• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian

F. Teknik Pengumpulan Data

Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah keaktifan siswa pada pembelajaran IPS sebelum diberi perlakuan serta keaktifan siswa pada pembelajaran IPS setelah diberi perlakuan. Perlakuan yang diberikan adalah pembelajaran IPS dengan metode make a match untuk kelas eksperimen 1 dan

43

metode everyone is teacher here untuk kelas eksperimen 2. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Obervasi

Observasi dilakukan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru dan untuk memperoleh data mengenai keaktifan siswa selama pembelajaran berlangsung. Observasi dilakukan dengan menggunakan lembar observasi pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru dan keaktifan siswa yang sudah disiapkan. Lembar observasi pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru dan keaktifan siswa merupakan lembar yang berisi pedoman dalam melaksanakan pengamatan siswa pada saat pembelajaran di dalam kelas. Observasi dalam penelitian ini dilakukan oleh peneliti yang digunakan untuk memperoleh data dengan melakukan pengamatan.

2. Angket (kuesioner)

Angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau penyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2012: 199). Angket dalam penelitian ini berisi sejumlah pernyataan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden tentang hal-hal yang ia ketahui. Angket dalam penelitian ini digunakan untuk memperoleh data tentang keaktifan siswa pada pembelajaran IPS sebelum dan sesudah diberi perlakuan dengan menggunakan metode make a match dan metode everyone is teacher here.

44

Angket dalam penelitian ini ditujukan kepada siswa. Siswa mengisi angket dengan memberikan tanda (√) sesuai kondisi yang dialaminya pada

setiap pernyataan. Angket ini berupa angket tertutup, dimana sampel penelitian hanya diizinkan untuk memilih jawaban yang telah disediakan oleh peneliti. Skala pengukuran dalam angket penelitian ini menggunakan skala Likert, yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi yang berkaitan dengan penelitian. Hasil angket sebagai data pendukung keaktifan awal dan akhir siswa pada pembelajaran IPS.

G. Instrumen Penelitian 1. Lembar Observasi

Observasi dilakukan dengan menggunakan lembar observasi pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru dan mengenai keaktifan siswa. Lembar observasi ini merupakan lembar yang berisi pedoman dalam melaksanakan pengamatan guru dan siswa pada saat pembelajaran di dalam kelas. Pencatatan observasi pembelajaran yang dilakukan guru dan keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran dilakukan dengan memberikan tanda

check (√) jika subjek melakukan tindakan dan diberi nilai 1 pada saat siswa melakukan tindakan yang diamati. Lembar observasi siswa yang akan dilakukan oleh observer ini digunakan untuk membandingkan dengan hasil

score yang diperoleh pada angket nantinya, sedangkan observasi guru hanya digunakan untuk mengetahui apakah guru sudah melakukan prosedur pembelajaran yang benar. Adapun kisi-kisi lembar observasi adalah:

45

Tabel 4. Kisi-kisi Lembar Observasi Guru dalam Pembelajaran IPS dengan Metode Make a Match

No. Aspek yang

diamati Indikator

No. Item 1 Pendahuluan a. Membuka pelajaran

b. Melakukan presensi c. Melakukan apersepsi d. Memberikan motivasi

e. Menyampaikan tujuan pembelajaran 1 2 3 4 5 2 Kegiatan Inti a. Menyampaikan materi secara umum

b. Menjelaskan dan mengarahkan mengenai langkah-langkah pembelajaran dengan metode Make a Match

c. Guru membagi siswa ke dalam 2 kelompok besar, kelompok A dan kelompok B

d. Guru membagikan kartu kepada siswa

e. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencermati kartu

f. Guru membimbing siswa untuk menemukan kartu pasangan masing-masing

g. Guru membimbing siswa yang telah menemukan pasangan kartu untuk duduk berpasangan

h. Guru menunjuk beberapa pasangan siswa untuk presentasi

i. Guru membimbing siswa menanggapi hasil dari presentasi

6 7 8 9 10 11 12 13 14 3 Penutup a. Merefleksi jalannya diskusi

b. Memberikan tugas kepada siswa untuk mempelajari materi selanjutnya

c. Menutup pelajaran dengan berdoa dan salam

15 16 17

46

Tabel 5. Kisi-kisi Lembar Observasi Guru dalam Pembelajaran IPS dengan Metode Everyone Is Teacher Here

