• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III : PERAN KURATOR DALAM KEPAILITAN PADA

A. Proses Pengurusan dan Pemberesan Harta Pailit

1. Tahap pengurusan

Pengurusan adalah mengumumkan ikhwal kepailitan, melakukan penyegelan harta pailit, pencatatan/pendaftaran harta pailit, melanjutkan usaha debitur, membuka surat-surat telegram debitur pailit, mengalihkkan harta pailit. melakukan penyimpanan harta pailit, mengadakan perdamaian guna menjamin suatu perkara yang sedang berjalan atau mencegah timbulnya suatu perkara.

Terhitung sejak tanggal jatuhnya putusan pernyataan pailit diucapkan, debitur pailit tidak lagi diperkenankan untuk melakukan pengurusan atas harta kekayaannya yang telah dinyatakan pailit. 99 Selanjutnya pelaksanaan pengurusan dan pemberesan harta pailit tersebut diserahkan kepada kurator yang diangkat oleh pengadilan dengan diawasi oleh hakim pengawas yang ditunjuk oleh hakim pengadilan.

Jika ternyata kemudian putusan pernyataan pailit tersebut dibatalkan baik oleh putusan kasasi atau peninjauan kembali, maka segala perbuatan yang telah dilakukan oleh kurator sebelum atau pada tanggal kurator sebelum menerima pemberitahuan tentang putusan pembatalan, tetap sah dan mengikat bagi debitur pailit

99

Hasil wawancara dengan Bapak Syuhada , Anggota Teknis Hukum pada Balai Harta Peninggalan Medan pada tanggal 24 Mei 2011

melakukan pemanggilan kepada kreditur, mendaftarkan tagihan para kreditur, menghadiri rapat pencocokan piutang dan memberitahukan hasil rapat pencocokan piutang kepada kreditur.100

Pemberesan mengenai harta pailit, merupakan tugas utama kurator sebagai pihak yang berwenang melakukan pengurusan dan pemberesan harta pailit, sebagaimana telah diamanatkan di dalam Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang.

Suatu kepailitan terhadap pihak debitor yang dipailitkan antara lain dapat berupa boleh dilakukannya kompensasi, kontrak timbal balik yang boleh dilanjutkan, berlakunya penangguhan eksekusi, berlakunya actio pauliana, berlakunya sitaan umum atas seluruh harta debitor, gugatan hukum harus oleh atau terhadap kurator, transaksi forward dihentikan, dapat dilakukan pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan, hak retensi tidak hilang.

Dengan diteruskannya kelanjutan usaha dari debitur (PT) pailit maka dimungkinkan adanya keuntungan yang akan diperoleh diantaranya yaitu :

1. Dapat menambah harta si pailit dengan keuntungan-keuntungan yang mungkin diperoleh dari perusahaan itu.

2. Ada kemungkinan lambat laun si pailit akan dapat membayar utangnya secara penuh.

3. Kemungkinan tercapai suatu perdamaian.101

100

Bismar Nasution dan Sunarmi, Diktat Kepailitan di Indonesia , Medan, Program Magister Kenotariatan Universitas Sumatera Utara, hlm 82-85

101

Zainal azikin Hukum Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta tahun 2001 hal

Tindakan ini dilakukan oleh kurator apabila terdapat kemungkinan untuk meningkatkan nilai harta pailit. Untuk melanjutkan usaha PT pailit maka harus dilakukan berdasarkan persetujuan panitia kreditor, atau apabila dalam putusan pernyataan pailit tidak diangkat panitia kreditor, maka hal ini dilakukan berdasarkan keputusan Hakim Pengawas. Kurator juga berhak membuka semua surat dan telegram yang dialamatkan kepada PT yang pailit. Selanjutnya semua surat pengaduan dan keberatan yang berkaitan dengan harta PT pailit harus ditunjukan kepada kurator.

Untuk melanjutkan usaha PT pailit, maka kurator juga harus mempertimbangkan untuk melanjutkan keseluruhan atau sebagian usaha PT yang pailit untuk jangka waktu tertentu dan menunjuk seseorang atau beberapa orang untuk melaksanakan usaha PT yang pailit tersebut.

