Pada penelitian ini diambil 2 siswa sebagai subjek prestasi belajar matematika rendah. Berikut ini hasil analisis proses berpikir kreatif subjek prestasi belajar matematika rendah.
a. Subjek PR1
1) Pemberian tugas pertama a) Tahap Persiapan
Untuk melihat bagaimana proses berpikir kreatif siswa pada tahap persiapan, dilakukan dengan melihat bagaimana cara siswa memahami petunjuk atau informasi yang ada dalam suatu permasalahan dan bagaimana cara mengumpulkan informasi yang relevan dengan materi yang sudah dipelajari. Berikut hasil analisis subjek PR1 pada tahap persiapan.
Pada tahap persiapan, subjek PR1 membaca soal dan kemudian menuliskan informasi-informasi yang diperoleh di lembar
jawab. Pada masalah pertama, subjek PR1 memperhatikan ruangan-ruangan apa saja yang harus dibuat, letak, serta luas masing-masing ruangan. Pada masalah kedua, subjek PR1 mengamati pola pengecatan dan informasi cat-cat yang akan digunakan. Berikut cuplikan think-aloud PR1 terkait hal tersebut.
Think-aloud PR1 Tugas 1 No 1
00:01 (membaca soal dengan cermat)
02:39 (membaca soal kembali sambil menuliskan ruangan apa saja yang harus dibuat)
“Persegi panjang seluas 75 m2 dengan ukuran panjang 10 m dan lebar 7,5 m. Pak Amir menginginkan halaman belakang rumah dengan kriteria sebagai berikut. Pak Amir ingin membangun 1 kolam renang, 1 kolam ikan, 2 taman, 2 kamar mandi, 1 gazebo, dan 1 buah ayunan.”
04:35 (membaca soal sambil menuliskan informasi yang diperoleh dengan bahasanya sendiri) pojok. Gazebo akan dibangun berdekatan dengan taman-taman dan kolam ikan. Ayunan harus berdekatan dengan kolam renang. Ayunan diperkirakan akan memakan tempat seluas 3 m2.”
Think-aloud PR1 Tugas 1 No 2
00:01 (membaca soal dengan cermat)
“Sinta ingin mempercantik kamar tidurnya dengan mengecat salah satu sisi dinding kamarnya yang memiliki ukuran tinggi 4 m dan panjang 4 m. Ia ingin mengecat dinding tersebut sesuai dengan ilustrasi motif seperti gambar berikut.”
(memperhatikan ilustrasi motif)
02:13 Pada sisi kamar yang akan dicat terdapat pintu dengan ukuran tinggi 240 cm dan lebar 80 cm. Sebelum membeli cat, Sinta memperoleh informasi sebagai berikut.” (memperhatikan tabel informasi cat)
“Merk cat A kualitas cat warna cerah, tidak anti jamur. Luas yang tercat oleh 1 kaleng cat 1,2. Harga 12.000. Merk cat B kualitas cat warna kurang cerah, anti jamur. Luas yang tercat oleh 1 kaleng cat 1. Harga 13.000. Merk cat C kualitas cat
warna cerah tapi cepat pudar, anti jamur. Luas yang tercat oleh 1 kaleng cat 1,2. Harga 14.000.”
Pada tahap persiapan, subjek PR1 menuliskan informasi-informasi yang diketahui dan ditanya untuk masalah pertama. Subjek menulis hal tersebut dengan lengkap menggunakan bahasanya sendiri untuk mempermudah dalam memahami informasi tersebut. Saat dikonfirmasi dengan wawancara pun subjek PR1 dapat menjelaskan garis besar informasi apa saja yang diperoleh dari masalah tersebut.
Berikut Gambar 4.58 dan cuplikan wawancara terkait hal tersebut.
Gambar 4.58. Jawaban Tertulis Subjek PR1 Tugas 1 No 1a
Wawancara PR1 Tugas 1 No 1
P : Apa saja informasi yang kamu peroleh dari masalah ini?
