BAB III METODE PENELITIAN
H. Tahap – Tahap Penelitian
Tahap – tahap penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam menyelesaikan penelitian adalah sebagai berikut:
a. Mengajukan judul penelitian b. Konsultasi judul dan revisi c. Mengajukan bab I dan revisi d. Mengajukan bab I revisian e. Mengajukan bab II dan Acc bab I f. Revisi bab II dan ACC
g. Menyusun pedoman wawancara
h. Mengajukan surat permohonan peneltian
i. Melakukan penelitian di MTs Ma‟arif Candimulyo
j. Mendapat Surat Keterangan (SK) dari sekolah k. Mengajukan bab III, IV, V dan lampiran l. Revisi bab III, IV, V dan lampiran m. ACC semua bab skripsi.
BAB IV PAPARAN DATA
A. Gambaran Umum MTs Ma’arif Candimuyo
1. Letak Geografis
Madarasah ini di dirikan pada tahun 1972 di atas tanah seluas
1400 m2 hibah dari lembaga Ma‟arif. Madrasah Tsanawiyah
Ma‟arif berada dalam satu komplek dengan Sekolah Dasar Negeri
Candimulyo 2 dan Sekolah Menengah Atas Ma‟arif yang terletak di Dusun Barisan, Desa Barisan, Kecamataan Candimulyo, Kabupaten Magelang dengan kode pos 65191. Dari segi bangunan
MTs Ma‟arif ini dapat dikatakan bagus, akan tetapi luas tanah yang
kurang menjadikan bangunan-bangunan dibuat menjadi tingkat. Halaman menjadi multi fungsi selain digunakan sebagai lapangan upacara, tetapi juga digunakan sebagai lapangan olahraga basket dan voli dengan tiang dan ring yang tidak permanen. Disebelah
timur 20 m dari MTs Ma‟arif terdapat masjid yang cukup besar dan
digunakan oleh para guru dan siswa untuk sholat berjamaah mulai dari shalat dhuha dan shalat dhuhur.
2. Identitas Sekolah
Nama Madrasah : MTs Ma‟arif
Candimulyo
Tingkat / Status Madrasah : Swasta
Status Tanah : Hibah / Hak Pakai
Status Akreditasi : Terakreditasi B
NPSN : 20331503
Nomor Statistik Madrasah : 121233080029
Alamat : JL. Barisan
Candimulyo.
Kecamatan : Candimulyo
Kabupaten : Magelang
Kode Pos : 65191
Nama Yayasan/ Penyelenggara Madrasah : LP Ma‟arif
SK. KEMENKUNHAM : AHU- 119.AH.01.08.Tahun 2013 Tahun Berdiri : 1972 Email : [email protected]
3. Visi dan Misi
a. Visi
Terwujudnya lulusan MTs Ma‟arif candimulyo yang “Religius, jujur, disiplin, menghargai prestasi, peduli, dan berakidah ahlusunnah al jama‟ah”.
b. Misi
1) Melaksanakan pembelajaran yang bernuansa islam dengan mengutamakan pengalaman
2) Melaksanakan pembelajaran yang profesional dan
bermakna yang menumbuhkan dan
mengembangkan siswa benilai UN di atas rata-rata. 3) Melaksanakan progam bimbingan secara efektif
sehingga siswa berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimiliki.
4) Melaksanakan pengelolaan madrasah dengan
manajemen partisipatif dengan melibatkan semua warga madrasah dan kelompok kepentingan.
5) Melaksanakan pembelajaran ekstra kurikuler secara efektif sesuai bakat minat
6) Melaksanakan pembelajaran muatan lokal khusus KE-NU_AN sebagai penanaman aqidah ahlus
sunnah wal jama‟ah.