Pengumuman berakhirnya kepailitan diumumkan oleh kurator melalui berita Negara dan surat kabar setelah berakhirnya kepailitan, maka kurator harus memberikan perhitungan tanggung jawab tentang pengurusan yang telah dilakukannya kepada hakim pengawas.

a. Kurator

Kurator merupakan salah satu pihak yang cukup memegang peranan dalam suatu proses perkara kepaiitan, dan karena perananya yang besar dan tugasya yang berat, maka tidak sembarangan orang dapat menjadi pihak kurator.

Menurut Pasal 1 angka 5 yang dimaksud dengan kurator adalah balai harta peninggalan atau orang perorangan yang diangkat oleh pengadilan untuk mengurus dengan Undang-undang.

Tugas-tugas kurator dalam melaksanakan pengurusan dan pemberesan harta pailit antara lain :

1. Memuat pengumuman dalam surat kabar dan Berita Negara Republik Indonesia. 102

2. Mengamankan harta pailit.103 3. Mengadakan rapat-rapat kreditur

4. Menghadapi segala tuntutan terhadap harta pailit.104 5. Menerima pendaftaran tagihan dari para kreditur.105 6. Menyusun daftar kreditur.106

7. Melakukan sidang perselisihan apabila terdapat perselisihan mengenai status dan jumlah tagihan kreditur.107

8. Menyusun daftar inventaris harta pailit.

102

Pasal 15 ayat (4) Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang

103

Pasal 98 dan pasal 99Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang

104

Pasal 26 Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang

105

Pasal 27Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang

106

Pasal 117 Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang

107

Pasal 127 Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang

Dengan adanya pernyataan pailit terhitung sejak tanggal putusan pernyataan pailit itu diucapkan oleh hakim, debitur demi hukum kehilangan hak untuk menguasai dan mengurus kekayaannya termasuk dalam harta pailit.

Sejak dijatuhkan putusan pailit, maka kurator bertindak sebagai pengampu dari yang dinyatakan pailit dan tugas utamanya adalah melakukan pengurusan atau pemberesan terhadap harta budel pailit. Sejak diputuskan seorang debitur pailit oleh pengadilan niaga, membawa kosekuensi hukum yaitu bagi debitur dijatuhkan sita umum terhadap seluruh harta debitur pailit dan kehilangan kewenagannya untuk menguasai dan mengurus harta pailitnya.

Sedangkan bagi kreditur mengalami ketidak pastian tentang hubungan hukum yang ada antara kreditur dengan debitur pailit. Kurator merupakan salah satu pihak yang cukup memegang peranan penting dalam proses kepailitan. Karena peranannya yang besar dan tegasnya yang berat, tidak sembarangan orang dapat menjadi kurator.

Tindakan yang harus dalam pengurusan harta pailit yaitu :

a. mendata, melakukan vertifikasi atas kewajiban debitur pailit. Vertifikasi dari kewajiban debitur memerlukan ketelitian kurator. Baik debitur pailit mauun kreditur harus sama-sama dengar untuk dapat menentukan status. b. Mendata melakukan penelitian aset debitur pailit termasuk tagihan-tagihan

yang dimiliki debitur pailit sehingga dapat ditentukan langkah-langkah yang harus diambil oleh kurator untuk menguangkan tagihan-tagihan tersebut.

Dalam hal ini kurator harus melindungi keberadaan kekayaan milik PT dan berusaha mempertahankan nilai kekayaan terebut. Setiap tindakan yang dilakukan diluar kewenangannya dalam tahap ini harus memperoleh proses tujuan terlebih dahulu dari hakim pengawas. Dalam proses pengurusan dan pemberesan harta pailit oleh kurator memerlukan kerja sama maksimal yang diharapkan terlibat langsung diluar kurator dan yang menjadi sorotan.

