BAB III HASIL PENELITIAN
3.2 Target dan Realisasi Penerimaan PBB P2 di Badan Pendapatan Daerah
Tabel 3.2 Target dan Realisasi Penerimaan PBB P2 Tahun 2016-2020
No Tahun Target Realisasi Persentase
1 2016 2.800.000.000 2.397.305.391 85,62 %
2 2017 3.000.000.000 2.800.104.731 93,34 %
3 2018 3.000.000.000 2.369.607.662 78,99 %
4 2019 3.500.000.000 2.684.399.537 76,70 %
5 2020 2.800.000.000 2.454.291.500 87,65 %
Sumber : Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Dairi
Pada tabel diatas menjelaskan bahwa target penerimaan PBB P2 pada tahun 2016 sebesar 2.800.000.000 tetapi realisasi penerimaan PBB P2 sebesar 2.397.305.391 dan persentase penerimaan PBB P2 sebanyak 85,62 %. Pada tahun 2017 realisasi penerimaaan PBB P2 sebanyak 93,34 % atau 2.800.104.731 dari target yang ditetapkan sebesar 3.000.000.000.
Universitas Sumatera Utara
Kemudian pada tahun 2018 target penerimaan PBB P2 yang ditetapkan sebesar 3.000.000.000, namun realisasi penerimaan PBB P2 tidak sesuai dengan target yang ditetapkan dan realisasinya sebesar 2.369.607.662 atau 78,99 % dari jumlah target. Pada tahun 2019 penerimaan PBB P2 sebanyak 2.684.399.537 dengan persentase sebesar 76,70 % dari target yang ditetapkan 3.500.00.000. Selanjutnya pada tahun 2020 penerimaan PBB P2 sebesar 2.454.291.500 dengan persentase 87,65 % dari target sebesar 2.800.000.000.
Universitas Sumatera Utara
3.3 Realisasi Penerimaan Pajak Daerah dan Pendapatan Asli Daerah Tahun 2016-2020 Tabel 3.3 Realisasi Penerimaan Pajak Daerah
No Pajak Daerah Realisasi
2016 2017 2018 2019 2020
1 Pajak Penerangan Jalan 3.368.262.456 4.145.759.609 4.792.033.155 5.272.852.443 4.461.094.644
2 PBB P2 2.397.305.391 2.800.104.731 2.369.607.662 2.684.399.537 2.454.291.500
3 Pajak Restoran 1.558.698.095 1.905.556.294 1.933.406.607 2.117.640.646 1.419.583.792
4 BPHTB 599.381.367 1.200.023.148 1.395.404.364 1.995.521.235 3.351.608.440
5 Pajak MBLB 525.037.500 1.157.887.000 893.906.750 1.454.496.600 1.434.667.150
6 Pajak Reklame 144.922.750 232.363.453 257.718.250 206.161.250 237.141.500
7 Pajak Hotel 50.520.000 32.760.000 65.744.400 76.446.200 39.686.680
8 Pajak Hiburan 9.900.000 7.350.000 - 3.401.200 406.000
Total 8.654.027.559,70 11.481.804.235,24 11.707.821.188,90 13.810.919.111,00 13.398.479.706,00 Tabel 3.4 Realisasi Jenis Pendapatan Asli Daerah
No Jenis Pendapatan Asli Daerah
Realisasi
2016 2017 2018 2019 2020
1 Pajak Daerah 8.654.027.559,70 11.481.804.235,24 11.708.281.188,90 13.810.919.111,00 13.398.479.706,00 2 Retribusi Daerah 10.290.370.228,00 8.775.219.568,50 7.447.646.332,53 4.997.441.930,57 3.310.148.797,00 3 Kekayaan Daerah yang
Dipisahkan
10.029.770.339,00 10.779.522.587,00 12.998.925.226,00 6.770.706.298,00 13.765.641.353,00
4 Lain-lain PAD yang sah 39.029.073.633,64 97.453.204.941,14 41.751.976.856,02 48.781.272.369,18 59.284.728.017,48 Total 68.003.241.760,34 128.489.751.331,88 73.906.829.603,45 74.360.339.717,75 89.758.997.873,48
Universitas Sumatera Utara
Dairi tahun 2016-2020 menjelaskan bahwa jenis pajak daerah yang memberikan kontribusi paling besar terhadap pajak daerah mulai tahun 2016-2020 yaitu pajak penerangan jalan dan PBB P2 berada pada peringkat kedua.
