BAB X PEDOMAN TRANSISI DAN KAIDAH PELAKSANAAN 1.5. Maksud dan Tujuan
SUMBERDAYA MANUSIA YANG AGAMAIS PADA TAHUN 2025
B. Misi Pembangunan Jangka Panjang Daerah
Misi pada dasarnya adalah merupakan kondisi yang harus dilaksanakan agar visi yang telah ditetapkan di atas dapat diwujudkan dengan memperhatikan kondisi objektif yang terdapat di daerah dewasa ini. Dengan kata lain misi menunjukkan beberapa upaya utama pembangunan yang perlu dilaksanakan untuk mewujudkan visi yang telah ditetapkan semula. Misi pembangunan daerah dalam RPJPD Provinsi Sumatera Barat sampai dengan tahun 2025 ditetapkan sebagai berikut:
1. Mewujudkan kehidupan agama dan budaya berdasarkan filosofi ”Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”,
2. Mewujudkan sistem hukum dan tata-pemerintahan yang baik,
3. Mewujudkan sumberdaya insani yang berkualitas, amanah dan berdaya saing tinggi,
4. Mewujudkan usaha ekonomi produktif dan mampu bersaing di dunia global, 5. Mewujudkan kualitas lingkungan hidup yang baik dengan pengelolaan
sumberdaya alam berkelanjutan.
Misi untuk mewujudkan kehidupan beragama dan berbudaya yang berdasarkan falsafah: ”Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” adalah landasan utama kehidupan masyarakat Minangkabau, yang dijadikan sebagai persyaratan utama untuk dapat mewujudkan masyarakat yang agamais dan berbudaya. Landasan filosofis ini sudah dimiliki sejak lama, sehingga kedepan perlu terus dipelihara dan diterapkan dalam tata kehidupan masyarakat. Ciri-ciri tata kehidupan yang demikian antara lain adalah taat beragama, berakhlak mulia, jujur, peduli sesama manusia, menerapkan tata kehidupan beragama dan berbudaya yang baik, rukun dengan agama lain, serta peduli terhadap masa depan dan keselamatan masyarakat dan bumi ciptaan Tuhan.
Misi untuk mewujudkan sistim hukum dan tata pemerintahan yang baik merupakan persyaratan yang tidak kalah pentingnya untuk dapat mendorong proses pembangunan daerah secara cepat dan merata. Hal ini sesuai dengan harapan seluruh masyarakat. Dalam kondisi demikian, tata pemerintahan berjalan secara demokratis, taat hukum, transparan, menerapkan sistem perencanaan, penganggaran dan pengawasan secara terpadu yang berlandaskan pada partisipasi masyarakat serta bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotime (KKN). Dengan cara demikian diharapkan akan dapat diwujudkan pola pemerintahan daerah yang efektif, efisien, bersih dan berwibawa serta didukung oleh partisipasi aktif masyarakat secara keseluruhan.
Misi untuk mewujudkan sumberdaya manusia berkualitas, amanah dan berdaya saing merupakan prasyarat mutlak untuk dapat mewujudkan masyarakat yang maju dan sejahtera. Sumberdaya manusia yang berkualitas tersebut akan dapat diwujudkan melalui tiga pilar utama yaitu pendidikan yang bermutu tinggi disemua strata, pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni (IPTEKS) yang bermanfaat bagi kehidupan manusia dan derajat kesehatan yang tinggi dan merata keseluruh pelosok daerah dan lapisan masyarakat. Termasuk dalam kualitas sumberdaya manusia ini adalah adanya disiplin dan etos kerja yang baik sehingga
IV - 19
tingkat efisiensi dan produktivitas tenaga kerja menjadi cukup tinggi serta terdapatnya kesetaraan gender.
Misi untuk mewujudkan usaha ekonomi yang produktif dan efisien serta mampu bersaing di dunia global merupakan unsur penting untuk dapat mendorong kemajuan ekonomi dan kemakmuran masyarakat, terutama dalam era globalisasi dewasa ini. Kondisi tersebut diwujudkan melalui pengembangan ekonomi agribisnis (agroindustri) dan industri jasa. Usaha ekonomi yang demikian akan dapat diwujudkan dengan penciptaan persaingan yang sehat dalam dunia usaha, mencegah timbulnya monopoli dan monopsoni serta ketidakadilan dalam berusaha, mengembangkan kewirausahaan daerah, menyediakan prasarana dan sarana pembangunan yang berkualitas secara merata keseluruh pelosok daerah dan mewujudkan kepastian hukum dan iklim investasi yang kondusif bagi para investor.
