BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
B. Penyajian Data dan Analisis
7. PERPUSTAKAAN 1
8. RUANG IBADAH 1
9. RUANG MAKAN 1
10. KANTIN 1
11. UKS 1
12. KAMAR KECIL GURU 2
13. KAMAR KECIL SISWA 6
SD Al-Baitul Amien (Full Day School) Kecamatan Patrang Kabupaten Jember merupakan salah satu sekolah berbasis swasta di Jember yang menerapkan program Full Day School dalam pelaksanaannya semua kegiatan yang ada di sekolah bernuansa Islami dengan menanamkan nilai-nilai tauhid kepada peserta didik. Selain mendapat pendidikan umum peserta didik juga mendapat pendidikan agama yang bertujuan membentuk peserta didik memiliki akidah yang kuat untuk selalu beriman kepada Allah.65
SD Al-Baitul Amien (Full Day School) membentuk para peserta didiknya untuk selalu beriman kepada Allah melalui kegiatan ibadah yang diterapkan oleh sekolah diharapkan sebagai seorang muslim peserta didik harus menyakini bahwa tauhid adalah dasar dari agama Islam. SD Al-Baitul Amien (Full Day School) menggunakan kurikulum 2013 dan kurikulum khas Baitul Amien yang didalamnya terdapat materi Akidah Akhlak, Al-Qur’an Hadits, Fiqih, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Namun dalam setiap pembelajaran dan kegiatan yang ada di sekolah lebih ditekankan dan diutamakan kepada peserta didik yaitu beribadah.66
Sebagaimana telah disampaikan oleh Hizbullah Muhib selaku Kepala Sekolah SD Al-Baitul Amien (Full Day School) yang menyatakan:
SD Al-Baitul Amien memiliki tujuan terutama pada Full Day School sebagaimana visinya yaitu berakhlak mulia dan berprestasi optimal.
Kita kembangkan dan kita utamakan adalah membentuk karakter peserta didik melalui pendidikan agamanya, hal tersebut merupakan
65Peneliti, Observasi, Jember 11 Maret 2017.
66 Peneliti, Observasi, Jember tanggal 11 April 2017.
salah satu tujuan ingin anak-anak usia emas seperti anak pada usia SD sudah mendapatkan pendidikan agama yang layak sehingga kedepannya anak-anak akan tumbuh menjadi anak yang memiliki iman yang kuat. Selain itu kami ingin mengembangkan nilai dakwah Islam di kabupaten Jember dengan latar belakang pendidikan SD.
Kemudian ingin membantu masyarakat dalam mendidik putra putrinya berakhlakul karimah melalui kurikulum yang diterapkan yaitu selain menggunakan kurikulum 2013 ada kurikulum khas Al-Baitul Amien yang sesuai dengan visinya yaitu menciptakan budi pekerti yang baik yang di dalamnya terdapat nilai-nilai ketauhidan.
Sebagai implementasinya yaitu nilai-nilai ibadah terutama sholat, yang kedua nilai-nilai belajar ketauhidan mengenalkan kepada anak-anak bahwa Allah SWT sebagai pencipta kita, yang ketiga nilai-nilai kebersamaan antar manusia yang dikemas dalam akidah akhlak, Al-Qur’an Hadist, Fiqih, Tahfidzul Al-Qur’an, Bahasa Arab, Bahasa Inggris itu sebagai kurikulum pendukung khas Al-Baitul Amien. Dari itu semua yang paling utama anak-anak bisa rajin sholat, rajin membaca Al-Qur’an, berbudi pekerti yang baik dan anak-anak cerdas.67
Berdasarkan pernyataan tersebut SD Al-Baitul Amien (Full Day School) menerapkan program Full Day School memiliki tujuan untuk mendidik anak-anak supaya memiliki pendidikan agama yang layak sedini mungkin sehingga kedepannya anak-anak tersebut tumbuh menjadi seorang muslim yang memiliki keimanan yang teguh kepada Allah. Pendidikan agama tersebut dituangkan dalam kurikulum yang diterapkan di sekolah yaitu kurikulum khas Al-Baitul Amien, di dalamnya terdapat nilai-nilai ketauhidan yang bertujuan mengajarkan kepada para peserta didik supaya tidak meninggalkan perintah Allah SWT seperti rajin sholat, membaca Al-Qur’an, dan berbudi pekerti yang baik. Dapat diketahui bahwa penerapan program Full Day School di SD Al-Baitul Amien (Full Day School)
67 Hizbullah Muhib, Wawancara, Jember tanggal 11 April 2017.
memiliki tujuan selain menjadikan peserta didik cerdas, juga membentuk para peserta didik menjadi manusia yang tekun dalam beribadah dan berbudi pekerti yang baik.
