BAB III METODE PENELITIAN
VIII. Teknik Pengumpulan Data dan Teknik Analisis Data
74
VII. Data dan Sumber Data
1. Data
Pengumpulan data adalah proses memperoleh dan mengukur berbagai informasi tentang variabel yang diteliti dengan suatu cara yang sistematis. Maka data yang yang dihimpun sesuai dengan apa yang telah ada pada rumusan masalah, sebagai berikut:
a. Data mengenai pengaruh antara labelisasi halal, harga dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian Halal Food di foodcourt Tunjungan Plaza Surabaya.
b. Data mengenai jawaban atas kuesioner yang sudah dibagikan. 2. Sumber data
a. Data Sekunder, data yang sudah siap/dipublikasikan oleh pihak/instansi terkait dan langsung dapat dimanfaatkan oleh peneliti. Data primer yang diperoleh pada penelitian ini dari responden melalui dengan mengisi kuesioner yang dibagikan.
b. Data Primer, data yang belum tersedia dan untuk memperoleh data tersebut peneliti harus menggunakan beberapa instrument penelitian seperti kuesioner, wawancara, observasi, dan sebagainya.4
VIII. Teknik Pengumpulan Data dan Teknik Analisis Data
1. Teknik Pengumpulan Data
Dalam mendapatkan data yang dibutuhkan teknik dan instrument pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
75
a. Kuesioner, merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk menjawabnya. Kuesioner juga merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan di ukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden.5 Dalam penelitian ini, untuk menilai jawaban responden maka digunakan skala Likert, skala untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.6 Adapun lima tingkat prefensi jawaban dalam skala likert,sebagai berikut :
Tabel 3.10 Skala Pengukuran
Skala Pengukuran Skor
Sangat Setuju (SS) 5
Setuju (S) 4
Netral (N) 3
Tidak Setuju (TS) 2
Sangat Tidak Setuju (STS) 1
b. Observasi
Observasi, cara pengamatan yang sistematk dan selektif terhadap suatu interaksi atau fenomena yang sedang terjadi. Dalam pelaksanaan observasi, peneliti memilih jenis observasi non partisipan dimana peneliti tidak terlibat langsung atas aktivitas kelompok yang diamati, peneliti hanya mangamati
5 Sugiyono, “Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi (Mixed Methods)”, (Bandung: Alfabeta, 2014), 124
76
dan mendengarkan aktivitas yang terjadi dan menarik kesimpulan dari pengamatan tersebut.
2. Teknik Analisis Data
Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesam, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain.7
a. Uji Asumsi Klasik i. Uji Normalitas
Uji normalitas memiliki tujuan untuk mengetahui apakah populasi data distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal.8 Untuk mengetahui data normal atau tidak digunakan cara Normal P-P Plot, dengan melihat penyebaran data di sekitar garis diagonal, dan penyebaran titik-titik data searah mengikuti garis diagonal dapat dikatakan normal. Akan tetapi, jika penyebaran data jauh dari garis diagonal dan tidak mengikuti arah garis diagonal dapat dikatakan tidak memenuhi asumsi normal. Dasar pengambilan keputusan uji Normalitas juga bisa dibedakan jika nilai signifikansi > 0,05, maka nilai residual berdistribusi normal. Dan jika nilai signifikansi < 0,05, maka nilai residual tidak berdistribusi normal.
7 Ibid, 244
77
ii. Uji Linearitas
Uji linearitas bertujuan unuk mengetahui apakah variabel labelisasi halal, harga, dan kualitas pelayanan mempunyai hubungan linier atau secara signifikan dengan keputusan pembelian konsumen dalam pembelian Halal Food. Uji ini biasanya digunakan sebagai prasyarat dalam analisis korelasi atau regresi linier. Variabel dikatakan mempunyai hubungan linear apabila nilai Sig. Deviation from linearity > 0,05 maka terdapat hubungan yang linear antara variabel bebas dengan variabel terikat. Dan apabila nilai Sig. Deviation from linearity < 0.05 maka tidak terdapat hubungan yang linear antara variabel bebas dengan variabel terikat.
iii. Uji Multikolinearitas
Uji ini bertujuan untuk menguji apakan model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas atau tidak. Dengan uji multikolinearitas ini akan melihat nilai Variance Inflation Factor (VIF) pada model regresi.
Dapat dikatakan multikolinearitas jika koefisien korelasi antara variabel bebas (X1,X2, dan X3) lebih besar dari 0,60 (pendapat lain: 0,50 dan 0,90). Dikatakan tidak terjadi multikolinearitas jika koefisien korelasi antara variabel bebas lebih kecil atau sama dengan 0,60 (r≤0,60). Jika nilai tolerance < 0,10 dan VIF > 10 maka dapat dikatakan terjadi multikolinierita yang tinggi.9 Dan begitu juga sebaliknya.
78
b. Uji Analisis Regresi Linier Berganda
Uji analisis regresi linier berganda digunakan untuk mencari hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat antara hubungan positif atau negatif dalam memperkirakan nilai dari variabel terikat apabila naik turunnya nilai dari variabel bebas.
Dalam analisis ini diketahui besar variabel bebasnya, yaitu labelisasi halal (X1), harga (X2, kualitas pelayanan (X3), berpengaruh terhadap variabel terikat, yaitu keputusan pembelian (Y). Adapun persamaan dari regresi linier berganda, sebagai berikut:
Y’ = a + b1X1+ b2X2+…..+ bnX3 Keterangan:
Y’ = variabel dependen (nilai yang diprediksikan) a = konstanta dari keputusan regresi
b1 = koefisien regresi dari variabel X1 b2 = koefisien regresi dari variabel X2 b3 = koefisien regresi dari variabel X3 X1 = labelisasi halal
X2 = harga
X3 = kualitas pelayanan
E = tingkat error atau tingkat kesalahan c. Uji Hipotesis
Uji hipotesis ini bertujuan untuk melihat apakah kesimpulan pada sampel dapat berlaku untuk populasi.
79
i. Uji Signifikansi Simultan (Uji F)
Pengujian ini dilakukan agar dapat mengetahui pengaruh dari semua variabel bebas yang ada pada model yang berpengaruh terhadap variabel terikat secara bersamaan. Tingkat signifikansi dinilai 0,05 (a = 5%) dengan Fhitung dari masing-masing koefisien regresi akan dibandingkan dengan nilai Ftabel. Jika Fhitung > Ftabel, berarti masing-masing dari variabel bebas akan berpengaruh positif terhadap variabel terikat. Uji F ini digunakan untuk menguji signifikansi dari pengaruh labelisasi halal, harga, dan kualitas pelayanan secara simultan.
ii. Uji Hipotesis Parsial (Uji T)
Penujian ni dilakukan untuk menganlisis bila peneliti bermaksud untuk mengetahui pegaruh atau hubungan antara variabel bebas dan terikat, dimana salah satu variabel bebas dapat dikendalikan.10 Pengujian ini dapat dikatakan signifikan apabila nilai mutlak Thit > Ttabel atau nilai probabilitas signifikansinya lebih kecil dari 0,05 maka hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima, sebaliknya dapat dikatakan tidak signifikan bila nilai thit < ttabel atau nilai probabilitas signifikansi lebih lesar dari 0,05 maka hipotesis nol (Ho) diterima dan hipotesis alternatif (Ha) ditolak.
BAB IV
HASIL PENELITIAN
I. Deskripsi Umum Objek Penelitian