BAB II : LANDASAN TEORI
F. Teknik Analisis Data
Langkah-langkah yang ditempuh dalam menganalisis data menggunakan norma scoring atau menggunakan patokan berdasarkan pendapat Azwar. Pada penelitian ini, peneliti tidak menggunakan patokan berdasarkan Big Five Inventorykarena itemmnya sudah diadabtasi padamahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta T.A 2013/2014.
1. Menentukan skor dari setiap alternatif jawaban. Norma scoring positif adalah sangat setuju:4, setuju:3, tidak setuju:2, sangat tidak setuju . dan yang negatif adalah sangat setuju:1, setuju:2, tidak setuju: 3, sangat tidak setuju 4.
2. Membuat tabulasi skor dari item-item kuesioner dan menghitung skor masing-masing responden.
3. Mengkategorikan kualifikasi profil kepribadian mahasiswa program studi bimbingan dan konseling universitas sanata dharma Yogyakarta T.A 2013/2014 berdasarkan kriteria Big five Inventory.
Tabel 5
Norma Kategorisasi Kepribadian
Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma YogyakartaT.A 2013/2014
Norma/Kriterian skor Kategori
X≤m+1.5s Tinggi
m-1.5<x≤m+1.5s Rata-rata
Keterangan
X maksimum teoritik : Skor tinggi yang mungkin diperoleh subjek penelitian dalam skala
X minimum teoritik : Skor terendah yang mungkin diperoleh subjek peneliti dalam skala
α ( standar devisiasi) : Luas jarak rentang yang dibagi dalam 6 satuan devisi standar
µ (mean teoritik) : Rata-rata teoritis dari skor maksimum dan minimum
4. Mencari patokan atau norma yang akan digunakan dengan mencari X maksimum teoritik, X minimum teoritik, standar devisiasi, dan mean teoritik. Kategori tinggi rendahnya tipe kepribadian mahasiswa prodi BK semester 2 angkatan 2013 secara keseluruhan dengan item total 44 di tulis dalam satuan tabel.
X maksimum teoritik : 44 x 4 = 176 X minimum teoritik : 44 x 1 = 44
Range :176-32= 144
α ( standar devisiasi teoritik) : 144: 6=24 µ (mean teoritik) : (176+44):2=110
Kategorisasi Kepribadian mahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma T.A 2013/2014secara umum dapat dilihat pada tabel 6.
Tabel 6
Norma Kategorisasi Kepribadian Extraverstion/Introvertion Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling
Universitas Sanata Dharma T.A 2013/2014
Perhitungan Skor Kategori
X ≤ m + 1.5 s X> 26 Tinggi (Extraverstion) m –1.5 s < x ≤ m + 1.5s 19-26 Rata-rata
X > m -1.5 s X ≤19 Rendah (Intoverstion) Keterangan :
a. Jika skor lebih dari 26 diketegorikan tinggi
b. Jika skor antara 19-26 dikategorikan seimbang antara Extraverstion dan Intoverstion
c. Jika skor kurang dari 19 dikategorikan rendah Tabel 7
Norma Kategorisasi Kepribadian Agreeableness/ Antagonism Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling
Universitas Sanata Dharma YogyakartaT.A 2013/2014
Perhitungan Skor Kategori
X ≤ m + 1.5 s X > 29 Tinggi (Agreeableness) m –1.5 s < x ≤ m + 1.5 s 17- 29 Rata-rata X > m -1.5 s X ≤ 16 Rendah (Antagonism) Keterangan :
b. Jika skor antara 17-29 dikategorikan seimbang antara Extraverstion dan Intoverstion
c. Jika skor kurang dari 16 dikategorikan rendah Tabel 8
Norma Kategorisasi Tipe Kepribadian Conscientiousness/Lack OfDirectionMahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta T.A 2013/2014
Perhitungan Skor Kategori
X ≤ m + 1.5 s X > 29 Tinggi(conscientiousness) m –1.5 s < x ≤ m + 1.5 s 17-29 Rata-rata
X > m -1.5 s X ≤ 16 Rendah (Lack
ofdirection) Keterangan :
a. Jika skor lebih dari 29 diketegorikan tinggi
b. Jika skor antara 17-29 dikategorikan seimbang antara Extraverstion dan Intoverstion
c. Jika skor kurang dari 16 dikategorikan rendah Tabel 9
Norma Kategorisasi Tipe Kepribadian Neuroticism/
EmotionalStability Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta T.A 2013/2014
Perhitungan Skor Kategori
X ≤ m + 1.5 s X > 26 tinggi (Neuroticism) m – 1.5 s < x ≤ m + 1.5 s 20- 26 Rata-rata X > m -1.5 s X ≤ 19 Rendah (Emotionalstability)
Keterangan :
