• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.2 Subjek Penelitian

Hasil penelitian kualitatif lebih bersifat kontekstual dan kauistik yang berlaku pada waktu dan tempat tertentu sewaktu penelitian dilakukan, karena itu pada penelitian kualitatif tidak dikenal istilah sampel melainkan informan. Untuk studi kasus, jumlah individu yang menjadi informan dipilih sesuai dengan tujuan dan kebutuhan penelitian. Bodgan dan Taylor (dalam Moleong, 2013: 5) mengatakan orang-orang yang dapat dijadikan informan adalah orang yang memiliki pengalaman sesuai dengan penelitian, orang-orang dengan peran tertentu dan tentu saja yang mudah akses.

Subjek penelitian adalah oknum yang memiliki sifat/karakteristik/ keadaan yang akan diteliti itu (objek penelitian). Informan yang ditentukan adalah Tenant Relations Medan Focal Point Mall, tenant yang telah bertahan selama 4 tahun, dan tenant yang baru membuka usaha di Medan Focal Point Mall.

3.3 Objek Penilitian

Objek penelitian merupakan fokus penelitian yakni apa yang menjadi sasaran penelitian. Objek penelituan kualitatif merupakan topik permasalahan yang akan diteliti. Objek penelitian yang diteliti adalah strategi komunikasi yang dijalankan oleh Tenant Relations dalam Menjaga Loyalitas Para Tenant di Medan Focal Point.

3.4 Unit Analisis

Unit analisis pada umumnya dilakukan untuk memperoleh gambaran yang umum dan menyeluruh tentang situasi yang diteliti oleh objek penelitian. Unit analisis dalam penelitian ini meliputi dua komponen menurut Spradly (dalam Sugiyono, 2009: 68) :

1. Tempat (Place)

Tempat ialah dimana interaksi berlangsung. Tempat dalam penelitian ini adalah Medan Focal Point Mall Jl. Gagak Hitam Asam Kumbang, Medan.

2. Pelaku

Pelaku ialah semua orang yang terdapat dalam wadah tertentu. Pelaku dalam penelitian ini adalah subjek penelitian sebagai informan yang sesuai dengan kriteria penelitian yakni Tenant Relations, para tenant yang sudah lama bergabung dan yang baru bergabung di Medan Focal Point Mall.

3.5 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan (Sugiyono, 2009 : 224). Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah :

1. Data Primer

Data primer merupakan data yang diperoleh dari sumber data pertama dan tangan pertama di lapangan (dalam Kriyantono, 2006: 91). Adapun data untuk mendapatkan data primer, yaitu:

a) Metode Wawancara

Adalah percakapan antara peneliti (seseorang yang berharap mendapatkan informasi) dan informan (seseorang yang diasumsikan mempunyai informasi penting tentang suatu objek). Wawancara merupakan metode pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya. Agar mendapatkan data yang diharapkan, peneliti menggunakan teknik panduan wawancara yaitu dengan membuat panduan pertanyaan wawancara untuk menggali pertanyaan guna mendapatkan pemahaman yang mendalam. Dengan begitu, fokus penelitian dapat lebih terjaga dan dapat digunakan dalam waktu yang terbatas serta lebih sistematis.

Wawancara dalam riset kualitatif, yang disebut sebagai wawancara mendalam (in-depth interview) atau wawancara secara

intensif (intensive interview) dan kebanyakan tak berstruktur. Tujuannya untuk mendapatkan data kualitatif yang mendalam dan terus menerus (lebih dari satu kali; dikenal dengan nama intensive interviews) untuk menggali informasi dari responden atau informan. Metode ini memungkinkan peneliti mendapatkan hasil yang lebih detail melalui jawaban informan mencakup opini, motivasi dan nilai-nilai ataupun berdasarkan pengalaman.

b) Observasi

Observasi atau pengamatan adalah kegiatan keseharian manusia dengan menggunakan oanca indra mata sebagai alat bantu utamanya selain panca indra lainnya seperti telinga, penciuman, mulut dan kulit.

Oleh karena itu, observasi adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan pengamatannya melalui hasil kerja panca indra mata serta dibantu dengan panca indra lainnya (Bungin, 2007: 142). Observasi akan dilakukan terhadap Tenant Relations dan juga dengan tenant yang telah lama dan baru bergabung di Medan Focal Point Mall, serta observasi mengenai strategi komunikasi yang dijalankan oleh Tenant Relations dalam menjaga loyalitas para tenant di Medan Focal Point Mall.

