saPna BiBY, rismaYani Dan ParaPat gultom Dosen pada Fakultas Ekonomi Universitas Malikussaleh
Total 31.860 32.937 33.068 35.628 80.242 Sumber : Perum Pegadaian Cabang Lhokseumawe
lembaga pemerintah yang bergerak di bidang jasa penyaluran uang pinjaman kepada masyarakat atas dasar hukum gadai dengan jaminan barang bergerak.
Dengan masih adanya kelemahan- kelemahan yang terdapat pada Perum Pegadaian Cabang Lhokseumawe misalnya konsumen merasa jenuh saat menunggu proses transaksi dengan karyawan Perum Pegadaian Cabang Lhokseumawe, dan lemahnya sistem pelayanan terhadap konsumen. Adapun rumusan masalah dari penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen pada Perum Pegadaian Cabang Lhokseumawe?. (2) Apakah ada kendala yang dihadapi konsumen saat bertransaksi dengan Perum Pegadaian Cabang Lhokseumawe?.
stuDi KEPustaKaan
Menurut Goetsh dan Davis dalam Yamit (2002), mendeinisikan bahwa : ”Kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan”. Pendekatan deinisi di atas menegaskan bahwa kualitas bukan hanya menekankan pada aspek hasil akhir (produk dan jasa) tapi juga menyangkut kualitas manusia, kualitas proses dan
kualitas lingkungan.
Menurut Mahmoedin (1996:128) tujuan pelayanan adalah untuk memberikan kepuasan bagi pelanggan atau nasabah. Menurut Parasuraman (2001), terdapat lima dimensi SERVQUAL, yaitu :
1. Tangibles, atau bukti isik yaitu
kemampuan suatu perusahaan dalam menunjukkan eksistensinya kepada
pihak eksternal.
2. Reliability, atau keandalan yaitu
kemampuan perusahaan untuk
memberikan pelayanan sesuai yang dijanjikan secara akurat dan terpercaya.
3. Responsiveness, atau ketanggapan yaitu
suatu kemauan untuk membantu dan
memberikan pelayanan yang cepat (responsif) dan tepat kepada pelanggan
dengan penyampaian informasi yang jelas.
4. Assurance, atau jaminan dan kepastian
yaitu pengetahuan, kesopansantunan, dan
kemampuan para pegawai perusahaan
untuk menimbulkan rasa percaya para pelanggan kepada perusahaan.
5. Empathy, yaitu memberikan perhatian
yang tulus dan bersifat individual atau pribadi yang diberikan kepada para pelanggan dengan berupaya memahami
keinginan konsumen.
Menurut Supranto (1997:224) menambahkan lagi tentang pengertian kepuasan pelanggan berarti bahwa kinerja suatu barang sekurang-kurangnya sama dengan apa yang diharapkan. Dari deinisi di atas memberikan gambaran kepada kita bahwa kepuasan sangat mempengaruhi kinerja atau hasil yang dirasakan oleh pelanggan harus sesuai dengan harapan si pelanggan, bahwa lebih baik lagi apabila melebihi harapan pelanggan.
Menurut Cravens (1996:229) faktor-faktor kepuasan konsumen dipengaruhi oleh :
1. Sistem pengiriman produk. 2. Performa produksi jasa
3. Citra perusahaan/Produk/Merek 4. Hubungan harga nilai
5. Kinerja/ Prestasi Karyawan
6. Persaingan
7. Hubungan kepuasan dengan
konsumen
Menurut Kashmir (2002:246) “Usaha gadai adalah kegiatan menjalankan barang- barang berharga kepada pihak tertentu guna memperoleh sejumlah uang dan barang yang dijaminkan akan ditebus kembali sesuai dengan perjanjian antar nasabah dengan lembaga gadai”. Pengelompokan uang pinjaman pada Perum Pegadaian Cabang Lhokseumawe dapat dilihat pada tabel 2 di bawah ini :
tabel 2
Pengelompokan uang Pinjaman Pada Perum Pegadaian cabang lhokseumawe
Golongan Uang Pinjaman AdministrasiBiaya
A B C D E F G H 20.000-150.000 151.000- 500.000 501.000- 1.000.000 1.005.000- 5.000.000 5.010.000- 10.000.000 10.050.000- 20.000.000 20.100.000- 50.000.000 50.100.000.- 200.000.000 1.000 3.000 5.000 15.000 15.000 25.000 25.000 25.000 Sumber : Perum Pegadaian Cabang Lhokseumawe 2011
tabel 3 tipe Konsumen
No. Profesi Jumlah
1. Wirausaha 9000
2. Nelayan, Petani, dan Tukang 3500
3. Karyawan 7000
4. Pelajar/Mahasiswa 2100 5. Ibu rumah tangga 1000 6. PNS/TNI/POLRI 3000
Total 25600
Sumber : Perum Pegadaian Lhokseumawe 2011
Konsumen dapat memperpanjang pinjamannya dengan hanya membayar jasa simpan ditambah biaya administrasinya, apabila konsumen tidak dapat memperpanjang jangkan waktu pinjamannya dan menyatakan agar barang jaminannya digunakan sebagai pelunas hutangnya, maka pihak pegadaian terpaksa menjual barang tersebut dengan cara lelang.
