BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA
B. Penyajian Data dan Analisis
Suatu penyajian sebagai sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Mereka meyakini bahwa penyajian-penyajian yang lebih baik merupakan suatu cara yang utama bagi analisis kualitatif yang valid, yang meliputi: berbagai jenis matrik, grafik, jaringan dan bagan.
Semuanya dirancang guna menggabungkan informasi yang tersusun dalam suatu bentuk yang padu dan mudah diraih. Dengan demikian seorang penganalisis dapat melihat apa yang sedang terjadi, dan menentukan apakah menarik kesimpulan yang benar ataukah terus melangkah melakukan analisis yang menurut saran yang dikisahkan oleh penyajian sebagai sesuatu yang mungkin berguna.
c. Menarik Kesimpulan
Penarikan kesimpulan menurut Miles & Huberman hanyalah sebagian dari satu kegiatan dari konfigurasi yang utuh. Kesimpulan-kesimpulan juga diverifikasi selama penelitian berlangsung. Verifikasi itu mungkin sesingkat pemikiran kembali yang melintas dalam pikiran penganalisis (peneliti) selama ia menulis, suatu tinjauan ulang pada catatan-catatan lapangan, atau mungkin menjadi begitu seksama dan menghabiskan tenaga dengan peninjauan kembali serta tukar pikiran di
antara teman sejawat untuk mengembangkan kesepakatan intersubjektif atau juga upaya-upaya yang luas untuk menempatkan salinan suatu temuan dalam seperangkat data yang lain. Singkatnya, makna-makna yang muncul dari data yang lain harus diuji kebenarannya, kekokohannya, dan kecocokannya, yakni yang merupakan validitasnya.37
Analisis memerlukan beberapa proses tidak langsung jadi dalam sekali tahap, hal ini menurut pendapat Miles Huberman. Kegiatan analisis melalui analisa interaktif dilakukan secara berulang mulai dari reduksi data, penyajian hingga dan penarikan kesimpulan dalam waktu yang ditentukan saat penelitian. Kesimpulan setelah data dilakukan verifikasi sehingga menarasikan sajian data menjadi lebih mudah dan data yang dihasilkan menjadi lebih terpercaya.
F. Keabsahan Data
Perhitungan terhadap keabsahan data menjadi prosedur yang telah dikembangkan guna memberi kepastian bahwa data penelitian dapat dipertanggungjawabkan, sebab jika melakukan verifikasi pada alat yang digunakan peneliti sangat tidak mungkin sehingga pemeriksaan absahnya data ini dilakukan.
Penelitian ini melakukan pengecekan keabsahan data menggunakan uji realibilitas pada data hasil penelitian dimana diterapkan teknik triangulasi dengan penjelasan sebagai berikut.
37 Milles dan Huberman, Analisis Data Kualitatif, Jakarta: Universitas Indonesia Press, 2014, hlm.
16.
Pada bagian ini rencana penelitian yang akan dilakukan peneliti akan dijelaskan secara rinci dimulai dari tinjaun pustaka dari penelitian sebelumnya, proses pengembangan desain penelitian, hingga pelaksanaan penelitian sebenarnya yang akan dilakukan. Terdiri dari beberapa tahapan umum dalam penelitian, yaitu pralapangan, tahap pekerjaan lapangan, dan tahap analisis data dan pelaporan.40
38 Sigit, Amirullah, Metode Penelitian Bisnis Pendekatan Kuantitatif & Kualitatif (Malang: Media Nusa Creative, 2016), 225.
39 Ibid., 226
40 Lexy J Moleong, 127
a. Tahap pra lapangan
Dalam tahapan ini dilakukan penyiapan serta pembuatan rancangan penelitian yang akan dilakukan sebelum menjalankan penelitian pada lapangan. Tahap ini terdiri dari lima langkah yang dilakukan, sebagai berikut :
1. Menyusun rancangan penelitian
Penyusunan rancangan untuk penelitian dari meninjau penelitian terdahulu dimulai dari menemukan dan mengajukan judul, penyusunan matrik penelitian, kemudian peneliti melakukan konsultasi kepada dosen selaku pembimbing pelaksanaan penelitian, hingga langkah terakhir melakukan pembuatan proposal dan melakukan seminar proposal penelitian.
