D. Tinjauan Umum Pendaftaran Merek di Indonesia
2. Syarat & Tata Cara Permohonan Pendaftaran Merek
Mengenai syarat dan tata cara permohonan pendaftaran Merek telah diatur dalam ketentuan Pasal 7 sampai dengan Pasal 10 Undang - undang Nomor. 15 Tahun 2001 Tentang Merek, sedangkan mengenai ketentuan peraturan pelaksanaan pendaftaran Merek sebelumnya juga telah diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 1993 Tentang Tata Cara Permintaan Pendaftaran Merek dan Peraturan Nomor. 24 Tahun 1993 Tentang Kelas Barang atau Jasa Bagi Pendaftaran Merek.
Selanjutnya peraturan mengenai syarat dan tata cara permohonan pendaftaran Merek juga telah diatur pada peraturan Undang - undang Merek yang terbaru, yakni pada ketentuan Pasal 4 sampai dengan Pasal 6 Undang – undang Nomor. 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi
58
Geografis dan berdasarkan Undang – undang tersebut, telah dibuat peraturan mengenai ketentuan pelaksanaan pendaftaran Merek yang dituangkan dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor. 67 Tahun 2016 Tentang Ketentuan Mengenai Syarat Pendaftaran Merek yang telah diatur sedemikian rupa, dengan begitu Pemilik Merek harus memenuhi syarat – syarat pendaftaran Merek agar Mereknya tersebut dapat didaftarkan,.31
a. Syarat Pendaftaran Merek.
Berdasarkan ketentuan Undang – undang Nomor. 15 Tahun 2001 Tentang Merek, mengatur mengenai ketentuan permohonan pendaftaran Merek diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia kepada Direktorat Jenderal HKI dan berdasarkan ketentuan Undang – undang Nomor. 20 Tahun 2016, permohonan pendaftaran Merek diajukan secara elektronik atau non – elektronik dalam bahasa Indonesia kepada Menteri Hukum dan HAM,. Selanjutnya untuk kedua Undang – undang ini sama – sama mengatur ketentuan permohonan pendaftaran Merek dengan mencantumkan hal - hal sebagai berikut:
a. Tanggal, bulan dan tahun;
31 Abdulkadir Muhammad, Kajian Hukum Ekonomi Hak Kekayaan Intelektual , (Bandung : PT.
Citra Aditya Bakti, 2001), hlm. 132 -133
59
b. Nama lengkap, kewarganegaraan, dan alamat pemohon;
c. Nama lengkap dengan alamat kuasa apabila permohonan diajukan melalui kuasa;
d. Warna – warna apabila Merek yang dimohonkan pendaftarannya menggunakan unsur warna;
e. Nama - negara dan tanggal permintaan Merek yang pertama kali dalam hal permohonan diajukan dengan hak prioritas;
f. Kelas barang dan / atau jasa.
Namun berdasarkan ketentuan Undang – undang Merek terbaru yakni, Undang - undang Nomor. 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis, dalam ketentuan peraturan permohonan pendaftaran Mereknya, telah menambahkan pencantuman keterangan mengenai uraian jenis barang dan / jasa pada point pencantuman kelas barang dan / atau jasa.
b. Prosedur Pendaftaran Merek.
Secara umum, tahapan prosedur pendaftaran Merek telah diatur dalam Undang – undang Nomor. 15 Tahun 2001 Tentang Merek, yang terdiri atas pemeriksaan administratif, pemeriksaan substantif, pengumuman dan sertifikasi.
a). Pemeriksaan Administratif.
Pemeriksaan mengenai kelengkapan persyaratan pendaftaran Merek atau syarat administratif dalam pendaftaran Merek telah diatur
60
dalam ketentuan Pasal 13 ayat (1) dan (2) Undang – undang Nomor.
15 Tahun 2001.
Berikut bunyi Pasal 13 ayat (1) dan (2) Undang – undang Nomor.
15 Tahun 2001 :
(1) Direktorat Jenderal melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan persyaratan pendaftaran Merek sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7, Pasal 8, Pasal 9, Pasal 10, Pasal 11 dan Pasal 12.
(2) Dalam hal terdapat kekurangan dalam kelengkapan persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Dirjen HKI meminta agar kekurangan dalam kelengkapan persyaratan tersebut dipenuhi dalam waktu paling lama 2 (dua) bulan terhitung sejak tanggal pengiriman surat permintaan untuk memenuhi kelengkapan persyaratan tersebut.
Apabila dalam hal kelengkapan persyaratan pendaftaran Merek tersebut tidak dipenuhi dalam jangka waktu sebagaimana yang telah ditentukan dalam Pasal 13 ayat (2), maka Dirjen HKI akan memberikan pemberitahuan secara tertulis kepada Pemohon atau Kuasanya bahwa permohonan pendaftaran Merek tersebut dianggap ditarik kembali.
