• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 7 TATA CARA PENGISIAN DAFTAR VP2015-S

7.4 Tata Cara Pengisian Daftar VP2015-S

Isikan kode subround yang lalu sesuai dengan referensi waktu pencacahan. Kode yang diisikan adalah salah satu dari kode berikut:

a. Kode1: Subround Januari-April b. Kode 2: Subround Mei-Agustus

c. Kode 3: Subround September-Desember

002. Jenis tanaman terpilih:

Isikan kode jenis tanaman terpilih. Kode jenis tanaman terpilih yang diisikan adalah salah satu dari kode berikut:

1101 = Padi Sawah; 1102 = Padi Ladang; 1201 = Jagung; 1202 = Kedelai

Jenis tanaman terpilih harus selalu dituliskan pada pojok kanan atas Daftar VP2015-S, di setiap halaman, sebelum menanyakan informasi yang terdapat pada halaman tersebut.

Blok I. Keterangan Tempat

Blok I memuat keterangan identitas rumah tangga terpilih yang melakukan panen padi sawah, padi ladang, jagung, atau kedelai. Blok ini harus terisi untuk rumah tangga terpilih yang dicacah.

Rincian 101107: Disalin dari Daftar VP2015-DSRT

Isian Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, Desa/Kelurahan, Klasifikasi Desa/Kelurahan, Nomor blok sensus, dan Nomor Kode Sampel (NKS) disalin dari Daftar VP2015-DSRT Blok I rincian 101-107.

Rincian 108: Nomor bangunan fisik

Isian nomor bangunan fisik disalin dari Daftar VP2015-DSRT Blok IV kolom (1).

Rincian 109: Nomor bangunan sensus

Isian nomor bangunan sensus disalin dari Daftar VP2015-DSRT Blok III kolom (2).

Rincian 110: Nomor urut rumah tangga

Isian nomor urut rumah tangga disalin dari Daftar VP2015-DSRT Blok IV kolom (3).

Rincian 111: Nomor urut sampel

Isian nomor urut sampel disalin dari Daftar VP2015-DSRT Blok IV kolom (4).

Rincian 112: Nama kepala rumah tangga

Isian nama kepala rumah tangga disalin dari Daftar VP2015-DSRT Blok III kolom (5).

Rincian 113: Nama pemberi informasi

Isikan nama responden yang diwawancarai atau pemberi informasi.

Rincian 114: Nomor telepon/HP pemberi informasi

Isikan nomor telepon responden atau pemberi informasi.

Blok II. Keterangan Petugas

Blok ini terdiri dari 5 rincian, yaitu kode petugas pencacah dan pengawas/pemeriksa, nama petugas pencacah dan pengawas/pemeriksa, tanggal pelaksanaan, nomor HP petugas, dan tanda tangan petugas pencacah dan pengawas/ pemeriksa.

Rincian 201 s.d 205: Tuliskan kode petugas, nama petugas, tanggal pelaksanaan, dan nomor HP petugas serta bubuhkan tanda tangan pada kolom yang sesuai. Informasi mengenai petugas pencacah diisikan di kolom (2), sementara pengawas/pemeriksa diisikan di kolom (3).

Blok III. Keterangan Pencacahan

Rincian 301: Hasil Pencacahan

Lingkari kode hasil pencacahan dan tuliskan pada kotak yang tersedia. Isiannya adalah salah satu kode 1 s.d 4.

Kode isian rincian 301:

1. Berhasil diwawancarai 2. Pindah ke luar blok sensus

3. Tidak dapat diwawancarai sampai dengan batas waktu pencacahan 4. Menolak diwawancarai (...)

Jika rincian 301 berkode 2,3, atau 4 pencacahan selesai (STOP)

Jika rumah tangga terpilih tidak bisa diwawancarai karena pindah ke luar blok sensus, tidak bisa ditemui hingga batas akhir waktu pencacahan, atau menolak diwawancarai, pencacahan tidak dilanjutkan dan Daftar VP2015-S yang terisi hanya Blok I sampai III.

Blok IV. Keterangan Penguasaan dan Penggunaan Lahan Pada Saat Pencahahan Pada blok ini petugas mencatat keterangan penguasaan dan penggunaan lahan rumah tangga terpilih, baik itu lahan sawah maupun lahan pertanian bukan sawah, pada saat pencacahan.

Rincian 401a: Apakah blok ini seharusnya terisi?

