BAB III METODOLOGI PENELITIAN
F. Teknik Keabsahan Data
Sesuai dengan jenis penelitian yaitu penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dengan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif.
Data yang terkumpul dianalisis langsung di lapangan dan setelah itu barulah dianalisis secara intensif, jika semua data yang dibutuhkan sudah terkumpul. Data di lapangan demi keabsahan data juga dilakukan analisis normatif terhadap data-data yang diambil dalam studi dokumenter. Untuk validnya data-data dilakukan pemeriksaan dengan teknik trianggulasi.
Teknik trianggulasi data adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau perbandingan terhadap data tersebut.82
Berdasarkan penelitian yang dilakukan maka teknik trianggulasi yang digunakan adalah trianggulasi sumber dan metode. Trianggulasi dengan sumber berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat berbeda dari berbagai sumber informasi.
Sedangkan trianggulasi metode berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu data.
BAB IV
HASIL PENELITIAN A. Temuan Umum
1. Deskripsi Nagari
a. Asal-usul Nagari Saok Laweh
81 Ibid., h. 332.
82 Ibid., h. 330.
lxxi
Berawal dari rasa keingin tahuan kami tentang asal muasal kenapa nagari yang berbatas dengan Kota Solok ini dinamakan “Saok Laweh” karena jika dilihat dari segi geografis, Saok Laweh bukanlah sebuah wilayah yang memiliki luas yang begitu besar, nagari Saok Laweh hanya memiliki luas 2.055 Ha yang terdiri dari area perumahan, perkebunan, pertanian, perikanan, peternakan dan jalan83.
Jika kita tinjau dari segi jumlah penduduk, penduduk nagari Saok Laweh hanyalah berjumlah sekitar lima ribuan jiwa dan sangat tidak mungkin kalau Saok Laweh yang termasuk wilayah Kubuang Tigo Baleh ini memiliki penduduk yang paling banyak dibanding nagari yang lain. Dengan berbagai perumpamaan dan kemungkinan-kemungkinan yang muncul dari pemikiran kami, maka kami memutuskan untuk mencari cerita yang sebenarnya. Kami mengunjungi dan menanyakan kepada orang tua-tua dinagari yang berkemungkinan mereka tahu tentang sejarah nagari Saok Laweh ini.
Akhirnya kami mendapat nara sumber dan kami langsung menanyakan kepada beliau yang tidak bersedia disebutkan namanya.
Beliau mulai menceritakan sejarah nagari Saok Laweh.
Pada zaman dahulu penduduk yang mendiami daerah ini mayoritas mempunyai mata pencaharian sebagai petani dan perkebun.
Dalam melakukan penggarapan lahan mereka cenderung melakukannya secara bergotong-royong karena pepatah minang yang berbunyi “Barek Samo Dipikua Ringan Samo Dijinjiang” masih
83 Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nagari Saok Laweh Tahun 2014-2019,Arsip Nagari , h,. 3
lxxii
berlaku dalam kehidupan masyarakat dan telah menjadi kebiasaan bagi mereka, tanpa diumumkan kepada kalayak ramai masyarakat sudah berkumpul ditempat lahan yang akan digarap. Partisipasi antar sesama sangatlah tinggi dan sikap senasib sepenanggungan sangat dirasakan oleh masyarakat saat itu.
Setelah mereka selesai menggarap lahan mereka beristirahat sejenak diperbukitan. Karena secara geografis daerah ini terletak dilereng berupa perbukitan. Disana mereka bisa bercanda bergurau satu sama lain untuk menghilangkan penat sejenak . mereka bisa saja membahas tentang hasil panen tahun ini apakah ada peningkatan atau tidak, atau jenis tanaman yang akan ditanam setelah panen ini atau bisa jadi memperbincangkan masalah ada istiadat yang berlaku saat itu dan masalah masalah lainnya84.
Entah dari mana sumbernya salah seorang diantara mereka memperhatikan tempat dimana dia duduk sambil melihat kearah bawah, sejauh mata memandang hamparan luas ladang luas sekali.
