BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.5 Teknik Analisis Data
Setelah data terkumpul dan dicatat dalam kartu data serta diklasifikasikan secara sistematis sesuai dengan kepentingan penelitian dalam hal ini dibagi menjadi beberapa bentuk gestur, kemudian data dianalisis. Dalam menganalisis data, model interaktif oleh Miles, Huberman dan Saldana (2014). Miles, Huberman dan Saldana (2014) digunakan untuk mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas sehingga datanya jenuh.
Gambar 3.1 Teknik Analisis Data : Model Interaktif (Miles, Huberman, dan Saldana, 2014).
Berdasarkan gambar di atas dapat dijelaskan bahwa terdapat empat jenis kegiatan utama, dan analisis data merupakan proses siklus yang interaktif. Komponen-komponen analisis data model interaktif ini mencakup:
1) Pengumpulan data
Pengumpulan data sebagai proses yang dilakukan dengan mengumpulkan data dengan cara merekam kegiatan proses belajar mengajar pada dua guru bidang studi, yakni bidang studi Olahraga dan Kimia selama proses pembelajaran berlangsung, hal tersebut dilakukan berulang-ulang selama 1 bulan.
2) Kondensasi Data (Data Condensation)
Pada tahap ini, peneliti melakukan kondensasi data dengan cara : - Memilih :
Peneliti memilih gambar-gambar yang telah dipilih melalui video hasil rekaman pada saat guru mengajar dalam kelas sebagai fokus penelitian dan juga memilih ujaran yang sesuai dengan tujuan penelitian.
- Memfokuskan pada komponen multimodal khususnya interpersonal.
- Menyederhanakan : Koleksi
Data
Penyajian Data
Kondensasi Data
Kesimpulan
Peneliti menyederhanakan dua fokus penelitian ke dalam beberapa bagian, yaitu memberikan kode pada data, mencetak tebalkan data, memiringkannya dan membagi data. Contohnya gambar yang menunjukkan pesan fasial, gestural dan postural.
Kemudian ujaran yang digunakan oleh guru seperti ujaran deklaratif, interogatif dan imperatif.
- Mengabstraksi.
- Mentransformasi: tahap mentransformasi pada analisis data yaitu data berupa teks multimodal gestur guru mengajar dianalisis dengan teori multimodal yaitu untuk mengetahui bentuk interpersonal gestur guru mengajar dalam kelas di SMA N 1 Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang.
- Data hasil Kondensasi disajikan dalam bentuk gambar dan ujaran.
3) Penyajian Data
Penyajian data adalah sebuah pengorganisasian, penyatuan dari informasi yang memungkinkan penyimpulan dan aksi. Penyajian data membantu dalam memahami apa yang terjadi dan untuk melakukan sesuatu, termasuk analisis yang lebih mendalam atau mengambil aksi berdasarkan pemahaman. Miles, Hubermen dan Saldana (2014) paling sering digunakan dalam menyajikan data pada penelitian kualitatif. Adapun bentuk penyajian data pada penelitian ini dapat dilihat pada gambar berikut:
Di bawah ini dipaparkan bentuk pesan postural yang disampaikan pada mata pelajaran Olahraga.
Gambar 3.2 Pesan Postural yang digunakan oleh Guru Mata Pelajaran Olahraga.
Berdasarkan gambar 3.2 di atas, diketahui bahwa guru olahraga menggunakan pesan postural untuk menyampaikan mata pelajaran olahraga. Pada gambar tersebut di atas, guru berdiri untuk menerangkan pelajaran, kaki sebelah kiri agak dicondongkan ke depan yang menandakan adanya persiapan yang matang baik dari segi materi maupun fisik, sehingga diketahui bahwa guru bersemangat dalam mengajar.
4) Penarikan Kesimpulan
Sesuai dengan hakekat penelitian kualitatif, dari awal pengumpulan data, seorang penganalisis kualitatif mulai mencari arti benda-benda, mencatat keteraturan penjelasan, konfigurasi-konfigurasi yang mungkin, alur sebab-akibat, dan proposisi. Kesimpulan-kesimpulan final mungkin tidak muncul sampai pengumpulan data berakhir, terantung pada besarnya kumpulan-kumpulan pengkodeannya, penyimpanan, dan metode pencarian ulang yang digunakan, kecakapan peneliti, dan tuntutan-tuntutan pemberi dana.