Tanggung jawab yang dibebankan kepada kurator dalam mengurus dan atau membereskan harta pailit cukup berat, namun disatu sisi juga tidak menutup

kemungkinan adanya penyalahgunaan tugas dan wewenang tersebut. Oleh karena itu

diperlukan rambu-rambu pengaturan yang jelas tentang tanggung jawab kurator.

b. Pengangkatan Kurator

Menurut Pasal 15 ayat (1) UUK-PKPU dapat diketahui bahwa pengangkatan kurator adalah wewenang hakim pengadilan niaga, pihak kreditur, pihak debitur atau pihak yang berwenang (Bapepam, Menteri Keuangan, kejaksaan, Bank Indonesia) hanya mempunyai hak untuk mengajukan usul pengangkatan kurator kepada pengadian niaga.108 Undang-Undang Kepailitan menentukan pihak yang akan mengurusi persoalan debitur, kreditur tersebut adalah kurator yang akan melakukan

108

Pasal 15 ayat (1) Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang

pemberesan harta pailit serta penyelesaian hubungan hukum antara debitur pailit dengan para krediturnya.

Menurut Pasal 13 ayat (1) UUK menentukan bahwa dalam putusan pernyataan pailit harus diangkat :109

1.Seorang hakim pengawas yang ditunjuk dari hakim pengadilan 2.Kurator

Secara normatif aturan hukum tentang kurator yang mengarahkan agar dalam pengangkatan profesi kurator dapat dilakukan secara selektif serta aturan-aturan lain yang mengarahkan agar terpeliharanya kualitas kurator agar dalam pelaksanaanya yang ideal dan realistis.

Untuk integritas moral kurator agar tetap konsisten dengan tugas dan fungsinya, maka fungsi hakim pengawas terhadap pelaksanaan tugas dan kewenangan kurator adalah sesuatu hal yang penting untuk pengendaliannya. Asalkan tidak melebihi apa yang dikehendaki oleh Undang-Undang.

Apabila suatu permohonan kepailitan dikabulkan oleh pengadilan niaga, maka pengurusan administrasi dan likuidasi akan diteruskan oleh kurator. Kewenangan untuk melaksanakan pengurusan dan pemberesan harta deitur pailit ada pada kurator. Kuratorlah yang akan mengurus dan membereskan harta pailit.

109

Pasal 13 ayat (1) Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang

Kurator adalah perorangan atau persekutuan perdata yang memiliki keahlian khusus sebagaimana diperlukan untuk mengurus dan membereskan harta pailit dan telah terdaftar pada Kementrian Hukum dan Ham. Kurator adalah pihak yang diangkat oleh pengadilan untuk mengurus harta kekayaan debitur pailit. Sebagaimana dimaksud dalam UUK-PKPU Pasal 67 dan peraturan pelaksanaanya.110 Dalam peraturan kepailitan lama (faillisement verordening) hanya terdapat satu kurator dalam kepailitan yang ditetapkan oleh pengadilan yaitu Balai Harta Peninggalan (BHP)111.

Balai Harta Peninggalan (BHP) adalah suatu lembaga yang berasal dari pemerintah Belanda yang memiliki kaitan erat dengan sejarah masuknya Belanda ke Indonesia pada tahun 1596. Dengan kekuasaan yang sangat luas di Indonesia menimbulkan kebutuhan bagi para anggotanya untuk mengurus harta-harta yang ditinggalkan oleh mereka yang kepentingan para ahli waris.

Pada tahun 1976 oleh Mentri Kehakiman dirasa perlu untuk membentuk kembali BHP yang terdapat d seluruh Indonesia yaitu : Semarang, Surabaya, Medan untuk tempat kedudukannya dan wilaya kerja oleh Mentri Kehakiman sesuai dengan Pasal 40 instruksi BHP di Indonesia Stb 1872 No 166.

110

Anggaran Dasar Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia. Dan standar Profesi Kurator dan Pengurus . diterbitkan oleh Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia

111

c. Syarat Kurator

Tidak semua orang dapat menjadi kurator. Menurut UUK yang lama kewajiban secara khusus dilakukan oleh BHP yang bertugas dan bertanggung jawab untuk masalah mengenai pengawasan pengampuan.112 Karena itu maka persyaratan dan prosedur untuk dapat menjadi kurator ini oleh Undang-Undang kepailitan diatur secara relatif dan ketat. BHP yang merupakan kurator pemerintah merupakan suatu badan khusus dari Kementrian Hukum dan Ham yang bertindak langsung atau melalui kantor perwakilannya yang terletak didalam yuridiksi pengadilan yang telah menyatakan debitur (PT) pailit.

