• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sumber Data

Dalam dokumen ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN MODAL KERJ (Halaman 45-53)

BAB 3. METODE PENELITIAN

3.2.2 Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini di dapat dari:

a. Informan kunci: pengurus PRIMKOP Darma Putra Uddhata Jember yaitu DH (36 tahun) dan S (40 tahun) berupa informasi tentang kegiatan usaha sehari- hari, penggunaan modal kerja dan strategi yang digunakan.

b. Informan pendukung: anggota PRIMKOP Darma Putra Uddhata Jember yaitu AS (26 tahun) berupa informasi tentang fasilitas dan manfaat ekonomi yang diperoleh anggota dari koperasi.

3.3 Metode Penentuan Lokasi Penelitian

Metode penentuan lokasi penelitian yang digunakan peneliti adalah metode purposive, tepatnya pada Primer Koperasi Darma Putra Uddhata Jember lokasinya di Jln. Letjen Suprapto No. 169, kelurahan Kebonsari, kecamatan Sumbersari Jember. Adapun alasan peneliti memilih tempat penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Primer Koperasi Darma Putra Uddhata Jember merupakan koperasi yang sudah lama berdiri dan mengalami perkembangan yang sangat pesat dimana keuangan berperan sangat penting dalam perkembangan tersebut.

2. Mengetahui penggunaan modal kerja dan profitabilitas pada koperasi tersebut.

3.4 Metode Pengumpulan Data

Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan cara sebagai berikut:

1. Metode Dokumen dalam penelitian ini berupa laporan keuangan PRIMKOP Darma Putra Uddhata selama satu tahun yaitu tahun buku 2013.

2. Metode Wawancara dalam penelitian ini menanyakan secara langsung kepada pengurus koperasi mengenai modal dan pendapatan yang ada di PRIMKOP Darma Putra Uddhata Jember.

3. Metode Observasi dengan pengamatan langsung pada kegiatan usaha sehari- hari PRIMKOP Darma Putra Uddhata Jember.

3.5 Definisi Operasional Konsep

Dalam penelitian ini definisi operasional konsep yang digunakan adalah sebagai berikut:

1) Modal Kerja

Modal kerja merupakan unsur aktiva yang terdiri dari kas, piutang, dan persediaan yang digunakan untuk membiayai seluruh kegiatan usaha koperasi. Modal pada PRIMKOP Darma Putra Uddhata hanya berasal dari modal sendiri yang diinvestasikan pada kas, Bank, piutang dan persediaan. Unsur-unsur modal kerja akan menjamin kelangsungan dan likuiditas koperasi karena unsur-unsur tersebut menentukan keuntungan dari setiap besar kecilnya modal kerja yang diinvestasikan pada kegiatan usaha koperasi.

2) Efisiensi Modal Kerja

Efisiensi modal kerja merupakan perbandingan dalam menghasilkan sesuatu yang terbaik karena terwujudnya kesesuaian modal yang digunakan untuk kegiatan usaha dengan hasil yang maksimum melalui usaha yang minimum. PRIMKOP Darma Putra Uddhata dalam penggunaan modal kerjanya lebih mengutamakan pada fasilitas dan kemudahan-kemudahan dalam memenuhi kebutuhan anggota. Koperasi senantiasa memperhatikan kebijakan penggunaan modal dengan penghematan dana yang tidak efisien.

3) Profitabilitas

Profitabilitas dalam penelitian ini merupakan kemampuan Primer Koperasi Darma Putra Uddhata Jember untuk mendapatkan keuntungan dalam satu tahun. Dasar penilaian profitabilitas pada PRIMKOP Darma Putra Uddhata adalah laporan keuangan yang terdiri dari laporan neraca dan laporan rugi laba. Berdasarkan kedua laporan keuangan tersebut akan ditentukan hasil analisis sejumlah rasio dan selanjutnya rasio ini digunakan untuk menilai keuntungan dari usaha koperasi pada tahun buku 2013.

