KESIMPULAN DAN SARAN
E. Tahapan Program
1. Tahap Perencanaan
Tahap perencanaan merupakan tahap awal dimana dilakukan penyusunan rencana program. Pada tahap ini disusun rancangan yang akan menjadi panduan dalam pelaksanaan program.
a. Penentuan tenaga ahli
Tenaga ahli merupakan pihak yang memberikan pengaruh besar dalam keberhasilan program. Tenaga ahli yang dipilih hendaknya merupakan tenaga-tenaga ahli yang berkompeten dibidangnya. Salah satu tenaga ahli tersebut adalah pekerja sosial. Pekerja sosial sebagai pemegang peranan penting dalam pelaksanaan pendampingan ODHA, khususnya pada proses pembuatan pedoman dalam pelaksanaan supervisi pekerjaan sosial.
Adapun Pekerja sosial bukan sasaran dari program ini, namun pekerja sosial juga harus menunjukkan partisipasinya dalam mensukseskan program ini dengan cara meningkatkan kekompakan diantara sesama profesi dan menjalankan semua perannya dengan baik untuk membantu pendamping ODHA dengan menyiapkan mental dan memperjuangkan hak-hak ODHA. Selain itu, akan didatangkan seorang pekerja sosial yang sudah berpengalaman yang telah menangani masalah sosial sebagai pekerja sosial yang profesional di bidangnya untuk memberikan pelatihan mengenai pelaksanaan peran advokasi yang baik dalam pendampingan ODHA.
b. Setting lokasi
Lokasi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Lokasi yang akan dijadikan tempat pelaksanaan Program Peningkatan Kapasitas Kelurga dan Pendamping dalam mengakses dukungan sosial
di Kabupaten Banggai dengan mempertimbangkan jarak dan waktu yang akan di tempuh oleh peserta program, maka dipilihlah gedung KNPI sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan program. Pertimbangan jarak dan waktu yang akan ditempuh oleh peserta didasarkan atas pertimbangan biaya yang akan dikeluarkan oleh peserta. Selain itu, penentuan lokasi juga didasarkan pada kondusifitas dengan mempertimbangkan beberapa hal-hal, sebagai berikut:
1. Ruangan yang besar dan bersih yang membuat peserta program merasa nyaman,
2. Mudah dijangkau oleh sebagian bahkan semua peserta program, 3. Tidak bising,
4. Pencahayaan cukup, 5. Sirkulasi udara yang baik, 6. Fasilitas yang memadai, dan 7. Kursi sebagai tempat duduk.
Gedung KNPI memiliki satu aula serbaguna yang dapat dijadikan sebagai tempat untuk melaksanakan kegiatan dengan berbagai pertimbangan kondusifitas di atas.
c. Waktu pelaksanaan
Waktu pelaksanaan Program Peningkatan Kapasitas Kelurga dan Pendamping dalam mengakses dukungan sosial di Kabupaten Banggai, ditentukan melalui kesepakatan antara peserta, pendamping, tenaga ahli
dan Komisi Penanggulangan HIV/AIDS yang berkaitan dengan pelaksanaan program ini. Waktu yang telah disepakati hendaknya ditepati agar antara peserta dan tenaga ahli dapat terjalin kepercayaan satu sama lain. Misalnya, kegiatan dilaksanakan seminggu dua kali setiap hari Jum’at dan Sabtu dengan waktu maksimal 3 (tiga) jam di setiap pertemuan. Kegiatan dimulai jam 09.00 WIB sampai selesai di gedung KNPI. Kegiatan ini dilakukan dalam satu periode, yaitu selama 2 minggu (setengah bulan), sehingga total pertemuan kegiatan adalah 4 (empat) kali. Apabila waktu tersebut masih dianggap belum cukup, maka kegiatan ini dapat dilakukan pada periode selanjutnya.
d. Topik diskusi
Topik yang akan dibahas dalam kegiatan diskusi terdiri dari pembahasan mengenai proses pelaksanaan pendampingan terhadap ODHA yang ada di Komisi Penanggulangan HIV/AIDS, topik tentang pentingnya pendamping ODHA, pentingnya kerjasama dan terjalin keakraban.
Pada topik tentang pentingnya mengetahui proses pendampingan ODHA dalam mengakses dukungan sosial akan dibahas beberapa peran yang harusnya dilakukan pendamping ODHA dan dampak positif yang akan timbul dengan pelaksanaan peran dengan baik. Tujuan dari topik ini adalah untuk membuat Kelurga dan Pendamping mengetahui tentang proses pelaksanaan pendampingan ODHA dalam mengakses dukungan
sosial dan meyakinkan pihak-pihak di Komisi Penanggulangan HIV/AIDS betapa pentingnya pendamping ODHA dalam proses pemenuhan kebutuhan ODHA.