Sejak adanya UUK No 4 Tahun 1998 tentang Kepailitan, yang dapat bertindak sebagai kurator sebagaimana diatur Pasal 67 UUK adalah :113

a. Balai Harta Peninggalan (BHP) b. Kurator lainnya atau kurator swasta

Dalam pasal tersebut dijelaskan tentang apa yang dimaksud kurator lainya adalah :

a. orang perorangan atau persekutuan perdata yang berdomisili di Indonesia dan memiliki keahlian khusus yang dibutuhkan dalam rangka mengurus dan atau membereskan harta pailit.

b. Telah terdaftar pada Kementrian Hukum dan Ham

112

Jerry Hoff , Undang-Undang Kepailitan di Indonesia, diterjemahkan oleh Kartini Mulajadi (Jakarta Tatanusa, 2000) hlm 65

113

Pasal 67 Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang

Pasal 70 ayat (1) diatas apabila dihubungkan dengan Pasal 15 ayat (2) yang berbunyi: dalam hal debitor, kreditor atau pihak yang berwenang mengajukan permohonan pernyataan pailit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2), ayat (3), ayat (4) atau ayat (5) tidak mengajukan usul pengangkatan kurator kepada Pengadilan, maka Balai Harta Peninggalan diangkat selaku Kurator.

Kurator swasta adalah kantor-kantor pengacara/ konsultan hukum yang pada umumnya berbentuk persekutuan perdata, dapat menjadi kurator dan telah terdaftar. Ketentuan tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Kehakiman RI No M.08.10.05.10 Tahun 1998 tentang tata cara dan persyaratan pendaftaran kurtor dan pengurus. Persyaratan untuk didaftarkan sebagai kurator dan pengurus :114

1. Perorangan

a. Berdomisili di Indonesia

b. Memiliki surat tanda lulus ujian yang diselenggarakan oleh Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia.

2. Persekutuan Perdata

Salah satu rekan partner dalam persekutuan tersebut harus berdomisili di Indonesia dan memiliki tanda lulus ujian yang diselengarakan oleh Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia

114

Peraturan Menteri Kehakiman RI No M.08.10.05.10 Tahun 1998 tentang tata cara dan persyaratan pendaftaran kurtor dan pengurus.

Mengajukan permohonan pendaftaran secara tertulis sebagai kurator dan pengurus kepada Direktur Jendral Hukum dan Perundang-undangan dengan cara mengisi formulir yang telah disediakan dengan dilampiri :

a. Fotokopi kartu tanda penduduk atau paspor yang masih berlaku bagi perorangan domisili bagi persekutuan perdata

b. Fotokopi NPWP

c. Fotokopi surat tanda lulus ujian kurator dan pengurus

d. Fotokopi surat tanda keanggotaan Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia (AKPI)

e. Surat pernyataan yang menyatakan :

1. Bersedia membuka rekening di Bank untuk setiap perkara kepailitan 2. Tidak pernah dinyatakan pailit

3. Tidak pernah menjadi anggota direksi atau komisaris yang dinyatakan bersalah karena menyebabkan suatu perseroan dinyatakan pailit.

4. Tidak pernah menjalani pidana karena melakukan tindak pidana yang ancaman pidananya lebih dari 5 tahun.

Pemohon yang telah memenuhi persyaratan pendaftaran sebagai kurator dan pengurusannya selambat-lambatnya 3 hari terhitung sejak seluruh persyaratan dipenuhi.115 Surat tanda daftar sebagai kurator dan pengurus berlaku sepanjang kurator dan pengurus masih terdaftar sebagai anggota sebagaimana ditentukan dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga asosiasi kurator dan pengurus indonesia.

