• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tabel Tabel Usulan Program dan Kegiatan Pengembangan PLP Kabupaten Luwu

VI- 33  Air Tanah

Kajian hidrologi dilakukan untuk menganalisis sumber sumber air bersih yang dapat dimanfaatkan pada tingkat kecamatan dan Kota sehingga tercapai kemandirian air bersih walaupun dalam kondisi kritis seperti saat musim kemarau. Potensi terbesar terdapat di Belopa dan Belopa Utara oleh karena air tanah berada pada kedalaman < 15 meter untuk pemanfaatan sumur gali.

 Air Sungai

Data hidrologi menyangkut dengan karakteristik Sungai yang menjadi daerah aliran air dari pegunungan menuju lautan dengan jumlah sungai di Kabupaten luwu sebanyak 52. Sungai terpanjang yaitu 33.615 Km terdapat di Kecamatan Bupon dan Ponrang Selatan. Sementara sungai terpendek memiliki panjang 0,116 Km. Sungai dikabupaten Luwu terdiri atas sungai besar dan kecil dengan lebar yang bervarasi dan rata rata merupakan sungai berbatu dengan pola aliran dendritik. Aliran dengan Pola Dendritik merupakan pola aliran sungai yang tidak teratur terdapat di daerah dataran rendah atau daerah pantai. Sungai menjadi daerah pengaliran air yang berada di daerah rendah.

Pelayanan air minum diwilayah kawasan perkotaan Belopa (ibukota kabupaten) yang dikelola oleh PDAM menggunakan 1 (satu) sumber air baku, yaitu Sumber air baku sungai kamanre, merupakan mata air pegunungan yang berasal dari wilayah kecamatan Bajo, ±10 Km dari ibukota Kabupaten Luwu (Belopa). Secara kualitas dan kuantitas cukup baik karena berada pada daerah pegunungan atau hulu yang terlindungi dan pemanfaatannya sudah cukup lama, baik oleh PDAM ataupun masyarakat lokal sebagai sumber air untuk memenuhi kebutuhannya. Cara pengambilan airnya cukup sederhana yaitu dengan membuat dam atau penampungan berupa kolam kemudian dialirkan melalui pipa transmisi ke IPA. Bangunan intake pada awalnya hanya berupa kolam dengan dinding batu gunung, kemudian seiring semakin besarnya pemanfaatannya, telah dibuatkan dinding penahan berupa pasangan batu. Sistem pengaliran dari sumber air baku ke unit pengelola murni gravitasi sehingga cukup ekonomis dari aspek pembiayaan operasionalnya. Estimasi panjang pipa transmisi yang digunakan

mencapai ±20 Km dari sumber air Sungai Kamanre ke IPA Belopa/Kamanre.

Tabel 3.1. Kondisi Jaringan Transmisi & Distribusi IKK/ Kota PDAM Kabupaten Luwu

Sumber : PDAM Tahun 2014 2) Unit Produksi

Dalam pelayanan air minum diwilayah kawasan perkotaan Ibukota Kabupaten atau awasan perkotaan Belopa, PDAM menggunakan IPA Belopa/Kamanre terletak di Kecamatan Belopa dan Kamanre dengan jarak ±10 Km dari pusat kota Belopa. IPA Belopa/Kamanre memiliki kapasitas produksi 20 L/Dtk, pada saat ini produksinya hanya mencapai 5-7 L/dtk. Dari segi konstruksinya merupakan IPA pabrikan berbahan besi berbentuk kerucuk. Dalam pengoperasiannya juga ditunjang dengan reservoir, pompa dan rumah jaga. Kondisi distribusi meliputi pipa PVC 200 mm dengan panjang 6.530 meter dan PVC 150 mm dengan panjang 2.400 meter.

Tabel 3.2. Kondisi Eksisting SPAM PDAM Ibukota Kabupaten Kota Belopa

VI- 34

Sumber: PDAM dan Hasil Survey, Tahun 2014 3) Unit Pelayanan

Untuk air bersih (PAM) di Kabupaten Luwu jumlah pelanggan pada tahun 2011 sebanyak 2.224 pelanggan pada tahun 2012 mengalami peningkatan 2.476 pelanggan yang perinciannya dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.3. Jumlah Pelanggan Air Minum yang Dilayani Perusahaan Air Minum (PDAM)

Uraian Jumlah Pelanggan

2011 2012

Tempat Tinggal 1.921 2.163

Hotel dan Objek Pariwisata 2 2

Tempat Ibadah 14 33

Umum 40 25

Toko, Industri 215 216

Instasi 32 37

Jumlah 2.224 2.476

Sumber : Kabupaten Luwu Dalam Angka Tahun 2013

Gambar 3.1 Grafik Perbandingan Jumlah Pelanggan Tahun Terakhir

Untuk kebutuhan Air Minum/Bersih, sebagian penduduk baik di pedesaan maupun di perkotaan masih sulit mendapatkan Air Bersih. khususnya untuk masyarakat kota Belopa disebabkan jaringan perpipaan PDAM yang belum menjangkau ke semua daerah permukiman Kota Belopa. Untuk kebutuhan air bersih bagi masyarakat di Pedesaan dan daerah nelayan/pantai se-Kabupaten Luwu, pemerintah baru bisa memberikan sarana berupa Pembuatan Sumur Bor, Perpipaan dan Bak penampung. Dari semua sarana air minum yang telah ada/yang dibangun pemerintah di daerah pedesaan masih belum bisa memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat secara efektif dan berkelanjutan. Sementara itu sumber airminum terbanyak yang digunakan oleh rumah tangga adalah Sumur terlindung dengan persentase 39% dari total 64.410 rumah tangga yang umumnya pengguna adalah masyarakat di pedesaan.