2. Memilih lapangan penelitian
Peneliti melakukan survei untuk menentukan tempat penelitian yang akan digunakan sebelum penelitian dilaksanakan. Peneliti memilih lapangan penelitian, yaitu MA Raudlatul Jannah Mayang.
3. Mengurus perizinan
Pengurusan perizinan perlu dilakukan oleh peneliti dengan meminta surat izin dari lembaga perguruan tinggi kepada lembaga tempat dilakukan penelitian, yaitu pihak MA Raudlatul Jannah Mayang.
4. Memilih informan
Pemilihan informan oleh peneliti guna menjadi subjek atau sumber data yang dalam penelitian ini ditentukan, yaitu guru akidah akhlak, kepala sekolah, biro kepesantrenan dan siswa kelas.
5. Menyiapkan perlengkapan penelitian
Ketika tahap satu sampai empat selesai dilakukan, maka sebelum menuju lapangan peneliti akan mempersiapkan kelengkapan yang dibutuhkan ketika menjalankan penelitian, terdiri dari alat tulis berupa buku, pulpen, ataupun catatan rancangan dan perekam atau potret foto, serta kebutuhan lainnya.
b. Tahap pekerja lapangan
Kegiatan peneliti pada tahap ini, yaitu mengunjungi tempat penelitian secara langsung untuk diobservasi atau melakukan pengamatan pada peristiwa serta pengumpulan data di lapangan melalui cara observasi, wawancara dan dokumentasi.
c. Tahap analisis data
Analisis data menentukan hasil kesimpulan dari data temuan hasil penelitian, yaitu diperolehnya kesimpulan sesuai fokus pada penelitian. Analisis dilakukan menyesuaikan pada rancangan yang telah disiapkan.
d. Tahap pelaporan
Tahap ini peneliti melakukan penyusunan laporan tertulis dari hasil penelitian yang telah dilakukan pengolahan ke dalam bentuk
laporan skripsi, yang berisi hasil penelitian mengenai pola komunikasi guru akidah akhlak dalam pembinaan moral siswa MA Raudlatul Jannah Mayang.
BAB IV
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS A. Gambaran Objek Penelitian
1. Sejarah MA Raudlatul Jannah
Pondok pesantren Raudlatul Jannah adalah sebuah Yayasan yang berada di Jl. Banyuwangi No. 09 Dusun Kebun Gunung RT 005 RW 005 Desa Tegalrejo Kecamatan Mayang Kabupaten Jember. Yayasan ini awalnya berupa surau kecil yang diasuh oleh Kyai Mustahal.
Seiring berjalannya waktu setelah wafatnya Kyai Mustahal, perjuangan beliau dilanjutkan oleh putranya yang bernama KH.
Muhammad Hasan. Pada kepemimpinan beliau tempat yang asalnya berupa surau mengaji ini didirikan Lembaga Pendidikan yang bernama Raudlatul Jabar, karena yayasan ini berada di dusun Kebun Gunung.
Namun karena alasan tertentu, Yayasan ini berubah menjadi Yayasan Pendidikan Islam Raudlatul Jannah, dan pada kepemimpinannya beliau mendirikan sebuah lembaga pendidikan formal, yakni MI Raudlatul Jannah pada tahun 1950 M.
Setelah beliau wafat akhirnya kepemimpinan digantikan oleh putra beliau yang bernama KH. Ansori Hasan. Pada kepemimpinan beliau, didirikan Lembaga Pendidikan Formal tingkat menengah dengan nama MTS. Raudlatul Jannah. Kemudian setelah beliau wafat (2008) kepengurusan Yayasan dipasrahkan kepada menantu beliau Kyai Ahmad Suudi Munir, S.Ag. tepat dua tahun pada kepemimpinan
44
beliau, yakni pada tahun 2010 setelah melakukan musyawarah dengan anggota keluarga besar PP. Raudlatul Jannah serta lapisan masyarakat, akhirnya didirikan lembaga pendidikan formal tingkat menengah atas sebagai lanjutan dari Mts. Raudlatul Jannah dengan diberi nama Madrasah Aliyah Raudlatul Jannah dengan KH. Ahmad Daniyal, Lc sebagai kepala madrasah pada waktu itu. Awal berdirinya Madrasah Aliyah ini, jumlah pendaftar tidak begitu banyak yakni sekitar 10 siswa, namun yang tetap bertahan hanya 9 siswa. Awalnya madrasah ini memanfaatkan teras masjid sebagai sarana kelas karena memang masih belum memiliki gedung. Kemudian pada akhir tahun 2011, madrasah ini mendapat hibah gedung dari Mts. Raudlatul Jannah yang berhadapan langsung dengan masjid karena Mts Raudlatul Jannah sendiri mendapat bantuan RKB dari PNPM. Pada tahun 2012 karena harus mengikuti aturan pemerintah maka kepala madrasah digantikan oleh Kyai Ahmad Suudi Munir, S.Ag. karena KH. Ahmad Danial Lc sudah menjabat sebagai Kepala Madrasah Ibtidaiyah, dan tidak boleh ada jabatan ganda di bidang pendidikan formal sekaligus. Pada tahun inilah pula Izin Operasional Madrasah Aliyah turun dengan NSM 131235090083 dan NPSM 68924835, dan pada tahun 2015 Madrasah ini mengikuti Akreditasi Madrasah dan langsung mendapatkan predikat akreditasi B dengan nilai akumulasi 76.