4. Data Guru dan Karyawan
Guru adalah tenaga pendidik yang bertugas untuk mendidik, mengajar membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, mengevaluasi peserta didik. Tenaga Pendidik merupakan agen of
change, agen pembelajaran yang akan membawa perubahan pada
pengetahuan, kemampuan, ketrampilan maupun secara spiritual, norma, sikap, adab dan keagamaan. Tenaga pendidik dan karyawan
yang bertugas di MTs Ma‟arif Candimulyo pada tahun ajaran
2017-2018 seluruhnya terdiri dari 14 guru dan 4 karyawan untuk mengetahui lebih jelasnya penulis menyajikan tabel data pendidik
dan karyawan di MTs Ma‟arif Candimulyo sebagai berikut :
Tabel I
Data guru dan karyawan
No Nama Jabatan Status
01 Ahmad Ismail Kamad Sertifikasi
02 Sutonjo, S. Pd Wakamad Sertifikasi
03 Abdul Kholiq, S. Ag Wk.Kurikulum Sertifikasi
04 Rudi Surasa, S. Pd B P Sertifikasi
05
Ratna Ida Tri Subekti, S. Pd
Guru / Bendahara Sertifikasi
06 Sukir, S.Pd Guru / wk. Sarpras Belum
07 Nurhidayah, S.Pd.I Guru/Wk.Kesiswaan Sertifikasi
08 Hasyim Ahmadi, S. Kom
Guru / ka. Lab komputer
09 Kafa Bihi Zaqi, S.Fil.I Guru Belum
10 Siti Nurhidayati, SE Guru Belum
11 Lis Tarwiyati, S.Pd.I Guru Belum
12 Wasiri, SE Guru Belum
13 Slamet Sarjani, S.Pd.I Guru Belum
14
Yuliana Eka Wijayanti, S.Pd
Guru Belum
15 Siswanto Karyawan `PTK
16 Arif ghuron S. Kom Karyawan PTK
17 Susi Triyani Karyawan PTK
18 Cahyo budi santoso Karyawan PTK
5. Data Siswa
Peserta didik merupakan komponen yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Tanpa peserta didik maka kegiatan pendidikan tidak akan terlaksana, karena peserta merupakan objek pendidikan. Peserta didik dalam bahasa dikenal dengan istilah
Thalib dalam bentuk jamaknya adalah thulab yang berarti orang
Tsanawiyah Ma‟arif Candimulyo mengalami peningkatan dari tahun ke tahun walau tidak terlalu banyak. Jumlah peserta didik tahun ajaran 2016/2017 adalah 188 orang, sedangkan pada tahun ajaran 2017/2018 sebanyak 218 peserta didik. Penulis menyajikan data peserta didik tahun ajaran 2017/2018 dalam bentuk tabel sebagai berikut :
Tabel 2
Tabel Data Peserta Didik Tahun Ajaran 2017/2018
No Kelas Rombel Jenis Kelamin Jumlah Laki-laki Perempuan 1 VII 2 39 41 80 2 VIII 2 32 31 63 3 IX 2 43 32 75 JUMLAH 6 114 104 218
6. Sarana dan Prasarana
Sarana dan Prasarana adalah salah komponen yang penting dalam sebuah lembaga pendidikan yang berguna sebagai alat atau media agar suatu tujuan pendidikan dapat tercapai. Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung digunakan sebagai penunjang proses pendidikan, khususnya pada saat kegiatan belajar mengajar seperti : gedung,
ruang kelas, meja, kursi dan alat-alat media pengajaran yang lain. Untuk mengetahui lebih jelasnya penulis menyajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut:
Tabel 3
Sarana MTs Ma’arif Candimulyo
No. Jenis Ruang
Milik
Baik Rusak Ringan
Jumlah Luas (m2) Jumla h Luas m2 01 Ruang Teori/Kelas 2 104 2 104 02 Laboratorium Komputer 1 03 Ruang UKS 1 32 04 Ruang BP/BK 1 32 05 Ruang Kepala Madrasah 1 32 06 Ruang Guru 1 63 07 Ruang TU 1 21 08 Perpustakaan 1 32