BAB IV
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
4.1 Pendahuluan
Pada bab ini disajikan analisis data dan pembahasan mengenai gestur guru dan ujaran yang digunakan guru dalam kegiatan pembelajaran di SMA N 1 Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang yaitu apa bentuk gestur dan ujaran guru dalam kegiatan pembelajaran di SMA N 1 Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang, yaitu mengenai apa bentuk gestur dan ujaran yang digunakan, bagaimana realisasi gestur dan ujaran tersebut, dan mengapa guru menggunakan gestur dan fungsi ujaran seperti itu. Data dianalisis dengan menggunakan teori Multimodal Kress dan Leeuwen (2006). Adapun hasil analisis penelitian ini sebagai berikut.
4.1.1 Analisis Bentuk Gestur dan Ujaran Guru dalam Kegiatan Pembelajaran di SMA N 1 Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang.
Untuk menganalisis bentuk-bentuk gestur dan ujaran guru di SMA N 1 Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang dapat dilihat sebagai berikut:
4.1.1.1 Analisis Bentuk Gestur Guru
Bentuk gestur guru di SMA N 1 Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang, yaitu sebagai berikut:
Tabel 4.1
Bentuk Gestur Guru di SMA N 1 Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang.
No Bentuk Gestur
Guru Mata Pelajaran
Gambar Keterangan
1 Fasial Kimia Kaku dan membosankan.
Pesan fasial ditunjukkan melalui ekspresi wajah guru yang terlihat lesu dan kurang berminat dalam mengajar siswa pada proses belajar mengajar ini. Hal tersebut terlihat dari gestur guru yang mengomunikasikan pesan fasial melalui cara memandang siswa.
2 Fasial Kimia Tidak Bersemangat.
Guru mengekspresikan wajah yang sangat tidak bersemangat dalam menjelaskan materi. Mata agak sayup dan mulut tidak terlalu lebar terbuka, sehingga suara yang dihasilkan pun tidak seperti guru mengajar pada umumnya yaitu dengan suara yang lantang.
3 Fasial Olahraga Ragu.
Wajah guru mengekspresikan tingkat pengendalian guru terhadap pernyataan sendiri. Hal itu terlihat dari mata guru yang agak ditutup yang menandakan bahwa guru sedang berpikir tentang kata-kata yang tepat untuk disampaikan dan mulut agak terbuka yang menandakan bahwa guru sedang ragu-ragu memberikan arahan.
4 Fasial Olahraga Bersemangat.
Ekspresi wajah guru menyiratkan semangat dalam mengajar dengan wajah yang mengarah ke depan dan mata di kanan atau kiri dapat mendengarkan suara guru.
6 Fasial Kimia Membosankan.
Guru duduk tepat ditengah-tengah bagian depan. yang menandakan bahwa guru adil.
7 Fasial Kimia Membosankan.
Guru terlihat bersemangat dalam mengajar dengan wajah yang mengarah ke depan dan mata di fokuskan kepada siswa.
8 Postural Kimia Membosankan dan tidak menarik
Guru pada gambar ini menunjukkan bahwa posturnya tidak berubah. dari awal memasuki kelas, guru Kimia sudah duduk di depan kelas sambil memberikan materi pembelaran. Melihat gestur guru tersebut sehingga terkesan seperti mengungkapkan sikap yang tidak responsif dan dapat menyebabkan kebosanan.
9 Postural Kimia Kaku dan pasif
Guru pada gambar ini hanya duduk pada saat proses belajar mengajar berlangsung.
10 Postural Olahrga Bersemangat
Guru berdiri pada saat mengajar, kaki sebelah kiri agak di condongkan kedepan yang menandakan bahwa guru bersemangat dalam mengajar.
11 Postural Olahraga Lincah dan bersemangat
Sikap berdiri yang condong ke arah yang diajak bicara menunjukkan kesukaan dan penilaian positif
12 Gestural Kimia Membosankan
Guru berusaha menjelaskan materi dengan menggunakan tangan sebelah kiri, dan tangan satu lagi diletakkan pada buku mata pelajaran
13 Gestural Kimia Tidak menarik
Guru sedang menggunakan pesan gestural, yaitu berusaha menjelaskan mata pelajaran hanya dengan mulut yang di komat-kamitkan, tanpa ada dukungan dari bagian-bagian tubuh yang lain
14 Gestural Olahraga Bersemangat dan lincah
Guru pada gambar di samping berusaha menjelaskan materi dengan bantuan gerakan kaki, tangan dan kepala.