Seiring berjalannya waktu, madrasah ini mampu melampaui Madrasah lainnya yang setingkat yang berada di Kecamatan Mayang,
baik dari jumlah siswanya, SDM, program unggulan dan lain sebagainya. Pada tahun 2017 Madrasah Aliyah Raudlatul Jannah mampu mendirikan gedung sendiri dari hasil menabung selama 4 tahun dan rampung menjadi 2 lantai pada tahun 2019. Saat ini jumlah siawa mencapai 200 siswa lebih. Pada Madrasah ini ada beberapa program kegiatan Ekstakulikuler yakni ALKINDY (Komunitas Matematika), REC (Bahasa Inggris), Enterpreuner (Keterampilan) FIKIH’S (Bidang fikih), TAHFIDZ dll. Bahkan madrasah ini bekerjasama dengan Dunas Sosial Kabupaten dan Provinsi dengan mengirimkan sebagian siswa untuk mengasah kemampuan dan keterampilan kerja dibidang otomotif, tata busana, tata rias, tataboga, pertukangan, las dan bordir.
2. Profil MA Pondok Pesantren Raudlatul Jannah
MA Pondok Pesantren Raudlatul Jannah merupakan salah satu madrasah yang di asuh oleh Kyai Suudi, S.Ag, M.Pd dengan alamat Jl.
Banyuwangi No. 09 Desa Tegalrejo Kecamatan Mayang Kabupaten Jember. Sekolah ini memiliki status swasta dan berdiri sejak tahun 2010 serta telah terakreditasi B pada tahun 2021 yang memiliki kelompok madrasah yakni MAN 1 Jember. Kegiatan belajar mengajar dimulai pada pagi hari seperti sekolah madrasah lainnya. Jumlah siswa MA Pondok Pesantren Raudlatul Jannah kurang lebihnya yaitu laki-laki terdiri dari 93 siswa dan perempuan terdiri dari 99 siswi. Untuk
luas bangunan sekolah sendiri yaitu kurang lebih 490 m yang terletak pada lintasan provinsi.
3. Visi & Misi MA Pondok Pesantren Raudlatul Jannah
Suatu sekolah perlu memiliki landasan berupa visi serta misi yang harus menjadi pusat perhatian dalam rangka pengembangan sekolah khususnya di MA Pondok Pesantren Raudlatul Jannah. Selain itu, fungsi visi dan misi adalah mengarahkan perilaku dalam bersikap supaya memenuhi aturan ketika melakukan sesuatu. Sehingga dapat dikatakan bahwa tujuan sekolah dapat berjalan teratur sesuai alur perencanaan jika sekolah memiliki visi dan misi.