Pada tahun 2016 total penerimaan pajak daerah di kabupaten Dairi sebesar 8.654.027.559,70. Pajak penerangan jalan merupakan pemberi kontribusi terbesar terhadap pajak daerah yaitu memberikan kontribusi sebesar 38,92 %, PBB P2 (27,70 %), pajak restoran (18,01
%), BPHTB (6,92 %), pajak mineral bukan logam dan batuan (6,06 %), pajak reklame (1,67 %), pajak hotel (0,58 %), dan pajak hiburan (0,11 %). Pada tahun 2017 total penerimaan pajak daerah sebesar 11.481.804.235,24, pajak penerangan jalan memberikan kontribusi sebesar 36,10 %, PBB P2 (24,38 %), pajak restoran (16,59 %), BPHTB (10,45 %), pajak mineral bukan logam dan batuan (10,08 %), pajak reklame (2,02 %), pajak hotel (0,28%), dan pajak hiburan (0,06 %). Pada tahun 2018 pajak penerangan jalan memberikan kontribusi sebesar 40,93 %, PBB P2 (20,23 %), pajak restoran (16,51 %), BPHTB (11,91%), pajak mineral bukan logam dan batuan (7,63 %), pajak reklame (2,20 %), pajak hotel (0,56 %), dan pajak hiburan (0%). Pada tahun 2019 pajak penerangan jalan memberikan kontribusi sebesar 38,17 %, PBB P2 (19,43 %), pajak restoran (15,33 %), BPHTB (14,44 %), pajak mineral bukan logam dan batuan (10,53 %), pajak reklame (1,49 %), pajak hotel (0,55 %), dan pajak hiburan (0,02%). Pada tahun 2020 pajak penerangan jalan memberikan kontribusi sebesar 33,29 %, PBB P2 (18,31 %), pajak restoran (10,59 %), BPHTB (25,01 %), pajak mineral bukan logam dan batuan (10,70 %), pajak reklame (1,76 %), pajak hotel (0,29 %), dan pajak hiburan (0,003%).
Pajak daerah kabupaten/kota terdiri dari 11 jenis, namun di Badan Pendapatan Daerah kabupaten Dairi hanya terdapat 8 jenis pajak daerah kabupaten/kota yang dikelola yaitu pajak
Universitas Sumatera Utara
hiburan, pajak hotel, dan pajak restoran.
Pada tabel 3.4 realisasi jenis PAD, terdapat 4 jenis pendapatan yang termasuk dalam Pendapatan Asli Daerah kabupaten Dairi yaitu pajak daerah (pajak penerangan jalan, PBB P2, BPHTB, pajak reklame, pajak hiburan , pajak hotel, pajak mineral bukan logam dan batuan, dan pajak restoran), retribusi daerah, kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain PAD yang sah.
Lain-lain PAD yang sah merupakan penyumbang terbesar terhadap Pendapatan Asli Daerah mulai tahun 2016-2020.
Pada tahun 2016 pajak daerah memberikan kontribusi terhadap PAD sebesar 12,72 % dengan rincian Pajak penerangan jalan 4,95 %, PBB P2 3,52 %, Pajak restoran 2,29 %, BPHTB 0,88 %, Pajak mineral bukan logam dan batuan 0,77 %, Pajak reklame 0,21 %, Pajak hotel 0,07
%, dan pajak hiburan 0,01 %. Retribusi daerah memberikan kontribusi sebesar 15,13 %, hasil kekayaan daerah yang dipisahkan 14,74 % dan lain-lain PAD yang sah sebesar 57,39 %.
Pada tahun 2017 pajak daerah memberikan kontribusi terhadap PAD sebesar 8,93 % dengan rincian pajak penerangan jalan 3,22 %, PBB P2 2,17 %, Pajak restoran 1,48 %, BPHTB 0,893 %, Pajak mineral bukan logam dan batuan 0,90 %, Pajak reklame 0,18 %, Pajak hotel 0,02 %, dan pajak hiburan 0,005%. Retribusi daerah sebesar 6,82 %, hasil kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar 8,38 % dan lain-lain PAD yang sah sebesar 75,84 %.
Pada tahun 2018 pajak daerah memberikan kontribusi terhadap PAD sebesar 15,84 % dengan rincian pajak penerangan jalan 6,48 %, PBB P23,20 %, Pajak restoran 2,61 %, BPHTB 1,88 %, Pajak mineral bukan logam dan batuan 1,20 %, Pajak reklame 0,34 %, Pajak hotel 0,08
%, dan pajak hiburan 0 %. Retribusi daerah sebesar 10,07 %, hasil kekayaann daerah yang dipisahkan sebesar 17,58 % dan lain-lain PAD yang sah sebesar 56,84 %.