Memperkuat pernyataan Hizbullah Muhib, Nury Yasien Rachmatullah selaku guru PAI kelas 5 dan 6 sekaligus penanggung jawab akidah dan akhlak siswa di SD Al-Baitul Amien (Full Day School), mengatakan:
Full Day School dirancang dalam pembinaan karakternya, pembinaan karakter disini diutamakan dibidang keagamaan beda dengan sekolah lainnya. Mulai dari kegiatan anak bermain, belajar, sholat bersama, ngaji bersama semuanya dikemas dalam nuansa Islami. Kami menanamkan nilai-nilai tauhid dengan cara mengajarkan kepada siwa untuk beribadah kepada Allah SWT. Selain itu, nilai-nilai ketauhidan yang kami tanamkan kepada siswa juga terdapat dalam pembelajaran yang ada di kurikulum khas Al-Baitul Amien.68
Berdasarkan pernyataan tersebut dapat diketahui bahwa Full day School dirancang untuk membina peserta didik dibidang akidah melalui penanaman nilai-nilai tauhid yang dikemas dalam kegiatan keagamaan yang ada di sekolah.SD Al-Baitul Amien (Full day School) menggunakan kurikulum khas Al-Baitul Amien yang di dalamnya terdapat pendidikan keagamaan tentang nilai-nilai ketauhidan sehingga secara langsung mengajarkan kepada peserta didik untuk senantiasa beriman kepada Allah SWT.
68 Nury Yasien Rachmatullah, Wawancara, Jember tanggal 11 April 2017.
Sebagaimana Nury Yasien Rachmatullah menambahkan dengan pernyataannya:
Selain itu penanaman nilai-nilai tauhid juga melalui kegiatansalam sapa dengan tradisi Islami, implementasinya yaitu mulai dari siswa datang kami menyambut mereka dengan cara Islami, kalau guru laki-laki bersalaman dengan siswa laki-laki-laki-laki kalau guru laki-laki-laki-laki dengan perempuan pada batasan umur yang sudah baligh seperti sunnah Rasulullah ajaran Islami. Sebaliknya juga guru perempuan dengan laki-laki pada usia yang sudah baligh, disitu kami secara langsung menanamkan nilai-nilai ketauhidan kepada peserta didik. Kemudian setelah penyambutan itu kita awali dengan sholat dhuha, pembiasaan sholat dhuha ini tujuannya kita tekankan kepada peserta didik sebagai rasa cinta kepada Allah karena kita telah diberikan hidup dan syukur karena masih bertemu kembali.69
Berdasarkan hasil observasi nilai-nilai tauhid yang diajarkan oleh para guru di SD Al-Baitul Amien (Full Day School) langsung diterapkan pada kegiatan yang ada di sekolah mulai penyambutan salam sapa yang dilakukan guru dengan para peserta didik di pagi hari, kemudian dilanjutkan dengan sholat dhuha berjamaah hingga proses pembelajaran semuanya bernuansa Islami yang di dalamnya terdapat nilai-nilai tauhid yang bertujuan mengajarkan dan menanamkan kepada peserta didik bahwa apa yang telah diajarkan oleh para guru semuanya berdasarkan ajaran Islam.70
Nuansa Islami di SD Al-Baitul Amien (Full Day School) Jember secara langsung mengajarkan kepada peserta didik bahwa sebagai umat
