• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

C. Subjek Studi Kasus

Subjek studi kasus adalah subjek yang dituju untuk diteliti oleh peneliti menjadi pusat perhatian atau sasaran peneliti (Arikunto, 2013). Subjek dalam studi kasus ini adalah Ny D P2 A0 umur 40 tahun akseptor KB IUD dengan Menoragia.

44

D. Waktu Pelaksanaan

Waktu pelaksanaan merupakan batas waktu yang digunakan penulis untuk melakukan pengambilan kasus yang diambil (Notoatmodjo, 2012).

Studi kasus ini dilaksanakan pada tanggal 8 – 15 Juli 2017.

E. Instrumen Studi Kasus

Instrumen studi kasus adalah alat-alat yang akan digunakan untuk pengumpulan data (Notoatmodjo, 2012). Pada kasus ini penulis menggunakan format Asuhan Kebidanan Keluarga Berencana Akseptor KB IUD Pada Ny.

D P2A0 Umur 40 Tahun Dengan Menoragia dengan pendekatan Manajemen Kebidanan menurut 7 langkah Varney dan data perkembangan SOAP.

F. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan cara peneliti untuk mengumpulkan data yang akan dilakukan dalam penelitian (Hidayat, 2014).

Ada 2 metode untuk memperoleh data, yaitu:

1. Data Primer

Data Primer diperoleh langsung dari subjek penelitian dengan mengenakan alat pengukuran atau alat pengambil data, langsung pada subjek sebagai sumber informasi yang dicari (Saryono, 2011).

Data primer diperoleh dengan cara :

a. Pemeriksaan Fisik 1) Inspeksi

Inspeksi merupakan proses observasi dengan cara pemeriksa melihat perubahan yang terjadi pada pasien (Matondang dkk, 2013). Dalam kasus ini inspeksi dilakukan secara berurutan mulai dari kepala sampai kaki. Dalam kasus IUD dengan Menoragia penulis melakukan inspeksi perdarahan pada genetalia dengan pemeriksaan inspekulo.

2) Palpasi

Palpasi dilakukan dengan meraba, mempergunakan telapak tangan dan memanfaatkan alat peraba yang terdapat pada telapak dan jari tangan (Matondang dkk, 2013). Dalam kasus ini penulis melakukan pemeriksaan palpasi dilakukan meliputi nadi dan perut bagian bawah.

3) Perkusi

Perkusi adalah metode pemeriksaan dengan cara mengetukkan ujung jari langsung pada daerah yang diperkusi (Matondang dkk, 2013). Dalam kasus akseptor KB IUD dengan Menoragia penulis melakukan pemeriksaan perkusi yaitu pada pemeriksaan reflek patella yang berfungsi untuk mengetahui kesensitifan apakah hiper refleksi atau tidak.

4) Auskultasi

Auskultasi adalah pemeriksaan dengan mempergunakan stetoskop. Dengan cara didengar suara pernafasan, bunyi dan bising jantung, peristaltik usus, dan aliran darah dalam pembuluh darah (Matondang dkk, 2013). Dalam kasus akseptor KB IUD dengan Menoragia penulis melakukan pemeriksaan auskultasi dengan menggunakan stetoskop untuk mengetahui denyut jantung dan tekanan darah melalui denyut nadi.

b. Wawancara

Wawancara adalah suatu metode yang dilakukan dengan pengumpulan data dengan cara tanya jawab (dialog) langsung antara pewawancara dengan responden (Saryono, 2011). Pelaksanaan wawancara ini dilakukan pada akseptor KB IUD Ny. D umur 40 tahun dengan Menoragia dan tenaga kesehatan dengan tanya jawab menggunakan format Asuhan Kebidanan.

c. Observasi

Observasi adalah suatu cara pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan secara langsung kepada responden penelitian untuk mencari perubahan atau hal- hal yang akan diteliti (Hidayat, 2014). Pada kasus ini observasi dilakukan pada akseptor KB IUD Ny. D umur 40 tahun dengan Menoragia. Untuk observasi dapat berupa pemeriksaan umum meliputi pemeriksaan bimanual inspekulo, palpasi, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.

2. Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh lewat pihak lain, tidak langsung diperoleh oleh peneliti dari subjek penelitiannya. Biasanya berupa data dokumentasi atau data laporan yang telah tersedia (Saryono, 2011).

Data sekunder diperoleh dengan cara : a. Studi Dokumentasi

Studi dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal- hal atau variabel yang berupa catatan (Arikunto, 2013). Dalam kasus ini dokumentasi dilaksanakan dengan mengumpulkan data yang diambil dari catatan medis klien. Dokumen ini dapat dilihat pada rekam medik pasien yang ada di RSUD Karangannyar berupa nomor registrasi pasien, riwayat kesehatan, dan kartu KB.

b. Studi Kepustakaan

Studi kepustakaan yaitu kegiatan penelitian yang dilakukan oleh peneliti dalam rangka mencari landasan teoritis dari permasalahan penelitian (Hidayat, 2014). Bahan pustaka dalam kasus ini penulis ambil dari buku-buku yang berhubungan dengan akseptor KB IUD dengan Menoragia dari tahun 2007 – 2016.

G. Alat yang Dibutuhkan

Dalam melaksanakan studi kasus penulis menggunakan alat-alat sebagai berikut :

1. Alat dan bahan untuk wawancara : a. Format pengkajian pada KB.

b. Alat tulis (buku dan bolpoint).

c. Kartu KB.

2. Alat dan bahan untuk observasi : a. Tensi

b. Stetoskop c. Termometer

d. Timbangan berat badan e. Hammer

f. Kom g. Speculum h. Kasa steril i. Lampu sorot j. Handscoon k. Bengkok l. Tenakulum m. Hb Sahli n. Jepit Porsio

H. Jadwal Penelitian

Dalam bagian ini diuraikan langkah-langkah kegiatan dari mulai studi pendahuluan sampai dengan penulisan laporan penelitian, beserta waktu berjalan atau berlangsungnya tiap kegiatan tersebut (Notoatmodjo, 2012).

Jadwal penelitian ini terlampir.

ASUHAN KEBIDANAN KELUARGA BERENCANA AKSEPTOR KB IUD PADA Ny. D UMUR 40 TAHUN P2A0 DENGAN

MENORAGIA DI RSUD KARANGANYAR

A. TINJAUAN KASUS 1. PENGKAJIAN

Tanggal : 08 Juli 2017 Pukul : 10.40 WIB Tempat : Poli Obgyn

a. IDENTITAS PASIEN IDENTITAS SUAMI

1. Nama : Ny. D Nama Suami : Tn. S

2. Umur : 40 Tahun Umur : 49 Tahun

3. Agama : Islam Agama : Islam

4. Suku/Bangsa : Jawa Suku/Bangsa : Jawa 5. Pendidikan : SMA Pendidikan : S1

6. Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta 7. Alamat : Karangrejo RT 01/ RW 06 , Kerjo, Kedawung,

Sragen 8. No. Kartu KB :28

51

b. Anamnesa (Data Subjektif) 1) Alasan kunjungan :

Ibu mengatakan menstruasi hari pertama tanggal 29 Juni 2017 terus-menerus dengan jumlah darah banyak sampai saat ini dengan jumlah darah di pembalut penuh, dalam 1 hari ganti pembalut 4 kali.

2) Riwayat Perkawinan

Ibu mengatakan status perkawinannya sah, kawin pertama kali pada umur 21 tahun dengan suami umur 23 tahun, lamanya perkawinan 9 tahun dan jumlah anak 2 orang.

3) Riwayat Menstruasi

a) Menarche : Ibu mengatakan haid pertama pada umur 14 tahun.

b) Siklus : Ibu mengatakan siklus haidnya 28 hari.

c) Lama : Ibu mengatakan lamanya 6 - 7 hari.

d) Banyaknya : Ibu mengatakan banyaknya 2 - 3 kali ganti pembalut / hari.

e) Teratur / tidak : Ibu mengatakan haidnya teratur setiap bulan.

f) Sifat darah : Ibu mengatakan darah haidnya encer dan berwarna merah segar.

g) Dismenorhoe : Ibu mengatakan tidak pernah merasa nyeri saat haid.

