BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.4 Teknik Analisis Data
Analisis data menurut Malaeong adalah sebagai proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data (Kriyantono, 2010:
167). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan perangkat lunak Statistical Package for the Social Science (SPSS) untuk menganalisis data. Teknik analisis data yang digunakan adalah sebagai berikut :
1. Analisis Tabel Tunggal
Analisis tabel tunggal merupakan suatu analisis yang dilakukan dengan membagi-bagikan variabel penelitian ke dalam kategori-kategori yang dilakukan atas dasar frekuensi.
Tabel tunggal merupakan langkah awal dalam menganalisa data yang terdiri dari dua kolom, yaitu sejumlah frekuensi dan kolom presentase untuk setiap kategori (Singarimbun, 2008: 273).
2. Analisis Tabel Silang
Analisis tabel silang merupakan teknik yang digunakan untuk menganalisis dan mengetahui variabel yang satu memiliki hubungan dengan variabel yang lainnya sehingga dapat diketahui apakah variabel tersebut positif atau negatif (Singarimbun, 2008: 273).
3. Uji Hipotesis
Uji hipotesis pada prinsipnya merupakan proses yang terus menerus karena ilmu merupakan suatu proses. Akan tetapi, di dalam menganalisis hasil uji hipotesis, ada pernyataan yang sebaiknya dihindari, yaitu "hipotesis telah terbukti" atau berupa kepastian final. Sebaiknya analisis dapat dibuat menjadi "data/temuan sesuai dengan/mendukung hipotesis" (Prasetyo &
Jannah, 2014: 78).
Dalam penelitian ini, pengujian hipotesis menggunakan rumus Spearman's Rho Rank-Order Correlation oleh Spearman untuk mencari hubungan antara komunikasi antar pribadi barista dengan pelanggan di Starbucks Coffee Focal Point Medan. Ada pun rumus korelasi Spearman adalah sebagai berikut:
6Σd = 1 -
n(n2 - 1) Keterangan :
: koefisien korelasi
1 : angka satu, bilangan konstan 6 : angka enam, bilangan konstan Σd : jumlah kuadrat selisih kedua ranking n : jumlah sampel
Spearman's Rho Rank-Order Correlation adalah metode untuk menganalisis data dan melihat hubungan antara variabel yang sebenarnya dengan skala ordinal (Eriyanto, 2011:363).
Untuk menentukan kekuatan hubungan dari hasil perhitungan di atas maka digunakan skala Guilford sebagai berikut (Kriyantono, 2006:169):
0 : tidak ada korelasi
<0,20 : korelasi rendah sekali 0,20 - 0,40 : korelasi rendah tapi pasti 0,41 - 0,70 : korelasi yang cukup berarti
0,71 - 0,90 : korelasi yang tinggi; kuat
0,91 - 1,00 : korelasi sangat tinggi; kuat sekali; dapat diandalkan 1 : korelasi sempurna
Berdasarkan nilai rho (rs), untuk mengetahui pengaruh variabel X terhadap variabel Y maka dilakukan uji determinasi (Kriyantono, 2006:169). Pada penelitian ini, uji determinasi dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh komunikasi antar pribadi barista dengan pelanggan terhadap citra perusahaan di Starbucks Coffee Focal Point Medan.
D = rs2 . 100%
Keterangan:
D : kekuatan determinan (kekuatan prediksi) rs : korelasi Spearman
BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Tahapan Pelaksanaan Penelitian
Dalam melaksanakan penelitian, peneliti memiliki beberapa tahapan mulai dari proses pengumpulan data sampai dengan analisis data. Tahap-tahap tersebut antara lain:
4.1.1 Pelaksanaan Pengumpulan Data
1. Langkah awal yang dilakukan oleh peneliti adalah memohon izin kepada bagian pendidikan FISIP USU untuk mengeluarkan surat izin penelitian. Adapun surat tersebut ditujukan kepada Manager Starbucks Coffee Focal Point Medan. Surat izin akan menerangkan bahwa peneliti resmi melaksanakan penelitian dari FISIP USU.