69 Nury Yasien Rachmatullah, Wawancara, Jember tanggal 11 April 2017.
70 Peneliti, Observasi, Jember11 April 2017.
muslim harus memiliki akidah yang berarti beriman kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan penanaman nilai-nilai tauhid diterapkan langsung pada kegiatan kegamaan seperti melaksanakan ibadah sholat berjamaah yang bertujuan mengajarkan kepada peserta didik bahwa dengan ibadah maka akan menambah keimanan kepada Allah SWT. Guru menekankan kepada peserta didik bahwa sebagai umat muslim harus senantiasa mengerjakan sholat sebagai bentuk rasa syukur karena telah diberikan nikmat dalam kehidupan.71
Sebagaimana yang diungkapkan oleh Fitriatun selaku Wali kelas IV juga menyatakan:
Baitul Amien ini nuansanya sangat Islami. Kegiatan ibadah yang ada di sekolah bertujuan sebagai seorang muslim peserta didik harus memiliki rasa keimanan kepada Allah, kami tanamkan dan kami ajarkan kepada peserta didik jangan sampai lalai akan ibadahnya, kami selalu memotivasi peserta didik untuk mengerjakan sholat lima waktu baik di sekolah maupun di rumah.72
Hal senada juga diungkapkan Lilik Masruroh selaku wali kelas VI, mengatakan:
Full Day School disini dengan nuansa yang sangat Islami, semua guru disini selalu menekankan agar senantiasa beriman kepada Allah dengan mengajarkan kepada peserta didik sebagai seorang muslim yang beragama Islam wajib hukumnya untuk beriman dengan cara beribadah kepada Allah dengan melaksanakan kewajiban kita sebagai
71 Peneliti, Observasi, Jember 11 April 2017.
72 Fitriatun, Wawancara, Jember tanggal 17 April 2017.
muslim seperti mengerjakan sholat berjamaah yang biasa dilakukan setiap hari.73
Pembiasaan kegiatan beribadah seperti sholat dhuha, sholat dhuhur dan ashar yang diajarkan dan ditanamkan kepada peserta didik secara langsung bertujuan supaya kelak peserta didik memiliki keimanan yang kuat dan supaya peserta didik terbiasa melakukan ibadah tersebut tanpa disuruh.
Ika Wahyuningtyas selaku wali kelas V menyatakan:
Kami para guru semua disini memang mengajarkan sekaligus menanamkan kepada semua peserta didik bahwa kegiatan ibadah yang ada disekolah adalah sebagai bentuk rasa yakin kita kepada Allah. Seperti membiasakan sholat berjamaah dengan tujuan nantinya mereka sudah bisa mengerjakan sholat lima waktu tanpa disuruh.74 Memperkuat pernyataan Fitriatun, Lilik Masruroh, dan Ika Wahyuni, Habibatul Azizah siswa kelas V mengatakan:
Kalau disekolah guru selalu mengajarkan untuk sholat berjamaah karena pahalanya banyak.Sebelum pulang sekolah setelah sholat ashar berjamaah selalu diberi motivasi mengingatkan jangan sampai lupa sholatnya.75
Sesuai dengan ajaran Islam bahwa akidah merupakan rasa keimanan yang teguh yang hanya berprinsip kepada Allah dengan melaksanakan segala perintah-Nya. Melalui pembiasaan yang telah diajarkan oleh guru kepada peserta didik dengan demikian mereka akan terbiasa melakukan kegiatan beribadah tanpa harus di paksa karena dalam diri anak sudah dibiasakan dan