Adapun visi misi yang berada di MA Pondok Pesantren Raudlatul Jannah pada saat ini yaitu:
a. Visi
1. Unggul dalam prestasi beriman dan bertaqwa b. Misi
1. Menumbuhkan semangat keunggulan secara intensif 2. Memiliki kepribadian yang beriman, berilmu dan beramal 3. Mengembangkan kreatifitas, minat siswa secara optimal 4. Mendidik siswa berakhlakul karimah
4. Pencapaian yang diraih MA Pondok Pesantren Raudlatul Jannah MA Pondok Pesantren Raudlatul Jannah merupakan salah satu sekolah dengan tingkat kecerdasan cukup baik dimiliki oleh siswa
sehingga prestasi akademik dan non akademik dapat dicapai dengan klasifikasi sebagai berikut:
a. Prestasi Akademik
1. Juara 2 KSM Matematika tingkat KKM 2020 2. Juara 1 KSM Ekonomi tingkat KKM 2020 b. Prestasi Non Akademik
1. Juara 3 lomba gerak jalan tingkat kecamatan 2017 2. Juara 1 lari 100 meter tingkat KKM dalam KSM 2022 3. Juara 2 lari 400 meter tingkat KKM dalam KSM 2022 B. Penyajian Data dan Analisis
Penyajian dan analisis data menjadi bukti dari hasil penelitian dengan berisi uraian data yang telah diperoleh dari menjalankan prosedur pada BAB III. Penyajian data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara serta dokumentasi bertujuan untuk menjawab permasalahan yang diangkat pada penelitian didasarkan pada rumusan masalah.
Penyajian data dari hasil penelitian melalui analisis dengan metode kualitatif deskriptif dan teknik klasifikasi data, antara lain kondensasi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan.
Data yang telah dikumpulkan dalam penelitian ini dijelaskan sesuai fokus penelitian, yaitu:
1. Pola Komunikasi Guru Akidah Akhlak Dalam Pembinaan Moral Siswa MA Pondok Pesantren Raudlatul Jannah
Penulis mengemukakan hasil temuan pada penelitian ini mengenai berberapa jenis pola komunikasi yang terdapat di MA Pondok Pesantren Raudlatul Jannah, sebagai berikut:
a. Pola Komunikasi satu arah, yaitu komunikasi yang tidak ada umpan balik antara komunikator dan komunikan dimana posisi komunikan hanya sebagai penerima pesan yang pasif dari komunikator serta komunikator hanya sebagai pemberi pesan yang aktif. Posisi komunikasi ini dalam pembelajaran, yaitu guru sebagai penyampai materi ajar lebih aktif dibanding siswa yang hanya menerima materi dari guru tanpa ada diskusi atau komentar.
Pola komunikasi yang saat ini sering saya ajarkan hampir setiap hari yakni menggunakan pola komunikasi satu arah dimana saya yang menjelaskan materi pembelajaran kepada siswa didepan kelas dan siswa hanya saja menerima pesan yang telah saya sampaikan untuk dicerna dan dipelajari sebagai ilmu dan bahan ajaran setiap harinya.41
b. Pola Komunikasi dua arah, yaitu peran komunikator dapat sebagai pemberi pesan maupun penerima pesan. Hal ini berlaku pula pada komunikan yang dapat memberikan imbal balik selain sebagai penerima pesan. Guru akidah akhlak maupun siswa yang diajar di MA Pondok Pesantren Raudlatul Jannah
41 Zamroni Yusuf, diwawancari oleh penulis, Mayang, 15 Juni 2022.
dapat memiliki peran ganda sebagai pemberi dan penerima atau disebut komunikasi intrapersonal dalam pengajaran.
Komunikasi ini merupakan terjadinya proses pertukaran informasi dimana komunikator dan komunikan memiliki peran ganda serta interaksi ini dapat menimbulkan feedback langsung dari komunikan.
Disini saya menggunakan pola komunikasi dua arah yaitu dengan siswa secara langsung berkomunikasi pada saat diadakannya penyetoran hafalan didepan kelas seperti hafalan kitab tarbiyatus sibbyan dengan maju satu persatu kedepan tanpa membawa buku. Jadi dengan menggunakan pola komunikasi dua arah ini juga bisa melatih mental siswa untuk maju kedepan tanpa adanya rasa gugup dan malu dan juga dapat melatih kepercaya dirian seorang siswa.42
c. Pola komunikasi banyak arah, yaitu terlibatnya banyak orang dalam komunikasi yang terjadi serta menuntut komunikan supaya lebih aktif dibanding komunikator.
Komunikasi yang saya terapkan pada siswa juga menggunakan pola komunikasi banyak arah, seperti diadakannya presentasi kelompok didalam kelas, yang mana disini dengan melakukan tanya jawab pada audiens akan tetapi yang lebih aktif yakni peserta presentasi.
