BAB III METODOLOGI PENELITIAN
H. Teknik Analisis Data
Setelah data terkumpul, tahap selanjutnya adaah tahap analisis data yaitu tahapan dimana peneliti akan mengolah dan mengalisis data yang telah diperoleh untuk menjawab rumusan masalah yang telah dibuat.
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Uji Instrumen Kuesioner/Angket a. Uji Validitas
Validitas adalah ketepatan atau kecermatan suatu instrument dalam pengukuran. Menurut Wiratna Sujarweni, uji validitas digunakan untuk mengetahui kelayakan butir-butir dalam suatu daftar pertanyaan dalam mendefinisikan suatu variabel.88
Uji validitas daoat menggunakan rumus Person Product
88 Wiratna Sujarweni,Statistika untuk Penelitian,( Yogyakarta : Graha Ilmu, 2012) h. 177
53
Moment, kemudian akan dilakukan pengujian dengan menggunakan uji t dan akan terlihat penafsiran dari indeks korelasi.
Rumus Person Product Moment:
Nilai r hitung dicocokkan dengan rtabel Product Moment pada taraf signifikan 5%. Jika r hitung lebih besar dari rtabel 5%, maka butir soal tersebut valid.
b. Uji Reliabilitas
Uji realibitas merupakan ukuran suatu kestabilan dan konsisten responden dalam menjawab hal yang berkaitan dengan kontruk-kontruk pertanyaan yang merupakan dimensi suatu variabel dan disusun dalam suatu bentuk kuisioner.89
Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsisten alat ukur, apakah alat pengukur yang digunakan dapat diandalkan dan tetap konsisten jika pengukuran tersebut diulang. Reliabilitas berarti dapa t dipercaya” Artinya, instrument dapat memberikan hasil yang tepat. Alat ukur instrument dikategorikan reliabel jika menunjukkan konstanta hasil pengukuran dan mempunyai ketetapan hasil pengukuran sehingga terbukti bahwa alat ukur itu benar-benar dapat diper tanggung jawabkan kebenarannya.
Perhitungan uji reliabilitas skala diterima, jika hasil perhitungan rhitung > rtabel 5%.
2. Uji Prasyarat Analisis a. Uji Normalitas
Dalam uji normalitas sampel penelitian akan dianalisis untuk mengetahui apakah sampel tersebut berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas yang digunakan adalah uji lilirfors.
Jika Lhitung < Ltabel,, maka Ho diterima tau data berdistribusi normal.
Sedangkan jika Lhitung > Ltabel maka Ho ditolak yang berarti sampel tidak berdistribusi.
89 Ibid., h.186
54 b. Uji Homogenitas
Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah beberapa varian populasi adalah sama atau tidak. Uji ini dilakukan sebagai prasyarat dalam analisis independent sample t test dan Anova.
Asumsi yang mendasari dalam analisis varian (Anova) adalah bahwa varian dari populasi adalah sama. Uji kesamaan dua varians digunakan untuk menguji apakah sebaran data tersebut homogen atau tidak, yaitu dengan membandingkan kedua variansnya. Jika dua kelompok data atau lebih mempunyai varians yang sama besarnya, maka uji homogenitas tidak perlu dilakukan lagi karena datanya sudah dianggap homogen. Uji homogenitas dapat dilakukan apabila kelompok data tersebut dalam distribusi normal.
Uji homogenitas variansi sangat diperlukan sebelum membandingkan dua kelompok atau lebih, agar perbedaan yang ada bukan disebabkan oleh adanya perbedaan data dasar (ketidakhomogenan kelompok yang dibandingkan). Dalam penelitian ini menggunakan variasi uji Cochran sebagai uji Homogenitas.
Cochran mempertimbangkan seluruh variansi yang akan diuji homogenitasnya, sehingga Uji Cochran lebih sensitif dibandingkan dengan uji Harley. Kriteria pengujian adalah membandingkan hasik rumus Cochran dengan tabel Cochran Terima Hₒ jika C hitung ≤ Ctabel dan tolakHₒ jika C hitung > Ctabel
3. Analisis Regresi Linear Sederhana
Analisis regresi sederhana bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari suatu variabel terhadap variabel lainnya. Pada analisis regresi suatu variabel yang mempengaruhi disebut variabel bebas atau independent variable, sedangkan variabel yang dipengaruhi disebut variabel terkait atau dependent variable.
