• Tidak ada hasil yang ditemukan

Syukur untuk segala berkat

Dalam dokumen publikasi e-sh (Halaman 196-199)

Judul: Syukur untuk segala berkat

Berkat apa yang biasanya membuat Anda bersyukur dengan mudah? Apakah hal-hal konkret seperti lulus ujian sarjana, meraih keuntungan besar dalam investasi, menang undian berhadiah mobil atau hal-hal yang lebih prinsip seperti keadilan yang ditegakkan, korupsi yang dibongkar dan pelakunya dipenjarakan?

Mazmur 67 adalah ungkapan syukur umat Israel karena panen mereka berhasil (7). Akan tetapi, yang disyukuri bukan melulu kelimpahan pangan. Pemazmur melihat berkat Tuhan yang jauh lebih luas dan prinsip, yaitu mereka memiliki Allah yang memerintah dengan adil dan berdaulat atas umat-Nya, juga atas seluruh bumi (5).

Mazmur ini dibuka dengan menggemakan berkat yang biasa diucapkan seorang imam kepada umat (2; Bil. 6:24-26) lalu direspons secara bertanggapan. Ayat 2-3, 5, 7-8 diucapkan oleh seorang imam yang memimpin ibadah. Ayat 4 dan 6 adalah sambutan umat yang menggemakan bahwa berkat untuk Israel adalah juga untuk bangsa-bangsa di dunia. Maka sepantasnyalah gema mazmur ini dikumandangkan juga oleh semua bangsa sehingga bersama umat Allah, mereka menaikkan syukur kepada Allah yang telah menyatakan keselamatan-Nya.

Dari ungkapan syukur ini terungkap kembali panggilan lama umat Allah. Berkat dari para imam kepada Israel (2) adalah dasar bagi umat Allah untuk menjadi saksi keselamatan Allah kepada bangsa-bangsa (3).

Dari mazmur ini kita belajar untuk tidak menjadi umat yang berpusat pada diri sendiri, yang hanya melihat berkat Allah seputar kebutuhan hidup sehari-hari atau jaminan masa depan pribadi. Ingatlah bahwa berkat Allah dihadirkan kepada Anda dan melalui Anda untuk orang lain. Berkat Allah lebih luas dari panen melimpah. Berkat Allah nyata juga saat orang-orang di ujung bumi mengenal Juruselamat mereka dan saat mereka menerima perlakuan adil dari sesama.

Diskusi renungan ini di Facebook:

197 Senin, 2 Juli 2012 Bacaan : Kejadian 29:1-14

(2-7-2012)

Kejadian 29:1-14

Pemeliharaan Allah

Judul: Pemeliharaan Allah

Pemeliharaan Allah sering kali kelihatan begitu sederhana, tetapi dalam kesederhanaan tersebut justru terlihat keindahannya. Ketika tiba di sumur, Yakub segera berjumpa Rahel. Ini

mengingatkan kita pada hamba Abraham yang juga langsung bertemu Ribka di sumur tersebut (Kej. 24). Meskipun dalam peristiwa hamba Abraham, ia datang dengan membawa banyak barang berharga di atas unta-untanya dan Yakub datang hanya dengan tangan kosong, pemeliharaan Allah pada kedua hamba-Nya itu tetaplah sama.

Istilah "batu" penutup sumur di nas ini yang muncul 4 kali (2, 3 [2x], 10), berkaitan dengan istilah "batu" di Betel (28:11, 18, 22). Kedua batu tersebut mengingatkan kita pada janji Allah untuk menyertai dan melindungi Yakub (28:15). Penekanan pada Rahel sebagai anak Laban, saudara ibunya (10), mengingatkan kita pada nasihat Ribka dan Ishak (27:43 dan 28:2). Hal ini memberi petunjuk bahwa gadis ini akan menjadi istri Yakub. Sungguh menakjubkan

pemeliharaan Tuhan, sama seperti hamba Abraham yang langsung bertemu dengan calon istri Ishak, Yakub pun langsung bertemu dengan calon istrinya di tempat yang sama, yaitu sumur. Perjumpaan Yakub, Rahel, dan Laban yang berkata "engkau sedarah sedaging dengan aku" (14), menunjukkan bahwa Yakub telah diterima sebagai saudara. Di sini terlihat betapa Tuhan

memelihara keturunan Abraham, yaitu melalui pertolongan-Nya dalam mencarikan mereka pasangan hidup.