4) Riwayat Obstetri

Tabel 4.1 Riwayat Obstetri

No b) Metode yang pernah digunakan

Tabel 4.2 Riwayat KB Tahun

Pakai Tahun Lepas

Jenis

Alkon Keluhan Alasan Lepas

2010 2010

(hanya 2 kali suntik)

Suntik 3 bulan

Tidak Ada Ganti Alkon

2010 2015 IUD Tidak Ada Ingin Punya Anak

Lagi

2016 IUD

Mulai menstruasi tanggal 29 Juni 2017 dengan

perdarahan banyak

Dipakai sampai sekarang

Sumber : (Data Primer, 2017)

6) Riwayat Penyakit

a) Riwayat Penyakit Sekarang

Ibu mengatakan saat ini tidak sedang sakit seperti batuk, pilek dan demam.

b) Riwayat Penyakit Sistemik

(1) Jantung : Ibu mengatakan tidak pernah merasakan jantungnya berdebar-debar, tidak mudah capek dan tidak pernah mengeluarkan keringat dingin pada telapak tangannya.

(2) Ginjal : Ibu mengatakan tidak pernah mengeluh nyeri pada perut bagian bawah, pinggang kanan dan kiri.

(3) Asma : Ibu mengatakan tidak pernah merasa sesak nafas.

(4) TBC : Ibu mengatakan tidak pernah mengalami batuk yang berkepanjangan lebih dari 2 minggu.

(5) Hepatitis : Ibu mengatakan tidak ada perubahan warna kuning pada mata maupun pada kaki.

(6) DM : Ibu mengatakan tidak pernah merasa haus, lapar dan sering kencing pada malam hari lebih dari 7 kali.

(7) Hipertensi : Ibu mengatakan tidak pernah mengalami tekanan darah tinggi lebih dari 140/90 mmHg.

(8) Epilepsi : Ibu mengatakan tidak pernah mengalami kejang sampai mengeluarkan busa dari mulutnya.

(9) Lain-lain : Ibu mengatakan tidak pernah mempunyai riwayat penyakit HIV/AIDS dan penyakit menular seksual.

c) Riwayat Penyakit Keluarga

Ibu mengatakan dalam keluarga tidak ada yang menderita penyakit menurun seperti hipertensi, DM, jantung, asma dan dalam keluarga juga tidak ada yang memiliki riwayat penyakit menular seperti TBC dan hepatitis.

d) Riwayat Keturunan Kembar

Ibu mengatakan baik dari pihak dirinya maupun dari pihak suaminya tidak ada yang memiliki riwayat keturunan kembar.

e) Riwayat Operasi

Ibu mengatakan belum pernah mengalami operasi apapun.

7) Riwayat Kebiasaan Sehari-hari

a) Pola Nutrisi : Ibu mengatakan sebelum terjadi Menoragia makan 3 kali sehari dengan porsi sedang menu nasi, sayur, lauk pauk, buah, minum air putih sebanyak 7-8 gelas/hari, 1 gelas teh hangat pagi hari dan sekarang saat terjadi Menoragia makan 3 kali sehari dengan porsi sedang menu nasi, sayur, lauk pauk, buah, minum air putih sebanyak 8 gelas/hari.

b) Pola Eliminasi : Ibu mengatakan sebelum terjadi Menoragia BAK 5 - 6 kali sehari, warna kuning jernih dan tidak merasakan nyeri saat berkemih, BAB 1 kali sehari dengan konsistensi lembek, tidak ada keluhan dan sekarang saat terjadi Menoragia BAK 6 kali sehari, warna kuning jernih dan tidak merasakan nyeri saat berkemih.