09
Kamar Mandi Guru dan Karyawan 1 6 10 Kamar Mandi/WC Siswa 3 18 11 Gudang 1 32 12 Koperasi 1 15 13 Ruang Musik 1 32 Tabel 4
Prasarana MTs Ma’arif Candimulyo
No Uraian Jumlah 01 Meja Siswa 115 02 Kursi Siswa 230 03 Meja Guru 18 04 Kursi Guru 20 05 Meja Komputer 20 06 Almari 5
08 Proyektor 2
09 Alat Musik 1 set
10 Pengeras suara 1 set
7. Kegiatan Sekolah
Dalam sebuah lembaga pendidikan tidak hanya sarana dan pra sarana saja yang di butuhkan untuk menunjang, meningkatkan kamampuan atau potensi peserta didik. Akan tetapi, diperlukan
kegiatan kegiatan yang secara langsung yang dapat
mengembangkan pengetahuan, ketrampilan serta mampu melekat pada jiwa peserta didik. Adapun kegiatan – kegiatan yang ada dan
dilakukan di MTs Ma‟arif Candimulyo adalah sebagai berikut :
a. Kegiatan Intra kurikuler
1) Seluruh kegiatan pembelajran yang mengacu pada peraturan pemerintah.
2) Progam tambahan khusus (hafalan surat pendek, mujahadah, tahlil dan dzikir)
b. Kegiatan Ekstra Kurikuler
1) Olahraga prestasi dan non prestasi
2) Pramuka
3) Ipnu-Ippnu
5) Komputer
6) Mujahadah malam sabtu legi (40 hari sekali)
7) Drumb band
8) Qosidah modern
c. Kegiatan Sosial
1) Kegiatan bersih – bersih
2) Penyembelihan hewan korban
8. Gambaran Informan Penelitian
a. Gambaran Informan
Adapun keterangan tentang informan – informan yang di wawancarai peneliti adalah sebgai berikut :
1) IS : Bp. Ismail selaku kepala Madrasah
2) KH : Bp. Kholik selaku guru akidah akhlak dan waka kurikulum.
3) ST : Bp. Sutonjo selaku wakil Kepala Madrasah dan guru matematika.
4) RI : Ibu. Ratna ida TS selaku bendahara dan guru pendidikan kewarganegaraan.
5) HS : Bp. Hasyim Ahmadi selaku teknisi dan guru komputer
6) NH : Ibu. Nur Hidayah selaku guru dan waka kesiswaan
B. Temuan Penelitian
1. Kinerja guru bersertifikasi pendidik di Madrasah Tsanawiyah
Ma‟arif Candimulyo.
Penulis menanyakan hal yang bersangkutan dengan masalah kinerja guru mendapatkan jawaban dari IS selaku kepala Madrasah mengatakan :
“ saya mengharuskan setiap guru membuat rancangan pelaksanaan pembelajaran sebelum mengajar dikelas sebagai acuan dan administrasi sebagai guru yang baik, memaksimalkan
kinerjanya dalam melaksanakan pembelajaran dikelas “
KH sebagai guru kelas dan waka kurikulum mendukung dan memberikan tambahan dengan menuturkan :
“ saya menganggap kinerja guru ya tindakan kami selama proses pemebalajaran mulai rpp bagaimana mengajar, bagaimana mendidik siswa mas. Terkait rencana pelakasanaan pembelajaran bukan hanya atas dasar perintah dari dari kepala madrasah tetapi juga memang sesuatu yang sangat penting dan harus ada bagi setiap guru karena itu juga syarat dari pemerintah kepada kita sebagai guru “.
Kepala madrasah mewajibkan guru menbuat perencanaan untuk mengajar dalam kelas dan melaksanakan pembelajaran dengan maksimal. Guru berpendapat bahwa kinerja guru adalah tindakan nyata yang diberikan kepada peserta didik selama pembelajaran disekolah.
