• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III HASI PENELITIAN

3.5. Target Dan Realisasi Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (Pad)

TABEL 3.3

Target dan Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan Tahun 2015-2019

TAHUN TARGET REALISASI

2015 1.794.704.774.012,45 1.413.442.053.247,36 2016 1.338.127.546.952,00 1.135.048.520.750,23 2017 1.392.127.546.952,00 1.380.349.594.488,49 2018 1.408.770.116.276,00 1.308.458.605.694,00 2019 1.616.553.387.786,00 1.463.915.001.282,00 Sumber: Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan

*Pendapatan Asli Daerah, terdiri dari:

a) Pendapatan Pajak Daerah b) Retribusi Daerah

c) Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah d) Lain-lain PAD yang sah.

4.1. Persentase Target dan Realisasi Pajak Restoran di Kota Medan pada tahun 2015-2019

Setiap oraganisasi atau instansi apapun itu pasti akan melakukan yang terbaik demi kebaikan didalamnya, banyak cara yang dapat dilakukan yaitu salah satunya ialah dengan membuat Target/Anggaran didalam keuangan dimasa yang akan datang. Target/Anggaran adalah suatu perencanaan didalam perusahaan atau organisasi yang disusun secara sistematis, terpadu dan jelas yang biasanya berbentuk angka dan bertujuan sebagai pedoman dalam kegiatan – kegiatan yang akan dilaksanakan dalam waktu yang telah ditentukan dan sebagai acuan untuk memenuhi yang diharapkan. Untuk dapat mengetahui anggaran memenuhi yang di harapkan atau tidak maka dapat dilihat melalui realisasi didalam waktu yang telah ditentukan tersebut. Sama seperti Pajak Restoran di Kota Medan pastilah memiliki target yang akan dicapai dan juga realisasinya. Berikut ini Target dan Realisasi Penerimaan Pajak Restoran pada Badan Pengelola Pajak dan Restribusi Daerah Kota Medan pada tahun 2015 – 2019

TABEL 4.1

Target dan Realisasi Penerimaan Pajak Restoran pada Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan Tahun 2015-2019

TAHUN TARGET REALISASI PERSENTASE

2015 123.215.873.083,00 124.409.617.130,10 100,97%

2016 126.215.837.083,00 130.918.136.083,00 103,73%

2017 132.215.837.083,00 151.046.712.793,00 114,24%

2018 170.000.000.000,00 172.788.503.063,71 101,64%

2019 204.000.000.000,00 209.883.937.063,74 102,88%

Sumber: Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan

Berdasarkan Tabel 4.1 diatas penulis akan menjelaskan penerimaan pajak restoran pada BPPRD Kota Medan selama 5 tahun terakhir, mulai tahun 2015 sampai 2019.

a) Pada tahun 2015, target penerimaan sebesar Rp123.215.837.083,00 sedangkan realisasi penerimaanya sebesar Rp124.409.617.130,10 dengan persentase 100,97%, artinya realisasi penerimaan pajak restoran pada tahun 2015 menunjukkan peningkatan sebesar 5,99% dari tahun 2014, dan lebih dari target yang telah ditetapkan sebesar 0,97%.

b) Pada Tahun 2016, mengalami peningkatan yang cukup signifikan dengan target penerimaan sebesar Rp126.215.837.083,00 sedangkan realisasi penerimaan sebesar Rp130.918.136.416,14 selisih Rp4.702.299.400 dengan persentase 103,73%.

c) Pada Tahun 2017, realisasi penerimaan mengalami peningkatan yang sangat signifikan dari tahun-tahun sebelumnya sebesar

Rp151.046.712.793,00 dari target Rp132.215.837.083,00 dengan persentase 114,24% dan melebihi target sebesar Rp18.830.875.710.

d) Pada Tahun 2018, realisasi penerimaan sebesar Rp172.788.503.063,71 dengan target Rp170.000.000.000,00 dengan persentase 101,64% artinya target yang telah ditetapkan tercapai dan melebihi target sebesar Rp2.788.503.063,71 atau 1,64% dari target yang ditetapkan.

e) Pada Tahun 2019, realisasi penerimaan sebesar Rp209.88.937.063,74 dengan terget Rp 204.000.000.000,00 dengan persentase 102,88% artinya target yang telah ditetapkan tercapai dan melebihi targer sebesar Rp5.883.937.063,74 atau 2,88% dari targeet yang ditetapkan.