Hal ini bertujuan untuk kelancaran memperoleh data dari pelanggan di Starbucks Coffee Focal Point Medan.
2. Sembari menunggu surat izin dari bagian pendidikan FISIP USU, peneliti membuat konsep kuesioner dengan bantuan dari dosen pembimbing. Selain membuat konsep kuesioner, peneliti juga melakukan pendekatan non formal dengan Manajer Starbucks Coffee Focal Point Medan untuk mempermudah penelitian ke depannya.
3. Setelah surat izin selesai dan konsep kuesioner telah disetujui oleh dosen pembimbing, peneliti segera memberikan surat izin kepada Manajer Starbucks Coffee Focal Point Medan.
4. Pada bulan Desember 2016 sampai dengan Januari 2017, peneliti mengumpulkan data dengan cara menyebarkan kuesioner kepada pelanggan Starbucks Coffee Focal Point Medan. Kuesioner diberikan secara acak kepada pelanggan yang kebetulan ditemui pada hari tersebut. Peneliti mengumpulkan data pada sore hingga malam hari karena itulah saat Starbucks Coffee Focal Point Medan ramai dikunjungi oleh pelanggan.
Penelitian dilaksanakan selama ± tiga minggu.
5. Dalam pelaksanaannya, peneliti kesulitan menemukan pelanggan yang sesuai dengan karakteristik responden. Hal tersebut diakibatkan oleh waktu penelitian yang bertepatan dengan libur natal dan tahun baru, sehingga pelanggan merupakan pendatang dari luar kota. Pelanggan yang datang pada bulan Desember mayoritas mengunjungi Starbucks Coffee Focal Point Medan sebanyak kurang dari dua kali dalam sebulan. Jumlah tersebut membuat mereka tidak memenuhi karakteristik
responden yang telah ditentukan peneliti sebelumnya. Inilah alasan yang membuat waktu penelitian yang dibutuhkan cenderung lebih lama daripada harapan sebelumnya.
6. Setelah data-data mencukupi kebutuhan, peneliti mengolah data tersebut untuk menjadi acuan dalam penelitian ini. Pengolahan data terdiri dari beberapa proses, antara lain penomoran kuesioner, editing, pengkodean, inventarisasi tabel, tabulasi data, dan pengujian hipotesis.
4.1.2 Teknik Pengolahan Data
Peneliti melakukan pengolahan data dengan beberapa tahap. Adapun tahapan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Penomoran kuesioner
Penomoran kuesioner yaitu mengumpulkan kuesioner dan memberikan nomor urut pada setiap kuesioner yang telah diisi oleh responden sebagai tanda pengenal (01-97).
2. Editing
Editing yaitu proses pengeditan jawaban responden untuk memperjelas jawaban yang meragukan dan menghindari terjadinya kesalahan pengisian kotak kode yang telah disediakan.
3. Pengkodean
Pengkodean yaitu proses pemindahan jawaban-jawaban responden ke dalam kotak kode yang telah disediakan pada lembar kuesioner dalam bentuk angka (skor).
4. Inventarisasi tabel
Inventarisasi Variabel adalah data mentah yang diperoleh dimasukkan ke dalam lembar FC (Foltran Cobol) sehingga membuat seluruh data dalam satu kesatuan.
5. Tabulasi data
Tabulasi data yaitu memindahkan variabel responden yang sudah melalui pengkodean dan inventarisasi variabel kedalam kerangka tabel. Adapun kerangka tabel yang digunakan oleh peneliti terdiri atas tabel tunggal dan tabel silang. Selain disajikan dalam bentuk tabel, data juga dijelaskan dalam bentuk deskripsi teks untuk mempermudah pemahaman para pembaca.
6. Uji hipotesis
Pengujian hipotesis untuk mengetahui data mana yang dapat diterima atau ditolak.