PR1 : Luas kolam renang, luas masing-masing ininya, tempatnya disampingnya apa didekatnya apa.
Subjek PR1 juga melakukan hal yang sama dalam menyelesaikan masalah kedua. Subjek PR1 menuliskan informasi yang diketahui dan ditanya dengan lengkap. Kemudian saat dilakukan konfirmasi melalui wawancara subjek PR1 juga dapat menjelaskan dengan baik. Hal ini dapat dilihat pada Gambar 4.59 dan cuplikan wawancara berikut.
Gambar 4.59. Jawaban Tertulis Subjek PR1 Tugas 1 No 2a
Wawancara PR1 Tugas 1 No 2
P1,1,1 : Informasi apa saja yang kamu dapat dari masalah ini?
PR1,1,1 : Dinding kamar tidur tingginya 4 m, panjangnya 4 m.
Ilustrasi motif panjang 100 cm, lebar 40 cm. Terdapat pintu dengan ukuran tinggi 240 cm dan lebarnya 80 cm.
ada merk cat. Merk cat A kualitasnya warnanya cerah, tidak anti jamur, bisa mengecat 1,2 m, harganya 12.000.
Terus merk cat B warna kurang cerah tapi anti jamur, yang tercat 1 m2, harga 13.000. Merk cat C warna cerah tapi cepat pudar, anti jamur, luas yang dapat tercat 1 m2, harga 15.000.
Subjek juga dapat menyebutkan konsep-konsep matematika apa saja yang dapat digunakan dalam menyelesaikan masalah pertama dan kedua. Hal ini dapat dilihat pada cuplikan wawancara berikut.
Wawancara PR1 Tugas 1 No 1
P : Konsep matematika apa yang kamu gunakan?
PR1 : Perkalian, pembagian.
P : Selain itu ada konsep lain yang kamu gunakan?
PR1 : Tidak ada.
Wawancara PR1 Tugas 1 No 2
P1,1,2 : Menurut kamu konsep kamu gunakan untuk
menyelesaikan masalah ini apa saja? Disini kamu tulis luas. Lalu selain itu apa saja yang kamu gunakan?
PR1,1,2 : Tidak ada.
P1,1,3 : Menurutmu luas saja sudah cukup untuk menyelesaikan soal ini?
PR1,1,3 : Iya. Ini kan tentang luas. Tadi kan nyari luas semuanya terus dikurangi ini.
Berdasarkan analisis data pada subjek PR1 di atas, dapat diperoleh bahwa pada tahap persiapan subjek PR1 memperlihatkan hal-hal berikut.
- Subjek membaca soal sembari mengamati petunjuk dan informasi pada soal dengan cermat.
- Subjek menuliskan informasi yang diperoleh menggunakan bahasanya sendiri namun informasi yang ditulis tidak lengkap.
- Subjek mengingat kembali materi-materi yang relevan dengan permasalahan.
b) Tahap Inkubasi
Untuk mengetahui tahap inkubasi dapat dilakukan dengan melihat bagaimana respon siswa saat mengatasi kesulitan dan bagaimana siswa melakukan hal-hal yang dapat membantu dalam memperoleh suatu pemikiran (ide). Berikut hasil analisis subjek PR1 pada tahap inkubasi.
Pada tahap inkubasi subjek PR1 terdiam sejenak, terlihat sedang berpikir kemudian membaca informasi-informasi yang diketahui. Hal-hal tersebut dilakukan subjek PR1 sebagai usaha untuk memperoleh ide penyelesaian masalah. Tindakan diam dan membaca informasi yang diketahui ini terlihat pada subjek PR1 baik dalam menyelesaikan permasalahan pertama maupun kedua. Berikut cuplikan think-aloud subjek PR1 berikut.
Think-aloud PR1 Tugas 1 No 1
06:02 (diam sebentar, melihat informasi yang diketahui)
“Kolam renang 24 m2. 8 x 3.”