2. Data Sekunder

Data sekunder didapat dengan cara mempelajari dan mengumpulkan data melalui literatur sumber naskah yang relevan dan mendukung penelitian. Dari berbagai sumber bacaan yang dikumpulkan seperti buku-buku pengetahuan, jurnal, skripsi terdahulu, situs dan karya ilmiyah lainnya, diharapkan penelitian bisa mendapatkan data dan fakta yang sebanyak-banyaknya demi mendukung proses penelitian.

3.6 Keabsahan Data

Keabsahan data merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi pada objek penelitian dengan data yang dapat dilaporkan peneliti. Pada Penelitian ini peneliti menggunakan teknik triangulasi untuk menguji keabsahan data dengan cara mengecek kredibilitas data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu (Sugiyono, 2009: 363-372).

Triangulasi data adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain dalam membandingkan hasil wawancara terhadap objek penelitian. Dezin (dalam Moleong, 2013: 330) membedakan empat macam triangulasi data diantaranya dengan memanfaatkan sumber, metode, peneliti dan teori. Dari keempat macam triangulasi data tersebut, peneliti hanya menggunakan teknik pemeriksaan dengan memanfaatkan sumber. Triangulasi data sumber adalah teknik pemeriksaan data dengan cara membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam penelitian kualitatif.

3.7 Teknik Analisis Data

Analisis data kualitatif adalah proses analisis kualitatif yang mendasarkan pada adanya hubungan semantis antar variabel yang sedang diteliti. Menurut Miles dan Huberman, terdapat tiga teknik analisis data, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Proses ini berlangsung secara terus menerus selama penelitian berlangsung, bahkan sebelum data benar-benar terkumpul.

1. Reduksi Data

Reduksi data adalah bentuk analisis yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu dan mengorganisasi data sedemikian rupa sehingga kesimpulan akhir dapat diambil. Pada tahapan ini, peneliti akan mengumpulkan data yang berasal dari lapangan dengan melakukan wawancara dan observasi kepada seluruh informan yang telah ditetapkan. Setelah data terkumpul, peneliti akan merangkum dan megambil hasil yang sesuai dengan permasalahan yang diteliti.

2. Penyajian Data

Penyajian data adalah kegiatan ketika sekumpulan informasi disusun, sehingga memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan. Bentuk penyajian data kualitatif berupa teks naratif (berbentuk catatan lapangan), matriks, grafik, jaringan dan bagan.

3. Penarikan Kesimpulan

Penarikan kesimpulan adalah hasil analisis yang dapat digunakan untuk mengambil tindakan. Kesimpulan dalam penelitian yang diteliti diharapkan merupakan temuan yang belum pernah ditemukan sebelumnya.

Kegiatan analisis data dalam penelitian ini dimulai dengan mengumpulkan semua data yang doperoleh dari lapangan, baik berupa data primer maupun data sekunder. Data-data yang diperoleh kemudian akan dijabarkan pada bab selanjutnya di bagian pembahasan. Selanjutnya, pembahasan akan disesuaikan dengan teori-teori yang berhubungan untuk mendukung pembahasan dan kemudian di analisis untuk mendapatkan suatu kesimpulan akhir tentang “Strategi Komunikasi Tenant Relations dalam Menjaga Loyalitas Para Tenant”.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil

Pada bab ini, peneliti akan menjelaskan hasil penelitian mengenai Strategi Komunikasi Tenant Relations Dalam Menjaga Loyalitas Para Tenant di Medan Focal Point Mall. Hasil penelitian diperoleh melalui teknik wawancara mendalam dan observasi. Penelitian ini dilakukan terhadap 6 (enam) orang informan, yaitu Marketing Communication Medan Focal Point Mall dan beberapa tenant baru dan tenant yang telah lama bertahan di Medan Focal Point Mall.

4.1.1 Proses Penelitian

Penelitian ini berfokus pada bagaimana Strategi Komunikasi yang dijalankan Tenant Relations dalam menjaga loyalitas para tenant yang ada di Medan Focal Point Mall. Proses penelitian dilakukan dengan menjalankan observasi terlebih dahulu ke lokasi penelitian di Medan Focal Point Mall.