73 Lilik Masruroh, Wawancara, Jember tanggal 4 Mei 2017.
74 Ika Wahyuni, Wawancara, Jember tanggal 17 April 201
75 Habibatul Azizah, Wawancara, Jember 15 April 2017.
diajarkan untuk mengingat Allah, seperti halnya melakukan sholat dengan berjamaah dan berdzikir bersama setelah sholat.76 Seperti yang diungkapkan oleh Mohammad Robi selaku Guru PAI kelas 3 dan 4, menyatakan:
Kerajinan dan ketaatan peserta didik dalam beribadah seperti melaksanakan sholat berjamaah memang sudah kami ajarkan sejak mereka pertama masuk di SD Al-Baitul (Full Day School).Karena lingkungan sekolah disini nuansanya Islami jadi kami mengajarkan sekaligus menanamkan nilai-nilai tauhid kepada peserta didik melalui pembiasaan kegiatan yang semuanya bernilai ibadah yang tentunya sesuai dengan ajaran islam.77
Memperkuat pernyataan Mohammad Robi, M. Ali Wafi selaku guru PAI kelas 1 dan 2 menyatakan:
Anak yang sekolah di SD Al-Baitul (Full Day School) ini memang secara langsung kami bentuk mereka supaya menjadi anak yang sholeh dan solehah melalui kegiatan ibadah yang ada di sekolah yang di dalamnya terdapat nilai ketauhidan sesuai ajaran Islam. Karena sebagai seorang muslim harus melaksanakan ibadah sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Allah. Jadi dari awal anak memilih sekolah disini kami sudah membekali mereka dengan pendidikan agama yang sesuai dengan ajaran Islam.78
Tidak dipungkiri nuansa Islami di SD Al-Baitul Amien (Full Day School) memang tidak lain bertujuan untuk membentuk para peserta didik memiliki keimanan dan ketaatan untuk selalu mengingat Allah karena setiap kegiatan yang ada di sekolah semuanya bernilai ibadah. Terlihat dari penanaman nilai-nilai tauhid yang dilakukan oleh para guru kepada peserta didik yang selalu mengingatkan untuk selalu mengerjakan kewajibannya
76 Peneliti, Observasi, Jember 11 April 2017.
77 Mohammad Robi, Wawancara, Jember 15 April 2017.
78 M. Ali Wafi, Wawancara, Jember 4 Mei 2017.
sebagai umat muslim yang beragama Islam.79 Sebagaimanan pernyatan Nury Yasien Rachmatullah, mengatakan:
Penanaman nilai-nilai tauhid kami terapkan melalui penyambutan salam sapa setiap pagi. ketika penyambutan salam sapa di pintu gerbang sekolah kami selalu mengucapkan “Assalamualaikum”
kepada peserta didik. Kemudian kami selalu bertanya “tadi sholat shubuh atau tidak ?” kalau sudah Alhamdulillah. Tapi kalau misalnya ada yang wah lupa pak bangunnya kesiangan nah itu harus kita ingatkan.Biasanya itu anak kelas 1 dan 2.Tapi kalau yang sudah kelas atas itu semuanya sudah rajin ibadahnya karena terlihat dari buku penghubung yang kami berikan kepada peserta didik yang nanti ketika mereka mengerjakan sholat, mengaji Al-Qur’an itu ada tanda tangan dari orang tua.Jadi ada kerjasama antara guru dan wali murid.
Itu juga termasuk salah satu cara yang kami lakukan agar peserta didik senantiasa beriman dan selalu mengingat Allah.80
Melalui pembiasaan salam sapa secara Islami yang dilakukan dipagi hari secara langsung menanamkan kepada peserta didik tentang nilai-nilai tauhid. Memperkuat pernyataan Nury Yasien Rachmatullah, Hizbullah Muhib mengatakan:
Penanaman nilai-nilai tauhid bukan hanya saat proses pembelajaran tetapi pada saat penyambutan peserta didik didepan pintu gerbang sekolah itu secara langsung kami berikan. Seperti mengucapkan Assalamualaikum, tadi sholat shubuh atau tidak, itu termasuk nilai-nilai tauhid.Jadi kami selalu mengingatkan kepada peserta didik bahwa jangan lupa ibadahnya dan mereka mampu menerapkannya tidak hanya di sekolah tetapi juga di rumah karena kami memiliki buku penghubung melalui buku tersebut mereka mengerjakan sholat atau tidak ketika di rumah itu nanti ada tanda tangan dari orang tuanya.81