Tabel 3.4. Jumlah Persentase Sumber Air Bersih di Kabupaten Luwu

SPAM PDAM Eksiting Kapasitas

Sumber Air

Baku Sistem Distribusi

Rencana Pengembangan Daerah Pelayanan Pe

IPA Bajo/Belopa 20 Liter/detik

Sungai Suso dan Sungai Salokompi Pompanisasi/ Gravitasi a. Kel. Bajo b. Desa Balla c. Desa Jambu d. Desa Rumaju e. Desa Kurrusumaga f. Desa Pasamai g. Desa Balo-Balo h. Desa Tampumia i. Desa Belopa j. Kel. Senga

k. Desa Senga Selatan l. Desa Sabe

m. Desa Lamunre Tengah n. Desa Lamunre

o. Desa Lebani p. Kel. Pammanu q. Desa Lauwa

VI- 35

Sumber Air Minum Jumlah Persentase (%)

Air Isi Ulang 0 0,0

Leding Membeli/Eceran 980 1,5

Pompa 17.023 26,4

Sumur Terlindung 30.648 47,6

Sumur Tak Terlindung 4.935 7,7

Mata Air Terlindung 3.537 5,5

Air Sungai 7.135 11,1

Air Hujan 152 0,2

Lainnya 0 0,0

Jumlah 64.410 100

Sumber : PDAM Kabupaten Luwu Tahun 2014

Gambar 3.2 Grafik Perbandingan Sumber Air Bersih b) SPAM IKK

Kondisi Sistem penyediaan air minum di ibukota kecamatan di wilayah Kabupaten Luwu masih sangat terbatas baik dari aspek ketersediaan layanan air minum ataupun cakupan layanannya. Di Kabupaten Luwu terdapat 4 SPAM IKK dari 21 Kecamatan yang ada, keseluruahan SPAM IKK melayani desa atau kelurahan dalam kawasan perkotaan ibukota kecamatan dan sekitarnya. Pelayanan SPAM IKK umumnya hanya terdiri atas beberapa sambungan rumah (SR) dan Hidran Umum. Gambaran Umum tentang kondisi SPAM IKK akan di uraikan sebagai berikut:

(1) Unit Air Baku

Jenis Air Baku yang digunakan masing-masing SPAM IKK terdiri atas air permukaan/sungai dengan kapasitas yang berbeda-beda pula, dari kapasitas 10 – 20 L/Dtk. Dari aspek ketersediaan air baku untuk

kebutuhan SPAM IKK di Kabupaten Luwu, cukup terpenuhi meskipun terdapat beberapa SPAM IKK yang mengalami keterbatasan dalam memperoleh suplai air baku seperti di Suli yang bersumber dari air tanah dangkal. Jarak antara sumber air baku dengan daerah pelayanan juga beragam dari jarak 0 – 10 Km.

(2) Unit Produksi

Jenis pengolahan yang ada di masing-masing SPAM IKK berupa unit pengolahan pengolahan berupa IPA yang permanen yaitu SPAM IKK Bua, SPAM IKK Larompong, SPAM IKK Batusintanduk, SPAM IKK Bajo Kamanre di Kabupaten Luwu.

Kapasitas pengolahan yang ada atau yang diaplikasikan juga bergantung pada debit atau kapasitas air baku yang tersedia dengan kondisi eksisting pengolahan atau IPA sering tidak berfungsi secara normal sehingga kontinutas pelayanan yang diberikan kepada pelanggan juga dalam kondisi yang sama. Salah satu kendala atau permasalahan yang dihadapi SPAM IKK pada bagian unit produksi yakni pompa yang membantu suplai air baku ke unit pengolahan sangat rentan mengalami kerusakan, sehingga sangat berpengaruh pada pelayanan. Hal tersebut juga berpengaruh pada cost operasional yang harus di siapkan oleh pengelola (PDAM) sementara penghasilan dari penjualan air ke pelanggan sangat minim dan cenderung merugi.

(3) Unit Distribusi

Jenis pipa yang digunakan untuk mendukung pendistribusian air minum dari unit pengolahan ke sentra-sentra pelayanan terdiri atas Pipa GIP, PVC, DCP dan HDPE. Diameter pipa yang digunakan 25 – 300 mm.

(4) Unit Pelayanan

Jumlah sambungan rumah yang terlayani dari 6 (enam) jumlah IKK yang ada di Kabupaten Luwu sebanyak 3.827 jiwa. Pelayanan sambungan rumah, hidran umum dan Terminal air pada kawasan perkotaan ibukota kecamatan.

(5) Tingkat Kehilangan Air

Tingkat kehilangan air yang terjadi pada unit produksi dipengaruhi oleh kondisi bangunan intake yang belum representative, begitupula dengan jaringan pipa transmisi yang sudah tua memiliki resiko

VI- 36

Dokumen terkait