• Tidak ada hasil yang ditemukan

TAHAPAN PEMBANGUNAN DAERAH DAN SKALA PRIORITAS

VISI, MISI, DAN ARAH PEMBANGUNAN DAERAH

MEMBANGUN PEREKONOMIAN DAERAH YANG KOKOH, BERKUALITAS DAN BERKESINAMBUNGAN

3.4. TAHAPAN PEMBANGUNAN DAERAH DAN SKALA PRIORITAS

Telekomunikasi mengintegrasikan pengembangan Sistem Prasarana Telekomunikasi dengan Sistem Jaringan Jalan, sehingga semua kawasan yang memiliki tingkat kemudahan (aksesibilitas) akan didukung oleh pelayanan jaringan telekomunikasi. Kebijakan Sistem Prasarana Energi disusun sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan pelayanan terhadap kebutuhan energi dan kelistrikan bagi kegiatan permukiman, produksi, jasa, dan kegiatan sosial ekonomi lainnya melalui pemadu serasian antara pemanfaatan energi listrik, pemanfaatan sumberdaya air dan pengembangan pemanfaatan energi matahari (solar energy). Kebijakan Sistem Prasarana Pengelolaan Lingkungan disusun sebagai salahsatu upaya untuk meningkatkan pelayanan terhadap kebutuhan sanitasi lingkungan bagi kegiatan permukiman, produksi, jasa, dan kegiatan sosial ekonomi lainnya melalui pengembangan sistem prasarana pengelolaan lingkungan yang terdiri dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS), Tempat Pembuangan Akhir (TPA), serta sistem pengelolaan limbah cair dan limbah udara.

3.4. TAHAPAN PEMBANGUNAN DAERAH DAN SKALA PRIORITAS

Untuk dapat mewujudkan visi, misi dan arah pembangunan jangka panjang Kabupaten Pasaman Barat 2005-2025 secara bertahap, jelas dan konkret, diperlukan penahapan pembangunan daerah dan skala prioritas untuk masing-masing periode lima tahunan. Tahapan dan skala prioritas tersebut berisikan sasaran dan capaian yang diharapkan dapat diwujudkan pada masing-masing tahap pembangunan. Oleh karena itu, skala prioritas pada masing-masing tahapan pembangunan akan berbeda-beda, tetapi semuanya itu harus berkesinambungan dari satu periode ke periode berikutnya dalam rangka mewujudkan arah pembangunan jangka panjang yang telah ditetapkan di atas.

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah 2005-2025 57

Setiap arah pembangunan pada masing-masing misi pembangunan jangka panjang daerah ditetapkan di dalamnya penahapan dan skala prioritasnya untuk masing-masing periode RPJM. Prioritas pada masing-masing tahapan selanjutnya dapat diperas lagi menjadi beberapa prioritas untuk setiap arah pembangunan daerah utama pembangunan. Skala prioritas pembangunan ini menggambarkan makna strategis dan urgensi permasalahan pembangunan. Atas dasar pertimbangan tersebut, pentahapan dan skala prioritas yang diperlukan dalam mewujudkan visi, misi dan arah pembangunan jangka panjang Kabupaten Pasaman Barat periode 2005-2025 adalah sebagai berikut:

RPJM ke-1 (2005-2010)

Hukum dan Pemerintahan

Arah pembangunan jangka panjang Kabupaten Pasaman Barat pada lima tahun pertama ini mengarah kepada sasaran-sasaran demi terwujudnya pemerintahan yang baik dan bersih serta demokratis. Di tahap pertama ini diharapkan penyempurnaan struktur politik yang dititikberatkan pada proses pelembagaan demokrasi yang dilakukan dengan mempromosikan dan mensosialisasikan pentingnya keberadaan sebuah konstitusi yang lebih kuat dan memiliki kredibilitas tinggi sebagai pedoman dasar bagi sebuah proses untuk mencapai demokratisasi secara berkelanjutan.

Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2010 diproyeksikan dapat mencapai 6,97% dengan jumlah PDRB Harga Konstan sebesar 2.716,48 miliar dimana jumlah penduduk pada tahun tersebut telah mencapai 345.401 jiwa. Pada rentang waktu 2006-2010 pembangunan ekonomi difokuskan pada revitalisasi pertanian. Revitalisasi pertanian dalam arti luas dilakukan untuk mendukung pencapaian sasaran penciptaan lapangan

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah 2005-2025 58

kerja guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Sektor pertanian mencakup kepada tanaman bahan makanan, peternakan, holtikultura, perikanan, perkebunan dan kehutanan. Pada RPJM ke-1 ini juga difokuskan pada pengembangan kawasan penghasil atau peningkatan produksi produk segar/bahan baku pertanian (peternakan, perikanan, perkebunan, pangan dan lain-lain). Selain itu juga dilakukan pengembangan sistem penyuluhan pertanian yang berdasarkan pada agenda instansi pemerintah ke penyuluhan yang dilaksanakan berdasarkan masalah dan kebutuhan pelaku usaha tani. Disamping itu juga dilakukan peningkatan kapasitas aparat dan kelembagaan pemerintah untuk berperan dalam pelaksanaan program revitalisasi pertanian dan pembangunan wilayah pedesaan. Pada tahap ini juga dilakukan peningkatan perhatian dan penanganan terhadap konservasi sumber daya lahan dan air sebagai basis kegiatan pertanian berkelanjutan serta peningkatan kondisi sarana, prasarana pembangunan pertanian.

Sumber Daya Manusia

1. Arah pembangunan sumber daya manusia pada RPJM ke-1 ini adalah untuk mengembangkan Kebijakan Pemerataan Pendidikan dan mengupayakan perluasan serta pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu melalui:

a. Penuntasan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun b. Peningkatan pelayanan Pendidikan Luar Sekolah

2. Pengendalian jumlah dan laju pertumbuhan penduduk diarahkan pada peningkatan pelayanan keluarga berencana dan kesehatan reproduksi yang terjangkau, bermutu dan efektif menuju terbentuknya keluarga kecil yang sehat dan berkualitas. Disamping itu penataan persebaran dan mobilitas penduduk diarahkan menuju persebaran penduduk yang lebih seimbang sesuai dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan melalui pemerataan pembangunan ekonomi dan wilayah dengan memperhatikan

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah 2005-2025 59

budaya serta pembangunan berkelanjutan. Sistem pendataan dan administrasi kependudukan penting pula dilakukan untuk mendukung perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di kabupaten Pasaman Barat serta mendorong terakomodasinya hak penduduk dan perlindungan sosial.

Prasarana dan Sarana

Guna terwujudnya prasarana dan sarana Kabupaten Pasaman Barat yang

mendukung kehidupan masyarakat maka prioritas pengembangan pembangunan pada RPJM ke 1 diarahkan kepada pengembangan sistem prasarana transportasi dan Sistem Prasarana Pengelolaan Lingkungan. Prioritas pembangunan Sistem Prasarana Transportasi Kabupaten Pasaman Barat untuk RPJM ke 1 diarahkan pada pengembangan sistem prasarana transportasi dan sarana untuk meningkatkan pelayanan jaringan transportasi wilayah, yang dijelaskan dalam bentuk penentuan fungsi jalan, yang meliputi penentuan jaringan jalan arteri, jalan kolektor, dan jalan lokal baik primer maupun sekunder serta pembangunan jalan dan jembatan yang meliputi pembangunan jalan/ jembatan baru untuk membuka kawasan terisolasi atau untuk meningkatkan kemampuan pemasaran hasil-hasil produksi pertanian/ perkebunan.

