• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA

2) Tanda – Tanda Kehamilan Trimester III

Menurut Yuliani dkk (2017), Tanda hamil adalah yang langsung berhubungan dengan janin, yang di deteksi saat pemeriksaan meliputi:

a) Bertambahnya ukuran TFU.

b) Bentuk janin saat dipalpasi sudah dapat ditentukan bagian-bagiannya.

c) Pegerakan janin yang mulai aktif.

d) Detak jantung janin yang mulai terdengar jelas dan teratur. e) Pemeriksaan USG.

3) Perubahan Fisiologis dan Psikologis pada Ibu Hamil Trimester III

Menurut Suryati (2011), Perubahan fisiologis pada ibu hamil trimester III, meliputi:

a) Sistem Reproduksi (1) Vagina

Dinding vagina banyak mengalami perubahan yang merupakan persiapan untuk mengalami pereganggan pada waktu persalinan dengan meningkatnya ketebalan mukosa, pengendoran jaringan ikat, dan hipertropi sel otot polos.

(2) Serviks Uteri

Pada saat kehamilan mendekati aterm, terjadi penurunan lebih lanjut dari konstrasi kolagen. Konsentrasinya menurun seacara nyata dari keadaan yang relatif dilusi dalam keadaan menyebar (dispersi).

(3) Uterus

Pada akhir kehamilan uterus akan terus membesar dalam rongga pelvis dan seiring perkembangnya uterus akan menyentuh dinding abdomen, mendorong usus kesamping dan ke atas, terus tumbuh hingga menyentuh hati.

(4) Ovarium

Pada trimester III korpus luteum sudah tidak berfungsi lagi karena telah digantikan oleh plasenta yang sudah terbentuk.

b) Sistem Payudara

Pada kehamilan trimester III pertumbuhan kelenjar mammae membuat ukuran payudara semakin meningkat. Pada kehamilan 32 minggu warna cairan agak putih seperti air susu yang sangat encer.

c) Sistem Endokrin

Pada trimester ke III kelenjar tiroid akan mengalami perbesaran hingga 15,0 ml pada saat persalinan akibat dari hiperplasia kelenjar dan peningkatan vaskularisasi. Aksi penting dari hormon paratiroid adalah untuk memasok janin dengan kalsium adekuat. Selain itu, juga diketahui mempunyai peran dalam produksi peptida pada janin, plasenta,dan ibu.

d) Sistem Perkemihan

Pada kehamilan trimester III kepala janin mulai turun ke pintu atas panggul keluhan sering kencing akan timbul lagi karena kandung kemih akan tertekan kembali pada kehamilan tahap lanjut pelvis ginjal kanan dan ureter lebih berdelatasi daripada pelvis kiri akibat pergeseran uterus yang berat ke kanan.

e) Sistem Pencernaan

Biasa terjadi konstipasi karena pengaruh hormon progesteron yang meningkat. Sealain itu perut kembung juga terjadi karena adanya tekanan uterus yang membesar dalam rongga perut yang mendesak organ-organ dalam perut khususnya saluran pencernaan, usus besar, kearah atas dan lateral.

f) Sistem Muskuloskeletal

Sendi pelvik pada saat kehamilan sedikit bergerak. Perubahan tubuh secara bertahap dan peningkatan berat wanita hamil menyebabkan postur dan cara berjalan wanita berubah secara menyolok. Pusat gravitasi wanita bergeser kedepan.

g) Sistem Kardiovaskuler

Selama kehamilan jumlah leokosit akan meningkat yakni berkisar antara 5000-12000 dan mencapai puncaknya pada

saat persalinan dan masa nifas berkisar 14000-16000. Penyebab peningkatan ini belum diketahui. Respon yang sama diketahui terjadi selama dan setelah melakukan latihan berat. Pada kehamilan, terutama trimester III, terjadi peningkatan jumlah granulosit dan limfosit dan secara bersamaan limfosit dan monosit.

