• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

C. Teknik Analisis Data

Analisis data adalah proses mencari dan Menyusun secara sistematis data yang diperoleh. Analisis data dilakukan dengan mengorganisasikan data, menjabarkan kedalam unit-unit, melakukan sintesa, Menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan yang dapat diceritakan kepada orang lain.53

Menurut Adi, Analisis data merupakan Langkah yang terpenting untuk memperoleh temuan-temuan hasil penelitian. Analisis data yaitu proses pengumpulan data agar dapat ditafsirkan. Analisis data dilakukan pada saat mengumpulkan data dan setelah pengumpulan data.54

Pada hakikatnya, analisis data adalah sebuah kegiatan untuk mengatur, mengurutkan, mengelompokkan, memberi kode/tanda, dan mengategorikannya sehingga diperoleh suatu temuan berdasarkan fokus atau masalah yang ingin dijawab. Melalui serangkaian aktivitas tersebut, data kualitatif yang biasanya berserakan dan bertumpuk-tumpuk bisa disederhanakan untuk akhirnya bisa dipahami dengan mudah.55

52 Haris Herdiyansyah, (2010), Metode Penelitian Kualitatif untuk Ilmu-Ilmu Sosial, (Jakarta: Salemba Humanika), hal. 143.

53 Sugiyono, (2007), Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D, (Bandung:

Alfabeta), hal. 334.

54 Rianto Adi, (2004), Metodologi Penelitian Sosial dan Hukum, (Jakarta: Granit), hal.

117.

55 Op.Cit, Imam Gunawan, hal. 209

37

Secara umum teknik Analisis data dalam penelitian ini mencakup tiga tahap, yaitu:

a. Reduksi Data

Data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya cukup banyak, untuk itu maka perlu dicatat secara teliti dan rinci. Semakin lama peneliti ke lapangan, maka jumlah data akan semakin banyak, kompleks dan rumit. Untuk itu perlu segera dilakukan analisis data melalui reduksi data.

Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan. Reduksi data merupakan proses berpikir sensitif yang memerlukan kecerdasan dan keluasan dan kedalaman wawasan yang tinggi. Bagi peneliti yang masih baru, dalam melakukan reduksi data dapat mendiskusikan pada teman atau orang lain yang dipandang ahli. Melalui diskusi itu, maka wawasan peneliti akan berkembang, sehingga dapat mereduksi data-data yang memiliki nilai temuan dan pengembangan teori yang signifikan.

b. Penyajian Data

Mendisplay data dalam penelitian kualitatif adalah penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, hubungan antar kategori. Dengan mendisplaykan data, maka akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami tersebut.

c. Verifikasi Data

Langkah ke tiga dalam analisis data kualitatif adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi, Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal, didukung oleh bukti-bukti yang valid dan

38

konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.

Dengan demikian kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal, tetapi mungkin juga tidak, karena seperti telah dikemukakan bahwa masalah dan rumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah penelitian berada di lapangan.56

56 Op.Cit, Sugiyono, hal. 247-252

39

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Objek Penelitian

1. Profil Sekolah

Nama Sekolah : SMP BUDI CENDEKIA ISLAMIC SCHOOL Alamat : Jl. Boulevard Grand Depok City, Kalimulya.

Kecamatan : Cilodong

Kabupaten/Kota : Depok

NPSN : 69876154

Tgl SK. Berdiri : 31 Oktober 2014

No. SK. Operasional : 421.1/5252-Pendas/2014

Email : [email protected]

Akreditasi : A

No. SK. Akreditasi : 02.00/128/SK/BAN-SM/IX/2018 Tgl. SK. Akreditasi : 30 September 2018

Kurikulum : Kurikulum 2013

Waktu : Pagi

Status Sekolah : Swasta

Naungan : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Sumber Listrik : PLN

Daya Listrik : 20000

Akses Internet : Telkom Speedy Nama Kepala Sekolah : Tri Wahyuni, S.Pd.

40 2. Visi dan Misi

a. Visi

Mewujudkan Cendikiawan muslim yang berakhlak mulia, menguasai IPTEK, berwawasan global, dan memiliki jiwa nasionalis yang tinggi.

b. Misi

• Menyelenggarakan Pendidikan Agama dan Umum secara terintegritas.

• Membangun budaya Islam dalam kehidupan sehari-hari.

