• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tahap Pelaksanaan Konstruksi

Dalam dokumen Laporan Pendahuluan (Halaman 52-58)

B. Kerangka Kerja Pekerjaan Supervisi

E.3. PROGRAM KERJA PENGAWASAN

E.3.6 Tahap Pelaksanaan Konstruksi

Konsultan selama periode konstruksi, akan senantiasa memberi arahan, bimbingan dan instruksi yang diperlukan kepada Kontraktor guna menjamin bahwa semua pekerjaan dilaksanakan dengan baik, tepat kualitas, tepat kuantitas, tepat waktu dan tepat biaya dengan berdasarkan dokumen kontrak dan petunjuk teknis lainnya.

Selain itu, tugas Konsultan meliputi : melakukan sertifikasi atas pekerjaan Jalan dan Jembatan yang dilaksanakan oleh Kontraktor.

Secara rinci, pekerjaan yang dilakukan pada tahap supervisi sebagai berikut : Masa Konstruksi :

1. Mengecek data titik survey di lapangan

2. Menyelenggarakan pengawasan menerus di lapangan untuk mendapatkan kepastian bahwa semua pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan persyaratan didalam dokumen kontrak

3. Memeriksa test laboratorium dan test lapangan untuk pekerjaan fisik, juga material yang akan digunakan dan metode kerja untuk mendapatkan kepastian sudah sesuai dengan persyaratan

4. Menjaga, mengendalikan, mengontrol, memonitor, mengevaluasi rencana kemajuan pekerjaan yang terbaru berupa bar-chart dan atau metode lain yang digunakan sesuai dengan rencana kerja yang sudah disetujui

5. Memeriksa dan menyetujui semua gambar kerja dan detailnya yang diajukan oleh Kontraktor, penyesuaian design bila diperlukan, agar sesuai dengan kebutuhan teknis/lapangan

6. Memberikan laporan secara berkala semua pengukuran kuantitas pekerjaan yang sudah di test termasuk penggunaan material, dengan menggunakan bentuk yang sudah disetujui oleh Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Biringkassi 7. Memberikan laporan khusus jika ada masalah yang timbul, dan memberikan

rekomendasi pemecahan permasalahan

8. Membantu mempersiapkan semua perubahan (change orders) dan membantu Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan kelas III Biringkassi pada saat negosiasi harga dan biaya konstruksi terhadap perubahan kontrak tersebut (bila ada)

9. Mengevaluasi dan membantu menyiapkan rekomendasi bagi Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan kelas III Biringkassi dalam bertindak atas klaim terhadap kontrak, perselisihan, penambahan lingkup pekerjaan, kontrak dan perubahan -perubahan lain di luar lingkup pekerjaan yang tercantum dalam dokumen kontrak 10. Memeriksa rancangan sertifikat pembayaran bulanan yang akan disertifikasikan oleh

Konsultan Supervisi untuk mendapatkan persetujuan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan kelas III Biringkassi

11. Menyediakan bantuan dan arahan pada saat yang tepat bagi Kontraktor di dalam semua masalah yang ada hubungannya dengan dokumen kontrak, pengecekan terhadap survey tanah dasar, test pengawasan mutu dan masalah lain yang berhubungan dengan dipenuhinya kontrak dan kemajuan pekerjaan

12. Menjamin penerimaan dan menjaga sebagai laporan tetap, semua jaminan yang diperlukan di bawah syarat-syarat yang tercantum di dalam dokumen kontrak, untuk material dan peralatan yang digunakan di proyek. Semua material yang digunakan di

proyek termasuk sumbernya juga harus disetujui terlebih dahulu

13. Menyediakan informasi yang diperlukan oleh Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan kelas III Biringkassi, menghadiri dan mencatat semua rapat / pertemuan dengan Kontraktor, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan kelas III Biringkassi dan Instansi pemerintah lain serta menyediakan bantuan teknis bila dan kapan diperlukan dalam kaitannya dengan pelaksanaan proyek dan masalah-masalah kontrak

14. Mendokumentasikan kondisi cuaca harian, kondisi diluar normal dilapangan, peralatan Kontraktor dan personil dilapangan serta peristiwa / kejadian yang bisa mengakibatkan keterlambatan, dan langkah-langkah yang diambil untuk mencegah keterlambatan tersebut

15. Memberikan bantuan advis kepada Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan kelas III Biringkassi di dalam menyusun kebijakan dan langkah untuk mencegah dan mengurangi klaim

16. Membuat laporan bulanan, laporan teknik / khusus dan laporan akhir proyek seperti yang dikehendaki oleh Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan kelas III Biringkassi 17. Pemeriksaan Serah Terima Sementara termasuk penyiapan laporan dan Berita

Acara Serah Terima Sementara yang laporan dan Berita Acara Serah Terima Sementara yang (Certificate of Provisional Acceptance)

18. Pemeriksaan Serah Terima Akhir termasuk penyiapan laporan dan Berita Serah Terima Akhir yang diperlukan dan menerbitkan Sertifikat Pemeriksaan Akhir (Certificate of Final Acceptunce)

Secara ringkas, semua aktifitas dilapangan dapat dirangkum seperti di bawah ini :

1. Pematokan bersama ( Setting out )

Semua survey di lapangan selama pematokan bersama dan selama konstruksi akan dilaksanakan oleh Kontraktor di bawah petunjuk Konsultan. Hasil survey tersebut akan dikaitkan dengan gambar-gambar konstruksi, kondisi yang ada dan beberapa ketidaksesuaian antara gambar-gambar dan kondisi-kondisi yang ada akan dipergunakan oleh Konsultan untuk mereview design untuk keperluan proyek (bila ada).