h) Sistem Intergumen

Pada kulit dinding perut akan terjadi perubahan warna menjadi kemerahan, kusam, dan kadang-kadang juga akan mengenai daerah payudara dan paha, perubahan ini dikenal dengan strie gravidarum. Pada kebanyakan perempuan kulit di garis pertengahan perut akan berubah menjadi hitam kecoklatan yang disebut dengan linea nigra. Kadang-kadang muncul dalam ukuran yang bervariasi pada wajah dan leher yang disebut dengan kloasma atau melasma gravidarum, selain itu pada aerola dan daerah genetalia juga akan terlihat pigmentasi yang berlebihan.

i) Sistem Metabolisme

Dengan terjadinya kehamilan, metabolisme tubuh mengalami perubahan yang mendasar, dimana kebutuhan nutrisi makin tinggi untuk pertumbuhan janin dan persiapan pemberian asi.Pada wanita hamil basal metabolic rate

(BMR) meninggi. BMR meningkat hingga 15-20% yang umunya terjadi pada triwulan terakhir.

j) Sistem Berat Badan dan Masa Tubuh

Pada trimester ketiga kenaikan berat badan sekitar 5,5 kg dan sampai akhir kehamilan 11-12 kg. Pertambahan berat badan ibu hamil menggambarkan status gizi selama hamil, oleh karena itu perlu dipantau setiap bulan, jika terdapat kelambatan dalam penambahan berat badan ibu, ini dapat mengindikasikan adanya malnutrisi sehingga dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan janin intra uteri. k) Sistem Persyarafan

Perubahan fungsi sistem neurologi selama masa hamil, selain perubahan–perubahan neurohormonal. Perubahan perubahan fisiologik spesifik akibat kehamilan dapat terjadi timbulnya gejala neurologi dan neuromuscular:

(1) Kompresi saraf panggul atau statis faskular akibat pembesaran uterus dapat menyebabkan perubahan sensori ditungkai bawah

(2) Lodorsis dorsolumbal dapat menyebabkan nyeri akibat tarikan pada saraf atau kompresi akar saraf.

(3) Edema yang melibatkan saraf periver dapat menyebabkan carpal tunnel syndrome selama trimester

akhir kehamilan. Edema menekan saraf median bagian bawah ligamentum karpalis pergelangan tangan.

(4) Akroestesia ( gatal ditangan ) yang timbul akibat posisi bahu yang membungkuk, dirasakan pada beberapa wanita selama hamil. Keadaan ini berkaitan dengan tarikan pada sekmen fleksus drakialis.

(5) Nyeri kepala akibat ketegangan umum timbul pada saat ibu merasa cemas dan tidak pasti tentang kehamilannya. Nyeri kepala dapat juga dihubungkan dengan gangguan penglihatan, seperti kesalahan refraksi, sinusitis atau migran.

(6) Hipokalsenia dapat menyebabkan timbulnya masalah neuromuscular, seperti kram otot atau tetani.

l) Sistem Pernapasan

Pada 32 minggu keatas karena usus-usus tertekan uterus yang membesar kearah diafragma sehingga diafragma kurang leluasa bergerak mengakibatkan wanita hamil derajat kesulitan bernapas.

Menurut Suryati (2011), Perubahan psikologis trimester III, meliputi:

a) Rasa tidak nyaman timbul kembali, merasa dirinya jelek, aneh, dan tidak menarik.

b) Merasa tidak menyenangkan ketika bayi tidak hadir tepat waktu.

c) Takut akan rasa sakit dan bahaya fisik yang timbul pada saat melahirkan, khawatir akan keselamatannya.

d) Khawatir bayi akan dilahirkan dalam keadaan tidak normal, bermimpi yang mencerminkan perhatian dan kekhawatiran.

e) Merasa sedih karena akan terpisah dari bayinya. f) Merasa kehilangan perhatian.

g) Perasaan sudah terluka (sensitive), Libido menurun. 4) Tanda Bahaya Dalam Kehamilan Trimester III

Menurut Yuliani dkk (2017), Tanda Bahaya Dalam Kehamilan Trimester III, yaitu;

a) Perdarahan Pervaginam (1) Plasenta Previa

Plasenta previa adalah kondisi dimana plasenta berimplantasi di segmen bawah rahim baik anterior maupun posterior sehingga menutupi ostium uteri internal. Plasenta previa terbagi menjadi 3 yaitu:

(a) Plasenta previa totalis, jika seluruh ostium uteri interna (OUI) ditutupi oleh plasenta.

