• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

G. Teknik Analisis Data

Teknis Analisis korelasi adalah menentukan apakah ada hubungan bermakna antara dua variabel.83 Disini penulis menggunakan uji person product moment, karena data pada semua variabel merupakan data rasio, data

80Riduwan, Belajar Mudah penelitian untuk Guru-Karyawan dan Peneliti Pemula,(Bandung :Alfabeta.2013) hal.71

81 Riduwan, Belajar Mudah ...hal.76

82 Mahmud,Metode Penelitian....hal.186

83I‟anatut thoifah.Statistika Pendidikan dan Metode Penelitian Kuantitatif.(Malang:madani. 2015)hal.85

interval.84 Uji person product moment digunakan untuk menyatakan ada atau tidaknya hubungan yang signifikan antara dua variabel satu dengan yang lainnya. 85 untuk menggunakan person product moment data memiliki prasyarat dimana data haruslah berdistribusi normal dan linier86. Untuk itu terlebih dahulu diukur :

1. Uji Normalitas.

Adapun untuk melihat suatu variabel berdistribusi normal atau tidak, maka dilakukan uji Liliefors dengan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Menentukan hipotesis

1) H0 : Data gaya belajar visual tidak berdistribusi normal.

H1 : Data gaya belajar visual berdistribusi normal.

2) H0 : Data gaya belajar auditory tidak berdistribusi normal.

H1 : Data gaya belajar auditory berdistribusi normal.

3) H0 : Data gaya belajar kinestetk tidak berdistribusi normal.

H1 : Data gaya belajar kinestetik berdistribusi normal.

4) H0 :Data gaya belajar pemahaman konsep matematika tidak berdistribusi normal.

H1 :Data gaya belajar pemahaman konsep matematika berdistribusi normal.

84 V Wiratna Sujarweni dan Poly Endrayanto, Statistika untuk Penelitian, (Yogyakarta:

Graha Ilmu, 2012) h. 60

85Husaini Usman dan R Purnomo Setiady Akbar, Pengantar Statistika Edisi Kedua, (Jakarta: Bumi Aksara, 2006), h. 200

86 Riduwan, Belajar Mudah ...hal.119

b. Data x1, x2, x3, …, xn diperoleh dan disusun dari data yang terkecil sampai yang terbesar.

c. Data x1, x2, x3, …, xn dijadikan bilangan baku z1, z2, z3, …, zn

dengan menggunakan rumus :

̅ ̅

̅ = rata-rata

d. Dengan penggunaan daftar distribusi normal baku dihitung peluang .

e. Menghitung jumlah proporsi skor baku yang lebih kecil atau sama zi yang dinyatakan dengan S(zi) dengan menggunakan rumus :

f. Menghitung selisih antara F(zi) dangan S(zi) kemudian tentukan harga mutlaknya.

g. Ambil harga mutlak yang terbesar dari harga mutlak selisih itu diberi simbol L0,

L0 = maks | |.

h. Bandingkan nilai L0 yang diperoleh dengan nilai L pada tabel. Pada taraf 0,05, jika L0 Ltabel maka tolak H0.87

Dari hasil analisis data pada taraf diperoleh masing-masing dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.10 Hasil Uji Normalitas Sampel Dengan Uji Lilieforts

No Variabel L0 Ltabel Keterangan

1 Gaya belajar Visual

0,139 0,161 Data berdistribusi normal 2 Gaya Belajar

Auditory

0,171 0,171 Data berdistribusi normal 3 Gaya Belajar

Kinestetik

0,154 0,161 Data berdistribusi normal

4 Pemahaman

konsep matematika

0,084 0,096 Data berdistribusi normal

Perhitungan uji normalitas denga uji lilieforts dapat dilihat pada LAMPIRAN XVI halaman 98, LAMPIRAN XVIII halaman 101, LAMPIRAN XX halaman 104 dan LAMPIRAN XXII halaman 110.

Uji normalitas dengan menggunakan aplikasi SPSS dengan langkah-langkah sebagai berikut :

a. Seting variabel view sesuai dengan yang dibutuhkan.

b. Pada data view isi kolom.

c. Klik analysis – deskriptive – Explore.

d. Masukkan jawaban responden ke dependent list.

e. Klik plot – klik steam and test – klik histogram – klik normality with tests.

f. Klik continiu –

87 Sudjana, Metode Statistik, (Bandung : PT. Tarsito, 2005), h. 466-467.

2. Uji linieritas

Adapun uji linieritas dengan langkah-langkah sebagai berikut : a. Membuat hipotesis dalam uraian kalimat

1) = Data gaya belajar visual dengan pemahaman konsep matematika kelas VII tidak berpola linier.

= Data gaya belajar visual dengan pemahaman konsep matematika kelas VII tidakberpola linier.