Dari tabel diatas dapat kita lihat bahwa Penerimaan Pajak dari tahun 2015 – 2019 sudah memenuhi Target/Anggaran yang telah ditentukan. Dan persentase nya mulai dari tahun 2015 – 2019 mengalami naik dan turun, dan persentase paling tinggi terdapat pada tahun 2017.

4.2. Kontribusi Pajak Restoran Terhadap Pajak Daerah dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan.

1. Target dan Realisasi Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan Tahun 2015-2019

TABEL 4.2

Jumlah Wajib Pajak Restoran yang terdaftar pada Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan Tahun 2015-2019 No Klasifikasi

Sumber: Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan

Mengingat saat ini jumlah restoran di Kota Medan setiap tahunnya terus meningkat dan juga hampir disetiap sudut-sudut Kota Medan kita jumpai restoran, mulai dari rumah makan, restoran cepat saji, cafe, bar, dan lainnya. Dalam hal ini pajak restoran dapat dikatakan salah satu pajak yang berpotensial untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Berikut ini adalah Target dan Realisasi Pendapatan Asli Daerah pada BPPRD Kota Medan tahun 2015-2019.

TABEL 4.3

Target dan Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan Tahun 2015-2019

TAHUN TARGET REALISASI

2015 1.794.704.774.012,45 1.413.442.053.247,36

2016 1.338.127.546.952,00 1.135.048.520.750,23

2017 1.392.127.546.952,00 1.380.349.594.488,49

2018 1.408.770.116.276,00 1.308.458.605.694,00

2019 1.616.553.387.786,00 1.463.915.001.282,00

Sumber: Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan

*Pendapatan Asli Daerah, terdiri dari:

a) Pendapatan Pajak Daerah b) Retribusi Daerah

c) Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah d) Lain-lain PAD yang sah.

2. Kontribusi Penerimaan Pajak Restoran terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan Tahun 2015-2019

Untuk menghitung Kontribusi Penerimaan Pajak Restoran terhadap Pendapatan Asli Daerah, Penulis menggunakan rumus:

Kontribusi Penerimaan =

x 100%

1) Kontribusi Pajak Restoran terhadap PAD tahun 2015 Berdasarkan Tabel 4.1 dan Tabel 4.3

a. Realisasi Penerimaan Pendapatan Asli Daerah tahun 2015 sebesar Rp1.413.442.053.247,36

b. Realisasi Penerimaan Pajak Restoran tahun 2015 sebesar Rp124.409.617.130,10

c. Perhitungan Kontribusi tahun 2015:

Kontribusi Penerimaan =

x 100%

= 8.80%

Dengan demikian kontribusi realisasi penerimaan Pajak Restoran terhadap PAD tahun 2015 sebesar 8.80%.

2) Kontribusi Pajak Restoran terhadap PAD tahun 2016 Berdasarkan Tabel 4.1 dan Tabel 4.3

a. Realisasi Penerimaan Pendapatan Asli Daerah tahun 2016 sebesar Rp1.135.048.520.750,23

b. Realisasi Penerimaan Pajak Restoran tahun 2016 sebesar Rp130.918.136.416,00

c. Perhitungan Kontribusi tahun 2016:

Kontribusi Penerimaan =

x 100%

= 11.53%

Dengan demikian kontribusi realisasi penerimaan Pajak Restoran terhadap PAD tahun 2016 sebesar 11.5%.

3) Kontribusi Pajak Restoran terhadap PAD tahun 2017 Berdasarkan Tabel 4.1 dan Tabel 4.3

a. Realisasi Penerimaan Pendapatan Asli Daerah tahun 2017 sebesar Rp1.380.349.594.488,49

b. Realisasi Penerimaan Pajak Restoran tahun 2017 sebesar Rp151.046.721.793,00

c. Perhitungan Kontribusi tahun 2017:

Kontribusi Penerimaan =

x 100%

= 10.94%

Dengan demikian kontribusi realisasi penerimaan Pajak Restoran terhadap PAD tahun 2017 sebesar 10.94%.

4) Kontribusi Pajak Restoran terhadap PAD tahun 2018 Berdasarkan Tabel 4.1 dan Tabel 4.3

a. Realisasi Penerimaan Pendapatan Asli Daerah tahun 2018 sebesar Rp1.308.458.605.694,00

b. Realisasi Penerimaan Pajak Restoran tahun 2018 sebesar Rp172.788.503.063,71

c. Perhitungan Kontribusi tahun 2018:

Kontribusi Penerimaan =

x 100%

= 13.20%

Dengan demikian kontribusi realisasi penerimaan Pajak Restoran terhadap PAD tahun 2018 sebesar 13.20%.