Lingkari kode 1 jika rumah tangga sampel hanya terpilih untuk pencacahan satu komoditas, atau kuesioner dengan kode terkecil jika rumah tangga terpilih untuk pencacahan lebih dari satu komoditas.

Jika rumah tangga terpilih ternyata tidak mengusahakan tanaman terpilih yang terdapat pada Daftar VP2015-DSRT, tuliskan kode “99” untuk melengkapi deskripsi

Rincian 401b: Jika Rincian 401a berkode 2, blok ini terisi pada kuesioner jenis tanaman terpilih:

Dalam pencacahan Survei Luas Panen dan Luas Lahan Tanaman Pangan 2015, ada kemungkinan satu rumah tangga dicacah/diwawancarai untuk lebih dari satu jenis tanaman terpilih. Misalnya, selain terpilih sebagai sampel untuk tanaman padi sawah, suatu rumah tangga juga terpilih sampel untuk tanaman kedelai. Untuk kasus seperti ini, rumah tangga sampel akan dicacah dengan dua kuesioner berbeda (sesuai jenis tanaman terpilih), yakni kuesioner untuk padi sawah dan kuesioner untuk kedelai.

Pada Blok IV, pengisian Rincian 402-406 cukup dilakukan pada salah satu kuesioner, yakni kuesioner yang digunakan untuk jenis tanaman terpilih dengan kode terkecil. Hal tersebut dilakukan karena pada dasarnya informasi yang diisikan pada Blok IV bersifat umum, yakni mengenai penguasaan dan penggunaan lahan pada saat pencacahan, atau bukan informasi khusus terkait tanaman terpilih.

Contoh 1: rumah tangga Pak Nian yang tinggal di Desa Cibalung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, terpilih sebagai sampel Survei Luas Panen dan Luas Lahan Tanaman Pangan 2015 untuk referensi waktu pencacahan subround Januari-April. Karena terpilih sampel untuk tanaman padi sawah (kode: 1101) dan kedelai (kode: 1202), isian Blok IV Rincian 402-406, Daftar VP2015-S, untuk rumah tangga Pak Nian hanya akan terisi pada kuesioner yang digunakan untuk pencacahan padi sawah, sementara pada kuesioner yang digunakan untuk pencacahan kedelai dikosongkan dan pencacahan langsung dilanjutkan ke Blok V. Berikut adalah contoh pengisian Rincian 401 untuk kasus rumah tangga Pak Nian:

Rincian 402: Penguasaan dan Penggunaan Lahan Pada Saat Pencacahan (m2)

Pada rincian ini petugas pencacah menanyakan kepada responden keterangan mengenai luas lahan yang dikuasai oleh rumah tangga terpilih pada saat pencacahan. Keterangan tersebut dirinci menurut status penguasaan (dimiliki, berasal dari pihak lain, dan berada di pihak lain) dan jenis lahan pertanian (sawah dan bukan sawah). Informasi mengenai luas lahan yang diisikan pada Rincian 402 harus dalam m2 bilangan bulat. Jika jawaban responden bukan dalam satuan m2 (misalnya, bata atau hektar), petugas pencacah harus mengkonversikan terlebih dulu jawaban responden tersebut ke dalam satuan m2 bilangan bulat sebelum diisikan ke kolom yang sesuai.

Berikut adalah sejumlah konsep dan definisi yang harus dipahami oleh petugas terkait pengisian Blok IV:

Lahan yang dikuasai adalah lahan milik sendiri ditambah lahan yang berasal dari pihak lain, dan dikurangi lahan yang berada pada pihak lain.

Lahan milik sendiri meliputi:

i. Lahan pembelian adalah lahan yang didapat secara pembelian, baik secara tunai maupun angsuran.

ii. Lahan warisan adalah lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia.

iii. Lahan hibah adalah lahan yang diterima/didapat secara cuma-cuma dari orang yang masih hidup.

iv. Lahan yang dimiliki berdasarkan :

a. Land Reform

b. Permohonan biasa

c. Pembagian lahan transmigrasi

d. Pembagian lahan dari pembukaan hutan e. Hukum adat

Lahan yang berasal dari pihak lain adalah lahan yang diperoleh secara bagi hasil, sewa, gadai, bengkok, maupun lainnya.

a. Lahan bagi hasil (sakap) adalah lahan sewa yang dibayar dengan hasil panen. Besarnya bagian panen yang akan diserahkan kepada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dulu, misalnya, setengah atau sepertiga dari hasil panen. Istilah-istilah yang dipakai di beberapa daerah antara lain maro, meniga, martilu, toyo, nengah, jejuron, kujang, dan mampatigoi.