Presentasi disini juga menggunakan slide power point yang sudah disiapkan terlebih dahulu, supaya presentasi lebih nyaman dan mudah dipahami oleh siswa. Akan tetapi pembelajaran presentasi seperti ini tidak dilakukan setiap hari melainkan hanya satu bulan dua kali saja untuk dua kali pertemuan pembelajaran.43
42 Zamroni Yusuf, diwawancari oleh penulis, Mayang, 15 Juni 2022.
43 Zamroni Yusuf, diwawancari oleh penulis, Mayang, 15 Juni 2022.
Meskipun pola komunikasi yang dilakukan ustad zamroni ini terbilang cukup sukses mendidik siswa-siswinya menjadi nyaman dan percaya diri saat pembelajaran didalam kelas, namun beliau memiliki cita-cita mengenai siswa-siswinya supaya lebih bagus lagi dan pandai lagi dalam proses pembelajaran terutama pada akidah akhlak.
Menurut pakar teori Lasswel model komunikasi terbentuk S-O-R (Stimulus-Organism-Respon) dimana terdapat lima tahap dalam teori ini untuk berjalannya komunikasi dengan baik. Teori ini sama persis dengan pola komunikasi yang digunakan oleh guru akidah akhlak dimana komunikatornya yaitu guru, dengan menyampaikan pesan pembelajaran kepada siswa dengan secara langsung (tatap muka) sehingga terjadi perubahan sikap menjadi lebih baik lagi.44
Proses komunikasi yang terjadi di MA Pondok Pesantren Raudlatul Jannah sebagai bentuk dari komunikasi jenis kelompok kecil di dalam kegiatan pembelajaran, dimana hal ini dilihat dari komunikator menjadi penyampai pesan untuk tiga orang atau lebih komunikan. Namun komunikasi kelompok tersebut dapat juga diubah menjadi komunikasi dua arah berbentuk dialog oleh guru atau disebut komunikasi interpersonal.
Disini saya juga menerapkan komunikasi pembelajaran interpersonal yaitu menggunakan dialog antar siswa dimana saya seorang guru menjadi komunikator dan siswa sebagai komunikan.
Model komunikasi ini terjadi ketika sifat responsif terhadap pesan yang disampaikan muncul pada diri siswa dengan bentuk pengajuan pertanyaan atau pendapat yang dikemukakan baik
44 Dani. Kurniawan, “Komunikasi Model Laswell dan Stimulus Organism Responden Dalam Mewujudkan Pembelajaran Menyenangkan”, Jurnal Komunikasi Pendidikan, No.1, (Januari 2018)63.
diminta atau tidak. Namun ketika siswa yang diajar ini bersifat pasif atau tidak punya gairah untuk menanggapi materi ataupun bertanya maka komunikasi dua arah ini tidak dapat dilakukan dengan efektif.45
Ciri-ciri yang ditimbulkan dari komunikasi yang baik dan efektif, yaitu pertama, komunikator mampu memahami pesan yang akan dikirimkan menuju komunikan. Guru akidah akhlak harus memahami terlebih dahulu materi pembelajaran yang akan disampaikan didalam kelas pada saat proses pembelajaran berlangsung bersama siswanya.
Sebelum proses mengajar siswa dikelas terlebih dahulu saya mempelajari pelajaran yang akan saya ajarkan kepada peserta didik saya dirumah, dengan guna supaya menjadi lebih faham dan jelas disaat memberi materi.46
Ciri-ciri kedua yaitu terjadi keakraban serta kehangatan yang menyenangkan. Guru akidah akhlak pada saat memberikan materi pembelajaran dapat diterima dengan sangat senang oleh siswanya sehingga lebih cepat untuk siswa mengerti dan faham pembelajaran yang diajarkan di kelas.
Pada saat memberikan materi pembelajaran kepada siswa disinilah saya menerangkan dengan penjelasan yang tidak membuat mereka bosan untuk mendengarkannya karena supaya lebih cepat ditangkap dan juga membuat suasana kelas lebih menyenangkan.47
45 Zamroni Yusuf, diwawancari oleh penulis, Mayang, 15 Juni 2022.
46 Zamroni Yusuf, diwawancari oleh penulis, Mayang, 02 Desember 2022.
47 Zamroni Yusuf, diwawancari oleh penulis, Mayang, 02 Desember 2022.
Ciri-ciri ketiga yaitu terjadinya perubahan sikap atau perilaku orang lain dalam tindakan tanpa paksaan dari komunikator. Guru akidah ahlak dapat membuat siswa yang diajarkan menjadi lebih baik sikap dan sopan santun dengan tanpa adanya paksaan dari ustad zamroni.