Kerangka konseptual atau kerangka pemikiran adalah merupakan gambaran dari isi keseluruhan penelitian yang dilakukan.
Berikut merupakan kerangka pemikiran
penulis, di mana dapat di asumsikan bahwa variabel independen yang meliputi : Bukti Fiski (X1), Kehandalan (X2), Daya Tanggap (X3), Jaminan Kepastian (X4) dan Empati (X5) harus mampu menjelaskan variabel dependen yaitu Kepuasan Konsumen (Y).
Hipotesis ini merupakan dugaan sementara terhadap masalah penelitian yang kebenarannya masih harus diuji
secara empiris. Dari perumusan masalah,
tujuan penelitian, landasan teori dan telah dituangkan dalam kerangka pikir, maka dapat ditarik hipotesis sebagai berikut : (1)
H0 = Tidak terdapat pengaruh signiikan
antara kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen pada Perum Pegadaian Cabang Lhokseumawe. (2) H1 = Terdapat pengaruh signiikan antara kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen pada Perum Pegadaian Cabang Lhokseumawe.
mEtoDE PEnElitian
Penelitian ini dilakukan pada Perum Pegadaian Cabang Lhokseumawe, yang berlokasi di Jalan Pasar Inpres No.10. Kecamatan Banda Sakti - Kota Lhokseumawe, dan objek penelitian ini adalah para konsumen Perum Pegadaian yang berada di Lhokseumawe.
Menurut Boediono (2004:219) populasi adalah keseluruhan dari unit-unit analisa yang ciri-ciri akan diduga. Metode pengumpulan data dengan jalan mencatat seluruh elemen yang menjadi objek
penelitian. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan dari konsumen yang ada di Kecamatan Banda Sakti - Kota Lhokseumawe.
Adapun yang dijadikan sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 100 orang konsumen di kota Lhokseumawe yang dianggap dapat mewakili populasi dalam penelitian ini. Penentuan jumlah sampel dilakukan dengan rumus Umar, (2003:146) sebagai berikut : n 1 + ne2 Di mana : n = Ukuran Sampel N = Jumlah Konsumen
e = Persen Kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditelorir atau diinginkan.
Dalam penelitian ini N sebesar (25,600), e ditetapkan sebesar (10%), jadi jumlah minimal sampel yang diambil penelitian sebesar : 25.600 1 + 25.600 (0.10)2 25.600 257 n = 99.61 n = 100/responden
Jadi, sampel penelitian ini berjumlah 100 konsumen yang dilakukan secara simple random sampling (metode acak sederhana).
Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara :
1. Penelitian Lapangan (Field Research)
Field Research salah satu cara penelitian
yang langsung dilakukan ke objek penelitian untuk memperoleh data primer dan informasi lainnya yang dibutuhkan sesuai dengan permasalahan yang akan dibahas termasuk dalam penelitian ini
n =
n =
adalah observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi.
2. Penelitian Kepustakaan (Library Research)
Suatu penelitian dengan mengumpulkan data secara teoritis sehubungan dengan masalah pembahasan, melalui buku-buku pelajaran, diktat, literature, brosur, bulletin, majalah yang berhubungan dengan objek penelitian di perpustakaan.
Deinisi operasional adalah menjelaskan variabel penelitian dan skala pengukurannya, dapat dilihat pada Tabel 4.