Startegi yang tepat untuk meningkatkan pemenuhan kebutuhan ODHA dalam mengakses dukungan sosial sedangkan untuk sesi pelatihan pendamping ODHA dalam melakukan advokasi dalam mengakses dukungan instrumental.
Sebelum materi dibahas, hendaknya fasilitator dalam hal ini koordinator pendamping terlebih dahulu menjelaskan tujuan dan manfaat dilakukannya diskusi ini, agar topik yang akan dibahas tepat sasaran dan menghasilkan keputusan-keputusan yang diharapkan. e. Jumlah peserta
Peserta dalam pelatihan ini berjumlah 30 orang, yaitu tenaga pendamping sebanyak 20 (dua puluh) orang, ODHA dan Keluarga sebanyak 10 (sepuluh), adapun dari pihak Komisi Penanggulangan HIV/AIDS kabupaten Banggai dan pekerja sosial profesional sebagai pelengkap dan penunjang dalam kegiatan yang berjumlah pihak Komisi Penanggulangan HIV/AIDS kabupaten Banggai 8 (delapan) orang, perwakilan pekerja sosial profesional Dinas sosial Kabupaten Banggai sebanyak 2 (dua) orang khususnya yang membidangi HIV dan AIDS disesuaikan dengan materi yang akan diberikan di setiap pertemuannya.
2. Tahap Pelaksanaan a. Tahap Pra Pelaksanan
1) Persiapan sarana dan prasana
Sebelum melaksanakan kegiatan, maka terlebih dahulu mempersiapkan sarana dan prasarana yang akan digunakan dalam kegiatan diskusi, seperti ruangan, kursi, LCD, ATK dan perlengkapan-perlengkapan lainnya.
2) Koordinasi dengan pihak Komisi Penanggulangan HIV/AIDS kabupaten Banggai, yang bertujuan untuk:
a) Memperoleh izin pelaksanaan kegiatan pelatihan pendamping ODHA,
b) Memperoleh dukungan, bantuan, dan kemudahan dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan pendamping ODHA,
c) Menetapkan peserta lain yang telah ditentukan sebelumnya untuk mengikuti pelatihan pendamping ODHA.
3) Menyebarkan undangan sekaligus sosialisasi program yang akan dilaksanakan. Undangan ini disebarkan kepada semua anggota diskusi yang telah ditetapkan sebelumnya dan sosialisasi program ini bertujuan untuk memperkenalkan maksud dan tujuan program melalui brosur.
b. Tahap pelaksanaan kegiatan
Kegiatan yang dilaksanakan dalam Program Peningkatan Kapasitas Keluarga dan pendamping dalam mengakses dukungan sosial di Kabupaten Banggai ini adalah pelatihan pendampingan ODHA. pelatihan ini dilaksanakan dalam kelompok besar dengan pembahasan pokok tentang pentingnya pendamping ODHA dalam pemenuhan kebutuhan ODHA. pelatihan ini bertujuan untuk saling bertukar pikiran dan berpendapat mengenai seberapa besar dampak yang ditimbulkan oleh pendamping ODHA selama ini dalam setiap kegiatan.
Proses pelaksanaan pelatihan kelompok pertama adalah sebagai berikut:
1) Peserta dan fasilitator yang akan memimpin jalannya pelatihan duduk setengah lingkaran serta fasilitator menjelaskan maksud dan tujuan dilakukannya pelatihan,
2) Pentingnya kerja sama dan terjalin keakraban, 3) Bagaimana bisa mengakses bantuan dana. 4) Bagaimana bisa mengakses pinjaman modal. 5) Bagaimana bisa mengakses dunia pekerjaan. 6) Fasilitator menutup pelatihan.
a. Evaluasi
Evaluasi merupakan proses penilaian dari seuluruh kegiatan yang bertujuan untuk:
1) Mengetahui sejauh mana hasil yang telah dicapai berdasarkan tujuan,
2) Memperoleh data yang dapat digunakan sebagai bahan meningkatkan pelayanan dan dampak program,
3) Mengetahui faktor-faktor penghambat dan pendukung dalam pelaksanaan kegiatan program guna menjadi bahan pertimbangan untuk peningkatan mutu program,
4) Menjamin bahwa kegiatan yang dilaksanakan sudah sesuai dengan rencana dan tujuan program.
b. Pelaporan
Pelaporan merupakan wujud pertanggungjawaban pelaksana kegiatan yang memuat rincian kegiatan dari tahap persiapan sampai tahap akhir, yaitu evaluasi, serta hasil yang didapatkan dari pelaksanaan kegiatan pelatihan. Pelaporan juga menjadi hal yang sangat penting secara administratif karena merupakan bentuk pertanggungjawaban.