Menurut ST selaku guru dan Wakil Kepala Madrasah mengatakan bahwa :
“ tugas guru kan yang pokok itu mengajar, dalam mengajar ada beberapa hal seperti buat rrp sebagai pedoman Jadi, skenarionya pembelajaran. Kita bisa mengajar secara efisien karena semua sudah terancang, secara tidak langsung itu juga sebagai bukti bahwa guru sudah mengetahui dan mempelajari bahar ajar yang akan diberikan pada pembelajaran dalam jangka waktu beberapa pertemuan, terus mengajar dalam kelas, menyimpukan evaluasi.
Intinya mendidik siswa dengan beberapa bekal “.
Sependapat dengan perkataan itu HS selaku guru komputer mengatakan :
“ya mengajar dalam kelas mas, selain itu juga ada tuntutan
administratif seperti pembuatan perencanaan sebelum mengajar, kegiatan evaluasi untuk mengukur tingkat kepahaman siswa juga ”.
Tugas atau kinerja guru dibuktikan dengan tindakan mengajar dan juga membuat adminidstrasi seperti rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan juga evaluasi.
Menurut perkataan RI selaku guru serta bendahara mengatakan bahwa :
“ kerja atau tugas guru yaitu membuat rencana pelakasanaan
pembelajaran (RPP) sebagai acuan pembelajaran itu juga berkaitan dengan indikator yang ingin di capai dalam setiap pembelajaran sesuai silabus mas jadi, itu penting dan harus ada
sebelum mengajar dikelas. Sebenarnya RPP itu malah
mempermudah guru dalam mengajar dan sebagai bukti administrasi guru. Ni tadi RPP saya mas, boleh dicopy buat lampiran nje gakpp mas. (terlampir), kalau sudah baru mengajar nah ini sebagai pembuktian tindakan nyata atas kinerja saya. Cara
mengajar saya ya sudah tertulis di RPP, mulai
apersepsi,eksplorasi, elaborasi, konfirmasi, strategi yang harus saya gunakan pada intinya bagaimana materi yang saya berikan itu bisa diterima oleh murid. Dan cara mengetahui itu saya biasa melakukan evaluasi dengan penugasan terstruktur maupun tidak terstruktur “.
Senada dengan itu NH selaku guru dan waka kesiswaan juga menuturkan :
“ tugas guru ya mengajar dikelas dan membuat RPP, itu jadi
pedoman dalam mengajar mas, jadi ngajar juga enak dan terarah. RPP juga sebagai pengembangan serta pengerucut silabus ke dalam setiap pembelajaran, nek saya ngartikan RPP iku Rasah
pikir – pikir, setelah itu mengevaluasi pembelajaran sebagai alat
mengukur tingkat kepahaman , kesulitan siwa dan juga sebagai perbaikan kinerja yang selanjutnya “.
Tugas atau bentuk kinerja guru dibuktikan dengan tindakan mengajar dan membuat administrasi pembeelajaran seperti rencana pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi dengan penugasan - penugasan.
2. Upaya guru bersertifikasi pendidik dalam meningkatkan mutu
pendidikan Di Madrasah Tsanawiyah Ma‟arif Candimulyo
Penulis melanjutkan pertanyan yang berkaitan dengan mutu pendidikan dan peran / upaya guru dalam rangka meningkatakan mutu pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Ma‟arif Candimulyo. Dari hasil wawancara penulis mndapatakan berbagai jawaban dari informan antara lain sebagai berikut :
Menurut IS selaku kepala madarasah mengatakan bahwa :
“ Mutu pendidikan itu derajat kepuasan masyarakat terhadap alumni MTs sini mas. Tentang bagaimana alumni bisa menempatkan diri di masyarakat, bisa diterima di masyarakat, tapi mutu pendidikan disini baik, ini di buktikan dengan banyaknya
alumni yang banyak menjadi tokoh – tokoh masyarakat, ada ketua
remaja, ustad, takmir masjid dan perangkat desa di tempatnya
Mutu pendidikan bisa dikatakan baik saat ouput / alumni sekolah dapat menempatkan di masyarakat dan bersikap baik di masyarakat dan dikatakan buruk ketika alumi tidak bisa bersikap buruk dimasyarakat.
