• Tidak ada hasil yang ditemukan

Saat ini sumber daya dan cadangan batubara Adaro di estimasi masing- masing-masing sebesar 3.435 juta ton dan 823 juta ton oleh TWA

Dalam dokumen REASONS TO INVEST IN ADARO (Halaman 108-111)

Batubara dengan nilai kalori yang tertinggi (lebih dari 5.000 kkal diterima) berada di daerah Tutupan dimana batubara dengan nilai kalori yang terendah berada di lapisan yang lebih rendah dalam rangkaian tersebut. Batubara di deposit Wara ke barat dan barat daya memiliki kelembaban yang lebih tinggi (sekitar +35% adb) sehingga nilai kalorinya lebih rendah.

Deposit Batubara

Deposit batubara Tutupan melintasi wilayah sepanjang 20 km menyusuri pegunungan yang tinggi di bagian timur laut dari wilayah Adaro.

Tidak diketahui adanya fault besar yang dapat mengganggu batubara. Deposit ini terdiri dari 13 lapisan individual dimana sebagian besar batubara terdapat pada kelompok lapisan T100, T200 dan T300. Lapisan batubara yang paling tebal (60 m) terdapat di lapisan T100 di bagian selatan deposit.

Lapisan T200 merupakan lapisan utama di bagian utara dimana ketebalannya mencapai 50 m.

Deposit batubara Wara 1 terletak 3 km di bagian barat wilayah Tutupan Tengah. Deposit ini dipisahkan dari deposit Tutupan oleh Patahan Dahai dan melintas ke arah timur laut dengan jarak 12 km, kemudian menukik ke tenggara dengan sudut 45°. Deposit Wara 1 terdiri dari tiga lapisan utama yang dibagi menjadi 13 lapisan individual dan 6 lapisan gabungan yang ketebalannya berkisar antara 3 m sampai 35 m. Lapisan Wara berkarakteristik kandungan abu yang rendah (<3%) tetapi kelembabannya sekitar 40%.

Deposit batubara Paringin Utara terletak di sebelah tenggara Tutupan dan berjarak sekitar 1 km di sebelah utara dari Pit Paringin yang lama. Deposit ini membentuk antiklin yang asimetris sepanjang 4 km (strike length) dengan sisi timur menukik kebawah dengan kemiringan 30° dan sisi barat dengan kemiringan 60°. Deposit ini terdiri dari 40 lapisan dengan ketebalan berkisar antara <5 meter sampai >20 meter. Kualitas batubara Paringin Utara mirip dengan batubara dari Tutupan, dengan abu sekitar 3% dan CV gar sekitar 4800 kkal. Deposit batubara Paringin membujur sampai bagian selatan Sungai Balangan.

CADANgAN DAN SUMBER DAYA

Penaksiran atas cadangan dan sumber daya Adaro Energy telah dilakukan oleh Terence Willsteed &

Associates (TWA), konsultan engineering geologi dan pertambangan Australia yang diakui secara internasional, serta telah dibuat menurut Panduan Pelaporan Sumber Daya Mineral dan Cadangan Mineral Berharga (Code for Reporting Mineral Resources and Ore Reserves - JORC Code) (2004) yang diterbitkan oleh Australasian Institute of Mining and Metallurgy (AusIMM). Pernyataan Cadangan dan Sumber Daya Batubara ini dibuat per 31 Desember 2008.

TWA berpendapat bahwa metodologi serta kuantitas dan klasifikasi dari cadangan dan sumber daya yang ditampilkan oleh Adaro sudah sesuai dengan panduan dalam “Panduan Australia untuk estimasi dan pelaporan Batubara Persediaan, Sumber Daya Batubara, dan Cadangan Batubara”

(“Australian Guidelines for estimating and reporting of Inventory Coal, Coal Resources and

Coal Reserves”) edisi tahun 2003 maupun persyaratan JORC Code [2004]. TWA percaya bahwa fakta-fakta yang material telah disajikan dan analisa Adaro sudah memadai dalam memenuhi persyaratan transparansi yang diwajibkan oleh Panduan tersebut.

Sumber Daya dan Cadangan Batubara dari Operasi Penambangan Batubara Adaro per 31 Desember 2009 dihitung dengan mengurangi total produksi batubara Tutupan in-situ sebesar 47,7 juta ton dari Pernyataan Cadangan dan Sumber Daya estimasi TWA per 31 Desember 2008 seperti yang tertera di bawah ini:

AKTIVITAS EKSPLORASI DI TAHUN 2010 Di tahun 2010, aktivitas pengeboran eksplorasi dilakukan di lima daerah yaitu Wara 1, Pit Tutupan, Tutupan Selatan, Paringin Utara, dan Paringin Selatan.

Pengeboran eksplorasi di Wara 1 diperpanjang ke utara sampai batas wilayah konsesi karena lapisan batubara diketahui mencapai wilayah tersebut. Tambahan lubang inti juga dibor untuk meningkatkan database yang berkualitas untuk Wara 1, terutama pada turunan yang terjal.