Pengembangan Sistem Prasarana Pengelolaan Lingkungan disusun sebagai salah-satu upaya untuk meningkatkan pelayanan terhadap kebutuhan sanitasi lingkungan bagi kegiatan permukiman, produksi, jasa, dan kegiatan sosial ekonomi lainnya melalui pengembangan sistem prasarana pengelolaan lingkungan yang terdiri dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS), Tempat Pembuangan Akhir (TPA), serta sistem pengelolaan limbah cair dan limbah udara. Berdasarkan pada kriteria sistem pengolahan sampah/pembuangan akhir sampah maka direkomendasikan agar minimal digunakan sistem sanitary landfill ataupun komposting supaya kondisi sanitasi lingkungan tetap terjaga dengan baik. Sedangkan lokasi yang direkomendasikan Dua Alternatif Lokasi TPA, Alternatif

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah 2005-2025 60

Pertama terletak di Kecamatan Gunung Tuleh yaitu sekitar Rantau panjang dan Alternatif Kedua terletak Di Kecamatan Pasaman sekitar Kenagarian Aia Gadang sedangkan untuk Lokasi TPS diarahkan disetiap kecamatan yang ada di kabupaten Pasaman Barat. Untuk tetap menjaga kualitas lingkungan mengingat banyak sumber air / air permukaan hampir di seluruh wilayah Kabupaten Pasaman Barat maka direkomendasikan agar TPA yang direncanakan pada bagian dasarnya dilapisi lapisan kedap air atau geotekstil sehingga leachet dari TPA tidak mencemari badan air dan untuk TPS disarankan dengan menempatkan kontainer setiap kecamatan terutama di pusat-pusat kegiatan perdagangan. Agar lebih refresentatif lagi penetapan lokasi TPA Sampah

perlu dilakukan penelitian secara khusus, penetapan lokasi dibutuhkan Study kelayakan yang khusus. Sementara untuk pengelolaam air limbah baik air limbah domestik maupun air limbah industri, sarana yang diperlukan umumnya berupa sistem perpipaan (walaupun dapat dengan mobil tangki), instalasi pengolahan air limbah, pengolahan lumpur dan mobil tangki sebagai cadangan dalam keadaan darurat.

Tata Ruang dan Pembangunan Wilayah

Guna mewujudkan tata ruang yang baik dan dilaksanakan secara konsisten diwilayah Kabupaten Pasaman Barat, pada RPJM ke 1 ini upaya pembangunan diprioritaskan pada pengembangan Simpang Empat sebagai Pusat Kegiatan Lokal dengan Membangun sarana dan prasarana pelayanan untuk mendukung pengembangan Simpang Empat (Sukomanantii dan sekitarnya) sebagai Pusat Pemerintahan serta Pusat Bisnis, Perdagangan dan Jasa. Selanjutnya membangun ‘landmark’ Kabupaten Pasaman Barat di Simpang Empat (Sukomananti dan sekitarnya) yang menunjukkan identitas Pasaman Barat sebagai daerah yang memiliki keterkaitan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah yang diatasnya. Arah pengembangan dilakukan dengan jalan menjadikan Simpang Empat menjadi Pusat Pengembangan Utama selanjutnya dibagi menjadi beberapa Satuan Wilayah Pengembangan yaitu Satuan Wilayah

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah 2005-2025 61

Pengembangan II yaitu wilayah Kecamatan Kinali, dan sebagian Kecamatan Luhak Nan Duo dengan pusat pengembangan terletak di Kinali, Satuan Wilayah Pengembangan III mencakup wilayah Kecamatan Talamau dan Kecamatan Gunung Tuleh dengan pusat pengembangan terletak di Talu, Satuan Wilayah Pengembangan IV mencakup wilayah Kecamatan Lembah Melintang, Kecamatan Sungai Aur, dan sebagian Kecamatan Koto Balingka sebagai Pusat Pengembangan Utama untuk Wilayah IV adalah Ujung Gading, Satuan Wilayah Pengembangan V mencakup wilayah Kecamatan Sungai Beremas, Kecamatan Koto Balingka, dan Kecamatan Ranah Batahan sebagai Pusat Pengembangan Utama untuk Wilayah V terletak di Air Bangis. Selain itu prioritas pembangunan pada RPJM 1 ini ditujukan pada penataan ruang yang tepat dengan jalan menciptakan keserasian pemanfaatan Kawasan Lindung dan Kawasan Budidaya (baik daratan maupun pesisir) dalam kerangka optimalisasi pemanfaatan ruang di satu sisi, dan kesinambungan pembangunan di sisi lainnya, sehingga dapat diciptakan kondisi yang men-dukung kebijakan pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development).

