• Tidak ada hasil yang ditemukan

Digital Repository Universitas Jember

BAB 3. METODE PENELITIAN

3.4 Teknik Penentuan Informan

Penelitian ini menggunakan tehnik nonprobability atau non random sampling, yang notabene dalam pelaksanaannya menggunakan berbagai pertimbangan berdasarkan konsep yang dipergunakan sehingga mampu menangkap informasi kualitatif dengan mendalam untuk menentukan informan. Oleh karena itu informan yang digunakan ialah informan kunci dengan menggunakan Theoretical Sampling.Untuk mendapatkan pemahaman berdasarkan pengembangan analisis dan konsep digunakan theoretical sampling:

Tabel 3.1 Theoretical Sampling

Informasi yang digali Informan Penelitian Implementasi Program

Pertanian Berbasis Organik Sebagai Wujud

Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pembangkitan Jawa Bali Unit Pembangkitan Paiton

InformanPokok

1. Divisi CSR PT Pembangkitan Jawa Bali Unit Pembangkitan Paiton (PT PJB UP Paiton) 2. LSM Sekola Konang

Informan Tambahan 1. Kelompok Tani Sukotani 2. Kecamatan Paiton

3. Pihak-pihak lain yang tergabung dalam program

Berdasarkan pada Theoritical Sampling tersebut informan dapat teridentifikasi bahwa informan penelitian dapat dengan mudah dijngkau dan diketahui oleh penulis, sehingga dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive, dan terdiri dari informan pokok dan informan tambahan.

Adapun kriteria yang menjadi informan dari Kelompok Tani Sukotani Desa Jabung Candi Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo adalah sebagai berikut :

1. Merupakan anggota Kelompok Tani Sukotani Desa Jabung Candi Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo

2. Terlibat secara langsung dalam kegiatan Organic Integrated System (OIS) yang merupakan wujud CSR PT Pembangkitan Jawa Bali Unit Pembangkitan Paiton

3. Bersedia menjadi informan dan mengikuti prosedur penelitian sampai dengan tahap akhir

Sedangkan kriteria dari implementor atau yang bersinggungan dengan program

Organic Integrated System (OIS) sebagai wujud CSR PT Pembangkitan Jawa Bali Unit Pembangkitan Paiton adalah sebagai berikut :

1. Merupakan staff atau karyawan PT Pembangkitan Jawa Bali Unit Pembangkitan Paiton yang menangani bidang CSR terkait program Organic Integrated System (OIS)

2. Bersedia menjadi informan dan mengikuti prosedur penelitian sampai dengan tahap akhir

Untuk kriteria informan dari fasilitator program OIS selaku informan pokok yakni sebagai berikut :

1. Merupakan anggota dari LSM Sekolakonang dan terlibat secara langsung dengan program Organic Integrated System (OIS).

2. Bersedia menjadi informan dan mengikuti prosedur penelitian sampai dengan tahap akhir

Dan yang terakhir yakni merupakan kriteria dari informan tambahan yakni sebagai berikut :

44

1. Terlibat langsung ataupun tidak langsung dalam Implementasi Program

Organic Integrated System (OIS).

2. Bersedia menjadi informan dan mengikuti prosedur penelitian sampai dengan tahap akhir

Metode penentuan informan yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling. Metode purposive sampling dilakukan dengan mengambil orang-orang yang terpilih betul oleh peneliti menurut ciri-ciri spesifik yang dimiliki oleh sampel itu. Purposive sampling adalah sample yang dipilih dengan cermat hingga relevan dengan desain penelitian dan terdapat wakil-wakil dari segala lapisan populasi (Mantra, 2004:121). Sugiyono (2005:54) menyatakan bahwa :

“Teknik purposive adalah teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu, misalnya orang tertentu dianggap paling tahu tentang apa yang kita harapkan atau mungkin dia sebagai pengusaha sehingga akan memudahkan peneliti menjelajahi objek atau situasi sosial”.

Dalam penelitian ini informan dipilih dan ditetapkan secara sengaja oleh peneliti berdasarkan tujuan penelitian. Informan ditentukan secara sengaja oleh peneliti karena informan adalah orang yang dapat memberikan keterangan atau informasi mengenai masalah yang sedang diteliti dan dapat berperan sebagai narasumber selama proses penelitian (Mantra, 2004:86).Berikut adalah deskripsi informan secara umum:

1. ES

Informan ES adalah supervisor umum dan CSR PT.PJB UP Paiton.Informan ini memiliki peran yang sangat penting dalam program

Organic Integrated System (OIS). Saat ini informan berusia sekitar 47 tahun.Dalam program OIS informan juga merupakan penggagas program, dalam hal ini beliau juga merupakan evaluator program.

2. KA

Informan KA adalah staff umum dan CSR PT.PJB UP Paiton.Informan ini merupakan penanggung jawab pertama pada program Organic Integrated System (OIS) dibawah struktur jabatan dari informan ES.Saat ini informan berusia sekitar 40 tahun. Beliau sudah menjadi staff PT.PJB UP Paiton selama 21 tahun.