(menggambar kolam renang dengan ukuran 8 m x 3 m) 08:41 (membaca informasi yang diketahui)
“2 kamar mandi di samping kolam renang 3 m2.”
(diam sejenak, berpikir menentukan letak)
“Kamar mandi disini.”
(menggambar kamar mandi dengan ukuran 3 m x 1 m)
Think-aloud PR1 Tugas 1 No 2
07:20 (diam sejenak, memperhatikan lembar soal)
“Dinding kamar 4. Panjang 4 m. Tinggi atau lebar 4 m. Pintu panjang lebar. ”
(mulai menuliskan informasi yang diperoleh pada lembar jawab)
08:49 (diam sejenak, mencermati lembar soal)
“Mencari luas seluruh dinding kamar. Luas dinding 16. Pintu 240 kali 80.”
(menghitung)
“19.200.”
Ketika menyelesaikan masalah pertama, subjek PR1 terlihat langsung menggambar tanpa memperkirakan apakah letak dan ukuran sudah benar. Kemudian ketika dirasa tidak sesuai dengan ketentuan pada masalah, subjek PR1 akan menghapus dan menggantinya.
Berikut cuplikan think-aloud dan wawancara terkait hal tersebut.
Think-aloud PR1 Tugas 1 No 1
24:27 (membaca informasi yang diperoleh)
“Taman 2 di pojok. Gazebo dekat taman dan kolam ikan.”
(diam, melihat desain pertama)
27:14 (menghapus ayunan dan 2 kamar mandi)
(memperkirakan ukuran yang tepat kemudian menggambar kembali ayunan, 2 kamar mandi, dan taman dengan ukuran yang sama yaitu 1,5 m x 1,5 m)
Wawancara PR1 Tugas 1 No 1
P1,1,5 : Hal apa yang kamu lakukan untuk mendapat ide untuk menyelesaikan soal ini?
PR1,1,5 : Apa ya, dikerjakan saja. Habis itu dikira-kira saja panjang lebarnya berapa. Kalau nggak bagus bisa diganti.
Ketika menyelesaikan masalah kedua, subjek PR1 juga langsung mengerjakan tanpa banyak memikirkan terlebih bagaimana
langkah-langkah berikutnya. Berikut cuplikan wawancara terkait hal tersebut.
Wawancara PR1 Tugas 1 No 2
P1,2,8 : Apa yang kamu lakukan sampai akhirnya mendapatkan
ide oh cara menyelesaikannya seperti ini. Itu apa yang kamu lakukan?
PR1,2,8 : Dikerjakan saja. Itu kan ada dinding sama pintu. Pasti dikurangi. Habis itu ada motif. Cari luas motif. Terus ini dibagi sama motif. Terus aku pilih cat merk A, dihitung harganya dapat ini.
P1,2,9 : Bagaimana caramu mendapat pemikiran kalau luas
dinding ini dibagi sama luas motif?
PR1,2,9 : Nggak tahu, kayaknya dibagi saja.
Berdasarkan analisis data pada subjek PR1 di atas, dapat diperoleh bahwa pada tahap inkubasi subjek PR1 memperlihatkan hal-hal berikut.
- Subjek diam sejenak dan mencermati kembali informasi-informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah.
- Subjek tidak merencanakan penyelesaian masalah dengan baik.
c) Tahap Iluminasi
Tahap iluminasi dapat diketahui dengan melihat bagaimana cara siswa memperoleh ide untuk menyelesaikan permasalahandan bagaimana cara siswa memperoleh gagasan-gagasan baru dalam menyelesaikan masalah. Berikut hasil analisis subjek PR1 pada tahap iluminasi.
Ketika menyelesaikan permasalahan pertama, PR1 melupakan informasi mengenai panjang dan lebar halaman belakang, sehingga PR1 melakukan kesalahan dalam menggambar desain. Pada desain pertama, subjek PR1 tidak menentukan panjang dan lebar halaman terlebih dahulu sehingga desain pertama bernilai salah.