KH selaku guru dan waka kurikulum juga mengatakan bahwa :
“ Mutu pendidkan itu ya kalau di sini ya kepuasan masyarakat tentang output sekolahan ini, mereka tidak memandang bagaimana proses kami. Sebenarnya mutu pendidikan adalah adanya proses peningkatan yang bersifat positif di peserta didik baik itu secara intelektual maupun moral, akan tetapi kalau di masyarakat itu memandang input kami berkelakuan baik, agamis,
dan bisa berguna bagi masyarakat atau tidak “.
Ditambah oleh ST selaku guru dan wakil kepala madarasah menyatakan bahwa :
“ mutu kan kualitas ya mas. Yang berkaitan dengan lembaga sekolah itu bisa dilihat dari prestasi saat input lalu proses dan hasil atau outputnya. Nah, disini letaknya mutu pendidikan pada saat proses ada peningkatan dari input ke output. Tapi kalau
masyarakat hanya memandang outputnya saja mas”.
Mutu pendidikan dikatakan berhasil dan tidak sebenarnya terletak pada ada atau tidak peningkatan positif dari kemampuan intelektual maupun spiritual dari input sampai hasil output. Karena di dalam masyarakat dipandang outputnya saja.
Menurut HS selaku guru menyatakan bahwa mutu pendidikan :
“ Mutu pendidikan ya hasil output sekolahan, kalau disini kan
basisnya agama, ya ouputnya bisa bermoral baik di masyarakat”.
Tentang hal ini NH selaku guru dan waka kesiswaan juga menyatakan :
“ Mutu pendidikan ya kualitas pendidikan dalam membentuk peserta didik baik dari segi intelektual dan spiritual, yang di
buktikan dengan alumni dari sekolahan ”.
Ditambahkan oleh RI selaku guru dan bendahara sekolah yang menyatakan :
“ Mutu dikatakan berhasil dan tidak ya tegantung dari semua elemen yang berada di lembaga. Yang pasti kalo mutunya baik ya karena ada peningkatan positif yang terjadi dari input sampai output,. Peningkatan itu terutama perubahan sikap moral yang melekat pada alumni karena disini kan berbasis agama “.
Mutu pendidikan adalah sebuah derajat kepuasan masyarakat terhadap output alumni dari sekolah yang bisa diterima dimasyarakat, terutama dalam bidang sikap moral, agama tanpa menyampingkan segi intelektualnya. Di masyarakat sekitar Masdrasah Tsanawiyah memandang mutu pendidikan dari lembaga adalah output peserta didik nya (alumni) bisa berkelakuan baik dimasyarakat.
Selanjutnya penulis menambahkan pertanyaan tentang upaya guru bersertifikasi pendidik dalam meningkatkan mutu pendidikan
di Madrasah Tsanawiyah Ma‟arif Candimulyo dan mendapatkan
beberapa jawab antara lain sebagai berikut :
Menurut IS selaku kepala madarasah mengemukakan bahwa :
“ Kalau untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah ini saya menghimbau kepada para guru untuk senantiasa meningkatkan
kompentesi dibidangnya masing – masing. Dan menyarankan
kepada para guru untuk mengikuti MGMP, pelatihan – pelatihan,
deklat, seminar yang di adakan oleh pemerintah untuk para guru. Senantiasia disiplin, teguh, serius dalam melaksanakan apapun
Guru diwajibkan untuk serius dalam melaksanakan tugasnya sebagai guru dalam mengajar dan juga senantiasa melatih dan meningkatkan kompetensinya. Salah satu cara dengan mengikuti musyawarah guru mata pelajaran (MGMP), pelatihan – pelatihan, deklat, dan seminar yang di selenggarakan oleh pemerintah.