Untuk mengukur tinggi rendahnya hubungan antar variabel digunakan rumus Spearmank Rank. Peneliti menggunakan perangkat lunak Statistical Package for the Social Science 18 (SPSS 18) dalam melakukan uji hipotesis ini.
4.2 Deskripsi Lokasi Penelitian 4.2.1 Sejarah Singkat Starbucks Coffee
Starbucks Coffee merupakan sebuah merek yang berasal dari Amerika Serikat. Sebuah gerai kopi yang pertama kali didirikan di Seattle, USA. Starbucks Coffee dikenal sebagai tempat bersantai dan bersosialisasi bagi masyarakat urban Amerika Serikat. Nama Starbucks diambil dari salah satu karakter dalam novel terkenal Moby Dick dengan logonya yang berupa putri duyung berekor dua yang biasa disebut Siren. Starbucks Coffee memiliki kantor pusat yang berada di Seattle, USA.
Starbucks Coffee merupakan sebuah perusahaan retail kopi yang menjual produk minuman espresso ala Italia, dimana mereka melakukan pembelian dan pemrosesan pada biji kopi secara khusus. Sehingga kopi yang dihasilkan tetap berkualitas baik. Semua jenis kopi yang ia produksi hanya dijual di toko retailnya yang tersebar di seluruh dunia. Hanya menu minuman Frappucino dikemas di dalam botol yang juga dijual di luar toko retail Starbucks. Minuman kemasan ini dijual di beberapa supermarket tertentu.
Starbucks Coffee didirikan pertama kali pada tahun 1971 di Seattle, USA. Awal mula perusahaan ini didirikan oleh 3 orang, yaitu Jeny Baldwin, Zey Siegel, dan Goredon Bowker.
Pada tahun 1982, Howard Schultz mulai bergabung dengan ketiga tokoh tersebut. Saat itu, Starbucks Coffee telah menjadi pengecer biji kopi lokal yang cukup ternama dan dihormati oleh warga sekitar Seattle. Perjalanan bisnis Howard Schultz ke Italia membuka matanya mengenai kekayaan tradisi meminum espresso di sana. Hal tersebutlah yang membuat Howard Schults memiliki visi untuk mengembangkan tradisi minum espresso di Seattle.
(http://www.starbucks.com/about-us/our-heritage)
Tahun 1985 Howard Schultz membuka jaringan II Giomale. Selanjutnya pada tahun 1987 Schultz membeli perusahaan Starbucks dengan dukungan investor-investor lokal. Store pertama yang menjual minuman espresso dibuka di Vancouver dan Chicago pada tahun 1987. Sejak saat itu, gerai Starbucks Coffee berkembang pesat di Amerika. Pada tahun 1996, Starbuck Coffee
melakukan ekspansi ke Asia. Gerai pertamanya di Asia dibuka di Tokyo, Jepang. Sejak saat itulah Starbucks Coffee berkembang pesat dengan membuka cabang toko retailnya hampir di seluruh belahan dunia. (http://www.starbucks.com/about-us/company-information)
Tidak hanya berdiri sendiri sebagai gerai kopi, tetapi Starbucks juga membuka gerai kopinya di tempat-tempat yang cukup strategis seperti di bandara, mall maupun hotel berbintang.
Hingga saat ini (2016), total gerai Starbucks Coffee mencapai 20.336 di 61 negara. Dari jumlah tersebut, 11.500 gerai terdapat di Amerika Serikat, sisanya tersebar di seluruh dunia termasuk Indonesia. Di Indonesia sendiri terdapat 188 gerai Starbucks.
Starbucks Experience merupakan sebuah pengalaman yang tidak hanya sekedar minum kopi di gerai Starbucks. Starbucks memberikan pengalaman minum kopi yang berbeda dari gerai kopi lainnya. Dari orang-orang yang ramah yang berada di gerai sampai musik-musik yang hanya bisa didengarkan ketika berada di gerai Starbucks. Disitulah istilah Starbucks Experience muncul.