Sedangkan pada desain kedua, subjek PR1 salah dalam menentukan ukuran ruangan. Subjek PR1 mencoba memberikan lebih dari satu penyelesaian namun keduanya bernilai salah, sehingga dapat disimpulkan bahwa subjek PR1 tidak memenuhi kefasihan (fluency).
Berikut Gambar 4.60 dan Gambar 4.61 terkait hal tersebut.
Gambar 4.60. Jawaban Tertulis Subjek PR1 Tugas 1 No 1d Desain Pertama
Gambar 4.61. Jawaban Tertulis Subjek PR1 Tugas 1 No 1d Desain Kedua
Subjek PR1 terlihat sering melihat pada desain pertama ketika membuat desain kedua. Hal ini dilakukan subjek PR1 untuk
membuat desain lain yang berbeda dari desain pertama. Berikut cuplikan think-aloud dan wawancara terkait hal tersebut.
Think-aloud PR1 Tugas 1 No 2
19:26 (membaca informasi yang diketahui kemudian melihat desain pertama)
“Ayunan dan kamar mandi di samping kolam renang luasnya 3 m2 semua.”
(diam agak lama, menentukan letak ayunan dan kamar mandi)
(menggambar ayunan dan kamar mandi dengan ukuran yang sama yaitu 2 m x 1 m)
22:14 (melihat desain pertama)
“Kolam ikan sama taman. 2-6 m2.”
(menggambar kolam ikan dan sebuah taman dengan ukuran 3 m x 2 m di dekat kolam renang)
Wawancara PR1 Tugas 1 No 2
P1,1,14 : Saat membuat desain kedua tadi kamu kan melihat-lihat desain pertama, itu untuk apa?
PR1,1,14 : Biar tahu bedainnya gimana.
Dalam menyelesaikan permasalahan kedua ternyata subjek PR1 mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Selain menggambar sesuai dengan kriteria yang dituliskan pada permasalahan, subjek juga mempertimbangkan ukuran yang masuk akal. Berikut cuplikan wawancara terkait hal tersebut.
Wawancara PR1 Tugas 1 No 2
P1,1,15 : Pertimbangan apa yang kamu pikirkan saat akan membuat
desain ini?
PR1,1,15 : Aku bikin biar bagus, nggak kekecilan, nggak terlalu besar, tapi pas gitu.
Pada permasalahan kedua subjek PR1 memberikan jawaban yang sederhana, sesuai pemahaman mereka terhadap permasalahan yang diberikan. Penyelesaian yang diberikan subjek PR1 juga bukan
penyelesaian yang benar. Hal ini dikarenakan subjek tidak mengerti bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut sehingga subjek mengerjakan sebisanya saja. Hal ini dapat dilihat pada Gambar 4.62 berikut.
Gambar 4.62. Jawaban Tertulis Subjek PR1 Tugas 1 No 2d
Subjek PR1 hanya menyelesaikan masalah tersebut menggunakan satu cara. Setelah dikonfirmasi pada tahap wawancara subjek PR1 juga tidak dapat memberikan cara penyelesaian yang berbeda. Ini berarti bahwa subjek PR1 tidak memenuhi keluwesan (flexibility). Selain itu, cara penyelesaian yang diberikan PR1 juga tidak menunjukkan adanya kebaruan (novelty). Hal tersebut dapat dilihat pada cuplikan wawancara berikut.
Wawancara PR1 Tugas 1 No 2
P1,2,11 : Menurutmu apakah ada cara yang lain untuk
menyelesaikan masalah ini?
PR1,2,11 : Nggak tahu.
P1,2,12 : Menurutmu ada atau tidak?
PR1,2,12 : Mmm nggak.
P1,2,13 : Menurutmu caramu mengerjakan ini cara yang biasa
digunakan teman-temanmu juga atau tidak?
PR1,2,13 : Kayaknya iya.