RPJM ke-2 (2011-2015)

Hukum dan Pemerintahan

Pada RPJM ke-2 ini arah pembangunan sebagai tindak lanjut dari arah pembangunan yang telah dikembangkan pada RPJM ke-1 dalam mengembangkan pemerintahan yang baik, bersih dan demokratis maka arah pembangunan selanjutnya adalah meningkatkan profesionalisme aparatur pemerintah dalam kerangka mewujudkan good and clean

governance untuk mendukung akselerasi pembangunan daerah melalui :

a. Meningkatkan kualitas dan profesionalisme aparatur pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat;

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah 2005-2025 62

b. Meningkatkan disiplin dan kepatuhan aparatur pemerintah pada kebijakan dan peraturan yang ditetapkan agar penyelenggaraan pemerintahan lebih efisien dan efektif;

Ekonomi

Capaian bidang ekonomi pada periode sebelumnya menjadi landasan dan refleksi dalam melanjutkan pembangunan, untuk lebih mempertajam tujuan pembangunan secara menyeluruh. Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2015 diproyeksikan sebesar 7,82% dengan jumlah PDRB Harga Konstan yang meningkat sehingga berjumlah 3.713,97 miliar dimana jumlah penduduk pada tahun tersebut sudah berkembang menjadi sebanyak 357.519 jiwa. Pada rentang waktu 2010-2015 pembangunan ekonomi dilanjutkan pada mengembangkan industri pengolahan berbasis pertanian. Pengembangan industri pengolahan berbasis pertanian secara makro adalah industri yang mengolah bahan mentah menjadi setengah jadi atau produk olahan pertanian yang masih bersifat sederhana namun berpotensi untuk pengembangan produk.

Disamping itu diperlukan pengembangan teknologi tepat guna berbasis pertanian yang terjangkau oleh petani namun tetap memberikan nilai tambah (value added) terhadap produk hasil olahan pertanian. Untuk membuka lapangan kerja maka perlu didukung oleh sumber daya manusia terutama dengan memfokuskan pendidikan keahlian atau kejuruan yang sesuai dengan potensi daerah seperti sekolah kejuruan pertanian atau perikanan. Pada RPJM ke-2 ini juga difokuskan peningkatan produksi produk pertanian yang lebih bermutu dan berkualitas. Disamping itu diharapkan pada periode RPJM ke-2 ini kapasitas aparat dan kelembagaan pemerintah untuk dapat lebih berperan dalam pelaksanaan program ekonomi dan pembangunan wilayah pedesaan sehingga mendukung terciptanya industri pengolahan berbasis pertanian. Pada tahap ini juga telah dimulai pembangunan sarana dan prasarana transportasi laut, udara dan darat yang memadai

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah 2005-2025 63

untuk mendukung pemasaran produksi hasil pertanian maupun hasil industri pertanian.

Sumber Daya Manusia

1. Pada RPJM ke-2 ini sebagai tindak lanjut dari pengembangan pemerataan pendidikan yang telah diarahkan pada RPJM ke-1 , maka arah pembangunan dilanjutkan dengan peningkatan kualitas pendidikan. Adapun arahnya adalah :

a. Peningkatan Mutu dan Relevansi Pendidikan

Meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan secara terarah, terpadu dan menyeluruh melalui berbagai upaya proaktif oleh seluruh komponen masyarakat (stakeholders)

b. Peningkatan kualitas pendidikan dengan cara peningkatan profesionalisme yang bermuara pada peningkatan kualitas SDM kelembagaan, sarana dan prasarana serta kualitas pembelajaran; 2. Sebagai tindak lanjut dalam mengembangkan kualitas kesehatan yang

telah diarahkan pada RPJM ke-1 sebelumnya, maka pada RPJM ke-2 ini arah pembangunan yang akan dilanjutkan adalah :

a. Peningkatan kualitas pelayanan pada setiap tingkatan dan jenis pelayanan;

b. Pengembangan jaminan kesehatan bagi penduduk terutama keluarga miskin;

