• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI KASUS DI SMK NEGERI 1 KENDAL

Arif Ediyanto

SMK 1 Kendal, Jl. Soekarno-Hatta KM 03 Kendal, [email protected]

Abstrak. Jejaring sosial seperti facebook, twitter, dan linkedIn adalah fenomena dua

sisi mata uang logam bagi anak-anak sekolah. Jejaring sosial adalah suatu struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul yang dijalin dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi,ide, teman, dan lain-lain. Karya tulis ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran mengenai: (1) pemanfaatan jejaring sosial bagi siswa kelas XII PS SMK Negeri 1 Kendal, dan(2) hasil atau dampak penggunaan jejaring sosial bagi siswa kelas XII PS SMK Negeri 1 Kendal.

Karya tulis ini merupakan studi kasus penggunaan jejaring sosial bagi siswa kelas XII PS di SMK Negeri 1 Kendal di tahun 2013. Langkah yang dilakukan untuk studi kasus ini adalah:(1) mendata dan mengamati semua akun jejaring sosial siswa baik facebook, twitter, dan linkedIn, (2) menjalin komunikasi dan memberikan motivasi pada siswa melalui akun jejaring sosial, (4) menyebar angket dan melakukan wawancara langsung untuk memperoleh respon penggunaan jejaring sosial.

Dampak dari penggunaan jejaring sosial bagi siswa kelas XII PS SMK Negeri 1 Kendal adalah:(1) terdata dan teramatinya jejaring sosial yang dimiliki siswa sehingga penggunaan jejaring sosial ini dapat dimonitor setiap saat, (2) penggunaan jejaring sosial ini dampak positif dan dampak negatif. Dampak positifnya yaitu: dapat memiliki banyak teman, dapat bertemu teman lama, berbagi informasi, tempat curhat (galau), menyalurkan hobi menulis, sarana promosi, dan menghindari stress. Adapun dampak negatifnya yaitu: berkurangnya waktu belajar, kurang peduli dengan sekitarnya, mengurangi sosialisasi dengan lingkungan, menghamburkan uang dan pulsa, menganggu kesehatan mata, kurangnya perhatian untuk keluarga, tersebarnya data pribadi, mudah menemukan hal pornografi, rawan terjadinya perselisihan ataupun kesalahpahaman (menyindir), ada penipuan, dan lupa beribadah.

Upaya mengatasi bahaya jejaring sosial: harus pandai mengatur waktu, kapan waktu belajar dan kapan waktu bersenang-senang, menghargai orang lain, jangan menyindir atau menjelekkan orang lain di jejaring sosial, harus mengetahui fungsi jejaring sosial yang digunakan, dan membatasi membuka jejaring social sebisa mungkin.

Kata Kunci: jejaring sosial, motivasi, prestasi belajar

1.

Pendahuluan

Penetapan standar proses pendidikan merupakan kebijakan yang sangat penting dan strategis untuk pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan. Salah satu upaya pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kualitas pendidikan adalah dengan menyempurnakan kurikulum di semua jenjang pendidikan. Salah satu substansi yang menjadi penekanan dalam kurikulum adalah bagaimana menciptakan pembelajaran yang efektif. Menurut Mulyasa (2004) pembelajaran yang efektif ditandai dengan adanya sikap yang menekankan pada pembelajaran peserta didik secara efektif, anak termotivasi untuk belajar, dan melalui kreatifitas guru, pembelajaran di kelas menjadi sebuah aktivitas yang menyenangkan.

Kenyataan di dunia pendidikan, muatan kurikukum yang mengandalkan kemampuan aspek kognitif dan mengabaikan pendidikan afektif menyebabkan berkurangnya proses humanisasi dalam pendidikan. Prestasi yang diukur dari kemampuan kognitif membuat anak cenderung individualis dan kurang memiliki kemampuan memecahkan masalah hidup. Perilaku negatif yang dilakukan peserta didik dalam dunia pendidikan seperti tindakan melawan hukum, melanggar tata tertib, melanggar norma agama, dan tindakan yang merugikan orang lain juga harus diminimalisir oleh guru dan pihak-pihak terkait. Guru harus berbuat adil dalam memberikan hukuman bagi peserta didik yang melanggar agar kekerasan dalam dunia pendidikan tidak terjadi (Mulyasa, 2008). Hasil penelitian Asegaf (2002) menyatakan bahwa kekerasan dalam pendidikan dapat terjadi karena buruknya sistem dan kebijakan pendidikan yang berlaku.