(b) Plasenta previa marginalis yaitu plasenta menutupi sebagian OUI.

(c) Plasenta letak rendah yaitu tepi plasenta berda 3-4 cm diatas tinggi OUI.

a b

c

Gambar 2.1 a.Plasenta totalis, b.Plasenta marginalis, c.Plasenta letak rendah.

(Indriyani dan Djami, 2013)

Gejala yang ditemukan pada plasenta previa meliputi perdarahan pada usia kehamilan > 28 minggu, perdarahan terjadi spontan (tiba-tiba) tanpa sebab dan berulang, darah berwarna merah segar, ada stosel atau kadang kehitaman, awalnya darah berupa bercak namun lama kelaman banyak.

(2) Solusio Plasenta

Solusio Plasenta adalah lepasnya plasenta dari tempat implantasi sebelum waktunya (sebelum janin lahir). Faktor penyebab belum diketahui secara pasti.

Klasifikasi solusio plasenta berdasarkan derajad lepasnya di bagi menjadi 2 yaitu:

(a) Solusio plasenta parsialis, bila hanya sebagian plasenta yang lepas, dan

(b) Solusio plasenta totalis bila seluruh plasenta terlepas, dan apabila turun ke bawah sehingga teraba ketika pemeriksaan dalam disebut sebagai prolapse plasenta.

Adapun gejala yang dapat ditemukan tergantung pada derajat pelepasan plasenta. Perdarahan bisa tersembunyi juga bisa tampak pervaginam, jika keluar pervaginam dapat berupa darah segar atau bekuan darah. Biasanya ibu merasakan sakit secara tiba-tiba di perut, kadang-kadang terlokalisir pada sisi tempat plasenta lepas, nyeri punggung dan kontraksi uterus yang tidak terkoordinasi dan diselingi relaksasi.

b) Hipertensi Kehamilan Lanjut

Hipertensi dalam kehamilan ialah Hipertensi yang terjadi setelah usia kehamilan > 20 minggu. Tanda gejalanya meliputi TD darah diastolic ≥ 90 mmHg dan sistolik ≥ 140 mmHg, protein urin (-). Hipertensi dalam kehamilan, meliputi:

(1) Preeklamsi

Preeklamsi belum diketahui secara pasti penyebabnya, namun beberapa hal yang dihubungkan dengan terjadinya preeklamsi yaitu nuliparitas/primigravida, penyakit trofoblas, gemeli, riwayat penyakit hipertensi kronis, penyakit ginjal kronis dan DM, riwayat preeklamsi pada kelurga, riwayat preeklamsi sebelumnya. Adapun klasifikasi preeklamsi:

(a) Preeklamsi ringan

Preeklamsi ringan ditandai dengan Tekanan darah pada usia 20 minggu, dengan diastolic ≥ 90 mmHg dan sistolik ≥ 140 mmHg, protein urin + 1, dan edema pada esktermitas dan atau wajah.

(b) Preeklamsi berat

Preeklamsi berat ditandai dengan Diastolik ≥ 110 mmHg dan sistolik ≥ 160 mmHg, protein urin ≥ + 2, edem pada ekstermitas atau wajah, oliguria (< 400 ml dalam 24 jam), nyeri epigastrum/nyeri ulu hati, nyeri kepala hebat dan menetap, dan edema paru. (2) Eklamsia

Eklamsi adalah preeklamsi berat yang disertai dengan kejang. Karakteristik kejang tonik-klonik, dan setelah

kejang di ikuti dengan koma. Kejang tidak tergantung pada beratnya hipertensi.

c) Keluar Cairan Pervaginam (KPD)

Ketuban pecah dini adalah pecahnya ketuban sebelum waktunya tanpa disertai tanda inpartu bahkan sampai satu jam berikutnya. KPD disebabkan oleh berkurangnya kekuatan membrane atau meningkatnya tekanan intrauterine, atau bisa disebabkan oleh dua-duanya.

d) Gerakan janin tidak terasa atau berkurang

Berkurangnya jumlah gerakan janin dapat merupakan tanda paling awal dari suatu gangguan pada kehamilan. Gerakan janin tidak terasa atau berkurang, karena janin mengalami: (1) Fetal distress

Fetal distress adalah kondisi gawat janin. Tanda gejala yang ditemukan diantaranya DJJ < 120 atau > 160 kali permenit, terdapat mekonium dalam air ketuban (pada letak kepala).

