• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

METODOLOGI PENELITIAN

G. Teknik Analisis Data

Setelah data dari berbagai instrumen diperoleh, kemudian data yang diperoleh dari hasil penelitian ini dianalisis. Analisis data pada penelitian kuantitatif dilakukan menggunakan teknik statistik sesuai dengan masalah dan tujuan penelitian peneliti. Statistik adalah bagian dari matematika yang secara khusus membicarakan cara-cara pengumpulan, analisis, dan penafsiran data. Jenis data yang dianalisis, yaitu data kuantitatif berupa hasil tes menulis siswa. Data tersebut sebagai acuan penilaian terhadap keterampilan menulis kreatif siswa. Data tersebut diperoleh dari hasil prates dan pascates setelah pembelajaran siswa di sekolah.

Selanjutnya untuk mengetahui nilai atau tingkat signifikansi setiap perbedaan skor rata-rata diantara kelompok kontrol dan kelompok ekperimen

dihitung dengan uji-t. Penerapan uji–t untuk perbedaan skor rata-rata dari dua

kelompok, data harus berdistribusi normal. Karenanya untuk menguji sifat data dilakukan dengan cara uji normalitas dan uji homogenitas dengan menggunakan SPSS (Statistical Product and Service Solution) versi 18. Langkah-langkah analisis data dalam penelitian ini sebagai berikut:

3. Menganalisis hasil tulisan siswa dari setiap aspek yang dinilai.

4. Menentukan jumlah hasil skor siswa dari prates dan pascates pada kelas

kontrol dan kelas eksperimen dan mengubahnya kedalam nilai dengan rumus:

Nilai siswa = 100 skor total siswa perolehan skor x (skala 1-100) Arifin (Nurzaman: 2011: 80)

Setelah melalui penyekoran dan penilaian, nilai rata-rata akhir siswa dapat dikategorikan sebagai berikut:

66

Eli Hermawati, 2013

Penerapan Metode Sosiodrama Berorientasi Kecerdasan Emosional Dalam Meningkatkan

Kemampuan Menulis Kreatif Di Kelas 4 SD Negeri Sumanah Kecamatan Kalijati Kabupaten Subang Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Kategori Nilai Rata-Rata Akhir

85-100 Sangat baik 75-84 Baik 60-74 Cukup 40-59 Kurang 0-39 Sangat kurang Nurgiyantoro (Nurzaman, 2011:81)

5. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji-t yang diawali dengan uji normalitas,

uji homogenitas dan uji kesamaan dua rata-rata dengan langkah-langkah sebagai berikut:

a) Uji normalitas

Uji normalitas merupakan langkah awal dalam menganalisis data secara

spesifik. Siregar (2013 : 153)menjelaskan bahwa:

“...Tujuan dilakukannya uji normalitas terhadap serangkaian data adalah untuk mengetahui apakah populasi data berdistribusi normal atau tidak”. Apabila data berdistribusi normal, maka dapat digunakan uji statistik parametrik. Sedangkan apabila data tidak berdistribusi normal, maka digunakan uji statistik nonparametrik. Asumsi normalitas merupakan prasyarat kebanyakan prosedur statistika inferential. Pada penelitian ini asumsi normalitas dieksplorasi menggunakan uji normalitas Lilliefors (Kolmogorov Smirnov) melalui SPSS 18 dengan taraf signifikansi α = 0,05. Bentuk hipotesis untuk uji normalitas adalah sebagai berikut:

H0 : angka signifikan (Sig) < 0,05, maka data tidak berdistribusi normal

H1 : angka signifikan (Sig) > 0,05, maka data berdistribusi normal

Dalam pengujian hipotesis, kriteria untuk menolak atau tidak menolak H0

67

Eli Hermawati, 2013

Penerapan Metode Sosiodrama Berorientasi Kecerdasan Emosional Dalam Meningkatkan

Kemampuan Menulis Kreatif Di Kelas 4 SD Negeri Sumanah Kecamatan Kalijati Kabupaten Subang Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

maka H0 tidak dapat ditolak. Dalam program SPSS 18 digunakan istilah

significance yang disingkat Sig untuk P-value, dengan kata lain P-value = Sig.

b) Uji Homogenitas

Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui distribusi data, apakah homogen atau tidak homogen. Uji homogenitas dilakukan dengan cara membandingkan varian terbesar dan varian terkecil dengan menggunakan tabel. Adapun langkah-langkah uji homogenitas sebagai berikut:

1) Mencari nilai varian terbesar dan terkecil dengan rumus:

Kecil Varian

Besar Varian

FHitung

2) Membandingkan nilai Fhitung dengan Ftabel dengan kriteria; jika Fhitung < Ftabel,

maka varians adalah homogen, dan uji komparatif dapat dilakukan.

Jika menggunakan program SPSS, maka dapat dilakukan dengan uji

Levene atau dalam Independent sample t-test. Uji homogenitas antara dua varians

pada skor prates, pascates, dan skor Gain kelas eksperimen dan kelas kontrol, dengan uji Levene menggunakan hipotesis kerja:

Ho : kedua varian populasi adalah tidak homogen.