Kata ladang atau perladangan diartikan sama dengan istilah “Sasok”
dan daerah sasok yang luas diartikan sebagai “Laweh” sehingga timbulah kesimpulan serta kesepakatan bagi mereka yang hadir saat itu yang terdiri dari orang orang tua-tua dan dituakan dimasyarakat memberi nama wilayah tersebut “Sasok Laweh” yang artinya perladangan yang luas.
84 Ibid., h. 4
lxxiii
Namun terdapat perbedaan dalam penyampaian kata-kata ada satu huruf yang hilang dan hal ini tidak dijadikan masalah bagi masyarakat karena tidak merubah arti dari kata-kata tersebut, kata itulah yang dsampaikan sampai saat sekarang yakni “Saok Laweh”
b. Visi dan Misi Nagari Saok Laweh 1) Visi Nagari Saok Laweh
Menjadikan Nagari Saok Laweh Menjadi Nagari Yang Terbaik Berlandaskan Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah (ASBK)
2) Misi Nagri Saok Laweh
a) Melakukan pembinaan dibidang keagamaan b) Melaksanakan wirid rutin disetiap dan surau
c) Melaksanakan kegiatan belajar memaknai kandungan Al-qur an d) Melaksanakan pelatihan ibadah
e) Meningkatkan silaturrahmi antar “Tungku Tigo Sajarangan-Tali Tigo Sapilin”
f) Melakukan pembinaan dibidang adat istiadat
g) Melaksanakan kegiatan belajar pidato adat bagi generasi muda h) Melaksanakan kegiatan pengajian adat/rapat disetiap suku i) Mengoptimalisasikan dan meningkatkan pelayanan terhadap
masyarakat dengan prinsip adil dan merata j) Meningkatkan mutu pertanian
lxxiv k) Melasakan pembinaan keolahragaan85 c. Kondisi Geografis Nagari
Nagari Saok Laweh adalah nagari yang memiliki jumlah penduduk 5.244 jiwa. Dengan jumlah KK 1.328 KK, jumlah laki-laki 2.614 jiwa dan jumlah perempuan 2.630 jiwa86, nagari Saok Laweh merupakan salah satu nagari yang ada dikecamatan Kubung, terletak disebelah utara dari pusat pemerintahan Kabupaten Solok dengan ketinggian 450 M dari permukaan laut, suhu/iklim berkisar 200-270C, luas daerah 2.055 Ha dengan topografi sesuai rata-rata berikut:
1) Letak Wilayah
8 KM dari pusat Kecamatan 28 KM dari pusat Kabupaten 60 KM dari pusat Profinsi 2) Batas Wilayah
Sebelah utara berbatas dengan : Nagari Guguak Sarai Sebelah selatan berbatas dengan : Nagari Gauang Sebelah barat berbatas dengan : Kota Solok
3) Luas Wilayah
85 Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ)Akhir Tahun Anggaran 2013, Arsip Nagari, h. 13
86 Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nagari Saok Laweh Tahun 2014, Op Cit., h. 11
lxxv
Luas wilayah nagari Saok Laweh 2.055 Ha yang terdiri dari lahan, persawahan, perladangan, perumahan, kolam, lapangan, pakuburan, hutan dan sebagian terdapat lahan yang belum diolah87. d. Periode Kepemimpinan Nagari saok Laweh
No Periode Nama Wali Nagari Keterangan
1 Sebelum tahun 1939 Mancik Dt. Marajo Wali Nagari 2 1939-1943 Hakim Dt. Gampo Malangik Wali Nagari
3 1944-1945 Umar Rangkayo Basa Wali Nagari
4 1946-1959 Mak Sinis P. Sati Wali Luar
5 1946-1959 Martini Panghulu Kayo Wali Dalam
6 1960-1964 HM. Mawardi Rj. Bandaro Wali Nagari 7 1964 (3 Bulan) Ridwan Malin Batuah Wali Nagari
8 1965-1983 Martini Pkh. Majo Kayo Wali Nagari