Dalam dunia pendidikan modern sekarang ini, peran media juga sangat besar dalam membantu membentuk karakter anak. Tayangan sinetron yang menampilkan sisi materialistis sangat tidak mendidik generasi muda, tayangan kekerasan yang vulgar ditonton tanpa batasan umur, dan perilaku pemimpin yang sangat jauh dari kata teladan. Aktivitas terselubung yang tidak kalah mengkhawatirkan adalah penggunaan jejaring sosial seperti facebook, twitter, dan LinkedIn. Pemberitaan di media cetak dan elektronik tentang penyalahgunaan situs jejaring sosial sering menjadi trending topic. Beberapa berita negatif yang muncul di antaranya: kasus anak remaja laki-laki yang membawa kabur anak remaja perempuan yang dikenal lewat situs jejaring sosial (facebook), situs jejaring sosial digunakan sebagai ajang prostitusi, dan masih banyak lagi masalah-masalah yang ditimbulkan dari situs jejaring sosial. Keadaan ini sungguh sangat ironis dengan tujuan utama situs jejaring sosial itu dibuat, yakni untuk memperluas hubungan sosial, untuk kebutuhan konsumen atau pemakai, menekankan pada sisi sosial atau eksternal, serta lebih diutamakan sisi emosionalnya.

Penggunaan situs jejaring sosial ini di kalangan pelajar SMK Negeri 1 Kendal khususnya kelas XII Perbankan Syariah tahun pelajaran 2012/2014 sudah sangat mengkhawatirkan. Intensitas pengunaan situs jejaring sosial khususnya facebook dan twitter sangat tinggi tetapi di sisi lain prestasi belajar peserta didik ini belum optimal. Hal ini kalau dibiarkan tentu sangat berbahaya karena kelas XII juga akan menghadapi Ujian Nasional. Orang tua/wali peserta didik yang sebagian besar petani dan nelayan juga kurang peka atau sadar teknologi yang digunakan anaknya.

Proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SMK Negeri 1 Kendal hanya efektif antara jam 07.00-15.00 WIB atau (8 jam setiap hari) sedangkan sisanya (16 jam) peserta didik di rumah atau lingkungannya. Jadi untuk menyiapkan peserta didik agar sukses di Ujian Nasional dan karakternya, tugas guru tidak akan berhenti setelah keluar kelas. Guru dapat memantau aktivitas siswa di luar KBM di antaranya adalah dengan melihat situs jejaring sosial yang dimiliki peserta didik. Terkadang bahasa yang digunakan anak dan remaja di situs jejaring sosial tidak mengikuti aturan ejaan dan tata bahasa. Hal ini bisa memicu kesalahpahaman dan terbentuknya karakter yang kurang positif. Komunikasi dan kepedulian guru untuk memahami kondisi peserta didik seperti ini sangat penting untuk menjalin proses humanisasi dalam pendidikan.

Di sisi lain, melalui situs jejaring sosial yang dimiliki peserta didik, guru dapat memanfaatkan media ini sebagai media pembelajaran, memberikan motivasi yang terstruktur, mengarahkan anak tentang etika berkomunikasi, dan pembentukan karakter sehingga peserta didik lebih merasakan manfaatnya. Prinsip pokok yang harus diperhatikan dalam penggunaan media dalam kegiatan belajar mengajar adalah bahwa media digunakan dan diarahkan untuk mempermudah peserta didik belajar dalam upaya memahami materi pelajaran. Dengan demikian, penggunaan media harus dipandang dari sudut kebutuhan peserta didik (Sanjaya, 2008).

Budiningsih (2005) mengatakan bahwa proses belajar harus dimulai dan ditujukan untuk kepentingan memanusiakan manusia itu sendiri. Menghargai nilai-nilai kehidupan dan nilai- nilai kemanusiaan adalah aspek penting dalam humanisasi pendidikan (pengajaran yang beraliran humanistik). Nuansa belajar beraliran humanistik dalam pembelajaran matematika di sekolah akan berakibat pada pembelajaran matematika tersebut dapat memberikan dorongan hati kepada peserta didik, sehingga dapat menyentuh dan menumbuhkembangkan nilai-nilai kehidupan dan nilai-nilai kemanusiaan mereka. Pendidikan humanistik memandang proses belajar merupakan bagian dari mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan. Filosofi humanistik dalam proses pembelajaran yaitu memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk membangun sendiri realitas bagi dirinya dan menekankan pada kemampuan peserta didik dalam domain kognitif, afektif, dan psikomotorik (Baharudin dan Wahyuni, 2008).