• Membangun jiwa nasionalisme yang tinggi.

• Menerapkan pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.

• Menerapkan pembelajaran berbasis teknologi, informasi, dan komunikasi.

3. Tenaga Pendidik dan Kependidikan

a. Guru dengan lulusan S1 dan S2 yang berkompeten di bidangnya.

b. Lulus melalui proses reqruitment ketat (TPA, Psikotes, Microteaching).

c. Tenaga pendidik memiliki sertifikat Teaching Knowledge Test (TKT) dan Content and Language Integrated Learning (CLIL) dari Cambridge Assesment English.

d. Daftar Nama Guru/Tenaga Pendidik berdasarkan tugasnya.

No. Nama Guru Tugas Mengajar

1. Tri Wahyuni, S.Pd. Kepala Sekolah / IPA

2. Hairunnisa, S.Pd. Koordinator Kesiswaan / PKN 3. Mulyani Fatimah, S.Pd. IPA

4. Sugestiana, S.Pd. Koor Kurikulum / Matematika 5. Aulia Janatan, S.Pd. IPS

6. Galuh Satrio Widyaputra, S.Pd. Bahasa Inggris

7. Muztaba, M.Pd. Al-Qur’an dan Bahasa Arab 8. Zikron Nabawi, S.Pd.I PAI, Al-Qur’an, dan Bahasa

41

Arab

9. Roni Kurniawan, M.Pd. Bahasa Indonesia 10. Retno Pujiwati, S.Pd. PKN

11. Asep Mulyana, S.Pd.I PAI, Al-Qur’an, dan Bahasa Sunda

12. Iin Rizki Wijaya, S.Pd. Bahasa Indonesia 13. Fathunah Nur Rochmah, M.Pd. PJOK

14. Hening Saputri, S.Pd. Bahasa Indonesia 15. Haris Fylasufi, S.Pd. SBK

16. Andi Elsam Anusopati, S.Or. PJOK 17. Rani Mustika Hidayat, S.Pd. Matematika 18. Risda Aulia, S.Pd. IPS

19. Ade Hadiati N, S.Pd. IPA 20. Nur Halimah, S.Pd. IPA

21. Fitrotul Hidayanti, M.Si. Matematika 22. Muhammad Taufik, S.Pd. Bahasa Inggris 23. Mareti Wulandari, S.Pd. IPA dan Prakarya 24. Novi Suryani, M.Pd. Bahasa Inggris 25. Nurlela, S.Pd. SBK dan Prakarya 26. Amelia Yurianti, S.Pd. PKN dan IPS 27. Dyah Palupi, S.Pd. Matematika

28. Taufik Hidayat, Lc PAI, Al-Qur’an, dan Bahasa Arab

29. Zeihan Kahira Alviani, S.Pd. Bimbingan Konseling

42

30. Hani Utari, S.Pd. Prakarya

4. Program Sekolah a. Prodigy Class

Program for Dilligency and Profiency Class (ProdigyClass) atau kelas peserta didik unggulan yang memiliki kurikulum istimewa atau tambahan yang merupakan kolaborasi antara kurikulum 2013 dengan kurikulum Cambridge. PTS dan PAT diangka minimal 85.

b. Kelas SKS 4 Semester

Program Sistem Kredit Semester (SKS) merupakan program yang tepat untuk mewadahi siswa dengan kemampuan akademik kategori superior atau cerdas istimewa, karena siswa dengan potensi tersebut disistemasikan mampu menempuh waktu studi yang lebih singkat.

c. Program Unggulan Sekolah

SMP BCIS School memiliki program unggulan sebagai upaya dalam memfasilitasi siswa untuk mengembangkan potensi nin Akademik melalui kegiatan pengembangan wawasan, penelitian, dan pembinaan karakter.

5. Sarana dan Kebutuhan

a. Gedung sekolah dengan desain modern dan berada di jalur utama GDC.

b. Ruang kelas ber-AC.

g. Toilet yang bersih dan nyaman.

h. Masjid dan musolla.

i. Halaman parkir yang luas.

j. Mobil antar jemput siswa.

43

k. Lunch room untuk siswa dengan makanan yang bergizi.

l. Ruang dan fasilitas penunjang kegiatan lainnya.