Pemerintah Nagari Menjadi pemerintahan
9 1983-1991 Anwar bey Kades jambu
10 1983-1991 Ruspin Rj. Mudo Kades bulakan
11 1983-1991 Amir Rky. Bungsu Kades P.Baruah
12 1983-1991 Boer Rky. Basa Kades Bingkuang
13 1983-1991 Siri Kades Rangeh
14 1983-1991 Zubir Pito Kayo Kades M. Usang
15 1983-1991 Zulhanudin Kades Sawah Ilia
Penciutan desa Menjadi 3 desa
16 1991-2000 Ruspin Rj.Mudo Kades Tangah Koto
17 2000-2001 Bustam Ml. Mancayo Kades Tangah Koto
18 1991-1998 Hasan Basri Kades Kapalo Koto
87 Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ)Akhir Tahun Anggaran 2013, Arsip Nagari, h. 5
lxxvi
19 1998-2001 Zubir Ml. Kulisa Kades Kapalo Koto
20 1991-1998 Zulhanudi Kades B. Tanjuang
21 1998-1999 Syaril Kali Batuah Kades B. Tanjuang
22 1999-2001 Nur Asni PJS
23 2001-2007 Yufnir Ml. Muhammad Wali Nagari
24 2007-2013 Jozerizal Dt. Muncak Wali Nagari
25 2013-2019 Irwin Saputra Wali Nagari88
e. Banyak Mesjid dan Surau Yang Aktif Dijorong Bungo Tanjuang
No Nama Mesjid/Surau Ket
1 Mesjid Taqwa Aktif
2 Surau Bawah Bungo Aktif 3 Musholah Nur Ikhwan Aktif
4 Musala Parak Kede Aktif
5 Surau Mujahid Lekok Aktif 6 Surau Tanjung Medan Aktif89
88 RPJM, Op Cit., h. 5
89 Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ)Akhir Tahun Anggaran 2013, Op.,Cit., h. 5
lxxvii B. Temuan Khusus
Genersai muda merupakan generasi yang akan melanjutkan Islam kedepannya artinya baik buruk Islam kedepan itu tergantantung kepada generasi muda, agar terwujudnya generasi muda yang berkwalitas maka aspek yang perlu diberi adalah pembinaan terhadap akhlak generasi muda.
Mubaligh memiliki peranan penting dalam pembinaan akhlak remaja yang Islami djorong Bungo Tanjuang Nagari Saok Laweh Kecamatan Kubung Kabupaten Solok. Oleh karena itu penulis melakukan penelitian di Jorong Bungo Tanjuang Nagari Saok Laweh Kecamatan Kubung Kabupaten Solok.
1. Peranan Mubaligh dalam Membina Akhlak Remaja di Jorong Bungo Tanjuang Nagari Saok Laweh Kecamatan Kubung Kabupaten Solok
Untuk mengetahui peranan mubaligh dalam membina akhlak remaja di Jorong Bungo Tanjuang Nagari Saok Laweh Kecamatan Kubung Kabupaten Solok maka penulis melakukan wawancara dengan salah seorang mubaligh yang berada Dijorong Bungo Tanjuang.
Apakah bapak sudah melakukan pembinaan terhadap akhlak remaja di Jorong Bungo Tanjuang Nagari Saok Laweh Kecamatan Kubung Kabupaten Solok, sesuai dengan observasi penulis tanggal 5 maret mubaligh telah melakukan pembinaan terhadap remaja di Jorong Bungo Tanjuang Nagari Saok Laweh Kecamatan Kubung Kabupaten Solok, penulis melihat mubaligh melakukan pembinaan di Mesjid, Surau dan jika remaja melakukan kesalahan mubaligh menegur langsung dimana remaja melakukan kesalahan, sebagaimana juga dinyatakan oleh salah seorang mubaligh, beliau menyatakan:
lxxviii
“Saya sudah melakukan pembinaan terhadap akhlak remaja dijorong Bungo Tanjuang, dimana saya melakukan pembinaan terhadap remaja di Mesjid, Surau dan saya menegur dan memberi nasehat langsung jika remaja melakukan kesalahan. Pembinaan secara khusus memamang belum ada”90
