• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II GAMBARAN UMUM DAN PROFIL SINGKAT TRANSPORTASI ONLINE

E. Sumber Hukum Transportasi Berbasis Online

Beriringan dengan semakin tumbuh dan berkembangnya ponsel pintar yang menyuguhkan berbagai fitur dan teknologi untuk mengoneksikan pengguna ponsel pintar ke jaringan internet, mendorong perkembangan teknologi sampai akhirnya dapat dimanfaatkan sebagai peluang bisnis. Hadirnya teknologi aplikasi adalah hasil dari kreativitas tokoh pelaku usaha yang sukses melihat dan mendapatkan peluang bisnis dalam wilayah di antara penjual dan pembeli jasa. Wilayah itulah yang kemudian dikembangkan oleh para pengusaha untuk menjalankan bisnis dengan menciptakan teknologi yang dapat digunakan mereka untuk menghubungkan antara masyarakat pengguna dan pelaku usaha.

Munculnya fenomena baru dalam dunia transportasi ini mendapat tanggapan beragam dari banyak kalangan. Respon positif datang dari sebagian masyarakat karena memudahkan mereka bepergian dari satu tempat ke tempat lain dan antar jemput barang dengan praktis. Namun kehadiran ojek online juga menimbulkan kontra di sebagian kalangan masyarakat. Sebagian masyarakat menyayangkan karena pelayanan yang kurang memuaskan dari pengemudi GOJEK. Yang menjadi polemik adalah tentang pelayanan pengemudi terhadap penumpang mulai dari kebersihan, kesopanan, kelengkapan yang menjamin tingkat keamanan jika terjadi kecelakaan di jalan raya hingga yang paling utama adalah identitas pengemudi dan sepeda motor yang tercantum dalam aplikasi harus sesuai dengan pengemudi dan sepeda motor yang melayani sehingga lebih memberikan rasa aman pada masyarakat seperti yang telah penulis sampaikan terlebih dahulu di latar belakang masalah.

29

Gojek Blog, " layanan aplikasi costumer gojek terbaru 2020”, https://gojekblog.com/layanan-aplikasi-gojek-customer-terbaru-2019/, (22 April 2027).

Melihat hal tersebut, pada tahun 2019 tepatnya pada tanggal 11 Maret pemerintah mengeluarkan kebijakan melalui Peraturan Menteri Perhubungan (permenhub) No. 12 tahun 2019 tentang Pelindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor Yang Digunakan Untuk Kepentingan Masyarakat yang diharapkan mampu menjadi payung hukum untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selaku konsumen dari ojek online.

Hadirnya permenhub ini tentu sebagai suatu respon positif pemerintah terhadap dampak-dampak negatif yang dikeluhkan oleh masyarakat. Idealnya tentu permenhub yang diterbitkan ini mampu meminimalisir sikap tidak disiplin dan pelayanan buruk yang diberikan mitra GOJEK kepada masyarakat selaku konsumen. Meskipun telah ada usaha dari pemerintah dengan menerbitkan Permenhub No. 12 tahun 2019 tentang Pelindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor Yang Digunakan Untuk Kepentingan Masyarakat, tetapi pemerintah harus tetap dinamis dalam mengawasi dan memperhatikan apakah peraturan ini dapat berjalan sesuai dengan yang dicita-citakan.

Dalam Permenhub ini mengatur mengenai beberapa asas penyelenggaraan transportasi publik dengan menggunakan teknologi aplikasi berbasis online, sesuai dengan pasal 2 UU No 22 Tahun 2009. Pasal yang melindungi hak keselamatan dan keamanan masyarakat selaku pengguna transporasi online dalam Permenhub No. 12 tahun 2019 adalah pasal 4 dan pasal 5, yakni :

Pasal 4 yang berbunyi : 30

Pemenuhan aspek keselamatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) huruf a paling sedikit harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:

a. Pengemudi dalam keadaan sehat;

30 Republik Indonesia, Permenhub No. 12 Tahun 2019 Tentang Pelindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor Yang Digunakan Untuk Kepentingan Masyarakat, pasal 4.

b. Pengemudi menggunakan kendaraan bermotor dengan Surat Tanda Kendaraan Bermotor yang masih berlaku;

c. Pengemudi memiliki Surat Izin Mengemudi C;

d. Pengemudi memiliki Surat Izin Mengemudi D untuk mengemudikan kendaraan khusus bagi penyandang disabilitas;

e. Pengemudi mematuhi tata cara berlalu lintas dijalan;

f. Pengemudi tidak membawa Penumpang melebihi dari 1 (satu) orang; g. pengemudi menguasai wilayah operasi;

h. Pengemudi menggunakan kendaraan yang memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

i. Pengemudi melakukan pengecekan terhadap kendaraan yang akan dioperasikan; j. Pengemudi melakukan perawatan kendaraan sesuai dengan jadwal yang telah

ditetapkan dalam buku perawatan yang dikeluarkan oleh Agen Pemegang Merek; k. Pengemudi mengendarai Sepeda Motor dengan wajar dan penuh konsentrasi; l. Pengemudi:

1) memakai jaket dengan bahan yang dapat memantulkan cahaya disertai dengan identitas pengemudi;

2) menggunakan celana panjang; 3) menggunakan sepatu;

4) menggunakan sarung tangan; dan 5) membawa jas hujan; dan

m. Pengemudi dan Penumpang menggunakan helm standar nasional Indonesia.