15 Gestural Olahraga Aktif dan menghidup kan suasana
Guru melakukan gerakan-gerakan yang dilakukan guru, yaitu : kaki kanan dan kaki kiri agar terbuka lebar dengan posisi kaki kanan maju selankah kedepan, tangan kanan disejajarkan dengan kaki kanan, sedangkan kaki dan tangan kiri sama-sama mundur kebelakang dan tangan di taruh pada pinggang belakang.
16 Gestural Olahraga Ceria
Gambar di samping adalah gambar guru yang mengunakan pesan Gestural yang ditunjukkan melalui jarak guru dengan siswa.
17 Gestural Olahraga aktif dan bersemangat
Guru berdiri dekat dengan siswa, sehingga siswa yang duduk dibagian belakang dapat melihat guru.
18 Postural Kimia Tidak menarik
Guru terlihat bersemangat dalam mengajar dengan wajah yang mengarah ke depan dan mata di fokuskan kepada siswa.
19 Gestural Olahraga Lincah, aktif dan bersemangat
Guru olahraga, yang mana guru olahraga menggunakan gerakan gestural
20 Gesural Olahraga Ragu
Guru olahraga, yang mana guru olahraga menggunakan gerakan gestural
Berdasarkan data di atas, diketahui bahwa kedua guru yang menjadi fokus dalam penelitian ini yaitu guru mata pelajaran Olahraga dan guru mata pelajaran Kimia menggunakan tiga jenis gestur. Adapun bentuk gestur guru berdasarkan tabel tersebut di atas, yaitu gestur guru berbentuk pesan fasial digunakan sebaganyak 7 kali, yaitu 5 kali digunakan oleh guru mata pelajaran Kimia dan 2 kali digunakan oleh guru mata pelajaran Olahraga, sedangkan bentuk gestur berbentuk pesan postural digunakan sebanyak 5 kali, yaitu 3 kali digunakan oleh guru mata pelajaran Kimia dan 2 kali digunakan oleh guru mata pelajaran Olahraga. Dan yang terakhir adalah bentuk gestur berbentuk pesan gestural. Gestur berbentuk pesan gestural digunakan sebanyak 8 kali, yaitu 2 kali digunakan oleh guru mata pelajaran Kimia dan 6 kali digunakan oleh guru mata pelajaran Olahraga.
4.1.1.2 Analisis Bentuk Ujaran Guru dalam Kegiatan Pembelajaran di SMA Negeri 1 Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang.
Bentuk ujaran guru di SMA N 1 Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang , yaitu sebagai berikut:
Tabel 4.2
Bentuk Ujaran Guru di SMA N 1 Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang.
No Ujaran Bentuk Ujaran dan Modus Sumber Data
Fungsi Ujaran Modus
P1 P2 P3 D In Im
1 Buka bukumu halaman dua belas, atom !
- - FUP3 MD - - Guru Kimia
2 Nah, kau lihat kemari ! - - FUP3 MD - - Guru Kimia
3 Untuk contoh-contohnya
9 Dia bisa membentuk ikatan rangkap satu.
FUP1 - - MD - - Guru Kimia
10 Dia bisa membentuk ikatan rangkap satu.
FUP1 - - MD - - Guru Kimia
11 Dia bisa membentuk ikatan rangkap tiga.
23 Jadi semua ikatan-ikatan di dalam ini diganti dengan C
26 Air itu fungsinya melakukan.
FUP1 - - MD - - Guru Kimia
27 Air itu adalah H2O. FUP1 - - MD - - Guru Kimia
28 Pelajaran kita pada hari ini materinya adalah karate.
mempraktekkan gerakan yang sudah saya praktekkan tadi?
Jumlah 42 1 7 47 1 2
Data di atas menunjukkan rekapitulasi bentuk fungsi ujaran guru yang digunakan oleh sumber data yaitu kedua guru yang menjadi fokus penelitian ini yaitu guru mata pelajaran kimia dan guru mata pelajaran Olahraga. Guru mata pelajaran Olahraga lebih banyak menggunakan ujaran dalam bentuk pernyataan bermodus deklaratif, yaitu sebanyak 43 kali sedangkan guru mata pelajaran kimia menggunakannya sebanyak 21 kali dan guru mata pelajaran Olahraga menggunakannya sebanyak 22 kali. Sedangkan fungsi ujaran perintah digunakan sebanyak 6 kali yaitu guru mata pelajaran kimia menggunakannya sebanyak 2 kali dan guru mata pelajaran Olahraga menggunakannya sebanyak 4 kali. dan yang terakhir ujaran pernyataan, yang hanya digunakan 1 kali yaitu oleh guru mata pelajaran Olahraga.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada diagram pie berikut, yaitu diagram Bentuk Fungsi Ujaran Guru dan Modus di SMA N 1 Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang.
