• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3. METODOLOGI PENELITIAN

D. Subjek Penelitian

Tahap pengumpulan data dilakukan oleh peneliti dalam beberapa tahap, yaitu perkenalan pada key person (individu yang mengenal dekat subjek penelitian), perkenalan secara khusus dengan subjek penelitian dan anggota keluarga subjek penelitian secara umum, penentuan jadwal penelitian, penganbilan data melalui wawancara pada subjek penelitian dan salah satu

Informasi mengenai subjek penelitian diperoleh oleh peneliti melalui teman dan juga saudara dari peneliti. Mereka yang kemudian di sebut key person oleh peneliti, melalui mereka peneliti bisa bertemu dengan subjek penelitian. Perkenalan pertama peneliti pada subjek 1 (MM dan I) dilakukan pada tanggal 13 Februari 2008, pada jam 16.30 WIB bertempat di rumah subjek 1. Perkenalan pertama ini, peneliti datang bersama dengan teman peneliti (key person) dan dalam pertemuan pertama ini peneliti sempat sedikit menjelaskan dan melakukan wawancara singkat dengan subjek I. Selain itu, peneliti dan subjek I bersama-sama menentukan jadwal wawancara. Pertemuan kedua dilakukan pada tanggal 15 Februari 2008 pada jam 11.15 WIB bertempat di rumah subjek MM dan I. Peneliti terlebih dahulu melakukan pendekatan dengan berkenalan dan menanyakan kegiatan sehari-hari subjek MM dan I. Setelah itu, peneliti melakukan wawancara kepada MM dan I secara bergantian tetapi karena MM merasa malu peneliti memutuskan MM dan I untuk diwawancarai bersama-sama. Pertemuan ketiga dilakukan pada tanggal 17 Februari 2008, pada jam 16.30 WIB bertempat di rumah subjek MM dan I. Pada pertemuan yang ketiga ini, peneliti melakukan wawancara pada anak MM dan I. Wawancara ini bertujuan untuk melakukan pengecekan pada beberapa pertanyaan yang terkait dengan kehidupan perkawinan subjek MM dan I, khususnya dalam hal perbedaan agama keduanya. Selain wawancara, peneliti juga melakukan observasi pada wawancara yang pertama dan kedua.

Perkenalan subjek EW dan CR dilakukan oleh peneliti melalui bantuan saudara peneliti yang merupakan ketua lingkungan umat Katolik di tempat EW

dan CR tinggal. Perkenalan pertama peneliti dengan EW dan CR dilakukan tanggal 7 Maret 2008 pada jam16.30 WIB bertempat di teras rumah subjek EW dan CR. Pertemuan pertama ini bertujuan untuk perkenalan dan penentuan jadwal wawancara EW dan CR. Pertemuan yang kedua dilakukan tanggal 10 Maret 2008 pada jam 16.30 WIB di sanggar wayang milik EW. Pada pertemuan yang kedua ini, peneliti hanya melakukan wawancara pada CR saja karena EW sedang pergi memancing bersama teman-temannya. Pertemuan ketiga dilakukan tanggal 13 Maret 2008 pada jam 18.15 WIB bertempat di sanggar wayang milik EW yang berada tepat di sebelah rumah mereka. Pada pertemuan ketiga ini, peneliti hanya melakukan wawancara dan observasi pada subjek EW saja karena CR sedang pergi mengikuti kegiatan sembayangan di lingkungan tempat tinggal mereka. Pertemuan yang keempat dilaksanakan tanggal 15 Maret 2008 pada jam 17.15 WIB ditempat yang sama dengan pertemuan sebelumnya. Pertemuan yang keempat ini, peneliti melakukan wawancara pada anak subjek EW dan CR yang berinisial WH. Wawancara tersebut dilakukan dengan tujuan untuk melakukan pengecekan pada hasil wawancara EW dan CR sebelumnya apakah pada beberapa hal sesuai dengan penilaian dan pengalaman WH sebagai anak EW dan CR selama ini. Pertemuan yang terakhir dilakukan oleh peneliti pada tanggal 4 Mei 2008 ditempat yang sama dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya, pada jam 18.05 WIB. Pertemuan yang kelima ini dilakukan oleh peneliti untuk melakukan wawancara pada hal-hal yang dirasa kurang lengkap.