6. Ekstrakurikuler dan Intrakulikuler a. Ekstrakurikuler

Adapun SMP Budi Cendekia menyelenggarakan dua jenis Ekstrakurikuler yaitu Wajib dan Pilihan, sebagai berikut:

Wajib

Pramuka PASKIBRA Paduan Suara

BMQ

Pilihan

Tahfidz Kaligrafi English Club Karya Ilmiah Remaja

Robotic Gitar Tari Tradisional

Ratoeh Jaroe Futsal Basket Pencak Silat

Taekwondo Panahan Petanque Fotografi

44 b. Intrakulikuler

SMP Budi Cendekia Islamic School menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Nasional Tahun 2013 dengan penambahan pada struktur muatan lokal berupa mata pelajaran Al-Qur’an dan Bahasa Arab.

B. Hasil Observasi

Peneliti melakukan observasi pada tanggal 1 November 2021 dan 22 November 2021 saat sekolah tengah melaksanakan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) dikarenakan sekolah mengikuti arahan dari kementerian Pendidikan dan kebudayaan republik Indonesia. Disini peneliti menggunakan observasi terus terang atau tersamar. Observasi terus terang atau tersamar adalah peneliti mengungkapkan kepada sumber data bahwa ia sedang melakukan penelitian.

Observasi ini dilakukan pada saat jam belajar mengajar dilaksanakan yang mana para siswa sedang aktif belajar dan sang guru sedang mengarahkan siswa, sedangkan saya meminta izin bergabung ke dalam kelas kepada kepala sekolah dan guru yang bersangkutan. Dalam observasi ini peneliti mengamati bagaimana cara guru menggunakan berbagai macam media pembelajaran elektronik (e-learning) dalam menyampaikan tujuan pembelajaran.

Selain itu peneliti juga mewawancarai guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di ruangan terpisah mengenai penggunaan media pembelajaran elektronik, bentuk-bentuk perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi media pembelajaran elektroniknya, serta kesulitan dalam penerapannya.

C. Hasil Analisis dan Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di kelas VIII D SMP Budi Cendekia Islamic School, peneliti berhasil merangkum beberapa hasil analisa dan pengamatan yakni sebagai berikut:

45

1. Penggunaan media pembelajaran elektronik pada mata pelajaran PAI Sebelum pembelajaran dimulai peneliti disini meminta izin masuk kedalam ruang guru untuk melihat persiapan guru sebelum memulai proses belajar mengajar, mulai dari menyiapkan materi, membuat soal evaluasi, menyiapkan media pembeajaran dalam bentuk slide, dan ada juga yang sibuk membuat video pembelajaran. Jadi penggunaan media pembelajaran elektronik ini hampir digunakan oleh seluruh guru baik itu guru mata pelajaran PAI maupun mata pelajaran umum lainnya. Seperti yang dikatakan Pak Asep:

“Saya kira kalau melihat dari teman-teman gitu kan, semua sudah hampir rata-rata semua menggunakan ini, dan itu cocok. Karena saya kira perkembangan zaman sekaran ya itu tadi, ya lebih menarik perhatian anak, lebih mampu mengendalikan keadaan kondisi kelas itu kan yang terpenting gitu kan. Ketika kita mengajar terus anak tidak memperhatikan kita itu PR sebenarnya. Karena kalo misalkan anak tidak memperhatikan kita berarti ada yang salah nih dalam proses pengajaran kita. Makanya, kita buat semenarik mungkin, salah satu menarik minat anak dalam proses pengajaran yaitu menggunakan media tersebut.”

Dan memang hampir semua merasa bahwa media sangat perlu untuk mendukung keberhasilan proses belajar mengajar.

“Menurut saya, selama proses pembelajaran di sekolah ini terhitung dari saya mulai masuk tanggal 7 agustus 2017, saya memang dari sekolah yang lama memang sudah lama menggunakan media ini. Ya salah satunya kenapa saya menggunakan media ini karena ini sangat membantu. Tentunya sangat membantu kami para guru-guru dalam proses mentransfer ilmu ataupun memberi pemahaman kepada siswa, karena memang kita harus memanfaatkan itu, ya memanfaatkan fasilitas dan kondisi situasi yang memang saat ini dibutuhkan oleh anak-anak zaman sekarang.”

46

Karena disini Pak Asep menuturkan bahwa kini zaman sudah berubah dan menuju ke era modern, yang mana murid zaman sekarang sudah berbeda dengan zaman ia dulu.

