BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
2. Struktur pengurus Komunitas Maiyah Gambang Syafaat
Struktur atau bagan pengurus dan keanggotaan layaknya memang terdapat pada suatu komunitas atau organisasi sebagai identitas siapa-siapa saja orang yang mengurus atau mengelola organisasi tersebut. Begitu pula dengan adanya Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dalam suatu organisasi yang di dalamnya terdapat tentang peraturan organisasi dan struktur pengurus atau anggota. Berbeda dengan komunitas atau organisasi lainnya, di dalam Komunitas Maiyah Gambang Syafaat tidak terdapat struktur pengurus atau struktur penggiat yang baku. Hal tersebut dikarenakan bahwa Komunitas Maiyah Gambang Syafaat merupakan suatu komunitas yang terbentuk dari kumpulan orang yang mempunyai ketertarikan yang sama, seperti halnya komunitas yang terbentuk berdasarkan kepentingan atau ketertarikan yang sama, contohnya seperti komunitas penggemar motor, komunitas pecinta alam, dan komunitas penggemar klub sepak bola. Komunitas Maiyah Gambang Syafaat merupakan komunitas yang terdiri dari kumpulan orang yang
mempunyai ketertarikan yang sama dengan konsep pengajian atau sinau bareng yang digagas oleh Cak Nun dan Kiai Kanjeng. Secara struktur organisasi, Komunitas Maiyah Gambang Syafaat merupakan salah satu bagian dari Ikatan Remaja Masjid Baiturrahman yang berada dalam naungan Yayasan Masjid Raya Baiturrahman.
Komunitas Maiyah Gambang Syafaat pada awalnya terdapat koordinator yang bertugas untuk mengordinir kegiatan kajian Gambang Syafaat, seperti Saudara Benny Setiawan sebagai koordinator pertama Gambang Syafaat yang juga merupakan anggota Ikatan Remaja Masjid Baiturrahman. Seiring berkembangnya waktu, Komunitas Maiyah Gambang Syafaat tidak menggunakan nama koordinator atau ketua, saat ini hanya terdapat sekretaris jenderal (sekjen) yang bertugas mengordinir Gambang Syafaat sebagai simpul Maiyah yang berada di Kota Semarang. Hal tersebut seperti yang dijelaskan oleh Saudara Wakijo selaku penggiat Komunitas Maiyah Gambang Syafaat, sebagai berikut.
“Gambang Syafaat tidak terorganisasi dalam suatu struktur kepengurusan, namun tetap bisa dikatakan sebagai komunitas. Ada orang yang dituakan oleh teman-teman, seperti sekjen yang bertugas mengordinir simpul Maiyah Gambang Syafaat di Kota Semarang. Hanya terdapat panitia kecil setiap kegiatannya, seperti ketua dan bendahara pada kegiatan kajian rutin setiap tanggal 25. Panitia tersebut dalam pelaksanaannya bersifat organisme, atau sebagai formalitas saja. Secara hakikat, semua jamaah yang hadir juga disebut sebagai penggiat Gambang Syafaat karena saling membantu dalam pelaksanaan kegiatan. Tidak terdapat daftar hadir atau presensi untuk penggiat dan jamaah yang mengikuti kegiatan Gambang Syafaat”. (wawancara pada tanggal 10 Februari 2020). Menginjak usia ke-20 tahun pada tanggal 25 Desember 2019, Komunitas Maiyah Gambang Syafaat pernah mengalami pasang surut atau
fase penurunan dalam hal penggiat (krisis penggiat). Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 2012. Pada saat krisis penggiat, Komunitas Maiyah Gambang Syafaat tidak memiliki arsip seperti dokumentasi foto dan video, hanya terdapat beberapa dokumentasi yang diarsipkan oleh anggota IKAMABA. Bagi beberapa penggiat komunitas waktu itu, hal tersebut dianggap bukan merupakan suatu hambatan untuk tetap melaksanakan kegiatan sinau bareng. Seiring berkembangnya waktu, dengan komitmen dan semangat tinggi dari para penggiat, kegiatan dalam Komunitas Maiyah Gambang Syafaat dapat terus berjalan dan semakin bertambah jumlah jamaahnya. Hal tersebut dikarenakan dari faktor penggiat yang selalu menyuguhkan berbagai macam inovasi dan kreatifitas dalam setiap kegiatan di Komunitas Maiyah Gambang Syafaat. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Saudara Wakijo selaku penggiat Komunitas Maiyah Gambang Syafaat, sebagai berikut.
