Mahkamah Agung Republik Indonesia
DALAM EKSEPSI
II. SURAT GUGATAN PENGGUGAT KABUR (OBSCUUR LIBEL)
Kepentingan Hukum Penggugat dalam Mengajukan Gugatan Tidak Jelas dan Kabur :
Hal. 49 dari 238 hal. Putusan No. 245/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Sel.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 49
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
8. Bahwa dalam Posita Gugatan butir 5 hlm. 3, Penggugat menyampaikan dalil dimana pada pokoknya yang berhak atas tanah Eigendom Indonesia E.V. 6418 (berdasarkan Penetapan No.93/Pdt/
P/1987/PN.Jkt.Tim. tertanggal 25 April 1987), adalah Ahli Waris Al-Djamien yang diurus oleh Yayasan Al-Al-Djamien;
9. Bahwa merujuk pada Posita Gugatan butir 5 hlm. 3 tersebut, maka jika seandainya benar yang berhak atas Tanah E.V. 6418 adalah Ahli Waris Al-Djamien yang diurus oleh Yayasan Al-Djamien, lalu apa kepentingan hukum dari Penggugat (yang dalam perkara ini mengajukan gugatan dalam kapasitas pribadi serta untuk dan atas namanya sendiri) untuk mengajukan gugatan terkait Tanah E.V. 6418 yang menurut dalil Penggugat sendiri kepengurusannya menjadi wewenang dari Yayasan Al-Djamien? Apakah Penggugat selaku salah satu ahli waris Djamien? Apakah Penggugat selaku orang pribadi yang memperoleh peralihan hak atas Tanah E.V. 6418 dari Ahli Waris Djamien?, ataukah selaku salah satu Pengurus Yayasan Al-Djamien? Atau sebagai apa ?:
10.Bahwa dengan demikian, Penggugat dalam Gugatannya sama sekali tidak dapat menguraikan secara jelas dan pasti kedudukan serta kepentingan hukumnya dalam mengajukan gugatan terkait Tanah E.V. 6418, sehingga kedudukan dan kepentingan hukum Penggugat dalam perkara ini menjadi sama sekali TIDAK JELAS dan KABUR;
11.Bahwa dengan tidak jelas dan kaburnya kepentingan hukum dari Penggugat dalam mengajukan gugatan dalam Perkara ini, maka secara hukum sudah seharusnya Majelis Hakim menyatakan Gugatan Penggugat tidak dapat diterima ((Niet Onvankelijk Verklaard), karena Hal tersebut diatur dengan kaidah hukum dalam Yurisprudensi Mahkamah Agung RI No. 1357 K/Sip/1984 tanggal 27 Februari 1986, yang pada pokoknya menyatakan :
50
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 50
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Berdasar atas Asas-Asas Hukum Acara Perdata yang berlaku secara umum yaitu seseorang yang akan mengajukan suatu gugatan perdata harus dilandasi suatu kepentingan yang cukup, dan karena ternyata dari posita dan petitum surat gugatan tidak ternyata adanya kepentingan yang dimaksud atau setidak-tidaknya kabur, maka gugatan Penggugat harus dinyatakan tidak dapat diterima.
Keterangan Penggugat mengenai Kepemilikan atas Tanah E.V. 6418 dalam Gugatan adalah Tidak Jelas dan Kabur :
12.Bahwa dalam Posita butir 1 hlm. 2 Surat Gugatan Penggugat, Penggugat menyampaikan dalil yang dapat dikutip sebagai berikut:
“Bahwa Penggugat adalah Pemilik Sah atas Tanah seluas 28.748 M2 dengan dasar kepemilikan E.V. 6418 atas nama KOEROE ALIMOEDIEN Dan Para Ahli Warisnya yang tergabung dalam suatu wadah Yayasan Al-Djamien yang terletak di Jl. Raya Pasa Minggu, Kel. Pejaten (sekarang Kel.
Pejaten Timur), Kec. Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dengan batas-batas sebagai berikut:…”
Selanjutnya dalam Posita Gugatan butir 3 hlm. 3, Penggugat juga menyampaikan dalil sebagai berikut:
“Bahwa Penggugat sebagai Pemilik Sah atas tanah tersebut belum pernah menjual, menggadaikan maupun memindahtangankan kepada siapapun”
Bahwa berdasarkan Posita Gugatan yang dikutip di atas, terlihat bahwa terdapat ketidak jelasan atau kaburnya dalil gugatan mengenai siapa sebenarnya pemilik atas Tanah E.V. 6418, karena di satu sisi Penggugat (dalam kapasitasnya selaku pribadi yang bertindak untuk dirinya sendiri) telah mendalilkan bahwa dirinya-lah sebagai Pemilik Sah atas Tanah seluas 28.748 m2 (dua puluh delapan ribu tujuh ratus empat puluh delapan meter persegi) dengan dasar kepemilikan Tanah E.V. 6418, akan tetapi
Hal. 51 dari 238 hal. Putusan No. 245/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Sel.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 51
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
disisi lain, dalam uraian selanjutnya pada Posita Gugatan butir 1 hlm. 2 serta Posita Gugatan butir 5 hlm 3, Penggugat juga mengatakan bahwa Tanah E.V. 6418 seluas 28.748 m2 (dua puluh delapan ribu tujuh ratus empat puluh delapan meter persegi) adalah tercatat atas nama Koeroe Alimoedin dan para ahli warisnya yang tergabung dalam Yayasan Al-Djamien (atau dengan perkataan lain Tanah E.V. 6418 adalah milik Koeroe Alimoedin dan para ahli warisnya yang tergabung dalam Yayasan Al-Djamien). Oleh karena itu, sudah sepatutnya Gugatan Penggugat dinyatakan tidak dapat diterima.
