G. Teknik Pengumpulan Data
I. Teknik Analisis Data a. Uji prasyarat
Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan uji asumsi klasik dan uji hipotesis yang dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Uji normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk melihat penyimpangan frekuensi observasi distribusi gejala yang diteliti dari frekuensi teoritik kurva normal, atau dengan kata lain untuk mengetahui normal tidaknya sebaran skor variabel persepsi hukuman dengan kedisiplinan belajar. Uji normalitas sebaran data penelitian menggunakan teknik Kolmogrov– Smirnov Goodness of Fit Test. Suatu sebaran dikatakan normal apabila skor P lebih besar dari 0,05. Sebaliknya, suatu sebaran dikatakan tidak normal apabila skor P lebih kecil dari 0,05. Uji normalitas sebaran ini menggunakan bantuan program komputer Statistical Package For Science (SPSS) versi 19.0
Uji linearlitas dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang linear antara kedua variabel penelitian. Hubungan yang linear menggambarkan bahwa perubahan pada variabel prediktor akan cenderung diikuti oleh perubahan variabel kriterium dengan membentuk garis linear. Untuk menghitung lineritas bisa di lihat dari nilai pearson
correlation dan nilai signifikasi variable. Apabila signifikasi <0,05 maka
variable-varibel tersebut bisa di katakan linear.
3. Uji multikolinearitas
Uji multikolinearitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel bebas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas. Jika variabel bebas saling berkorelasi, maka variabel-variabel ini tidak ortogonal. Variabel ortogonal adalah variabel bebas (independen) yang nilai korelasi antar sesama variabel independen sama dengan nol.
Untuk menguji ada tidaknya multikolinearitas dalam suatu model regresi salah satunya adalah dengan melihat nilai tolerance dan lawannya, dan Variance Inflation Faktor (VIF). Toleran mengukur variabilitas
variabel bebas yang terpilih yang tidak dijelaskan oleh variabel bebas
lainnya. Jadi nilai tolerance yang rendah sama dengan nilai VIF tinggi
(karena VIF = 1/tolerance) dan menunjukkan adanya kolinearitas yang
tinggi. Dasar pengambilan keputusan adalah apabila nilai tolerance > 0,1
atau sama dengan nilai VIF < 10 berarti tidak ada multikolinearitas antar
4. Uji heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain.39 Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas. Uni menguji hiterokedastisitas di gunakanlah uji Park. Apabila dalam pengujian hasilnya tidak signifikan maka tidak terdapat heteroskedastisitas.
5. Uji autokolerasi
Autokolerasi adalah suatu korelasi antara nilai variabel dengan nilai variabel yang sama pada lag satu atau lebih sebelumnya. Misalnya pada variabel bebas X1data ke i berkorelasi dengan data ke i-1 atau i-2. Pengujian dilakukan dengan menggunakan uji Durbin Watson. Perhitungan dilakukan dengan ketentuan hipotesis dan rumusan uji statistik.
Hasil perhitungan Durbin Watson kemudian dibandingkan dengan nilai DW kritis pada tabel DW. Kemudian dilakukan penyimpulan apakah ada autokorelasi atau tidak ada autokorelasi yang ditandai dengan batas-batas atas (du) dan batas-batas bawah (dL). Jika nilai d berada di dalam
selang batas tersebut atau nilai d berada dalam selang 4 – du sampai dengan
4 – dL, maka tidak dapat disimpulkan apa-apa. Nilai d lebih besar dari 0
dan lebih kecil dari dL dikatakan ada autokorelasi positif. Jika 4 – dL< d <
4 dikatakan ada autokorelasi negatif. Sedangkan jika du< d 4 – du dikatakan
tidak ada autokorelasi.40
b. Uji hipotesis
Setelah dilakukan uji prasyarat berupa uji normalitas dan uji linearitas, selanjutnya dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan regresi linear berganda. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk melihat adanya pengaruh di antara variabel bebas terhadap variabel terikat yang dinyatakan dengan persamaan.41
1. Uji F (simultan)
Uji F-statistik atau F-hitung ini adalah pengujian yang bertujuan mengetahui apakah semua variabel independen yang masuk kedalam model secara simultan atau bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen.Menentukan F tabel dan F hitung dengan kepercayaan sebesar 95% atau taraf signifikan sebesar 5% (a=0,05)
Adapun kriteria pengujian uji F adalah sebagai berikut :
40Bambang Suharjo, 115.
41 Muhid, Abdul.Analisis Statistik (5 Langkah Praktis Analisis Statistik dengan SPSS for
1) Dengan membandingkan nilai Fhitung dengan Ftabel. Apabila Fhitung > Ftabel, maka H1 diterima. Berarti masing-masing varibel independen
secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap
variabel dependen.