a. Jika skor lebih dari 26 diketegorikan tinggi
b. Jika skor antara 20-26 dikategorikan seimbang antara Extraverstion dan Intoverstion
c. Jika skor kurang dari 19 dikategorikan rendah. Tabel 10
Norma Kategorisasi Tipe Kepribadian Openness/ Closedness Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta T.A 2013/2014
Perhitungan Skor Kategori
X ≤ m + 1.5 s X > 32.5 Tinggi (Openness) m –1.5 s < x ≤ m + 1.5 s 17.5< 32.5 Rata-rata
X > m -1.5 s X ≤ 17.5 Rendah (Closedness)
Keterangan :
a. Jika skor lebih dari 32.5 diketegorikan tinggi
b. Jika skor antara 17.5-32.5 dikategorikan seimbang antara Extraverstion dan Intoverstion
c. Jika skor kurang dari 17.5 dikategorikan rendah
5. Selanjutnya setelah menghitung kategorisasi, data setiap subjek penelitian dikelompokkan berdasarkan skor total yang diperoleh dalam kategori diatas, sehingga dapat dihitung jumlah dan presentasinya
46 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Bab ini disajikan hasil penelitian mengenai “Deskripsi Profil Kepribadian dengan Menggunakan Big Five Inventorypada Mahasiswa Baru Program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma T.A
2013/2014dan usulan topik-topik bimbingan kelompok”.
A. Hasil Penelitian
1. Profil Kepribadian Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta T.A 2013/2014 dapat dilihat pada tabel 11.
Tabel 11
Profil Kepribadian Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma T.A 2013/2014
Big Five Inventory Katego ri Extraver tion Agreea blenes Conscientio usness Neur otism Open ess Tinggi 22.36 % 33 % 9 % 1% 12% Rata-rata 43.21% 67 % 91% 52% 88% Rendah 34.42% o% 0% 47% 0%
Hasil tes dengan mengggunakan Big Five Inventory menunjukkan bahwa Mahasiswa Prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta berdasarkan kategori extravertion 17 orang 22.36 %, kategori introvertion 33 orang 34.42%, dan kategori kecenderungan yang seimbang antara extravertion dan introvertion33 orang 43.21%. Kategori
agreeablenes 25 orang 33 %, kategori antagonism tidak ada (0) o%, dan kategori kecenderungan yang seimbang antara agreeablenes dan antagonism51 orang 67 %. Kategori couscientiousness 7 orang 9 %, kategori lack of derektion tidak ada (0) 0%, dan kategori kecenderungan yang seimbang antara couscientiousness dan lack of derektion 69 orang 91%. Kategori neurotism 1 orang 1 %, kategori emotional stability 35 orang 47%, dan kategori kecenderungan yang seimbang antara neurotism dan emotional stability35 orang52%. Kategori openess 9 orang 12 %, kategori closedness tidak ada (0) o%, dan kategori kecenderungan yang seimbang antara emosional stability dan closedness 67 orang 88 %.
a. Deskripsi Profil Kepribadian Mahasiswa bimbingan dan Konseling Berdasarkan perolehan hasil tes kecenderungan kepribadian Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta T.A 2013/2014 digolongkan berdasarkan norma kategorisasi yang mengacu pada pendapat Azwar (2007:108).
Dapat dilihat dalam tabel dan diagram berikut: Tabel 12
Profil Kepribadian Extraverstion/Introvertion
Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta T.A 2013/2014
Skor Kategori Jumlah Persentase
X > 26 tinggi (Extraverstion) 17 22.36% 19-26 Rata-rata 33 43.42% X ≤ 19 rendah ( introvertion) 26 34.21 %
Dari tabel 12 terlihat bahwa:
a. Terdapat 17 mahasiswa (22.36%) yang memiliki kecenderungan kepribadian extravertion
b. Terdapat 33 mahasiswa (43.42%) yang memiliki Kecenderungan kepribadian rata-rata.
c. Terdapat 26 mahasiswa (34.21%) yang memiliki kecenderungan kepribadian Introvertion
Diagram 1 Extraverstion
Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma T.A 2013/2014
Oleh sebab itu peneliti menyimpulkan bahwa mahasiswa Bimbingan dan konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta memiliki kecenderungan rata-rata, maksudnya rata-rata adalah sebagian besar mahasiswa yang termasuk dalam golongan seimbang antara Extravertion dan intravertion.