Dalil-Dalil Penggugat dalam Gugatan adalah Saling Bertentangan Satu Sama Lain :
13.Bahwa setelah mengajukan Surat Gugatan, secara terpisah Penggugat juga telah mengajukan Permohonan Sita Jaminan (Conservatoir Beslag) melalui Surat No.: 131/P-SJ/ML/VIII/2011 tertanggal 04 Agustus 2011 (selanjutnya disebut sebagai “Surat Permohonan Sita Jaminan”);
14.Bahwa meskipun Surat Permohonan Sita Jaminan diajukan secara terpisah, akan tetapi isi dan dalil-dalil yang termuat di dalam Surat Permohonan Sita Jaminan tersebut haruslah tetap dianggap menjadi satu kesatuan dengan dalil-dalil yang telah diajukan Penggugat sebelumnya dalam Surat Gugatan;
15.Bahwa setelah dicermati, ternyata terdapat Pertentangan antara dalil yang termuat dalam Surat Gugatan dengan dalil yang termuat dalam Surat Permohonan Sita Jaminan terkait dalil-dalil mengenai Izin Mendirikan Bangunan (IMB) milik Tergugat IV dan Tergugat V;
16.Bahwa Inkonsistensi atau Pertentangan dimaksud terjadi karena Penggugat, di dalam Surat Gugatannya pada Posita Butir 14 hlm. 6 serta Petitum butir 6 hlm. 9, menyatakan bahwa IMB yang dimiliki oleh Tergugat IV dan Tergugat V adalah tidak sah dan selanjutnya
52
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 52
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Penggugat meminta agar IMB yang dimiliki oleh Tergugat IV dan Tergugat V dicabut dan dinyatakan tidak sah menurut hukum. Namun disisi lain, di dalam Surat Permohonan Sita Jaminan butir 6 dan 7 hlm.
3, Penggugat mendalilkan bahwa pada pokoknya Tergugat IV dan Tergugat V tidak memiliki IMB dalam melaksanakan pembangunan Apartemen Niffaro;
17.Bahwa dengan adanya Inkonsistensi atau Pertentangan dalil tersebut telah menyebabkan Gugatan Penggugat dalam Perkara ini menjadi Tidak Jelas dan Kabur, sehingga oleh karena itu, Gugatan Penggugat sepatutnya dinyatakan tidak dapat diterima;
Penggugat meminta Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Apartemen Niffaro dicabut dan dinyatakan tidak sah, dengan tanpa mencantumkan secara rinci Izin-Izin IMB dimaksud di dalam Gugatan, sehingga Gugatan Penggugat menjadi Tidak Jelas dan Kabur :
18.Bahwa dalam Posita Gugatan butir 14 hlm. 6, Penggugat mendalilkan bahwa pada pokoknya Tergugat IV dan Tergugat V tidak memiliki hak untuk mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB) maupun mendirikan bangunan dan oleh karenanya Penggugat memohon kepada Majelis Hakim agar Izin Mendirikan Bangunan Apartemen Niffaro dicabut dan dinyatakan tidak sah;
19.Bahwa selanjutnya di dalam Petitum Gugatan butir 6 hlm. 9, Penggugat mengajukan tuntutan berupa “Menyatakan Izin Mendirikan Bangunan yang dimiliki Tergugat IV dan Tergugat V dalam hal ini
“Niffaro Apartment” tidak sah menurut hukum”;
20.Namun demikian, ternyata di dalam Gugatannya tersebut, Penggugat sama sekali tidak menyebutkan/mencantumkan secara rinci satu persatu Izin-Izin IMB Apartemen Niffaro yang dimaksudkan, baik nomor maupun tanggal penerbitannya, maupun bentuk bangunan dan
Hal. 53 dari 238 hal. Putusan No. 245/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Sel.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 53
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
jenis konstruksi pokok bangunan dalam Izin-Izin Mendirikan Bangunan dimaksud;
21.Bahwa dengan tidak disebutkan secara rinci satu persatu Izin-Izin IMB tersebut maka telah mengakibatkan Gugatan Penggugat menjadi tidak jelas dan kabur, sehingga sudah sepatutnya Gugatan Penggugat dinyatakan tidak dapat diterima;
III. GUGATAN PENGGUGAT KURANG PIHAK (EXCEPTIO