3.6 Metode Analisis data

Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis efisiensi modal kerja dan profitabilitas yang sesuai dengan Keputusan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah No.129/Kep/M/KUKM/XI/2002 adalah sebagai berikut: 1. Efisiensi Modal Kerja

Untuk dapat menentukan jumlah modal kerja yang efisien, terlebih dahulu diukur dari unsur-unsur modal kerja. Dari semua unsur modal kerja dihitung perputarannya. Semakin cepat tingkat perputaran unsur-unsur modal kerja, maka modal kerja dapat dikatakan efisien. Pengelolaan modal kerja perlu memperhatikan tiga unsur utama modal kerja, yaitu kas, piutang dan persediaan.

a) Perputaran Kas

Kas merupakan salah satu unsur modal kerja yang paling tinggi likuiditasnya yang berarti bahwa semakin besar jumlah kas yang dimiliki suatu koperasi akan semakin tinggi pula tingkat likuiditasnya. Perputaran kas merupakan kemampuan kas dalam menghasilkan pendapatan sehingga dapat dilihat berapa kali uang kas berputar dalam satu tahun. Untuk menghitung perputaran kas dapat digunakan rumus sebagai berikut: Perputaran Kas = (Sjahrial, 2012:127) Keterangan: Perputaran kas Penjualan Kas rata-rata

= Kecepatan arus kembalinya kas dalam satu tahun. = Penjualan barang maupun jasa selama satu tahun. = Kas awal tahun ditambah kas akhir tahun dibagi dua.

Tabel 3.1 Klasifikasi Perputaran Kas

No. Tingkat Perputaran Nilai Klasifikasi

1 >45 kali 100 Sangat Efisien

2 31 kali-44 kali 75 Efisien

3 17 kali-30 kali 50 Cukup

4 <17 kali 0 Kurang Efisien

Sumber: Keputusan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah No.129/Kep/M/KUKM/XI/2002.

b) Perputaran Piutang

Rasio ini merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur berapa lama penagihan piutang selama satu tahun atau berapa kali dana yang ditanam dalam piutang ini berputar dalam satu tahun. Rumus yang digunakan untuk mengukur perputaran piutang adalah sebagai berikut:

Perputaran Piutang = (Sunyoto, 2013:93) Keterangan: Perputaran piutang Penjualan kredit Rata-rata piutang

= Kecepatan arus kembalinya piutang dalam satu tahun. = Penjualan yang dihutangkan selama satu tahun.

= Piutang awal tahun ditambah piutang akhir tahun dibagi dua.

Tabel 3.2 Klasifikasi Perputaran Piutang

No. Tingkat Perputaran Nilai Klasifikasi

1 >15 kali 100 Sangat Efisien

2 10 kali-14 kali 75 Efisien

3 5 kali-9 kali 50 Cukup

4 <5 kali 0 Kurang Efisien

Sumber: Keputusan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah No.129/Kep/M/KUKM/XI/2002.

c) Perputaran Persediaan

Perputaran persediaan merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur berapa kali dana yang ditanamkan dalam persediaan ini berputar dalam satu periode.

Rasio ini juga dapat menunjukkan berapa kali jumlah barang persediaan diganti dalam satu tahun. Rumus yang digunakan untuk mengukur perputaran persediaan adalah sebagai berikut:

Perputaran Persediaan =

(Sunyoto, 2013:94) Keterangan:

Perputaran persediaan Harga Pokok Penjualan

Rata-rata persediaan

= Kecepatan arus persediaan diganti dalam satu tahun. = Seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh

barang yang dijual.

= Persediaan awal tahun ditambah persediaan akhir tahun dibagi dua.

Tabel 3.3 Klasifikasi Perputaran Persediaan

No. Tingkat Perputaran Nilai Klasifikasi

1 >35 kali 100 Sangat Efisien

2 25 kali-34 kali 75 Efisien

3 15 kali-24 kali 50 Cukup

4 <14 kali 0 Kurang Efisien

Sumber: Keputusan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah No.129/Kep/M/KUKM/XI/2002.

Semakin cepat tingkat perputaran masing-masing unsur modal kerja, maka modal kerja dapat dikatakan efisien. Tetapi jika perputarannya semakin lambat, maka penggunaan modal kerja dalam koperasi kurang efisien. Efisiensi modal kerja pada koperasi juga dapat dilihat dari besarnya kemampuan modal kerja dalam menghasilkan laba usaha. Semakin besar rasio itu berarti semakin tinggi tingkat efisiensi penggunaan modal kerjanya. Rasio yang digunakan sebagai indikator efisiensi modal kerja adalah:

1) Perputaran Modal Kerja

Periode perputaran modal kerja dimulai dari saat dimana kas diinvestasikan dalam unsur-unsur modal kerja sampai kembali lagi menjadi kas. Rumus yang digunakan untuk mengukur perputaran modal kerja adalah:

Perputaran Modal Kerja = x 1 kali

(Hendar, 2005:69) Keterangan:

Perputaran modal kerja

Penjualan bersih

Modal kerja

= Kecepatan arus kembalinya modal kerja dalam satu tahun.