Universitas Sumatera Utara
dengan rincian rincian pajak penerangan jalan 7,09 %, PBB P2 3,60 %, Pajak restoran 2,84 %, BPHTB 2,68 %, Pajak mineral bukan logam dan batuan 1,95 %, Pajak reklame 0,27 %, Pajak hotel 0,10 %, dan pajak hiburan 0,004 %. Retribusi daerah sebesar 6,72 %, hasil kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar 9,10 % dan lain-lain PAD yang sah sebesar 65,60 %.
Tahun 2020 pajak daerah memberikan kontribusi terhadap PAD sebesar 14,92 % dengan rincian pajak penerangan jalan 4,97 %, PBB P2 2,73 %, Pajak restoran 1,58 %, BPHTB 3,73 %, Pajak mineral bukan logam dan batuan 1,59 %, Pajak reklame 0,26 %, Pajak hotel 0,04 %, dan pajak hiburan 0,0004 %. Retribusi daerah sebesar 3,68 %, hasil kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar 15, 33 % dan lain-lain PAD yang sah sebesar 66,04 %.
3.4 Target dan Realisasi Pendapatan Asli Daerah di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Dairi Tahun 2016-2020
Tabel 3.5 Target dan Realisasi PAD
No Tahun Target Realisasi Persentase (%)
1 2016 65.844.330.338,63 68.003.241.760,34 103,28 2 2017 123.494.508.015,00 128.489.751.331,88 104,04
3 2018 98.882.460.926,00 73.906.829.603,45 74,74
4 2019 85.324.458.000,00 74.360.339.717,75 87,15
5 2020 86.609.036.366,00 89.758.997.873,48 103,64 Sumber : Badan Pendapatan Daerah Kabupaen Dairi
Berdasarkan data diatas menjelaskan bahwa anggaran dan realisasi PAD setiap tahun berbeda. Pada tahun 2016 jumlah anggaran sebesar 65.844.330.338,63 dengan realisasi 68.003.241.760,34 dengan persentase 103,28 %. Pada tahun 2017 jumlah anggaran PAD yang ditetapkan sebesar 123.494.508.015,00 dengan realisasi 128.489.751.331,88 dengan persentase 104,04 %. Pada tahun 2018 anggaran PAD yang ditetapkan sebesar 98.882.460.926,00 dengan
Universitas Sumatera Utara
ditetapkan sebesar 85.324.458.000,00 dengan realisasi sebesar 74.360.339.717,75 dengan besaran persentase 87,15 %. Selanjutnya pada tahun 2020 data diatas menjelaskan bahwa anggaran PAD yang ditetapkan sebesar 86.609.036.366,00 dengan jumlah realisasi sebesar 89.758.997.873,48 dengan persentase 103,64 %.
3.5 Hasil Wawancara
Berikut hasil wawancara dengan pegawai Badan Pendapatan Daerah kabupaten Dairi.
Penulis : Selamat Pagi bu,mohon maaf sebelumnya menggangu. Saya Ronaldo nadeak, mahasiswa Universitas Sumatea Utara. Saya sedang melakukan penelitian untuk Tugas Akhir, mohon izin bu untuk melakukan wawancara.
Narasumber : Selamat pagi, baik, saya persilahkan.
Penulis : Terimakasih bu. Sejak adanya pemindahan kewenangan atas PBB P2 yang diserahkan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, apakah ada pengaruhnya terhadap pendapatan daerah ?
Narasumber : Jadi kebijakan yang dibuat oleh pemerintah pusat merupakan kebijakan serta tindakan yang sangat tepat. Pemindahan kewenangan pengolahan PBB P2 ini sangat membantu dan berpenaruh terhadap pendapatan daerah kabupaten/kota, khususnya kabupaten Dairi. Sebelum adaya pemindahan kewenangan ini, pendapatan daerah lebih rendah dibandingkan setelah adanya pemerintah kabupaten Dairi mengolah penerimaan PBB P2 ini. Jadi dengan adanya kebijakan ini, otomatis penerimaan pajak daerah meningkat dan keuangan daerah pun bisa lebih membantu pembiayaan pembangunan kabupaten Dairi. PBB P2 ini merupakan penerimaan pajak yang cukup membantu pendapatan daerah, setiap
Universitas Sumatera Utara
mengalami peningkatan setiap tahunnya, walapun tidak setiap tahun mencapai target. Namun ada juga lebih dari target yang telah ditetapkan, dan ini sangat diapresiasi oleh Badan Pendapatan Daerah kabupatan Dairi.