2) = Data gaya belajar auditory dengan pemahaman konsep matematika kelas VII tidak berpola linier.

= Data gaya belajar auditory dengan pemahaman konsep matematika kelas VII tidakberpola linier.

3) = Data gaya belajar kinestetik dengan pemahaman konsep matematika kelas VII tidak berpola linier

= Data gaya belajar kinestetik dengan pemahaman konsep matematika kelas VII tidak berpola linier.

b. Menentukan resiko kesalahan

Menentukan seberapa peluang membuat resiko kesalahan dalam mengambil keputusan yang benar. Pada penelitian ini di ambil 5%.

c. Kriteria pengujian signifikan

Jika maka diterima Jika maka ditolak d. Menentukan nilai dan

Langkah-langkah menghitung a. Membuat tabel penolong

b. Mencari jumlah kuadrat regresi dengan rumus :

c. Menghitung nilai konstanta b : ∑ ∑ ∑

d. Mencari jumlah kuadrat regresi ( , dengan rumus :

(∑ ∑ ∑ )

e. Mencari jumlah kuadrat residu , dengan rumus : ( )

f. Mencari rata-rata jumlah kuadrat regresi , dengan rumus:

g. Mencari rata-rata jumlah kuadrat regresi , dengan rumus: ( )

h. Mencari rata-rata jumlah kuadrat residu dengan rumus:

i. Mencari nilai dengan rumus :

j. Menentukan nilai

Mencari dengan rumus :

( )

= ( ( ) )

= ( )

k. Membandingkan

l. Membuat keputusan apakan yang diterima.

Penulis juga menghitung uji linieritas dengan menggunakan aplikasi SPSS untuk mengakuratkan data dengan langkah-langkah sebagai berikut :

a. Masuk ke program SPSS

b. Klik variabel view pada data editor c. Isilah data pada data editor (data View) d. Klik analysis – regression – liner.

e. Dari data linier masukkan variabel X pada ke Indipendent dan variabel Y pada Indipendent.

f. Klik statistics – klik model fit – klik casewise diagnotics- continiu.

g. Klik options – steping creteria mothod- klik use probability of F – continu

h. Tekan OK untuk memproses data.88

Setelah dilakukan perhitungan uji linieritas maka diperoleh :

88 88Syofyan siregar, statistik Parameterik untuk Penelitian Kuantitatif.(jakarta: Bumi Aksara, 2014) hal 178-189

Tabel 3.11 Hasil Uji Linieritas

Variabel Keterangan Gaya belajar visual terhadap

pemahaman konsep matematika siswa kelas VIII

16,355 2,456 Data berpola Liola liniernier Gaya belajar Auditory terhadap

pemahaman konsep matematika siswa kelas VIII

32,550 2,635 Data berpola linier Gaya belajar Kinestetik

terhadap pemahaman konsep matematika siswa kelas VIII

41,475 2,423 Data berpola linier

Lebih lengkapnya dapat dilihat pada LAMPIRAN XXV halaman 114, LAMPIRAN XXVII halaman 118 dan LAMPIRAN XXIX halaman 122.

3. Uji Hipotesis.

a. Koefisien Korelasi.

Koefisien korelasi merupakan nilai yang digunakan untuk mengukur kekuatan suatu hubungan antar variabel. Koefisien korelasi memiliki nilai antara -1 hingga +1. Sifat nilai koefisien korelasi antara plus (+) atau minus (-). Makna sifat korelasi adalah sebagai berikut :

1) Korelasi positif (+) berarti bahwa jika variabel X mengalami kenaikan maka variabel Y juga akan mengalami kenaikan begitu juga sebaliknya.

2) Korelasi negatif (-) berarti bahwa jika variabel X mengalami penurunan maka variabel Y akan mengalami knaikan begitu

sebaliknya. Jadi terjadinya hubungan yang bertolak belkang

Setelah dilakukan perhitungan koefisien korelasi dengan diperoleh

Tabel 3.13 Hasil Nilai Koefisien Korelasi Variabel Nilai r Keterangan Gaya belajar

89I‟anatut thoifah.Statistika Pendidikan dan Metode Penelitian Kuantitatif.(Malang:madani. 2015)hal.86

90 Eryanto,Analisis Isi Pengantar Metodologi untuk Penelitian Ilmu Komunikasi dan Ilmu sosial lainnya,(Jakarta:Kencana.2011)hal.351

Lebih rinci dapat dilihat pad LAMPIRAN XXXI halaman 126, LAMPIRAN XXXII halaman 129 dan LAMPIRAN XXXV halaman 132.

b. Kebermaknaan korelasi.