Starbucks menawarkan pecinta kopi beberapa pilihan kopi dari seluruh dunia. Coffee buyer Starbucks sendiri pergi ke daerah-daerah penghasil kopi di Amerika Latin, Afrika/Arabian dan Asia Pasifik untuk memilih biji kopi arabika terbaik. Kemudian biji-biji kopi tersebut dipanggang oleh pemanggang biji kopi profesional Starbucks yang berusaha menciptakan keseimbangan pada setiap atribut rasa kopinya. Terciptalah Starbucks Roast yang berkualitas dan dikemas dengan wadah yang menarik sehingga dapat dinikmati oleh para pecinta kopi diseluruh seluruh dunia. (http://www.starbucks.com/about-us/our-heritage)
Sebagai tambahan, selain kopi yang berkualitas Starbucks juga menyediakan minuman-minuman, seperti the Tazo (teh celup premium), kue kering, salad dan sandwich yang berkualitas tinggi. Merchandise Starbucks termasuk mesin pembuat espresso dan kopi ekslusif, permen dan coklat unik, tumbler, dan barang-barang lainya yang berhubungan dengan kopi dan teh. Selain itu, musik telah menjadikan sesuatu yang penting bagi Starbucks sejak perusahaan ini didirikan.
Pada tahun 1995, Starbucks mulai menjual kompilasi-kompilasi yang mencakup berbagai jenis aliran musik seperti jazz, blues, folk dan word music.
Starbucks Coffee juga mendapatkan berbagai macam penghargaan, salah satunya adalah penghargaan sebagai perusahaan terbaik untuk bekerja. Selain itu, Starbucks Coffee juga memberikan miliaran kredit usaha bagi petani kopinya. Program tersebut bernama Shared Planet, dimana program tersebut merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan serta para petani kopi yang sangat berkontribusi dalam keberlangsungan perusahaan.
Pada tahun 1995, minuman campuran Frappuccino, sebuah minuman kopi yang creamy dengan es yang diremukkan, diperkenalkan dalam lini minuman Starbucks. Pada pertengaahan tahun 2004, Starbucks memperkenalkan Frappuccino Light minuman kopi campuran. Kopi campuran Frappuccino Light diciptakan sebagai respons atas permintaan konsumen untuk pilihan kopi campuran yang lebih ringan dengan rasa yang sama enaknya. Kopi campuran Frappuccino light memiliki 30-40% lebih sedikit kalori dari minuman kopi campuran Frappuccino original. (http://www.starbucks.com/about-us/company-information/timeline)
Di tahun 1996, Nort American Coffee Partnership, sebuah joint venture antara Starbucks dan Pepsi-Cola Co, mulai menjual minuman kopi campuran Starbucks Frappuccino botolan.
Pada tahun 2002, minuman kopi Starbucks DobleShot bergabung ke dalam deretan produk siap minum sebagai bagian dari joint venture tersebut. Saat ini, kopi Starbucks tersedia untuk konsumen-konsumen di supermarket-supermarket besar di dunia.
Pada oktober 1995, Starbucks Coffee dan Dreyer’s Grand ice cream membentuk sebuah joint venture untuk menyediakan lini es kopi super premiun. Pada Juli 1996, Starbucks menjadi merek es krim kopi No. 1 di Amerika Serikat. (http://www.starbucks.com/about-us/company-information/timeline)
Starbucks Coffee juga memiliki dedikasi yang tinggi dalam menyediakan tempat bekerja yang kondusif dan nyaman. Setiap partner (sebutan bagi karyawan Starbucks Coffee) baik yang bekerja secara full time maupun part time selalu berpartisipasi dalam program pelatihan ekstensif yang memberikan pengetahuan tentang kopi, produk dan komitmen untuk memberikan yang terbaik bagi pelanggan. Perusahaan menyadari adanya hubungan antara kesuksesan dengan kekuatan dan kehidupan tempat lingkungan beroperasi. Dalam segala tingkat organisasi, partner Starbucks berusaha untuk menjadi kontributor yang aktif dari lingkungan. Hal ini merupakan bagian dari budaya Starbucks Coffee.