Disini saya dapat melihat dan menilai sendiri sikap para siswa yang sudah mulai berubah satu-persatu dengan baik. Awal mulanya yang bisa dikatakan kurang sekarang sudah menjadi lebih baik bahkan bisa dikatakan sudah sopan kepada semua guru.48
Ciri-ciri yang keempat yaitu timbul interaksi sosial yang baik serta mampu menciptakan hubungan yang memuaskan serta mempertahankan nya. Guru akidah akhlak bersama siswa dapat berkomunikasi dengan baik dengan berinteraksi didalam kelas pada saat jam pelajaran berlangsung.
Pada saat jam pelajaran didalam kelas saya lebih suka memberikan tugas seperti tugas berkelompok, karena dengan begitu mereka bisa berinteraksi dan berdiskusi secara baik bersama teman-temannya dibandingkan diadakannya proses hafalan satu persatu.49
Ciri-ciri yang terakhir yaitu komunikan bertindak sesuai isi pesan yang diinginkan komunikator. Siswa sangat mentaati apa yang diperintahkan oleh guru akidah akhlak seperti pada saat ada tugas yang dikerjakan di sekolah.
Berdasarkan ciri-ciri diatas yang dilakukan secara berlangsung oleh ustad Zamroni selaku guru akidah akhlak bagi siswa-siswi dalam kegiatan
48 Zamroni Yusuf, diwawancari oleh penulis, Mayang, 02 Desember 2022.
49 Zamroni Yusuf, diwawancari oleh penulis, Mayang, 02 Desember 2022.
proses pembinaan akhlak di MA Pondok Pesantren Raudlatul Jannah ini, maka hasil pengamatan dari peneliti menunjukkan bahwa pola komunikasi dalam pelaksanaan pembelajaran telah dilakukan secara efektif dan sangat efisien terhadap para siswa-siswi.
Unsur unsur komunikasi terdiri dari lima unsur yang pertama, sumber yaitu MA Pondok Pesantren Raudlatul Jannah. Kedua, komunikator yaitu guru akidah akhlak ustad Zamroni. Ketiga, pesan yaitu pembelajaran akidah akhlak. Keempat, saluran komunikasi yaitu tatap muka yang diajarkan oleh guru kepada siswa secara langsung. Dan terakhir hasil yaitu tingkah laku siswa yang mulai membaik pada saat adanya proses pembelajaran akidah akhlak.
Macam-macam pola komunikasi yang diterapkan di MA Pondok Pesantren Raudlatul Jannah yaitu pertama, komunikasi intrapersonal atau komunikasi dengan diri sendiri.
Komunikasi ini biasanya terjadi pada saat adanya ujian sekolah, karena pada saat itulah saya berfikir sendiri dengan sistem saraf tanpa bertanya pada orang lain dan mencontek.50
Kedua, komunikasi interpersonal atau komunikasi antar pribadi yaitu pertukaran informasi antara komunikan dan komunikator.
Komunikasi ini terjadi pada saat diadakan tanya jawab dikelas kepada siswa pada saat proses menjelaskan materi pembelajaran.51
50 Rina, diwawancari oleh penulis, Mayang, 02 Desember 2022.
51 Zamroni Yusuf, diwawancari oleh penulis, Mayang, 02 Desember 2022.
Ketiga, komunikasi kelompok yakni terjadi pada saat diadakan diskusi kelompok karena pada saat itulah komunikator dengan komunikan berkumpul bersama bertukar fikiran.
Proses pembinaan moral yang terjadi di MA Pondok Pesantren Raudlatul Jannah termasuk jenis komunikasi bersifat tatap muka (face to face), dengan ciri-ciri berdasarkan sudut pandang kondisi dan sasaran
disebut sebagai komunikasi kelompok.