b. Lahan sewa adalah lahan yang berasal dari pihak lain dengan membayar sewa yang besarnya sudah ditetapkan terlebih dulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi. Pembayaran sewa dapat berupa uang atau barang. Dalam sewa menyewa, pemilik lahan tidak ikut menanggung ongkos-ongkos produksi maupun risiko dari penggarapan lahannya.

c. Lahan gadai adalah lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahannya. Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali utangnya.

d. Lahan bengkok/pelungguh adalah lahan milik desa/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau bekas pamong desa sebagai gaji atau pensiun.

e. Lainnya yaitu lahan bebas sewa, serobotan, dan lahan garapan lainnya.

Lahan yang berada di pihak lain meliputi:

1. Lahan yang disewakan 2. Lahan yang dibagihasilkan 3. Lahan yang digadaikan

4. Lahan yang diserahkan kepada pihak lain dengan bebas sewa 5. Lahan yang dikuasai pihak lain secara tidak sah.

Lahan Sawah adalah adalah lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang (galengan), saluran untuk menahan/menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi sawah tanpa memandang dari mana diperoleh atau status lahan tersebut. Lahan

yang dimaksud termasuk lahan yang terdaftar di Pajak Bumi Bangunan (PBB), Iuran Pembangunan Daerah, lahan bengkok, lahan serobotan, lahan rawa yang ditanami padi dan lahan bekas tanaman tahunan yang telah dijadikan sawah, baik yang ditanami padi, palawija atau tanaman semusim lainnya.

Sawah irigasi adalah lahan sawah yang memperoleh pengairan dari sistem irigasi, baik yang bangunan penyadap dan jaringan-jaringannya dikuasai dan diatur oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) maupun yang dikelola sendiri oleh masyarakat. Lahan sawah irigasi terdiri dari: lahan sawah irigasi teknis, lahan sawah irigasi setengah teknis, lahan sawah irigasi sederhana, dan lahan sawah irigasi desa/non PU.

Lahan Sawah Non-Irigasi terdiri dari atas:

1. Sawah tadah hujan adalah lahan sawah yang pengairannya bergantung pada air hujan.

2. Sawah rawa pasang surut adalah lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air sungai yang dipengaruhi oleh pasang surutnya air laut.

3. Sawah rawa lebak adalah lahan sawah yang pengairannya berasal dari reklamasi rawa lebak (bukan pasang surut).

Lahan pertanian bukan sawah adalah semua lahan pertanian selain lahan sawah, yang mencakup:

a. Tegal/kebun adalah lahan pertanian bukan sawah (lahan kering) yang ditanami tanaman semusim atau tahunan dan terpisah dengan halaman sekitar rumah serta penggunaannya tidak berpindah-pindah.

b. Ladang/huma adalah lahan pertanian bukan sawah (lahan kering) yang biasanya ditanami tanaman semusim dan penggunaannya hanya semusim atau dua musim, kemudian akan ditinggalkan bila sudah tidak subur lagi (berpindah-pindah). Kemungkinan lahan ini beberapa tahun kemudian akan dikerjakan kembali jika sudah subur.

c. Perkebunan rakyat adalah lahan yang dikuasai oleh rumah tangga dan ditanami tanaman perkebunan/industri, seperti karet, kelapa, kopi, teh, dan sebagainya.

d. Kehutanan rakyat meliputi lahan yang dikuasai oleh rumah tangga dan ditumbuhi kayu-kayuan/hutan rakyat termasuk bambu, sengon dan angsana, baik yang tumbuh sendiri maupun yang sengaja ditanami, misalnya, semak-semak dan pohon-pohon yang hasil utamanya kayu. Kemungkinan lahan ini juga ditanami tanaman bahan makanan, seperti padi dan palawija, tetapi tanaman utamanya adalah bambu/kayu-kayuan.

e. Kolam/tebat/empang/tambak adalah lahan yang biasanya digunakan untuk pemeliharaan/pembenihan ikan dan biota lainnya, baik yang terletak di lahan sawah maupun lahan kering.

f. Padang penggembalaan adalah lahan yang khusus digunakan untuk penggembalaan ternak. Lahan yang sementara tidak diusahakan (dibiarkan kosong lebih dari satu tahun dan kurang dari dua tahun) tidak dianggap sebagai lahan penggembalaan/ padang rumput meskipun ada hewan yang digembalakan di sana.

g. Lahan pertanian bukan sawah yang sementara tidak diusahakan adalah lahan

pertanian bukan sawah yang tidak ditanami apapun lebih dari 1 tahun tetapi ≤ 2

tahun. Lahan sawah yang tidak ditanami apapun selama lebih dari 2 tahun tetapi ≤ 4

digolongkan menjadi lahan pertanian bukan sawah yang sementara tidak diusahakan.

h. Lahan bukan sawah lainnya adalah lahan pertanian bukan sawah selain yang disebutkan sebelumnya, misalnya, lahan sekitar rumah (pekarangan) yang diusahakan untuk pertanian.