Rumusan masalah dalam karya tulis ini adalah: (1) Bagaimanakah pemanfaatan jejaring sosial bagi siswa kelas XII PS SMK Negeri 1 Kendal?, (2) Bagaimanakah hasil atau dampak penggunaan jejaring sosial bagi siswa kelas XII PS SMK Negeri 1 Kendal?

2.

Landasan Teori

Jejaring sosial atau jaringan sosial adalah suatu struktur sosial yang dibentuk dari simpul- simpul (umumnya adalah individu atau organisasi) yang diikat dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, dan lain sebagainya (Ridwan, 2008). Jejaring sosial sebagai struktur sosial yang terdiri dari elemen-elemen individual atau organisasi. Jejaring ini menunjukan jalan di mana mereka berhubungan karena kesamaan sosialitas, mulai dari mereka yang dikenal sehari-hari sampai dengan keluarga. Istilah ini diperkenalkan oleh profesor J.A. Barnes di tahun 1954.

Beberapa hal/istilah dari yang ada di halaman salah satu situs jejaring sosial yaitu facebook

adalah panggung depan (front stage) adalah semua hal yang ditampilkan pengguna facebook

di facebook. Setting terdiri dari profil yang ditampilkan juga meliputi aktivitas update status

dan unggah foto di facebook. Personal front yaitu meliputi foto profil di facebook yang bisa mewakili citra dirinya. Panggung belakang (back stage) yaitu hal-hal yang disembunyikan oleh pengguna facebook di facebook dan mystification yaitu meliputi bagaimana cara yang dilakukan oleh pengguna facebook dalam memberi jarak pada jalinan pertemanan di

Twitter adalah sebuah situs web yang dimiliki dan dioperasikan oleh Twitter Inc., yang menawarkan jejaring sosial berupa mikroblog sehingga memungkinkan penggunanya untuk mengirim dan membaca pesan yang disebut kicauan (tweets). Kicauan adalah teks tulisan hingga 140 karakter yang ditampilkan pada halaman profil pengguna. Kicauan bisa dilihat secara luar, namun pengirim dapat membatasi pengiriman pesan ke daftar teman-teman mereka saja. Pengguna dapat melihat kicauan penulis lain yang dikenal dengan sebutan pengikut ("follower"). Semua pengguna dapat mengirim dan menerima kicauan melalui situs Twitter, aplikasi eksternal yang kompatibel (telepon seluler), atau dengan pesan singkat (SMS) yang tersedia di negara-negara tertentu. Situs ini berbasis di San Bruno, California dekat San Francisco, di mana situs ini pertama kali dibuat. Twitter juga memiliki server dan kantor di San Antonio, Texas dan Boston, Massachusetts. Sejak dibentuk pada tahun 2006 oleh Jack Dorsey, Twitter telah mendapatkan popularitas di seluruh dunia dan saat ini memiliki lebih dari 100 juta pengguna. Hal ini kadang-kadang digambarkan sebagai "SMS dari internet". Twitter memiliki logo berupa seekor burung berwarna biru yang bernama "Larry the "Bird", dinamai dari nama seorang mantan pemain basket NBA, Larry Bird.

3.

Strategi Pemecahan Masalah

Langkah yang dilakukan untuk studi kasus ini adalah: (1) mendata dan mengamati akun jejaring sosial siswa baik facebook, twitter, dan linkedIn. Data diamati melalui pembagian format yang telah disediakan seperti gambar 1. di bawah ini.

Gambar 1. Contoh Form Isian Data Diri dan Data Situs Jejaring Siswa

(2) menjalin komunikasi dan memberikan motivasi pada siswa melalui akun jejaring sosial, dan (3) menyebar angket dan melakukan wawancara langsung untuk memperoleh respon penggunaan jejaring sosial. Menurut Sugiyono (2007) wawancara adalah kegiatan

percakapan dengan maksud tertentu yang dilakukan oleh kedua belah pihak yaitu pewawancara dan yang diwawancarai. Wawancara dilakukan secara verbal kepada 6 orang siswa yang dianggap dapat memberikan informasi atau penjelasan hal-hal yang dipandang perlu.

4.

Metode Penelitian

a.

Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Menurut Potilima (2005) penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan dan mengolah data yang sifatnya deskriptif, seperti transkripsi wawancara, catatan lapangan, gambar, foto rekaman video dan lain-lain. Pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu secara holistik. Penelitian dilakukan pada bulan Januari-April 2013 dengan alasan peneliti yang mengajar di kelas XII PS ini ingin menyukseskan program sukses ujian nasional baik dalam pengajaran di kelas maupun di luar kelas dengan perlakuan khusus.