3. M

Informan M merupakan staff umum dan CSR PT.PJB UP Paiton.Informan ini adalah penanggung jawab program OIS untuk saat ini. Sebelumnya program ditangani oleh informan KA. Saat ini informan M berusia sekitar 47 tahun.

4. Informan AN

Informan AN merupakan penerima program. Beliau adalah ketua Kelompok Tani Sukotani di Desa Jabung Subur Kecamatan Paiton dan juga merupakan trainer Tri Karya Jadi yang merupakan pengembangan dari program OIS. Saat ini AN berusia sekitar 45 tahun.

5. Informan MM

Informan MM merupakan anggota Kelompok Tani Sukotani, beliau merupakan seorang petani dan dalam kelompok sukotani menjabat sebagai sekretaris. Dalam program OIS beliau turut berpartisipasi secara langsung dan menjadi salah satu trainer di Tri Karya Jadi.

6. Informan MY

Informan MY merupakan Camat Kecamatan Paiton. Dalam program OIS informasi yang diberikan oleh informan merujuk pada peran pemerintah dalam penerapan CSR dilingkup kecamatan paiton. Program OIS bermula dari audiensi di kecamatan, untuk itu informasi dari MY menjadi penting karena bersangkutan pada tahap perencanaan program.

46

7. Informan AS

Informan AS merupakan direktur Sekola Konang, yakni LSM yang bermitra dengan PT.PJB UP Paiton. SekolaKonang merupakan LSM yang aktif dalam kegiatan berbasis lingkungan. Peran informan AS sangat penting dalam program OIS ini, karena beliau merupakan penghubung antara Sukotani dengan PT.PJB UP Paiton.

8. Informan DAB

Informan DAB merupakan anggota dari LSM Sekola Konang. Dalam program OIS ini beliau merupakan fasilitator yang ditunjuk oleh Sekola Konang untuk menangani OIS dengan Kelompok Sukotani. Informan berusia sekitar 26 tahun.

3.4.1. Deskripsi Informan

Salah satu tujuan dari implementasi program OIS adalah untuk meningkatkan kemampuan kelompok tani sukotani agar menjadi lebih maju dan mandiri. Program OIS memfokuskan pada pengembangan dari Kelompok Tani Sukotani, baik secara peningkatan sumberdaya manusia ataupun dalam peningkatan produksi. Dari uraian dibawah ini akan menjelaskan siapa saja yang te libat secara langsung dan dapat mengetahui bahwa Kelompok Sukotani yang awalnya minim produksi karena terbatas modal, menjadi kelompok tani mandiri yang memiliki kelompok tani dampingan. Dalam penelitian ini menggambil 8 informan, yang terdiridari 5 informan pokok, dan 3 informan tambahan.

3.4.1.1InformanPokok

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan 5 informan pokok dengan rincian 1 orang adalahSupervisor Senior Umum dan CSR, 2 orang staff Officer, Humas dan CSR, 2 orang anggota kelompok tani Sukotani yang merupakan penerima program OIS ini. Mereka dipilih sebagai informan pokok karena pengetahuan dan keterlibatan

langsung dengan implementasi program, serta merupakan implementor dan

beneficiaries.

Tabel 3.2 Karakteristik Informan Pokok

No. Nama Pekerjaan

1. 2. 3. 4. 5. ES KA M AS DAB

Supervisor Senior Umum dan CSR Staff Officer, Humas dan CSR Staff Officer, Humas dan CSR Direktur LSM Sekola Konang Anggota LSM Sekola Konang Sumber : Data diolahdari data primer peneliti, 2015

Dari tabel di atas memaparkan bahwa informan yang penulis pilih adalah orang-orang yang benar-benar terlibat langsung dalam implementasi program OIS, yakni sebagai pelaksana program dan penerima program, yang di harapkan dapat memberikan informasi terkait implementasi program OIS.

3.4.2 InformanTambahan

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan 3 orang sebagai informan tambahan. Informan ini dipilih guna menunjang data yang diperoleh peneliti dari informan-informan pokok. Informan tambahan dipilih berdasarkan keterkaitan dengan implementasi program, baik secara langsung ataupun tidak langsung. Ketiga informan ini terdiri dari 2 orang penerima program ,dan 1 orang merupakan yang mewakili peranpemerintah.

Tabel 3.3 Informan Tambahan

No. Nama Informan Pekerjaan

1. 2. 3. AN M MY Ketua Sukotani Anggota Sukotani CamatPaiton Sumber :Diolahdari data primer peneliti, 2015

48

Berdasarkan table diatas dapat dilihat bahwa informan tambahan merupakan orang-orang yang berkompeten dalam memberikan informasi terkait implementasi program OIS, dan juga merupakan orang-orang yang masih terlibat dalam implementasi program OIS. Sehingga, informasi yang diberikan dapat menunjang hasil penelitian.

Dokumen terkait