Konsep ditanami untuk lahan bukan sawah pada Rincian 402 mengacu pada jenis tanaman yang dibudidayakan di lahan tersebut selama dua tahun yang lalu. Jika lahan tersebut pernah ditanami padi dan/atau palawija selama dua tahun yang lalu, informasi luasannya diisikan pada kolom (4). Sebaliknya, jika lahan tersebut tidak pernah ditanami padi dan/atau palawija selama dua tahun yang lalu, informasi luas lahan diisikan pada kolom (5).

Informasi mengenai luas lahan yang diisikan pada Rincian 402 merupakan kondisi pada saat pencacahan dan dalam m2 bilangan bulat.

Contoh 2: Pada saat pencacahan,dari rumahtangga Pak Nian diperoleh informasi berikut:

1. Rumah tangga Pak Nian memiliki 3 bidang lahan sawah. Bidang lahan pertama dan kedua merupakan lahan sawah irigasi dengan luas masing-masing seluas 1,5 hektar dan 0,6 hektar. Sementara itu, bidang ketiga merupakan lahan sawah tadah hujan seluas 0,5 hektar yang dipinjamkan kepada saudara laki-laki Pak Nian.

2. Selain mengelola lahan sawah milik sendiri, Pak Nian juga dipercaya mengelola lahan sawah irigasi milik Pak Jaja yang tinggal di Jakarta dengan sistem bagi hasil seluas 1 hektar.

3. Rumah tangga Pak Nian juga memiliki dua bidang lahan tegalan. Bidang lahan pertama seluas 0,5 hektar ditanami kedelai pada September 2014. Sementara bidang lahan kedua seluas 1 hektar ditanami sengon.

4. Lahan pekarangan Pak Nian seluas 0,2 hektar ditanami tanaman buah-buahan, seperti rambutan, jeruk, dan mangga. Hasil panen tanaman buah-buahan tersebut biasanya dijual untuk menambah penghasilan.

Berdasarkan informasi tersebut, isian Rincian 402 kolom (2)-(6) untuk rumah tangga Pak Nian dapat dilihat di Lampiran 4, halaman 77.

Rincian 403. Luas lahan sawah yang dikuasai di dalam kabupaten/kota pada saat pencacahan (m2)

Pada rincian ini, petugas pencacah menanyakan kepada responden keterangan yang lebih rinci mengenai lahan sawah yang dikuasai pada Rincian 402. Lahan yang dikumpulkan informasinya pada Rincian 403 hanya mencakup lahan yang dikuasai rumah tangga pada saat pencacahan dan terletak di dalam kabupaten/kota tempat tinggal responden.

Tanyakan kepada responden jumlah bidang lahan sawah yang dikuasai pada saat pencacahan. Tanyakan pula kepada responden informasi yang lebih rinci untuk setiap bidang. Informasi yang ditanyakan mencakup jenis pengairan pada kolom (2), nama lokasi spesifik yang bisa dikenali (kolom (3)), luas (kolom (4)), dan jenis tanaman yang dipanen

pada subround yang lalu (kolom (5)). Isikan informasi-informasi tersebut pada kolom yang

Pengisian informasi-informasi tersebut pada Rincian 403 dilakukan secara berurut berdasarkan luas bidang. Artinya, bidang yang terluas informasinya harus diisikan pada baris pertama, kemudian bidang dengan luasan yang lebih kecil pada baris kedua, dan seterusnya hingga bidang dengan luasan terkecil pada baris terakhir sesuai dengan jumlah bidang yang dikuasai rumah tangga pada saat pencacahan.

Jika jumlah bidang lahan sawah yang dikuasai rumah tangga pada saat pencacahan lebih dari lima (5) bidang, petugas memerlukan lembar tambahan untuk pengisian Blok IV. Karena itu, petugas dianjurkan untuk mengkopi/ memperbanyak halaman yang digunakan untuk mengisikan informasi semua bidang yang dikuasai rumah tangga pada saat pencacahan.