Obervasi dilakukan untuk mengamati keadaan di sekitar lokasi penelitian. Hasil dari tahap observasi yang peneliti lakukan yakni divisi Tenant Relations di Medan Focal Point Mall dirangkap dan dimasukkan kedalam divisi Marketing Communication. Divisi ini yang bertanggung jawab sebagai penghubung antara manajemen mall dan tenant ialah divisi Marketing Communication. Awalnya, pada hari Jum‟at tanggal 11 Januari 2019 peneliti mendatangi pusat informasi yang terletak di lobby utama Medan Focal Point Mall. Peneliti memberitahu petugas tentang tujuan peneliti yang ingin bertemu langsung dengan kepala divisi Marketing Communication agar dapat melakukan wawancara. Petugas menginformasikan bahwa beliau sedang tidak masuk kantor dan peneliti diminta kembali datang pada hari Senin.

Pada hari Senin tanggal 14 Januari 2019 peneliti kembali mendatangi pusat informasi dan menanyakan kepada petugas tentang keberadaan Marketing Communication Medan Focal Point Mall. Peneliti akhirnya bertemu dengan Pak Umar Azmi selaku kepala divisi Marketing Communication di Medan Focal Point

Mall. Peneliti memperkenalkan diri dan menjelaskan tentang penelitian yang dilakukan berkaitan dengan divisi Marketing Communication serta menunjukkan surat izin penelitian dari Departemen Ilmu Komunikasi. Pak Umar dengan senang hati membantu peneliti dan mempersilahlan peneliti untuk untuk melakukan wawancara di Kantor Manajemen Medan Focal Point Mall yang terletak di lantai B1. Sesi wawancara yang peneliti lakukan dengan Pak Umar berjalan dengan lancar dan berdurasi kurang lebih satu jam. Pada saat wawancara, Pak Umar mengatakan bahwa Marketing Communication di Medan Focal Point Mall hanya berjumlah dua orang, Pak Umar dan rekan kerjanya Ibu Desvika. Peneliti meminta bantuan Pak Umar agar dapat mewawancarai Ibu Desvika sebagai informan kedua, namun saat itu beliau sedang tidak berada di tempat. Kemudian Pak Umar menawarkan untuk membantu peneliti dalam mencari informan selanjutnya dari pihak para tenant yang ada di Medan Focal Point Mall.

Selanjutnya pada hari Selasa tanggal 15 Januari 2019 peneliti kembali datang ke pusat informasi dan menanyakan tentang keberadaan Ibu Desvika.

Namun peneliti tidak dapat bertemu dengan beliau sedang tidak hadir. Tidak ingin membuang waktu, peneliti langsung mendatangi Starbucks untuk mencari informan selanjutnya. Starbucks merupakan salah satu tenant dengan tingkat popularitas yang tinggi dan juga salah satu tenant yang bertahan selama 4 tahun di Medan Focal Point Mall. Peneliti akhirnya menjumpai informan kedua, Lori Juliana yang merupakan Store Manager Starbucks Medan Focal Point Mall.

Peneliti memulai wawancara dengan menanyakan identitas diri, perkembangan Starbucks, tentang hubungan yang dijalin dengan Marcomm serta keluhan-keluhan yang dirasakan selama menjadi tenant di Medan Focal Point Mall.

Informan kedua mengungkapkan banyak informasi yang dapat peneliti jabarkan nantinya.

Pada hari Kamis tanggal 17 Januari 2019 peneliti langsung menuju ke lantai 2 untuk mendatangi Samsung Store yang akan dijadikan sebagai informan ketiga. Di Samsung Store peneliti langsung bertemu dengan Pandi Alanda yang menjabat sebagai Store Leader di Samsung Store. Ketika ditemui, Samsung Store sedang dalam keadaan sepi pengunjung sehingga peneliti langsung dapat mewawancari informan ketiga di tempat. Pertanyaan yang diajukan pun sama