“Nah, ketika saya dulu pas lagi proses belajar juga belum pernah mengenal yang namanya media ini, tapi begitu saya sekarang diberi amanah untuk menjadi seorang pengajar mau tidak mau kita menggunakan media ini, karena zaman sekarang anaknya tentunya bereda dengan zamannya kita. Jadi maka saya sangat setuju dengan media ini. kenapa, karena media ini tuh sangat membantu, mempermudah karena proses pengajaran. Ya jadi, saya lebih menyukai media-media yang seperti itu. Namun tidak mengurangi rasa hormat saya kepada orang-orang yang memang masih belum menggunakan media tersebut.”

Pak Asep mengatakan bahwa awalnya ia berprofesi sebagai guru PAI tidak langsung menggunakan media elektronik, bahkan beliau merasa bingung dalam mengajar. Beliau melanjutkan bahwa yang membuatnya kini merubah gaya belajarnya sebab ia sering mengikuti kegiatan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) yang diikutinya diluar sekolah.

“Awal-awal ngajar tentunya kan kami juga tidak langsung menemukan yang namanya media ini, tapi setelah kita mengikuti kegiatan, terus kemudian melihat situasi di sekolah yang lama, terus kita juga belajar tentang kemampuan kita dalam proses pengajaran, mengikuti kegiatan MGMP dan lain sebagainya, di ajari disana dan melihat teman-teman yang lain juga, akhirnya kita menggunakan.”

“Salah satu program MGMP dan juga ya kita jangan malu untuk bertanya tentunya, karena kalo misalkan kita malu akan kesulitan, ya jadi teman-teman yang ada di lingkungan kami itu di kantor ya itu adalah merupakan guru saya juga karena ya saya juga awalnya tidak tahu apa-apa, akhirnya kita sedikit banyak jadi tahu.”

47

Sekarang Pak Asep mengaku senang bisa mengenal media-media tersebut.

Selain karena terbantu dalam kegiatannya dalam mengajar tapi juga dapat membantu siswa dalam menerima materi yang diajarkan.

“Karena sekali lagi jadi anak itu bisa lebih fokus untuk menerima tujuan pembelajaran ini sangat penting, karena setiap kita mau masuk ke sub materi atau pembelajaran, kita harus sampaikan juga nih dari awal, kira-kira manfaat apa yang bisa kita dapatkan, tujuan apa yang kalian bisa raih kaitan dengan materi yang akan disampaikan pada kesempatan kali itu kan yak. Jadi saya kira sangat bermanfaat.”

Adapun disini Pak Asep juga mengamati antusiasme dari para murid selama pembelajaran berlangsung. Pak Asep menyebutkan jika bukan hanya dia yang merasa terbantu tetapi para murid pun juga jadi jauh lebih fokus dalam menerima pelajaran.

“Respon dari peserta didik dalam proses pembelajaran seperti ini saya kira mereka sangat antusias. Yang saya alami tentunya ya. Berbeda dengan mungkin ketika dulu memang bukan karena anaknya yang seneng-seneng banget terhadap pelajaran tersebut emang susah. Nah ini tuh bisa masuk kedalam berbagai macam kalangan. Yang tadinya tidak suka, ketika kita tampilkan media elektronik tersebut jadi akan ada sedikit menarik bagi mereka dan tentunya mereka akan lebih fokus dalam memperhatikan setiap pembelajaran.”

Setelah itu selesai, penulis ikut dengan Pak Asep untuk melakukan pengamatan langsung dengan cara mengamati dan melihat proses pembelajaran di kelas VIII D SMP Budi Cendekia Islamic School. Yang mana penulis disini ikut bergabung kedalam kelas dimana Bapak Asep Mulyana selaku guru menerapkan media pembelajaran elektronik pada mata pelajaran PAI yang diajarnya.

Penulis mengungkapkan bahwa suasana kelas lebih kondusif dan teratur karena guru disini menggunakan metode pembelajaran yang beragam, mulai dari metode ceramah, lalu kegiatan dilanjutkan dengan diskusi yang mana guru

48

mengarahkan murid untuk berdiskusi dengan metode tutor sebaya. Sehingga guru disini lebih mengutamakan keterlibatan murid dalam proses pembelajaran.

