*
Pemutahiran Data Usulan Pemekeran Kabupaten Mamberamo Raya di Provinsi Papua 20066. Prospek Perkembangan Ekonomi
Sebagaimana diuraikan di atas, calon Kabupaten Mamberamo Raya memiliki
' ,·
kekayaan sumberdaya yang sangat besar, terutama sumberdaya alam berupa pertambangan, kehutanan, pertanian, perikanan, dan petemakan. Kekayaan sumberdaya alam tersebut belum dimanfaatkan secara optimal guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Adanya investasi terhadap pengelolaan sumberdaya alam dengan prinsip-prinsip Jestari, perekonomian di daerah ini akan berkembang, mendorong tumbuhnya sektor-sektor sekunder dan tersier, yang pada gilirannya akan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Dari sisi kemampuan finansial daerah, bagi hasil pengelolaan sumberdaya alam akan menjadi pos yang makin penting selain penerimaan hibah (DAU dan DAK), dana Otsus, bagi basil pajak dan PAD. Dengan adanya investasi sumberdaya alam,
I sz I
---- __ ...
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
Calon kabupaten Mamberamo Raya Provinsi Papua
calon Kabupaten Mamberamo Raya sebagai kabupaten penghasil akan menerima porsi bagi basil yang cukup besar. Berikut disajikan bagi basil penerimaan sumberdaya alam menurut UU No. 21 Tahun 2001 yang ditampilkan pada Tabel9.
Tabel9. Bagi Hasil Penerimaan Sumberdaya Alam (%)
Kab./Kota Kab./Kota Seluruh SDA Pusat Daerah Provinsi
Penghasil Lainnya Kab. Di Indonesia
Keterangan : *) Akan ditentukan oleh PERDASUS Sumber : PP 10412000 dan UU 2112001 terdapat sejumlah hambatan bagi terlaksananya pembangunan di kawasan tersebut.
Salah satu hambatan yang utama adalah ditetapkannya sebagian besar kawasan Mamberamo Raya sebagai daerah konservasi. Hal ini akan menyebabkan bilang/
berkurangnya kesempatan untuk mengelola kawasan ini untuk pembangunan ekonomi. Perlu dicarikan solusi yang benar-benar bijaksana tetapi tetap dalam kerangka Pembangunan Berkelanjutan.
-80 80
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
KAJIAN AKADEMIK
Calon kabupaten Mamberamo Raya Provinsi Papua
4.2.2. Potensi Daerah
1. Rasio Bank Per 10.000 Penduduk
Bank merupakan salah satu lembaga keuangan yang mempunyai peranan penting dalam mendukung kegiatan ekonomi di suatu wilayah. Keberadaan bank di suatu daerah dapa~ mengindikasikan kemajuan ekonomi suatu daerah.
Tabel 10. Rasio Bank Per 10.000 Penduduk
No Distrik Jumlah
-Rasio Calon KabU]!_aten 23.916
-
-Kabupaten induk
Sumber : Pemutahiran Data Usulan Pemekaran Kabupaten Mamberamo Raya, ~
Provinsi Papua 2006 yang diolah
Data menunjukkan bahwa di Kabupaten Sarmi terdapat 2 bank dan di wilayah Kabupaten Mamberamo Raya belum ada lembaga keuangan seperti banlc Hal ini disebabkan karena keterisolasian wilayah ini dari pusat pemerintahan dan ekonomi baik terhadap Kabupaten Sarmi maupun Waropen.
Distribusi lembaga keuangan bank di calon kabupaten dan kabupaten induk
.· I
. ,
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
Calon kabupaten Mamberamo Raya Provinsi Papua
disajikan pada Tabel 10. Berdasarkan tabel terse but terlihat bahwa jumlah bank yang ada di wilayah kabupaten induk lebih banyak dibandingkan dengan yang terdapat di calon Kabupaten Mamberamo Raya. Bila ditinjau dari rasio bank per I 0.000 penduduk maka daerah eaton kabupaten Mamberamo Raya bel urn dijumpai bank hila dibandingkan dengan Kabupaten Induk Sarmi dan W aropen (0,43). Kondisi ini menunjukan bahwa akses masyarakat terhadap perbankan di wilayah kabupaten induk lebih baik dibandingkan calon Kabupaten Mamberamo Raya.