Prasarana dan Sarana

Pada RPJM ke 2 arah pembangunan pada RPJM ke 1 terus dilanjutkan terutama dalam pembangunan jalan dan jembatan batu untuk membuka kawaan terisolasi untuk meningkatkan kemampuan pemasaran hasil-hasil produksi pertanian dan perkebunan. Sementara itu pada RPJM ke 2 ini pembangunan diprioritaskan pada penyusunan Sistem Prasarana air bersih dalam rangka pengembangan sistem prasarana pengairan, penyediaan air baku bagi kebutuhan domestik dan industri, yang dijelaskan dalam bentuk kriteria pengembangan prasarana pengolahan

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah 2005-2025 64

air bersih dan pengembangan sistem pelayanan prasarana air bersih. Pada saat ini dari 11 (sebelas) Kecamatan yang ada di Kabupaten Pasaman Barat, terdapat 3 (tiga) Kecamatan yang belum dapat menikmati sistem air bersih dari PDAM yaitu Kecamatan Gunung Tuleh, Sasak Ranah Pasisia dan Kecamatan Ranah Batahan. Cakupan pelayanan yang direncanakan meliputi 11 (sebelas) kecamatan di Kabupaten Pasaman Barat dengan tingkat penambahan pelayanan sampai tahun

2015 adalah setengah dari sisa prosentase yang belum dilayani. Pengembangan sistem penyediaan air bersih bertujuan untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat serta mengurangi wabah penyakit yang diakibatkan oleh air (water born desease). Seperti telah diketahui bersama bahwa semakin baik taraf hidup masyarakat maka semakin tinggi pula kebutuhan akan air bersih, tentunya meningkatnya perkembangan kabupaten Pasaman Barat akan membawa dampak semakin diperlukannya air bersih.

Tata Ruang dan Pembangunan Wilayah

Guna mewujudkan tata ruang yang baik dan dilaksanakan secara konsisten diwilayah Kabupaten Pasaman Barat, pada RPJM ke 2 ini terus melanjutkan prioritas pembangunan pada RPJM ke 1 dan mengarahkan pembangunan dengan jalan mengoptimalkan pengembangan potensi kawasan pertanian dan perkebunan yang didukung oleh pengembangan industri pengolahan produksi pertanian dan perkebunan dengan pendekatan agribisnis sehingga dapat memberikan nilai tambah yang optimal bagi perekonomian wilayah. Pengelolaan Kawasan Lindung merupakan salah satu prioritas pembangunan pada RPJM ke 2 ini yang merupakan tanggung-jawab Pemerintah (Pusat dan Daerah) yang dilakukan secara bersama-sama dengan stake-holders lainnya, Hutan Lindung dalam jangka pendek dan menengah tidak dikonversi menjadi peruntukkan lain agar dapat dicegah terjadinya erosi, bencana banjir dan menjaga fungsi hidroorologis tanah untuk menjamin ketersediaan unsur hara tanah, air tanah dan air permukaan.

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah 2005-2025 65

RPJM ke-3 ( 2016 – 2020)

Pembangunan Hukum dan Pemerintah

Sebagai tindak lanjut dalam meningkatkan profesionalisme aparatur pemerintah dalam kerangka menciptakan good and clean governance untuk mendukung akselerasi pembangunan daerah, maka langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah :

a. Meningkatkan kuantitas dan kualitas prasarana dan sarana kerja dalam rangka memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat;

b. Meningkatkan akuntabilitas kinerja aparatur pemerintah melalui pengawasan internal, eksternal, dan pengawasan masyarakat;

Pembangunan Sumber Daya Manusia

1. Sebagai tindak lanjut dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang telah dikembangkan pada RPJMD ke-2, maka arah pembangunan pada RPJMD ke-3 ini dikembangkan sebagai alternatif lain dalam mendapatkan pendidikan diluar sekolah sebagai persiapan dalam menghadapi dunia kerja. Adapun arah pembangunannya adalah untuk mewujudkan dan meningkatkan kompetensi di bidang pendidikan kejuruan dan pendidikan non formal untuk meningkatkan kualitas lulusan dalam rangka memasuki dunia kerja (market friendly);