BAB 1 kali sehari dengan

konsistensi lembek, tidak ada keluhan .

c) Pola Istirahat : Ibu mengatakan sebelum terjadi Menoragia tidur siang ± 1 jam, tidur malam ± 8 jam dan sekarang saat terjadi Menoragia tidur siang

± 2 jam, tidur malam ± 8 jam . d) Aktivitas : Ibu mengatakan sebelum terjadi

Menoragia dan sekarang saat terjadi Menoragia tidak bekerja, Ibu mengatakan sebagai Ibu rumah tangga dengan mengerjakan pekerjaan rumah sendiri.

e) Personal Hygiene : Ibu mengatakan sebelum terjadi Menoragia mandi 2 kali sehari, gosok gigi 2 kali pagi dan malam, ganti baju 2 kali, keramas 3 kali seminggu, ganti pembalut sehari 3 kali, ganti celana dalam 2 kali sehari dan sekarang saat terjadi Menoragia mandi 2 kali sehari, gosok gigi 2 kali pagi dan malam, ganti baju 2 kali, keramas 3 kali

seminggu, ganti pembalut sehari 5 kali, ganti celana dalam 4-5 kali sehari.

f) Pola Seksual : Ibu mengatakan sebelum terjadi Menoragia melakukan hubungan seksual 3-4 kali dalam seminggu dan sekarang saat terjadi Menoragia tidak pernah melakukan hubungan seksual.

8) Data Psikologis

Ibu mengatakan merasa cemas dan khawatir dengan keadaan yang dialaminya.

c. Pemeriksaan Fisik (Data Objektif) 1. Status Generalis

a) Keadaan umum : Baik.

b) Kesadaran : Composmentis.

c) TTV : TD : 130/80 mmHg

N : 84 x / menit R : 22 x / menit S : 36,5 0C

d) TB : 156 cm

e) BB : 59 kg

2. Pemeriksaan Sistematis a) Kepala

1) Rambut : Bersih, warna hitam, tidak berketombe, dan tidak mudah rontok.

2) Muka : Bersih, tidak pucat, tidak oedema, dan tidak ada cloasma.

3) Mata

(a) Oedema : Tidak ada oedema (b) Conjungtiva : Berwarna merah muda (c) Sklera : Berwarna putih.

(d) Hidung : Simetris, bersih, tidak ada sekret.

(e) Telinga : Simetris, bersih dan tidak ada

serumen.

(f) Mulut/gigi/gusi : Mulut bersih, tidak ada stomatitis, gigi bersih, tidak ada caries, gusi tidak berdarah dan tidak bengkak.

b) Leher

1) Kelenjar Gondok : Tidak ada pembesaran kelenjar gondok.

2) Tumor : Tidak ada tumor.

3) Pembesaran Limfe : Tidak ada pembesaran

kelenjar limfe. c) Dada dan Axilla

1) Mammae

(a) Membesar : Normal, membesar kanan dan kiri.

(b) Tumor : Tidak ada tumor.

(c) Simetris : Simetris kanan dan kiri.

2) Axilla

(a) Benjolan : Tidak ada benjolan.

(b) Nyeri : Tidak ada nyeri tekan.

d) Abdomen

1) Pembesaran Uterus : Tidak ada pembesaran uterus 2) Pembesaran Hati : Tidak ada pembesaran hati 3) Benjolan / Tumor : Tidak ada benjolan atau tumor 4) Nyeri Tekan : Tidak ada nyeri tekan

5) Luka Bekas Operasi : Tidak ada luka bekas operasi.

e) Anogenital 1) Vulva Vagina

(a) Varices : Tidak ada varices

(b) Luka : Tidak ada luka pada vulva vagina

(c) Kemerahan : Tidak ada kemerahan (d) Nyeri : Tidak ada nyeri tekan (e) Kelenjar Bartholini : Tidak ada pembesaran

(f) PPV : Keluar darah dari vagina, terlihat dari pembalut ± 30 cc (1 pembalut penuh ukuran besar)

