• Tidak ada hasil yang ditemukan

E. Tinjuan Pustaka

3. Teknik Pengumpulan Data a. Observasi

Observasi merupakan sebuah teknik pengumpulan data yang mengharuskan peneliti turun ke lapangan mengamati hal-hal yang berkaitan dengan ruang, tempat, pelaku, kegiatan, benda-benda, waktu, peristiwa, tujuan, dan perasaan.41 Observasi juga dikatakan sebagai pengamatan atau pencatatan secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang

41 Djunaidi Ghony dan Fauzan Almanshur. Metode Penelitian Kualitatif. (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2012), hlm. 165.

25 diselidiki.42 Dalam penelitian ini, peneliti melakukan observasi non partisipan yaitu peneliti tidak melibatkan diri terjun langsung terhadap gejala yang diteliti atau dengan kata lain penulis tidak ikut serta dalam kegiatan yang dilakukan. Namun peneliti mengamati secara langsung dekat terhadap kegiatan yang dilakukan oleh suporter Brigata Curva Sud ketika mendukung tim PSS Sleman.

Dalam penelitian ini, peneliti melakukan observasi terkait suporter Brigata Curva Sud di Stadion Maguwoharjo dan di Sekretariat suporter

BCS di daerah Condongcatur. Ketika PSS bertanding di stadion Maguwoharjo peneliti mengamati secara lebih dekat terkait kegiatan suporter BCS dalam mendukung PSS Sleman. Dengan mengamati cara mendukung suporter BCS, maka peneliti dapat memperoleh data mengenai peran koordinator lapangan suporter BCS dalam memobilisasi fanatisme dan kreativistas suporternya.

Pada tahapan observasi, peneliti terjun langsung ke lapangan untuk mengamati bagaimana peran koordinator lapangan suporter BCS di Stadion Maguwoharjo dan di Kantor Sekretariat BCS. Pada tahap observasi ke 5 tanggal 02 Mei 2018 peneliti mendapatkan akses dari pihak penyelenggara stadion Maguwoharjo untuk menyaksikan kegiatan koordinator lapangan dalam memobilisasi suporter dari pinngir lapangan.

Dengan pengamatan tersebut peneliti mempunyai hasil bagaimana mengenai peran koordinator lapangan terhadap suporter BCS dengan

42 Hadi Sutrisno. Metodologi Research II. (Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Psikologi UGM, 1983), hlm. 193.

26 bagaimana seorang koordinator dalam memberikan semangat kepada suporter agar tetap benyanyi dan mendukung PSS serta dalam menggerakan suporter agar tidak melakukan hal-hal negatif yang merugikan tim.

Sementara untuk observasi di sekretariat suporter BCS di Jalan Delima Raya Condongcatur, peneliti melakukan observasi pada tanggal 15 Mei untuk mengetahui bagaimana peran koordinator lapangan dalam memfasilistasi komunitas-komunitas suporter BCS dalam membeli tiket tribun selatan yang hanya disediakan oleh BCS di Sekretariatnya.

Tabel 1.2 Tahap Observasi

No. Tahap Waktu

1. Pengurusan surat izin penelitian di

Bakesbangpol DIY dan Sleman 2-3 April 2018

2.

Menyerahkan surat izin penelitian kepada pihak BCS di Sekretariat, namun keadaan sepi karena sedang mengadakan forum antar suporter BCS di Hotel Santika untuk laga pembukaan liga 1, dan juga melakukan observasi di sekitaran stadion maguwoharjo.

24 April 2018

3.

Menonton laga PSS dan mengamati suporter BCS, serta meminta akses kepada PT PSS untuk dapat menyaksikan secara dekat peran koorlap dalam memobilisasi suporter BCS dari pinggir lapangan/bawah tribun selatan.

26 April 2018

4.

Menyerahkan surat izin penelitian kepada pihak suporter BCS, namun korlap sedang tidak ada ditempat dan akhirnya diserahkan kepada seorang suporter BCS di Sekretariat jalan Delima Raya, serta mengamati

kegiatan disekitar sekre.

27 April 2018

5.

Menyaksikan secara lebih dekat peran koordinator lapangan dalam memobilisasi suporter BCS dari bawah tribun/pinggir lapangan.

2 Mei 2018

27 6.

Wawancara serta mengamati para komunitas BCS yang menunggu dan membeli tiket laga PSS di Sekretariat BCS. Tiket dijual H-3

15 Mei 2018 7. Menyaksikan laga PSS vs Persigo Semeru

serta mengamati suporter BCS. 15 Juli 2018 8.

Menyaksikan laga PSS vs PSBS Siak serta mengamati dukungan yang dilakukan suporter BCS.

10 September 2018 Sumber: Olah data peneliti.

b. Wawancara

Percakapan dengan maksud tertentu, yang dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai (interviewer) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu.43. Wawancara adalah metode pengumpulan data dengan jalan tanya jawab sepihak yang dikerjakan secara sistematik dan berdasarkan tujuan penyelidikan, pada umumnya dua orang atau lebih hadir secara fisik dalam proses tanya jawab.44

Peneliti melakukan wawancara secara semistruktur. Selain itu teknik memilih informan yang dilakukan dengan teknik purposive sampling, yaitu orang-orang yang diambil untuk menjadi informan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan sendiri oleh peneliti sesuai latar dan tujuan penelitian. Wawancara dilakukan oleh peneliti dari bulan Maret sampai Agustus 2018. Adapun informannya sebagai berikut: Koordinator Lapangan Suporter BCS, Drijen/Capoe Kelompok Suporter BCS, Koordinator komunitas, dan beberapa anggota dari Komunitas BCS.

Peneliti telah menyusun pedoman wawancara untuk ditanyakan kepada

43 Lexy J Moleong. “Metode Penelitian Kualitatif (edisi revisi)”. (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006), hlm. 186.

44 Ibid., Hadi Sutrisno, hlm. 193.

28 informan tersebut, kemudian ketika di lapangan peneliti memperdalam pertanyaan-pertanyaan tersebut sesuai dengan jawaban narasumber, juga melakukan wawancara tidak terstruktur untuk mencari informasi. Berikut wawancara yang telah peneliti lakukan:

Tabel 1.3 Daftar Informan Peneliti

No. Nama Keterangan

1. Mas Batak Jore Koordinator lapangan (Drijen)

2. Mas Zulfikar Koordinator lapangan

3. Mas Deandra Koordinator Komunitas CampusBoys UII

4. Mas Sholeh Wahyu Koordinator Komunitas Engginerring Class

5. Mas Uki Koordinator Komunitas Kalikonteng

Alliance

6. Mas Renata Bima Koordinator Komunitas Nort City Frime

7. Mas Roby Anggota Komunitas CampusBoys

UMY

8. Mas Danu Suporter BCS Independent

9. Mas Topo Pamungkas Anggota Komunitas Gang Singa 10. Mas Burhan Anggota Komunitas Student Class Sumber: Olah data peneliti pada tanggal 15 September 2018.

29 a. Dokumentasi

Dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, agenda dan sebagainya.45. Pengumpulan data dokumentasi yang peneliti lakukan langsung dan mengambil gambar mengenai suporter Brigata Curva Sud, kegiatan yang dilakukan BCS, berita dari media sosial maupun internet mengenai BCS, dan catatan observasi. Selain itu peneliti juga merekam wawancara yang dilakukan bersama informan. Dengan metode dokumentasi, data yang didapat dalam penelitian akan lebih akurat dan nyata.

4. Analisis Data

Dokumen terkait