Patut diperhatikan, informasi luas yang diisikan pada Rincian 403 harus konsisten dengan informasi yang diisikan pada Rincian 402. Dalam hal ini, informasi luas merupakan kondisi pada saat pencacahan dan dalam m2 bilangan bulat.

Rincian 404. Luas lahan sawah yang dikuasai di luar kabupaten/kota pada saat pencacahan (m2)

Informasi yang dikumpulkan dan diisikan pada rincian ini pada dasarnya sama dengan informasi yang diisikan pada Rincian 403. Perbedaannya, lahan yang dikumpulkan informasinya pada Rincian 404 hanya mencakup lahan yang terletak di luar kabupaten/kota tempat tinggal responden.

Rincian 405. Luas lahan bukan sawah yang dikuasai di dalam kabupaten/kota pada saat pencacahan (m2)

Rincian 406. Luas lahan bukan sawah yang dikuasai di luar kabupaten/kota pada saat pencacahan (m2)

Lahan yang dikumpulkan informasinya pada Rincian 403 hanya mencakup lahan yang dikuasai rumah tangga pada saat pencacahan dan terletak di dalam kabupaten/kota tempat tinggal responden. Informasi tersebut merupakan kondisi pada saat pencacahan dan harus dalam m2 bilangan bulat.

Informasi yang dikumpulkan dan diisikan pada Rincian 405 dan 406 pada dasarnya sama dengan informasi pada Rincian 403 dan 404. Perbedaannya, lahan yang dikumpulkan informasinya pada Rincian 405 dan 406 adalah lahan pertanian bukan sawah.

Contoh 3: Jika dari hasil wawancara pada rumah tangga Pak Nian juga diperoleh informasi bahwa:

1. Semua bidang sawah yang dimiliki Pak Nian terletak di Desa Cibalung.

2. Bidang sawah pertama ditanami padi sawah seluas 1 hektar pada akhir Desember 2014 dan dipanen pada pertengahan April 2015. Selain ditanami padi sawah, bidang sawah pertama juga ditanami kedelai seluas 0,5 hektare pada Agustus 2014 dan dipanen pada awal Desember 2014. Karena hasil yang menguntungkan, Pak Nian kembali menanam kedelai seluas 0,5 hektare pada pertengahan Desember 2014 dan dipanen pada April 2015.

3. Bidang sawah kedua juga ditanami padi sawah pada akhir Desember 2014 dan dipanen pada pertengahan April 2015.

4. Bidang sawah ketiga ditanami kedelai pada November 2014 oleh saudara laki-laki Pak Nian dan dipanen pada Januari 2015.

5. Bidang lahan sawah milik Pak Jaja, sawah irigasi seluas 1 hektar, juga terletak di Desa Cibalung. Lahan tersebut juga ditanami padi sawah pada Oktober 2014 dan dipanen pada akhir Februari 2015. Bidang lahan sawah milik Pak Jaja kembali ditanami padi sawah pada awal Maret 2015.

5. Bidang lahan tegalan pertama terletak di Desa Cijeruk, yang berbatasan langsung dengan Desa Cibalung. Sementara bidang lahan tegalan kedua terletak di Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Meski terletak di kabupaten yang berbeda, setiap sebulan sekali Pak Nian selalu menyempatkan diri untuk merawat tanaman sengonnya.

Maka, isian Daftar VP2015-S, Blok IV, Rincian 403-406 untuk rumah tangga Pak Nian dapat dilihat di Lampiran 4, halaman 78-79.

Blok V. Keterangan Usaha Tanaman Terpilih yang Dipanen Pada Subround yang Lalu (Sesuai Rincian 001) Pada Lahan Sawah yang Berlokasi di Dalam Kabupaten/Kota Pada blok ini petugas mencatat informasi mengenai usaha tanaman terpilih yang diusahakan/dipanen oleh rumah tangga di setiap bidang yang dikuasai selama subround

yang lalu (Rincian 001). Informasi yang dikumpulkan mencakup luas tanaman akhir bulan yang lalu atau kondisi pertanaman pada tanggal 1 bulan di kolom (1), luas tanam, luas puso, luas panen, sistem pemanenan, dan keterangan hasil produksi (kualitas dan jumlah). Informasi tersebut dirinci menurut bulan di setiap subround.