42 FUP1
1 FUP2 7 FUP3
FUP1 FUP2 FUP3
Gambar 4.1 Diagram Ujaran Guru di SMA N 1 Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang.
Gambar 4.2 Diagram Modus Guru di SMA Negeri 1 Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang.
4.1.2 Analisis Realisasi Gestur dan Ujaran Guru dalam Kegiatan Pembelajaran di SMA N 1 Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang.
Bentuk gestur dan ujaran guru di SMA N 1 Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang kemudian yang dianalisis dengan menggunakan teori Kress dan Leeuwen (2006) dan teori Linguistik Fungsional Sistemik Oleh M.A.K. Halliday (1994) yaitu untuk menemukan realisasi keduanya. Berikut analisis realisasi gestur dan ujaran guru sebagai berikut:
4.1.2.1 Realisasi Gestur Guru Kimia dalam Bentuk Pesan Fasial
Di bawah ini dipaparkan bentuk pesan fasial yang disampaikan oleh guru mata pelajaran Kimia:
Bentuk Guru Gambar Interpretasi
47 Modus Deklaratif 1 Modus
Interogatif 2 Modus
Imperatif
Modus Deklaratif Modus Interogatif Modus Imperatif
Gestur Mata Pelajaran
Fasial Kimia Kaku dan
membosankan
Data di atas menunjukkan wajah guru menunjukkan wajah yang kurang bersemangat, hal ini ditandai dengan matanya yang agak sedikit tertutup namun cenderung melirik ke sebelah kanan dan mulut agak terbuka lebar. Siswa yang merespon juga terlihat seperti tidak serius mendengarkan pada saat guru menjelaskan di depan kelas.
Siswa perempuan pada gambar di atas menunjukkan respon negatif yaitu dengan posisi duduknya yang menyamping ke sebelah kanan dan kakinya hendak keluar dari bawah meja menunjukkan kebosanan terhadap guru. Sedangkan siswa laki-laki yang disebelah kanan terlihat seperti menghayal yang ditunjukkan melalui gesturnya memegang sebuah buku tulis.
Seharusnya sikap yang menunjukkan seseorang sedang fokus mendengarkan adalah dengan sikap duduk lurus ke depan dan tidak melakukan aktifitas lain.
Bentuk Gestur
Guru Mata Pelajaran
Gambar Interpretasi
Fasial Kimia Tidak Bersemangat
Data di atas menunjukkan guru yang sedang mengajar di depan kelas menunjukkan wajah yang kurang bersemangat, seperti ada tekanan yang terlihat dari mata guru. Mata guru pada gambar di atas seperti memelas meminta perhatian siswa. Selain itu pada gambar di atas, tangan sebelah kanan yang tadinya menulis tiba-tiba berhenti. Tidak ada semangat yang terpancar dari guru tersebut, sehingga siswa-siswa yang sedang diajarpun tidak ada yang merespon guru tersebut. Tidak ada power yang dapat membangkitkan semangat siswa dalam belajar.
Pernyataan wajah guru dapat menyebabkan masalah pada saat proses pembelajaran berlangsung. Misalnya pada saat guru mengekspresikan wajah datar. Ekspresi wajah datar tersebut sulit untuk didefenisikan oleh siswa, sehingga guru dapat dianggap kejam atau dingin oleh siswa.
Pada data di atas, guru tidak sepenuhnya mampu menguasai kelas, sehingga ketika mengajar guru cenderung hanya menggunakan pesan fasial dan mata pelajaran juga tidak tersampaikan dengan baik karena tidak adanya ketertarikan yang dimunculkan guru sehingga membuat siswa tidak memberikan respon positif. Sebaiknya guru tidak terlalu sering memasang wajah datar.
Di bawah ini dipaparkan bentuk pesan fasial yang disampaikan oleh guru mata pelajaran Olahraga.