No. Aspek yang

diamati Indikator

No. Item 1 Pendahuluan a. Membuka pelajaran

b. Melakukan presensi c. Melakukan apersepsi d. Memberikan motivasi

e. Menyampaikan tujuan pembelajaran 1 2 3 4 5 2 Kegiatan Inti a. Menjelaskan dan mengarahkan

mengenai langkah-langkah pembelajaran dengan metode

Everyone is Teacher Here

b. Membagikan kertas kepada seluruh siswa

c. Meminta siswa untuk membaca bahan bacaan

d. Meminta siswa untuk menuliskan satu pertanyaan tentang materi pembelajaran

e. Mengumpulkan dan mengacak kertas yang berisi pertanyaan

f. Membagikan kertas tersebut kepadaa siswa, dan memastikan bahwa tidak ada siswa yang menerima soal yang ditulisnya sendiri

g. Meminta siswa membacakan pertanyaan tersebut dan menjawabnya

h. Meminta siswa lain untuk menambahkan atau menanggapi i. Menyelesaikan soal berikutnya

dengan meminta siswa lainnya untuk menjawab dan mananggapi

6 7 8 9 10 11 12 13 14 3 Penutup a. Merefleksi jalannya diskusi

b. Memberikan tugas kepada siswa untuk mempelajari materi selanjutnya

c. Menutup pelajaran dengan berdoa dan salam

15 16 17

47

Tabel 6. Kisi-kisi Lembar Observasi Keaktifan Siswa

Indikator Aspek yang diamati No.

Item Visual activities (Kegiatan Melihat) Memperhatikan Membaca 1 2 Oral activities (Kegiatan Lisan) Bertanya Menjawab pertanyaan Mengeluarkan pendapat 3 4 5 Listening activities (Kegiatan Mendengarkan)

Mendengarkan uraian materi dari guru Mendengarkan penjelasan teman

6 7 Writing activities (Kegiatan Menulis) Mencatat 8 Motor activities (Kegiatan Motorik/Bergerak)

Bergerak dalam pembelajaran 9

Drawing activities

(Kegiatan Menggambar)

Memberikan contoh situasi 10

Mental activities

(Kegiatan Mental)

Mengingat kembali materi Menanggapi Pendapat Teman Memberikan kesimpulan 11 12 13 Emotional activities (Kegiatan Emosional Menaruh minat Bersemangat Berani 14 15 16 2. Lembar Angket

Pada penelitian ini digunakan lembar angket tertutup, baik kepada siswa di kelompok eksperimen 1 maupun di kelompok eksperimen 2 dalam rangka mengetahui keaktifan siswa pada pembelajaran IPS. Skala angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Likert. Skala ini menilai sikap atau persepsi seseorang tentang fenomena sosial tertentu. Skala dalam penelitian ini dimodifikasi dengan 4 alternatif pilihan jawaban Selalu (SL), Sering (SR), Kadang-kadang (KD), dan Tidak Pernah (TP). Penskoran tiap butir angket keaktifan siswa pada pembelajaran IPS dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 7.

48

Tabel 7. Penskoran Tiap Butir Angket Keaktifan Siswa

Alternatif Jawaban Skor Untuk Pernyataan

Pernyataan Positif Pernyataan Negatif

Selalu (SL) 4 1

Sering (SR) 3 2

Kadang-kadang (KD) 2 3

Tidak Pernah (TP) 1 4

(Sukardi, 2012: 147)

Tabel 8. Kisi-kisi Angket Keaktifan Siswa

No. Indikator Aspek yang diamati No.

Item 1. Visual activities

(Kegiatan Melihat)

a. Siswa memperhatikan saat guru atau siswa lain menjelaskan materi pelajaran

b. Siswa membaca materi pelajaran

1,2 3,4* 2. Oral activities

(Kegiatan Lisan)

c. Siswa bertanya saat kegiatan pembelajaran

d. Siswa menjawab pertanyaan saat kegiatan pembelajaran

e. Siswa mengeluarkan pendapat saat kegiatan pembelajaran

f. Siswa mampu berinteraksi dengan siswa lain dalam diskusi

5 6 7 8 3. Listening activities (Kegiatan Mendengarkan)

g. Siswa mendengarkan uraian materi dari guru atau teman saat proses pembelajaran

9,10* 4. Writing activities

(Kegiatan Menulis)

h. Siswa mencatat informasi penting dari guru atau siswa lain

11, 12* 5. Motor activities

(Kegiatan

Motorik/Bergerak)

i. Bergerak pada saat proses pembelajaran 13, 14* 6. Drawing activities (Kegiatan Menggambar)

j. Memberikan contoh situasi yang ada di masyarakat

15 7. Mental activities

(Kegiatan Mental)

k. Siswa dapat memecahkan soal yang diberikan dari guru

l. Siswa dapat menyimpulkan materi yang telah dipelajari

16 17 8. Emotional activities (Kegiatan Emosional)

m. Siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran

n. Siswa berani bertanya saat kegiatan pembelajaran

o. Siswa bersemangat dalam proses pembelajaran 18, 19* 20, 21* 22 Keterangan: *Pernyataan negatif

49 H. Uji Instrumen

1. Uji Validitas

Uji validitas dilakukan oleh seorang ahli (expert judgment), untuk mengukur apakah instrumen yang dibuat sudah benar-benar valid atau belum. Uji validitas instrumen dalam penelitian ini dilakukan dengan validitas isi dan konstruk.

a. Validitas Isi

Validitas isi adalah derajat dimana sebuah instrumen mengukur cakupan substansi yang diukur (Sukardi, 2012: 123). Validitas isi dalam penelitian ini digunakan untuk meninjau instrumen yang mengukur keaktifan siswa pada pembelajaran IPS. Untuk mengetahui validitas isi instrumen dalam penelitian ini disusun kisi-kisi terlebih dahulu, setelah itu dikonsultasikan dengan dosen pembimbing yang dapat memberikan masukan tentang instrumen yang telah disusun.

b. Validitas Konstruk

Validitas konstruk merupakan derajat yang menunjukkan suatu instrumen mengukur sebuah konstruk sementara (Sukardi, 2012: 123). Dalam penelitian ini untuk menguji validitas konstruk, digunakan pendapat ahli (expert judgement).

