• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV DESKRIPSI PELAKSANAAN PENELITIAN, TABULAS

B. Tabulasi Data

1. Deskripsi Data penelitian

Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2016-Januari 2017. Berdasarkan hasil uji coba 6 soal tes yang dilakukan pada kelas VIII B diperoleh 5 (lima) soal valid dan 1 (satu) soal tidak valid sehingga dalam penelitian digunakan 5 soal yang valid dengan alokasi waktu 50 menit. Soal tes yang dianggap valid tersebut juga merupakan soal tes yang reliabel sehingga kelima soal tersebut digunakan dalam penelitian.

Pada pelaksanaan penelitian siswa kelas VII C diminta untuk mengerjakan soal-soal yang diberikan dengan menuliskan hal-hal yang diketahui dari soal serta menuliskan langkah-langkah dalam penyelesaian soal. Langkah-langkah penyelesaian yang tertulis dalam lembar jawab

siswa akan membantu peneliti dalam mengukur kemampuan komunikasi matematis yang dimiliki siswa.

Secara keseluruhan terutama dari segi waktu pelaksanaan penelitian ini berjalan dengan lancar hal itu terbukti dari waktu penelitian sesuai dengan perjanjian antara guru mata pelajaran dan peneliti. Beberapa situasi yang menyebabkan beberapa kendala dalam penelitian kebanyakaan datang dari subyek penelitian sebab pada saat penelitian khususnya ketika peneliti melakukan tes kemampuan komunikasi matematis dengan soal-soal yang telah disiapkan dan menyuruh siswa untuk mengerjakan soal tersebut dengan waktu satu jam pelajaran, siswa terlalu banyak bertanya sehingga membuat mereka kurang fokus untuk menggunakan waktu sebaik mungkin dalam pengerjaan soal tes, hal ini menyebabkan kebanyakan siswa tidak menjawab pada soal-soal terakhir dalam tes tersebut. Menurut pengematan peneliti sebenarnya subyek penelitian bukannya tidak bisa mengerjakan soal tetapi mereka tidak bisa menterjemahkan maksud soal karena tidak terbiasa dengan soal berbentu demikian, hal ini diketahui ketika peneliti memiliki kesempatan untuk membahas soal tes di kelas yang menjadi subyek penelitian dengan melihat respon siswa yang baru memahami maksud soal setelah soal dibahas bersama.

Sebagai tindak lanjut dari penelitian, peneliti juga melakukan wawancara di ruang perpustakaan pada jam istirahat. Wawancara dilakukan setelah peneliti melihat data dari tes kemampuan komunikasi matematis yang kurang baik, harapannya wawancara ini dapat membantu

peneliti mengetahui penyebab buruknya hasil tes kemampuan komunikasi matematis siswa.

2. Analisis Data Penelitian

Data yang digunakan peneliti ialah data kualitatif dan kuantitatif, data kualitatif yang dimaksud adalah data yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara sedangkan data kuantitatif yang dimaksud adalah data yang diperoleh dari tes kemampuan komunikasi matematis dan angket.

Dari hasil tes dan angket untuk mengukur kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VII C SMP kanisius Gayam Yogyakarta berdasarkan penskoran yang dilakukan peneliti, kemudian dilakukan wawancara terhadap 9 orang siswa yang dipilih. Pemilihan siswa berdasarkan kemampuan akademik yang dimilikinya di dalam kelas serta hasil dari tes kemampuan komunikasi matematis. Enam orang siswa yang dipilih terdiri dari dua orang siswa yang memiliki kemampuan akademik diatas rata-rata (dipilih oleh guru matapelajaran), dua orang siswa yang memiliki kemampuan akademik dibawah rata (dipilih oleh guru mata pelajaran, satu orang yang memiliki nilai yang cukup baik dalam tes kemampuan komunikasi matematis (dipilih oleh peneliti) serta empat orang yang memiliki nilai kurang baik dalam tes kemampuan komunikasi matematis (dipilih oleh peneliti). Berikut akan dijelaskan satu persatu hasil tes kemampuan komunikasi matematis siswa dari setiap instrument yang digunakan peneliti:

a. Data Tes kemampuan komunikasi matematis

Data tes kemampuan komunikasi matematis ini digunakan untuk mengukur kemampuan komunikasi matematis yang dimiliki oleh siswa mengenai materi operasi hitung bentuk aljabar. Siswa kelas VII C SMP Kanisius Gayam yang merupakan subyek dalam penelitian ini mengikuti tes kemampuan komunikasi matematis sebanyak satu kali. Skor yang diperoleh siswa pada data berdasarkan pedoman penilaian pada lampiran B.4. Tabulasi data penskoran yang diperoleh siswa pada setiap nomor soal disajikan dalam tabel berikut.

Tabel 4.3 Skor Tes Kemampuan Komunikasi Matematis siswa

No Nama Skor Soal

Soal 1 Soal 2 Soal 3 Soal 4 Soal 5

1 S1 1 0 0 0 0 2 S2 0 1 0 0 0 3 S3 0 2.5 1 1 0 4 S4 0 2 0 0 0 5 S5 1 0 2 0 0 6 S6 0.5 1 0.5 2 0 7 S7 1.5 2 2 0 0 8 S8 2 1 2.5 0 0 9 S9 2 1 1.5 2 0 10 S10 0 1 2 0 0 11 S11 2 1 2 0 0 12 S12 2 1 2.5 1 0 13 S13 0 0 0 0 0 14 S14 0.5 1 1.5 0 0 15 S15 1.5 3 2 0 0 16 S16 0 0 0 0 0 17 S17 0 2 3 1 0 18 S18 0 2 1 1 2 19 S19 0 1 0.5 0 0 20 S20 0.5 1 1 0 0

No Nama Skor Soal

Soal 1 Soal 2 Soal 3 Soal 4 Soal 5

21 S21 2 3 1 3 0

22 S22 0 0 0 0 0

23 S23 0 0 0 0 0

24 S24 0 0 0 0 0

25 S25 0.5 0 1 0 0

b. Data Hasil angket kemampuan komunikasi matematis siswa

Data angket komunikasi matematis siswa digunakan untuk mengukur kemampuan komnikasi matematis siswa kelas VIIC SMP Kanisius Gayam Yogyakarta. Pernyataan yang terdapat pada angket terdiri dari 17 pernyataan positif dan 11 pernyataan negatif. Angket ini diisi oleh siswa sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki. Berikut ini ringkasan data banyaknya siswa yang menjawab pilihan pernyataan angket kemampan komunikasi matematis siswa berdasarkan setiap pernyataannya.

Tabel 4.4 Ringkasan Pilihan Pernyataan 25 Siswa Tiap Pernyataan

No Pernyataan Bentuk

Pernyataan

Skala Penilaian

Selalu Sering Jarang Tidak pernah 1

Saya dapat menyatakan peristiwa sehari-hari dalam bentuk operasi hitung aljabar.

Positif 1 5 15 4

2

Saya tidak bisa membuat kesimpulan mengenai operasi hitung aljabar yang sudah saya pelajari.

Negatif 0 4 20 1

3

Saya merumuskan definisi dan istilah-istilah dalam aljabar dengan kata-kata saya sendiri

Positif 2 13 6 4

4

Saya tidak dapat menggungkapkan kembali prosedur operasi hitung aljabar dengan bahasa saya sendiri.

No Pernyataan Bentuk Pernyataan

Skala Penilaian

Selalu Sering Jarang Tidak pernah

5

Saya dapat menjelaskan ide matematika dalam operasi hitung aljabar secara tertulis dengan menggunakan gambar atau grafik.

Positif 0 5 15 5

6

Saya tidak dapat menjelaskan situasi matematika secara tertulis dengan menggunakan ekspresi aljabar

Negatif 1 5 14 5

7

Saya dapat mengubah gambar atau diagram dalam bentuk operasi aljabar.

Positif 2 4 15 4

8

Saya tidak mendengarkan penjelasan guru tentang materi operasi hitung aljabar matematika

Negatif 1 1 11 12

9

Saya dapat menjelaskan ide matematika dalam operasi hitung aljabar secara lisan dengan menggunakan benda nyata

Positif 1 5 15 4

10

Saya dapat memberikan tanggapan

(pertanyaan/komentar)

mengenai presentasi tentang operasi hitung aljabar.