Pada tahun 1997, didirikan The Starbucks Foundation dengan kontribusi awal dari sebagian hasil penjualan buku Howard Schultz “Pour Your Hear Into It”. Yayasan ini sebagian besar didukung oleh pembiayaan dari Starbucks dan kontribusi privat. Sejak awal, yayasan ini berhasil memiliki fokus untuk memperbaiki kehidupan generasi muda melalui pelajaran membaca dengan menggunakan program-program pendidikan nontradisional.
(http://www.starbucks.com/about-us)
Penjabaran diatas merupakan merupakan sejarah Starbucks Coffee secara global.
Sedangkan di Indonesia sendiri, PT. Sari Coffee Indonesia adalah pemegang hak tunggal untuk
memperkenalkan dan memasarkan Starbucks Coffee di Indonesia . Lisensi Starbucks Coffee yang di pegang PT. Sari Coffee Indonesia dapat di cabut oleh pemberi lisensi apabila tidak memenuhi persyaratan-persyaratan yang tertera pada kontrak menyangkut hak pendirian dan pengelolaan. Syarat-syarat tersebut meliputi standarisasi kualitas produk, pelayanan, kebersihan, penematan lokasi, desain ruangan, peralatan, yang digunakan, startegi pemasaran, laporan keuangan, dan pelatihan pegawai-pegawai yang bekerja di Starbucks Coffee. Khusus bahan dasar yang digunakan untuk semua produk Starbucks dan perlengkapan-perlengkapan gerai dari kursi, meja, hingga ornamen-ornamen di dinding harus diimpor dari Amerika. Bahan dasar yang tidak diimpor hanya susu dan air. Pemegang lisensi Starbucks minimal harus mendirikan 30 outlet dinegara tempat perusahaan beroperasi.
PT. Sari Coffee Indonesia merupakan anak perusahaan dari PT. Mitra Adi Perkasa. Pada tanggal 17 Mei 2002, Starbucks Coffee membuka gerai pertamanya di Indonesia. Gerai tersebut berlokasi di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat. Sejak saat itu, perkembangan pasar Starbucks Coffee di Indonesia melaju dengan pesat. Starbucks Coffee membuka gerai-gerainya di kota-kota besar di Indonesia, seperti di Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Medan, Bali dan Makassar.
Di Medan sendiri, Starbucks Coffee membuka gerainya di Hermes Place, Sun Plaza, Cambridge Mall, Mall Focal Point, Mall Centre Point, Bandara Kuala Namu, dan Merdeka Walk. Standar kualitas pelayanan dan produk tetaplah sama seperti standar di gerai Starbucks yang lainnya.
(http://www.starbucks.co.id/about-us/) 4.2.2 Visi dan Misi Starbucks Coffee
4.2.2.1 Visi
Visi utama Starbucks Coffee adalah menciptakan suatu lingkungan yang inklusif untuk semua orang dengan perbedaan-perbedaan individu mereka. Perbedaan-perbedaan ini meliputi hal-hal seperti usia, ras, suku, jenis kelamin, orientasi seksual, asal-usul kebangsaan, ketidakmampuan (cacat), pendidikan, status sosial ekonomi, perbedaan geografis dan kebudayaan.
Para partner (sebutan untuk barista yang bekerja di Starbucks), harus dapat menciptakan komunikasi yang efektif dengan para pelanggan maupun dengan para partner lainnya, menghargai perbedaan yang ada di dalam masing-masing individu, tanpa membeda-bedakannya. Hal tersebut akan membuat setiap pelanggan yang datang ke dalam Starbucks Coffee dapat merasakan atmosfir rumah ketiga.