Berdasarkan analisis data pada subjek PR1 di atas, dapat diperoleh bahwa pada tahap iluminasi subjek PR1 memperlihatkan hal-hal berikut.
- Subjek menyelesaikan masalah dengan memberikan lebih dari satu penyelesaian namun kedua penyelesaian tersebut salah (tidak menunjukkan fluency).
- Subjek menganalisis ide sebelumnya untuk mencari ide penyelesaian yang lain.
- Subjek mengaitkan penyelesaian masalah dengan kehidupan sehari-hari.
- Subjek melanjutkan pemecahan masalah hingga memperoleh hasil akhir.
- Subjek memberikan jawaban sederhana untuk menyelesaikan masalah.
- Subjek melakukan kesalahan dalam menyusun penyelesaian masalah.
- Subjek menyelesaikan masalah menggunakan satu cara penyelesaian saja (tidak menunjukkan flexibility).
- Subjek tidak memberikan cara penyelesaian yang tergolong baru untuk menyelesaikan masalah (tidak menunjukkan novelty).
d) Tahap Verifikasi
Untuk mengetahui tahap verifikasi yang dapat dilakukan adalah dengan melihat bagaimana cara siswa menguji dan memeriksa
kembali penyelesaian masalah yang telah dilakukan. Berikut hasil analisis subjek PR1 pada tahap verifikasi.
Ketika menyelesaikan permasalahan pertama, subjek PR1 melakukan pengecekan ulang terhadap dua buah desain yang telah dibuat. Subjek PR1 hanya memeriksa apakah seluruh ruangan telah digambar tanpa memeriksa hitungannya. Namun, meskipun sudah melakukan pemeriksaan kembali subjek PR1 tetap tidak menyadari bahwa telah melakukan kesalahan dalam menggambar kedua buah desain tersebut. Hal ini dapat dilihat pada cuplikan think-aloud dan wawancara berikut.
Think-aloud PR1 Tugas 1 No 1
32:16 (memberi tanda cek pada informasi yang diketahui untuk ruangan yang sudah digambar)
35:47 “Sudah.”
Wawancara PR1 Tugas 1 No 1
P1,1,20 : Bagaimana caramu memeriksa kembali?
PR1,1,20 : Dilihat sudah digambar semua apa belum.
P1,1,21 : Kalau ukurannya dihitung lagi atau tidak?
PR1,1,21 : Tidak.
Subjek PR1 juga tidak melakukan pemeriksaan kembali terhadap hitungan maupun langkah pekerjaannya ketika menyelesaikan permasalahan kedua. Berikut cuplikan wawancara terkait hal tersebut.
Wawancara PR1 Tugas 1 No 2
P1,1,15 : Apakah tadi kamu memeriksa kembali pekerjaanmu ini?
PT1,1,15 : Tidak.
P1,1,16 : Hitungannya tidak diperiksa lagi tadi?
PT1,1,16 : Tidak.
P1,1,17 : Kalau langkah-langkah pengerjaannya diperiksa atau
tidak?
PT1,1,17 : Tidak.
Subjek PR1 juga terlihat tidak terlalu yakin dengan hasil penyelesaian masalahnya. Hal ini terjadi saat subjek PR1 menyelesaikan baik masalah pertama maupun kedua. Berikut cuplikan wawancara terkait hal tersebut.
Wawancara PR1 Tugas 1 No 1
P1,1,22 : Apakah kamu yakin dengan jawaban ini?
PT1,1,22 : Tidak.
P1,1,26 : Apa yang membuat kamu tidak yakin?
PT1,1,26 : Apa ya, bentuknya beda-beda. Tidak tahu benar apa salahnya.
Wawancara PR1 Tugas 1 No 1
P1,1,18 : Apakah kamu yakin terhadap jawabanmu?
PT1,1,18 : Nggak yakin.
P1,1,19 : Apa yang membuatmu tidak yakin?
PT1,1,19 : Tidak tahu caranya benar atau salah.