Misi untuk mewujudkan kualitas lingkungan hidup yang baik dengan pengelolaan sumberdaya alam berkelanjutan juga tidak kalah pentingnya untuk dapat mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berkelanjutan dalam jangka panjang. Kualitas lingkungan hidup yang baik dan menyenangkan akan dapat diwujudkan melalui pencegahan polusi udara, pengotoran air, mengupayakan lingkungan yang bersih dan segar, serta menerapkan rencana tata-ruang secara konsekuen. Termasuk dalam hal ini adalah pengelolaan sumberdaya alam berkelanjutan yang dapat diupayakan dengan memelihara kawasan hutan lindung, mencegah eksploitasi sumberdaya alam secara berlebihan, memelihara cadangan air, memelihara biota laut dan meningkatkan konservasi alam serta reboisasi hutan secara teratur dan terus menerus.
Selanjutnya penekanan dan skala prioritas pembangunan pada RPJMD Tahap 3 (2016-2021) ini secara umum ditujukan pada skala prioritas pembangunan untuk pemantapan landasan pembangunan secara menyeluruh dengan penekanan kepada peningkatan daya saing produk dan hubungan regional terutama dengan provinsi tetangga. Daya saing produk Sumatera Barat semakin kuat karena meningkatnya produktifitas, kualitas produk dan efisiensi usaha akibat dari penggunaan teknologi maju sehingga kesejahteraan petani, peternak dan nelayan semakin membaik. Dalam waktu bersamaan, sektor pariwisata dan industri kecil lainnya dapat berkembang dengan lebih baik karena kondisi sadar wisata sudah akan semakin kuat jika masyarakatnya sudah terlepas dari kemiskinan dan kebodohan.
a. Pembangunan Agama dan Budaya
1. Pendalaman dan pencerahan pemahaman keagamaan.
2. Pengembangan sekolah dengan sistem boarding school pada setiap Kabupaten/Kota menuju Sumatera Barat sebagai pusat pendidikan Islami. 3. Peningkatan kesalehan sosial dan pengembangan kelembagaan yang akan
mengkoordinir berbagai sumber dana kedermawanan akan memanfaatkan meningkatkan perekonomian kaum duafa dan pengembangan keagamaan. 4. Peningkatan kualitas dan perbaikan manajemen, kurikulum pesantren dan
sekolah agama lainnya.
5. Pemanfaatan tanah ulayat sesuai potensi ekonomi dan sistem pengelolaan yang mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi serta mampu menjaga keberadaan tanah ulayat.
b. Pembangunan Pemerintahan dan Hukum
1. Peningkatan sinergitas antara pelaku pembangunan melalui keterpaduan program provinsi, kabupaten dan kota.
2. Peningkatan tata pemerintahan yang partisipatif, akuntabel dan transparan.
3. Peningkatan penegakan hukum yang berkeadilan dan demokratis. 4. Peningkatan pelayanan publik yang prima.
5. Pengembangan prakarsa inovatif dan kreatif dalam pencapaian kesejahteraan masyarakat.
c. Pembangunan Sumberdaya Manusia
1. Peningkatan kualitas pendidikan yang tinggi dan dilandasi moral agama. 2. Peningkatan derajat kesehatan dan gizi yang tinggi.
3. Peningkatan kemampuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. d. Pembangunan Ekonomi
1. Peningkatan kegiatan pertanian modern dan agribisnis maju dengan pendekatan wilayah.
2. Peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan pemanfaatan potensi perikanan laut.
3. Peningkatan kegiatan jasa yang mampu bersaing melalui teknologi yang maju dan modern.
4. Peningkatan Sumatera Barat sebagai daerah tujuan wisata nasional dan internasional.
5. Peningkatan Sumatera Barat sebagai pusat pertumbuhan dan pintu gerbang pantai barat Sumatera bagian barat.
e. Pembangunan Tata Ruang dan Lingkungan Hidup
1. Pelaksanaan program penataan ruang yang semakin mantap. 2. Pengawasan kawasan konservasi alam yang telah ditetapkan. 3. Perwujudan tata kelola lingkungan yang baik.
4. Perwujudan masayarakat yang sadar lingkungan.
3. Arah Kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.
Prioritas Pembangunan Nasional yang dirumuskan ke dalam 3 Dimensi Pembangunan yaitu sebagai berikut :
1. Dimensi Pembangunan Manusia, terdiri dari : a) Pendidikan
b) Kesehatan c) Perumahan d) Mental / Karakter
2. Dimensi Pembangunan Sektor Unggulan terdiri dari : a) Kedaulatan Pangan
b) Kedaulatan Energi dan Ketenagalistrikan c) Kemaritiman dan kelautan
IV - 21
3. Dimensi Pemerataan dan Kewilayahan, terdiri dari : a) Antar Kelompok Pendapatan
b) Antar Wilayah, Desa, pembangunan luar jawa dan kawasan timur 4. RPJMD Provinsi Tetangga
Provinsi Sumatera Barat dalam melaksanakan pembangunan tidak dapat berdiri sendiri dan perlu memperhatikan keselarasan pembangunan dengan Provinsi Riau, Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Jambi dan Provinsi Bengkulu yang bertetangga langsung dengan wilayah Sumatera Barat. Untuk menjamin keselarasan tersebut perlu memperhatikan visi dan misi keempat provinsi tetangga tersebut:
1. RPJMD Provinsi Riau
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Riau Tahun 2014-2019 ditetapkan melalui Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 7 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Riau Tahun 2014-2019, dengan Visi Terwujudnya Provinsi Riau yang maju, masyarakat sejahtera, berbudaya melayu dan berdaya saing tinggi, menurunnya kemiskinan, tersedianya lapangan kerja serta pemantapan aparatur, dengan Misi 1) Meningkatkan pembangunan infrastruktur, 2) Meningkatkan pelayanan pendidikan, 3) Meningkatkan pelayanan kesehatan, 4) Menurunkan tingkat kemiskinan, 5) Mewujudkan pemerintahan yang handal dan terpercaya, serta pemantapan kehidupan politik, 6) Pembangunan masyarakat yang berbudaya melayu, beriman dan bertakwa, 7) Memperkuat pembangunan pertanian dan perkebunan, 8) Meningkatkan perlindungan pengelolaan lingkungan hidup serta pariwisata, 9) Meningkatkan peran swasta dalam pembangunan.