22.36% 43.42% 34.21% 0
Persentase
tinggi (Extraverstion) Rata-rata rendah ( introvertion)Tabel 13
Profil Kepribadian Agreeableness/Antagonism
Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta T.A 2013/2014
Skor Kategori Jumlah Persentase
X > 29 tinggi (Agreeableness) 25 33 % 17- 29 Rata-rata 51 67% X ≤ 16 rendah ( Antagonism) 0 0%
Dari tabel 13 terlihat bahwa:
a. Terdapat 25 mahasiswa (33%) yang memiliki kecenderungan kepribadian Agreeableness.
b. Terdapat 51 mahasiswa (67%) yang memiliki kecenderungan kepribadian rata-rata.
c. Terdapat 0 mahasiswa (0%) yang memiliki kecenderungan kepribadian Antagonism.
Diagram 2Agreeableness
Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma T.A 2013/2014
33% 67% 0%
Persentase
tinggi (Agreeableness) Rata-rata rendah ( Antagonism)Oleh sebab itu peneliti menyimpulkan bahwa mahasiswa Bimbingan dan konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta memiliki kecenderungan rata-rata, maksudnya rata-rata adalah sebagian besar mahasiswa yang termasuk dalam golongan seimbang antara Agreeableness dan Antagonism.
Tabel 14
Profil Kepribadian Conscientiousness/Lack of directionMahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata
Dharma Yogyakarta T.A 2013/2014
Skor Kategori Jumlah Persentase
X > 29 tinggi (conscientiousness) 7 9% 17-29 Rata-rata 69 91% X ≤ 16 rendah (Lack of direction) 0 0%
Dari tabel 14 terlihat bahwa:
a. Terdapat 7 mahasiswa (9%) yang memiliki kecenderungan conscientiousness.
b. Terdapat 69 mahasiswa (91%) yang memiliki kecenderungan kepribadian rata-rata .
c. Terdapat 0 mahasiswa (0%) yang memiliki Kecenderungan kepribadian Lack of direction.
Diagram 3 Conscientiousness
Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma T.A 2013/2014
Oleh sebab itu peneliti menyimpulkan bahwa mahasiswa Bimbingan dan konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta memiliki kecenderungan rata-rata, maksudnya rata-rata adalah sebagian besar mahasiswa yang termasuk dalam golongan seimbang antaraconscientiousnessdan Lack of direction.
Tabel 15
Profil Kepribadian Neuroticism/ Emotionalstability Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta T.A 2013/2014
Skor Kategori Jumlah Persentase
X > 26 tinggi (Neuroticism) 1 1% 20- 26 Rata-rata 40 52% X ≤ 19 Rendah (Emotional stability) 35 47% 9% 91% 0% 0
Persentase
tinggi (conscientiousness) Rata-rata rendah (Lack of direction)Dari tabel 15 terlihat bahwa:
a. Terdapat 1 mahasiswa (1%) yang memiliki kecenderungan kepribadian Neuroticism.
b. Terdapat 40 mahasiswa (52%) yang memiliki kecenderungan kepribadian rata-rata.
c. Terdapat 35 mahasiswa (47%) yang memiliki Kecenderungan kepribadian Emotional stability
Diagram 4 Neuroticism
Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma T.A 2013/2014
Oleh sebab itu peneliti menyimpulkan bahwa mahasiswa Bimbingan dan konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta memiliki kecenderungan rata-rata, maksudnya rata-rata adalah sebagian besar mahasiswa yang termasuk dalam golongan seimbang antara Neuroticism dan Emotional stability
1% 52% 47% 0
Persentase
tinggi (Neuroticism) Rata-rata Rendah (Emotional stability)Tabel 16
Profil Kepribadian Openness/ Closedness
Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta T.A 2013/2014 Skor Kategori Jumlah Persentase
X > 32.5 tinggi (Openness) 9 12%
17.5< 32.5 Rata-rata 67 88%
X ≤ 17.5 rendah
(Closedness)
0 0%
Dari tabel 16 terlihat bahwa:
a. Terdapat 9 mahasiswa (12%) yang memiliki kecenderungan kepribadian Openness.
b. Terdapat 67 mahasiswa (88%) yang memiliki kecenderungan kepribadian rata-rata.
c. Terdapat 0 mahasiswa (0%) yang memiliki kecenderungan kepribadian Closedness.
Diagram 5 Openness
Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma T.A 2013/2014
12% 88% 0% 0
Persentase
tinggi (Openness) Rata-rata rendah (Closedness)Oleh sebab itu peneliti menyimpulkan bahwa mahasiswa Bimbingan dan konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta memiliki kecenderungan rata-rata, maksudnya rata-rata adalah sebagian besar mahasiswa yang termasuk dalam golongan seimbang antara Openness dan Closedness.
Berdasarkan hasil tersebut diusulkan topik-topik bimbingan kelompok yang sesuai.