Untuk menguji hipotesis pengaruh variabel kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen (Y) digunakan regresi linear berganda dengan rumus :
Y =a+b1X1+b2X2+b3X3+b4X4+b5X5+e
Dimana :
Y = Kepuasan konsumen dalam melakukan transaksi pada Perum Pegadaian Cabang Lhokseumawe a = Intercep/konstanta
b1,b2,b3,b4,b5 = Koeisien regresi
e = Kesalahan penduga/variabel yang tidak diteliti X1 = Bukti isik X2 = Keandalan X3 = Daya tanggap X4 = Jaminan X5 = Empati
Hipotesis yang digunakan dalam menganalisis regresi linear berganda adalah sebagai berikut :
H0 : b1,b2,b3,b4,b5 = 0
artinya kualitas pelayanan yang terdiri dari bukti isik, keandalan, daya tanggap, jaminan dan empati tidak berpengaruh terhadap kepuasan konsumen dalam melakukan transaksi pada Perum Pegadaian Cabang Lhokseumawe.
H1 : b1,b2,b3,b4,b5≠ 0
artinya kualitas pelayanan yang terdiri
dari bukti isik, keandalan, daya tanggap, jaminan dan empati berpengaruh terhadap kepuasan konsumen dalam melakukan transaksi pada Perum Pegadaian Cabang Lhokseumawe.
Pada uji F dengan tingkat kepercayaan 95% (
α
5%
), apabila hasil perhitungannilai Fhitung > Ftabel maka H0 ditolak H1
diterima, dengan menggunakan rumus uji F (Sugiyono, 2003) yaitu :
R2 / k
(1 - R) / (n - k - 1) Dimana :
R2 = Koeisien determinasi
k = Jumlah variabel independen
n = Jumlah anggota sampel
Kriteria penerimaannya sebagai berikut : level pengujian hipotesis 5% atau conidence interval = 95%, terima H0 bila ttabel ≤ Thitung ≤
ttabel dan tolak H0 (terima H1) bila thitung > t
tabel atau thitung < ttabel.
H0 : b1,b2,b3,b4,b5 = 0 :
Faktor bukti isik, keandalan, daya tanggap, jaminan dan empati tidak berpengaruh secara parsial terhadap kepuasan konsumen dalam melakukan transaksi pada Perum Pegadaian Cabang Lhokseumawe.
H1 : b1,b2,b3,b4,b5≠ 0 :
Faktor bukti isik, keandalan, daya tanggap, jaminan dan empati berpengaruh secara parsial terhadap kepuasan konsumen dalam melakukan transaksi pada Perum Pegadaian Cabang Lhokseumawe.
Rumus yang digunakan adalah Uji t (Sugiyono, 2003) yaitu :
tabel 4
Identiikasi dan Operasionalisasi Variabel
Variabel Deinisi Operasional Indikator Bukti Fisik
(X1)
Bukti nyata yang dapat dilihat pada Perum Pegadaian Cabang Lhokseumawe.
1. Peralatan kontor Perum Pegadaian Cabang Lhokseumawe lengkap. 2. Peralatan kantor Perum Pegadaian
Cabang Lhokseumawe Canggih. 3. Peralatan isik (gedung dan fasilitas
pendukung) di Kantor Perum Pegadaian Cabang Lhokseumawe bersih.
4. Penampilan pegawai bersih.
5. Lokasi kantor Perum Pegadaian Cabang Lhokseumawe strategis.
Andalan (X2)
Kemampuan untuk mewujudkan jasa sesuai dengan yang telah dijanjikan secara tepat pada Perum Pegadaian Cabang Lhokseumawe.
1. Terdapat ketepatan waktu layanan di Perum Pegadaian Cabang Lhokseumawe. 2. Pelayanan yang sama untuk semua
konsumen diberikan dengan akurat. 3. Penanganan (pengadministrasian
dokumen dilakukan dengan baik). Daya Tanggap
(X3)
Keinginan untuk membantu konsumen dan menyediakan jasa/layanan yang dibutuhkan konsumen pada Perum Pegadaian Cabang Lhokseumawe.
1. Kesediaan pegawai dalam membantu konsumen baik.
2. Terdapat kecepatan pegawai untuk menanggapi permintaan konsumen. 3. Terdapat kejelasan informasi dalam waktu
penyampaian jasa. Jaminan
Kepastian (X4)
Kemampuan sumber daya yang dimiliki pegawai kantor dalam memberikan pelayanan sesuai dengan standar yang diharapkan pada Perum Pegadaian Cabang Lhokseumawe.