Berdasarkan analisis data pada subjek PR1 di atas, dapat diperoleh bahwa pada tahap verifikasi subjek PR1 memperlihatkan hal-hal berikut.
- Subjek tidak memeriksa kembali hitungan maupun langkah penyelesaian masalah yang telah disusun.
- Subjek tidak menyadari bahwa terdapat kesalahan dalam menyelesaikan masalah.
- Subjek tidak merasa yakin terhadap penyelesaian masalahnya.
2) Pemberian tugas kedua a) Tahap Persiapan
Untuk mengetahui tahap persiapan yang dapat dilakukan adalah dengan melihat bagaimana cara siswa memahami petunjuk atau informasi yang ada dalam suatu permasalahan dan bagaimana cara
mengumpulkan informasi yang relevan dengan materi yang sudah dipelajari. Berikut hasil analisis subjek PR1 pada tahap persiapan.
Pada tahap persiapan, subjek PR1 langsung membaca soal dengan cermat kemudian menuliskan informasi-informasi yang diperoleh. Pada permasalahan pertama, subjek PR1 memperhatikan ruangan-ruangan apa saja yang harus dibuat serta luas dan letak ruangan-ruangan tersebut. Pada permasalahan kedua, subjek PR1 mengamati pola pengecatan dan informasi cat. Berikut cuplikan think-aloud terkait hal tersebut.
Think-aloud PR1 Tugas 2 No 1
00:01 (membaca soal dengan cermat)
02:39 (membaca soal kembali sambil menuliskan ruangan apa saja yang harus dibuat)
“Persegi panjang seluas 75 m2 dengan ukuran panjang 10 m dan lebar 7,5 m. Pak Amir menginginkan halaman belakang rumah dengan kriteria sebagai berikut. Pak Amir ingin membangun 1 kolam renang, 1 kolam ikan, 2 taman, 2 kamar mandi, 1 gazebo, dan 1 buah ayunan.”
04:35 (membaca soal sambil menuliskan informasi yang diperoleh dengan bahasanya sendiri) pojok. Gazebo akan dibangun berdekatan dengan taman-taman dan kolam ikan. Ayunan harus berdekatan dengan kolam renang. Ayunan diperkirakan akan memakan tempat seluas 3 m2.”
Think-aloud PR1 Tugas 2 No 2
00:01 (membaca soal dengan cermat)
“Sinta ingin mempercantik kamar tidurnya dengan mengecat salah satu sisi dinding kamarnya yang memiliki ukuran tinggi 4 m dan panjang 4 m. Ia ingin mengecat dinding tersebut sesuai dengan ilustrasi motif seperti gambar berikut.”
(memperhatikan ilustrasi motif)
07:20 (diam sejenak, memperhatikan lembar soal)
“Dinding kamar 4. Panjang 4 m. Tinggi atau lebar 4 m. Pintu
panjang lebar. ”
(mulai menuliskan informasi yang diperoleh pada lembar jawab)
Pada tahap persiapan, subjek PR1 menuliskan informasi-informasi yang diketahui dan ditanya pada lembar jawab. Subjek menulis hal tersebut dengan bahasanya sendiri untuk mempermudah dalam memahami informasi tersebut. Meskipun subjek PR1 tidak menuliskan informasi-informasi tersebut dengan lengkap, namun setelah dikonfirmasi dengan wawancara subjek PR1 dapat menjelaskan informasi yang diketahui dan ditanya dengan baik.
Berikut Gambar 4.63 dan cuplikan wawancara terkait hal tersebut.
Gambar 4.63. Jawaban Tertulis Subjek PR1 Tugas 2 No 1a
Wawancara PR1 Tugas 2 No 1
P1,1,1 : Informasi apa yang kamu peroleh dari masalah tersebut?
PR1,1,1 : Luas ruang tamu, luas masing-masing ruangan, tempatnya dimana ada yang dibelakang ada yang di tengah, letaknya berdampingan dengan apa.