2. Untuk mewujudkan kualitas kesehatan, sebagai tindak lanjut dari pembangunan kesehatan yang telah dijalankan pada RPJMD ke-2, maka arah pembangunan untuk RPJMD ke-3 dititikberatkan pada: a. Peningkatan kualitas, kuantitas dan pendayagunaan tenaga

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah 2005-2025 66

b. Peningkatan kualitas lingkungan sehat serta peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat dalam rangka mendorong pemberdayaan masyarakat;

Ekonomi

Tahun 2020 setelah tercapainya pencapaian tujuan pembangunan milenium (Millenium Development Goal), maka periode ini ditandai dengan akselerasi usaha-usaha untuk meningkatkan produk-produk hasil olahan pertanian unggulan yang dihasilkan dengan menggunakan teknologi yang lebih modern dan tepat guna. Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2020 diproyeksikan telah mencapai 8,77% dengan jumlah PDRB Harga Konstan yang meningkat sehingga berjumlah 5.077,74 miliar dimana jumlah penduduk pada tahun tersebut diproyeksikan telah berkembang menjadi sebanyak 370.062 jiwa. Pada rentang waktu 2015-2020 pembangunan ekonomi terus dilanjutkan pada peningkatan hasil olahan produksi pertanian berbasis teknologi. Peningkatan hasil olahan produksi berbasis teknologi maksudnya adalah peningkatan produk olahan pertanian dengan menggunakan teknologi yang lebih modern untuk menjadikan produk pertanian yang lebih berkualitas dan dapat diterima oleh pasar regional maupun nasional serta berpotensi untuk dikembangkan dapat menembus pasar internasional. Pada periode ini Sumber Daya Manusia pendukung diharapkan telah menghasilkan tenaga-tenaga terdidik yang siap untuk terjun ke lapangan dengan disertai keahlian memadai dalam menggunakan teknologi produksi pertanian. Pada periode RPJM ke-3 ini kapasitas aparat dan kelembagaan pemerintah telah berperan mendekati optimal dalam pelaksanaan program ekonomi dan pembangunan pertanian serta industri berbasis pertanian.

Pembangunan Tata Ruang dan Wilayah

Pada RPJMD ke-3 prioritas pembangunan konsisten untuk melanjutkan pembangunan RPJMD 1 dan RPJMD 2. Pembangunan pada RPJM

ke-Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah 2005-2025 67

3 selain melanjutkan pembangunan pada RPJM ke 1 dan RPJM ke 2 juga memprioritaskan tentang pengembangan kawasan pemukiman yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang. Selain itu perlu dilakukan pengintegrasian pengembangan kawasan dengan Pusat-pusat Pengembangan Wilayah dan Sistem Jaringan Transportasi Wilayah untuk mengoptimalkan aksesibilitas. Sehubungan dengan pengembangan kawasan pemukiman pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (dinas terkait) melakukan pengawasan terhadap pengelolaan Kawasan Pemukiman dan melakukan penertiban kepada pihak-pihak yang melanggar pemanfaatannya.

Pembangunan Sarana dan Prasarana

Perwujudan prasarana dan sarana Kabupaten Pasaman Barat yang

mendukung kehidupan masyarakat maka pengembangan pembangunan pada RPJM ke 3 masih meneruskan pembangunan RPJM ke 1 dan 2. Sementara prioritas pengembangan pembangunan diarahkan pada pengembangan Sistem Prasarana Telekomunikasi disusun sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kemudahan pelayanan telekomunikasi bagi dunia usaha dan masyarakat, Sistem Prasarana Telekomunikasi Kabupaten Pasaman Barat merupakan hasil pemadu-serasian antara jaringan pelayanan komunikasi yang disiapkan oleh pemerintah dan yang dibangun oleh swasta. Kebijakan Sistem Prasarana Telekomunikasi mengintegrasikan pengembangan Sistem Prasarana Telekomunikasi dengan Sistem Jaringan Jalan, sehingga semua kawasan yang memiliki tingkat kemudahan (aksesibilitas) akan didukung oleh pelayanan jaringan telekomunikasi. Kawasan prioritas pengembangan/ peningkatan pelayanan Sistem Prasarana Telekomunikasi Kabupaten Pasaman Barat adalah pusat-pusat aktifitas disepanjang jalur jalan provinsi, pusat-pusat pengembangan wilayah, sub-sub Pusat Pengembangan Wilayah, kawasan pemukiman, kawasan industri, perdagangan dan jasa.