Analisis regresi linier sederhana adalah hubungan secara linear antara satu variabel independen (X) dengan variabel dependen (Y).
55
Analisis regresi sederhana dapat digunakan untuk mengetahui arah dari hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat, apakah memiliki hubungan positif atau negatif serta untuk memprediksi nilai dari variabel terikat apabila nilai variabel bebas mengalami kenaikan ataupun penurunan. Pada regresi sederhana biasanya data yang digunakan memiliki skala interval atau rasio.
4. Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi adalah salah satu nilai statistic yang dapat digunakan untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara dua variabel. Nilai koefisien determinasi menunjukan persentase variasi nilai variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh persamaan regresi yang dihasilakan.90
Koefisien determinasi yang diperoleh dari suatu sampel disebut koefisien determinasi sampel. Koefisien determinasi sampel diperoleh dari hubungan antara dua macam variabel, yaitu deviasi nilai Y observasi dalam satu set data disekitar garis dan deviasi Y observasi di sekitar rata-ratanya.
Koefisien determinasi (r2) adalah satu dikurangi rasio antara besarnya deviasi nilai Y observasi dari garis regresi dengan besarnya deviasi nilai Y observasi dari rata-ratanya. Atau secara sistematis dapat ditulis sebagai berikut:91
5. Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan atau menjelaskan secara akurat tentang fakta-fakta serta hubungannya dengan fenimena di daerah penelitian. Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mempermudah peneliti dalam menjelaskan data yang sudah diperoleh dari hasil wawancara dengan kuisioner, unutk mendeskripsikan karakteristik dan demografi lokasi penelitian,
90 Algifari, Analisis Regresi Teori, Kasus dan Solusi,(Yogyakarta: BPFE-Yogyajarta, 2013), h. 45.
91 Ibid., h.46.
56
responden yang akan diteliti berkaitan dengan penelitian usahatani tanaman bunga krisan.
6. Analisis Uji Beda Rata-Rata
Perbedaan pendapatan usahatani bunga krisan antara sebelum terjadinya perubahan cuaca dengan sesudah terjadi perubahan cuaca.
Analisis statistic dengan menggunakan uji beda rata-rata adalah sebagai berikut:
1. Perumusan hipotesis statistic
Hₐ : µ₁ = µ₂ Terdapat perbedaan persepsi petani bunga krisan terhadap hasil panen sebelum dan sesudah terjadinya perubahan cuaca di Desa Ciwalen, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat).
Hₒ : µ₁ ≠ µ₂ (tidak adanya perbedaan persepsi petani bunga krisan terhadap hasil panen sebelum dan sesudah terjadinya perubahan cuaca di Desa Ciwalen, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat).
Keterangan:
µ₁ : Nilai rata-rata jumlah hasil panen tanaman bunga krisan sebelum perubahan cuaca
µ₂ : Nilai rata-rata jumlah hasil panen tanaman bunga krisan sesudah perubahan cuaca
2. Taraf kepercayaan 95% atau α = 0,05 3. Pengujian Hipotesis
a. Bila thitung > ttabel 0,05 (n₁-1 + n2-2) maka terima H1 dan tolak Ho artinya terdapat perbedaan yang nyata.
b. Bila thitung < ttabel 0,05 (n₁-1 + n2-2) maka terima Ho dan tolak H1 artinya terdapat perbedaan yang nyata.
57 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Daerah Penelitian
1. Kondisi Fisik Daerah Penelitian a. Kondisi Geografis
Desa Ciwalen berada di Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur, tepatnya 5 km dari Kota Cipanas dan 20 km dari pusat kota Cianjur. Secara Geografis Desa Ciwalen terletak pada 6°42'41.6"S 107°04'54.3"E. Desa Ciwalen mempunyai luas wilayah 598.230 ha yang terdiri dari 239.887 ha tanah sawah, 202.243 ha tanah pekarangan dan 156.100 ha tanah tegalan.