2) Inspeculo

(a) Vagina : Tidak ada kemerahan dan infeksi

(b) PPV : Keluar darah dari vagina terlihat dari pembalut ±10 cc

(c) Tanda Chadwick : Tidak ada tanda Chadwick 3) Pemeriksaan Dalam

(a) Portio / Serviks

(1) Keras / Lunak : Teraba lunak (2) Erosi : Tidak ada erosi (b) Tumor / Benjolan : Tidak ada tumor /

benjolan

(c) Nyeri : Tidak ada nyeri tekan

4) Anus

(a) Haemoroid : Tidak ada haemoroid (b) Keluhan Lain : Tidak ada keluhan

f) Ekstremitas

1) Varices : Tidak ada varices 2) Oedema : Tidak ada oedema 3) Reflek patella : (+) kanan dan kiri 3. Pemeriksaan Penunjang

a) Pemeriksaan Laboratorium : HB : 11 gr/dL

b) Pemeriksaan Penunjang Lain :

Pemeriksaan USG terdapat Polip Endometrium (Hasil terlampir)

2. INTERPRETASI DATA

Tanggal : 8 Juli 2017 Pukul : 11.00 WIB

a. Diagnosa Kebidanan

Ny. D P2 A0 umur 40 tahun, akseptor KB IUD dengan menoragia hari ke-10.

Data Dasar : Data Subjektif :

1) Ibu mengatakan bernama Ny. D umur 40 tahun.

2) Ibu mengatakan pernah melahirkan 2 kali dan belum pernah keguguran.

3) Ibu mengatakan hari pertama menstruasi tanggal 29 Juni 2017 terus- menerus dengan keluar darah yang banyak hari ke 10

dengan jumlah darah di pembalut penuh, 1 hari ganti pembalut 4 kali.

4) Ibu mengatakan saat ini menggunakan KB IUD selama 1 tahun sejak tahun 2016 sampai sekarang.

5) Ibu mengatakan tidak nyeri di bagian perut.

Data Objektif :

1) Keadaan umum : Baik.

2) Kesadaran : Composmentis.

3) TTV : TD : 130/80 mmHg N : 84 x / menit R : 22 x / menit S : 36,5 0C 4) Menstruasi

a) Banyaknya : 4 kali ganti pembalut / hari b) Lama : Lamanya 10 hari

c) Sifat darah : Darah haidnya encer dan berwarna merah segar

5) Hasil Pemeriksaan Inspekulo PPV : ±10 cc

6) Pemeriksaan Hb : 11 gr/dL

7) Pemeriksaan USG : Terdapat Polip Endometrium

b. Masalah

Ibu mengatakan merasa cemas, khawatir dan merasa tidak nyaman dengan keadaannya sekarang ini

c. Kebutuhan

1. Beri dukungan moril pada ibu

2. Beri penjelasan tentang efek samping dari KB IUD

3. DIAGNOSA POTENSIAL Anemia

4. ANTISIPASI / TINDAKAN SEGERA

Kolaborasi dengan dokter SpoG untuk pemberian terapi obat antara lain :

Primolut N 5 mg 3x1 (21 tablet) setelah makan Inbion 60 mg 1x1 (10 tablet) setelah makan

5. PERENCANAAN

Tanggal : 8 Juli 2014 Pukul : 11.05 WIB a. Jelaskan pada ibu tentang keadaannya saat ini.

b. Jelaskan pada ibu tentang Efek samping IUD yang dipakainya.

c. Beri KIE tentang menoragia.

d. Beri KIE tentang diet rendah lemak.

e. Beri KIE personal hygiene terutama pada daerah genetalianya.

f. Beri dukungan moril pada ibu.

g. Beri terapi Primolut N 5 mg 3x1 sebanyak 21 tablet dan Inbion 60 mg 1x1 tablet sebanyak 10 tablet (malam hari).

h. Anjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang 3 hari lagi yaitu pada tanggal 11 Juli 2017 atau bila ada keluhan.