Berikut adalah ciri-ciri dari komunikasi kelompok, yaitu:
a. Penyampaian pesan dalam proses komunikasi dilakukan secara tatap muka oleh pembicara kepada khalayak dengan jumlah yang lebih besar. Hal ini ditunjukkan pada guru akidah akhlak sebagai pembiacara kepada siswa sebagai khalayak dalam jumlah besar.
Ya disini saya dengan menggunakan sistem pembelajaran menerangkan kepada siswa dengan siswa hanya mendengarkan dan mencerna pembelajaran yang telah saya sampaikan.52
b. Terjadinya komunikasi yang berlangsung kontinyu. Pada objek ditunjukkan bahwa pembejaran berlangsung terus menerus sesuai jadwal yang ditetapkan oleh kurikulum.
Hal ini dapat dilihat dari adanya jadwal mata pelajaran akidah akhlak dimana pelaksanaan pembelajaran dilakukan
52 Zamroni Yusuf, diwawancari oleh penulis, Mayang, 15 Juni 2022.
dengan waktu selama dua jam setiap hari selasa dan kamis didalam kelas.53
c. Adanya persiapan dan rencana matang pada pesan yang akan disampaikan serta tidak terjadi secara spontan kepada khalayak pada segmen tertentu. Hal ini diwujudkan dari adanya persiapan dan program rencana materi ajar yang telah disiapkan oleh guru sebagi komunikator serta tidak dapat dilakukan spontanitas sebab materi ajar akan dipertanggungjawabkan kepada kurikulum yang dibebankan.
Disini saya sebagai guru akidah akhlak sudah mempersiapkan bahan ajaran untuk diterangkan kepada siswa pada saat didalam kelas, jadi tidak spontanitas memberikan materi ajar melainkan saya masih mempersiapkannya terlebih dahulu.54
Pembinaan moral terdapat proses komunikasi berbentuk komunikasi kelompok kecil, dimana komunikator menjadi penyampai pesan berbentuk pikiran atau pemikiran bukan perasaan yang diterima oleh banyak orang komunikan berjumlah tiga atu lebih tiga orang atau lebih.
Biasanya dalam proses pembelajaran ini saya sebagai komunikator atau guru menyampaikan pesan kepada siswa, ketika siswa tidak paham akan apa yang saya sampaikan maka akan timbul pertanyaan dari siswa.55
53 Zamroni Yusuf, diwawancari oleh penulis, Mayang, 15 Juni 2022.
54 Zamroni Yusuf, diwawancari oleh penulis, Mayang, 15 Juni 2022.
55 Zamroni Yusuf, diwawancari oleh penulis, Mayang, 15 Juni 2022.
Jadi ketika itulah ustad Zamroni dapat melakukan perubahan pola komunikasi dari kelompok menjadi interpersonal.
Penelitian dari skripsi ini menurut hasil pengamatan menunjukkan bahwa kegiatan pembinaan moral oleh guru akidah akhlak menjadi salah satu program unggulan pada MA Raudlatul Jannah yang ditujukan kepada siswa. Hal yang membedakan antara MA Raudlatul Jannah dengan MA yang lain yang berada di daerah Mayang.
Kepala sekolah juga turut berpendapat terhadap kegiatan pembinaan moral di MA Raudlatul Jannah.
Pembinaan moral yang kami lakukan paling mendasar adalah melalui cara kebiasaan berbicara dan tingkah laku berpakaian yang sopan dan rapi, kemudian pembinaan menyempurnakan akhlak siswa melalui keteladanan yang baik dari guru. Selain itu akidah akhlak juga kami masukkan dalam pembelajaran. Materi dalam pelajaran tersebut menjelaskan mengenai bagaimana cara mempunyai akhlakul karimah yang baik dan benar menurut ajaran kitab.56
Dengan adanya proses pembinaan moral siswa seperti ini, maka harapan kepala sekolah dan seluruh dewan guru yakni supaya menciptakan akhlakul karimah pada siswa-siswi agar bermanfaat bagi nusa dan bangsa.
Selain itu disini pak Muhtar selaku Biro Kepesantrenan MA Raudlatul Jannah juga mengatakan bahwasannya pembinaan moral sangatlah penting dan kunci utama mencetak siswa-siswi berakhlakul karimah.
Melalui program pembinaan moral yang terdapat di MA Raudlatul Jannah ini, para dewan guru terlebih khusus guru
56 Suudi, diwawancari oleh penulis, Mayang, 15 Juni 2022.