Adapun batas batas geografis Desa Ciwalen sebagai berikut:
1. Sebelah Utara : Desa Cibanteng/Desa Kubang 2. Sebelah Selatan : Desa Kawungluwuk
3. Sebelah Barat : Desa Cibadak
4. Sebelah Timur : Desa Kawungluwuk/ Desa Kubang
Gambar 4.1 Peta Lokasi Penelitian
58 b. Kondisi Topografi
Bentuk topografi dari Desa Ciwalen ini merupakan daratan yang memiliki ketinggian + 800 meter dpl (diatas permukaan laut).
Desa Ciwaen merupakan wilayah dengan dataran tinggi yang dikelilingi jalur perbukitan dan penggunakan, kemudian Desa Ciwalen terletak dekat dengan kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, oleh karena itu banyak ditemukan masyarakat yang berkebun dan bertani di Desa Tersebut.
c.
Kondisi IklimSecara iklim Desa Ciwalen merupakan daerah yang memiliki suhu udara berkisarantara 17 0C sampai dengan 27 0C untuk musim–musim pada bulan november sampai dengan bulan mei, sementara pada bulan juni sampai dengan bulan oktober suhu udara berkisar antara 24 0C sampai dengan 27 0C.
2. Profil Desa Penelitian a. Sejarah Desa Penelitian
Desa Ciwalen terbentuk dari tahun 1925. Disebut Ciwalen karena waktu itu terdapat sungai yang namanya sungai Ciwalen. Disebut sungai Ciwalen karena disepanjang sungai itu banyak pohon yang namanya walen. Maka Ciwalen mempunyai “Ci” berarti Cai (dalam bahasa sunda) artinya air, Walen artinya nama pohon. Menurut wasiat tokoh Cikundul, apabila mendirikan suatu kampung/tempat kemudian bermukim dan berocok tanam di pinggir sungai, maka nama tempat itu harus menggunakan nama sungai, maka disebutlah nama Ciwalen yang dipakai sebagai nama Desa sampai sekarang.
Nama Ciwalen di Desa Ciwalen ada 3 yaitu Ciwalen Pasar karena dahulunya terdapat pasar, Ciwalen Peuntas karena harus melewati sungai (meuntas dalam bahasa sunda), Ciwalen Legok karena lokasinya ada di bawah (Legok dalam bahasa Sunda).
59 b. Demografi
Desa Ciwalen mempunyai jumlah yang paling banyak di Kecamatan Sukaresmi yaitu dari data akhir September 2021 tercatat jumlah penduduk Desa Ciwalen berjumlah 12.590 Jiwa terdiri dari : laki-laki : 6.543 Jiwa dan
perempuan : 6.047 Jiwa
Jumlah Kepala Keluarga : 3.573 KK c. Pembagian Wilayah Desa
Desa Ciwalen terdiri dari Lima Kedusunan dan tiap Dusun di pegang oleh seorang Kepala Dusun (KADUS).
1) Dusun I Ciwalen Pasar Kepala Dusun DENI SUHERLAN
Terdiri dari 3 RW dan 9 RT ;
2) Dusun II Ciwalen peuntas Kepala Dusun ASEP SUPYAN
Terdiri dari 4 RW dan 10 RT ;
3) Dusun III Pasir Huni Kepala Dusun SUPARMAN Terdiri dari 3 RW dan 11 RT ;
4) Dusun IV Cinangka Kepala Dusun M. IQBAL TAWEKAL
Terdiri dari 1 RW dan 5 RT ;
5) Dusun V Cisentul Kepala Dusun ABDILLAH Terdiri dari 3 RW dan 9 RT.
B. Karakteristik Data Responden
Responden dalam penelitian ini adalah para petani bunga krisan di Desa Ciwalen yang terbagi menjadi 5 Dusun. Jumlah responden yang dipilih sebanyak 86 petani bunga dengan karakteristik berdasarkan jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir dan lama bertani. Adapun karakteristik responden yang dijabarkan sebagai berikut:
60 1. Responden berdasarkan jenis kelamin
Adapun jenis kelamin responden terdiri dari dua yaitu laki-laki dan perempuan. Setelah kuesioner disebarkan kepada 86 orang responden maka akan dilakukan identifikasi terhadap responden yang menjadi sampel sebagai berikut. Dapat dilihat pada tabel 4.1bahwa berdasarkan jenis kelamin maka responden didominasi oleh laki-laki sebanyak 45 responden atau 52.3% sedangkan perempuan 41 responden atau 47.7%.