Menurut ST selaku guru dan wakil kepala sekolah menyatakan bahwa :
“ Ya mutu itu membutuhkan semua komponen yang di lembaga mas, jadi kalau saya ya hanya bisa dengan jalan memaksimalkan
proses pembelajaran dikelas saja mas dan melakukan pembiasan –
pembiasan yang terhadap siswa baik di dalam kelas maupun
diluar kelas“.
Sejalan dengan itu KH selaku guru dan waka kurikulum menyatakan bahwa :
“ cara saya ikut menyumbang ya bahasaku, karena tidak sepenuhnya ya memaksimalkan proses pembelajaran dikelas,. dan memberikan kegiatan pembiasaan kepada peserta didik seperti sholat dhuha dan dhuhur berjamaah di masjid, tadarus dan setiap pagi “.
Upaya guru dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Candimulyo dengan cara memaksimalkan pemebalajaran yang dilakukan di kelas dan juga melakukan pembiasaan terhadap peserta didik.
Menurut NH selaku guru dan waka kesiswaan menyatakan jawaban bahwa :
“ Saya gak bisa mas kalo meningkatkan mutu pendidikan, yang bisa saya lakukan ya hanya pemaksimalan proses pembelajaran di dalam kelas. Dan tetap belajar, mengembangkan kompetensi yang saya miliki “.
Senada dengan itu RI selaku guru dan bendahara sekolah menambahkan :
“ Kalau guru itu ya mengikuti arahan dari kepala mas seperti
mengikuti MGMP, sosialisasi, pelatihan – pelatihan, deklat,
seminar, yang diadakan untuk para guru. Sedangkan dari pribadiku ya peningkatan etos kerja saja mas serta tetap melatih kemampuan saya dan meningkatkannya. Selain itu juga melakukan pembiasaan terhadapa siswa untuk melakukan sholat dhuha dan sholat dhuhur berjamaah, tadarus dan membaca asmaul husna
setiap pagi sebelum proses pembelajaran dilakassnakan “.
Upaya yang dilakukan guru dalam meningkatakan mutu pendididkan dengan cara memaksimalkan kegiatan belajar mengajar di dalam kelas dengan memberikan semua kompetensi yang dimiliki, memberikan pembiasaan kegiatan tambahan seperti
sholat berjama‟ah bersama, tadarus dan membaca Asmaul Khusna
setiap pagi. C. Analisis Data.
Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spirirtual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, agama, bangsa dan negara.
Guru adalah agen pembelajaran yang mengemban tugas untuk memberikan pembelajaran yang kondusif. Dalam melaksanakan tugasnya, guru yang baik bukan hanya harus berbekal ilmu pengetahuan yang
mumpuni akan tetapi harus di imbangi dengan kemampuan spiritual yang memadai. Dalam mewujudkan semua itu guru harus senantiasa meningkatkan kemampuannya dalam hal mendidik dan mengevaluasi kekurangan – kekurangannya sebagai pembelajaran dan perbaikan diri. Seorang guru harus mempunyai rancangan – rancangan progam kedepan dan mampu mengevaluasinya. Berkaitan dengan tugas guru sebagai agen pembelajaran, selain kemampuan intelektual dan spiritual yang harus dimiliki, etos kinerja, semangat dalam bekerja juga harus dimilkinya. Kinerja adalah kegiatan nyata yang mencurahkan segala kemampuan demi memperoleh suatu keberhasilan seperti yang diharapakan. Kinerja sendiri diwujudkan dalam bentuk tindakan dan administratif.
Menurut hasil dari wawancara yang sudah di tulis bab sebelumnya, maka penulis dapat mengaliasis antara lain sebagai berikut :
1. Kinerja guru bersertifikasi pendidik di Madrasah Tsanawiyah Candimulyo.
a. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.