1. Tingkat pengetahuan pemimpinnya baik. 2. Tingkat pengetahuan pegawainya baik. 3. Tingkat kemampuan pimpinannya baik. 4. Tingkat kemampuan pegawainya baik. 5. Kejujuran yang dimiliki pegawai baik.
Empati (X5)
Kemudahan dalam mendapatkan pelayanan, keramahan, komunikasi dan kemampuan memahami kebutuhan konsumen pada Perum Pegadaian Cabang Lhokseumawe.
1. Ada perhatian khusus dari pegawai yang diberikan kepada konsumen.
2. Ada komunikasi yang baik yang dilakukan pegawai kepada konsumen.
3. Terdapat kemudahan dalam menjalin hubungan antara pegawai dengan konsumen.
Kepuasan Konsumen (Y)
Tingkat kepuasan konsumen dalam melakukan transaksi di Perum Pergadaian Cabang Lhokseumawe.
1. Konsumen merasa puas dalam melakukan transaksi pada Perum Pegadaian Cabang Lhokseumawe.
2. Konsumen merasa puas dengan tingkat keamanan yang diberikan dalam melakukan transaksi pada Perum Pegadaian Cabang Lhokseumawe. 3. Konsumen merasa puas terhadap semua
jenis layanan transaksi pada Perum Pegadaian Cabang Lhokseumawe.
Dimana :
rp = korelasi parsial yang ditemukan
n = jumlah sampel
t = thitung yang selanjutnya dikonsultasikan
dengan ttabel.
Koeisien determinasi adalah untuk mengukur proporsi dari variabel total variabel terikat yang dijelaskan oleh variabel bebas atau variabel penjelas dalam regresi. Untuk mempertimbangkan kenyataan bahwa besaran derajat kebebasan menurun sehubungan dengan bertambahnya variabel bebas atau variabel penjelas di dalam regresi, kita juga menghitung R2 yang disesuaikan R2
sebagai berikut : R2 = 1 – (1-R2)
»¼
º
«¬
ª
k
n
n
1
Hasil PEnElitianApabila nilai Product Moment hasilnya
menunjukkan rhitung lebih besar dari rtabel maka butir pertanyaan tersebut dapat dikatakan valid. Nilai rhitung dapat dilihat pada kolom output statistik Corrected
Item-Total Correlation. Berikut merupakan
perbandingan nlai rhitung dengan rtabel dapat dilihat pada Tabel 5.
Dari Tabel 5 dapat disimpulkan bahwa keseluruhan variabel dari butir pertanyaan tersebut dikatakan valid karena memenuhi asumsi, di mana nilai rhitung lebih besar dari
nilai rtabel.
Penelitian ini menggunakan koeisien
cronbach alpha (α) yang menilai kehandalan
suatu kuesioner. Jika koeisien cronbach
tabel 5
Validitas Variabel Penelitian
No. Variabel rhitung rtabel 1. Bukti Fisik (X1) 0,200 X1.1 0,739 X1.2 0,610 X1.3 0,758 X1.4 0,225 X1.5 0,604 2. Kehandalan (X2) 0,200 X2.1 0,689 X2.2 0,432 X2.3 0,321 3. Daya Tanggap (X3) 0,200 X3.1 0,471 X3.2 0,460 X3.3 0,467 4. Jaminan Kepastian (X4) 0,200 X4.1 0,553 X4.2 0,392 X4.3 0,306 X4.4 0,286 X4.5 0,324 5. Empati (X5) 0,200 X5.1 0,492 X5.2 0,467 X5.3 0,362
6. Kepuasan Konsumen (Y)
0,200
Y.1 0,542
Y.2 0,508
Y.3 0,466
alpha bernilai 0,60 atau lebih (≥ 0,60) maka
instrumen itu dapat diterima. Suatu konstruk atau variabel dapat dikatakan reliable jika
memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,60
(Ghozali, 2005:41-42). Berikut merupakan
nilai cronbach alpha (α) dengan bantuan SPSS,
dapat dilihat pada Tabel 6.
Dari Tabel 6 dapat dijelaskan bahwa nilai alpha untuk masing-masing variabel memenuhi asumsi reliabilitas.