2. RPJMD Provinsi Sumatera Utara
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Sumatera Utara Tahun 2013-2018 ditetapkan melalui Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Utara Nomor 5 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Sumatera Utara Tahun 2013-2018, dengan Visi Menjadi provinsi yang berdaya saing menuju Sumatera Utara sejahtera, Misi 1) Membangun sumberdaya manusia yang memiliki integritas dalam berbangsa dan bernegara, religius dan berkompetensi tinggi. (2) Membangun dan meningkatkan kualitas infrastruktur daerah untuk menunjang kegiatan ekonomi melalui kerjasama antar daerah, swasta, regional dan international. (3) Meningkatkan kualitas standar hidup layak kesetaraan dan keadilan serta mengurangi ketimpangan antar wilayah. (4) Membangun dan mengembangkan ekonomi daerah melalui pengelolaan sumberdaya alam lestari berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. (5) Reformasi birokrasi berkelanjutan guna mewujudkan tata kelola pemerintah yang baik dan bersih (good governance dan clean governance).
3. RPJMD Provinsi Jambi
Rancangan RPJMD Provinsi Jambi tahun 2016-2021 masih dalam proses pembahasan, rumusan Visi dalam rancangan tersebut adalah Tertib, Unggul, Nyaman, Tangguh, Adil dan Sejahtera Jambi Tuntas 2021, dengan Misi Pembangunan 1) Meningkatkan tatakelola pemerintahan daerah yang bersih, transparan, akuntabel, dan partisipatif yang berorientasi pada pelayanan
publik, 2) Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang sehat, terdidik, berbudaya, agamais dan berkesetaraan gender, 3) Menjaga situasi daerah yang kondusif, toleransi antar umat beragama dan kesadaran hukum masyarakat, 4) Meningkatkan daya saing daerah melalui optimalisasi pembangunan ekonomi kerakyatan yang didukung oleh penerapan ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi, 5) Meningkatkan aksesibilitas dan kualitas infrastruktur umum, pengelolaan energi dan sumberdaya alam yang berkeadilan dan berkelanjutan, 6) Meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
4. RPJMD Provinsi Bengkulu
Rancangan RPJMD Provinsi Bengkulu tahun 2016-2021 masih dalam proses pembahasan, rumusan Visi dalam rancangan tersebut adalah Terwujudnya Bengkulu Yang Maju, Sejahtera, Bermartabat, Dan Berdaya Saing Tinggi, dengan misi: 1) Mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih melalui reformasi tata kelola pemerintahan. 2) Meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan kesejahteraan sosial dan layanan dasar dibidang pendidikan, kesehatan serta perekonomian rakyat berbasis keunggulan lokal. 3) Meningkatkan dan memantapkan kapasitas infrastruktur dasar dan infrastruktur strategis. 4) Mewujudkan pola pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan yang berkeadilan dan berkelanjutan. 5) Mewujudkan pembangunan kemaritiman yang integratif. 6) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. 7) Meningkatkan kompetensi kepemudaan dan prestasi keolahragaan. 8) Mewujudkan masyarakat Bengkulu yang agamais, berbudaya, dan demokratis Berdasarkan visi dan misi tersebut maka arah kebijakan pembangunan Sumatera Barat sudah sejalan dan selaras dengan tujuan dan sasaran pembangunan empat provinsi tetangga. Dalam implementasinya program pembangunan yang dilakukan terutama pada daerah perbatasan perlu saling mendukung dan melengkapi didalam pencapaian visi dan pelaksanaan misi di masing-masing provinsi yang secara umum diarahkan untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Dengan demikian koordinasi pelaksanaan pembangunan infrastruktur dan pengelolaan lingkungan hidup ke empat provinsi perlu ditingkatkan dimasa yang akan datang dan dilakukan penyesuaian sesuai dengan arah kebijakan pengembangan wilayah perbatasan Sumatera Barat yang dijelaskan pada BAB VII.
V - 1
BAB V