(http://www.starbucks.co.id/about-us/mission-statement) 4.2.2.2 Misi
Beberapa misi Starbucks Coffee secara terperinci adalah sebagai berikut:
1. Menyediakan lingkungan kerja yang baik dan sehat serta menjaga sikap menghargai martabat sesama
2. Memahami dan peduli akan lingkungan hidup dan mengajarkannya kepada setiap partner
3. Untuk para petani kopi, Starbucks mengusahakan untuk memberikan harga yang sepadan (fair trade)
4. Menumbuhkan semangat dan menginspirasi setiap orang melalui satu cangkir kopi, beserta lingkungannya dalam satu waktu yang bersamaan.
Komitmen Starbucks Coffee terhadap lingkungan hidup diwujudkan dengan memberikan kebijakan untuk menggunakan cup kertas hanya untuk minuman take away.
Sedangkan untuk pelanggan yang membawa tempat minum sendiri (tumbler Starbucks) ketika membeli produk minuman maka akan mendapatkan diskon khusus.
(http://www.starbucks.co.id/about-us/mission-statement) 4.2.3 Produk Starbucks Coffee
Sebagai salah satu retail kopi yang ada di dunia, produk utama yang ditawarkan adalah kopi dengan berbagai variasi yang ada. Sejak bulan April 2011, Starbucks Coffee telah berganti logo dengan menghilangkan kata "coffee" di logo tersebut. Alasan utama pergantian logo ini adalah bahwa yang disuguhkan tidak hanya kopi melainkan terdapat salad, kue, salad, tumbler, gelas, dan merchandise Starbucks. Pergantian logo tersebut juga untuk memperluas pasar yang tidak terbatas hanya pada penikmat kopi.
Starbucks Coffee memiliki beberapa ukuran gelas/mug dan istilah untuk menyebutkan ukuran tersebut, yaitu short (275 ml), tall (354 ml), grande (473 ml), venti (591 ml). Jenis minuman yang ditawarkan Starbucks Coffee adalah sebagai berikut:
1. Coffee dan Espresso Classic
Kedua minuman ini memiliki nuansa kopi di dalamnya. Starbucks memiliki beberapa varian minuman bernuansa kopi, yaitu Espresso, Caffe Americano, dan Coffee Latte. Ketiga jenis kopi tersebut juga memiliki beberapa tambahan rasa, seperti vanilla, caramel, hazelnut, dan raspberry. Untuk kalangan peminum kopi pemula, Cappucino menjadi produk favoritnya. Coffee
Mocha, Caramel Machiato, dan Brewed Coffee menjadi jenis kopi tanpa tambahan rasa yang ditawarkan oleh Starbucks Coffee.
2. Minuman Dingin
Minuman dingin di Starbucks Coffee dikenal dengan sebutan Frappucino. Frappucino merupakan minuman ice blend yang bercitarasa kopi, coklat, teh maupun jus. Jus yang dimaksud bukanlah jus buah segar, melainkan berupa sirup dari ekstrak buah.
3. Tazo Tea
Selain kopi, coklat dan jus, Starbucks Coffee juga menyediakan berbagai macam pilihan teh.
Menu teh di Starbucks Coffee bernama Tazo Tea. Menu teh disini berupa teh celup yang siap seduh. Varian jenis dari Tazo Tea meliputi Chai Tazo Tea, English Breakfast Tea, Passion Tea, Zen Tea, Mint Blend, Earl Grey, Chamomile Blend, dan Vanilla Roiboos Tea.
Gambar 4.1. Ukuran Minuman di Starbucks Coffee (sumber: http://www.starbucks.co.id)
4.2.4 Struktur Starbucks Coffee Indonesia
Starbucks Coffee Indonesia berada di bawah manajemen PT Sari Coffee Indonesia yang merupakan pemegang tunggal lisence di Indonesia. PT Sari Coffee Indonesia merupakan unit bisnis dari PT Mitra Adi Perkasa Tbk, sebuah perusahaan besar pemegang beberapa perusahan retailer seperti Sogo, Planet Sports, Sport Stations, Burger King dan lainnya. Perincian struktur organisasi dari Starbucks Coffee Indonesia (http://www.starbucks.co.id/):
1. Director of PT Sari Coffee Indonesia
Tugas dan tanggung jawab dari director adalah memberikan bimbingan dan arahan pada masing-masing bagian dengan tujuan pelaksanaan tugas masing-masing bagian, sebagai penentu utama keputusan intern perusahaan yang mengarah pada seluruh kebijakan strategi dan
yang berada di bawah pimpinannya, dan mengawasi setiap kegiatan perusahaan dengan tujuan untuk perkembangan perusahaan.