H1: kedua varian populasi homogen

c) Uji Gain Faktor (N-Gain)

Untuk melihat peningkatan kemampuan siswa menulis kreatif sebelum dan sesudah pembelajaran digunakan rumus yang dikembangkan adalah:

Keterangan:

Spos = skor posttest Spre = skor pretest

68

Eli Hermawati, 2013

Penerapan Metode Sosiodrama Berorientasi Kecerdasan Emosional Dalam Meningkatkan

Kemampuan Menulis Kreatif Di Kelas 4 SD Negeri Sumanah Kecamatan Kalijati Kabupaten Subang Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Gain yang dinormalisasi (Ngain) ini diinterpretasikan untuk menyatakan

peningkatan kemampuan siswa menulis kreatif dengan kategori sebagai berikut:

Tabel 3.8 Kategori Tingkat Ngain

Batasan Kategori

00 Tinggi

0,7 > ≥ 0,3 Sedang

00 Rendah d) Uji Kesamaan Dua Rerata (Uji-t)

Setelah diketahui kedua data berdistribusi normal, maka pengolahan data dilanjutkan dengan menggunakan uji-t. Uji kesamaan dua rata-rata dipakai untuk membandingkan antara dua keadaan, yaitu keadaan nilai rata-rata prates dan pascates siswa pada kelas eksperimen dengan siswa pada kelas kontrol, dan uji kesamaan rata-rata pada uji-t ini dilakukan dengan menggunakan software SPSS 18 yaitu uji-t dua sampel independen (Independent-Sample t Test).

Pada hasil uji tes ini terdapat keluran nilai t dan p-value, untuk mengetahui

hasil hipotesis ada dua cara, pertama membandingkan nilai thitung dengan ttabel. Jika

thitung > ttabel maka H0 ditolak dan H1 diterima, begitu juga sebaliknya. Kedua membandingkan p-value dengan tingkat kepercayaan yang kita ambil yaitu . P-value yang dihasilkan untuk uji dua sisi, maka hasil p-value tersebut dibagi dua dan dibandingkan dengan tingkat kepercayaan yang kita gunakan . Jika p-value/2 <0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima, begitu juga sebaliknya.

69

Eli Hermawati, 2013

Penerapan Metode Sosiodrama Berorientasi Kecerdasan Emosional Dalam Meningkatkan

Kemampuan Menulis Kreatif Di Kelas 4 SD Negeri Sumanah Kecamatan Kalijati Kabupaten Subang Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

151

Eli Hermawati, 2013

Penerapan Metode Sosiodrama Berorientasi Kecerdasan Emosional Dalam Meningkatkan

Kemampuan Menulis Kreatif Di Kelas 4 SD Negeri Sumanah Kecamatan Kalijati Kabupaten Subang Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Pada bab ini akan dijelaskan tentang kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan di SDN Sukamanah Kecamatan Kalijati Kabupaten Subang. Selain kesimpulan, saran-saran agar penelitian dengan tema yang serupa lebih baik dan memberikan dampak positif bagi pendidikan khususnya pendidikan dasar.

A. Kesimpulan

Sejalan dengan rumusan masalah penelitian, dan berdasarkan penelitian yang berkenaan dengan hasil studi empirik tentang metode sosiodrama berorientasi kecerdasan emosional terhadap kemampuan menulis kreatif yang telah dilakukan di SDN Sukamanah Kecamatan Kalijati Kabupaten Subang. Maka hasil penelitian yang telah diperoleh dapat disimpulkan sebagai berikut.

Pertama, profil kemampuan menulis keratif siswa di SDN Sukamanah yang dilihat dari hasil rata-rata prates di atas maka kemampuan awal menulis kreatif siswa di kelas ekpserimen rata-ratanya 43,2 dan di kelas kontrol 47,8. Rata-rata kemampuan menulis kreatif dua kelas tersebut tergolong dalam kategori kurang. Berdasarkan indikator menulis kreatif maka dalam aspek imajinatif, tulisan siswa masih sedikit ide kreatifnya, siswa menulis karangan dalam bentuk sangat sederhana dan hambar. Imajinasi siswa belum muncul. Aspek spontanitas, maka isi tulisan terdapat banyak pengulangan kalimat yang sama di setiap paragraf, tulisan siswa belum ada pemecahan masalah. Aspek originalitas, tulisan siswa tidak menarik karena idenya yang tidak unik dan inovatif sehingga tidak membuat pembaca menikmati tulisannya. Selanjutnya aspek tanda baca dan kerapian tulisan, maka tanda baca yang digunakan masih kurang tepat, ada beberapa siswa yang tidak menggunakan tanda baca. Untuk kerapian tulisan, ada

152

Eli Hermawati, 2013

Penerapan Metode Sosiodrama Berorientasi Kecerdasan Emosional Dalam Meningkatkan

Kemampuan Menulis Kreatif Di Kelas 4 SD Negeri Sumanah Kecamatan Kalijati Kabupaten Subang Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

beberapa siswa yang tulisannya sudah rapi dan dapat dibaca. Tetapi sebagian besar siswa menulis tidak rapi dan banyak terdapat kesalahan dalam penulisan. Seperti tulisan yang disingkat, dan penempatan huruf kapital ditengah kata. Aspek fokus pada topik, sebagian besar tulisan siswa berkaitan dengan topik.