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah 2005-2025 68

ke 3 pembangunan diarahkan kepada pengembangan pelabuhan laut Air Bangis dan pembangunan pelabuhan udara.

RPJM -4 ( 2021 – 2025)

Pembangunan Hukum dan Pemerintah

Sebagai tahap akhir dalam mengarahkan pembangunan untuk mewujudkan dan menciptakan yang baik dan bersih (good and clean

governance), maka dalam RPJM ke-4, arah pembangunan dititikberatkan

pada :

a. Meningkatkan kesejahteraan PNS melalui pola renumerasi yang berbasis sistem kinerja baik individual maupun instansi;

b. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam penentuan kebijakan publik, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan daerah melalui mekanisme yang sah;

c. Meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan desa yang semakin kuat, demokratis, dinamis dan bertanggung jawab;

Pembangunan Sumber Daya Manusia

1. Rangkaian terakhir dalam pengembangan kualitas pendidikan di Pasaman Barat, arah pembangunan dititikberatkan pada daerah untuk memperkenalkan model sekolah unggulan di setiap kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Pasaman Barat.

2. Sebagai rangkaian terakhir dalam pembangunan kesehatan di Pasaman Barat, maka arah pembangunan dititikberatkan pada pemerataan dan peningkatan kualitas fasilitas atau sarana dan prasarana kesehatan.

Ekonomi

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah 2005-2025 69

maka RPJM ke-4 ditujukan untuk mewujudkan Kabupaten Pasaman Barat yang maju, bermartabat dan sejahtera dengan menekankan terbangunnya struktur perekonomian lokal yang kokoh dan berlandaskan keunggulan kompetitif regional, nasional dan internasional. Perekonomian berkembang dengan baik dengan sistem ekonomi berbasis industri pertanian yang didukung oleh teknologi pertanian maju. Tahun 2025 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pasaman Barat telah meningkat menjadi sebesar 9,84% dengan perkembangan PDRB Harga Konstan yang telah mencapai Rp.5.700,34 juta. Pada tahun 2025 diperkirakan jumlah penduduk di Kabupaten Pasaman Barat telah mencapai 383.045 jiwa. Pada rentang waktu 2020-2025 pembangunan ekonomi diharapkan telah terwujud industri pertanian berbasis teknologi yang telah menembus pasar nasional dan internasional. Industri pertanian berbasis teknologi dimaksudkan telah berkembangnya industri yang menghasilkan produk olahan pertanian dengan menggunakan teknologi yang lebih modern menjadi produk pertanian yang lebih berkualitas dan dapat diterima oleh pasar nasional dan dapat menembus pasar internasional. Pada tahap ini juga diharapkan sarana prasarana pendukung pemasaran produksi industri pertanian juga telah tersedia seperti telah selesainya pembangunan pelabuhan laut dan udara yang representatif serta terciptanya sarana prasarana angkutan darat yang mendukung kelancaran moda transportasi.

Pembangunan Tata Ruang dan Wilayah

Pembangunan pada RPJM ke 1 sampai ke 3 masih terus dilanjutkan pada RPJM ke 4. Sementara prioritas pembangunan pada RPJM ke 4 diarahkan kepada pengembangan Kawasan Pariwisata yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang serta mengintegrasikan pengembangan Kawasan Pariwisata dengan pusat-pusat Pengembangan Wilayah dan Sistem Jaringan Transportasi Wilayah serta kota-kota penting di Sumatra Barat dan wilayah sekitarnya. Pengembangan Kawasan Rekreasi dan Pariwisata lebih diarahkan untuk memenuhi

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah 2005-2025 70

kebutuhan masyarakat Pasaman Barat dan daerah sekitarnya. Fakta

Dokumen terkait