2. Persiapan lapangan

Pada tahap persiapan di lapangan, tim pengawas akan mengawasi dan memeriksa aktifitas-aktifitas konstruksi sebagaimana yang dijabarkan di bawah ini :

 Memeriksa kualitas dari semua bahan-bahan yang akan dipergunakan untuk konstruksi

 Penyiapan rancangan campuran pekerjaan (job mix formula) untuk beton konstruksi Wharf.

 Kondisi tumpukan bahan di lokasi kerja

 Jumlah dan kondisi semua peralatan

 Jumlah personil Kontraktor

 Jumlah dan kualitas bahan-bahan

 Kondisi cuaca

 Prosedur administrasi Kontraktor

 Form/formulir kerja

 Persiapan form-work

 Mengecek jadual Kontraktor

 Persiapan konstruksi

3. Pekerjaan Konstruksi

Setelah mobilisasi dan persiapan di lapangan telah selesai dan diperiksa oleh Konsultan dan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan kelas III Biringkassi, maka Kontraktor akan diijinkan untuk melanjutkan pekerjaan konstruksi

Tim Konsultan akan mengecek langsung dalam hal-hal berikut ini :

 Metoda pekerjaan konstruksi

 Campuran-campuran bahan

 Pengecekan jadwal

 Kondisi cuaca dari waktu ke waktu selama periode pelaksanaan pekerjaan

 Pengambilan contoh (sampling)

Sebelum pekerjaan fisik dimulai, Kontraktor mengajukan "Request" terlebih dahulu, yang berisi antara lain :

 Jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan

 Lokasi pekerjaan

 Peralatan yang akan digunakan

 Estimasi volume pekerjaan

 Material yang akan digunakan

4. Pengawasan Mutu ( Quality )

Pekerjaan yang perlu diawasi dengan teliti dan cermat selama pengawasan kualitas antara lain sebagai berikut.

Sebelum Kontraktor memulai aktifitas konstruksi, Kontraktor akan membuat suatu permohonan secara tertulis kepada Konsultan untuk prosedur konstruksi dan persetujuan pekerjaan dalam tahap yang logis.

Tindakan dan penanganan konsultan pengawas adalah sebagai berikut :

 Menginspeksi dan menyetujui bahan-bahan yang akan digunakan

 Menginspeksi dan menyetujui pelaksanaan pekerjaan konstruksi

 Menginspeksi dan menyetujui metoda dan ketelitian pekerjaan konstruksi

 Memeriksa/menginstruksikan test-test lapangan baik uji hammer test dan kepadatan tanah di lapangan yang berkenaan dengan pelaksanaan konstruksi Wharf dan

Causeway

 Memeriksa/menginstruksikan test laboratorium terhadap sampel-sampel yang diambil dari lokasi kerja berkenaan dengan sample agrgegat halus, agregat kasar, material pengikat semen, material quarry timbunan

 Memeriksa/menginstruksikan test-test yang lain sesuai dengan spesifikasi terutama adalah mutu beton pada saat test uji “slump test” dan test uji sambungan pada pipa pancang baja konstruksi Wharf yang membutuhkan pengujian secara langsung dan up to date untuk menjaga kualitas yang dipersyaratkan dalam spesifikasi teknis pekerjaan

5. Pengawasan Kuantitas ( Quantity )

Pekerjaan yang perlu diawasi dengan teliti dan cermat selama pengawasan kuantitas antara lain sebagai berikut.

Pengawasan kuantitas (quantity control) akan mengecek bahan- bahan yang ditempatkan atau yang dipindahkan oleh Kontraktor, Konsultan akan memproses bahan-bahan dan produk fisiknya berdasarkan atas :

 Hasil pengukuran yang memenuhi batas toleransi pembayaran

 Metoda perhitungan

 Lokasi kerja

 Jenis pekerjaan (work item)

 Tanggal diselesaikannya pekerjaan

6. Catatan-catatan teknis

Catatan-catatan akan dikeluarkan / diberikan dari waktu ke waktu, untuk memberikan petunjuk-petunjuk kepada Kontraktor guna untuk memberikan petunjuk-petunjuk kepada Kontraktor guna / construction method dan lain-lain. Demikian juga catatan-catatan / instruksi-instruksi diberikan juga untuk pekerjaan yang hasilnya tidak sesuai dengan spesifikasi.

a. Bahan

Perkiraan Kebutuhan bahan yang habis dipergunakan selama pelaksanaan Proyek adalah :

No JENIS BAHAN JUMLAH

KEBUTUHAN SATUAN KET.

1. Kertas HVS

Ls Rim 2. Kertas Kop Perusahaan

Ls Rim 3. Kertas A3

4. Alat –Alat Tulis / gambar

Ls Rim

b. Peralatan & Perlengkapan

Perkiraan Kebutuhan Alat / Perlengkapan yang dipergunakan adalah

No JENIS BAHAN JUMLAH KONDISI STATUS

1. Laptop 2 Buah Baik Milik 2. Printer Colour A-3 1 Buah Baik Milik 3. Scanner A-3 1 Buah Baik Milik 4. Kamera Foto Digital 1 Buah Baik Milik 5. GPS 1 Buah Baik Milik 6. Handy talky 3 Buah Baik Milik 7. Water Level 1 Buah Baik Milik 8. Theodolit 2 Buah Baik Milik 9. Flashdisk 2 Buah Baik Milik 10. Water pass 1 Buah Baik Milik

BAB IV

Dalam dokumen Laporan Pendahuluan (Halaman 52-58)

Dokumen terkait