Positif 1 5 12 7

11

Saya tidak dapat memberikan gambaran tentang benda nyata dengan simbol matematika dalam operasi htung aljabar.

Negatif 1 2 17 5

12

Saya dapat mengaitkan pemecahan masalah operasi hitung aljabar dengan materi operasi hitung bilangan bulat dan pecahan.

Positif 4 7 13 1

13

Saya dapat menjelaskan ide penyelesaian masalah secara tertulis dengan menggunakan ekpresi aljabar.

Positif 0 11 10 4

14

Saya tidak dapat menyusun model matematika bentuk aljabar dari suatu peristiwa.

No Pernyataan Bentuk Pernyataan

Skala Penilaian

Selalu Sering Jarang Tidak pernah

15

Saya dapat menjelaskan situasi matematikadalam operasi hitung aljabar secara lisan dengan menggunakan benda nyata

Positif 0 8 15 2

16

Saya tidak dapat menjelaskan ide matematika dalam operasi hitung aljabar secara lisan dengan menggunakan gambar atau grafik.

Negatif 1 7 15 2

17

Saya dapat menjelaskan situasi matematika secara lisan dengan menggunakan ekspresi aljabar

Positif 1 6 13 5

18

Saya tidak dapat menjelaskan ide penyelesaian masalah secara lisan dengan menggunakan ekpresi aljabar.

Negatif 1 2 20 2

19

Saya berdiskusi tentang materi operasi hitung aljabar dengan teman

Positif 10 13 1 1

20

Saya tidak dapat menjelaskan ide matematika dalam operasi hitung aljabar secara tertulis dengan menggunakan benda nyata

Negatif 0 4 17 4

21

Saya mencatat hal-hal yang saya anggap penting dalam materi operasi hitung aljabar.

Positif 19 4 2 0

22

Saya tidak memahami presentasi teman tentang operasi hitung aljabar.

Negatif 0 3 15 7

23

Saya dapat menjelaskan situasi matematikadalam operasi hitung aljabar secara lisan dengan menggunakan gambar atau grafik.

Positif 0 6 14 5

24

Saya tidak dapat menjelaskan situasi matematikadalam operasi hitung aljabar secara tertulis dengan menggunakan gambar atau grafik.

No Pernyataan Bentuk Pernyataan

Skala Penilaian

Selalu Sering Jarang Tidak pernah 25

Saya bertanya tentang materi hitung aljabar dengan guru apabila ada yang tidak saya mengerti.

Positif 11 8 5 1

26

Saya dapat memberikan tanggapan

(pertanyaan/komentar)

mengenai presentasi tentang operasi hitung aljabar.

Positif 2 2 17 4

27

Saya dapat menunjukkan hasil pekerjaan saya tentang operasi hitung aljabar.

Positif 5 11 8 1

28

Saya mendengarkan penjelasan guru tentang materi operasi hitung aljabar matematika dengan serius

Positif 10 10 5 0

Selain data di atas, peneliti juga menyajikan skor lengkap yang diperoleh siswa pada setiap pernyataan yang dijawabnya. Peneliti mengolah penskoran dengan menggunakan skala likert yang berdapat pada lampiran B.5.

c. Wawancara Siswa

Melihat hasil tes kemampuan komunikasi matematis siswa yang kurang baik peneliti melakukan wawancara terhadap 9 siswa di kelas VII C. Pemilihan keenam siswa tersebut berdasarkan hasil tes dan angket siswa yang tidak singkron. Hasil wawancara terhadap sepuluh siswa adalah sebagai berikut:

1. Siswa 1

P: Menurut kamu bagaimana kemampuan kamu dalam mengubah uraian/gambar ke dalam model matematika dalam operasi hitung aljabar dan sebaliknya ? apa kamu merasa bisa atau tidak?

S: agak sulit juga sih. P: sulitnya dibagian mana?

P: sejauh ini bagaimana cara kamu mengatasi kesulitan yang kamu alami?