6. IMPLEMENTASI

Tanggal : 8 Juli 2017 Pukul : 11.10 WIB a. Pukul 11.10 WIB : Menjelaskan pada ibu hasil pemeriksaan

1) Keadaan Umum : Baik

2) Kesadaran : Composmentis 3) TTV : TD : 130/80 mmHg

N : 84 x/menit R : 22 x/menit S : 36,5 0C 4) Hasil USG : Terdapat Polip b. Pukul 11.20 WIB : Menjelaskan pada ibu tentang Efek

samping IUD salah satunya terjadi perdarahan.

c. Pukul 11.25 WIB : Memberikan KIE tentang menoragia meliputi gejala seperti perdarahan diluar siklus haid.

d. Pukul 11.45 WIB : Memberikan KIE tentang diet rendah

lemak yaitu mengurangi jumlah lemak dalam makanan untuk tujuan tertentu dan mencegah berbagai penyakit akibat kelebihan lemak dengan mengkonsumsi makanan yang bersumber dari karbohidrat yaitu beras merah, roti, dan gandum.

Sumber protein seperti ayam tanpa kulit, ikan segar, tempe, tahu, dan kacang-kacangan (kacang hijau, kacang tanah, dan kedelai), sayuran dan buah-buahan.

e. Pukul 12.00 WIB : Memberikan KIE tentang personal hygiene terutama pada daerah kemaluannya yaitu dengan cara membasuh daerah genetalia dengan air bersih dari arah depan ke belakang setelah BAK maupun BAB kemudian keringkan dengan tissue atau kain yang bersih dan kering serta selalu menjaga genetalia agar tetap kering dan bersih serta mengganti pembalut sesuai kebutuhan ibu dalam sehari ± 5 kali.

f. Pukul 12.15 WIB : Memberikan dukungan moril pada ibu supaya ibu tidak cemas dan khawatir

tentang menstruasi yang dialaminya.

g. Pukul 12.20 WIB : Memberikan Primolut N 5 mg 3x1 sebanyak 21 tablet diminum setelah makan dan Inbion 60 mg 1x1 sebanyak 10 tablet (malam hari), serta menganjurkan ibu untuk meminum terapi yang diberikan.

h. Pukul 12.30 WIB : Menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang 3 hari lagi yaitu pada tanggal 11 Juli 2017 atau bila ada keluhan.

7. EVALUASI

Tanggal : 8 Juli 2017 Pukul : 12.35 WIB a. Ibu sudah mengetahui hasil pemeriksaannya.

b. Ibu sudah mengetahui efek samping IUD yang dipakainya sudah sering terjadi perdarahan.

c. Setelah diberikan KIE tentang menoragia, dan ibu sudah paham tentang menoragia,

d. Ibu sudah mengerti tentang diet rendah lemak.

e. Ibu mengerti cara membersihkan daerah kemaluannya.

f. Ibu tidak cemas dan khawatir serta yakin bahwa menoragia bisa disembuhkan.

g. Ibu sudah mendapatkan terapi Primolut N 5 mg 3x1 diminum setelah makan sebanyak 21 tablet dan Inbion 60 mg 1x1 sebanyak 10 tablet diminum malam hari, serta bersedia meminum terapi yang diberikan.

h. Ibu bersedia melakukan kunjungan ulang yaitu pada tanggal 11 Juli 2017 atau bila ada keluhan.

DATA PERKEMBANGAN I

(Kontrol Ulang I) DI POLI OBGYN

RSUD KARANGANYAR

Tanggal : 11 Juli 2017 Pukul : 11.30 WIB

S :

1. Ibu mengatakan masih mengeluarkan darah dari daerah kemaluannya tapi sedikit dan sudah ganti pembalut 1 kali yaitu tadi sesudah mandi pagi dan tidak merasakan nyeri pada perutnya serta sudah ganti pembalut ± 4 kali sehari.

2. Ibu mengatakan sudah meminum Inbion 60 mg dan Primolut N 5 mg sesuai anjuran dokter.

O :

1. Keadaan umum : Baik

2. Kesadaran : Composmentis

3. TTV : TD : 120/80 mmHg R : 20 x/menit N : 82 x/menit S : 36,2oC 4. Pemeriksaan Fisik

a. Muka : Bersih, tidak pucat, tidak oedema, dan tidak ada cloasma.

b. Mata

1) Oedema : Tidak ada oedema 2) Congjungtiva : Berwarna merah muda 3) Sklera : Putih

4) Pemeriksaan pervaginam dengan hasil darah dipembalut sedikit ada darah berwarna merah segar ± 15 cc.