dengan yang ditanyakan kepada informan kedua tentang bagaimana perkembangan Samsung Store dan bagaimana hubungan yang terjalin dengan Marcomm Medan Focal Point Mall. Samsung Store termasuk tenant yang telah lama berdiri di Medan Focal Point Mall yakni sejak tahun 2014. Sebelumnya, Samsung Store mempunyai kompetitor yakni iBox yang merupakan reseller resmi produk Apple. Namun diketahui iBox telah menutup store mereka sejak 2 tahun yang lalu dan menjadikan Samsung Store satu satunya toko handphone atau barang elektronik yang terdapat di Medan Focal Point Mall. Setelah menjalani sesi wawancara selama kurang lebih 30 menit dengan informan ketiga, peneliti tidak lupa meminta dokumentasi foto bersama. Setelah mewawancarai informan ketiga, peneliti berjalan menyusuri lantai 2 Medan Focal Point Mall dan menghampiri restoran keluarga X.O Suki yang akan dijadikan informan keempat dalam penelitian ini. X.O Suki merupakan salah satu restoran keluarga yang menawarkan hidangan suki yakni makanan khas Jepang dan tergolong tenant baru di Medan Focal Point Mall sejak April 2018. Peneliti menanyakan keberadaan manajer restoran tersebut kepada salah satu pelayan kemudian peneliti diminta untuk menunggu selama 10 menit. Setelah itu, peneliti langsung berkenalan dengan informan keempat yang bernama Fahrizal. Fahrizal merupakan Assistant Supervisor di X.O Suki. Peneliti menjelaskan maksud dan tujuan dari kedatangan peneliti dan langsung menanyakan ketersediaan informan untuk diwawancarai.

Informan bersedia untuk diwawancarai dan mengajak peneliti duduk di salah satu meja X.O Suki untuk melakukan sesi wawancara. Wawancara yang dilakukan pun cukup singkat dan diketahui bahwa X.O Suki merupakan salah satu tenant franchise yang dimiliki oleh owner Medan Focal Point Mall yakni Pak Palacheta Subies Subianto.

Setelah mendapatkan empat informan, informan pertama yakni Pak Umar menghubungi peneliti melalui aplikasi Whatsapp pada hari Jum‟at tanggal 18 Januari dan memberitahu bahwa ia telah mengatur pertemuan peneliti dengan pihak Marketing CGV Medan Focal Point Mall pada hari Sabtu tanggal 19 Januari 2019. Pada waktu yang ditentukan, peneliti datang ke CGV Medan Focal Point Mall dan menjumpai informan kelima yang bernama Muhammad Fathur Rahman selaku Marketing Site di bioskop CGV Medan Focal Point Mall. Sesi

wawancara mendalam dengan informan kelima dilakukan kurang lebih 1 jam.

Pertanyaan yang diajukan peneliti kepada informan kelima yang akrab disapa Mas Fathur dijawab dengan lugas dan jelas. Ia menceritakan bagaimana hubungan pihak Marketing Site CGV dengan Marcomm yang saling memberikan feedback yang menguntungkan kedua belah pihak. Setelah sesi wawancara dengan informan kelima selesai, peneliti turun ke lantai 2 dan mendatangi Family Fitness untuk dijadikan informan keenam. Peneliti bertemu dengan Rahmat Dani selaku Operational Manager di Family Fitness Medan Focal Point Mall yang merupakan salah satu cabang gym atau kebugaran yang sangat populer di kota Medan. Family Fitness merupakan salah satu tenant yang telah ada sejak berdirinya Medan Focal Point Mall dan satu satunya tenant yang terletak di di lantai 2. Sesi wawancara dengan informan keenam berjalan dengan lancar dan informasi yang diberikan cukup jelas.

Peneliti kembali menghubungi informan pertama yakni Pak Umar pada hari Senin tanggal 21 Januari 2019 untuk menanyakan ketersediaan Bu Desvika untuk diwawancarai. Setelah kurang lebih satu minggu, peneliti mendapatkan jawaban dari Bu Desvika bahwa ia menolak untuk diwawancari karena saat ini ia tengah mempersiapkan acara yang akan di gelar di Medan Focal Point Mall. Bu Desvika menyampaikan permintaan maafnya kepada peneliti melalui Pak Umar.

Pak Umar menjelaskan bahwa Bu Desvika lebih sering menghabiskan waktu untuk bekerja diluar Medan Focal Point Mall, sehingga jarang sekali terlihat menetap di kantor. Maka dari itu peneliti hanya mewawancarai Pak Umar selaku Marketing Communication sebagai informan dalam penelitian ini.