S: kalau saya mengerjakan saya mengira-ngira saja.

P: Apakah guru mata pelajaran membiasakan kalian dengan soal- soal uraian seperti soal tes yang saya berikan?

S: ia Terbiasa.

P: Terus apa yang menbuat kalian masih kurang paham ketika diberikan soal-soal uraian?

S: Karena kurang serius sama gak Tanya kalau belum paham. P: kalau dilihat dari pekerjaamu kamu salah pada menjawab soal

nomor 2, coba jelaskan kenapa jawaban kamu seperti itu? S: gak tu mbak, Cuma ngira-ngira.

P: coba buat uraian tentang bentuk aljabar 2x+x+5x+4y

S: ya misalkan ada 2 pensil terus waktu pulang diberi ada seorang perempuan itu memberi buku 2, 2 buah buku terus sampai dirumah ditambah setengah dari yang dia beli terus dia beli lagi 2 setengah dari yang dia beli pertama lalu dia butuh penghapus jumlahnya 4.

P: kenapa kalau kamu buat uraian harus ada setengah dari atau dua setengah dari?

S: a… bingung e saya

P: kenapa soal nomor 4 dan 5 tidak kamu kerjakan?

S: hmmm… karen waktunya habis mbak saya terlalu lama

ngerjain yang awal-awal

P: coba kamu jawab soal nomor 5, kan waktu tes kamu tidak menjawab

S: hmmmm… gimana yo, a selisih D dan T 5

P: Selisih dalam soal itu maksudnya apa? S: Selisih umur, ya selisih umur.

P: Kalau diubah dalam model matematika?

Gambar 4.1 Lembar Kerja Siswa 1

Siswa ini kurang teliti membaca perintah soal sehingga melakukan cukup banyak kesalahan ketika mengerjakan soal. Salah satu kesalahan yang dilakukan adalah ketikan menghitung dikali siswa menjawab selain itu siswa juga tidak menjawab soal nomor 4 dan 5. Siswa ini juga seringkali bingung ketika ditanya dan ketika diminta membuat uraian dari suatu bentuk aljabar dia menjadi bingung. Uraian yang dibuat oleh siswa ini menggunakan variabel yang tidak konsisten. Jadi menurut peneliti siswa ini tidak mampu mengungkapkan kembali suatu uraian atau paragraph matematika dalam bahasa sendiri.

2. Siswa

P: Menurut kamu bagaimana kemampuan kamu dalam mengubah uraian/gambar ke dalam model matematika dalam operasi hitung aljabar dan sebaliknya? apa kamu merasa bisa atau tidak? S: Bisa sih.

P: waktu mengerjakan soal tes kemarin bisa gak? S: ya agak bingung.

P: kenapa?

S: Karena belum pernah sih dikasi soal kayak gini, tapi paling kalo dikasi soal itu Cuma disuruh ubah atau jabarkan (menyederhanakan).

P: Gurunya pernah mengajarkan mengenai soal cerita tidak? S: cerita engak,Gak pernah.

P: kok tadi temanmu bilang pernah ya?

S: oh, mungkin kalo sebelumnya pernah tapi aku sih baru. P: oh kamu baru ya?

S: ia aku pindahan.

P: bagian mana dari tes yang membuat kamu merasa kesulitan? S: Ngerti sih, tapi kayak kurang konsentrasi.

P:Menurut kamu soal tes nya mudah atau sulit? S: Mudah, Cuma gak paham karna belum belaar aja.

P: kamu kan anak pindahan, bagaimana cara kamu mengatasi ketertinggalan kamu dalam hal materi?

S: ya paling nanya sama ibu, biasa kalo ada yang gak ngerti aku Tanya.

P: Terus, menurut kamu apakah cara gurunya mengajar dapat kamu pahami dan membantu kamu?

S: Merasa terbantu, gurunya ngajarnya enak dan aku paham karena abis diajari langsung dikasi latihan soal gitu.