(2) Intra Uterin Fetal Death (IUFD)

Kematian janin yang terjadi setelah melewati masa bertahan hidup pertengahan kehamilan (aborsi) yaitu > 20 minggu. Tanda gejala yang dapat ditemukan meliputi pertumbuhan janin terhenti, gerakan janin terhenti, DJJ tidak ada, peningkatan Berat badan ibu

berhenti atau berkurang, pada palpasi teraba kepala janin jatuh dan saat USG tidak ada pergerakan janin, tidak ada DJJ dan tulang tengkorak janin saling tumpang tindih (bebrapa hari setelah kematian).

e) Nyeri perut bawah (rupture uteri)

Rupture uteri atau robekan uterus merupakan kondisi yang sangat berbahaya dan mengancam jiwa baik jiwa ibu maupaun jiwa janin. Rupture uteri dapat terjadi pada korpus uteri, segmen bawah rahim, servik uteri dan kolpoporeksis - kolporeksis (robekan antara servik dan vagina).

(1) Klasifikasi rupture uteri berdasarkan waktu terjadinya; (a) Rupture uteri gravidarum, yaitu terjadi sewaktu

kehamilan dan biasanya lokasi pada korpus.

(b) Rupture uteri durante partum, terjadi saat persalinan.

5) Ketidaknyamanan Dalam Kehamilan Pada Trimester III

Ketidaknyamanan trimester III adalah ketidaknyamanan yang dirasakan oleh ibu hamil yaitu mulai dari umur kehamilan minggu 28 sampai 40 minggu. Adapun ketidaknyamanan– ketidaknyamanan yang bisa terjadi pada trimester, yaitu: a) Sesak nafas

Sesak nafas adalah keluhan yang umum terjadi pada trimester III. Pada periode ini uterus mengalami

pembesaran hingga menekan diafragma yang dapat menimbulkan sulit bernafas atau sesak.

b) Keluhan sering berkemih

Sering berkemih biasa terjadi pada trimester III disebabkan lighting (bagian presentasi masuk kedalam panggul) sehingga menekan kandung kemih. Cara untuk mengatasi keluhan sering kemih adalah menjelaskan kenapa hal tersebut terus terjadi, meminta ibu untuk mengurangi asupan cairan sebelum tidur malam, senam kegel.

c) Insomnia

Secara umum insomnia dapat disebabkan oleh kekhawatiran, kecemasan, atau perasaan terlalu gembira. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi ketidaknyamanan insomnia adalah dengan mandi menggunakan air hangat, dan minum air hangat.

d) Kaki bengkak atau kaki dependen

Edema edependen biasanya terjadi pada trimester III akibat peningkatan tekanan vena pada ekstrermitas bawah dan gangguan sirkulasi vena. Gangguan sirkulasi vena terjadi akibat tekanan uterus yang membesar pada vena panggul saat wanita dalam posisi duduk dan berdiri atau tekanan pada vena kava inferior saat tidur terlentang. Juga diperberat pada tingginya kandungan garam dalam tubuh

akibat perubahan hormonal, sehingga garam yang bersifat menahan air menyebabkan penimbunan cairan, terutama di bagian yang terletak di bawah yaitu ekstremitas.

e) Nyeri ulu hati atau rasa terbakar pada dada

Keluhan nyeri pada ulu hati biasanya timbul pada akhir trimester II dan bertahan sampai trimester akhir. Penyebab keluhan ulu hati diantaranya relaksasi spinter pada lambung akibat peningkatan progresteron, penurunan motilitas gastrointestinal akibat relaksasi otot halus karena peningkatan progesteron dan tekanan uterus, serta tidak ada ruang fungsional untuk lambung akibat pembesaran uterus. f) Haemoroid

Peningkatan progesteron menyebabkan relaksasi dinding vena dan usus besar. Selain itu pembesaran uterus juga menyebabkan penekan pada vena haemorid. Pereganggan ketika mengejan tersebut dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah sekitar dubur.