Bentuk Gestur Guru Mata Pelajaran
Gambar Interpretasi
Fasial Olahraga Ragu
Data di atas menunjukkan guru Olahraga menggunakan pesan fasial, wajah guru tersebut mengekspresikan wajah serius, tidak ada senyum yang tersirat di wajah guru tersebut. Pesan fasial yang disampaikan oleh guru olahraga terlihat dari mata guru yang agak tertutup yang artinya bahwa guru sedang berpikir keras tentang kata-kata yang tepat untuk disampaikan kepada siswa dan mulut agak terbuka yang menandakan bahwa guru sedang ragu-ragu dalam memberikan komentar. Dengan ekspresi demikian, siswa memberikan respon yang berbeda-beda. Ada yang memberikan respon positif yaitu mendengarkan guru dengan baik, ada juga yang memberikan respon negatif, yaitu ketakutan dan muak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa wajah guru sangat memengaruhi tingkat keberhasilan proses belajar mengajar.
Siswa selalu memberikan perhatian utama kepada bagian wajah guru untuk mengetahui ekspresi wajah guru, karena ekspresi wajah guru menunjukkan keadaan emosi (perasaan) guru saat memasuki kelas. Kesan apa yang diterima oleh siswa ketika pertama kali melihat ekspresi wajah guru ketika masuk ke dalam kelas. Kesan pertama siswa terhadap ekspresi emosi guru ketika akan memulai pelajaran sangat penting bagi siswa karena akan menentukan respon siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran selanjutnya. Kesan pertama yang diperoleh siswa dari ekspresi wajah guru sejak masuk ke dalam kelas menimbulkan suatu persepsi bagaimana pembelajaran hari ini akan berjalan.
Ekspresi wajah tanpa senyum tidak disenangi oleh siswa karena menimbulkan berbagai perasaan yang tidak menyenangkan seperti rasa takut, rasa marah, merasa tidak percaya diri, guru pilih kasih dan rasa tidak nyaman (tertekan) dalam diri siswa. Respon yang paling banyak dari siswa adalah diam. Respon diam ini berarti siswa tidak mau bertanya, bersikap pasif dalam mengikuti pelajaran, tidak peduli terhadap kegiatan pembelajaran yang berlangsung atau bermain. Rasa tidak peduli sebagian siswa terhadap kegiatan pembelajaran disadari siswa dan siswa menghadapinya dengan tenang saja.
Bentuk Gestur
Guru Mata Pelajaran
Gambar Interpretasi
Fasial Olahraga Bersemangat
Data di atas menunjukkan guru mengajar dengan menggunakan pesan fasial dan gestural. Akan tetapi pada bagian ini yang dibahas adalah pesan fasial. Pesan fasial pada gambar ini, juga sama dengan pesan fasial pada gambar di atas, guru mengekspresikan ketegangan dan tidak ada senyum yang tersirat pada wajah guru. Dengan mata yang agak di sipitkan, guru tersebut membuat suasana menjadi sangat menegangkan, sehingga banyak siswa yang tidak tertarik pada mata pelajaran yang disampaikan. Hal itu terlihat dari pandangan siswa yang tidak terfokus kepada guru, ada yang sibuk dengan bukunya, bahkan ada siswa yang mengobrol dengan siswa lain. Dengan demikian, materi pelajaran pada gambar ini tidak tersampaikan dengan baik.
Ekspresi wajah guru sangat memengaruhi keberhasilan proses pembelajaran, sehingga seorang guru harus memberikan senyum kepada siswa untuk menghilangkan kemungkinan terjadinya kebosanan dan ketegangan dalam kelas. Guru yang menunjukkan wajah tanpa senyum menimbulkan mood yang dapat menghilangkan kegairahan siswa untuk mengikuti
pembelajaran saat itu. Siswa menjadi down, malas dan kurang semangat. Atmosfer atau suasana kelas menjadi tidak nyaman atau terasa tegang. Siswa tidak dapat memfokuskan perhatiannya pada materi tapi kepada gurunya karena kalau tidak hati-hati dalam berperilaku dapat membuat guru marah. Ini membuat siswa menarik diri dari keterlibatan dalam aktivitas pembelajaran atau diam. Diam juga tidak berarti siswa dengan serius mengikuti kegiatan pembelajaran tapi siswa dapat menjadi sangat kreatif menciptakan aktivitas-aktivitas yang tidak berhubungan dengan pelajaran.
Siswa tidak peduli bagaimana berjalannya pembelajaran hari itu, kemenarikan materi yang sedang dipelajari tidak ditemukan. Ekspresi wajah dan kontak mata yang dipergunakan oleh guru dalam pembelajaran di kelas memberikan peran dalam terbentuknya atmosfer yang kondusif bagi siswa ketika belajar. Ekspresi wajah senyum dan kontak mata yang menunjukkan perhatian kepada siswa membuat siswa merasa lega, bebas tekanan, merasa diperhatikan, yang membuat siswa senang mengikuti pelajaran dan pada materi yang sulit siswa menjadi merasa tidak sulit karena mempelajarinya dengan senang dan asyik.