Pasal 5 yang berbunyi : 31

1) Pemenuhan aspek keamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) huruf b yaitu berupa larangan membawa senjata tajam bagi Pengemudi dan Penumpang Sepeda Motor.

2) Bagi penggunaan Sepeda Motor yang digunakan untuk kepentingan masyarakat dengan aplikasi untuk memenuhi persyaratan aspek keamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) huruf b, Perusahaan Aplikasi paling sedikit harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:

b) mencantumkan identitas Penumpang yang melakukan pemesanan melalui aplikasi;

c) identitas pengemudi dan Sepeda Motor yang tercantum dalam aplikasi harus sesuai dengan pengemudi dan sepeda motor yang melayani;

31 Republik Indonesia, Permenhub No. 12 Tahun 2019 Tentang Pelindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor Yang Digunakan Untuk Kepentingan Masyarakat, pasal 5.

d) menggunakan tanda nomor kendaraan bermotor dengan warna dasar hitam tulisan putih sesuai dengan data di aplikasi atau sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

e) dilengkapi surat tanda nomor kendaraan bermotor sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

f) mencantumkan nomor telepon layanan pengaduan di dalam aplikasi; dan g) melengkapi aplikasi dengan fitur tombol darurat (panic button) bagi

Pengemudi dan Penumpang.

3) Dalam hal Pengemudi mengangkut Penumpang yang tidak sesuai aplikasi, harus ada pernyataan data Penumpang dari pemilik akun.

Pasal 4 menyangkut keselamatan pengemudi dan penumpang, lebih kepada hal-hal yang bersifat safety riding serta tindakan yang dapat menghindari kemungkinan terjadinya kecelakaan yang bersifat eksternal dan cidera berat di jalan raya. Pasal 5 menyangkut keamanan penumpang terhadap asas transparansi pengemudi, lebih kepada rasa aman dan tanggung jawab pengemudi bila terjadi hal-hal merugikan yang bersifat internal di jalan raya. Rasa kurang aman akibat pengemudi dan kendaraan yang melayani masyarakat tidak sesuai dengan identitas yang tercantum di aplikasi layanan jasa transportasi online.

Adapun permasalahan hukum yang ditimbulkan terkait kehadiran aplikasi GOJEK, diantaranya mengenai hubungan hukum yang terjadi antara pengemudi GOJEK dengan masyarakat selaku penumpang GOJEK terkait hal transaksi proses pemesanan transportasi ojek berbasis online, yang kemudian dapat kita kaji dengan menggunakan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 Tentang ITE (Informasi Transaksi Elektronik). Mengenai masalah pengangkutan orang dengan menggunakan kendaraan roda dua yang dalam hal ini

sepeda motor, dapat kita kaji dengan menggunakan Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2014 Tentang Angkutan Jalan, Undang-Undang No. 08 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen; yang mengatur mengenai tanggung jawab dan kebijakan perusahaan terhadap konsumen, dan Permenhub No. 12 Tahun 2019 tentang Pelindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor Yang Digunakan Untuk Kepentingan Masyarakat.

Fenomena ini sangat menarik untuk diteliti, harsu diketahui bahwa ojek online mempunyai keunggulan, namun di sisi lain ojek online memiliki kelemahan yang lumayan cukup berarti. Dalam situasi yang jelas tersebut diperlihatkan terdapat beberapa karakteristik pelayanan ojek online yang unik menarik sebagai salah satu moda transportasi sehingga tetap diminati dan tetap digunakan sampai saat ini. Walaupun banyak resiko hukum yang didapat, sesuai ketentuan Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dalam Pasal 141 : ketika suatu alat transportasi diperuntukkan sebagai angkutan umum, maka penyedia jasa wajib memenuhi standar pelayanan minimal yang meliputi:

a. Keamanan b. Keselamatan c. Kenyamanan d. Keterjangkauan e. Kesetaraan, dan f. keteraturan.32

Klausul ini menjadi sangat penting ketika kehadiran ojek online bersifat semipermanen ataupun untuk jangka panjang, dan tidak bersifat sementara. Jika kehadiran ojek online bersifat jangka panjang, maka pelayanan ojek online

32 Republik Indonesia, Undang-Undang No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 141.

sangat perlu untuk diinovasikan menjadi lebih praktis dan terjamin keamanan serta perlindungan hukumnya, hal tersebut sangat penting untuk melindungi masyarakat pengguna jasa transportasi online. Hal seperti ini memiliki tujuan supaya dapat terwujud penyelenggaraan angkutan lalu lintas dan angkutan jalan yang lebih lancar, tertib, aman, dan terpadu.

Teknologi aplikasi yang digunakan untuk memesan barang dan jasa menggunakan sistem dan jaringan elektronik untuk menghubungkan konsumen. Akses ke pasar yang secara mudah dan cepat, menjadi nilai jual dari teknologi aplikasi. Karenanya, penggunaan teknologi juga tidak lepas dari unsur-unsur seperti penggunaan uang elektronik, penyimpanan data elektronik, dan unsur-unsur lain yang merupakan bagian dari perdagangan elektronik atau e-commerce. Saat ini bermunculan berbagai perusahaan jasa berbasis teknologi aplikasi yang berfungsi untuk mempertemukan masyarakat sebagai pembeli dan penjual secara cepat dan praktis. Sehingga masyarakat lebih mudah memilih transportasi berbasis aplikasi

online sesuai kehendak dan kebutuhannya.