Berdasarkan wawancara penulis dengan mubaligh, mubaligh telah melakukan pembinaan terhadap remaja, yakninya disurau, mesjid dan mubaligh menegur langsung dan memberi nasehat jika remaja melakukan kesalahan, kalau pembinaan secara khusus memang belum ada. Hal yang senada juga dinyatakan oleh salah seorang mubaligh dari Jorong Bungo Tanjuang, beliau menyatakan,
“Kami telah melakukan pembinaan terhadap akhlak generasi muda di Jorong Bungo Tanjuang, tapi mungkin belum sempurna, dengan pembuktian, akhlak remaja masih jauh dari aturan agama. Bahkan kami telah mengadakan wirid remaja namun tidak berjalan begitu lama” 91
Berdasarkan wawancara penulis dengan mubaligh mubaligh telah melakukan pembinaan, namun belum terlaksana secara optimal, Kemudian penulis juga mewawancarai kepala Jorong Bungo Tanjuang, beliau menyatakan bahwa,
“Mubaligh telah melakukan pembinaan terhadap akhlak remaja di Jorong Bungo Tanjuang, saya melihat mubaligh melakukan pembinaan di Surau, Mesjid bahkan saya juga melihat mubaligh menegur dan memberi nasehat jika remaja melakukan kesalahan” 92
Berdasarkan wawancara penulis dengan kepala Jorong Bungo Tanjuang disimpulkan bahwa mubaligh telah melakukan pembinaan terhadap remaja di Jorong Bungo Tanjuang Nagari Saok Laweh, bahkan
90 Khairul Malin Pono, Mubaligh Jorong Bungo Tanjuang Nagari Saok Laweh, Wawancara Langsung, 14 April 2015.
91 Acin Marah Sutan, Mubaligh Jorong Bungo Tanjuang Nagari Saok Laweh, Wawancara Langsung, 12 April 2015
92 Aryosi Siska Akam, Kepala Jorong Bungo Tanjuang Nagari Saok Laweh, Wawancara Langsung, 13 April 2015
lxxix
bahkan menegur remaja yang melakukan kesalahan dan memberikan nasehat kepada remaja tersebut.
Sesuai dengan observasi penulis Jum’at, 20 Februari 2015 penulis melihat remaja ditegur langsung oleh mubaligh setelah salat jum’at karena remaja berbicara saat salat jum’at di Mesjid Taqwa Jorong Bungo Tanjuang Nagari Saok Laweh Kecamatan Kubung Kabupaten Solok.
Penulis juga mewawancarai ketua Majelis Ulama Nagari Saok Kecamatan Kubung Kabupaten Solok, beliau menyatakan:
“Saya melihat mubaligh telah melakukan pembinaan terhadap akhlak remaja di Jorong Bungo Tanjuang Nagari Saok Laweh Kecamatan Kubung Kabupaten Solok, saya melihat mubaligh melakukan pembinaan di Surau, Mesjid dan mubaligh menegur langsung jika terjadi kesalahan pada remaja, namun mungkin usaha itu belum begitu berhasil karena masih banyak kenakalan remaja di Jorong Bungo Tanjuang Nagari Saok Laweh Kecamatan Kubung Kabupaten Solok, namun kalau pembinaan secara khusus memang belum ada direncanakan oleh Majelis Ulama Nagari Saok Laweh”93
Berdasarkan wawancara penulis dengan ketua Majelis Ulama Nagari Saok Laweh mubaligh telah melakukan pembinaan terhadap remaja, keterangan Ketua Majelis Ulama mubaligh melakukan pembinaan tersebut di Surau, Mesjid dan mubaligh juga menegur langsung jika remaja melakukan kesalahan, Ketua Majelis Ulama Nagari Saok Laweh juga menyatakan kalau pembinaan secara khusus memang belum ada direncanakan oleh Majelis Ulama Nagari Saok Laweh.