5) Abdomen : Tidak ada nyeri tekan.

A :

Ny.D P2A0 umur 40 tahun, akseptor KB IUD dengan menoragia hari ke-13.

P :

Tanggal : 11 Juli 2017 Pukul : 09.45 WIB

1. Pukul 11.45 WIB : Menganjurkan ibu tetap menjaga personal hygiene terutama pada daerah kemaluannya yaitu dengan cara membasuh daerah genetalia dengan air bersih dari arah depan ke belakang setelah BAK maupun BAB kemudian keringkan dengan tissue atau kain yang bersih dan kering serta selalu menjaga genetalia agar tetap kering dan bersih.

2. Pukul 11.50 WIB : Menganjurkan ibu untuk tetap melakukan Diet Rendah Lemak yaitu untuk mengurangi jumlah lemak dalam makanan untuk tujuan tertentu dan mencegah penyakit akibat kelebihan lemak.

3. Pukul 12.00 WIB : Menganjurkan ibu untuk tetap minum obat secara teratur yaitu Primolut N 5 mg 3x1 diminum setelah makan dan Inbion 60 mg 1x1 tablet.

4. Pukul 12.05 WIB : Menganjurkan ibu untuk kontrol 4 hari lagi yaitu pada tanggal 15 Juli 2017.

EVALUASI

Tanggal : 11 Juli 2017 Pukul : 12.10 WIB

1. Ibu bersedia menjaga kebersihan area genetalianya.

2. Ibu bersedia menjaga Diet Rendah Lemak.

3. Ibu bersedia minum obat secara teratur.

4. Ibu bersedia untuk kontrol 4 hari lagi yaitu pada tanggal 15 Juli 2017.

DATA PERKEMBANGAN II

(Kontrol Ulang II) DI POLI OBGYN

RSUD KARANGANYAR

Tanggal :15 Juli 2017 Pukul : 10.00 WIB

S :

1. Ibu mengatakan sudah tidak mengeluarkan darah dari kemaluannya.

2. Ibu merasa senang dengan keadaannya saat ini.

3. Ibu mengatakan terapi obat yang diberikan dari dokter masih.

O :

1. Keadaan umum : Baik

2. Kesadaran : Composmentis

3. TTV : TD : 120/70 mmHg N : 84 x / menit R : 22 x / menit S : 36,5 oC

4. PPV : Tidak ada pengeluaran

A :

Ny. D P2A0 umur 40 tahun, akseptor KB IUD dengan riwayat menoragia.

P :

Tanggal : 15 Juli 2017 Pukul : 10.15 WIB

1. Pukul 10.15 WIB : Menjelaskan pada ibu hasil pemeriksaan 1) Keadaan Umum : Baik

2) Kesadaran : Composmentis 3) TTV : TD : 120/70 mmHg

N : 84 x/menit R : 22 x/menit S : 36,5 0C

4) PPV : Tidak ada pengeluaran 2. Pukul 10.20 WIB : Mengingatkan kembali agar ibu menghindari

atau mencegah faktor resiko yang bisa menyebabkan menoragia. Misalnya dengan melakukan pekerjaan tidak terlalu capek dan menghindari stress psikologis.

3. Pukul 10.20 WIB : Mengingatkan kembali kepada ibu untuk tetap menjaga kebersihan diri terutama daerah kemaluan.

4. Pukul 10.25 WIB : Menganjurkan ibu untuk tetap menggunakan KB IUD.

EVALUASI

Tanggal : 15 Juli 2017 Tanggal : 10.30 WIB

1. Ibu sudah mengetahui hasil pemeriksaannya.

2. Ibu bersedia mengikuti semua anjuran yang diberikan.

3. Ibu bersedia untuk selalu menjaga kebersihan personal hygiene.

4. Ibu bersedia untuk tetap menggunakan KB IUD.

5. Menoragia sudah teratasi.

B. PEMBAHASAN

Pada bab ini penulis ingin menguraikan tentang proses asuhan kebidanan pada akseptor KB IUD dengan menoragia di RSUD Karanganyar dengan menggunakan manajemen 7 langkah Varney. Dalam penerapan asuhan kebidanan ini penulis ingin menguraikan kesenjangan antara teori dan praktek yang penulis temukan dilapangan.