Penulis : Bagaimana mekanisme pemungutan PBB P2 di kabupaten Dairi ini bu ?
Narasumber : Jadi untuk pemungutan PBB P2 di Dairi ini, pihak Badan Pendapatan daerah tidak langsung menagih ke rumah wajib pajak atau door to door. Pembayaran PBB P2 ini bisa dibayarkan wajib pajak secara langsung ke Badan Pendapatan Daerah dan bisa juga dibayarkan oleh wajib pajak melalui Bank Sumut. Badan Pendapatan Daerah kabupaten Dairi juga bekerjasama dengan pihak kecamatan dan pihak desa untuk melakukan pemungutan PBB P2 terhadap wajib pajak. Jadi Badan pendapatan Daerah akan mencetak seluruh SPPT di Dairi, selanjutnya akan diserahkan kepada pihak desa dan pihak desa melaui kepala dusun akan melakukan penagihan secara langsung ke wajib pajak, setelah pihak desa telah selesai melakukan penagihan, pihak desa akan menyerahkannya kepada Badan Pendapatan Daerah kabupaten Dairi.
Penulis : Setiap tahun ada perubahan besaran target SPPT, dan kadang-kadang realisasinya tidak mencapai target. Apa yang menjadi kendala/hambatan serta penyebab kurang optimalnya penerimaan PBB P2 ?
Narasumber : Ini disebabkan kurangnya antusiasme serta tingkat kesadaran dan kepatuhan masyarakat Dairi yang masih rendah. Ini merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap optimalnya penerimaan PBB P2. Disamping itu juga adanya data yang kurang update setiap tahunnya, data yang terdapat pada sistem
Universitas Sumatera Utara
lapangan sehingga adanya selisih data piutang, data piutang PBB P2 ini merupakan suatu masalah yang cukup besar dan perlu untuk dituntaskan karena data ini akan terus berkesinambungan dengan tahun berikutnya.
Penulis : Apa upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan dan masalah tersebut bu ? Narasumber : Untuk upaya yang dilakukan, Pihak Badan Pendapatan Daerah mencetak kertas
kerjanya, selanjutnya dikirim ke desa dan pihak desa akan menyalurkannya ke setiap kepala dusun untuk melakukan verifikasi validasi piutang PBB P2 ke setiap objek pajak dan wajib pajak secara langsung yang mempunyai piutang. Ada 4 kategori yang pertama objek pajak tidak ada, kedua objek pajak ganda misalnya ada 2 penetapatan atas 1 objek pajak, yang ketiga yaitu subjek pajak tidak diketahui keberadaanya namun terbit penetapan pajaknya. Keempat yaitu objek dan subjek jelas diketahui.
Penulis : Terimakasih atas waktu dan kesempatannya bu.
Universitas Sumatera Utara
BAB IV PEMBAHASAN
4. 1 Efektivitas Penerimaan PBB P2 di Kabupaten Dairi Tahun 2016-2020
Efektivitas digunakan untuk mengukur keberhasilan suatu instansi pemerintah maupun swasta dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Jika suatu instansi berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan maka instansi tersebut termasuk kriteria efektif. Berikut rumus perhitungan perhitungan efektifitas penerimaan PBB P2 di kabupaten Dairi.