g) Konstipasi

Keluhan konstipasi biasanya muncul pada trimester II dan III. Konstipasi disebabkan oleh penurunan peristaltik usus sebagai akibat dari relaksasi usus halus karena peningkatan progesteron. Konstipasi juga bisa di sebabkan oleh efek samping konsumsi zat besi.

h) Braxton Hick

Braxton Hicks atau sering disebut kontraksi palsu

merupakan kontraksi rahim dengan sifat tidak seirama/teratur, tidak seporadif dan tidak menimbulkan nyeri sebagai upaya untuk persiapan persalinan.

i) Nyeri punggung bawah (nyeri pinggang)

Nyeri punggung bawah (nyeri pinggang) merupakan nyeri punggung yang terjadi pada area lumbosakral. Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh berat uterus yang membesar. j) Kesemutan dan baal pada jari

Postur tubuh menyeimbangkan berat bagian deapan (posisi bahu terlalu jauh ke belakang dan kepala antefleksi) dengan lengkung punggung, menyebabkan pada syaraf median dan ulnar lengan sehingga mengakibatkan kesemutan dan baal pada jari-jari.

k) Rasa khawatir dan cemas

Ibu hamil trimester III biasanya mengalami rasa khawatir atau cemas yang disebabkan oleh adaptasi hormonal serta rasa cemas menghadapi persalinan.

(Yuliani dkk, 2017)

6) Kebutuhan Psikologis Ibu Hamil Trimester III

Dukungan selama masa kehamilan sangat dibutuhkan bagi seorang wanita yang sedang hamil, terutama dari orang

terdekat apalagi bagi ibu yang baru pertama kali hamil. Seorang wanita yang sedng hamil akan merasa tenang dan nyaman dengan adanya dukungan dan perhatian dari orang – orang terdekat (Walyani, 2015). Untuk mengurangi dampak psikologi ibu hamil trimester III dengan dukungan, meliputi: a) Suami

Keterlibatan suami sejak awal masa kehamilan, sudah pasti akan mempermudah dan meringankan pasangan dalam menjalani dan mengatasi berbagai perubahan yang terjadi pada tubuhnya akibat hadirnaya sesosok manusia mungil didalam perutnya (Walyani, 2015). Menurut Yuliani dkk (2017), Dukungan yang dapat diberikan suami misalnya memberi ketenangan pada istri, menjaga kesehatan istri, mengantar periksa kehamilan, membantu sebagian pekerjaan istri atau sekedar memberi pijatan ringan ketika istri merasa pegal. Dengan dukungan yang positif dari suami, diharapkan ibu hamil dapat melewati masa kehamilannya dengan perasaan senang, nyaman dan terhindar dari depresi.

b) Keluarga

Menurut Yuliani dkk (2017), Dukungan keluarga juga memiliki peran yang penting bagi kesejahteraan ibu dan

janin. Kebersamaan dengan keluarga bermanfaat dalam menambah kesejahteraan.

c) Lingkungan

Menurut Walyani (2015), dukungan lingkungan dapat berupa:

(1) Doa bersama untuk keselamatan ibu dan bayi dari ibu-ibu pengajian atau perkumpulan atau kegiatan yang berhubungan dengan social/keagamaan.

(2) Membicarakan dan menasehati tentang pengalaman hamil dan bersalin.

(3) Adanya diantara mereka yang mau ikut mengantar ibu periksa.

(4) Menunggui ibu/menjenguk saat ibu melahirkan. d) Support tenaga kesehatan

Menurut Walyani (2015), Tenaga kesehatan dapat memberikan peranannya melalui dukungan aktif dan pasif. Dukungan aktif melalui kelas antenatal, sedangkan dukungan pasif dengan memberikan kesempatan pada ibu hamil yang mengalami masalah untuk berkonsultasi. Tenaga kesehatan harus mampu mengenali tentang keadaan yang ada di sekitar ibu hamil atau pasca bersalin, yaitu; bapak, kakak, dan pengunjung.

e) Persiapan menjadi orangtua

Kehamilan dan peran sebagi orang tua dapat di anggap sebagai masa transisi atau peralihan. Terlihat adanya peralihan yang sangat besar akibat kelahiran dan peran yang baru, serta ketidak pastian yang terjadi sampai peran yang baru ini dapat disatukan dengan anggota keluarga yang baru. Hal-hal yang perlu diperhatikan terhadap kehadiran dari bayi baru lahir adalah:

(1) Tempramen.