P: kenapa pas tes kemarin kamu tidak mengerjakan soal nomor 5? S: karena gak bisa mbak, gak ngerti soalnya

P: gak ngerti bagian mananya? S: gak ngerti harus diapain mbak

P: kalau dibeberapa soal kamu kebanyakan salah hitung, itu kenapa ya?

Gambar 4.2 Lembar Kerja Siswa 2

Siswa ini sepertinya memang kurang konsentrasi dalam mengerjakan soal misalnya terlihat di dalam pekerjaannya dengan kesalahan seperti , dan siswa ini juga tidak mengerjakan soal nomor 5 karena tidak paham dengan maksud soal. Siswa ini juga terlihat tidak teliti, hal ini terlihat pada hasil pekerjaannya yaitu ketika diminta menggambar permukaan meja dengan panjang 5x dan lebar 3y, dia menulis lebar meja 3x. jadi, sejauh ini, menurut peneliti siswa ini tidak mampu menyatakan peristiwa sehari-hari dalam bahasa atau simbol matematika atau menyusun model matematika suatu peristiwa.

3. Siswa 3

P: Menurut kamu bagaimana kemampuan kamu dalam mengubah uraian/gambar ke dalam model matematika dalam operasi hitung aljabar dan sebaliknya? apa kamu merasa bisa atau tidak? S: Merasa bisa tapi agak sulit.

P: Sulitnya dibagian mana?

S: dibagian soal nomor satu mbak yang ada kalimat “setengah dari panjangnya” agak-agak bingung.

P: Kalau dalam mengubah bentuk aljabar ke dalam cerita bagaimana?

S: Bisa

P: Sejauh ini bagaimana cara kamu mengatasi kesulitan yang kamu alami?

S: kadang-kadang tanya sama sama guru kalo gak bisa.

P: Apakah guru mata pelajaran mengajarkan bentuk-bentuk soal seperti yang ada pada tes kemarin?

S: udah diajarin.

P: pas ibunya ngajari kamu ngerti gak? S: Ngerti.

P: Cara ibunya mengajar menurut kamu bagaimana?

S: ee… Jelas dan kayak udah paham kalo diajarin.

P: Menurut kamu soal tes nya sulit gak?

S: Kadang-kadang ada yang sulit kadang-kadang ada yang gampang.

P: Kalo ada bagian dari pelajaran yang gak kamu pahami itu gara- gara apa ya?

S: Kadang-kadang ngomong sendiri di kelas tapi kadang-kadang perhatiin.

P: Kenapa pada saat tes soal nomor 3, 4 dan 5 tidak dikerjakan? S: karena belum selesai

P: Tapi paham gak sama maksud soalnya? S: Kadang-kadang paham kadang-kadang engak

P: Kamu tidak pahamnya dibagiaman mana? coba kamu selesaikan soal nomor satu ya, di sini panjang balok 2x+1 terus lebarnya setengah dari panjangnya terus tingginya dua kali panjangnya, coba buat model matematika untuk menghitung volume balok? S: Karena rumusnya 2x+1=3x, terus setengah 2x+2 = 4 terus 2x+1

dikali 2x+1 = 3x dikali 3x = 9 P: Kenapa 2x+1=3x?

Gambar 4.3 Lembar Kerja Siswa 3

Siswa ini di dalam kertas jawabannya hanya menjawab soal nomor dua yaitu mengenai mengubah bentuk aljabar kedalam suatu uraian sedangkan soal nomor 3,4 dan 5 tidak dikerjakan. Soal nomor 1 dikerjakan tetapi siswa menjawab tidak benar, dari pekerjaannya terlihat bahwa siswa sepertinya memang tidak paham mengenai operasi hitung bentuk aljabar. Kesalahan-kesalahan yang dilakukankan siswa sebagian besar ketika mengoperasikan bentuk aljabar misalnya

Hal ini menunjukkan bahwa siswa ini tidak mampu melukiskan atau merepresentasikan benda nyata atau gambar dalam bentuk ide atau simbol matematika dan siswa juga tidak mampu menyusun model matematika suatu peristiwa.

4. Siswa 4

P: Menurut kamu bagaimana kemampuan kamu dalam mengubah uraian/gambar ke dalam model matematika dalam operasi hitung aljabar dan sebaliknya? apa kamu merasa bisa atau tidak? S: Masih agak susah bu.

