BAB III METODOLOGI PENELITIAN
H. Instrumen Penelitian
I. Tata Cara Penelitian
1. Observasi awal
Observasi dilakukan di dusun Krodan, Maguwoharjo, terhadap masyarakat yang berusia 40±5 tahun dan memiliki BMI =23. Observasi ini dilakukan dengan cara pendekatan kepada masyarakat yang secara kebetulan ditemui dan dengan bantuan RW dan RT setempat ketika ada pertemuan rutin. Observa si juga dilakukan di Puskesmas Maguwoharjo untuk mengetahui data masyarakat yang mengalami penyakit degeneratif. Observasi ini sekaligus untuk mencari responden yang bersedia mengikuti penelitian. Setelah responden menyatakan bersedia, khusus untuk responden yang mengikuti tes laboratorium, responden tersebut diminta untuk menandatangani surat pernyataan.
2. Permohonan ijin
Permohonan ijin diajukan ke Komisi Etik Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada sebagai salah satu etika penelitian menggunakan sampel biologis manusia, dalam hal ini darah. Selain itu, permohonan ijin juga diajukan ke BAPPEDA (Badan Perencanaan Pembangunan Pemerintah Daerah) Kabupaten Sleman.
3. Pembuatan Kuisioner
Kuisioner adalah suatu daftar pertanyaan yang sudah tersusun dengan baik, sudah matang, dimana responden (dalam hal angket) dan interviewer (dalam hal wawancara) tinggal memberikan jawaban atau dengan memberikan tanda-tanda tertentu (Notoatmodjo, 2002).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
28
Kuisioner dalam penelitian ini terdiri dari 38 pernyataan, dan responden diwajibkan untuk memilih salah satu dari 4 sikap, yaitu sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS) dan sangat tidak setuju (STS). Pernyataan-pernyataan dalam kuisioner ini dibagi tiga kelompok, yaitu pernyataan tentang pengetahuan, sikap, dan tindakan. Pernyataan-pernyataan dalam kuisioner ini dibagi me njadi dua, yaitu pernyataan yang favorabel atau mendukung atau memihak obyek sikap dan non-favorabel atau tidak mendukung obyek sikap (Azwar, 1995). Adapun sebaran pernyataan dalam kuisioner tersebut adalah sebagai berikut.
Tabel VI. Sebaran Nomor Soal Kuisioner
Cakupan perilaku
Sikap pernyataan Nomor soal
Favorabel 3,4,7,11,12,15,21,24,25,26,30,37 Pengetahuan Non-favorabel 20,35 Favorabel 1,2,6,8,13,32,28 Sikap Non-favorabel 5,10, 16, 19,27,38 Favorabel 9,14,17,18,22,33,34,36 Tindakan Non-favorabel 23, 29,31
Tabel VII. Skor Penilaian dalam Skala Likert
Kategori Jawaban Favorable Nonfavorable
Sangat Setuju (SS) 4 1
Setuju (S) 3 2
Tidak Setuju (TS) 2 3
Sangat Tidak Setuju (STS) 1 4
Pernyataan tersebut belum termasuk pertanyaan tentang data diri responden, yang meliputi nama, usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, riwayat penyakit dan riwayat penyakit keluarga, serta kebiasaan merokok.
4. Uji validitas
Setelah kuisioner selesai dibuat, belum berarti kuisioner tersebut dapat langsung digunakan untuk mengumpulkan data. Kuisio ner perlu diuji validitas dan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
pemahaman bahasa. Notoatmodjo (2002) mendefinisikan validitas sebagai suatu indeks yang menunjukkan alat ukur itu benar-benar mengukur apa yang diukur. Notoatmodjo (2002) menyebutkan bahwa diperlukan paling sedikit 20 responden untuk uji coba agar diperoleh distribusi nilai hasil pengukuran mendekati normal. Responden yang digunakan untuk uji coba kuisioner ini adalah mereka yang memiliki karakteristik sama atau hampir dengan responden penelitian, namun tidak termasuk dalam responden penelitian.
Uji validitas yang dilakukan adalah uji validitas isi atau content. Validitas isi merupakan validitas yang diestimasi lewat pengujian terhadap isi tes dengan analisis rasional atau lewat professional judgement (Azwar, 1999). Dalam penelitian ini, yang bertindak sebagai profesional judgement adalah dosen pembimbing.
5. Uji reliabilitas
Reliabilitas adalah sejauh mana pengukuran dapat dipercaya atau dapat diandalkan (Notoatmodjo, 2002). Hal ini berarti menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran itu tetap konsisten atau tetap asas bila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama, dengan menggunkan alat ukur yang sama.
Pada penelitian ini, uji reliabilitas dilihat dari segi pemahaman bahasa, apakah bahasa yang digunakan dalam kuisioner dapat dimengerti oleh responden atau tidak. Hal ini dilakukan agar pernyataan-pernyataan dalam kuisioner nantinya dapat benar-benar dimengerti oleh responden sehingga responden dapat memberikan respon seperti yang diinginkan. Uji reliabilitas pada penelitian ini menggunakan teknik Alpha dari program statistik karena teknik Alpha merupakan dasar dalam
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
30
pendekatan konsistensi internal dan perkiraan yang baik terhadap reliabilitas pada banyak situasi pengukuran.