79 Peneliti, Observasi, Jember 4 April 2017.
80 Nury Yasien Rachmatullah, Wawancara, Jember tanggal 4 Mei 2017.
81 Hizbullah Muhib, Wawancara, Jember tanggal 4 Mei 2017.
Memperkuat pernyataan Nury Yasien Rachmatullah dan Hizbullah Muhib, Lilik Maruroh mengatakan:
Pembiasaan penyembutan siswa dipagi hari secara Islami, dilanjutkan sholat dhuha berjamaah itu termasuk cara kami menanamkan nilai-nilai tauhid. Pokoknya semua kegiatan disekolah itu bernuansa Islami.Ada namanya buku penghubung nanti apabila siswa mengerjakan sholat di rumah itu ada tanda tangan dari orang tua, tapi apabila tidak mengerjakan sholat ketika di rumah maka tidak boleh ditanda tangani oleh orang tuanya.Jadi ada kerjasama antara guru dan wali murid.82
Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan di SD Al-Baitul Amien (Full Day School) Jember penanaman nilai-nilai tauhid diterapkan langsung kepada peserta didik melalui kegiatan salam sapa secara Islami, kemudian juga melalui kegiatan keagamaan seperti ibadah melaksanakan sholat berjamaah, berdzikir bersama setelah sholat, membaca Al-Qur’an, dan membaca doa sebelum dan sesudah pembelajaran yang bertujuan agar peserta didik senantiasa beriman kepada Allah. Hal tersebut terkait dengan akidah peserta didik, melalui penanaman nilai-nilai tauhid tersebut maka peserta didik akan terbiasa melakukan hal-hal positif yang terkait dengan rasa keimanan kepada Allah SWT.83
Penanaman nilai-nilai tauhid kepada peserta didik bertujuan supaya peserta didik memiliki keimanan yang teguh dan selalu mengingat Allah dengan cara mengerjakan perintah-Nya karena sejatinya sebagai umat
82 Lilik Masruroh, Wawancara, Jember tanggal 4 Mei 2017.
83 Peneliti, Observasi, Jember 11 April 2017.
muslim yang beragama Islam harus memperkuat keimanan dan ketataan untuk selalu beribadah kepada Allah.
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi tersebut dapat dianalisis bahwa pelaksanaan program Full Day School dalam meningkatkan kecerdasan spiritual siswa di SD Al-Baitul Amien (Full Day School) terkait dengan akidah siswa bertujuan membina karakter peserta didik dalam bidang keagamaan dengan menanamkan nilai-nilai ketauhidan kepada peserta didik melalui kegiatan keagamaan yang ada di sekolah. Melalui kegiatan keagamaan yang diterapkan oleh sekolah dapat membentuk peserta didik memilki jiwa yang tenang karena nilai-nilai tauhid yang ditanamkan kepada peserta didik akan mendidik jiwa mereka untuk selalu menyerahkan kehidupannya kepada Allah dan dengan mengingat Allah maka kehidupan akan tenang.
Selain itu, melalui kegiatan yang ada di sekolah yang bernuansa Islami, dapat membuat peserta didik cerdas secara spiritual terlihat dari adanya perubah perilaku peserta didik yang mengarah ke arah yang baik.SD Al-Baitul Amien (Full Day School) selain membentuk peserta didik pintar secara akademik tetapi juga untuk membentuk peserta didik agar memiliki rasa yakin sekaligus keimanan yang kuat yang berprinsip kepada Allah SWT. Hal tersebut terlihat mulai dari peserta didik datang ke sekolah, pada
saat proses pembelajaran, hingga pulang sekolah sudah mulai dikenalkan dan juga ditanamkan kepada peserta didik tentang nilai-nilai tauhid.84
Kegiatan yang ada di SD Al-Baitul Amien (Full Day School) semuanya dinilai ibadah karena para guru mengajarkan dan membiasakan kepada peserta didik bahwa ibadah yang dilakukan bersama ketika di sekolah seperti pembiasaan sholat dhuha berjama’ah, sholat dhuhur dan ashar berjama’ah, membaca Al-Qur’an, memulai dan mengakhiri proses pembelajaran dengan berdo’a itu termasuk bentuk rasa syukur kepada Allah yang telah memberikan nikmat dan kehidupan kepada kita semua.