5) Kontribusi Pajak Restoran terhadap PAD tahun 2018 Berdasarkan Tabel 4.1 dan Tabel 4.3

a. Realisasi Penerimaan Pendapatan Asli Daerah tahun 2019 sebesar Rp1.463.915.001.282,00

b. Realisasi Penerimaan Pajak Restoran tahun 2019 sebesar Rp209.883.937.063,74

c. Perhitungan Kontribusi tahun 2019:

Kontribusi Penerimaan =

x 100%

= 14.33%

Dengan demikian kontribusi realisasi penerimaan Pajak Restoran terhadap PAD tahun 2019 sebesar = 14.33%.

Berdasarkan dari hasil perhitungan kontribusi penerimaan Pajak Restoran terhadap Pendapatan Asli Daerah diatas, maka dapat dituangkan dalam bentuk tabel, sebagai berikut:

TABEL 4.4

Kontribusi Penerimaan Pajak Restoran terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan Tahun 2015-2019

TAHUN PAJAK

RESTORAN

PENDAPATAN ASLI DAERAH (Rp)

PERSENTASE 2015 124.409.617.130,10 1.413.442.053.247,36 8.80%

2016 130.918.136.083,00 1.135.048.520.750,23 11.53%

2017 151.046.712.793,00 1.380.349.594.488,49 10.94%

2018 172.788.503.063,71 1.308.458.605.694,00 13.20%

2019 209.883.937.063,74 1.463.915.001.282,00 14.33%

4.3. Hambatan Yang Dihadapi Oleh Badan Pengelola Pajak Dan Retribusi Daerah (BPPRD) Dalam Memperoleh Pajak Restoran Yang Ada di Kota Medan

Adapun hambatan yang dihadari oleh Badan Pengelola Pajak Dan Retribusi Daerah (BPPRD) kota medan adalah sebagai berikut:

a) Partisipasi Masyarakat (Wajib Pajak)

Partisipasi Wajib Pajak Restoran merupakan salah satu faktor yang menjadi hambatan. Dalam hal ini tingkat kepatuhan wajib pajak masih rendah, dapat terlihat dalam:

1) Masih ada wajib pajak yang tidak mendaftarkan usaha restorannya.

2) Masih ada wajib pajak yang tidak menyetor pajak restorannya.

3) Masih ada wajib pajak yang tidak melapor SPTPD-nya.

4) Masih adanya wajib pajak restoran yang tidak tepat waktu melapor STPD-nya, dan

5) Masih banyak wajib pajak yang kurang memahami Pajak Daerah.

b) Kurangnya Profesionalitas Sumber Daya Manusia yang dimiliki BPPRD Kota Medan. Masih ditemui atau masih adanya petugas Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Medan yang belum bekerja secara efektif khusunya bagi petugas yang berkaitan dengan penyuluhan.

4.3.1. Upaya yang dilakukan Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan dalam Meningkatkan Penerimaan Pajak Restoran

Adapun beberapa upaya yang dilakukan oleh Badan Pengelola Pajak Kota Medan untuk meningkatkan penerimaan Pajak Restoran, antara lain:

1. Melakukan Kegiatan Ekstensifikasi

Ekstensifikasi adalah kegiatan yang berkaitan dengan penambahan jumlah wajib pajak yang belum terdaftar dan perluasan objek pajak.

a) Menambah wajib pajak restoran dengan melakukan pengawasan dan pendataan ulang terhadap wajib pajak restoran, sehingga para pelaku usaha yang usahanya menjadi objek pajak restoran dan belum terdaftar serta belum melaksanakan kewajiban pajaknya dapat melaksanakan kewajiban perpajakanya.

b) Menambah jumlah personil yang melakukan pendataan dilapangan, sehingga proses pendataan dapat berjalan dengan optimal.

c) Penindakan penegakan berdasarkan Peraturan Daerah dengan membentuk tim bersama instansi pemerintah seperti Kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja, Kejaksaan dan instansi lainnya.

d) Menyampaikan Surat Teguran kepada Wajib Pajak yang belum menyampaikan Surat Pemberitahuan Pajak Daerah (SPTPD).