= Total penjualan barang dan jasa yang sudah dikurangi retur, komisi maupun diskon.

= Dana yang digunakan untuk membiayai unit-unit usahanya.

Tabel 3.4 Klasifikasi Perputaran Modal Kerja

No. Tingkat Perputaran Nilai Klasifikasi

1 >3,5 kali 100 Sangat Efisien

2 2,6 kali-3,4 kali 75 Efisien

3 1 kali-2,5 kali 50 Cukup

4 <1 kali 0 Kurang Efisien

Sumber: Keputusan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah No.129/Kep/M/KUKM/XI/2002.

2) Rasio Laba Usaha

Rasio laba usaha mengukur efisiensi modal kerja dengan melihat besarnya kemampuan modal kerja dalam menghasilkan laba usaha. Rumus yang digunakan untuk mengukur rasio laba usaha adalah:

Rasio Laba Usaha =

(Hendar, 2005:70) Keterangan:

Rasio laba usaha

Laba sebelum pajak Modal kerja rata-rata

= Perbandingan antara laba sebelum pajak dengan modal kerja rata-rata.

= Laba sebelum dikurangi kewajiban pajak.

= Modal awal periode ditambah modal akhir periode dibagi dua.

Tabel 3.5 Klasifikasi Rasio Laba Usaha

No. Tingkat Perputaran Nilai Klasifikasi

1 >10% 100 Sangat Efisien

2 6%-9% 75 Efisien

3 0%-5% 50 Cukup

4 <0% 0 Kurang Efisien

Sumber: Keputusan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah No.129/Kep/M/KUKM/XI/2002.

2. Rasio Profitabilitas

Menurut Sunyoto (2013:61), profitabilitas atau yang biasa disebut rentabilitas merupakan kemampuan koperasi untuk menghasilkan keuntungan dari usahanya selama periode tertentu. Rasio yang digunakan sebagai indikator profitabilitas yaitu: 3) Rentabilitas Ekonomi

Rentabilitas ekonomi merupakan perbandingan antara laba bersih setelah pajak dengan total aktiva. Semakin tinggi rasio ini semakin efisien modal kerjanya dan akan berdampak pada keadaan suatu koperasi yang juga akan semakin membaik. Rumus yang digunakan untuk mengukur rentabilitas ekonomi adalah:

Rentabilitas Ekonomi =

(Sunyoto, 2013:119) Keterangan:

Rentabilitas ekonomi

Laba bersih setelah pajak Total aktiva

= Perbandingan antara laba bersih setelah pajak dengan total aktiva.

= Laba setelah dikurangi kewajiban pajak. = Aktiva lancar ditambah aktiva tetap.

Tabel 3.6 Klasifikasi Rentabilitas Ekonomi

No. Persentase Nilai Klasifikasi

1 >10% 100 Sangat Efisien

2 6%-9% 75 Efisien

3 0%-5% 50 Cukup

4 <0% 0 Kurang Efisien

Sumber: Keputusan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah No.129/Kep/M/KUKM/XI/2002.

4) Rentabilitas Modal Sendiri

Rentabilitas modal sendiri merupakan tolok ukur kemampuan koperasi dalam menghasilkan laba dengan total modal sendiri yang digunakan. Rumus yang digunakan untuk mengukur rentabilitas modal sendiri adalah:

Rentabilitas Modal Sendiri =

(Sunyoto, 2013:119) Keterangan:

Rentabilitas modal sendiri

Laba bersih setelah pajak Modal sendiri

= Perbandingan laba bersih setelah pajak dengan modal sendiri.

= Laba setelah dikurangi kewajiban pajak. = Modal yang berasal dari koperasi sendiri. Tabel 3.7 Klasifikasi Rentabilitas Modal Sendiri

No. Persentase Nilai Klasifikasi

1 >21% 100 Sangat Efisien

2 10%-20% 75 Efisien

3 1%-9% 50 Cukup

4 <1% 0 Kurang Efisien

Sumber: Keputusan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah No.129/Kep/M/KUKM/XI/2002.

Dalam dokumen ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN MODAL KERJ (Halaman 45-53)

Dokumen terkait