Tabel 4.1 Karakteristik Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Percent
Laki-Laki 45 52.3
Perempuan 41 47.7
Total 86 100.0
2. Responden berdasarkan umur
Berdasarkan umur responden maka responden terbanyak pada umur 45 tahun sebanyak 13 orang (15.1%) kemudian, pada umur 40 tahun sebanyak 12 orang (14%), pada umur 48 tahun sebanyak 8 orang (9.3%
dan selanjutnya dapat dilihat pada tabel 4.2 sebagai berikut:
Tabel 4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Umur
Kelompok Umur Jumlah Percent
V
61
50 4 4.7
55 1 1.2
60 2 2.3
65 1 1.2
Total 86 100.0
3. Responden berdasarkan pendidikan terakhir
Adapun pendidikan terkahir dari responden yang teridri dari 4 tingkatan yaitu SD, SMP, SMA dan SMK. Berdasarkan hasil dari indetifikasi yang dilakukan pada kuesioner maka, pada tingkatan SD terdapat 28 orang (32.6%) kemudian pada tingkatan SMP terdapat 32 orang (37.2) kemudian pada tingkatan SMA terdapat 19 orang (22.1%) dan pada tingkatan SMK terdapat 7 orang (8.1%).
Tebel 4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir
Pendidikan
Terakhir Jumlah Percent
SD 28 32.6
SMP 32 37.2
SMA 19 22.1
SMK 7 8.1
Total 86 100.0
4. Responden berdasarkan lama bertani
Berdasarkan dari lamanya para petani bertani, responden terbanyak pada 10 tahun bertani dengan jumlah responden 19 orang (22.1%) kemudian 20 tahun bertani dengan jumlah responden 16 orang (18.6%) kemudian, 15 tahun bertani dengan jumlah responden 13 orang (15.1%) lalu, 25 tahun bertani dengan jumlah responden 10 orang (11.6%) lalu, 30 tahun bertani dengan jumlah respon sebanyak 7 orang (8.1%)
kemudian, 7 tahun bertani dengan jumlah responden 6 orang (7%) kemudian pada 5, 6 dan 8 tahun bertani memiliki jumlah responden yang
62
sama yaitu 4 orang respon (4.7%) dan 9 tahun bertani sebanyak 3 orang responden (3.5%). Hal di atas dapat dilihat pada tabel 4.4 sebagai berikut:
C. Kondisi Cuaca dan Hasil Panen di Desa Ciwalen 1. Kondisi Cuaca
Wilayah Desa Ciwalen Kecamatan Sukaresmi merupakan daerah yang termasuk kedalam daerah dataran tinggi dengan hawa yang sejuk sehingga baik untuk pertumbuhan tanaman bunga krisan. Berikut merupakan kondisi cuaca yang terjadi pada saat penelitian:
a. Kondisi cuaca pada bulan Agustus
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dapat dijelaskan bahwa keadaan cuaca yang terjadi pada bulan agustus 2021 di Desa Ciwalen dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.4 Lama Tani Lama
Bertani Jumlah Percent
5 4 4.7
6 4 4.7
7 6 7.0
8 4 4.7
9 3 3.5
10 19 22.1
15 13 15.1
20 16 18.6
25 10 11.6
30 7 8.1
Total 86 100.0
63
Tabel 4.5 Data Cuaca pada Bulan Agustus 2021
Tanggal CH
Sumber: BMKG (hasil pengolahan), 2021
Tabel 4.5 Diatas menunjukan kondisi cuaca yang terjadi pada bulan agustus 2021 di Desa Ciwalen Kecamatan Sukaresmi.