Ini pun diungkapkan Pak Asep dalam sesi wawancara yaitu:

“Ya kalo saya sendiri termasuk salah seorang yang cenderung bukan sebagai sumber utama dalam proses pendidikan ini. jadi sangat menghindari itu. Tapi saya kira anak juga memiliki potensi itu setiap pembelajaran saya, pasti akan saya libatkan setiap kegiatan anak itu.

Jadi anak lebih aktif, bukan hanya sumbernya dari kita tapi di awal biasanya kita ceramah tuh kan ada metode pembelajarannya. Setelah itu nanti sedikit kita jelaskan baru nanti anak-anak diskusi. Nah setelah diskusi biasanya nanti saya akan menggunakan metode yang lain tutor sebaya. Nah, tutor sebaya ini sangat efektif juga bagi saya dalam proses pembelajaran. Misalkan ada satu anak yang belum paham nanti akan di ajarkan oleh temannya. Mungkin yang kita jelaskan sebagai guru mungkin belum dipahami atau pendekatannya berbeda dengan temannya. Nah, nanti temannya ini akan dibantu. Nah jadi tutor sebaya ini membantu tugas kami selaku guru-guru untuk memberikan pemahaman kepada temen-temennya yang belum ngerti.”

Metode tutor sebaya merupakan metode pembelajaran dimana murid yang berperan sebagai pengajar (yang mana murid tersebut biasanya dipilih oleh guru karena dirasa lebih paham dari murid yang lain) dan murid yang lain cukup mendengarkan. Jadi dengan kata lain metode ini ibarat diskusi dengan kelompok belajar yang lebih kecil, sehingga murid dapat lebih aktif dan lebih efektif serta murid lebih fokus dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Jadi dengan adanya metode yang dianggapnya efektif tersebut, Pak Asep meyakini dan percaya bahwa kualitas hasil evaluasi akan jauh lebih baik dan lebih meningkat.

“Ya kalo berbicara mengenai kualitasnya, ya berarti kita ngomongin masalah hasil evaluasi. Nah, baik evaluasi dalam bentuk ulangan harian, tugas-tugas dan lain sebagainya. Saya kira semua ini dapat

49

meningkatkan kualitas pembelajaran anak didik. Karena menurut saya semakin bagus medianya juga maka akan semakin bagus cara mengajarnya tentunya anak pun akan semakin mengerti, semakin paham materi yang disampaikan, dan ini akan sejalan dengan evaluasi yang didapatkan. Tentunya bisa mencapai hasil yang maksimal saya kira.”

Jadi dapat dikatakan bahwa penggunaan media pembelajaran elektronik atau e-learning ini dapat membantu keberlangsungan pembelajaran PAI di SMP Budi Cendekia Islamic School.

2. Bentuk perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi multimedia pada mata pelajaran PAI

Menurut Himpunan Masayarakat Amerika untuk kegiatan Pelatihan dan Pengembangan, berdasarkan bentuknya, media pembelajaran elektronik mempunyai beberapa macam penerapan di antaranya:

a) Pembelajaran Berbasis Web

Menurut Muhammad Riska Babo, pembelajaran berbasis web adalah proses belajat mengajar yang dilakukan dengan memanfaatkan jaringan internet, sehingga sering disebut juga dengan e-learning. Internet merupakan jaringan yang terdiri atas ribuan bahkan jutaan komputer, termasuk di dalamnya jaringan lokal, yang terhubungkan melalui saluran (satelit, telepon, kabel) dan jangkauannya mencakup seluruh dunia. Internet memiliki banyak fasilitas yang dapat digunakan dalam berbagai bidang, termasuk dalam kegiatan pendidikan.

Fasilitas tersebut antara lain: e-mail,Telnet, Internet Relay Chat, Newsgroup, Mailing List (Milis), File Transfer Protocol (FTP), atau World Wide Web (WWW).57

Berdasarkan penerapannya di SMP Budi Cendekia melalui wawancara saya bersama Pak Asep, adapun rata-rata guru PAI yang mengajar di sekolah ini menerapkan fasilitas pembelajaran berbasis web di antaranya sebagai berikut.

57 Rizka Babo, Muhammad, (2012), Pembelajaran Berbasis Web, Jakarta. Diakses pada 16 November 2021, 16.25. WIB.

50

Fasilitas Penerapan

e-mail

Telnet X

Internet Relay Chat X

Newsgroup X

Mailing List X

File Transfer Protocol (FTP) X

World Wide Web (WWW)

Adapun Pak Asep mengaku bahwa dalam penerapannya, beliau sering sekali menggunakan fasilitas email dan WWW.