Pengeboran in-fill dilakukan di Pit Tutupan untuk memperbaiki model batubara, terutama pada turunan yang terjal. Di Tutupan Selatan, pengeboran juga dilakukan untuk memeriksa struktur geologis dan sampel inti diambil untuk keperluan analisa kualitas batubara.

Di Paringin Utara, program eksplorasi meliputi sebagian besar dari sisi timur antiklin asimetris yang menukik kebawah, untuk menentukan struktur dan stratigrafi dan mengambil sampel inti untuk penentuan kualitas batubara. Lubang yang mendaki juga dibor di sisi barat yang menukik dengan kemiringan yang lebih tajam. Aktivitas ini akan terus dilanjutkan sampai tahun 2011.

Di Paringin Selatan, pengeboran untuk survei tinjau (reconnaissance) dilakukan pada bagian sepanjang 1 km dengan lebar 200 meter untuk menentukan struktur dan stratigrafi batubara. Sampel inti juga diambil untuk keperluan analisa. Akan dibuat LOKASI

SUMBER DAYA ALAM Sumber Daya

Tereka Terkira Terukur

Total

<1000>500m <500>250m <250m

juta ton juta ton juta ton juta ton TUTUPAN 825 705 647 2.177

Terkira Terbukti Total Dapat

Diperoleh In-Situ

juta ton juta ton juta ton juta ton

TUTUPAN 167 411 578 544

WARA 1 92 212 304 280

WARA 2

TOTAL 259 624 882 823

EKSPLORASI DAN CADANGAN

model awal dan kelangsungan ekonomi dari deposit ini akan dinilai untuk menentukan apakah harus dilakukan pengeboran lebih lanjut.

Selama tahun 2010, pengeboran inti geoteknis juga dilakukan di Wara 1 dan Tutupan Utara untuk mengambil sampel batuan untuk keperluan analisa kekuatan. Hasilnya akan digunakan pada rancangan dinding pit di wilayah-wilayah baru ini. Piezometer, inklinometer dan sumur air juga dibor sebagai bagian dari program pemantauan geoteknik dan depresurisasi air tanah di Tutupan dan Wara.

Aktivitas pengeboran Eksplorasi dan Geoteknis dilakukan secara outsourcing oleh PT Asia Drill Bara Utama dan PT Trikarya Intidrill Persada dengan supervisi dan pengawasan yang ketat dari Departemen Geologi Adaro Indonesia.

Selama tahun 2010, total biaya untuk aktivitas eksplorasi adalah AS$2,35 juta dengan rincian sebagai berikut:

Lokasi Jumlah Lubang Satuan Meter

Lubang Terbuka Lubang Inti Total Lubang Terbuka Lubang Inti Total

Wara I 61 27 88 6.338 3.451 9.789

Wara II 23 5 28 1.565 332 1.897

Tutupan Pit 17 9 26 4.133 2.683 6.816

Utara Tutupan 120 6 126 25.051 1.379 26.430

Paringin Utaea 22 22 3.502 3.502

Total 243 47 290 40.589 7.845 48.434

Lokasi Jumlah Lubang Satuan Meter

Lubang Terbuka Lubang Inti Total Lubang Terbuka Lubang Inti Total

Wara I - 10 10 - 2.109 2.109

Utara Tutupan - 5 5 - 1.165 1.165

Total - 15 15 - 3.274 3.274

Lokasi Total (AS$)

Wara I 678.225

Wara II 231.589

Tutupan Selatan 181.963

Tutupan Utara 1.058.692

Paringin Utara 173.692

Konpensasi Lahan 21.400

Total 2.345.561

I

Dalam upaya untuk mencapai tujuannya, Adaro terus melanjutkan strategi bisnis jangka panjang yang terdiri dari 1) pertumbuhan tahunan secara organik, 2) peningkatan efisiensi dan integrasi rantai pasokan batubara dan 3) akuisisi terhadap deposit batubara berkualitas di Indonesia, yang mungkin akan memerlukan penggunaan teknologi peningkatan batubara.

Adaro terus menelusuri inisiatif untuk meningkatkan kapasitas produksi batubara menjadi 80 juta ton dalam jangka menengah.

Fokus untuk tahun 2010 ditempatkan pada eksekusi proyek-proyek infrastruktur untuk lebih meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya, serta mencari peluang akuisisi dan investasi tambang batubara yang baru di Indonesia. Adaro berada di posisi yang tepat untuk menjalankan tahap berikutnya dari rencana integrasi dan efisiensinya untuk membangun Adaro yang lebih besar dan lebih baik. Setelah mengakuisisi perusahaan pengangkutan dan pemuatan kapal OML untuk melengkapi integrasi “pit to port” pada tahun 2009, saat ini Adaro berencana untuk terus bergerak ke hilir dan melengkapi integrasi vertikal rantai pasokan batubara dari “pit to power” dengan berinvestasi pada sektor pembangkit listrik tenaga batubara di Indonesia yang sedang berkembang pesat.

Alastair Grant DIREKTUR

Bertumbuh

Alastair Grant Direktur

Dalam dokumen REASONS TO INVEST IN ADARO (Halaman 108-111)