P: Susahnya dibagian mana?

S: Susah kalo ngubah uraian kedalam model matematika, kalo sebaliknya lumayan bu. Masih agak bingung juga bu

P: Bingungnya bagiaan mana?

S: (diam muka bingung ……)

P: Cara kamu mengatasi kesulitan yang kamu hadapi bagaimana? S: Belajar terus tanya sama bu guru.

P: Setelah kamu bertanya ke guru, kamu merasa terbantu atau tidak?

S: Terbantu banget.

P: Soal-soal seperti soal tes sudah diajarkan oleh guru mata pelajaran tidak ya?

S: Sering bu.

P: Yang bikin kamu gak paham apa ya? padahal gurunya sering mengajarkan soal-soal seperti itu?

S: Kurang konsentrasi bu, sama jarang nanya. P: Kenapa kamu tidak mengerjakan soal 3, 4 dan 5?

S: Waktunya terbatas bu sama bingung juga gak ngerti soalnya P: Coba ya, di soal tes kamu ada diminta untuk mengambar

permukaan meja, menurutkamu permukaan meja itu yang mana?

S: Bawahnya ya bu. Ehhhhmm… bawahnya.

Gambar 4.4 Lembar Kerja Siswa 4

Siswa ini hanya mengerjakan soal nomor 2 saja, soal nomor satu hanya menyalin sediki dari soal sedangkan soal nomor 3, 4

dan 5 tidak dikerjakan sama sekali. Siswa ini dalam wawancara seringkali mengatakan masih bingung tetapi ketika ditanya bingung pada bagian mana, dia juga tidak dapat menjelaskan kebingungannya. Selain itu siswa ini juga sulit menterjemahkan soal-soal berbetuk uraian, hal ini terlihat ketika siswa diminta menunjukkan permukaan meja dia malah menunjuk bagian bawah meja. Meurut peneliti siswa tidak mampu melukiskan benda nyata atau gambar dalam bentuk simbol matematika, selain itu siswa ini juga tidak mampu menyusun model matematika suatu peristiwa. 5. Siswa 5

P: Menurut kamu bagaimana kemampuan kamu dalam mengubah uraian/gambar ke dalam model matematika dalam operasi hitung aljabar dan sebaliknya ? apa kamu merasa bisa atau tidak?

S: Bisa sih.

P: Menurut kamu soal tesnya susah gak? S: Ya standarlah.

P: Kesulitan apa yang kamu hadapi dalam mengerjakan soal tes? S: Kurang ngerti perintah soal.

P: Setelah soal dibahas kamu paham gak? S: Paham

P: Cara kamu mengatasi kesulitian yang kamu hadapi bagaimana? S: Baca perintahnya berkali-kali, kadang minta bantuan guru atau

teman.

P: Guru ada mengajarkan tentang soal-soal yang hampir sejenis sama soal tes tidak ya?

S: Diajari

P: Ngerti gak waktu gurunya ngajar? S: Ngerti

P: Yang bikin kamu gak paham apa ya? padahal gurunya sering mengajarkan soal-soal seperti itu?

S: Kayaknya aku yang kurang latihan padahal materi ini diulang- ulang terus dan cara gurunya ngajar juga enak.

P: Kenapa pas tes kamu gak ngerjakan soal nomor 5? S: Waktunya kurang bu.

P: Oke, coba kamu kerjakan soal nomor 5 ya. Selisih umur dedi dan tara 5 tahun, sedangkan umlah umur dedi dan tara 18 tahun buat lah model matematika dari pernyataan tersebut?

S: Selisih itu simbolnya pengurangan, jumlah itu simbolnya tambah jadi x -y = 5 dan x + y =18

P: x dan y itu apa ya? S: modelnya

P: maksudnya x dan y itu sebagai apa?