Puncak suhu harian tertinggi terjadi pada bulan Agustus yaitu 26.0 dan suhu harian terendah terjadi pada bulan agustus yaitu 16.0, kemudian suhu rata-rata yang terjadi pada bulan agustus yaitu 21.4.
Puncak curah hujan rata-rata yang terjadi pada bulan agustus yaitu sebesar 51.9 mm/kejadian, maka intensitas hujan yang terjadi ialah hujan lebat dan curah hujan terendah pada bulan agustus terjadi pada
64
bulan agustus yaitu sebesar 11.0 mm/kejadian, maka intensitas hujan terendah yang terjadi ialah hujan ringan. Puncak kelembapan udara yang terjadi pada bulan agustus yaitu sebesar 81% dan kelembapan udara terendah yang terjadi pada abulan agustus yaitu sebesar 68%.
Berdasarkan data cuaca yang terjadi pada bulan Agustus, kondisi cuaca yang terjadi ialah curah hujan yang lebih sering terjadi yang memiliki intensitas sedang menuju lebat, yang berpengaruh terhadap suhu dan kelembapan. Apabila suhu semakin rendah yaitu 16.0 maka kelembapan yang terjadi pun akan meningkat yaitu 81%
dan jika suhu udara meningkat yaitu 26.0 maka kelembapan udara akan menurun yaitu 68%. Maka dapat dikatakan bahwa selama bulan Agustus cuaca yang terjadi berdominasi dengan musim hujan.
b. Kondisi cuaca pada bulan September
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dapat dijelaskan bahwa keadaan cuaca yang terjadi pada September 2021 di Desa Ciwalen dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.6 Data Cuaca pada Bulan September 2021
Tanggal CH
65
Sumber: BMKG (hasil pengolahan), 2021
Tabel 4.6 Diatas menunjukkan bahwa kondisi cuaca yang terjadi selama bulan September 2021 di Desa Ciwalen Kecamatan Sukaresmi. Kondisi yang terjadi pada bulan September yaitu relative didominasi panas dengan rata-rata terendah curah hujan 0 mm/kejadian atau tidak terjadi hujan dan hanya berawan dengan curah hujan rata-rata yang terjadi selam bulan September ialah 10.4 mm/kejadian. Suhu tertinggi pada bulan tersebut ialah 25.7 dengan kelembapan udara yaitu 77% dan suhu rata-rata terendah pada bulan September yaitu 16.4 dengan kelembapan udara 77%. Maka dapat dikatakan bahwa selama bulan September kondisi yang terjadi ialah cuaca cerah atau panas lebih mendominasi daripada cuaca berawan ataupun cuaca hujan
c. Kondisi cuaca pada bulan Oktober
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dapat dijelaskan bahwa keadaan cuaca yang terjadi pada bulan oktober 2021 di Desa Ciwalen dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.7 Data Cuaca pada Bulan oktober 2021
Tanggal CH
66
Sumber: BMKG (hasil pengolahan), 2021
Tabel 4.7 Diatas menunjukkan bahwa kondisi cuaca yang terjadi selama bulan Oktober 2021 di Desa Ciwalen Kecamatan Sukaresmi. Kondisi yang terjadi pada bulan Oktober yaitu relative didominasi cerah dan sejuk dengan rata-rata terendah curah hujan 20 mm/kejadian. Terjadi hujan hanya beberapa kali dengan curah hujan tertinggi 50mm/kejadian yang memiliki intensitas hujan ringan.
Suhu tertinggi pada bulan tersebut ialah 26.0 dengan kelembapan udara yaitu 67% dan suhu rata-rata terendah pada bulan oktober yaitu 15.5 dengan kelembapan udara 85%. Maka dapat dikatakan bahwa selama bulan oktober kondisi yang terjadi ialah cuaca cerah dan sejuk lebih mendominasi daripada cuaca berawan atau cuaca hujan, dengan curah hujan yang sangat rendah.
67
Berdasarkan data-data tersebut dapat dikatakan bahwa teah terjadi perubahan cuaca di Desa Ciwalen diantaranya adalah dengan terjadinya perubahan curah hujan perubahan suhu udara dan kelembapan udara.