Kita sering tidak sadar betapa Allah kita adalah Pribadi yang melimpahkan kasih setia-Nya dari generasi ke generasi. Bukankah Tuhan pernah berkata: "Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada

perintah-perintah-Ku" (Kel. 20:6). Kata "beribu-ribu orang" dalam ayat ini dapat dipahami sebagai "dari generasi ke generasi." Marilah kita beriman bahwa Allah yang telah memelihara gereja-Nya selama ribuan tahun akan tetap melimpahkan kesetiaan-Nya pada generasi kita dan seterusnya.

Diskusi renungan ini di Facebook:

198 Selasa, 3 Juli 2012 Bacaan : Kejadian 29:15-30

(3-7-2012)

Kejadian 29:15-30

Penipu tertipu

Judul: Penipu tertipu

Alkitab tidak secara langsung mengatakan bahwa Yakub yang menipu ayahnya mendapat hukuman dari Allah. Namun sebenarnya Allah telah menghukum Yakub secara "mata ganti mata, " yaitu prinsip keadilan Allah dalam penerapan hukuman terhadap pelanggaran umat-Nya. Kita mungkin berpikir bahwa konsep tersebut merupakan hukum balas dendam. Namun

sesungguhnya ini adalah konsep keadilan Allah untuk menghukum orang yang salah sesuai dengan kejahatan yang dilakukannya (Ul. 19:15-21). Namun sayangnya, pada zaman Tuhan Yesus banyak orang Yahudi telah keliru menafsirkan hukum ini dan menganggapnya sebagai hukum balas dendam. Itu sebabnya Tuhan Yesus menentang tafsiran mereka (Mat. 5:38-42). Hukum ini sesungguhnya sama dengan hukum tabur tuai yang Tuhan Yesus ajarkan.

Yakub yang jatuh cinta kepada Rahel ternyata dikelabui oleh Laban dengan memberikan Lea, kakak Rahel, sebagai ganti Rahel. Jika dahulu Yakub menggunakan taktik untuk menipu Ishak guna mendapatkan hak kesulungan, saat itu Yakub dikelabui oleh Laban guna mendapatkan suami bagi putri sulungnya. Jika dulu Yakub menipu Ishak yang buta maka kini ia pun ditipu Laban dalam kegelapan malam. Ketika Yakub sadar bahwa ia telah ditipu, ia bertanya kepada Laban "Mengapa engkau menipu aku?" Kata "menipu" yang dipakai di sini merupakan kata kerja yang kata bendanya muncul dalam Kej. 27:35 di mana Ishak berkata kepada Esau "Adikmu telah datang dengan tipu daya." Jelas bahwa penulis mau mengatakan bahwa Allah menghukum Yakub sesuai dengan perbuatannya. Si penipu pun kini tertipu. Seperti Yakub telah menipu ayahnya, sekarang dengan cara yang sangat mirip ia ditipu oleh ayah mertuanya.

Kita harus sadar bahwa Allah kita adalah Allah yang adil dan kudus, sehingga Ia akan

menghukum orang yang berdosa, tetapi Ia tidak lupa untuk memberikan berkat kepada yang taat dan bersandar kepada-Nya. Karenanya marilah kita dengan giat terus belajar untuk taat kepada Tuhan sehingga kita pun akan menuai berkat sebagaimana yang telah dijanjikan-Nya.

Diskusi renungan ini di Facebook:

199 Rabu, 4 Juli 2012

Bacaan : Kejadian 29:31-30:13

(4-7-2012)

Kejadian 29:31-30:13

Dalam dokumen publikasi e-sh (Halaman 196-199)