Kedua, proses pembelajaran menulis kreatif dengan penerapan metode sosiodrama berorientasi kecerdasan emosional yang dimulai dengan kegiatan pendahuluan yaitu pembukaan proses belajar mengajar dan apersepsi, kemudian kegiatan inti yaitu pelaksanaan pembelajaran menulis kreatif dengan menerapkan metode sosiodrama berorientasi kecerdasan emosional, dan kegiatan penutup. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa pembelajaran metode sosiodrama berorientasi kecerdasan emosional dalam menulis kreatif siswa kelas 4 SDN Sukamanah Kecamatan Kalijati Kabupaten Subang sudah terlaksana dengan cukup baik. Sebagian besar siswa menunjukan sikap positif terhadap pembelajaran menulis kreatif dengan penerapan metode sosiodrama berorientasi kecerdasan emosional. Dan guru dapat melaksanakan tahapan-tahapan pembelajaran menulis kreatif dengan penerapan metode sosiodrama berorientasi kecerdasan emosional dengan sangat baik dan terarah.

Ketiga, metode sosiodrama berorientasi kecerdasan emosional efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis kreatif siswa kels 4 SDN Sukamanah Kecamatan Kalijati Kabupaten Subang. Ini berarti bahwa metode sosiodrama berorientasi kecerdasan emosional dapat meningkatkan menulis kreatif siswa kelas IV sekolah dasar. Peningkatan menulis kreatif ini dibuktikan dengan hasil rerata yang menunjukan bahwa adanya perbedaan peningkatan rerata antara kelas eksperimen yang menerapkan metode sosiodrama beririentasi kecerdasan emosional sebagai metode dalam pembelajaran menulis kreatif dengan kelas kontrol yang tidak menerapkan metode sosiodrama berorientasi kecerdasan emosional sebagai metode pembelajaran menulis kreatif. Peningkatan tersebut

153

Eli Hermawati, 2013

Penerapan Metode Sosiodrama Berorientasi Kecerdasan Emosional Dalam Meningkatkan

Kemampuan Menulis Kreatif Di Kelas 4 SD Negeri Sumanah Kecamatan Kalijati Kabupaten Subang Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

dapat disimpulkan bahwa kelas eksperimen mengalami peningkatan dari kategori rendah ke sedang.

B. Saran-Saran

Berdasarkan hasil analisis data dan permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam penelitian ini, maka dapat dikemukakan beberapa beberapa rekomendasi sebagai berikut. Pertama, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, siswa masih kesulitan untuk menghasilkan ide yang bersifat imajinatif dalam menulis kreatif. Dan ide dalam tulisan siswa belum berkembang sehingga banyak pengulangan dalam tulisan. Oleh karena itu, dalam mendorong kemampuan imajinasi siswa guru dapat mengoptimalkan penyajian pembelajaran menulis melalui metode pembelajaran yang inovatif.

Kedua, ketika bermain sosiodrama, siswa terlihat kurang aktif dalam memerankan perannya. Masih banyak siswa yang belum berani, belum bisa memerankan tokoh dengan baik, dan terlihat kaku saat bermain peran. Oleh karena itu, sebaiknya diadakan latihan-latihan secara matang sebelum sosiodrama dipentaskan. Guru dapat menjelaskan bagaimana proses pelaksanaan sosiodrama melalui peranan yang harus siswa lakukan, menetapkan pemilihan peran diantara siswa yang pantas serta pengaturan adegan dan kesiapan mental siswa.

Ketiga, untuk membiasakan siswa terampil dalam menulis kreatif, yaitu dengan mendorong imajinasi siswa dalam menulis. Salah satu cara agar imajinasi siswa muncul dalam menulis adalah dengan menggunakan metode pembelajaran sosiodrama berorientasi kecerdasan emosional. Metode ini dapat digunakan sebagai metode dalam pengajaran guna mengembangakan ide yang mendorong

154

Eli Hermawati, 2013

Penerapan Metode Sosiodrama Berorientasi Kecerdasan Emosional Dalam Meningkatkan

Kemampuan Menulis Kreatif Di Kelas 4 SD Negeri Sumanah Kecamatan Kalijati Kabupaten Subang Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

imajinasi siswa untuk mengekspresikan ke dalam bentuk tulisannya. Selain itu, metode ini dapat melatih siswa berpikir kritis.

154

Eli Hermawati, 2013

Penerapan Metode Sosiodrama Berorientasi Kecerdasan Emosional Dalam Meningkatkan

Kemampuan Menulis Kreatif Di Kelas 4 SD Negeri Sumanah Kecamatan Kalijati Kabupaten Subang Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Dokumen terkait