Efektivitas PBB P2 = Realisasi Penerimaan PBB P2 x 100 % Target Penerimaan PBB P2
Tabel 4.1 Nilai Interpretasi Efektivitas
Persentase Kriteria
>100 % Sangat efektif
90-100% Efektif
80-90% Cukup
60-80% Kurang efektif
<60% Tidak efektif
Sumber : Depdagri, kepmendagri No. 690.900.327 (Adelina, 2012)
Berikut perhitungan efektivitas penerimaan PBB P2 tahun 2016-2020 :
1. Tahun 2016, efektivitas penerimaan PBB P2 = 2.397.305.391 x 100 % = 85, 62 % 2.800.00.000
2. Tahun 2017, efektivitas penerimaan PBB P2 = 2.800.104.731 x 100 % = 93,34 % 3.000.000.000
3. Tahun 2018, efektivitas penerimaan PBB P2 = 2.369.607.662 x 100 % = 78,99 % 3.000.000.000
64
Universitas Sumatera Utara
4. Tahun 2019, efektivitas penerimaan PBB P2 = 2.684.399.537 x 100 % = 76,70 % 3.500.000.000
5. Tahun 2020, efektivitas penerimaan PBB P2 = 2.454.291.500 x 100 % = 87,65 % 2.800.000.000
Berdasarkan rumus perhitungan efektivitas penerimaan PBB P2 tersebut, dapat diketahui persentase penerimaaan PBB P2 mulai dari tahun 2016-2020 dan dapat diketahui juga nilai interpretasi efektivitas mulai dari tahun 2016-2020. Pada tahun 2016 target yang ditetapkan sebesar 2.800.000.000 dan realisasinya sebesar 2.397.305.391 dengan persentase penerimaan PBB P2 sebesar 85,62 % dari target, sehingga dapat diketahui nilai interpretasi efektivitas penerimaan PBB P2 tahun 2016 dengan kriteria cukup. Pada tahun 2017 target PBB P2 yang ditetapkan sebesar 3.000.000.000 dengan realisasi 2.800.104.731 dan persentase penerimaan PBB P2 sebesar 93,34 % dengan kriteria efektif. Pada tahun 2018 target PBB P2 yang ditetapkan sebesar 3.000.000.000 dengan realisasi 2.369.607.662 dan persentase sebesar 78,99
%. Berdasarkan persentase tersebut diketahui bahwa nilai interpretasi penerimaaan PBB P2 pada tahun 2018 termasuk dalam kriteria kurang efektif. Kemudian pada tahun 2019 target penerimaan PBB P2 yang ditetapkan sebesar 3.500.000.000 dan realisasi penerimaan sebesar 2.684.399.537 dengan persentase 76,70 %. Sehingga nilai interpretasi efektifitasnya termasuk dalam kategori kurang efektif. Pada tahun 2020 target penerimaan PBB P2 yang telah ditetapkan sebesar 2.800.000.000 dan realisasinya sebesar 2.454.291.500 dengan persentase 87,65 % dan berdasarkan persentase tersebut, nilai interpretasi efektivitas pada tahun 2020 termasuk dalam kriteria cukup.
Setiap tahun terjadi perubahan realiasi penerimaan PBB P2 dengan tidak sepenuhnya memenuhi target yang telah ditetapkan. Namun walupun demikian penerimaan PBB P2 di
Universitas Sumatera Utara
kabupaten Dairi tidak pernah dibawah 50 % dan penerimaan PBB P2 ini sangat membantu peningkatan pajak daerah begitu juga dengan PAD kabuoaten Dairi.
4.2 Kontribusi Penerimaan PBB P2 Terhadap PAD di Kabupaten Dairi Tahun 2016-2020 Tabel 4.2 Kontribusi PBB P2 terhadap PAD Kabupaten Dairi
Tahun Realisasi PBB P2 Realisasi PAD Kontribusi Kriteria 2016 2.397.305.391 68.003.241.760,34 3,52 % Sangat kurang 2017 2.800.104.731 128.489.751.331,88 2,20 % Sangat kurang 2018 2.369.607.662 73.906.829.603,45 3,20 % Sangat kurang 2019 2.684.399.537 74.360.339.717,75 3,60 % Sangat kurang 2020 2.454.291.500 89.758.997.873,48 2,73 % Sangat kurang
Rata-rata 3.05 % Sangat Kurang
Sumber : data diolah (2021)
Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa rata-rata kontribusi penerimaan PBB P2 terhadap PAD mulai tahun 2016-2020 sebesar 3,05 % dengan kriteria sangat kurang.
Pada tahun 2016 kontribusi PBB P2 terhadap PAD termasuk dalam kriteria sangat kurang, hanya memberikan kontribusi sebesar 3,52 %. Pada tahun 2017 PBB P2 memberikan kontribusi sebesar 2,20 % dan termasuk dalam kriteria sangat kurang. Terjadinya penurunan persentase kontribusi PBB P2 terhadap PAD pada tahun 2017 turun sekitar 1,32 %. Ini disebabkan karena adanya peningkatan realisasi Pendapatan Asli Daerah kabupaten Dairi yang telah melebihi target.