2. Rasio bukan bank per l 0.000 Penduduk
Keberadaan bank dalam kenyataannya tidak selalu dapat diakses oleh pelaku ekonomi di daerah karena berbagai faktor. Oleh karena itu di daerah-daerah terse but berkembang lembaga keuangan lain di, luar bank, yang disebut lembaga keuangan bukan/non bank perlu dihadirkan guna mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Dalam kajian ini, yang dimaksud dengan lembaga keuangan bukan bank adalah badan usaha selain bank yang menjalankan fungsi seperti bank, yakni menerima simpanan dari masyarakat dan menyalurkan kredit kepada masyar:ai<.at. Badan . usaha seperti ini misalnya koperasi, asuransi dan pegadaian.
Berdasarkan agihan data terlihat bahwa lembaga bukan bank lebih terkonsentrasi di daerah Kabupaten lnduk Sarmi dibandingkan dengan calon Kabupaten Mamberamo Raya.
I ssl
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
KAJIAN AKADEMIK
Calon kabupaten Mamberamo Raya Provinsi Papua
Tabel 11. Rasio Non Bank Per 10.000 Penduduk
No Distrik Jumlah Jumlah Non
Sumber : Pemutahiran Data Usulan Pemekaran Kabupaten Mamberamo Raya, Provinsi Papua 2006 yang diolah
Berdasarkan Tabel 11 di atas terlihat bahwa lembaga keuangan non bank terdistribusi di sebagian besar wilayah distrik dari pada kabupaten induk dan calon Kabupaten Mamberamo Raya. Jwnlah Iembaga keuangan non bank di kabupaten induk terbanyak berada di Distrik Sanni dan Distrik Bonggo sedangkan di wilayah caJon Kabupaten Mamberamo Raya terbanyak berada di Distrik Waropen Atas dan Mamberamo Hilir. Bila dilihat dari rasionya, rasio bukan b~ per
10.000
penduduk di wilayah Kabupaten Sanni dan Waropen adalah 3,94 sedangkan di wilayah calon Kabupaten Mamberamo Raya adalah 4,69. Hal ini menunjukan bahwa akses masyarakat terhadap lembaga keuangan non bank lebih mudah bagi masyarakat di calon Kabupaten Mamberamo Raya--
....-..,_- -- _ ...
~ ......_
__ _
---BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
KAJIAN AKADEMIK
Calon kabupaten Mamberamo Raya Provinsi Papua
dibandingkan dengan di wilayah Kabupaten Sarmi dan Waropen sebagai kabupaten induk.
3. Rasio Pertokoan per 10.000 penduduk
Pertokoan diperlukan sebagai tempat transaksi jual beli berbagai jenis barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kelompok pertokoan yang dimaksud dalam pengkajian ini adalah sejumlah atau sekumpulan bangunan pertokoan yang bangunan fisiknya dapat lebih dari satu unit. Jumlah kelompok pertokoan yang ada di kedua wilayah dapat dilihat pada Tabel12.
Tabel12. Rasio Pertokoan Per 10.000 Penduduk
No
Distrik Jumlah JumlahSumber : Pemutahiran Data Usulan Pemekaran Kabupaten Mamberamo Raya, Provinsi Papua 2006 yang diolah
I 571
-- - .
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
KAJIAN AKADEMIK
Calon kabupaten Mamberamo Raya Provinsi Papua
Berdasarkan jumlah absolutnya, maka pertokoan di wilayah Kabupaten Sarmi dan Waropen sebanyak empat sedangkan di caJon Kabupaten Mambermao Raya belum dijumpai. Apabila ditinjau dari rasio pertokoan per 10.000 penduduk di caJon Kabupaten Mamberamo Raya lebih kecil dibandingkan dengan rasio di wilayah Kabupaten Induk Sarmi dan Waropen. Rasio kelompok pertokoan per 10.000 penduduk. untuk wilayah Kabupaten Induk sebesar 0,880 sedangkan untuk wilayah cal on kabupaten tidak dijumpai. Dengan angka tersebut berarti untuk setiap I 0.000 penduduk di wilayah Kabupaten Induk Sarmi dan W aropen terdapat 8 kelompok pertokoan pada setiap 10.000 penduduk. Sebaliknya untuk cal on Kabupaten Mamberamo Raya masih nihil kelompok pertokoan. Keadaan tersebut mengindikasikan bahwa akses masyarakat terhadap pertokoan atau kompleks pertokoan di wilayah Kabupaten Sarmi dan Waropen lebih baik dibandingkan dengan di wilayah calon kabupaten Mamberamo Raya.
