Sumber Daya Manusia
Manajemen menyadari bahwa sumber daya manusia adalah tulang punggung di balik keberhasilan Perusahaan. Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, Perusahaan menerapkan strategi pengembangan dan kompetensi sebagai berikut :
1) Melaksanakan pelatihan dan pengembangan sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan.
2) Menghadiri seminar-seminar yang relevan yang diselenggarakan oleh pihak di luar Perusahaan.
3) Melakukan studi banding ke luar negeri untuk industri sejenis. 4) Meningkatkan efektivitas sosialisasi kebijakan/peraturan
kepegawaian ke seluruh karyawan.
5) Menerapkan manajemen kinerja dan renumerasi yang pada akhirnya akan mendorong kinerja para karyawan.
6) Kebijakan promosi yang mengutamakan dari kalangan karyawan berprestasi yang sudah ada, sehingga hal ini memupuk loyalitas karyawan.
Perusahaan dan Entitas Anak memperkerjakan 2.768 karyawan. Perusahaan menyadari sepenuhnya bahwa sumber daya manusia merupakan faktor yang sangat menentukan dalam menunjang
61 keberhasilan setiap usaha suatu Perusahaan, oleh karena itu Perusahaan dan Entitas Anak senantiasa memberikan perhatian yang besar dan menyeluruh terhadap pembinaan, pendidikan dan kesejahteraan karyawannya.
Guna meningkatkan kesejahteraan karyawannya, Perusahaan dan Entitas Anak menyediakan dan memberikan sarana dan tunjangan kepada karyawannya yang antara lain meliputi :
1) Tunjangan kesehatan karyawan; 2) Tunjangan transportasi dan makan; 3) Tunjangan Hari Raya;
4) Rumah dinas dan mess; 5) Kendaraan dinas;
6) Asuransi tenaga kerja (Jamsostek); 7) Fasilitas Ibadah;
8) Keanggotaan koperasi kelompok usaha Sungai Budi; 9) Kantin;
10) Fasilitas olah raga; 11) Serikat Pekerja; 12) Liburan bersama. c. Manajemen Pemasaran
Industri utama pemakai produk Perusahaan yakni industri makanan dan minuman serta industri kertas sangat erat hubungannya dengan jumlah
62 populasi penduduk suatu negara. Indonesia, dengan populasi sebesar 240 juta jiwa merupakan target utama pemasaran dari produk Perusahaan. Perusahaan membukukan penjualan domestik masing-masing sebesar 91% dan 98% dari total penjualan konsolidasi untuk tahun 2013 dan 2012. Meskipun pasar domestik menawarkan potensi penjualan yang lebih besar, namun Perusahaan tetap memiliki fleksibilitas untuk mengubah strategi pemasaran ke pasar yang lebih menguntungkan yaitu pasar ekspor. Apabila pasokan tepung jagung (sebagai salah satu produk substitusi dari tepung tapioka) di pasar internasional kurang memadai, atau terjadi pergerakan kurs mata uang USD/Rp yang cukup signifikan, maka Perusahaan dapat mengalokasikan lebih banyak penjualan produk tepung tapioka ke pasar ekspor. Perusahaan memasang iklan untuk membangun "Brand Image". Produk-produk yang dipasarkan oleh Perusahaan dapat dikategorikan sebagai bahan baku yang dipakai dibeberapa sektor industri penting, antara lain makanan, minuman, kertas dan produk konsumsi lainnya seperti pasta gigi, tekstil dan deterjen.
d. Manajemen Keuangan
Pada tahun 2013, sebesar 64% dan 32% dari nilai pendapatan usaha Perusahaan dan Entitas Anak berasal dari penjualan tepung tapioka dan sweetener.
Pada tahun 2013, sekitar 9% produk Perusahaan dan Entitas Anak diekspor. Untuk pasar ekspor, Perusahaan menjual langsung tepung
63 tapioka, sweetener dan karung plastik kepada pelanggan yang berasal dari negara China, Vietnam, Malaysia, Australia dan Amerika Serikat. Sebagian besar produksi tepung tapioka dan karung plastik Perusahaan dan Entitas Anak dijual melalui distributor tunggal PT Sungai Budi (SB), yang kemudian akan memasarkannya ke pasar domestik. Untuk penjualan di pasar domestik, Perusahaan dan Entitas Anak membayar SB biaya distribusi yang tetap, sesuai dengan tarif pasar, dan berdasarkan volume penjualan tepung tapioka dan karung plastik yang ditangani. Sebagai distributor tunggal, SB menanggung risiko kredit dari pembeli.
Sekitar 39% produk karung plastik Perusahaan dipakai oleh Perusahaan dan Entitas Anak untuk bahan pengemasan tepung tapioka.
Untuk produk asam sulfat, Perusahaan mendistribusikan sendiri produk asam sulfatnya. Pada umumnya asam sulfat dijual ke pabrik-pabrik yang berlokasi di Lampung.
Perusahaan dan Entitas Anak menjual langsung sebagian besar produk glukosa, fruktosa, maltodextrin dan sorbitol ke langganan dengan menggunakan transportasi berupa tangki stainless steel sehingga kualitas dan mutu tetap terjamin.
Tujuan utama dari pengelolaan modal Perusahaan dan Entitas Anak adalah untuk memastikan bahwa Perusahaan dan Entitas Anak mempertahankan rasio modal yang sehat dalam rangka mendukung bisnis dan memaksimalkan nilai pemegang saham. Perusahaan dan
64 Entitas Anak tidak diwajibkan untuk memenuhi syarat-syarat modal tertentu. Perusahaan dan Entitas Anak mengelola struktur modal dan membuat penyesuaian terhadap struktur modal sehubungan dengan perubahan kondisi ekonomi.
Perusahaan dan Entitas Anak memantau modalnya dengan menggunakan analisa gearing ratio (rasio utang terhadap modal), yakni membagi utang bersih terhadap jumlah modal.
Struktur modal Perusahaan dan Entitas Anak terdiri dari ekuitas dan pinjaman diterima dikurangi dengan kas dan setara kas dan deposito berjangka yang dijaminkan.
C. PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk 1. Sejarah Berdirinya Perusahaan
PT Duta Pertiwi Nusantara (Perusahaan) didirikan berdasarkan akta notaris No. 45 tanggal 18 Maret 1982 dari Jahja Irwan Sutjiono, SH., notaris di Jakarta. Akta Pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-2-12-HT-01.04 th. 86 tanggal 4 Januari 1986. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir dengan akta No. 34 tanggal 11 Juni 2009 dari Fathiah Helmi, SH, notaris di Jakarta, mengenai perubahan Anggaran Dasar untuk disesuaikan dengan Peraturan Bapepam-LK No. IX.J.1. tentang Pokok-Pokok Anggaran Dasar Perusahaan yang Melakukan
65 Penawaran Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik sebagaimana dimuat dalam Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK Nomor: Kep79/BL/2008 tanggal 14 Mei 2008. Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah didaftarkan kepada Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Direktorat Jendral Administrasi Hukum Umum dengan surat No. AHU-0002536.AH.01.09. Th 2010 tanggal 14 Januari 2010.
Perusahaan berdomisili di Pontianak, Kalimantan Barat. Kantor Pusat beralamat di Jl. Tanjungpura No. 263D, Pontianak 78122. Sedangkan pabrik berlokasi di Jl. Adisucipto Km. 10,6 Desa Teluk Kapuas, Kec. Sei Raya, Kab. Kubu Raya, Pontianak 78391.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi industri lem, barang-barang kimia dan pertambangan. Perusahaan mulai berproduksi secara komersial pada tahun 1987. Hasil