Walapun target PBB P2 pada tahun 2017 mengalami peningkatan serta realisasinya juga mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2016. Namun, dikarenakan Realisasi penerimaan PAD cukup besar maka persentase kontribusi PBB P2 jadi lebih kecil. Kemudian pada tahun 2018 PBB P2 memberikan kontribusi sebesar 3,20 % dan termasuk dalam nilai
Universitas Sumatera Utara
interpretasi kontribusi dengan kriteria sangat kurang karena berada disekitaran 0,00-10 %. Pada tahun ini terjadi peningkatan dibandingkan dengan tahun 2017 dengan selisih 1,00 %. Pada tahun 2019 terdapat perubahan dari tahun 2016,2017 dan 2018, dan tahun 2019 merupakan tahun yang memberikan persentase kontribusi PBB P2 paling tinggi terhadap PAD kabupaten Dairi dibandingkan 3 tahun sebelumya dengan persentase 3,60 % ada peningkatan sekitar 0,40
% dari tahun 2018. Berdasarkan kontribusi PBB P2 terhadap PAD sebesar 3,60 % maka masih termasuk dalam kriteria sangat kurang karena masih belum melebihi 10 %. Selanjutnya pada tahun 2020 masih termasuk dalam nilai interpretasi kontribusi dengan kriteria sangat kurang yaitu sebesar 2,73 % dan ada penurunan dari tahun sebelumnya dengan selisih 0,87 %.
Penyebab penurunan persentase kontribusi PBB P2 terhadap Pendapatn Asli Daerah (PAD) termasuk dalam nilai interpretasi kontribusi dengan kriteria sangat kurang mulai dari tahun 2016-2020, disebabkan oleh lebih besarnya kontribusi dari jenis Pendapatan Asli Daerah lainnya dan ini perlu diperhatikan dan diperbaiki.
4.3 Kendala Pengoptimalan Penerimaan PBB P2 di Kabupaten Dairi
Setiap instansi pemerintah maupun swasta memiliki tujuan bersama yang telah disepakati sebelumnya. Berdasarkan hal tarsebut setiap instansi akan menghadapi setiap persoalan di setiap proses pencapain tujuan instansi yang telah ditetapkan secara bersama. Begitu juga dengan Badan Pendapatan Daerah kabupaten Dairi dalam mengoptimalkan penerimaan PBB P2 selaku Badan Pendapatan Daerah yang mengelola dan mendata penerimaan PBB P2 di kabupaten Dairi.
Dengan adanya kendala yang dihadapi oleh Badan Pendapatan Daerah maka akan berpengaruh terhadap keberhasilan penerimaan PBB P2 yang ada di wilayah kabupaten Dairi. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan penulis dengan pegawai Badan Pendapatan Daerah kabupaten Dairi dan juga studi dokumen pada Laporan Kinerja Instansi Pemerintah
Universitas Sumatera Utara
terdapat beberapa kendala ataupun hambatan yang dihadapi oleh Badan Pendapatan Daerah kabupaten Dairi, sebagai berikut :
1. Kesadaran masyarakat kabupaten Dairi masih kurang
Antusiasme serta kesadaran masyarakat sebagai wajib pajak PBB P2 sangat berpengaruh terhadap penerimaan PBB P2. Penyebab tidak tercapaianya realisasi penerimaan PBB P2 salah satunya disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat dalam membayarkan kewajibannya sebagai warga negara. Penyebab kurangnya kesadaran masyarakat dalam mendaftarkan objek pajaknya disebabkan ketidaktahuan masyarakat mengenai pendaftaran dan pelaporan objek pajaknya. Sebagian masyarakat yang sadar dan taat membayarkan PBB P2nya langsung ke Badan Pendapatan Daerah Dairi dan ada juga yang membayarkan ke Bank Sumut.
2. Database potensi PBB P2 yang belum terintegrasi
Data pada sistem informasi Badan Pendapatan Daerah terdapat ketidak sesuaian antara data di sistem dengan keadaan di lapangan, kurang updatenya data atau tidak adanya pembaharuan data pada sistem di Badan Pendapatan Daerah padahal keadaan objek pajak seperti bangunan maupun tanah terus mengalami pembaharuan setiap tahunnya, sehingga data yang yang ada di sistem Badan Pendapatan Daerah terus berkesinambungan sesuai dengan data tahun sebelumnya. Sesuai dengan hasil wawancara dengan pegawai Badan Pendapatan Daerah Dairi menyebutkan bahwa “data tidak terupdate setiap tahunnya sehingga adanya pencetakan SPPT ganda namun objek pajaknya sama”.