Hal yang senada juga dituturkan oleh Wali Nagari Saok Laweh Kecamatan Kubung Kabupaten Solok,
93 Zulkarnaini, Ketua Majelis Ulama Nagari Saok Laweh, Wawancara Langsung, 11 April 2015
lxxx
“Mubaligh telah melaksanakan pembinaan remaja di Jorong Bungo Tanjuang Nagari Saok Laweh Kecamatan Kubung Kabupaten Solok, yang mana mubaligh melakukan pembinaan tersebut di Surau, Mesjid dan mubaligh menegur langsung remaja yang melakukan kesalahan ditempat mereka melakukan kesalahan tersebut, bahkan dipanggil dan diberikan nasehat dengan bijaksana guna agar perbuatannya tidak diulangi lagi dikemudian hari, namun pembinaan secara khusus dari MUN belum ada”94
Berdasarkan wawancara penulis dengan Wali Nagari Saok Laweh Kecamatan Kubung Kabupaten Solok dapat disimpulkan bahwa mubaligh telah melakukan pembinaan terhadap remaja di Jorong Bungo Tanjuang, mubaligh melakukan pembinaan tersebut di surau, mesjid dan mubaligh menegur langsung remaja dan memberikan nasehat kepada remaja yang melakukan kesalahan tersebut.
Kemudian penulis juga mewawancarai remaja yang berada di Jorong Bungo Tanjuang Nagari Saok Laweh Kecamatan Kubung Kabupaten Solok, mereka menyatakan :
“Mubaligh telah melakukan pembinaan terhadap remaja di Jorong Bungo Tanjuang Nagari Saok Laweh Kecamatan Kubung Kabupaten Solok, yang mana kami dibina di Surau, Mesjid bahkan kami ditegur sa’at kami melakukan kesalahan”95
Berdasarkan wawancara penulis dengan remaja mubaligh melakukan pembinaan di surau mesjid dan remaja tersebut juga menyatakan bahwa mereka ditegur saat melakukan kesalahan dan diberikan nasehat agar tidak diulangi lagi kesalahan yang sama.
Hal yang senada juga disampaikan oleh salah seorang dari remaja Jorong Bungo Tanjuang Nagari Saok Laweh Kecamatan Kubung Kabupaten Solok, mereka menyatakan:
94 Irwin Saputra, Walinagari Saok Laweh, Wawancara Langsung, 17 April 2015
95 Yogi Marta Okvin, Remaja Usia Sekolah Jorong Bungo Tanjuang, Wawancara Langsung ,16 April 2015
lxxxi
“Mubaligh telah melakukan pembinaan terhadap akhlak remaja, saya juga mengikuti pembinaan yang di lakukan oleh mubaligh, mubaligh melakukan pembinaan tersebut di surau, mesjid dan saya juga pernah ditegur langsung oleh mubaligh saat saya berbuat salah saat saya membantah kata-kata orang tua dirumah, waktu itu ada salah seorang dari mubaligh lewat didepan rumah saya”96
Kesimpulan yang dapat dipetik pada wawancara ini adalah mubaligh sudah melakukan pembinaan terhadap akhlak remaja di Jorong Bungo Tanjuang Nagari Saok Laweh Kecamatan Kubung Kabupaten Solok, yang mana mubaligh melakukan pembinaan tersebut di surau, mesjid bahkan mubaligh menegur langsung remaja yang melakukan kesalahan dan memberikan nasehat kepada remaja tersebut agar remaja tersebut tidak mengulagi perbuatan yang telah dilakukannya dikemudian hari.
2. Metode Pembinaan Akhlak Remaja di Jorong Bungo Tanjuang Nagari Saok Laweh Kecamatan Kubung Kabupaten Solok.
Metode merupakan suatu hal yang terpenting dalam penyampaian dakwah, jika metodenya kurang pas maka sulit tujuan akan tercapai, untuk mengetahui metode yang digunakan oleh mubaligh dalam membina akhlak remaja di Jorong Bungo Tanjuang maka penulis melakukan wawancara dengan beberapa orang mubaligh, beliau menyatakan:
“Metode yang kami gunakan dalam pembinaan akhlak di Jorong Bungo Tanjuang yaitu metode ceramah, disampaikan di Surau dengan dan dilihat aplikasinya di lapangan, jika pengaplikasiannya tidak sesuai maka kami menegur langsung dan diberikan nasehat agar apa yang disampaikan jadikan sebagai pedoman dalam kehidupannya, dan tidak mengulangi kesalahan yang diperbuat”97
96 Bima Reza Saputra, Remaja Usia Sekolah Jorong Bungo Tanjuang, Wawancara Langsung ,6 April 2015
97 Albernis, Mubaligh Jorong Bungo Tanjuang Nagari Saok Laweh, Wawancara Langsung, 16 April 2015
lxxxii
Berdasarkan wawancara penulis dengan mubaligh maka dapat disimpulkan bahwa mubaligh menggunakan metode ceramah dalam melakukan pembinaan terhadap akhlak remaja di jorong bungo tanjuang nagari saok laweh kecamatan kubung kabupaten solok dan mubaligfh juga menegur langsung jika terjadi kesalahan dilapangan dan diberikan pencerahan atau nasehat kepada remaja yang bersangkutan.