“Gambang Syafaat pernah mengalami pasang surut dalam hal penggiat (krisis penggiat), Gambang Syafaat pernah berkegiatan hanya 5 orang termasuk saya, pernah hanya 10 orang, pernah hanya 15 orang, dan pernah hanya 25 orang dan saat itu Cak Nun hadir. Pada saat krisis penggiat, Gambang Syafaat tidak memiliki arisp dokumentasi kegiatan. Untuk dokumentasi foto dan video, beberapa diarsipkan di teman-teman penggiat dan IKAMABA”. (wawancara pada tanggal 10 Februari 2020).
Secara umum dalam Komunitas Maiyah mempunyai struktur pengurus yang terdiri dari koordinator simpul nasional sampai koordinator sub region. Koordinator simpul pusat Maiyah yaitu Sabrang Mowo Damar Panulu (putra Emha Ainun Nadjib) serta koordinator simpul cabang atau region yaitu Saudara Fahmi Agustian (Maiyah Kenduri Cinta, Jakarta), Saudara
Rizky Dwi Rahmawan (Maiyah Juguran Syafaat, Purwokerto) dan Saudara Hari Widodo (Maiyah Bang-Bang Wetan, Surabaya). Selain itu juga terdapat koordinator sub region seperti Saudara Muhammad Yunan Setiawan (Maiyah Gambang Syafaat, Semarang) yang mengordinir sub region 6 yaitu simpul maiyah wilayah Semarang, Demak, Kendal, Kudus, Salatiga, dan Ungaran. Mengenai penggunaan istilah penggiat dalam Komunitas Maiyah, dijelaskan oleh Saudara Wakijo selaku penggiat Komunitas Maiyah Gambang Syafaat, sebagai berikut.
“nama penggiat dalam Komunitas Maiyah muncul sekitar tahun 2014 pada saat kegiatan Silaturahmi Nasional (SILATNAS) Maiyah di Batu Raden, Purwokerto. Awal berdirinya Maiyah belum terdapat nama “penggiat” untuk orang-orang yang suka rela untuk membangun Maiyah, saya sendiri menyebutnya dengan penyengkuyung Maiyah , kemudian setelah SILATNAS tersebut disepakati dengan nama penggiat”. (wawancara pada tanggal 10 Februari 2020).
Selain menyelenggarakan kegiatan diskusi secara langsung, Komunitas Maiyah Gambang Syafaat juga menjalankan peran sebagai komunitas dalam kegiatannya melalui tulisan. Komunitas Maiyah Gambang Syafaat menerapkan salah satu metode komunikasi dalam kegiatannya melalui tulisan-tulisan yang diunggah di website atau melalui akun media sosial seperti facebook, instagram dan twitter. Tulisan tersebut berisi dokumentasi-dokumentasi kegiatan, reportase kegiatan atau hasil kajian rutin, mukadimah, catatan, lincak dan sebagainya. Tulisan tersebut dimuat di internet dengan harapan siapa pun bisa mengakses, dimana pun dan kapan pun dibutuhkan. Selain untuk mengimbangi perkembangan jaman dan teknologi, hal ini juga bisa membantu orang-orang yang tidak sempat
mengikuti kegiatan di Gambang Syafaat atau sebagai bahan bacaan khalayak umum. Kegiatan Komunitas Maiyah Gambang Syafaat dapat diakses melalui website resmi Maiyah yaitu www.caknun.com dan juga website resmi Gambang Syafaat yaitu www.gambangsyafaat.com.
3. Perkembangan Komunitas Maiyah Gambang Syafaat di Kota