1. Pengkajian

Pengkajian data pada teori didapatkan data subjektif klien datang untuk memeriksakan masalah haidnya yang lebih banyak dari normal atau lebih lama dari normal (lebih dari 8 hari) (Saifuddin, 2008). Data objektif menurut Ambarwati dan Wulandari (2010), pada pemeriksaan inspekulo dan pemeriksaan dalam didapatkan pengeluaran darah dari vagina lebih dari 80 cc dan tidak ada infeksi, kemerahan, dan pada pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar hemoglobin darah dan pemeriksaan USG untuk mengetahui adakah kelainan dan polip endometrium atau tidak, hasil biopsi endometrium, dan untuk mengetahui terdapat massa dalam ovarium, serta adanya nyeri ( Anwar dkk, 2011).

Pengkajian data pada kasus Ny. D P2A0 umur 40 tahun, akseptor KB IUD dengan menoragia didapatkan data subjektif ibu mengatakan mulai menstruasi tanggal 29 Juni 2017 terus-menerus dengan perdarahan yang banyak, 1 hari ganti pembalut 4 kali (± 80 cc). Pada data objektif didapatkan hasil keadaan umum : baik,

kesadaran : Composmentis, TTV : TD : 130/80 mmHg, N : 84 x/menit, R : 22 x/menit, S : 36,5 0C, vulva vagina tidak ada varices, tidak ada infeksi dan kemerahan, keluar darah dari vagina terlihat dari pembalut ± 30 cc, pemeriksaan USG terdapat Polip Endometrium.

Pada langkah ini penulis menemukan adanya kesenjangan antara teori dan kasus yang ada dilahan praktek yaitu pada teori di data subjektif pasien merasakan nyeri pada perut sedangkan dilahan praktek pada data subjektif pasien tidak merasakan nyeri, namun kesenjangan tidak menjadi komplikasi.

2. Interpretasi Data

Masalah yang sering muncul pada akseptor KB IUD dengan Menoragia yaitu efek samping yang berupa perdarahan banyak yang berdampak pada psikologi berupa kecemasan dan ketidak nyaman dengan Menoragia tersebut. Kebutuhan pada akseptor KB IUD dengan menoragia adalah memberikan dukungan moril pada ibu dan memberikan penjelasan pada ibu tentang efek samping dari KB IUD (Datta, 2010).

Data yang telah dikumpulkan pada kasus Ny. D P2A0 umur 40 tahun, akseptor KB IUD dengan menoragia dapat ditegakkan diagnosa kebidanan sebagai berikut Ny. D P2A0 umur 40 tahun, akseptor KB IUD dengan menoragia. Sedangkan masalah yang muncul adalah ibu mengatakan merasa cemas, khawatir dan merasa tidak nyaman dengan keadaannya sekarang ini, dan kebutuhan yang

diberikan berupa memberikan dukungan moril kepada ibu serta memberi penjelasan tentang menoragia merupakan efek samping dari KB IUD.

Pada langkah ini penulis tidak menemukan adanya kesenjangan antara teori dan kasus yang ada dilahan praktek.

3. Diagnosa Potensial

Diagnosa potensial pada kasus asuhan kebidanan pada Ny. X akseptor KB IUD dengan Menoragia bukan merupakan kegawat daruratan. Namun apabila Menoragia terus berlanjut bisa

Diagnosa potensial pada kasus asuhan kebidanan pada Ny. X akseptor KB IUD dengan Menoragia bukan merupakan kegawat daruratan. Namun apabila Menoragia terus berlanjut bisa

Dokumen terkait