Perkenalan dan pertemuan subjek penelitian yang ketiga yaitu SM dan FI, dibantu oleh teman peneliti yaitu RC yang adalah anak SM dan FI. Pertemuan pertama peneliti dengan SM dan FI pada tanggal 28 Mei 2008, jam 15.30 WIB berlangsung di kamar perawatan kelas III RS. Mata Dr. YAP. Hal ini terjadi karena peneliti kesulitan menemui SM yang tinggal di Jakarta dan terpisah dengan FI dan anak-anaknya yang tinggal di Jogja. Sehingga pada saat SM datang ke Jogja untuk menjenguk ibu mertuanya yang akan menjalani operasi mata, peneliti langsung datang dan memanfaatkan waktu yang sedikit untuk melakukan wawancara pada SM. Pertemuan yang kedua dilakukan pada tanggal 30 Mei 2008, jam 14.00 WIB di rumah SM dan CR di Jogja. Pada pertemuan yang kedua ini, peneliti melakukan wawancara kepada FI. Selama proses wawancara, FI pada awalnya terlihat malu namun setelah beberapa menit berlalu mulai lancar menjawab pertanyaan yang diberikan oleh peneliti dan terkadang bercerita tanpa perlu ditanya lagi. Pertemuan yang terakhir dilakukan oleh peneliti pada anak SM dan FI, yaitu RC. Pertemuan ini dilakukan untuk melakukan pengecekan atas jawaban dari SM dan FI sesuai dengan pengalaman yang dialami oleh RC terkait dengan kehidupan perkawinan kedua orang tuanya yang berbeda agama.

Selama proses pengumpulan data ini, peneliti cukup mengalami banyak hambatan seperti kesulitan mendapatkan subjek penelitian yang dengan sukarela berbagi pengalamannya menjalani kehidupan rumah tangga dengan dua agama yang berbeda didalamnya. Beberapa subjek yang sebelumnya sudah didapatkan oleh peneliti pada akhirnya memutuskan untuk tidak mau di wawancarai dengan alasan takut rahasia rumah tangganya terbongkar. Selain itu, kendala mengatur

jadwal wawancara karena keadaan, seperti pasangan suami istri yang tidak tinggal satu rumah karena istri harus menemani anak-anak tinggal di Jogja. Latar belakang pendidikan juga sangat mempengaruhi jawaban-jawaban yang diberikan oleh subjek penelitian. Hal ini membuat peneliti harus membuat pertanyaan menjadi lebih sederhana dan di mudah di mengerti oleh subjek penelitian.

2. Pemilihan Subjek Penelitian

Pemilihan subjek dalam penelitian kualitatif didasarkan pada kriteria sebagai berikut (Sarantoks dalam Poerwandari, 2005) :

a. Tidak diarahkan pada jumlah sampel yang besar, tetapi pada kasus-kasus yang sesuai dengan masalah penelitian

b. Tidak ditentukan secara kaku sejak awal, tetapi dapat berubah baik dalam hal jumlah maupun karakteristik sampelnya,

c. Lebih menekankan pada kecocokan konteks.

Berdasarkan kriteria diatas, maka peneliti memilih subjek penelitian dengan menggunakan metode pengambilan sampel berupa criterion sampling (pengambilan sampel berdasarkan kriteria tertentu). Pada penelitian ini hal yang ingin diukur adalah pengalaman, cara, dan proses penyesuaian diri pasangan suami-istri yang menikah beda agama, maka peneliti memberikan beberapa kriteria berkaitan dengan subjek penelitian sebagai berikut :

1. Subjek penelitian adalah pasangan suami-istri yang menikah berbeda agama dan sudah menjalani hidup perkawinan lebih dari 10 tahun

2. Subjek penelitian adalah pasangan suami-istri yang keduanya masih dalam kondisi sehat dan mampu untuk berkomunikasi

3. Subjek penelitian tidak berstatus janda atau duda.

4. Subjek penelitian adalah pasangan suami-istri yang masih berpegang teguh pada kepercayaannya.

Tabel II. Identitas Subjek Penelitian

Pasangan 1 Pasangan 2 Pasangan 3

No

Keterangan Suami Istri Suami Istri Suami Istri

1. Nama EW CR MM I SM FI

2. Usia 57 tahun 55 tahun 52 tahun 47 tahun 50 tahun 45 tahun

3. Agama Islam Katolik Katolik Islam Islam Katolik

4. Status Menikah Menikah Menikah Menikah Menikah Menikah

5. Pekerjaan Wiraswasta Ibu

rumah tangga Tukang parkir Ibu rumah tangga Karyawan swasta Ibu rumah tangga 6. Pendidikan Terakhir

Dokumen terkait