61
Pemeriksaan terhadap kelengkapan persyaratan pendaftaran Merek dilakukan dengan memastikan jika permohonan pendaftaran Merek terkait persyaratan administratif telah terpenuhi. Selanjutnya bagi permohonan pendaftaran Merek dengan menggunakan Hak Prioritas wajib dilengkapi dengan bukti penerimaan permohonan pendaftaran Merek yang pertamakali menimbulkan Hak Prioritas.
Apabila permohonan pendaftaran Merek telah memenuhi persyaratan administratif sebagaimana yang dimaksud dalam ketentuan Pasal 7, Pasal 8, Pasal 9, Pasal 10, Pasal 11 dan Pasal 12, maka selanjutnya terhadap permohonan pendaftaran Merek tersebut akan diberikan tanggal penerimaan.
b). Pemeriksaan Substantif.
Terkait pemeriksaan substantif telah diatur pada ketentuan Pasal 18 Undang – undang Nomor. 15 Tahun 2001. Dalam hal ini, pemeriksaan substantif dilakukan dalam kurun waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal pendaftaran Merek. Pemeriksaan substantif dilakukan oleh Pemeriksa yang ditunjuk oleh Direktorat Jendral, pelaksanaan pemeriksaan substantif dilakukan berdasarkan ketentuan Pasal 4, 5 dan 6. Penyelesaian pemeriksaan substantif tersebut akan diselesaikan dalam kurun waktu paling lama 9 (sembilan) bulan.
62 c). Pengumuman
Dalam hal Pemeriksa melaporkan bahwa hasil pemeriksaan substantif dapat disetujui untuk didaftar, maka atas persetujuan dari Dirjen HKI permohonan pendaftaran Merek tersebut akan diumumkan dalam Berita Resmi Merek (BRM) dalam kurun waktu 10 (sepuluh) hari terhitung sejak tanggal disetujuinya permohonan pendaftaran Merek untuk didaftarkan. Hal ini ini sebagaimana yang telah diatur pada ketentuan Pasal 21 Undang – undang Nomor. 15 Tahun 2001 Tentang Merek.
Apabila selama dalam kurun waktu 3 (tiga) bulan berlangsungnya proses pengumuman permohonan pendaftaran Merek tersebut, terdapat pihak yang berkeberatan, maka bagi pihak ketiga diberikan kesempatan untuk mengajukan keberatannya tersebut kepada Dirjen HKI. Hal ini sebagaimana yang telah diatur pada ketentuan Pasal 24 ayat (1), (2) dan (3) Undang – undang Nomor. 15 Tahun 2001 Tentang Merek.
Alasan mengenai keberatan atas pengumuman permohonan pendaftaran Merek sebagaimana yang dimaksud pada Pasal 24 ayat (1) tersebut dapat diajukan apabila terdapat alasan yang cukup dan disertai bukti bahwa Merek yang dimohonkan pendaftarannya tersebut adalah Merek yang berdasarkan Undang – undang Nomor. 15 Tahun 2001 tidak dapat didaftarkan atau ditolak atau dalam hal ini
63
bertentangan dengan hal – hal yang bersifat substantif sebagaimana yang dimaksud pada ketentuan Pasal 4, 5 dan 6 Undang - undang Nomor. 15 Tahun 2001.
Selanjutnya bagi Pemohon yang permohonan pendaftaran Mereknya menerima keberatan berhak mengajukan sanggahan terhadap keberatan tersebut.
d). Sertifikasi.
Setelah berakhirnya masa pengumuman permohonan pendaftaran Merek dan jika tidak terdapat keberatan, maka Dirjen HKI akan menerbitkan dan memberikan sertifikat Merek kepada Pemohon Merek atau Kuasanya dalam kurun waktu 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal berakhirnya pengumuman.
Sertifikat Merek merupakan alat bukti yang sah untuk membuktikan Hak Atas Merek yang merupakan “hak eksklusif” dari Negara yang diberikan untuk Pemilik Merek selama jangka waktu tertentu untuk dipergunakan sendiri atau untuk dipergunakan oleh pihak lain dengan seizinnya, hal ini sebagaimana yang teleah diatur dalam ketentuan pasal 27 UU Merek Nomor. 15 Tahun 2001 Tentang Merek.