3. Sumber daya manusia belum memadai
Sumber daya manusia (SDM) merupakan komponen penting dalam melakukan pencapaian kinerja suatu instansi seperti Badan Pendapatan Daerah kabupaten Dairi. Pada
Universitas Sumatera Utara
instansi ini masih terdapat SDM yang belum memadai sehingga kinerja pengoptimalan penerimaan PBB P2 menjadi kurang efektif. Hal ini berhubungan dengan pembaharuan data sesuai dengan keadaan objek pajak dilapangan. Ketika instansi ini memiliki SDM yang memadai maka setiap kinerja pengoptimalan penerimaan PBB P2 saat melakukan pendataan kelapangan maupun dibagian sistem informasi kantor akan berpengaruh positif terhadap hasil penerimaan PBB P2.
4.4 Upaya Pengoptimalan PBB P2 di Kabupaten Dairi
Berdasarkan hasil wawancara mengenai hambatan-hambatan serta masalah yang dihadapi Badan Pendapatan Daerah kabupaten Dairi dilakukan upaya untuk mengatasi hambatan serta masalah tersebut dengan upaya sebagai berikut :
1. Berkoordinasi dengan pihak kepala desa
“Berkoordinasi dengan pihak kepala desa merupakan salah satu upaya yang sangat baik, dikarenakan cakupan wilayah kabupaten Dairi yang cukup luas, sehingga adanya sistem cakupan kerja yang luas dan membutuhkan waktu yang cukup lama dalam melakukan pendataan seperti verifikasi dan validasi”. Jadi, berdasarkan hasil wawancara dengan pegawai Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Dairi, menjelaskan bahwa berkoordinasi dengan pihak kepala desa merupakan cara yang paling efektif dan efisien dalam mengatasi hambatan-hambatan serta masalah yang dihadapi oleh Badan Pendapatan Daerah Dairi. Pihak Badan Pendapatan Daerah kabupaten Dairi akan mencetak kertas kerjanya, selanjutnya akan dikirimkan ke pihak desa yang ada di kabupaten Dairi dan kepala desa akan menyerahkannya ke setiap kepala dusun untuk melakukan verifikasi validasi objek PBB P2.
Universitas Sumatera Utara
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN 4.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan atas rumusan masalah yang diangkat, diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1. Berdasarkan data dari hasil penelitian serta pembahasan menunjukkan bahwa efektivitas penerimaan PBB P2 di kabupaten Dairi dapat diketahui persentase penerimaaan PBB P2 mulai dari tahun 2016-2020 dan dapat diketahui juga nilai interpretasi efektivitas mulai dari tahun 2016-2020. Pada tahun 2016 persentase penerimaan PBB P2 sebesar 85,62 % dari target, dengan nilai interpretasi efektivitas penerimaan PBB P2 tahun 2016 dengan kriteria cukup. Pada tahun 2017 persentase penerimaan PBB P2 sebesar 93,34 % dengan kriteria efektif. Pada tahun 2018 persentase penerimaan PBB P2 sebesar 78,99 % dengan kriteria nilai interpretasi penerimaaan kurang efektif. Kemudian pada tahun 2019 penerimaan PBB P2 dengan persentase 76,70 % dalam kategori kurang efektif. Pada tahun 2020 penerimaan PBB P2 dengan persentase 87,65 % dalam kriteria cukup. Setiap tahun terjadi perubahan realiasi penerimaan PBB P2 dengan tidak sepenuhnya memenuhi target yang telah ditetapkan sehingga rata-rata penerimaan PBB P2 di kabupaten Dairi tahun 2016-2020 kurang efektif.
Namun walupun demikian penerimaan PBB P2 di kabupaten Dairi tidak pernah dibawah 50
% dan penerimaan PBB P2 ini sangat membantu peningkatan pajak daerah begitu juga dengan PAD kabubaten Dairi.
2. Kontribusi penerimaan PBB P2 di kabupaten Dairi termasuk dalam kriteria sangat kurang mulai dari tahun 2016-2020 dengan rata-rata 3,05 %. Terjadinya penurunan persentase kontribusi PBB P2 terhadap PAD ini disebabkan karena adanya peningkatan realisasi
70
Universitas Sumatera Utara
Pendapatan Asli Daerah kabupaten Dairi yang telah melebihi target. Namun, dikarenakan Realisasi penerimaan PAD cukup besar maka persentase kontribusi PBB P2 jadi lebih kecil.