2. Hasil Panen
Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pertanian Perkebunan Pangan dan Holtikultura Kabupaten Cianjur dapat dijelaskan tentang hasil panen yang terbagi menjadi IV kali masa pemanenan, yang berdasarkan dari luas panen dengan dibongkar habis dan produksi dibongkar habis (tangkai).
Tabel 4.8 Data Hasil Panen Desa Ciwalen
Sumber:Data Pertanian oleh Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur 2020-2021
Tabel 4.8 Diatas menunjukan hasil panen yag dihasilkan oleh Desa Ciwalen selama 4 kali pemanenan. Berdasarkan data tersebut dapat dilihat bahwa umur tanaman siap panen yaitu sekitar 3-4 bulan setelah penanaman. Data tersebut merupakan hasil bunga yang sudah disortir kemudian dibersihkan dari daun-daun yang kering.
Pada data tersebut dapat dilihat pada masa panen triwulan pertama hasil panen berdasarkan luas panen yang dibongkar habis sebanyak 12.000 dan hasil panen berdasarkan produksi pertangkai yang dibongkar habis sebanyak 540.000 tangkai. Pada triwulan kedua hasil panen berdasarkan luas panen yang dibongkar habis
Kecamatan Luas Panen Dibongkar Habis (M2)
Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Jumlah
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Desa
Ciwalen
12.000 90.000 25.000 200,000 327,000
Produksi Dibongkar Habis (Tangkai)
Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Jumlah
(7) (8) (9) (10) (11)
540,000 7,520,000 986,000 8,655,000 17,701,000
68
sebanyak 90.000 dan hasil panen berdasarkan produksi pertangkai yang dibongkar habis sebanyak 7.520.000 tangkai. Kemudian mengalami penurunan pada triwulan ketiga, berdasarkan luas panen yang dibongkar habis sebanyak 25.000 dan hasil panen berdasarkan produksi pertangkai yang dibongkar habis sebanyak 986.000 tangkai. Pada triwulan keempat mengalami kenaikan yang baik yaitu berdasarkan luas panen yang dibongkar habis sebanyak 200.000 dan hasil panen berdasarkan produksi pertangkai yang dibongkar habis sebanyak 8.655.000 tangkai.
Berdasarkan data diatas maka dapat dikatakan bahwa hasil panen pada setiap triwulan dapat mengalami peningkatan bahkan penurunan yang berdasarkan atas luas panen yang dibongkar habis dan produksi dibongkar habis.
D. Hasil Analisis Data dan Uji Hipotesis Penelitian Dampak Perubahan Cuaca terhadap Hasil Panen Tanaman Bunga Krisan di Desa Ciwalen Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur
Pada bagian ini variabel perubahan cuaca didapat indicator yaitu pemahaman perubahan cuaca dan presepsi petani tentang dampak perubahan cuaca terhadap usahatani. Variabel hasil panen usahatani didapat dari beberapa indicator yaitu penanganan pascapanen dan pendapatan usahatani. Pada setiap variabel mempunyai lima pilihan jawaban yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Netral (N), Tidak Setuju (TS) dan Sangat Tidak Setuju(STS). Kemudian dilakukan uji validitas yang digunakan untuk mengukur variabel. Selanjutnya dilakukan penentuan dimensi dan indicator variabel X dan Y sampai dengan penjabaran dan penulisan butir-nutir item instrument. Kemudian dilakuakn uji melalui analisis regresi sederhana.
1. Uji instrument kuesioner a. Uji Validitas
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat keandalan atau kesahihan suatu alat ukur. Untuk mendapatkan data primer maka peneliti melakukan penyebaran kuesioner kepada
69
responden masyarakat di Desa Ciwalen. Setiap item pernyataan dikatakan valid apabila nilai dari item pernyataan atau r hitung tersebut positif dan lebih besar dari r tabel. Nilai r-tabel untuk responden (N) sebanyak 30 dengan tingkat kepercayaan 5% (0,05) ditetapkan sebesar 0,361. Berikut ini disajikan table pengujian validitas.