Pembahasan
Analisis koeisien regresi digunakan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signiikan antara Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Konsumen, yaitu dengan membandingkan nilai signiikan hitung. Berikut ini merupakan pembahasan hasil pengolahan data seperti terlihat pada Tabel 7 di bawah.
Analisis pada Tabel 7 digunakan untuk menghitung besarnya nilai antara variabel independen dan variabel dependen, maka digunakan formula regresi linear berganda untuk hasil analisa ini adalah :
Y = 1,252 - 0,011X1 - 0,016X2 + 0,150X3 + 0,470X4+ 0,209X5 + ei
Dari hasil perhitungan di atas, konstanta mempunyai nilai koeisien sebesar 1,252 yang berarti bahwa jika variabel independen yang terdiri dari Bukti Fisik (X1), Kehandalan (X2), Daya Tanggap (X3), Jaminan Kepastian (X4), Empati (X5) memiliki nilai sama dengan konstan, maka Kepuasan Konsumen mempunyai nilai sebesar (1,252).
Dari hasil pengolahan data di atas koeisien variabel Bukti Fisik memiliki nilai koeisien sebesar (-0,011) yang berarti jika variabel Bukti Fisik meningkat satu tingkat, maka akan terjadi penurunan terhadap Kepuasan Konsumen sebesar 0,011 (1,1%). Untuk nilai koeisien pada variabel Kehandalan memiliki nilai sebesar (-0,016) yang berarti jika variabel Kehandalan meningkat satu tingkat, maka akan terjadi penurunan terhadap Kepuasan Konsumen sebesar 0,016 (1,6%). Untuk nilai koeisien pada variabel Daya Tanggap memiliki nilai sebesar 0,150 yang berarti jika variabel Daya
tabel 6
Reliabilitas Variabel Penelitian
No. Variabel Nilai (α) Keterangan 1. Bukti Fisik (X1) 0,796 reliable 2. Kehandalan (X2) 0,657 reliable 3. Daya Tanggap (X3) 0,652 reliable 4. Jaminan Kepastian (X4) 0,604 reliable 5. Empati (X5) 0,622 reliable 6. Prestasi Kerja (Y) 0,645 reliable Sumber : Hasil Penelitian 2011 (data diolah)
tabel 7
Hasil Analisis Koeisien Regresi
No.
Variabel Koeisien thitung Sig. Constanta 1.252 2.685 .009 1. Bukti Fisik (X1) - (.011) - (.168) .867 2. Kehandalan (X2) - (.016) - (.244) .808 3. Daya Tanggap (X3) .150 2.181 .032 4. Jaminan Kepastian (X4) .470 6.025 .000 5. Empati (X5) .209 3.679 .000 DF = 100 -1 - 5 R = 0,754 R2= 0,569 Adjusted R2 = 0,546 ttabel = 1,985 Ftabel = 2,31 Fhitung = 24,785
Tanggap meningkat satu tingkat, maka akan
terjadi peningkatan terhadap Kepuasan Konsumen sebesar 0,150 (15,0%). Untuk nilai koeisien pada variabel Jaminan Kepastian memiliki nilai sebesar 0,470 yang berarti jika variabel Jaminan Kepastian meningkat satu tingkat, maka akan terjadi peningkatan terhadap Kepuasan Konsumen sebesar 0,470 (47,0%). Untuk nilai koeisien pada variabel Empati memiliki nilai sebesar 0,209 yang berarti jika variabel Empati meningkat satu tingkat, maka akan terjadi peningkatan terhadap Kepuasan Konsumen sebesar 0,209 (20,9%). Untuk melihat besarnya pengaruh dari variabel Kualitas Pelayanan (X) terhadap Kepuasan Konsumen (Y) dapat dilihat pada hasil uji Adjusted R2 yaitu diperoleh nilai
sebesar 0,546 yang berarti bahwa pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen saling mempengaruhi sebesar 0,546 atau (54,6%). Sedangkan sisanya sebesar 0,454 atau (45,4%) dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian ini.
