PENDIDIKAN DAN KESEHATAN DI KABUPATEN PIDIE
STUDI KEPUSTAKAAN
Bank Dunia 1991, dalam Todaro (2006) men- yatakan bahwa tujuan utama pembangunan ada- lah memperbaiki kualitas kehidupan. Sedangkan United Nations Development Programme UNDP 1991 dalam Todaro (2006) menyatakan bahwa cara terbaik untuk mewujudkan pembangunan adalah dengan meningkatkan kualitas manusia. Salah satu alat ukur untuk melihat aspek-aspek yang relevan dengan pembangunan manusia ada- lah melaui Human Development Index (HDI)yang dikenal dengan istilah IPM ( Indeks Pembangunan Manusia). IPM merupakan indeks komposit yang terdiri dari tiga komponen utama, yaitu kesehatan, pendidikan dan pendapatan yang diracik menjadi satu secara proporsional. Indikator kualitas SDM adalah Indeks Pembangunan Manusia (HDI= Hu- man Development Indeks) (Depsos RI 2008) Indeks Pembangunan Manusia
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) men- gukur capaian pembangunan manusia berbasis sejumlah komponen dasar kualitas hidup. Seba-
gai ukuran kualitas hidup, IPM dibangun melalui pendekatan tiga dimensi dasar. Dimensi tersebut mencakup umur panjang dan sehat; pengetahuan, dan kehidupan yang layak. Ketiga dimensi terse- but memiliki pengertian sangat luas karena terkait banyak faktor. Untuk mengukur dimensi keseha- tan, digunakan angka harapan hidup waktu lahir. Selanjutnya untuk mengukur dimensi pengeta- huan digunakan gabungan indikator angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah. Adapun untuk mengukur dimensi hidup layak digunakan indi- kator kemampuan daya beli masyarakat terhadap sejumlah kebutuhan pokok yang dilihat dari rata- rata besarnya pengeluaran per kapita sebagai pen- dekatan pendapatan yang mewakili capaian pem- bangunan untuk hidup layak.
Konsep Pembangunan Manusia yang dikem- bangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menetapkan peringkat kinerja pembangunan ma- nusia pada skala 0,0–100 dengan katagori sebagai berikut: Tinggi: IPM lebih dari 80,0; Menengah Atas: IPM antara 66,0–79,9; Menengah Bawah: IPM antara 50,0–65,9; Rendah: IPM kurang dari 50,0.
Kemiskinan
Kemiskinan menurut BPS (2003), adalah ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar. Dengan kata lain kemiskinan dipandang se- bagai ketidak mampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan makanan maupun non ma- kanan yang bersifat mendasar. Garis kemiskinan makanan mengacu pada pengeluaran seseorang untuk memenuhi kebutuhan minimum makanan- nya sebanyak 2.100 kalori per orang.
World Bank (2002) menetapkan garis kemiski- nan US $ 2 per orang per hari. World Bank men- diinisikan kemiskinan merupakan kemampuan atau sumber daya yang dimiliki oleh rumah tangga atau individu untuk memenuhi kebutuhannya, ber- dasarkan aspek perbandingan pendapatan, penge- luaran, pendidikan, atau kelengkapan lain dari in- dividu dengan beberapa batasan yang ditentukan, dan mereka yang berada di bawah batas yang di- tentukan tersebut dikatakan sebagai miskin.
Berdasarkan Strategi Nasional Penanggulangan Kemiskinan (SNPK, 2005) kemiskinan merupakan sebuah kondisi dimana seseorang atau sekelompok orang,
baik laki-laki maupun perempuan, tidak terpe- nuhi hak-hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat. Den- gan demikian, penanggulangan kemiskinan akan berkaitan erat dengan penghormatan, perlind- ungan dan pemenuhan terhadap hak-hak dasar masyarakat miskin, yaitu hak sosial, budaya, ekonomi dan politik yang secara normatif meru- pakan tanggung jawab negara kepada warga negara agar masyarakat tidak jatuh miskin dan masyarakat miskin harus segera dipulihkan hak-haknya agar dapat mengembangkan kehidupan yang bermartabat. Program Keluarga Harapan
Program Keluarga Harapan (PKH) adalah pro- gram perlindungan sosial yang memberikan ban- tuan tunai bersyarat kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) dan bagi anggota keluarga RTSM diwajibkan melaksanakan persyaratan dan keten- tuan yang telah ditetapkan.
Tujuan PKH adalah
1. Meningkatkan kemampuan RTSM untuk me- ngakses/memanfaatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan.
2. Meningkatkan status kesehatan dan gizi ibu hamil/nifas dan anak di bawah 6 tahun dari RTSM
3. Meningkatkan angka partisipasi pendidi- kan anak-anak (usia wajib belajar SD/SMP) RTSM.
4. Meningkatkan Kondisi Sosial ekonomi RTSM Manfaat dari PKH itu sendiri adalah:
1. Merubah perilaku keluarga miskin untuk memberikan perhatian yang besar kepada pen- didikan dan kesehatan anaknya.
2. Untuk jangka pendek memberikan income efect kepada rumah tangga miskin melalui pengurangan beban pengeluaran rumah tangga miskin.