2. Corporate Secretary and Law
Corporate secretary and law memiliki tugas untuk mengatur seluruh tanggung jawab usaha dan seluruh permasalahan yang berkaitan dengan legelisasi usaha.
3. Human Resource and Development Head
Human Resource and Development memiliki wewenang dalam program yang berkaitan dengan kepegawaian. Human Resource and Development Head memiliki tanggung jawab dalam mengawasi bagian-bagian, antara lain Training Development Head, Employment Manager,and Human Resource Administration.
4. Accounting Head
Accounting Head memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mengawasi serta mengatur keuangan perusahaan dan membuat laporan keuangan perusahaan setiap bulannya. Accounting head memiliki tanggung jawab langsung kepada direktur perusahaan. Accounting Head membawahi beberapa bagian, antara lain Accounting Manager dan Finance Manager.
5. General Relation Head
General Relation Head bertanggung jawab atas jegiatan yang berhubungan langsung dengan publik dan hal umum lainnya. Bagian ini berhubungan langsung serta membawahi Public Relations Manager. Fungsi dan tugas dari General Relation Head, antara lain membina hubungan baik dengan publik internal maupun eksternal terutama dengan pelanggan Starbucks Coffee, membangun dan mempertahankan citra positif dari perusahaan melalui hubungan yang harmonis antara perusahaan dengan media, melakukan kerja sama dengan pihak lain untuk melaksanakan program kerja yang ada di Starbucks Coffee, melakukan kegiatan yang tujuannya adalah menjaga hubungan baik dengan pihak publik, dan menjalankan kegiatan Corporate Social Responsibility serta bertanggung jawab penuh kepada perusahaan terhadap jalannya kegiatan tersebut.
6. Marketing and Promotion Head
Marketing and Promotion Head memiliki tanggung jawab atas seluruh kegiatan publisitas dan pemasaran perusahaan serta melaksanakan produk berdasarkan survei pasar. Bagian ini membawahi langsung Marketing and Communication Manager yang juga membawahi Operational Manager dan District Manager.
7. Information and Technology
Information and Technology bertanggung jawab atas kebutuhan dan pengembangan IT perusahaan serta tiap retail. Bagian ini membawahi IT Corporate Manager dan IT Retail manager.
8. Project and Property Head
Bagian ini bertanggung jawab dalam penyediaan dan pemeliharaan properti atau sarana dan prasarana pembangunan retal. Bagian ini membawahi Maintenance Manager, Retail Design Manager, dan Property Manager.
Gambar 4.2. Struktur Starbucks Coffee Indonesia (sumber: http://www.starbucks.co.id)
4.2.5. Struktur Starbucks Coffee Focal Point Medan
Starbucks Coffee Focal Point Medan juga merupakan salah satu cabang perusahaan yang berada di bawah manajemen PT Sari Coffee Indonesia yang memiliki struktur organisasi tersendiri agar dapat mencapai serta menjalankan aktivitas penjualan kepada masyarakat dengan baik. Sebagai perusahaan seperti yang lainnya, Starbucks Coffee Focal Point Medan memiliki struktur organisasi. Ada pun struktur organisasi tersebut adalah sebagai berikut:
1. Store Manager
Store manager merupakan orang yang bertanggung jawab atas kelancaran operasional cafe secara keseluruhan, pencapaian pendapatan penjualan serta bahan-bahan makanan dan minuman. Store Manager juga merupakan “role model” bagi karyawan lainnya seperti dalam