2. Melakukan Kegiatan Intensifikasi

Intensifikasi pajak adalah kegiatan yang dilakukan untuk menambah jumlah penerimaannya dari wajib pajak yang sudah terdaftar sebagai wajib pajak daerah. Sedangkan proses pelaksanaan kegiatan intensifikasi pajak daerah dimulai dari:

a) Melakukan pembinaan dan sosialisasi peraturan terkait pajak restoran.

b) Melakukan pengawasan sekaligus melakukan pemeriksaan dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan wajib pajak dalam melakukan kewajiban membayar pajak restorannya sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku, sehingga jika ada wajib pajak restoran yang membayar pajak restorannya dapat segera dilakukan penagihan.

5.1. KESIMPULAN

Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari pembahasan diatas melalui data-data yang diperoleh antara lain:

1. Target dan Realisasi penerimaan pada Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan selalu mencapai target setiap tahunnya, persentase paling tinggi terjadi pada tahun 2017 yaitu mecapai 114,24%

dengan target 132.215.837.083,00 dan realisasi sebesar

151.046.712.793,00. Pencapaian itu melebihi 14,24% dari target yang ditentukan.

2. Kotribusi pajak restoran terhadap pajak daerah dan pendapatan asli daerah Kota Medan terbilang cukup efektif, dapat dilihat pada tabel 4.4 dimana kontribusi yang diberikan sektor pajak restoran selalu melewati 10% mulai dari tahun 2016-2019.

3. Hambatan yang dihadapi oleh Badan Pengelola Pajak dan Retibusi Daerah (BPPRD) Kota Medan dalam Meningkatkan Penerimaan Pajak Restoran diantaranya masih ada wajib pajak yang tidak mendaftarkan usaha restorannya, masih ada wajib pajak yang tidak menyetorkan pajak restorannya, masih ada wajib pajak yang tidak melapor STPDnya, masih ada wajib pajak yang tidak tepat waktu melapor STPDnya, dan masih ada pegawai/petugas BPPRD yang berkerja kurang efektif.

5.2. SARAN

Adapun saran yang dapat penulis berikan berdasaran kesimpulan diatas dengan harapan dapat lebih mensukseskan Penerimaan Pajak Restoran di Kota Medan adalah sebagai berikut:

1. Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan harus lebih meningkatkan lagi kegiatan-kegiatan seperti sosialisasi, penyuluhan dan pendekatan kepada wajib pajak melalui iklan-iklan dikoran, brosur-brosur/reklame dipinggir jalan maupun videotron dan sebagainya.

2. Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan harus dapat menindak lebih keras lagi kepada wajib pajak yang berusaha menghindari kewajiban dalam membayar pajak.

3. Memberikan apresiasi kepada wajib pajak yang sadar dan patuh dalam membayarkan kewajibannya.

Negara, Tunggal Anshari Setia. 2017. Ilmu Hukum Pajak. Malang. Stara Press Nurcholis, Hanif. 2005. Teori dan Praktik Pemerintahan Dan Otonomi Daerah.

Jakarta. PT. Grasindo

Mardiasmo. 2016. Perpajakan Edisi Terbaru 2016. Yogyakarta. Andi Suandi, Erly. 2014. Hukum Pajak Edisi 6. Jakarta. Salemba Empat

Rangkuti, Indra Efendi; dkk. 2018. Perpajakan Indonesia Teori dan Kasus.

Madenatera

Internet

Dian, Taufik Nur. 2011. Sistem Penugasan Wajib Pajak Terhadap Peraturan Perpajakan. https://taufiqnurdian.wordpress.com/about/ (Diakses Pada 14 April 2020)

Susi.2013. Penerapan Sistem Pemungutan Pajak Restoran Pada Dinas Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Indagir Hilir. http://repository.uin-suska.ac.id/3413/1/2013_201382AKT.pdf (Diakses Pada 14 April 2020) Putra.2020. Pengertian Data: Fungsi, Sumber, Jenis Jenis Data dan Contohnya https://salamadian.com/pengertian-data/ (Diakses Pada 16 April 2020) Maulida, Rani. 2018. Pajak Daerah: Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, Dan Tarifnya.

https://www.online-pajak.com/pajak-daerah (Diakses Pada 19 April 2020)

Lampiran 1.1 Surat Pengajuan Judul Tugas Akhir

Lampiran 1.2 Surat Penugasan Bimbingan

Lampiran 1.3 Kartu Kendali Bimbingan

Lampiran 1.4 Surat Undangan Seminar Proposal

Lampiran 1.5 Berita Acara Seminar Proposal

Lampiran 1.6 Surat Izin Penelitian

Lampiran 1.7 Surat Undangan Sidang

Lampiran 1.8 Surat Selesai Penelitian

Lampiran 1.9 Data Penelitian Tugas Akhir

Dokumen terkait