Sesuai dengan observasi penulis pada hari selasa 24 februari 2015 jam 19.30 WIB di Mesjid Taqwa Jorong Bungo Tanjuang Nagari Saok Laweh Kecamatan Kubung Kabupaten Solok mubaligh menyampaikan materi dengan cara berceramah dihadapan remaja.
Hal yang senada juga disampaikan oleh salah seorang mubaligh yang berada di Jorong Bungo Tanjuang, beliau menyatakan:
“Metode yang kami gunakan dalam pembinaan akhlak remaja usia sekolah adalah dengan metode ceramah, dengan metode bimbingan, menasehati, dan menegur apabila ada kesalahan yang mereka perbuat baik dirumah maupun ditempat keramaian seperti mesjid, surau dll”98
Berdasarkan wawancara penulis dengan mubaligh dapat diambil kesimpulan metode yang digunakan adalah metode ceramah, metode membimbing langsung, dan mereka juga menggunakan metode menegur apabila terjadi kesalahan pada remaja. Hal yang sama juga disampaikan oleh salah seorang dari mubaligh, beliau menyatakan:
“Metode yang saya gunakan dalam pembinaan akhlak remaja adalah metode ceramah, dan saya langsung membimbing bagaimana cara penerapan apa yang saya sampaikan, jika saya menemukan kesalahan pada remaja saya memberikan pencerahan atau memberi nasehat kepada mereka, agar mereka tidak mengulangi hal yang sama dikemudian hari”99
98 Khairul Malin Pono, Mubaligh Jorong Bungo Tanjuang Nagari Saok Laweh, Wawancara Langsung, 14 April 2015
99 Acin marah sutan, Mubaligh Jorong Bungo Tanjuang Nagari Saok Laweh, Wawancara Langsung, 12 April 2015
lxxxiii
Metode yang dipakai mubaligh dalam membina akhlak remaja di Jorong Bungo Tanjuang menggunakan metode ceramah, bimbingan meneguran langsung lalu dinasehati agar kesalahan yang sama tidak terulang, penulis juga mewawancarai remaja, remaja tersebut juga mengakui pernah ditegur oleh salah seorang dari mubaligh, mereka menyatakan:
“Saya pernah ditegur oleh mubaligh dijorong Bungo Tanjuang Nagari Saok Laweh saat saya berkata kurang sopan terhadap orang tua dan saya diberi nasehat bagaimana cara menghormati orang yang lebih tua dan saya juga di kasih tahu apa hukumannya orang yang tidak sopan terhadap orang tua”100
Berdasarkan wawancara dengan remaja dapat diambil kesimpulan bahwa remaja ini pernah ditegur oleh salah seorang mubaligh saat berkata tidak sopan terhadap orang yang lebih tua, dan mubaligh memberikan nasehat yang membangun agar remaja tidak mengulangi perbuatan tersebut.
Sesuai dengan observasi penulis pada hari Jum’at 20 Februari 2015 siap salat Jum’at, remaja ditegur karena berbicara saat khatib berceramah di dalam salat Jum’at sehingga mubaligh memanggil remaja tersebut dan di berikan penjelasan tentang salat Jum’at.