Patut diperhatikan, tidak semua bidang yang terdapat pada Blok IV dikumpulkan informasinya pada Blok V. Bidang yang dikumpulkan informasinya pada Blok V hanya mencakup bidang yang terletak di dalam kabupaten/kota tempat tinggal responden dan diusahakan untuk budidaya tanaman terpilih (ada kegiatan panen tanaman terpilih selama

subround yang lalu). Pengisian Blok V dilakukan secara urut berdasarkan nomor bidang,

yakni dimulai dari bidang dengan nomor urut terkecil.

1.1Jenis Pengairan

Isian rincian ini harus sesuai dengan isian pada Rincian 403 kolom 2 untuk bidang sawah yang sesuai.

1.2 Nama Lokasi Spesifik

Isian untuk rincian ini disalin dari Rincian 403 kolom 3 untuk bidang sawah yang sesuai.

1.3 Luas Baku Lahan

Isian untuk rincian ini disalin dari Rincian 403 kolom 4 untuk bidang sawah yang sesuai.

1.4 Luas dan Produksi

Isian rincian ini merupakan hasil wawancara terhadap responden.

Berikut adalah sejumlah konsep dan definisi yang harus dipahami oleh petugas terkait pengisian Blok V:

Luas tanaman pada tanggal 1 bulan kolom (1) adalah luas tanaman pada tanggal 1 bulan pertama subround yang lalu. Besarnya luas ini sama dengan luas tanaman pada akhir bulan sebelumnya.

Luas tanam adalah luas tanaman yang betul-betul ditanam sebagai tanaman baru pada bulan Kolom (1), baik penanaman yang bersifat normal maupun penanaman yang dilakukan untuk mengganti tanaman yang dibabat/dimusnahkan karena serangan OPT atau sebab-sebab lain (replanting).

Luas puso adalah luas tanaman yang mengalami kerusakan yang diakibatkan oleh serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT), dampak fenomena iklim (DFI) seperti banjir dan kekeringan, dan/atau oleh sebab lainnya (gempa bumi, dll), sedemikian rupa, sehingga hasilnya kurang dari 11 persen dari keadaan normal.

Luas panen adalah luas tanaman yang dipungut hasilnya paling sedikit 11 persen dari kondisi normal. Khusus untuk jagung dan kedelai, luas tanaman yang dipanen adalah yang bertujuan untuk menghasilkan pipilan kering (jagung) dan biji kering (kedelai). Dengan kata lain, hasil panen harus dalam kualitas standar atau bukan panen muda.

Produksi jenis tanaman terpilih yang dikumpulkan informasinya pada Blok V harus dalam satuan kilogram dan dalam kualitas standar. Kualitas standar produksi untuk masing-masing jenis tanaman terpilih adalah sebagai berikut:

1. Padi: gabah kering panen (GKP), gabah kering giling (GKG), dan beras 2. Jagung: pipilan kering

3. Kedelai: biji kering

Jika informasi mengenai produksi tanaman terpilih yang diberikan responden bukan dalam kualitas standar, petugas harus terlebih dahulu mengkonversi jawaban responden tersebut ke dalam kualitas standar sebelum mengisikannya ke dalam kuesioner. Berikut adalah angka konversi yang harus digunakan petugas dalam mengkonversi jawaban responden ke dalam kualitas produksi standar untuk masing-masing jenis tanaman:

Jagung dalam pipilan kering = 0,5673 X ontongan basah Kedelai dalam biji kering = 0,3690 X polong kering panen

Dipanen sendiri adalah pemanenan dilakukan sendiri oleh petani, baik menggunakan tenaga kerja dibayar, maupun menggunakan tenaga kerja tidak dibayar.

Ditebaskan adalah apabila tanaman dijual di lokasi kepada penebas pada saat tanaman sudah siap untuk dipanen. Petani akan menerima harga yang sudah disetujui oleh kedua belah pihak dan pelaksanaan panen menjadi tanggung jawab penebas.

Untuk tanaman yang ditebaskan, informasi mengenai luas panen tetap diisikan pada kolom (5). Sementara kolom (7) dan kolom (8) dikosongkan.

Diijonkan adalah tanaman dijual sebelum masa panen. Biasanya dilakukan karena petani membutuhkan uang dengan segera.

Jika tanaman yang diijonkan belum dipanen pada saat pencacahan atau dipanen bukan pada subround yang lalu, kolom (5) dikosongkan. Dengan kata lain, untuk tanaman yang diijonkan, informasi luas panen pada kolom (5) hanya terisi jika tanaman yang diijonkan dipanen pada subround yang lalu. Selanjutnya, meskipun informasi

Dokumen terkait