Beliau menambahkan jika penggunaan fasilitas ini khususnya fasilitas email lebih sering digunakan untuk mengirimkan tugas pekerjaan rumah (PR). Karena beliau merasa jika menggunakan email beliau dapat mengirimkan bahan ajar ataupun soal berkapasitas besar dengan mudah dan cepat.

Untuk WWW itu sendiri beliau lebih sering menerapkannya saat di dalam kelas, yang mana fasilitas ini membantu beliau dalam mencari bahan ajar di sebuah artikel terkait ataupun istilah-istliah penting yang berhubungan dengan pembelajaran.

“Sering, sering sekali kita menggunakan pembelajaran berbasis web, karena sekali lagi fasilitas ini sangat membantu kami para guru disini khususnya saya sebagai guru PAI. Kalo masalah perencanaannya sih, kita biasanya kan sebelum pembelajaran dimulai kita guru-guru disini harus prepare tentang apa aja yang harus di ajar. Nah, saya ada sesekali mencari artikel mengenai harta waris ataupun mengenai zakat, itu tentunya tidak semua dijelaskan secara rinci di buku paket. Jadi kita

51

sebagai guru punya inisiatif untuk mengunggah artikel-artikel yang membahas materi-materi seperti itu. Untuk email sendiri saya kira sering banget kita pakai buat mengirimkan tugas-tugas PR melalui email.

Apalagi file-file tugas tersebut terkadang ada yang melebihi kapasitas kalo dikirim lewat WA. Jadi mau gak mau kita kirim lewat email. Kalo untuk yang lainnya saya kira jarang bahkan tidak ada yang kami gunakan, seperti misalnya newsgroup. Kita sih biasanya daripada menggunakan aplikasi itu, kita lebih sering menggunakan aplikasi whatsapp untuk memberi kabar atau berita penting kepada grup kelas.

Saya rasa itu sih.”

b) Pembelajaran Berbasis Komputer

Istilah yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran yang menggunakan komputer dalam proses belajar mengajarnya di sebut Computer Based Instruction (CBI) atau Pembelajaran Berbasis Komputer. Dalam pembelajaran berbasis komputer , komputer digunakan sebagai perangkat sistem pembelajaran secara individual dan menerapkan prinsip belajar tuntas.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis komputer merupakan suatu bentuk pembelajaran yang menempatkan komputer sebagai piranti sistem pembelajaran secara langsung kepada para siswa dengan cara berinteraksi dengan mata pelajaran yang diprogramkan ke dalam sistem komputer serta mengacu pada asas pembelajaran tuntas yang sengaja dirancang atau dimanfaatkan oleh guru.58

Adapun beberapa bentuk penggunaan media komputer yang dapat digunakan dalam pembelajaran di antaranya meliputi: Mutimedia Presentasi, CD Multimedia Interaktif, Video Pembelajaran, dan Internet.

Berdasarkan penerapannya di SMP Budi Cendekia melalui wawancara saya bersama Pak Asep, adapun rata-rata guru PAI yang mengajar di sekolah ini

58 Ega Destia Nurama, (2012), Efektivitas Penggunaan Game Pembelajaran dengan Konsep RPG (Role Playing Game) untuk mengingkatkan Hasil Belajar Siswa, Bandung:

Universitas Pendidikan Indonesia. Hal. 17.

52

menerapkan fasilitas pembelajaran berbasis komputer di antaranya sebagai berikut.

Fasilitas Penerapan

Multimedia Presentasi √

CD Multimedia Interaktif X

Video Pembelajaran √

Internet √

Dalam wawancara kami dengan Pak Asep, beliau menuturkan bahwa dalam penjabaran semua fasilitas atau bentuk-bentuk pembelajaran berbasis komputer di atas, hampir semua digunakan dalam menunjang kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang ia ampu. Mulai dari multimedia presentasi yang memang hampir setiap pertemuan selalu ia gunakan,

Dalam wawancara kami dengan Pak Asep, beliau menuturkan bahwa dalam penjabaran semua fasilitas atau bentuk-bentuk pembelajaran berbasis komputer di atas, hampir semua digunakan dalam menunjang kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang ia ampu. Mulai dari multimedia presentasi yang memang hampir setiap pertemuan selalu ia gunakan,

Dokumen terkait