Kriteria pemilihan item didasarkan pada korelasi item total dengan batasan =0,30. Azwar (2000) menyebutkan bahwa hal tersebut memiliki daya diskriminasi yang memuaskan, jadi bila ada item yang memiliki koefisien korelasi item total =0,30, maka item tersebut dinyatakan tidak sahih dan dianggap gugur. Namun bila item yang lolos ternyata masih tidak mencukupi jumlah yang diinginkan maka kita dapat mempertimbangkan untuk dapat menurunkan sedikit batas kriteria 0,30 menjadi 0,27 atau 0,25 sehingga jumlah item yang diinginkan dapat terpenuhi.
Berdasarkan perhitungan diperoleh koefisien korelasi item total yang berkisar antara -0,019 sampai dengan 0,745. Dengan menggunakan dasar tersebut, dari 50 item pernyataan, 12 diantaranya gugur dan 38 item yang sahih. Item- item yang gugur diantaranya adalah nomor 1, 3, 5, 11, 12, 13, 15, 20, 30, 38, 39, dan 44. Dalam skala ini tidak ada aspek/cakupan yang hilang akibat ada item pernyataan yang gugur. Item dipilih dengan kriteria item total dengan batasan skor =0,25. Dengan demikian, jumlah pernyataan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 38 item.
6. Pembuatan leaflet
Notoatmodjo (1993) mendefinisikan leaflet sebagai bentuk penyampaian informasi atau pesan-pesan kesehatan melalui lembaran yang dilipat. Leaflet merupakan salah satu media pendidikan kesehatan. Leaflet pada penelitian ini diberikan untuk mengingatkan responden tentang informasi- informasi berkaitan dengan sindrom metabolik yang diberikan selama edukasi. Pemberian leaflet dibatasi hanya untuk responden yang memperoleh edukasi.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Leaflet disini berfungsi sebagai media edukasi bagi responden penelitian. Leaflet ini berisi tentang informasi prevalensi, ciri-ciri, risiko dan dampak, serta cara pencegahan sindrom metabolik. Leaflet ini diberikan kepada responden yang termasuk dalam kelompok yang diberi edukasi.
7. Penyebaran Kuisioner
Kuisioner diberikan kepada responden penelitian, sebelum pemberian edukasi atau pada saat pretest pada awal Januari 2008 dan sesudah pemberian edukasi atau pada saat posttest yaitu pada awal April 2008. Kuisioner ini diisi sendiri oleh responden dan dikembalikan saat itu juga. Hal ini dilakukan agar responden tidak dapat mengakses segala informasi yang berkaitan dengan sindrom metabolik. Pada saat posttest, kuisioner yang dibagikan kepada responden hanya berjumlah 78 buah karena ada 2 orang responden yang dikeluarkan dari penelitian. Pada saat pengisian kuisioner, responden didampingi oleh peneliti. Peneliti kemudian memeriksa kelengkapan kuisioner yang telah diisi oleh responden.
8. Pengukuran parameter
Pengukuran parameter tekanan darah dilakukan dengan menggunakan Sphygmomanometer mercurial Nova®. Pengukuran tekanan darah ini dilakukan 2 kali, yaitu pada saat pretest dan posttest. Pengukuran tekanan darah dilakukan dengan dua kali pengulangan selama selang waktu kurang lebih tiga menit. Pada saat pengukuran tekanan darah, responden dalam keadaan duduk santai. Sphygmomanometer diletakkan di atas meja atau kursi untuk mempermudah peneliti membaca skala.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
32
9. Pemberian Edukasi
Pemberian edukasi ini merupakan tidak lanjut dari informasi yang tercantum pada leaflet. Edukasi dilakukan setelah leaflet dibagikan kepada responden. Edukasi ini mengulas tentang penyakit-penyakit terkait sindrom metabolik, yaitu hipertensi, diabetes melitus, dan hiperkolesterolemia. Edukasi diberikan secara berulang, tiap 2 minggu sekali selama 3 bulan dari awal Januari sampai awal April 2008. Edukasi pertama kali menjelaskan tentang leaflet, edukasi kedua menjelaskan tentang hipertensi, edukasi ketiga menjelaskan tentang kole sterol, dan edukasi keempat menjelaskan tentang diabetes mellitus.
10. Wawancara Terstruktur
Wawancara adalah suatu metode yang dipergunakan untuk mengumpulkan data, dimana peneliti mendapatkan keterangan atau pendirian secara lisan dari seorang sasaran peneliti (responden) atau bercakap-cakap berhadapan muka dengan orang tersebut. Dengan kata lain, informasi diperoleh langsung dari responden yang bersangkutan (Notoatmodjo, 2002). Wawancara dalam penelitian ini bertujuan untuk mempertegas kuisioner, untuk mendapatkan informasi langsung dari responden.
Wawancara terstruktur dilakukan dengan bantuan kerangka atau garis- garis besar yang dibutuhkan dan berkaitan dengan masalah, melalui pembicaraan informal dan pembicaraan yang dikaitkan dengan permasalahan. Wawancara terstruktur ini bertujuan untuk mempertegas kuisioner. Pertanyaan wawancara merupakan jenis pertanyaan terbuka, terdiri dari 16 pertanyaan yang menpertegas isi kuesioner. Wawancara dilakukan terhadap 10 responden yang dianggap mewakili.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
11. Pengolahan Data
Pengolahan data dilakukan dengan kategorisasi kemudian disusun dan diinterpretasi.