4.1.2 Gambaran Umum Medan Focal Point Mall

Medan Focal Point Mall adalah salah satu mall yang mengusung konsep keluarga dan modern-lifestyle mall yang terletak di Jalan Ringroad, Asam Kumbang, Medan. Dibuka pada tahun 2014, Medan Focal Point Mall menjadi salah satu alternatif wisata menarik untuk memenuhi lifestyle para pengunjung.

Letak yang strategis membuat Medan Focal Point Mall terus berkembang dan menjadi tempat yang nyaman untuk hangout dan menghabiskan waktu luang.

Mall ini tepat berdekatan dengan perumahan elit Taman Setia Budi Indah dan

Bukit Hijau Regency yang menjadikan Medan Focal Point Mall sebagai mall dengan kategori menengah keatas.

Menawarkan konsep lifestyle yang modern, Medan Focal Point Mall didukung oleh beberapa tenant makanan dan minuman seperti Starbucks, Chatime, Mantra Manado, Kudeta, Wendys, Hot-Star dan X.O Suki. Tidak hanya menghabiskan waktu untuk sekedar makan, Medan Focal Point Mall juga mempunyai Bioskop CGV untuk dijadikan tempat menonton film bersama keluarga dan kerabat. Tenant lain yang mendukung gaya hidup modern masyarakat yang tinggal disekitar Medan Focal Point Mall adalah Family Fitness yang merupakan salah satu pusat kebugaran atau gym di Kota Medan. Walaupun masih terdapat spot kosong di beberapa tempat, namun Medan Focal Point Mall berusaha untuk mengembangkan mall lebih baik lagi dengan meningkatkan mutu dari tenant yang telah ada dan mempertahankan keseimbangan ragam tenant dalam memenuhi kebutuhan pengunjung.

Gambar 4.1

Logo Medan Focal Point Mall

Mengusung ART. PEOPLE. CULTURE. sebagai tagline, Medan Focal Point Mall terus berkembang dari tahun ke tahun untuk membentuk sebuah mall dengan menghadirkan tenant baru yang menarik perhatian pengunjung. Adapun visi dan misi dari Medan Focal Point Mall yakni:

“There‟s a certain ambience of the place – the touch and feel, the way it‟s maintained, the way the quality tenant mix is put together that gives them that feeling. But this special blend does not come

from some pre-mixed formula. That‟s what makes Focal Point more interesting than others.”

Visi dan misi Medan Focal Point Mall adalah untuk menghadirkan suasana baru dan nyaman. Upaya mempertahankan kenyamanan tersebut Medan Focal Point Mall menawarkan pencampuran tenant yang beragam serta berkualitas untuk menunjang suasana berbeda yang dirasakan oleh pengunjung. Rasa nyaman tersebutlah yang membuat Medan Focal point berbeda dari mall lainnya.

4.1.3 Hasil Penelitian 4.1.3.1 Deskripsi Informan

Peneliti akan menguraikan secara umum keenam informan yang telah diwawancarai. Keenam informan terdiri dari 1 (satu) informan dari Marketing Communication Medan Focal Point Mall dan 5 (lima) yang merupakan tenant baru dan tenant yang sudah lama bertahan di Medan Focal Point Mall.

Informan 1

Nama : Umar Azmi

Usia : 36 Tahun

Alamat : Jl. Rahmadsyah Gg. Doa no. 28 C/313 Medan Jenis Kelamin : Laki-laki

Jabatan : Marketing Communication Medan Focal Point Mall Tanggal Wawancara : 14 Januari 2019

Umar Azmi adalah informan pertama dalam penelitian ini. Pak Umar merupakan Marketing Communication di Medan Focal Point Mall. Informan telah menjabat sebagai Marketing Communication selama kurang lebih 2 tahun dan sebelumnya pernah bekerja sebagai Marketing Atrium di Sun Plaza. Pak Umar memiliki ciri-ciri berbadan gemuk, rambut yang dipangkas rapi, memiliki mata sayu dan tahi lalat di atas bibir kirinya. Beliau merupakan pribadi yang ramah, murah senyum, terbuka dan sangat lugas. Beberapa kali peneliti juga melihat cara komunikasi Pak Umar dengan rekan kerjanya, ia juga dikenal sebagai pribadi yang humoris. Melalui sesi wawancara yang sudah peneliti lakukan, terlihat bahwa Pak Umar memiliki pengalaman yang baik dalam menjalankan pekerjaannya.