Pada permasalahan kedua, subjek PR1 juga melakukan hal yang sama. Subjek PR1 menuliskan informasi yang diketahui dan ditanya dengan tidak lengkap, namun saat dilakukan konfirmasi melalui wawancara subjek PR1 dapat menjelaskan dengan baik. Hal ini dapat dilihat pada Gambar 4.64 dan cuplikan wawancara.
Gambar 4.64. Jawaban Tertulis Subjek PR1 Tugas 2 No 2a
Wawancara PR1 Tugas 2 No 2
P1,2,1 : Informasi apa yang kamu peroleh dari masalah tersebut?
PR1,2,1 : Panjang dinding cafe 4,5 m, tingginya 4m. Terus diagonal satu motif 50 cm. Ukuran motifnya. Sama keterangan catnya.
Pada tahap ini, subjek PR1 dapat menyebutkan konsep-konsep matematika apa saja yang dapat digunakan dalam menyelesaikan masalah pertama dan kedua. Hal ini dapat dilihat pada cuplikan wawancara berikut.
Wawancara PR1 Tugas 2 No 1
P1,1,2 : Konsep matematika apa yang kamu gunakan?
PR1,1,2 : Perkalian, pembagian, pengurangan, skala P1,1,3 : Skala berapa yang kamu gunakan?
PR1,1,3 : Kan disitu meter terus dibuat jadi cm P1,1,4 : Berarti skalanya berapa?
PR1,1,4 : 100.
P1,1,5 : Selain konsep itu tadi ada konsep lain yang digunakan?
PR1,1,5 : Tidak.
Wawancara PR1 Tugas 2 No 2
P1,2,2 : Konsep apa yang kamu gunakan?
PR1,2,2 : Pembagian, perkalian.
P1,2,3 : Apakah ada konsep matematika lain yang kamu gunakan?
PR1,2,3 : Luas.
Berdasarkan analisis data pada subjek PR1 di atas, dapat diperoleh bahwa pada tahap persiapan subjek PR1 memperlihatkan hal-hal berikut.
- Subjek mengamati petunjuk dan informasi pada soal.
- Subjek menuliskan informasi yang diperoleh dengan lengkap menggunakan bahasanya sendiri.
- Subjek mengingat kembali materi-materi yang relevan dengan permasalahan.
b) Tahap Inkubasi
Untuk melihat bagaimana proses berpikir kreatif siswa pada tahap inkubasi, dilakukan dengan melihat bagaimana respon siswa saat mengatasi kesulitan dan bagaimana siswa melakukan hal-hal yang dapat membantu dalam memperoleh suatu pemikiran (ide). Berikut hasil analisis subjek PR1 pada tahap inkubasi.
Pada tahap ini, subjek PR1 diam dan terlihat sedang berpikir.
Subjek PR1 kemudian membaca informasi-informasi yang diketahui.
Hal-hal tersebut dilakukan subjek PR1 sebagai bagian dari usaha dalam memperoleh ide penyelesaian masalah. Hal-hal tersebut terlihat pada subjek PR1 baik dalam menyelesaikan permasalahan pertama maupun kedua. Berikut cuplikan think-aloud berikut.
Think-aloud PR1 Tugas 2 No 1
06:34 (diam sejenak, melihat informasi yang diketahui)
“Ruang tamu.
(menggambar ruang tamu dengan ukuran 8 cm x 3 cm) 10:16 (diam sejenak, terlihat mencermati informasi yang diketahui)
“Kamar lain 12-20 m2.”
(kembali melihat desain) Think-aloud PR1 Tugas 2 No 2
08:41 (diam sejenak, membaca soal kembali)
“Dinding cafe panjang 4,5 m tinggi 4 m. Luas motif. Belah ketupat, d1 kali d2 bagi 2. Diagonal satu 50 cm. Diagonal dua.
1,2,3.”
(terlihat memperhatikan ilustrasi motif, diam berpikir menentukan diagonal kedua)
20:38 (diam, memperhatikan soal kemudian memperhatikan lembar jawab)
“Dibagi luas motif 10.000.”