Tabel 4.9 Tabel Pernyataan Uji Validitas Angket Variabel No. Butir Pernyataan Koefisen
Kolerasi
70
71 13. Resiko kerugian
usahatani yang
72
20. Biaya tidak tetap atau biaya
73
b. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas bertujuan untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban responden terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Untuk uji reliabilitas didapati hasil sebagai berikut:
Realibilitas instrument dianggap handal jika memiliki koefisien realibilitas > 0,6 (lebih besar atau sama dengan 0,6)
Tabwl 4.10 Uji Reliabilitas Variabel Cronbach
Alpha (r hasil)
R (Tabel) Keterangan
X 0,837 0,361 Reliabel
Y 0,883 0,361 Reliabel
2. Uji Asumsi Dasar a. Uji Normalitas
Tujuan dari penggunaan uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah data berasal dari populasi berdistribusi normal atau tidak normal. Uji normalitas ini menggunakan kurva normal P-Plot dan one sampel kolmograv smirnov test untuk memprediksi apakah data berdistribusi normal atau tidak.
74
Gambar 4.2 Kurva Normal P-Plot Uji Normalitas
Berdasarkan hasil analisis data pada gambar 4.1 di atas, maka kurva normal P-Plot, dapat disimpulkan bahwa dalam kurva normal P-Plot terlihat titik menyebar di sekitar garis diagonal dan penyebarannya tidak terlalu jauh atau melebar. Berarti dari kurva ini menunjukkan bahwa model regresi sesuai dengan asumsi normalitas dan layak digunakan.
Selain uji grafik peneliti juga melengkapi pengujian normalitas dengan uji statistic. Salah satu uji statistic yang dapat digunakan untuk menguji normalitas residual adalah uji statistic non parametric Kolmogriv-Smirnov dengan hipotesis:
1) Membuat hipotesis dalam uraian berikut Ho: data residual berdistribusi normal Ha: data residual berdistribusi tidak normal 2) Kaidah pengujian
Jika probabilitas (sig) > 0,05 maka Ho diterima jika probabilitas (sig) <0,05 maka Ho ditolak
3) Keputusan
Data berdistribusi normal
75
Tabel 4.11 Rekapitulasi Hasil Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 86
Normal Parametersa,b Mean .0000
Std. Deviation 3.69125
Most Extreme Differences Absolute .092
Positive .084
Negative -.092
Test Statistic .092
Asymp. Sig. (2-tailed) .070c
Exact Sig. (2-tailed) .436
Point Probability .000
Sumber: hasil ouput SPSS22 yang diolah, 2021 a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
Berdasarkan tabel diatas, maka besarnya nilai Uji Normalitas Kolmogrov-Smirnov dapat diketahui bahwa nilai unstandardized residual memiliki nilai exact. Sig 0.436 > 0,05 dan dapat diartikan bahwa data berdistribusi normal.
b. Uji Homogenitas
Tabel 4.12 Rekapitulasi Hasil Uji Homogenitas
Test of Homogeneity of Variances Hasil
Levene Statistic df1 df2 Sig.
1.204 7 78 .311
Sumber: hasil ouput SPSS22, 2021
Dari tabel diatas dapat diketahui kriteria pengujian dengan pengambilan keputusan:
Jika probabilitas (sig) > 0,05 maka distribusi data adalah homogeny
76
Jika probabilitas (sig) < 0,05 maka distribusi data adalah tidak homogeny
Berdasarkan tabel diatas penguji homogenitas besaran nilai siginifikan adalah 0.311 , maka nilai ini menunjukkan bahwa sig>α
= 0,311 >0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi homogeny.
c. Regresi Linear Sederhana
Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi liniear sederhana. Analisis regresi linear sederhana sebagai alat analisis statistic karena penelitian ini dirancang untuk meneliti variabel yang berpengaruh dari variabel independent terhadap dependent.
Tabel 4.13 Rekapitulasi Regresi Linear Sederhana
Coefficientsa
a. Dependent Variable: Hasil
Diketahui nilai constant (a) sebesar 18.447, sedangkan nilai dampak perubahan cuaca (b/koefisien regresi) sebesar 0.800
Diketahui nilai constant (a) sebesar 18.447, sedangkan nilai dampak perubahan cuaca (b/koefisien regresi) sebesar 0.800