Sepanjang sesi wawancara peneliti ingin mengetahui bagaimana strategi komunikasi yang dijalankan Pak Umar dalam mendapatkan dan mempertahankan para tenant yang ada di Medan Focal Point Mall. Pak Umar juga menjelaskan tentang tugasnya sebagai Marketing Communication juga merangkap sebagai Tenant Relations dikarenakan kekurangan SDM di Medan Focal Point Mall sehingga ia mengemban tugas tersebut secara bersamaan. Namun ia dibantu oleh rekannya yang bernama Bu Desvika dalam menjalankan tugas sebagai Marketing Communication.

Informan 2

Nama : Lori Juliana

Usia : 26 Tahun

Alamat : Jl. Gitar no. 2 Padang Bulan, Medan Jenis Kelamin : Perempuan

Jabatan : Store Manager Starbucks Medan Focal Point Mall Tanggal Wawancara : 15 Januari 2019

Lori Juliana adalah informan kedua pada penelitian ini. Perempuan yang akrab disapa Lori ini menjabat sebagai Store Manager di Starbucks Medan Focal Point Mall selama 2 tahun. Sebelum memulai sesi wawancara, peneliti dan informan melakukan percakapan santai. Informasi yang bisa peneliti uraikan yakni Lori telah bekerja di Starbucks selama 5 tahun. Awal karirnya di Starbucks dimulai dari ia masih kuliah dan tinggal di Jakarta. Setelah menyelesaikan kuliahnya, Lori pindah ke Medan dan tetap bekerja di Starbucks. Saat pindah ke Medan ia sempat ditempatkan di Starbucks Hermes Place Polonia sebelum pindah ke Starbucks Medan Focal Point Mall.

Lori mempunyai ciri-ciri tinggi sekitar 163 cm, memiliki kulit sawo matang, berambut panjang bewarna hitam, mata lebar dan memiliki senyum yang manis. Saat peneliti bertemu dan memulai sesi wawancara, ia memakai baju hitam polos lengan panjang, celana hitam panjang dan juga sepatu boots setinggi betis.

Lori memakai Starbucks apron yang bertuliskan “Coffee Master” beserta juga tanda pengenal yang dijepitkan di sisi sebelah kanan. Melalui penampilannya, informan merupakan seseorang yang berpenampilan nyentrik dan santai. Terlihat

pada sesi wawancara ia juga tidak segan mengungkapkan pengalaman dan keluh kesahnya dengan selama bekerja di Starbucks Medan Focal Point Mall.

Informan 3

Nama : Pandi Alanda

Usia : 23 Tahun

Alamat : Deli Tua

Jenis Kelamin : Laki-laki

Jabatan : Store Leader Samsung Store Medan Focal Point Mall Tanggal Wawancara : 17 Januari 2019

Pandi Alanda atau yang akrab disapa Pandi adalah informan ketiga dalam penelitian ini. Pandi merupakan Store Leader atau pemimpin store yang bertanggung jawab untuk mengawasi cabang Samsung Store Medan Focal Point Mall. Pandi telah ditugaskan sebagai Store Leader selama satu tahun. Ketika peneliti mendatangi Samsung Store, informan terlihat sedang duduk bersama dengan pegawai lainnya. Pandi memakai baju batik berlengan pendek serta mengalungkan id card sebagai pegawai Samsung Store, memakai celana hitam panjang dan lengkap dengan sepatu kerja. Informan memiliki ciri-ciri tinggi sekitar 170 cm, rambut yang disisir rapi, alis tebal, hidung mancung serta memiliki postur badan yang ideal. Sesi wawancara berlangsung selama kurang

Pandi Alanda atau yang akrab disapa Pandi adalah informan ketiga dalam penelitian ini. Pandi merupakan Store Leader atau pemimpin store yang bertanggung jawab untuk mengawasi cabang Samsung Store Medan Focal Point Mall. Pandi telah ditugaskan sebagai Store Leader selama satu tahun. Ketika peneliti mendatangi Samsung Store, informan terlihat sedang duduk bersama dengan pegawai lainnya. Pandi memakai baju batik berlengan pendek serta mengalungkan id card sebagai pegawai Samsung Store, memakai celana hitam panjang dan lengkap dengan sepatu kerja. Informan memiliki ciri-ciri tinggi sekitar 170 cm, rambut yang disisir rapi, alis tebal, hidung mancung serta memiliki postur badan yang ideal. Sesi wawancara berlangsung selama kurang