2) Dengan membandingkan nilai Fhitung dengan Ftabel. Apabila Fhitung
< Ftabel, maka H1 ditolak, berarti masing-masing variabel independen
secara bersama-sama tidak mempunyai pengaruh yang signifikan
terhadap variabel dependen.
2. Uji t (parsial)
Uji t ini digunakan untuk mengetahui masing-masing sumbangan variabel bebas secara parsial terhadap variabel terikat, menggunakan uji masing-masing koefesien regresi variabel bebas apakah mempunyai pengaruh yang bermakna atau tidak terhadap variabel terikat.
Adapun kriteria pengujian uji T adalah sebagai berikut:
1) Jika signifikan < 0,05 Ho ditolak dan H1 diterima, berarti ada pengaruh signifikan variabel independen secara individual terhadap variabel dependen.
2) Jika signifikan > 0,05 maka Ho diterima dan H1 ditolak, berarti tidak ada pengaruh signifikan variabel independen secara individual terhadap variabel dependen.
BAB IV
HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Umum Objek Penelitian
1. Sejarah Bank Rakyat Indonesia Syariah
Berawal dari akuisisi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk., terhadap Bank Jasa Arta pada 19 Desember 2007 dan setelah mendapatkan izin dari Bank
Indonesia pada 16 Oktober 2008 melalui suratnya
o.10/67/KEP.GBI/DpG/2008, maka pada tanggal 17 November 2008 PT. Bank BRI Syariah secara resmi beroperasi. Kemudian PT. Bank BRI Syariah merubah kegiatan usaha yang semula beroperasional secara konvensional, kemudian diubah menjadi kegiatan perbankan berdasarkan prinsip syariah Islam.Dua tahun lebih PT. Bank BRI Syariah hadir mempersembahkan sebuah bank ritel modern terkemuka dengan layanan finansial sesuai kebutuhan nasabah dengan jangkauan termudah untuk kehidupan lebih bermakna. Melayani nasabah dengan pelayanan prima (service excellence) dan menawarkan beragam produk yang sesuai harapan nasabah dengan prinsip syariah. Kehadiran PT. Bank BRI Syariah di tengah-tengah industri perbankan nasional dipertegas oleh makna pendar cahaya yang mengikuti logo perusahaan. Logo ini menggambarkan keinginan dan tuntutan masyarakat terhadap sebuah bank modern sekelas PT. Bank BRI Syariah yang mampu melayani masyarakat dalam kehidupan modern. Kombinasi warna yang digunakan merupakan turunan dari warna biru dan putih sebagai benang merah
dengan brand PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk., Aktivitas PT. Bank BRI Syariah semakin kokoh setelah pada 19 Desember 2008 ditandatangani akta pemisahan Unit Usaha Syariah PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk., untuk melebur ke dalam PT. Bank BRI Syariah (proses spin off-) yang berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2009. Penandatanganan dilakukan oleh Bapak Sofyan Basir selaku Direktur Utama PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk., dan Bapak Ventje Rahardjo selaku Direktur Utama PT. Bank BRI Syariah. Saat ini PT. Bank BRI Syariah menjadi bank syariah ketiga terbesar berdasarkan aset. PT. Bank BRI Syariah tumbuh dengan pesat baik dari sisi aset, jumlah pembiayaan dan perolehan dana pihak ketiga. Dengan berfokus pada segmen menengah bawah, PT. Bank BRI Syariah menargetkan menjadi bank ritel modern terkemuka dengan berbagai ragam produk dan layanan perbankan. Sesuai dengan visinya, saat ini PT. Bank BRISyariah merintis sinergi dengan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk., dengan memanfaatkan jaringan kerja PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk., sebagai Kantor Layanan Syariah dalam mengembangkan bisnis yang berfokus kepada kegiatan penghimpunan dana masyarakat dan kegiatan konsumer berdasarkan prinsip Syariah.
2. Visi dan Misi
Menjadi bank ritel modern terkemuka dengan ragam layanan finansial sesuai kebutuhan nasabah dengan jangkauan termudah untuk kehidupan lebih bermakna.
Misi :
1.
Memahami keragaman individu dan mengakomodasi beragam kebutuhan finansial nasabah.2. Menyediakan produk dan layanan yang mengedepankan etika sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.
3. Menyediakan akses ternyaman melalui berbagai sarana kapan pun dan dimana pun.
4. Memungkinkan setiap individu untuk meningkatkan kualitas hidup dan menghadirkan ketenteraman pikiran.