115

d. Penunjukan Kurator

Didalam kepailitan debitur dan kreditur dapat mengusulkan kepada pengadilan niaga untuk menunjuk kurator tertentu yang independen dan tidak memiliki benturan kepentingan atau bersifat independen. UUK-PKPU tidak menjelaskan secara pasti tentang benturan kepentingan. Dimana hal ini merupakan implementasi dari prinsip

debt pooling dari kepailitan. Keadilan dari proses kepailitan adalah terletak pada kepentingan dari kedua belah pihak baik kreditur pailit maupn debitur pailit.

Sejak tanggal putusan pernyataan pailit, debitur pailit kehilangan haknya untuk mengurusi dan mengelola harta milik yang termasuk boedel kepailitan tersebut. Urusan ini dilaksanakan oleh kurator. Kuratorlah yang melakukan pengurusan dan pemberesan harta kepailitan tersebut. Oleh karena itu dalam putusan pernyataan kepailitan ditetapkan terlebih dahulu kurator yang akan digunakan. Menurut UU yang terdahulu yang menjadi kurator adalah Balai Harta Peninggalan (BHP), kini yang menjadi kurator tidak hanya BHP, tetapi bisa juga kurator lain, dalam hal ini kurator swasta.116

Kurator membuat pernyataan penerimaan penugasan yang menyatakan dan menegaskan bahwa kurator tersebut tidak memiliki benturan kepentingan dan memasukannya dalam kertas kerja atau menyerahkannya kepada Majelis Hakim jika diminta. 117

116

Rachmadi Usman, SH Dimeni Hukum Kepailitan di Indonesia PT. Gramedia Pusataka Utama, Jakarta 2004 hal 76

117

Sebelum menerima penunjukan, kurator yang diusulkan wajib secara jujur mempertimbangkan dan memastikan :

a. Memiliki keahlian yang diperlukan

b. Memiliki sumber daya dan kapasitas yang cukup untuk melaksanakan penunjukan secara efektif, efisien, dan profesional.

Jika kurator merasa tidak dapat memenuhi persayaratan di atas, kurator tersebut wajib menolak usulan tersebut. Apabila kurator tidak diusulkan sebelumnya, namun langsung ditunjuk dalam pernyataan kepailitan, kurator tersebut wajib segera memeriksa apa ada benturan kepentingan atau tidak. Kurator membuat pernyataan penerima penugasan yang menyatakan dan menegaskan bahwa ia tidak memiliki benturan kepentingan dan memasukannya dalam kertas kerja atau menyerahkannya kepada Majelis Hakim.

Sebagai seorang profesional, kurator dan pengurus memikul tanggung jawab untuk mempertahankan tingkat kepercayaan publik terhadap kualitas jasa profesi yang diberikan oleh profesi kurator dan pengurus. Untuk itu kurator dan pengurus wajib mengartikulasikan keahlian profesionalnya secara cermat dan seksama dengan memperhatikan sepenuhnya UU Kepailitan dan peraturan pelaksananya serta Standar Profesi ini.

Selama melaksanakan tugasnya kurator harus memiliki kecermatan dan keseksamaan menyangkut segala sesuatu yang dikerjakan dan dalam melaksanakan

penugasan di lapangan maupun dalam memberikan laporan mengenai hasil penugasannya tersebut. Kurator dan pengurus harus secara kritis mencermati bahwa setiap langkah yang diambil dalam rangka pelaksanaan penugasannya memiliki dasar yang kuat sesuai dengan UU Kepailitan dan peraturan pelaksananya serta telah menempuh prasedur Standar Profesi ini, begitu juga dalam hal penyajian laporannya.

e. Penggantian Kurator

Menurut ketentuan Pasal 71 ayat 1 UUK-PKPU memungkinkan pengadilan untuk saat mengabulkan usul penggantian kurator, mengangkat kurator lain dan atau mengangkat kurator tambahan atau penggantian kurator, dapat dilakukan dengan cara:118

1) Atas permohonan kurator sendiri

2) Atas permohonan kurator lainnya, jika ada 3) Atas usulan hakim pengawas

4) Atas permintaan debitur pailit

5) Setalah memanggi dan mendengar kurator yang ada.