Koefisien korelasi sederhana digunakan untuk mengetahui dersjat atau kekuatan dan arah hubungan dua variabel. Korelasi yang akan digunakan adalah korelasi person dengan metode produck moment. Karena melihat apakah terdapat hubungan, bagaimana arah hubungan dan seberapa besar hubungan tersebut. Korelasi ini juga digunakan jika data interval dan rasio. metode produck moment sebagai berikut :

∑ ∑ ∑

√ ∑

Pengujian ini digunakan untuk menguji dua variabel apakah ada hubungan atau tidak, dengan jenis data keduanya adalah sama yaitu rasio atau interval dan berdistribusi normal. Rumusnya sebagai berikut

√∑

Nilai r dapat digunakan untuk :

1) Melihat dua veriabel tersebut berhubungan atau tidak dengan kriteria :

Jika r hitung > r tabel (lihat di r tabel) maka Ho ditolak.

Jika r hitung < r tabel (lihat di r tabel) maka Ho diterima.

2) Melihat nilai koefisien korelasi yang merupakan nilai yang digunakan untuk mengukur kekuatan suatu hubungan antar variabel.91

Langkah-langkah uji kebermaknaan korelasi sebagai berikut : a) Membuat hipotesis dalam bentuk :

1) : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara gaya belajar visual dengan pemahaman konsep matematika siswa kelas VIII

: Ada hubungan yang signifikan antara gaya belajar visual dengan pemahaman konsep matematika siswa kelas VIII

2) : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara gaya belajar auditory dengan pemahaman konsep matematika siswa kelas VIII

: Ada hubungan yang signifikan antara gaya belajar auditory dengan pemahaman konsep matematika siswa kelas VIII

3) : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara gaya belajar kinestetik dengan pemahaman konsep matematika siswa kelas VIII

91 I‟anatut thoifah.Statistika Pendidikan dan Metode Penelitian Kuantitatif.(Malang:madani. 2015)hal.86

: Ada hubungan yang signifikan antara gaya belajar kinestetik dengan pemahaman konsep matematika siswa kelas VIII

b) Membuat hipotesis dalam bentuk model statistik.

c) Menentukan risiko kesalahan atau taraf signifikan ( ) d) Kaidah pengujian.

Jika , maka ditolak.

e) Menghitung nilai dan Tahap menghitung nilai

f) Menentukan nilai

Nilai dapat dicari dengan menggunakan tabel distribusi t dengan cara taraf signifikan . Kemudian dicari pada tabel distribusi.

g) Membandingkan dan h) Membuat keputusan.92

Adapun langkah-langkah koefisien korelasi sederhana dengan menggunakan aplikasi SPSS sebagai berikut :

a) Masuk ke program SPSS.

92 Ir syofyan siregar, statistik..., hal 338

b) Klik variabel view pada SPSS data editor dan isi sesuai dengan yang dibutuhkan.

c) Klik data view pada SPSS data editor dan isi data yang sudah ada.

d) Klik analysis – correlate – brivate.

e) Masukkan data pada kolom variables.

f) Pada correlation contreng person.

g) Test of significanse pilih two tailed.

h) Klik options – pada statistic pilih mean and standard deviation.

i) Pada missing values pilih excude casas pairwise.

j) Klik OK.93

Untuk melihat hubungan yang signifikan antara gaya belajar dengan pemahaman konsep matematika siswa di PONPES Mu‟alimin Pakan Sinayan maka dilakukan perhitungan untuk

dan .

Tabel 3.14 Hasil Uji Kebermaknaan Korelasi

Variabel Keterangan signifikan antara gaya belajar visual terhadap pemahaman

93 Ir syufyan siregar....hal.346-349.

Variabel Keterangan

signifikan antara gaya belajar auditory terhadap pemahaman signifikan antara gaya belajar kinestetik terhadap

pemahaman konsep

matematika siswa kelas VIII di PONPES Mu‟alimin Pakan Sinayan

Lebih rinci dapat dilihat pada LAMPIRAN XXXVII halaman 135, LAMPIRAN XXXIX halaman 138 dan LAMPIRAN XLI halaman 141.

c. Koefisien Determinasi.

Koefisien determinasi adalah angka yang menyatakan atau digunakan untuk mengetahui kontribusi atau sumbangan yang diberikan oleh sebuah variabel atau lebih variabel bebas terhadap variabel terkait.

Keterangan :

KD = Nilai Koefisien Diterminan = Nilai Koefisien Korelasi. 94

Setelah melakukan perhitungan koefisien korelasi sederhana tersebut, diperoleh nilai koefisien determinasi sederhana sebagai berikut :

94 syofyan siregar, statistik..., hal 252

Tabel 3.15 Hasil Koefisien Determinasi LAMPIRAN XXXII halaman 129 dan LAMPIRAN XXXVI halaman 132.

BAB IV

HASIL PENELITIAN

Dokumen terkait