Pembuktian Hipotesis
Pembuktian Hipotesis pada variabel independen Bukti Fisik (X1) diperoleh
hasil thitung sebesar (-0,168), jadi dapat
disimpulkan bahwa thitung < ttabel maka
variabel Bukti Fisik tidak berpengaruh signiikan terhadap Kepuasan Konsumen, dengan level signiikansi (0,867). Untuk variabel independen Kehandalan (X2)
diperoleh hasil thitung sebesar (-0,244), jadi dapat disimpulkan bahwa thitung < ttabel maka
variabel Kehandalan tidak berpengaruh signiikan terhadap Kepuasan Konsumen, dengan level signiikansi (0,808). Untuk variabel independen Daya Tanggap (X3)
diperoleh hasil thitung sebesar (2,181), jadi dapat disimpulkan bahwa thitung > ttabel maka variabel Daya Tanggap berpengaruh signiikan terhadap Kepuasan Konsumen, dengan level signiikansi (0,032). Untuk variabel independen Jaminan Kepastian (X4)
diperoleh hasil thitung sebesar (6,025), jadi dapat disimpulkan bahwa thitung > ttabel maka variabel Jaminan Kepastian berpengaruh signiikan
terhadap Kepuasan Konsumen, dengan level signiikansi (0,000). Untuk variabel independen Empati (X5) diperoleh hasil
thitung sebesar (3,679), jadi dapat disimpulkan
bahwa thitung > ttabel maka variabel Empati berpengaruh signiikan terhadap Kepuasan Konsumen, dengan level signiikansi (0,000). Dari penjelasan di atas dapat diketahui bahwa kendala yang di hadapi konsumen yaitu pada jenis layanan yang besifat bukti isik dan layanan yang bersifat kehandalan. Adapun variabel Jaminan kepastian (X4)
merupakan variabel independen yang paling dominan mempengaruhi variabel dependen Kepuasan Konsumen.
Untuk nilai Fhitung diperoleh sebesar 24,785 dan nilai Ftabel sebesar 2,31 dengan asumsi Fhitung > Ftabel artinya bahwa secara simultan atau bersamaan variabel independen Bukti Fisik (X1), Kehandalan (X2), Daya Tanggap (X3), Jaminan Kepastian (X4) dan Empati (X5)
berpengaruh signiikan terhadap variabel dependen Kepuasan Konsumen (Y).
KEsimPulan
1. Berdasarkan hasil penelitian dengan
menggunakan program SPSS, maka
dapat dilihat bahwa variabel Bukti Fisik (X1) dan Kehandalan (X2) memiliki nilai thitung < ttabel maka variabel tersebut
tidak berpengaruh signiikan terhadap Kepuasan Konsumen.
2. Berdasarkan hasil penelitian dengan
menggunakan program SPSS, maka dapat dilihat bahwa variabel Daya Tanggap (X3), jaminan Kepastian (X4) dan Empati (X5), memiliki nilai thitung > ttabel maka
variabel tersebut berpengaruh signiikan terhadap Kepuasan Konsumen.
3. Berdasarkan hasil penelitian dengan
menggunakan program SPSS, maka
secara simultan variabel independen yang terdiri dari Bukti Fisik (X1),
Kehandalan (X2), Daya Tanggap (X3),
Jaminan Kepastian (X4), dan Empati (X5)
berpengaruh signiikan terhadap variabel dependen yaitu Kepuasan Konsumen.
4. Berdasarkan hasil penelitian dengan
menggunakan program SPSS, di mana variabel independen Jaminan Kepastian memiliki pengaruh yang paling dominan terhadap variabel dependen Kepuasan Konsumen.
saran
1. Bagi pihak Perusahaan Umum Pegadaian Cabang Lhokseumawe, baiknya lebih memperhatikan lagi setiap jenis layanan yang diberikan kepada konsumen terutama jenis layanan berbentuk isik
dan kehandalan dalam layanan.
2. Bagi pihak Perusahaan Umum Pegadaian Cabang Lhokseumawe, harus mampu mempertahankan dan meningkatkan layanan yang berbentuk daya tanggap, jaminan kepastian dan empati karena jenis layanan ini yang dapat memuaskan
konsumen.
3. Bagi pihak Perusahaan Umum Pegadaian Cabang Lhokseumawe, ciptakan komunikasi yang baik dengan konsumen agar setiap pelanggan yang melakukan transaksi merasa nyaman dan puas.
rEfErEnsi
Cravens (1996). menambahkan Kegiatan Yang Dilakukan Dalam Pelayanan Konsumen,
Penerbit Erlangga, Jakarta.
Ghozali, Imam. (2005). aplikasi analisis multivariate dengan Program sPss. Badan
Univesitas Dipenegoro. Jakarta.