S:ooo… variabelnya bu

P: variabel itu mewakili apa? S: x itu dedi dan y itu tara

Gambar 4.5 Lembar Kerja Siswa 5

Siswa ini mengerjakan soal tes dengan cukup baik, hanya saja siswa ini keliru dalam membuat gambar yang diminta pada soal, selain itu siswa ini tidak menyederhanakan jawabannya pada soal nomor 3 serta tidak menjawab soal nomor 5. Wawancara yang dilakukan dengan siswa ini juga cukup lancar dia bisa menjawab tetapi agak sedikit bingung ketika ditanyai kembali dan ketika menjelaskan jawabannya siswa ini melakukan beberapa kekeliruan seperti yang

terlihat pada percakapan terakhir. Menurut peneliti cukup mampu melukiskan benda nyata, gambar, dan diagram dalam bentuk ide matematika, serta cukup mampu dalam menyusun model matematika suatu peristiwa.

6. Siswa 6

P: Menurut kamu bagaimana kemampuan kamu dalam mengubah uraian/gambar ke dalam model matematika dalam operasi hitung aljabar dan sebaliknya? apa kamu merasa bisa atau tidak? S: lumayan lah.

P: kesulitan apa yang kamu alami? S: ya kesulitan mengerjakan soalnya.

P: dikelas diajari gak soal-soal uraian kayak gini? S: kalo soal cerita ia.

P: bagaimana cara kamu mengatasi kesulitan dalam mengerjakan soal?

S: tanya ke teman atau guru tapi seringnya nyontek. P: cara gurunya mengajar bagaimana?

S: enak sih dan aku juga paham.

P: kalo pas latihan soal bisa ngerjain gak? S: lumayan.

P: Guru mengajarkan mengenai soal-soal uraian hanya sekilas saja atau sering diulang-ulang?

S: diulangi.

Gambar 4.6 Lembar Kerja Siswa 6

Siswa ini ketika diwawancarai merasa lumayan bisa, namun siswa ini mengakui bahwa dia lebih sering mencontek dari pada bertanya kepada guru ataupun temannya ketika tidak memahami suatu materi

pembelajaran. Siswa ini juga tidak menjawab soal tes dengan baik, di dalam kerta jawaban siswa ini hanya menulis sedikit jawaban di soal nomor satu dan jawaban itu pun salah sedangkan untuk soal nomor 2 sampai dengan soal nomor 5 tidak dijawab sama sekali. Siswa ini membuat sebuah persegi panjang yang diminta peneliti tetapi siswa tidak bisa membedakan yang mana panjang dan yang mana lebar. Menurut peneliti siswa tidak mampu melukiskan gambar dalam idea tau symbol matematika, siswa ini juga tidak mampu menyusun model matematika suatu peristiwa serta tidak dapat mengungkapkan kembali suatu uraian matematika dalam bahasa sendiri.

7. Siswa 7

P: Menurut kamu bagaimana kemampuan kamu dalam mengubah uraian/gambar ke dalam model matematika dalam operasi hitung aljabar dan sebaliknya? apa kamu merasa bisa atau tidak? S: Ya tergantung soalnya

P: Menurut kamu soal tes nya sulit tidak

S: Lumayan sulit karena belum begitu paham materinya P: Sulitnya bagianmana?

S: Yang diminta buat persegi panjang itu P: Bingungnya karena apa?

S: Bingung karena gambarnya sama angkanya

P: Oh kamu terkecoh karena gambar meja pada soal 3 dimensi jadi kamu pikir permukaan meja itu miring

S: Ia mbak

P: Kenapa kamu tidak mengerjakan soal nomor 4 dan 5? S: Karena dulu itu belum memahami

P: Apa yang bikin kamu gak paham?

S: Biasanya kalimat soal yang bikin bingung sama cara-caranya. P: Coba buat permukaan meja berbentuk persegi panjang dengan

panjang 5x dan lebar 3y?

S: (siswa membuat gambar persegi panjang) panjangnya yang di samping, panjangnya yang dibawah.

Gambar 4.7 Lembar Kerja Siswa 7

Siswa ini lebih cenderung kurang teliti dalam mengerjakan soal misalnya pada jawaban tesnya siswa menulis 3y+3y =9y. Selain itu siswa ini juga terkecoh dengan gambar yang terdapat pada soal,

Dokumen terkait