Kemampuan guru untuk menyediakan a happy atmosphere jauh lebih penting dari pada segala teknik atau metode apa pun yang mungkin digunakan oleh guru.
Guru yang membawa a happy atmosphere secara tidak langsung akan membangun hubungan interpersonal yang kuat dengan para siswanya. Dengan demikian guru harus menyingkirkan segala ancaman dari suasana belajar.
Bentuk Guru Mata Gambar Interpretasi
Gestur Pelajaran
Fasial Kimia Membosan kan
Gambar pada data di atas adalah gambar guru yang mengunakan pesan Fasial yang ditunjukkan melalui jarak guru dengan siswa. Guru duduk tepat ditengah-tengah bagian depan. yang menandakan bahwa guru adil, agar siswa yang duduk disebalah kanan atau kiri dapat mendengarkan suara guru.
4.1.2.2 Gestur Guru Kimia dalam Bentuk Pesan Postural
Di bawah ini dipaparkan bentuk pesan postural yang disampaikan oleh guru mata pelajaran Kimia. Guru mengkomunikasikan sejumlah pesan dengan cara berjalan, berbicara, berdiri, dan duduk. Berdiri tegak tapi tidak kaku, condong sedikit kedepan menyatakan kepada orang lain bahwa siswa dapat didekati, menerima dengan ramah. Kedekatan interpersonal tercipta ketika guru dan siswa berhadapan satu sama lain. Berbicara dengan membalikan punggung atau melihat kelantai atau atap seharusnya dihindar karena menyatakan ketidaktarikan.
Bentuk Gestur
Guru Mata Pelajaran
Gambar Interpretasi
Postural Kimia Membosankan dan tidak menarik
Data di atas menunjukkan guru Kimia menggunakan pesan postural yaitu mengajar hanya dengan berbicara sambil duduk di depan kelas dan menggunakan tangan sebagai pendukung pesan postural. Apabila dilihat dari respon siswa pada gambar di atas, pesan postural pada gambar ini sangat tidak mendukung keberhasilan proses belajar mengajar.
Siswa-siswa tersebut terlihat tidak tertarik dengan dengan materi yang diajarkan guru. Tidak ada seorangpun siswa yang memerhatikan apa yang disampaikan guru di depan kelas, dan suasana kelas terkesan membosankan.
Pesan postural berkenaan dengan keseluruhan anggota badan dan salah satunya adalah responsiveness. Apabila gambar 4.5 di atas dikaitkan dengan penelitian ini, maka diketahui bahwa responsiveness di ungkapkan apabila guru bereaksi secara emosional pada kelas secara positif dan negatif. Apabila postur tubuh guru tidak berubah, maka guru mengungkapkan sikap yang tidak responsif dan tidak terjadi komunikasi timbal balik antara guru dengan siswa.
Bentuk Gestur
Guru Mata Pelajaran
Gambar Interpretasi
Postural Kimia Kaku dan pasif
Data di atas menunjukkan guru menggunakan pesan postural. Jika dilihat pada gambar sebelumnya, gambar guru pada pesan ini menunjukkan bahwa adanya ketegangan dalam kelas, terlihat dari postur guru yang sedang duduk di depan, dagu guru agak terangkat ke atas dan kedua tangan berada pada posisi sejajar.
Respon siswa pada gambar ini juga menunjukkan respon negatif karena adanya ketegangan dan tekanan yang disebabkan oleh wajah guru, dan postur guru. Padahal dalam proses pembelajaran, suasana harus di buat sedemikian rupa atau guru harus mampu menciptakan suasana yang damai tanpa tekanan.
Untuk mendapatkan proses belajar mengajar yang efektif pesan postural sangat dibutuhkan. Dengan adanya pesan postural tersebut guru dapat mengeskpresikan apa yang ingin disampaikan dengan berbagai cara agar suasana kelas tidak kaku. Guru diharuskan dapat membuat kelas menjadi nyaman agar murid tidak bosan untuk menerima pelajaran
Untuk mendapatkan proses belajar mengajar yang efektif pesan postural sangat dibutuhkan. Dengan adanya pesan postural tersebut guru dapat mengeskpresikan apa yang ingin disampaikan dengan berbagai cara agar suasana kelas tidak kaku. Guru diharuskan dapat membuat kelas menjadi nyaman agar murid tidak bosan untuk menerima pelajaran