(2) Cara pasangan mengartikan stress dan bantuan.

(3) Bagaimana mereka berkomunikasi dan mengubah peran social mereka.

(Walyani, 2015)

7) Kebutuhan Fisiologi Ibu Hamil Trimester III

Kebutuhan fisiologis pada ibu hamil sangat perlu diperhatikan, meliputi:

a) Oksigen

Menurut Walyani (2015), Kebutuhan oksigen adalah kebutuhan yang pada manusia termasuk ibu hamil. Untuk mencegah hal tersebut dan untuk memenuhi kebutuhan oksigen maka ibu hamil perlu melakukan:

(1) Latihan nafas melalui senam hamil. (2) Tidur dengan bantal yang lebih tinggi.

(3) Makan tidak terlalu banyak. (4) Kurangi atau hentikan merokok.

(5) Konsul ke dokter bila ada kelainan atau gangguan pernafasan seperti asma dan lain-lain.

b) Nutrisi

Menurut Walyani (2015), pada trimester III ibu hamil butuh bekal energi yang memadai selain untuk mengatasi beban yang kian berat, juga sebagai cadangan energi untuk persalinan kelak. Berikut ini sederet zat gizi yang sebaiknya lebih diperhatikan pada kehamilan trimester akhir ini, tentu tanpa mengabaikan zat gizi lainnya :

(1) Kalori

Kebutuhan kalori adalah sekitar 70.000 sampai 80.000 kilo kalori (kkal), dengan pertambahan berat badan sekitar 12,5 kg.

(2) Vitamin B6 (Piridoksin)

Angka kecukupan vitamin B6 bagi ibu hamil adalah sekitar 2,2 miligram sehari. Makanan hewani adalah sumber yang kaya vitamin.

(3) Yodium

Angka yang ideal untuk konsumsi yodium adalah 175 mikrogram perhari.

(4) Tiamin (vitamin B1) ,Riboflavin (B2) dan Niasin (B3) Hamil dianjurkan mengkonsumsi Tiamin sekitar 1,2 miligram perhari ,Riboflavin sekitar 1,2 miligram perhari dan Niasin 11 miligram perhari.

(5) Air

Kebutuhan air yang cukup adalah 8 gelas air putih sehari.

c) Personal hygine

Mandi diperlukan untuk menjaga kebersihan tubuh mengingat pada masa kehamilan terjadi peningkatan sekresi keringat, sehingga dianjurkan minimal mandi 2 kali sehari. Tidak dianjurkan douching dan mandi berendam. Untuk mencuci rambut (keramas) minimal 2-3 kali dalam seminggu.Hipersalivasi pada masa kehamilan sering kali menyebabkan gangguan pada gigi dan gusi. Dianjurkan ibu teratur gosok gigi dengan benar minimal 2 kali sehari (misalnya setelah sarapan dan sebelum tidur), agar kesehatan gigi dan gusi terjaga. Ibu juga dianjurkan untuk mencuci tangan sebelum makan serta setelah BAB dan BAK (Yuliani dkk, 2017).

d) Pakaian

Ibu hamil dianjurkan untuk menggunakan pakaian yang nyaman dan tidak ketat (longgar) agar tidak mengganggu

tumbuh kembang janin, seperti stoking ketat pun harus dihindari karena dapat mengganggu aliran darah balik. Pakaian yang digunakan sebaiknya dari bahan katun yang mudah menyerap keringat, mudah dicuci dan digunakan sekali pakai saja. Peningkatan massa payudara juga meningkatkan rasa nyeri sehingga dibutuhkan bra dengan ukuran pas dan menyangga, bahan lembut, berpori, mudah dicuci, tali bahu yang mudah disesuaikan dan tali belakang yang lebar dengan beberapa pengait yang mudah disesuaikan (Yuliani dkk, 2017).

e) Eliminasi

Eliminasi pada ibu hamil trimester III yaitu frekuensi BAK meningkat karena penurunan kepala ke PAP (pintu atas panggul), BAB sering Obstipasi (sembelit) karena hormone progesterone meningkat (Walyani, 2015).

f) Seksual

Pada trimester III minat libido menurun. Rasa nyaman sudah jauh berkurang. Pegel di punggung dan pinggul, tubuh bertambah berat dengan cepat, nafas lebih sesak (karena besarnya janin mendesak dada dan lambung), dan kembali merasa mual, itulah beberapa penyebab menurunnya minat seksual (Walyani, 2015).