4. Rasio Pasar per 10.000 penduduk
Salah satu prasarana perekonomian terpenting bagi masyarakat adalah pasar.
Pasar dapat dianggap sebagai pusat aktivitas perekonomian di suatu daerah.
Keberadaan pasar terutama 4iperlukan sebagai tempat untuk pemasaran produk-produk yang dihasilkan oleh masyarakat setempat, terutama sebagai tempat untuk memperoleh kebutuhan sehari-hari. Berdasarkan data yang diperoleh jumlah pasar di calon Kabupaten Mamberamo Raya sebanyak 7 unit, sedangkan di wilayah kabupaten induk Sanni dan Waropen sebanyak 10 unit. Dari sisi rasionya calon kabupaten Mamberamo Raya memiliki rasio pasar per I 0.000 penduduk sebesar 2,93 atau lebih tinggi hila dibandingkan dengan Kabupaten lnduk Sarmi dan Waropen yang besarnya 2,19 sebagaimana disajikan pada Tabell3.
I sal
...
--BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
Caton kabupaten Mamberamo Raya Provinsi Papua
Sumber : Pemutahiran Data Usulan Pemekaran Kabupaten Mamberamo Raya, Provinsi Papua 2006 yang diolah
Distr.ik yang memilik pasar terbanyak di wilayah calon kabupaten Mamberamo Raya adalah distrik Waropen atas dengan 4 unit pasar. Sedangkan di wilayah kabupaten induk Sanni dan Waropen terbanyak berada di distrik Waropen Bawah dan Masirei masing memiliki 3 dan 2 unit pasar. Terlihat dari tabel tersebut juga bahwa di wilayah eaton kabupaten Mamberamo Raya terdapat 4 distrik yang belum memiliki pasar. Hal ini berarti bahwa akses masyarakat terhadap pasar sebagai pusat kegiatan jual beli, pemasaran produk dan pusat kegiatan ekonomi di daerah Kabupaten Sanni dan Waropen lebih baik dibandingkan dengan di wilayah calon kabupaten Mamberamo Raya.
_
... -.
--..
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
KAJIAN AKADEMIK
Calon kabupaten Mamberamo Raya Provinsi Papua
5. Rasio Sekolah SD per Penduduk Usia SD
Untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dari data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa akses masyarakat terhadap pendidikan dasar pada masing-masing distrik di daerah calon Kabupaten Mam~ramo Raya relatif lebih baik dibandingkan dengan
di wilayah kabupaten induk Sarmi dan Waropen. Hal ini terlihat dari angka rasio
sekolah SD dengan penduduk usia SD, yang berada di wilayah calon kabupaten Mamberamo Raya adalah sebesar 0, 019 sedangkan di wilayah kabupaten induk Sanni dan Waropen 0,011. Dari angka rasio antara distrik terlihat adanya perbedaan akses penduduk usia SD terhadap fasilitas gedung SD di antara distrik yang satu dengan yang lainnya. Hal ini berarti bahwa adanya program wajib belajar 9 tahun temyata belum sepenuhnya mampu mendukung pemerataan pembangunan fasilitaspendidikan dan akses masyarakat terhadap pendidikan dasar di seluruh distrik yang
ada di kedua wilayah tersebut.Perbedaan angka rasio, yaitu angka rasio yang lebih tinggi berada di wilayah calon Kabupaten Mamberamo Raya dibandingkan dengan di wilayah kabupaten induk Sarmi dan W aropen menunjukan fasilitas pendidikan yang dapat diakses oleh masyarakat di wilayah calon Kabupaten Mamberamo Raya masih lebih banyak dibandingkan dengan di.daerah kabupaten Sarmi dan Waropen.
Jumlah SD