Pada tahun 2016 kontribusi PBB P2 terhadap PAD termasuk dalam kriteria sangat kurang dengan kontribusi sebesar 3,52 %. Pada tahun 2017 PBB P2 memberikan kontribusi sebesar 2,20 % dan termasuk dalam kriteria sangat kurang. Kemudian pada tahun 2018 kontribusi PBB P2 memberikan kontribusi sebesar 3,20 % dengan kriteria sangat kurang. Pada tahun 2019 persentase 3,60 %. Pada tahun 2020 masih termasuk dalam nilai interpretasi kontribusi dengan kriteria sangat kurang yaitu sebesar 2,73 % disebabkan lebih besarnya kontribusi dari jenis Pendapatan Asli Daerah lainnya.
3. Kendala-kendala yang dihadapi Badan Pendapatan Daerah kabupaten Dairi dalam pengoptimalan penerimaan PBB P2 yaitu kesadaran masyarakat kabupaten Dairi masih kurang, Database potensi PBB P2 yang belum terintegrasi dan sumber daya manusia yang kurang memadai.
4. Berdasarkan masalah dan hambatan tersebut, Badan Pendapatan Daerah kabupaten Dairi membuat upaya untuk menyelesaikan hambatan tersebut dengan berkoordinasi dengan pihak kepala desa. Upaya tersebut merupakan salah satu upaya yang sangat baik, dikarenakan cakupan wilayah kabupaten Dairi yang cukup luas, sehingga adanya sistem cakupan kerja yang luas dan membutuhkan waktu yang cukup lama dalam melakukan pendataan seperti verifikasi dan validasi.
Universitas Sumatera Utara
4.2 Saran
Sesuai dengan hasil penelitian yang penulis peroleh, maka penulis memberikan beberapa saran sebagai berikut :
1. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat umum mengenai Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan tentang mekanisme pendaftaran objek pajak, pembayaran PBB P2, serta manfaat penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan terhadap pendapatan daerah kabupaten dairi. Ini merupakan cara agar masyarakat lebih mengetahui PBB P2 dan sosialisasi ini sebaiknya dilakukan disetiap desa, agar terjadi pendekatan kepada masyarakat dengan maksimal. Sosialisasi mengenai PBB P2 dapat dilakukan secara langsung, pemasangan spanduk dengan slogan yang menarik ataupun melalui media elektronik.
2. Melakukan perbaikan data yang update atau terbaru supaya tidak ada ketimpangan antara data pada sistem di Badan Pendapatan Daerah kabupaten Dairi dengan keadaan di lapangan, dikarenakan setiap saat ada kemajuan dalam segi pembangunan, dengan demikian keadaan objek pajak juga mengalami perubahan nilai.
3. Memberikan sanksi tegas bagi masyarakat yang tidak membayarkan PBB P2 begitu juga masyarakat yang terlambat membayarkan PBB P2. Dengan cara ini masyarakat selaku wajib pajak akan lebih memperhatikan kewajibannya dalam membayarkan PBB P2.
Universitas Sumatera Utara
DAFTAR PUSTAKA Buku :
Isroah, 2013, Perpajakan, Badan Pengelola dan Pengembangan Usaha Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta
Mardiasmo, 2018, Perpajakan, Edisi 2018, Andi, Yogyakarta.
Resmi, Siti, 2017, Perpajakam Teori dan Kasus, edisi 10 buku 1, Salemba Empat, Jakarta
Sari Diana, 2013, konsep dasar perpajakan, Refika Aditama, Bandung.
Siahaan, Marihot Pahala. 2016. Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Rajawali Pers, Jakarta.
Widodo, Boediarso Teguh, 2014, Pedoman Umum Pengelolaan Pajak Bumi Dan Bangunan Perdesaan Dan Perkotaan, Kementrian Keuangan Republik Indonesia, Jakarta.
Jurnal :
Chandra Cherry A, Sabijono Harijanto, Runtu Treesje, 2020. Efektivitas dan kontribusi penerimaan pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan terhadap penerimaan pendapatan asli daerah di kota Gorontalo tahun 2016-2018. Jurnal Riset Akuntansi 15(13), 2020, 290-298
Felia lintong, Harijanto Sabijono dan Meily Y. B. Kalalo. 2018. Analisis Efektifitas Dan Kontribusi Pajak Bumi Dan Bangunan Perdesaan Dan Perkotaan Terhadap Peningkatan Penerimaan Pendapatan Asli
Felia lintong, Harijanto Sabijono dan Meily Y. B. Kalalo. 2018. Analisis Efektifitas Dan Kontribusi Pajak Bumi Dan Bangunan Perdesaan Dan Perkotaan Terhadap Peningkatan Penerimaan Pendapatan Asli