Goetsh, Davis, Yammit (2002). Kualitas merupakan suatu Kondisi Dinamis Yang
Berhubungan Dengan Produk. Penerbit Ekonesia, Yogyakarta.
Kasmir (2002). usaha gadai adalah Kegiatan menjalankan Barang-barang Berharga
Kepada Pihak tertentu guna memperoleh sejumlah uang Dan Barang. Penerbit PT.
Raja Graindo Persada, Jakarta.
Kotler (1993), terdapat Dua Pendekatan Pelayanan Yang Berkualitas Yang Populer
Digunakan Dikalangan Bisnis. Erlangga, Jakarta.
Kotler (2000). Palayanan merupakan manfaat Persaingan utama Yang Dapat Ditawarkan
Perusahaan untuk terciptanya ikatan Psikologis. Erlangga, Jakarta.
Kashmir (2001), Bank dan lembaga Keuangan lainnya. Edisi keenam, PT. Raja Grainda
Persada, Jakarta.
Kuncoro (2003). skala likert adalah Di mana responden menyatakan tingkat setuju atau
tidak setuju. Penerbit UPP-AMP YKPN, Yogyakarta.
Moenir (2000). Mendeinisikan Pelayanan Adalah Proses Pemenuhan Kebutuhan Melalui
Aktiitas Orang Lain Yang Berlangsung. Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta.
Moenir (2000). mengatakan Pelayanan umum adalah Kegiatan Yang Dilakukan oleh seseorang atau Kelompok orang Dengan landasan faktor Yang material melalui
sistem. Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta.
Moenir (1992). menyebutkan mengenai Komponen Yang Dapat mendukung suatu
Pelayanan agar lebih Berhasil. Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta.
Parasuraman (2001). Terdapat 5 (lima) Dimensi SERVQUAL. Penerbit Penebar Swadaya,
Jakarta.
Santoso (2005). skala likert Digunakan untuk mengukur sikap, Pendapat Dan Persepsi
seseorang atau sekelompok orang terhadap fenomena sosial. Penerbit Penebar
Swadaya, Jakarta.
Sekaran, Uma (2000). research methods for Business: A Skill-Building Approach, 3rd ed.,
John Wiley & Sons: Inc.
Setyo (2002), Mendeinisikan Bahwa Gadai Adalah Fasilitas Pinjaman Berdasarkan Hukum
gadai Dengan Prosedur Pelayanan mudah, aman dan cepat. Penerbir Penebar Swadaya,
Jakarta.
Singarimbun, M. dan Effendi, S. (2006). metode Penelitian survai. Cetakan Kedelapanbelas.
Penerbit Lembaga penelitian pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3S), Indonesia.
Soetjipto (1997). Service Quality Dideinisikan Sebagai Seberapa Jauh Perbedaan Antara
Kenyataan Dan Harapan Para Pelanggan atas layanan Yang mereka terima/Peroleh.
Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta.
Sugiyono. (2009). metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan r&D. Bandung: Alfabeta. p: 117.
Supranto (1997). Pengukuran tingkat Kepuasan Pelanggan, Penerbit PT. Rineka Cipta,
Jakarta.
Tridestiansa, Angga. (2002). “Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Konsumen Jasa transportasi armada Perum Damri unit Bus Kota (uBK) semarang (studi Kasus
Penelitian pada armada Damri trayek Johar-Perumnas Banyumanik)”. (Skripsi
Publikasi).
Umar (2003). riset Pemasaran Dan Perilaku Konsumen, Penerbit PT. Gramedia Jakarta.
Wicaksana, Pratyangga. (2002). “analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan
Konsumen (studi Kasus Konsumen Kartu simPati di sma Batik 1 surakarta)”. (Skripsi
Publikasi).
Winardi (1997). Pengantar ilmu Ekonomi, Penerbit Bina Aksara, Jakarta
Yammit.Z (2001). manajemen Kualitas Produk dan Jasa, Penerbit Ekonesia, Yogyakarta.
Yammit.Z (2001). secara umum Kesenjangan Pelayanan Dapat Dibedakan 2 (dua)
Kelompok. Penerbit Ekonesia, Yogyakarta.
Yuzli (2011), Perum Pegadaian lhokseumawe siap melakukan Pelayanan Yang terbaik.
Kantor Cabang Perum Pegadaian Lhokseumawe.
Zeithanl, Valerie A, M. J. Bitner (1996). service marketing. First Edition, USA, MC Grow