Hal yang senada juga disampaikan oleh salah seorang remaja sa’at mereka melakukan kesalahan ditempat keramaian, mereka menyatakan:
“Saya pernah ditegur sa’at saya meminum-minuman keras, kebetulan beliau lewat sa’at saya sedang minum, beliau mengetahui kami meminum minuman keras, kemudian beliau memanggil kami, dan
100 Muhammad Ikbal, Remaja Jorong Bungo Tanjuang Nagari Saok Laweh, Wawancara Langsung, 9 April 2015
lxxxiv
memberikan nasehat kepada kami tentang, akibat dan larangan meminum minuman keras dalam agama Islam”101
Berdasarkan wawancara penulis dengan remaja dapat disimpulkan bahwa mubaligh mubaligh pernah menegur segerobolan remaja yang sedang meminum minuman keras dan mmberikan peringatan dan pengajaran kepada remaja tersebut tentang akibat dan larangan meminum minuman keras.
Hal yang serupa juga diungkapkan oleh salah seorang dari remaja Jorong Bungo Tanjuang Nagari Saok Laweh, dia menyatakan:
“Saya pernah ditegur oleh Mubaligh duduk santai di belakang orang salat sa’at shalat tawih di Mesjid, kebetulan beliau terlambat datang, kemudian beliau memanggil kami, beliau menegur dan memberi nasehat kepada kami tentang orang yang tidak shalat dan orang yang mengganggu orang shalat”102
Berdasarkan wawancara penulis dapat disimpulkan bahwa metode yang digunakan oleh mubaligh dalam membina akhlak remaja di Jorong Bungo Tanjuang adalah:
1) Metode Al-Hikmah artinya merupakan kemampuan mubaligh atau da’i dalam menyelaraskan teknik dakwah dengan kondisi objektif mad’u103 dengan memanfaatkan latar belakang mubaligh agar apa yang disampaikan bisa diterapkan oleh orang yang mad’u atau sasaran dakwah.
2) Metode Al-Mau’idzatil Hasanah artinya nasehat atau ungkapan yang mengandung unsur bimbingan pendidikan, pengajaran melalui
101 Juanda Akbar, Remaja Jorong Bungo Tanjuang Nagari Saok Laweh, Wawancara Langsung, 12 April 2015
102 Aulia Agustina, Remaja Jorong Bungo Tanjuang Nagari Saok Laweh, Wawancara Langsung, 10 April 2015
103 Munzier Suparta, et all, Metode Dakwah (Jakarta : Prenanda Media : 2003) h. 11
lxxxv
kisah, berita gembira, peringatan, pesan-pesan positif (Wasiyat) yang bisa dijadikan pedoman dalam kehidupan agar mendapatkan keselamatan dunia dan akhirat.
3. Kendala yang dihadapi Mubaligh dalam Melaksanakan Pembinaan Terhadap Akhlak Remaja di Jorong Bungo Tanjuang Kenagarian Saok Laweh Kecamatan Kubung Kabupaten Solok
Segala sesuatu yang dilakukan tidak akan lepas dari kendala-kendala yang menhambat suatu proses pencapaian tujuan suatu pekerjaan, begitu juga halnya dengan usaha yang dilakukan oleh mubaligh dalam melakukan pembinaan terhadap akhlak remaja di Jorong Bungo Tanjuang Nagari Saok Laweh Kecamatan Kubung Kabupaten Solok.
Mengetahui kendala yang dialami oleh mubaligh dalam membina akhlak remaja di Jorong Bungo Tanjuang Nagari Saok Laweh Kecamatan Kubung Kabupaten Solok, penulis melakukan wawancara dengan mubaligh yang berada di Jorong Bungo Tanjuang Nagari Saok Laweh Kecamatan Kubung Kabupaten Solok, beliau menyatakan :
“Kendala yang saya temui minimnya dukungan dari dari berbagai pihak, dukungan dari orang tua, dukungan dari pemerintah, dukungan dari MUN.”104
Kendala yang dialami oleh mubaligh kurangnya dukungan dari bergai pihak, dukungan dari orang tua, dukungan dari Majelis Ulama Nagari dan dukungan dari pemerintah, pernyataan yang senada juga
Kendala yang dialami oleh mubaligh kurangnya dukungan dari bergai pihak, dukungan dari orang tua, dukungan dari Majelis Ulama Nagari dan dukungan dari pemerintah, pernyataan yang senada juga