8) Asuhan Antenatal

Pelayanan antenatal terpadu adalah pelayanan antenatal komprehensif dan berkualisasi, mencakup upaya promotif prevetif sekaligus kuratif dan rehabilatif, yang di berikan kepada semua ibu hamil. Pelayanan antenatal terpadu dapat diberikan oleh tenaga kesehatan yang kompeten meliputi dokter, bidan dan perawat terlatih sesuai dengan ketentuan yang berlaku (Yuliani dkk, 2017).

a) Tujuan

Tujuan umum pelayanan antenatal care adalah untuk memenuhi hak setiap ibu hamil memperoleh pelayanan dengan sehat, bersalin dengan selamat dan melahirkan bayi yang sehat dan berkualitas. Adapun tujuan khusus meliputi: (1) Menyediakan pelayanan antenatal yang terpadu,

komprehensif dan berkualitas termasuk konseling kesehatan dan gizi ibu hamil, konseling KB dan pemberian ASI.

(2) Menghilangkan missed opportunity pada ibu hamil dalam mendapatkan pelayanan antental terpadu, komprehensif dan berkualitas.

(3) Mendeteksi dini kelainan/penyakit/gangguan pada ibu hamil.

(4) Melakukan rujukan kasus ke fasilitas pelelayanan kesehatan dengan sistem rujukan.

b) Indikator

(1) Kunjungan pertama (K1)

K1 adalah kontak peertama ibu hamil dengan tenaga kesehatan yang mempunyai kompetensi, untuk mendapatkan pelayanan antenatal terpadu dan komprehensif sesuai standar. K1 harus dilakukan sedini mungkin pada trimester pertama atau sebelum usia kehamilan 8 minggu.

(2) Kunjungan keempat (K4)

K4 adalah ibu hamil telah mendapatkan pelayanan antenatal oleh tenaga kesehatan yang mempunyai kompetensi sesuai standar 4 kali selama kehamilan, dengan distribusi 1 kali pada trimester 1, 1 kali pada trimester 2, dan 2 kali pada trimester 3. Kunjungan antenatal dapat lebih dari 4 kali sesuai dengan kebutuhan dan jika di temukan keluhan, penyakit atau gangguan kehamilan lainnya.

(3) Penanganan komplikasi (PK)

(4) PK adalah penanganan komplikasi kebidanan, penyakit menular dan tidak menular serta masalah gizi yang terjadi pada masa hamil, bersalin, dan nifas.

c) Konsep pelayanan

Pelayanan antenatal terpadu merupakan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan berkualitas yang dilakukan melalui:

(1) Pemberian pelayanan dan konseling kesehatan termasuk stimulasi gizi agar kehamilan berlangsung sehat dan janinnya lahir sehat.

(2) Deteksi dini masalah, penyakit dan penyulit/komplikasi kehamilan.

(3) Penyiapan persalinan yang bersih dan aman.

(4) Perencanaan antisipasi dan persiapan dini melakukan rujukan jika terjadi penyulit/komplikasi.

(5) Penatalaksanaan kasus serta rujukan cepat dan tepat waktu bila dibutuhkan.

(6) Melibatkan ibu hamil, suami dan keluarga dalam menjaga kesehatan dan gizi ibu hamil, menyiapkan persalinan dan kesiagaan bila terjadi penyulit/komplikasi.

Dalam melakukan pemeriksaan antenatal, tenaga kesehatan harus memberikan pelayanan yang berkualitas sesuai standar yang terdiri dari:

(1) Timbang berat badan dan ukur tinggi badan. (2) Ukur tekanan darah.

(3) Ukur lingkar lengan atas. (4) Ukur tinggi fundus uterus.

(5) Tentukan presentasi janin dan DJJ.

Dokumen terkait