salah satu kurator untuk menunjuk salah satu kurator untuk melakukan tugas khusus. Selanjutnya dalam rumusan Pasal 71 ayat 2 UUK-PKPU dikatakan bahwa pengadilan harus memberhentikan atau mengangkat kurator atas permintaan atas usul kreditur konkuren berdasarkan putusan tersebut diambil berdasarkan suara setuju lebih dari ½ (satu perdua) jumlah kreditur konkuren atau kuasa yang hadir dalam rapat dan yang mewakili lebih dari ½ (satu perdua) jumlah piutang kreditur konkuren

118

Pasal 71 ayat (1) Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang

atau kuasanya yang hadir dalam rapat tersebut. Artinya hakim tidak dapat menolak permohonan tersebut sepanjang persyaratan yang ditentukan. 119

f. Kurator Sementara

Dalam melindungi kepentingan kreditur selama pernyataan pailit belum ditetapkan, seorang kurator dapat diangkat sebagai kurator sementara.120 Hal ini dimungkinkan untuk mencegah kemungkinan bagi debitur melakukan tindakan terhadap kekayaan debitur, sehingga dapat merugikan kepentingan kreditur.

Kurator yang ditunjuk sebagai kurator sementara untuk megawasi pengelolaan usaha debiturdan mengawasi pembayaran kepada kreditur. Pengalihan atau pengagunan kekayaan debitur yang dalam rangka kepailitan dilakukan oleh kurator. Penugasan sebagai kurator sementara harus memerhatikan bahwa penugasan sementara yang memiliki ruang lingkup yang berbeda dengan penugasan sebagai kuraor penuh.

Dalam melaksanakan tugasnya, kurator sementara segera berhubungan dengan debitur atau pengurusannya untuk meminta data atau berupa informasi yang dibutuhkan, antara lain :

119

Pasal 71 ayat (2) Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang

120

a. Informasi umum sehubungan dengan tempat, jenis, dan skala kegiatan usaha debitur.

b. Informasi umum keadaan keuangan debitur.

c. Informasi tentang harta debitur, yang setidaknya mencaku identitas seluruh rekening bank dan harta kekayaan penting atau material lain yang dimiliki atau dikuasai oleh debitur.

d. Informasi lain yang diperlukan dalam melaksanakan tugasnya sebagai kurator sementara.

Untuk mempermudah penugasannya, kurator sementara dapat bekerja atau menempatkan asistennya dikantor atau lokasi usaha debitur. Jika permohonan pailit ditolak oleh pengadilan, tugas kurator sementara berakhir dan ia dapat memepertanggung jawabkannya kepada debitur.

g. Tindakan Oleh Kurator

Kurator harus segera mengambil tindakan pendahuluan yang diperlukan segera setelah debitur dinyatakan pailit. Segera setelah ditunjuk sebagai kurator, kurator menghubungi Hakim Pengawas dan menyiapkan konsep pengumuman pailit untuk ditetapkan oleh Hakim Pengawas serta mengusulkan surat kabar dimana pengumuman akan dimuat.

Kurator meminta salinan pernyataan pailit dan menjalin komunikasi awal dengan debitur dengan tujuan mengamankan harta pailit dan memastikan kerjasama debitur pailit dalam kepailitan. Jika kurator menemui masalah dalam hal ini, maka kurator memberitahu dan meminta bantuan Hakim Pengawas.

Beberapa tindakan yang harus dilakukan kurator dalam pemeriksaan pendahuluan adalah sebagai berikut:121

1. Mengidentifikasi seluruh rekening bank dan harta kekayaan penting atau material lain yang dimiliki debitur pailit;

2. Mengumpulkan informasi umum sehubungan dengan tempat, jenis dan skala kegiatan usaha debitur;

3. Mengumpulkan informasi umum sehubungan dengan keadaan keuangan debitur;

4. Membuka rekening bank baru atas nama kurator bermaksud untuk menampung seluruh dana dari rekening debitur pailit sebagaimana dimaksud. 5. Mengumumkan kepailitan dalam Berita Negara Republik Indonesia dan 2

(dua) surat kabar yang ditetapkan Hakim Pengawas.

Dokumen terkait