3. Untuk jangka panjang dapat memutus rantai kemiskinan antar generasi melalui:
a. Peningkatan kualitas kesehatan/nutrisi, pendidikan dan kapasitas pendapatan anak di masa depan (price efect anak keluarga miskin)
akan masa depannya (insurance efect). 4. Mengurangi pekerja anak.
5. Mempercepat pencapaian MDGs melalui pen- ingkatan akses pendidikan, peningkatan kese- hatan ibu hamil, pengurangan kematian balita, dan peningkatan kesetaraan jender. (Depsos RI 2008)
METODE PENELITIAN
Lokasi penelitian dilakukan di Kabupaten Pi- die Provinsi Aceh dengan memilih sebanyak 3 kecamatan dari 23 kecamatan yang mendapat ban- tuan PKH pada tahun 2015, yang meliputi mas- ing-masing 1 kecamatan mewakili wilayah barat yaitu Kecamatan Pidie, 1 kecamatan wilayah ten- gah yaitu Kecamatan Indrajaya, dan 1 kecamatan wilayah timur yaitu Kecamatan Mutiara Timur. Teknik Pengumpulan Data
Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data sekunder mengenai jumlah penduduk, jumlah penduduk miskin, pendapatan perkapita, , indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pidie, jumlah alokasi dana PKH diper- oleh dari instansi BPS, BAPPEDA dan UPPKH Kabupaten di Kabupaten Pidie. Sedangkan data primer diperoleh melalui wawancara langsung dari setiap RTSM penerima bantuan PKH yang terpilih sebagai sampel dengan menggunakan daf- tar pertanyaan yang telah dipersiapkan.
Pemilihan desa survei dilakukan berdasarkan angka kemiskinan tertinggi di desa dalam satu kecamatan. Jumlah desa terpilih dalam satu ke- camatan terpilih ditetapkan lima desa. Responden pada survei terdiri atas ibu pengurus rumah tang- ga (RTSM).
Dalam penelitian ini untuk mengukur sikap, persepsi dan partisipasi seseorang atau sekelom- pok orang juga digunakan skala likert. Data yang diperoleh dari hasil penelitian dilapangan ke- mudian dikumpulkan serta diolah dan dianalisis dengan menggambarkan, menjelaskan dan mem- berikan komentar tentang apa yang digambarkan dalam pembahasan.
Data yang dikumpulkan terdiri dari data sekunder dan data primer. Jenis Penelitian yang dilakukan dengan metode survei, sedangkan ana-
lisa data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Pidie dan untuk memecahkan masalah yang dihadapi maka penulis menggunakan model persamaan re- gresi linear sederhana. Persamaan regresi linear sederhana menurut Gujarati (2006) sebagai beri- kut:
Y = α0+ α1 X + ei Y = β0 + β1X1 + β2X2 + ei
Berdasarkan formulasi diatas, model analisis penelitian ini diformulasikan dalam bentuk seba- gai berikut:
KPK = α0+ α1PKH + εi KPK = β0 + β1P1 + β2 K2 +εi Dimana :
KPK = Kualitas Pendidikan Dan Kesehatan α0, β0 = Konstanta
α1, β1, β2 = Koeisien Regresi PKH = Program Keluarga Harapan P = Program Bidang Pendidikan K = Program Bidang Kesehatan εi = Error term
Data yang telah didapatkan akan di digunakan untuk mendapatkan deskripsi tentang kondisi so- sial ekonomi RTSM penerima bantuan PKH yang meliputi kategori usia peserta, jenis pekerjaan, tingkat pendidikan terakhir, kesertaan pendidikan, kesertaan kesehatan, jumlah tanggungan serta kat- egori jumlah penghasilan dan pengeluaran kelu- arga.
Uji t untuk variabel Pendidikan dan Kesehatan dalam hal ini menggunakan metode Indeks Pem- bangunan Manusia (IPM) yaitu tingkat kesehatan, pendidikan dan tingkat pendapatan.
H0 : β1 = 0 (Bantuan PKH berpengaruh positif terhadap kualitas Pendidikan dan Kesehatan ) H1 : β1 < 0 (Bantuan PKH berpengaruh negatif
terhadap kualitas Pendidikan dan Kesehatan) Bila t hitung > t tabel maka H0 ditolak dan H1 diterima.
Deinisi Operasional Variabel
han analisis dalam penelitian ini diartikan sebagai berikut:
1. Program Keluarga Harapan (PKH) adalah se- buah program jaminan sosial berupa bantuan uang tunai dari Pemerintah untuk membantu Rumah Tangga Sangat Miskin dalam memper- oleh akses pelayanan dasar yaitu pendidikan dan kesehatan.
2. Partisipasi pendidikan adalah tingkat pendidi- kan tertinggi si penerima dana bantuan PKH yang dilihat berdasarkan lamanya pendidikan dan frekuensi kehadiran anak peserta PKH yang diukur dalam bentuk indek.
3. Partisipasi kesehatan adalah status keseha- tan dan gizi ibu hamil/ibu melahirkan/ibu ni- fas, bayi dan balita Peserta PKH yang diukur dalam bentuk indek .
4. Jumlah bantuan adalah dana yang dialokasi- kan oleh PKH kepada Rumah tangga sangat miskin (RTSM) dalam satuan rupiah