Secara umum, tahapan prosedur pendaftaran Merek juga telah diatur dalam ketentuan Undang – undang Merek Nomor. 20 Tahun 2016 Tentang
64
Merek dan Indikasi Geografis yang terdiri atas pemeriksaan formalitas (administratif), pengumuman, pemeriksaan substantif dan sertifikasi.
a). Pemeriksaan Formalitas (syarat administartif)
Mengenai peraturan pemeriksaan kelengkapan persyaratan pendaftaran Merek telah diatur dalam ketentuan Pasal 11 Undang – undang Nomor. 20 Tahun 2016. Bahwa permohonan pendaftaran Merek yang diajukan oleh Pemohon atau Kuasanya haruslah memenuhi semua kelengkapan persyaratan pendaftaran Merek sebagaimana yang dimaksud dalam ketentuan Pasal 4, Pasal 5, Pasal 6, Pasal 7, Pasal 9 dan Pasal 10 Undang – undang Nomor. 20 Tahun 2016.
Pemeriksaan mengenai kelengkapan persyaratan pendaftaran Merek tersebut dilakukan dengan memastikan bahwa syarat – syarat administratif atas permohonan pendaftaran Merek tersebut telah dipenuhi. Berdasarkan ketentuan Pasal 11 ayat (2) Apabila dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal penerimaan permohonan,terdapat kekurangan dalam hal kelengkapan persyaratan administratif atas pendaftaran Merek tersebut maka diberitahukan kepada Pemohon untuk melengkapi persyaratan tersebut paling lama 2 (dua) bulan terhitung sejak tanggal surat pemberitahuan.
Apabila selama kurun waktu 2 (dua) bulan atau sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2), Menteri akan memberi
65
pemberitahuan secara tertulis kepada Pemohon, bahwa permohonannya dianggap ditarik kembali. Namun apabila permohonan Merek tersebut telah memenuhi syarat minimum diantaranya formulir permohonan Merek (diisi lengkap), label Merek, bukti pembayaran biaya. Hal ini sebagaimana yang telah diatur dalam Pasal13. Selanjutnya terhadap permohonan Merek yang telah memenuhi syarat minimum tersebut diberikan tanggal penerimaaan.
b). Pengumuman
Selanjutnya Menteri akan mengumukan permohonan Merek yang telah memenuhi syarat minimum untuk diumumkan dalam Berita Resmi Merek terhitung 15 (lima belas) hari sejak tanggal penerimaan permohonan pendaftaran Merek, sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 13. Pengumuman permohonan Merek dilakukan secara berkala oleh Menteri dan berlangsung selama 2 (dua) bulan yang diumumkan melalui sarana elektronik dan / atau non-elektronik.
Selama masa pengumuman, pihak ketiga dapat mengajukan keberatan atas pengumuman permohonan pendaftaran Merek tersebut.
Alasan keberatan yang dimaksud adalah apabila terdapat cukup alasan disertai bukti bahwa Merek yang dimohonkan pendaftarannya tersebut adalah Merek yang berdasarkan Undang – undang Merek Nomor. 20 Tahun 2016 tidak dapat didaftarkan atau ditolak atau haruslah sesuai dengan hal – hal yang bersifat substantif berdasarkan ketentuan Pasal
66
Pasal 20 dan Pasal 21 UU No. 20 Tahun 2016. Selanjutnya bagi Pemohon yang permohonan pendaftaran Mereknya menerima keberatan berhak mengajukan sanggahan terhadap keberatan.
b). Pemeriksaan Substantif.
Terkait pemeriksaan substantif telah diatur pada ketentuan Pasal 23 Undang – undang Nomor. 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis. Dalam hal ini, waktu penyelesaian pemeriksaan substantif diselesaikan dalam kurun waktu paling lama 150 (seratus lima puluh) hari .Pemeriksaan substantif adalah pemeriksaan yang dilakukan oleh Pemeriksa yang ditunjuk oleh Dirjen HKI Kementrian Hukum dan HAM terhadap permohonan pendaftaran Merek Pemeriksaan ini dilakukan apabila Merek tersebut telah memenuhi persyaratan secara administratif.
Proses pemeriksaan substantif berlangsung bersamaan dengan proses pengumuman permohonan Merek, bahwa segala keberatan ataupun sanggahan pada saat berlangsungnya pengumuman permohonan Merek, akan menjadi bahan pertimbangan dalam pemeriksaan substantif. Hal ini sebagaimana yang dimaksud pada ketentuan Pasal 16 dan Pasal 17 Undang - Undang Nomor. 20 Tahun 2016.
d). Sertifikasi
67
Dalam hal ini, apabila Pemeriksa memutuskan jika permohonan pendaftaran Merek tersebut dapat didaftarkan, maka selanjutnya Menteri akan menerbitkan sertifikat Merek bagi Pemohon. Hal ini sebagaimana yang telah diatur pada ketentuan Pasal 25 Undang – undang Nomor. 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis.
Sertifikat Merek merupakan alat bukti yang sah untuk membuktikan Hak Atas Merek yang merupakan pemberian “hak eksklusif” oleh Negara yang diberikan untuk Pemilik Merek, selama jangka waktu tertentu untuk dipergunakan sendiri atau untuk dipergunakan oleh pihak lain dengan seizinnya.