• Tidak ada hasil yang ditemukan

Guru Sebagai Pembimbing Dalam Pengembangan Sosial

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PPEMBAHASAN

B. Peran Guru Dalam Pengembangan Sosial Emosional Pada

1. Guru Sebagai Pembimbing Dalam Pengembangan Sosial

Sebagai seorang pembimbing sudah menjadi tugasnya guru utuk membimbing anak didiknya. Guru juga perlu memiliki kemampuan untuk memberikan dorongan psikologis agar siswa dapat menepikan faktor-faktor internal dan eksternal yang akan mengganggu jalannya proses perkembangan sosial emosional pada anak baik itu didalam maupun diluar sekolah, serta memberikan arah dan pembinaan kepada siswa sesuai minat, bakat dan kemampuan siswa. 85

Pada observasi yang dilakukan, peneliti mengamati sikap dan perilaku yang ditunjukkan oleh guru untuk membimbing anak didiknya baik saat didalam kelas maupun diluar kelas. Saat di dalam kelas guru membimbing anak-anak untuk terbiasa mengucapkan salam yang dilakukan setiap sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan tujuan agar anak terbiasa mengucapkan salam sebelum masuk ke dalam kelas maupun saat anak berada dirumah. Seperti pada gambar dibawah ini.

85 Suparlan, Guru Sebagai Profesi , Yogyakarta: Penerbit HIKAYAT Publishing,2006.

Hlm .hlm.33

Gambar 4.4. Guru sedang membimbing anak untuk mengucapkan salam satu persatu.

Selain itu guru juga membimbing anak mengenai rasa empati, saling tolong menolong dengan sesama. Menurut KBBI, rasa empati itu sendiri merupakan keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain.86 Sedangkan saat berada di luar kelas guru membimbing anak untuk selalu bersikap sopan kepada guru- guru lain yang ada disekolah, bersosialisasi dengan teman sebayanya, dengan kakak-kakak kelasnya Seperti yang dikatakan oleh Ibu Wiwi Kusmiyati pada sebuah wawancara berikut :

“ kalo untuk membimbing, saya membimbing mereka untuk memiliki rasa empati, berbuat baik kepada teman,saling tolong menolong yang tanpa kita sadari dengan sendirinya anak-anak akan melakukan hal tersebut tanpa saya ajarkan terlebih dahulu, misalya nih kemarin kan mba lihat sendiri kan si Alfin, bantuin Akmal nulis walaupun akhirnya dia itu nulisin di bukunya Akmal, trus Hasna, Aul,Helen itu juga mereka ngajarin Akmal juga cara ngomong yang bener, kepalanya ngga ngangguk-angguk bahkan sampe dipegangin kepalanya kan kemarin.

Terus kalo pas Zafran Bawa bekal atau jajan yang agak banyak tuh dia suka berbagi sama temannya kadang sama saya juga dibagiin. Kalo untuk tolong menolong biasanya saya kasih tau apa sih tolong itu terus saya kasih contoh misalnya ada yang jatuh, saya ajak mereka buat nolongin, dan itu secara spontan mereka melakukan itu semua tanpa saya perintah dulu“.87

Dari hasil observasi, wawancara serta dokumentasi yang dilakukan oleh peneliti mengenai peran guru sebagai pembimbing dalam

86 https://kbbi-web-id.cdn.amproject.org

87 Hasil wawancara dengan Ibu Wiwi Kusmiyati, S.Pd. Guru TKLB B YAKUT Purwokerto pada 7 November 2022.

mengembangkan sosial emosional pada anak, sikap dan perilaku yang ditunjukkan oleh guru sudah sangat tepat dan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh wali murid. Respon yang ditunjukkan oleh anak-anak juga bermacam-macam, ada yang langsung mengikuti, ada pula yang masih acuh terhadap apa yang dilakukan oleh guru.

2. Guru Sebagai Evaluator Dalam Pengembangan Sosial Emsoional Pada Anak Tunarungu di TKLB B YAKUT Purwokerto.

Evaluasi atau penilaian juga menjadi sesuatu yang penting, karena dengan mengevaluasi, guru dapat mengetahui sejauh mana tingkat perkembangan yang dilalui oleh anak didiknya. Guru sebagai evaluator mempunyai maksud agar guru mengetahui apakah tujuan yang telah dirumuskan sudah tercapai atau belum, dan apakah strategi yang dilakukan untuk mengembangkan aspek sosial emosional sudah tepat atau belum. Dengan melakukan sebuah penilaian, guru akan mengetahui tingkat keberhasilan pencapaian tujuan, penguasaan siswa terhadap materi pelajaran, sikap dan perilaku yang ditunjukkan oleh anak, serta ketepatan atau keefektifan metode dalam mengembangkan sosial emosional. Tujuan lain dari penilaian adalah untuk mengetahui kedudukan siswa di dalam kelas atau kelompoknya. Dengan penilaian, guru dapat mengklasifikasikan apakah seorang siswa masuk dalam kategori siswa yang pandai,sedang atau cukup baik dalam kelasnya, jika dibandingkan dengan teman-temannya. Dalam perannya sebagai penilai/evaluator, guru hendaknya secara terus- menerus mematau perkembangan yang telah dicapai oleh siswanya dari waktu kewaktu. 88

Pada observasi yang dilakukan, peneliti mengamati dan memperhatikan bagaimana cara guru mengevaluasi perkembangan sosial emosinal anak didiknya, guru mencatat setiap perkembangan yang ditunjukkan oleh anak didiknya dalam bentuk cacatan kecil pada buku tugas anak, yang dievaluasi oleh guru yakni, sikap dan perilaku yang

88 Ngainun Naim, Menjadi Guru Inspiratif: Memberdayakan dan Mengubah Jalan Hidup Siswa , Yogyakarta: Penerbit Pustaka Pelajar,2009,hlm. 31

ditunjukkan oleh anak pada hari itu, serta memberikan saran kepada orang tua agar memperhatikan kegiatan yang dilakukan oleh anak terkait kemampuan anak untuk bersosialisasi dengan temannya dirumah, serta pengendalian emosi yang dilakukan oleh anak. seperti yang dikatakan oleh ibu Wiwi kusmiyati berikut ini:

“ kalau evaluasi ya paling saya menilai perkembangan anak, karena ini berbicara perkembangan sosial ya mba, jadi evaluasi yang saya berikan itu kaya perilaku si anak, terus saya catet di buku buat nantinya di berikan sama orang tua sebagai bukti perkembangan yang dialami anak itu apa saja, apakah sesuai sama harapan orang tua apa tidak”89

Evaluasi yang dilakukan oleh guru terhadap perkembangan sosial emosional anak sebagai jembatan penghubung antara guru dengan orang tua agar orang tua semakin memahami apa yang dibutuhkan oleh anak terkait perkembangan sosial emosional baik selama disekolah maupun saat dirumah. Dengan melakukan evaluasi atau penilaian juga guru dapat mengamati apakah metode dan strategi untuk mengembangkan sosial emosional pada anak-anak sudah baik dan sesuai dengan perkembangan sosial emosional anak atau harus dikembangkan lagi.

3. Guru Sebagai Motivator Dalam Pengembangan Sosial Emosional Pada

Dokumen terkait