(menulis pada lembar jawab)
Dalam menyelesaikan masalah pertama, subjek PR1 langsung menggambar tanpa memperkirakan letak maupun ukuran yang akan digambar. Kemudian jika dirasa tidak sesuai subjek akan menghapus dan menggantinya. Berikut cuplikan wawancara terkait hal tersebut.
Wawancara PR1 Tugas 2 No 1
P1,1,10 : Bagaimana kamu menemukan ide untuk menyelesaikan ini? Kamu coba-coba diukur dulu atau langsung digambar saja?
PR1,1,10 : Langsung digambar saja.
Ketika menyelesaikan permasalahan kedua, subjek PR1 langsung mengerjakan saja tanpa memikirkan langkah penyelesaian selanjutnya. Berikut cuplikan wawancara terkait hal tersebut.
Wawancara PR1 Tugas 2 No 2
P1,2,14 : Bagaimana caramu mendapat ide itu?
PR1,2,14 : Nggak tahu, dikerjakan saja. Kayaknya begitu caranya.
Berdasarkan analisis data pada subjek PR1 di atas, dapat diperoleh bahwa pada tahap inkubasi subjek PR1 memperlihatkan hal-hal berikut.
- Subjek diam sejenak dan mencermati kembali informasi-informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah.
- Subjek tidak merencanakan penyelesaian dengan baik.
c) Tahap Iluminasi
Untuk mengetahui tahap iluminasi dapat dilakukan dengan melihat bagaimana cara siswa memperoleh ide untuk menyelesaikan permasalahan dan bagaimana cara siswa memperoleh
gagasan-gagasan baru dalam menyelesaikan masalah. Berikut hasil analisis subjek PR1 pada tahap iluminasi.
Subjek PR1 memberikan dua buah desain untuk menyelesaikan permasalahan pertama. Namun subjek PR1 melakukan kesalahan dalam membuat desain pertama dan kedua. Subjek PR1 membuat kesalahan dalam menentukan ukuran ruangan. Hal ini menunjukkan bahwa subjek PR1 tidak memenuhi kriteria keluwesan (fluency). Hal ini dapat dilihat pada Gambar 4.65 dan Gambar 4.66 berikut.
Gambar 4.65. Jawaban Tertulis Subjek PR1 Tugas 2 No 1d Desain Pertama
Gambar 4.66. Jawaban Tertulis Subjek PR1 Tugas 2 No 1d Desain Kedua
Subjek PR1 ternyata tidak hanya membuat desain yang sesuai dengan permasalahan. Subjek juga mempertimbangkan apakah letak ruangan yang dibuat sesuai dengan kehidupan nyata. Hal ini ditunjukkan pada cuplikan wawancara berikut.
Wawancara PR1 Tugas 2 No 1
P1,1,21 : Kamu menggambar ini dengan pertimbangan apa?
Apakah disesuaikan seperti kehidupan nyata atau hanya untuk memenuhi yang diminta soal?
PT1,1,21 : Itu paling aku buat yang kayak rumah biasa, biasanya kan rumah kamarnya di pinggir gini, tengah ini kosong buat jalan.
Ketika membuat desain kedua subjek PR1 terlihat sering melihat pada desain pertama. Hal ini dilakukan subjek PR1 untuk membuat desain yang berbeda dari desain sebelumnya. Berikut cuplikan think-aloud dan wawancara terkait hal tersebut.
Think-aloud PR1 Tugas 1 No 2 30:18 (melihat pada desain pertama)
“Ruang tamunya.”
(menggambar ruang tamu dan teras) 32:43 (melihat informasi yang diketahui)
“Kamar tidur.”
(melihat desain pertama)
(menggambar kamar utama dan kamar tamu dengan ukuran yang sama seperti desain pertama tetapi letaknya ditukar)
(menggambar kamar utama dan kamar tamu dengan ukuran yang sama seperti desain pertama tetapi letaknya ditukar)