2. Pelaksanaan program Full Day School Dalam Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Terkait Akhlak Siswa di SD Al-Baitul Amien (Full Day School) Kecamatan Patrang Kabupaten Jember Tahun Pelajaran 2016/2017
Program Full Day School di SD Al-Baitul Amien (Full Day School) dirancang dalam membentuk karakter peserta didik terutama dibidang keagamaan, itulah yang menjadi ciri khas yang membedakan dengan sekolah pada umumnya.Pada pelaksanaannya semua kegiatan yang ada di SD Al-Baitul Amien (Full Day School) bernuansa Islami. Selain penanaman nilai-nilai tauhid, akhlak juga merupakan hal yang berkaitan erat dengan akidah karena jika akidah seseorang baik maka akhlaknya juga akan baik. Maka dari itupeserta didik tidak hanya dituntut memiliki kecerdasan dan prestasi
84 Peneliti, Observasi, Jember 11 April 2017.
secara optimal, tetapi diutamakan peserta didik memiliki perilaku atau akhlak yang baik sesuai dengan norma-norma agama.85
Berikut pernyataan Nury Yasien Rachmatullah selaku guru PAI kelas 5 dan 6 sekaligus penanggung jawab akidah dan akhlak siswa di SD Al-Baitul Amien (Full Day School) menyatakan:
Sebagai guru PAI dan penanggung jawab akidah dan akhlak peserta didik akan mengawal semua peserta didik untuk berakhlak baik kepada siapapun kepada dirinya sendiri, kepada orang tua, kepada sesama temannya, dan kepada guru-gurunya.86
Memperkuat pernyataan Nury Yasien Rachmatullah, Fitriatun selaku wali kelas IV mengatakan:
Etika siswa harus diutamakan baik perilaku mereka terhadap sesama temannya, kepada guru, dan orang tua itu harus diutamakan. Jadi mereka belajar disini bukan hanya untuk memiliki prestasi secara akademik tetapi juga memiliki akhlak yang sesuai dengan norma agama.87
Sebagaimana dalam pelaksanaan Full Day School selain akidah, akhlak merupakan yang paling utama ditekankan kepada peserta didik.Akhlak merupakan hal yang menentukan nilai perbuatan manusia baik atau buruk. Sesuai dengan visinya SD Al-Baitul Amien (Full Day School) mengutamakan agar peserta didik berakhlakul karimah melalui pembiasaan saling mengingatkan, menghormati satu sama lain dan peduli terhadap
85 Peneliti, Observasi, Jember 11 April 2017.
86 Nury Yasien Rachmatullah, Wawancara, Jember 11 April 2017.
87 Fitriatun, Wawancara, Jember 4 Mei 2017.
sesama teman.Terlihat ketika peneliti melakukan observasi di SD Al-Baitul Amien (Full Day School) Jember, peserta didik menyambut dengan sopan, tidak hanya itu perilaku sopan tersebut juga terlihat ketika peserta didik berinteraksi kepada guru maupun kepada sesama teman.88 Seperti yang diungkapkan oleh Nury Yasin Rachmatullah, mengatakan:
Semua guru disini mengajarkan kepada peserta didik untuk bersikap sopan.Menghargai sesama teman dan menghormati kepada bapak ibu guru.Selain itu, kami ajarkan kepada peserta didik seperti jangan membuang sampah sembarangan karena itu tidak baik, buanglah sampah pada tempatnya.Ketika makan, makanlah yang baik jangan bersuara, makanannya harus dihabiskan karena itu termasuk ajaran Rasulullah.89
Memperkuat pernyataan Nury Yasien Rachmatullah, Ika Wahyuningtyas selaku guru kelas V mengatakan:
Akhlak siswa paling diutamakan. Kami mengajarkan kepada siswa untuk selalu menghormati kepada guru, kepada sesama teman tidak boleh saling mengejek harus saling menghargai. Kemudian kami mengajarkan bahwa setiap pekerjaan yang akan kita lakukan itu ada doanya seperti sebelum makan harus berdoa, masuk kamar mandi ada doanya, masuk masjid juga ada doanya. Jadi setiap hari kami membiasakan kepada semua siswa untuk berperilaku yang baik.ketika sholat pun itu ada etikanya tidak boleh bergurau. Itu semua kami ajarkan dan kami tanamkan dan Alhamdulillah mereka melakukannya terlihat mereka sudah mulai tau oh ini baik oh ini tidak baik seperti itu.90
Berdasarkan hasil wawancara tersebut dapat dipahami bahwasanya pelaksanaan program Full day School di SD Al-Baitul Amien (Full Day