Validitas konstruk merupakan kesesuaian butir-butir pedoman observasi dan angket dapat dikatakan valid apabila butir-butir yang telah disusun sesuai dengan kisi-kisinya. Sebelum divalidasi, instrumen disusun terlebih dahulu, kemudian dikonsultasikan kepada dosen

50

pembimbing dan narasumber. Pengukuran validitas menggunakan alat bantu perhitungan statistika (SPSS 16.0. for windows).

2. Uji Reliabilitas

Reliabilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik (Suharsimi Arikunto, 2013: 221). Reliabilitas menunjuk pada tingkat keterandalan suatu instrumen. Suatu instrumen dikatakan handal atau mempunyai taraf kepercayaan tinggi jika dapat memberikan hasil yang tetap dan stabil.

Untuk mendapatkan jaminan ini, instrumen tersebut harus mempunyai reliabilitas yang handal. Untuk mengetahuinya dilakukan pengujian dengan menggunakan rumus alpha cronbach dengan bantuan program SPSS Statistics 16. Adapun rumus tersebut adalah:

Rumus alpha cronbach (Suharsimi Arikunto, 2013: 239)

( )

Keterangan:

r11 : reliabilitas instrument

k : banyaknya butir pertanyaan atau soal

: varian total

51 I. Teknik Analisis Data

1. Penyajian Data

a. Tabel Distribusi Frekuensi

Data yang telah terkumpul disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. M. Iqbal Hasan (2005: 43) menjelaskan langkah-langkah permbuatan tabel distribusi frekuensi sebagai berikut:

1) Menentukan rentang data (R)

Rentang = data terbesar – data terkecil 2) Menentukan kelas interval (k)

Untuk menentukan jumlah kelas interval digunakan rumus Sturgess

yaitu: k = 1+ 3,3 long n

Keterangan:

k : jumlah kelas interval

n : jumlah data

3) Menentukan panjang kelas (i)

Panjang kelas (i) = rentang (R) / jumlah kelas interval (k) b. Diagram Batang

Diagram batang dibuat berdasarkan data frekuensi yang telah ditampilkan dalam tabel distribusi frekuensi. Diagram batang digunakan untuk melihat tampilan fisik dari data yang diperoleh.

2. Uji Prasyarat Analisis

Uji prasyarat analisis dimaksudkan untuk mengetahui apakah data yang telah terkumpul dapat memenuhi syarat untuk dianalisi dalam statistik. Data

52

yang diperoleh bisa dianalisis menggunakan uji-t jika data tersebut berdistribusi normal dan homogen. Untuk itu perlu adanya uji normalitas dan homogenitas data.

a. Uji Normalitas

Uji normalitas merupakan uji yang dilakukan sebelum data diolah berdasarkan model-model penelitian yang diajukan. Uji normalitas dilakukan untuk menguji normal atau tidaknya sebaran data penelitian. Data yang mempunyai distribusi normal berarti mempunyai sebaran normal pula, yang artinya data tersebut dianggap baik dan layak.

Penelitian ini menggunakan perhitungan normatif yaitu perhitungan

Kolmogorov-Smirnov (K-S) yang dihitung menggunakan bantuan SPSS 16.0. for windows. Normal atau tidaknya sebaran dara penelitian dapat dilihat dari nilai signifikansi. Jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 pada (P> 0,05), maka data distribusi normal.

b. Uji Homogenitas

Uji homogenitas ini bertujuan untuk mengetahui dua kelompok mempunyai varian yang sama atau tidak. Apabila kedua kelompok tersebut mempunyai varian yang sama maka kedua kelompok tersebut dikatakan homogen. Uji yang dilakukan adalah Test Homogenity of Variance dengan bantuan program SPSS Statistics 16. Data dikatakan homogen jika probabilitas (sig)>0,05.

53 c. Uji Hipotesis

Uji hipotesis ini untuk menentukan ada atau tidaknya perbedaan keaktifan sisa pada pembelajaran IPS antara kelas yang menggunakan metode make a match dan kelas yang menggunakan metode everyone is teacher here. Hasil dua kelompok tersebut diolah menggunakan uji-t (independent sample t-test) dengan bantuan program SPSS Statistics 16. Kriteria penerimaan atau penolakan Ho pada taraf signifikansi 0,05 adalah jika thitung>ttabel maka Ho ditolak, namun jika thitung<ttabel maka Ho

diterima. Penerimaan atau penolakan Ho juga dapat dilihat melalui probabilitas (sig) yaitu jika probabilitas (sig)>0,05 maka Ho diterima, dan jika probabilitas (sig)<0,05 maka Ho ditolak.

54 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Dokumen terkait