Rencana pelaksanakan pembelajaran adalah suatu rancangan progam pembelajaran yang diwajibkan bagi setiap guru sebelum melakukan proses pembelajaran sesuai yang dikatakan oleh Is selaku kepala madrasah
“saya mengharuskan setiap guru membuat
rancangan pelaksanaan pembelajaran sebelum mengajar dikelas sebagai acuan dan administrasi
Rencana pelaksanaan Pembelajaran ini dijadikan sebagai acuan / skenario jalannya pembelajaran yang dilakukan dikelas. Sebagai alat untuk mempermudah seorang guru dalam memberikan pembelajaran yang akan dilaksanakan demi tercapainya tujuan pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi dasar yang sudah ditentukan di dalam RPP yang merupakan bentuk pengembangan dari SILABI yang sudah di fokuskan dan di desain sesuai dengan kebutuhan yang ada di wilayah masing- masing. Selain itu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran juga sebagai bukti bentuk admisitratif seorang guru dan sebagai bukti bahwa seorang guru telah mempelajari dan memahami bahan ajar / materi yang akan disampaikan dalam proses pembelajaran. Sebagamana yang di katakan oleh RI selaku guru dan bendahara mnyatakan :
“ membuat rencana pelakasanaan pembelajaran (RPP) sebagai acuan pembelajaran itu juga berkaitan dengan indikator yang ingin di capai dalam setiap pembelajaran sesuai silabus mas jadi, itu penting dan harus ada sebelum mengajar dikelas. Sebenarnya RPP itu malah mempermudah
guru dalam mengajar dan sebagai bukti
administrasi guru”.
Jadi, kinerja guru meliputi pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang di jadikan sebagai acuan, skenario pembelajaran yang akan dilakukan dalam 1 sampai 3 kali pertemuan
b. Kegiatan Belajar Mengajar
Adapun kinerja guru yang kedua yang dilakukan di sekolah Madrasah Tsanawiyah yang kedua adalah melaksanakan proses pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas. Sebagaimana yang di utarakan oleh RI selaku bendahara sekolah yang menyatakan :
“kalau sudah baru mengajar nah ini sebagai
pembuktian tindakan nyata atas kinerja”.
Adapun kegiatan belajar mengajar yang di lakukan di Madrasah Tsanawiyah Candimulyo dilakukan seperti yang sudah dicantumkan di dalam Rencan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP dijadikan sebagai panduan, acuan, skenario. Dimulai dari apersepsi, dilanjut dengan motivasi, lalu kegiatan inti yang mencakup elaborasi, explorasi, dan konfimasi. Kesimpulan dan terakhir
penutup. Sebagian besar sesuai dengan rencana
pelaksanaan pembelajaran seperti yang di ungkapkan RI yang menyatakan :
“ Cara mengajar saya ya sudah tertulis di RPP, mulai apersepsi,eksplorasi, elaborasi, konfirmasi, strategi yang harus saya gunakan pada intinya bagaimana materi yang saya berikan itu bisa diterima oleh murid”.
Jadi kinerja guru yang kedua adalah melakukan proses pembelajaran yang di lakukan di dalam kelas sesuai
dengan rencan pembelajaran ytang sudah di buat. RPP terlampir
c. Evaluasi
Evaluasi pembelajaran sangat perlu di laksanakan di dalam sebuah proses pembelajaran dikelas. Evaluasi di laksanakan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kesulitan yang di alami oleh peserta didik dan atau tingkat kepahaman siswa dalam menerima dan memahami materi
– materi yang sudah diberikan. Sesuai dengan perkataan NH selaku guru dan waka kurikulum
“ setelah itu mengevaluasi pembelajaran sebagai
alat mengukur tingkat kepahaman , kesulitan siwa
dan juga sebagai perbaikan kinerja yang
selanjutnya “.
Dan juga perkataan dari RI selaku guru dan bendahara sekolah :
“ Dan cara mengetahui itu saya biasa melakukan evaluasi dengan penugasan terstruktur maupun