88 Peneliti, Observasi, Jember 11 April 2017.
89 Nury Yasien Racmatullah, Jember 17 April 2017.
90 Ika Wahyuningtyas, Wawancara, Jember 17 April 2017.
School) bertujuan membentuk peserta didik memiliki akhlak yang sesuai dengan norma-norma agama.Terlihat dari para guru yang selalu menanamkan dan membiasakan peserta didik untuk mengerjakan sesuatu sesuai dengan ajaran Islam. Seperti kegiatan pada saat makan siang bersama, para peserta didik diajarkan untuk makan yang baik dengan tidak bersuara dan diawali dengan doa sesuai dengan ajaran Islam. Kemudian membaca doa sebelum melakukan pekerjaan. Hal tersebut dibiasakan kepada peserta didik untuk membentuk akhlak mereka dan supaya mereka memahami antara akhlak yang baik dan akhlak yang buruk.91
Akhlak merupakan sifat-sifat yang dibawa manusia sejak lahir yang tertanam dalam diri seseorang.Sifat tersebut dapat berupa perbuatan baik maupun perbuatan buruk, sesuai dengan pembinaannya. Sebagaimana diungkapkan oleh Muhammad Robi selaku guru PAI kelas III dan IV, mengatakan:
Penerapan Full Day School dalam pelaksanaannya memang bertujuan menjadikan peserta didik berakhlak mulia. Seperti saling menghormati kepada yang tua, menghargai sesama teman itu kan merupakan akhlak yang mulia. Jangan membuang sampah sembarangan karena itu tidak baik. Secara langsung siswa akan mulai memahami mana akhlak yang baik dan mana akhlak buruk. Dalam membentuk siswa supaya memiliki akhlak yang baik tentunya tidak terlepas dari tiga item yang pertama dari guru, yang kedua kerjasama dengan wali murid, dan ketiga dari peserta didik sendiri, kalau tiga item itu berjalan baik maka InsyaAllah apa yang kita harapkan dari peserta didik memiliki akhlak yang baik akan terwujudkan. 92
91 Peneliti, Observasi, Jember 11 April 2017.
92 Mohammad Robi, Wawancara, Jember 15 April 2017.
Hal senada juga diungkapkan oleh Mohammad Ali Wafi selaku guru PAI kelas I dan II, mengatakan:
Kalau disini yang paling diutamakan adalah akhlak siswa bagaimana supaya siswa itu memiliki akhlak yang baik dengan cara kami mengajarkan kepada mereka untuk menghargai sesama teman tidak boleh saling mengejak, sopan kepada bapak ibu guru, kemudian membuang sampah pada tempatnya, jangan berkelahi, bicaralah dengan bahasa yang sopan. Itu selalu kami ajarkan kepada siswa.93 Memperkuat pernyataan Mohammad Ali dan Mohammad Ali Wafi, Hilda ramadhina siswa kelas VI, mengatakan:
Di sekolah harus sopan kepada bapak dan ibu guru.Kepada teman juga harus baik gak boleh saling mengejek.94
Hal senada juga diungkapkan oleh Syafira Sepriani Putri Wibowo dan Pelangi Indra Cahyani siswa kelas VI, mengatakan:
Kalau main sama teman gak pernah saling ngejek gitu. Kalau berbicara sama teman juga harus sopan soalnya kan sudah diajarkan kalau berbicara harus sopan dan saling menghargai kepada sesama teman. Kadang kalau ada teman yang salah atau bicaranya tidak sopan kita selalu ngingetin.95
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang peneliti lakukan dapat dianalisis bahwa penerapan program Full Day School dalam meningkatkan kecerdasan spiritual siswa di SD Al-Baitul Amien (Full Day School) terkait dengan akhlak siswasudah ditanamkan dan diajarkan kepada peserta didik. Melalui pembiasaan yang selalu ditekankan kepada peserta
93 Mohammad Ali Wafi, Wawancara, Jember 15 April 2017.
94 Hilda Ramadhina, Wawancara, Jember 15 April 2017.
95Syafira Sepriani Putri Wibowo dan Pelangi Indra Cahyani, Wawancara, Jember 15 April 2017.