METODE PENELITIAN
3.3 Teknik Pengumpulan Data
Secara teknis dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode pengumpulan data sebagai berikut :
1. Kuisioner, yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis mengenai variabel yang diteliti kepada responden untuk dijawabnya. Kuisioner diberikan kepada subjek penelitian atau sampel yang berisi beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan fokus penelitian.
2. Observasi, yaitu pengumpulan data yang dibutuhkan dengan observasi langsung atau dengan pengamatan langsung terhadap objek yang diteliti yakni Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Kota Serang. Observasi juga menuntut adanya pengamatan dari si peneliti baik secara langsung ataupun tidak langsung terhadap objek penelitiannya.
3.4 Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/ subyek yang mempunyai kulitas dan karakterisitik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga obyek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek/ subyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/ sifat yang dimiliki subyek/ obyek tersebut. Sugiyono (2012:80).
keseluruhan objek atau subjek yang berada pada suatu wilayah dan memenuhi syarat-syarat tertentu berkaitan dengan masalah penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Kota Serang yaitu sebesar 150.562 orang, karena populasi masyarakat Kota Serang cukup banyak, maka peneliti berusaha untuk menganalisirhasil penelitian ini dengan mengambil beberapa populasi untuk dijadikan sample. Adapun jumlah kunjungan penduduk masing-masing Puskesmas di wilayah kerja Puskesmas Kota Serang, dapat dilihat dari tabel sebagai berikut :
Tabel 3.3
JUMLAH KUNJUNGAN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS
No PUSKESMAS JUMLAH KUNJUNGAN 1 Banjar Agung 3.079 2 Banten Girang 11.720 3 Cipocok Jaya 2.616 4 Curug 13.696 5 Kasemen 7.559 6 Kilasah 15.611 7 Sawah Luhur 2.623 8 Ciracas 2.900 9 Rau 9.873 10 Serang Kota 23.557 11 Singandaru 7.849 12 Unyur 10.939 13 Taktakan 15.368 14 Pancur 6.580 15 Walantaka 8.296 16 Kalodran 8.296 Jumlah 150.562
3.5 Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada di populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga, dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi tersebut. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif (mewakili). Sugiyono (2012:811). Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel probabilita adalah suatu teknik penarikan sampel yang mendasarkan diri bahwa setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi sampel. Dengan kesempatan yang sama ini, hasil dari suatu penelitian dapat digunakan untuk memprediksi populasi.
Taknik sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel. Untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian. Terdapat beberapa teknik sampling yang bisa digunakan dalam penelitian dan teknik sampling yang diambil dalam penelitian ini adalah Proporsional Area Rendom Sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu masyarakat yang menggunakan kunjungan rawat jalan di Puskesmas karena dalam penelitian ini membahas tentang kualitas pelayanan kesehatan, maka yang akan menjadi sampelnya adalah masyarakat yang menggunakan jasa pelayanan kesehatan rawat jalan di Puskesmas Kota Serang.
Di Kota Serang terdapat enambelas (16) Puskesmas untuk dijadikan tempat sampel yaitu di Puskesmas Kota Serang, diantaranya adalah. Puskesmas Banjar Agung, Puskesmas Banten Girang, Puskesmas Cipocok Jaya, Puskesmas Curug, Puskesmas Kasemen, Puskesmas Kilasah, Puskesmas Sawah Luhur, Puskesmas Ciracas, Puskesmas Rau, Puskesmas Serang Kota, Puskesmas Singandaru, Puskesmas Unyur, Puskesmas Taktakan, Puskesmas Pancur, Puskesmas Walantaka, dan Puskesmas Kalodran. Berdasarkan informasi terakhir dari Bidang Yankes masyarakat Kota Serang yaitu sebesar 150.562 orang. Untuk mendapatkan sampel yang representatif, maka peneliti menggunakan dari Taro Yamane dengan tarap kesalahan 10%, yaitu sebagai berikut :
Keterangan : n = Jumlah sampel N = Jumah populasi
d2 = Jumlah persisi yang ditetapkan (tarap kesalahan)
Berdasarkan hasil perhitungan Taro Yamane dengan taraf kesalahan 10,%, sampel yang didapat untuk mewakili populasi sebanyak 150.562 orang yaitu 99,9 dan dibulatkan menjadi 100 responden.
Selanjutnya untuk menghitung berapa jumlah sampel yang diambil untuk masing-masing subpopulasi adalah tergantung pada jumlah sampel tiap
subpopulasi. Dalam penelitian ini jumlah elemen tiap subpopulasi berbeda. Berikut hasil hitungan untuk mendapatkan sampel dari tiap-tiap subpopulasi dengan menggunakan Proporsional Area Rendon Sampling disajikan berikut ini (hasilnya telah dibulatkan).
Tabel 3.4
Jumlah Sampel yang diambil disetiap Puskesmas Subpopulasi Nilai f Sampel diambil Banjar Agung Banten Girang Cipocok Jaya Curug Kasemen Kilasah Sawah Luhur Ciracas Rau Serang Kota Singandaru Unyur Taktakan Pancur Walantaka Kalodran 3.079 11.720 2.616 13.696 7.559 15.611 2.623 2.900 9.873 23.557 7.849 10.939 15.368 6.580 8.296 8.296 3 7 2 9 5 10 2 2 6 15 5 7 10 5 6 6 Jumlah 150.562 100 Sumber : Peneliti 2016 3.6 Teknik Pengolahan Data
Menurut Sugiyono (2005:207) Pengolahan data merupakan awal dari proses analisis data. Proses pengolahan data merupakan tahapan dimana data dipersiapkan, diklarifikasikan, dan diformat menurut aturan tertentu untuk keperluan proses berikutnya yaitu analisis data.
Teknik pengolahan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan. Data yang terkumpul diolah dengan melalui beberapa proses berikut ini :
1. Editing, yaitu pengecekan atau pengoreksian data yang telah terkumpul, karena kemungkinan data yang masuk (raw data) atau data yang ada tidak logis atau meragukan. Tujuan tahapan ini adalah untuk menghilangkan kesalahan-kesalahan yang terdapat pada pencatatan dilapangan dan bersifat sevqual.
2. Coding, yaitu pemberian atau pembuatan kode-kode pada tiap-tiap data yang termasuk katagori yang sama. Kode adalah isyarat yang dibentuk melalui angka-angka atau huruf yang memberikan petunjuk pada suatu informasi atau data yang akan dianalisis.
3. Tabulating, yaitu membuat tabel-tabel yang berisikan data yang akan menjadi kode yang sesuai dengan analisis yang dibutuhkan.
Setelah data diolah, maka tahap selanjutnya adalah analisis data. analisis data merupakan upaya peneliti untuk menyederhanakan dan menyajikan data dengan mengelompokan dalam suatu bentuk yang berarti, sehingga dapat mudah dipahami dan diinterpretasi oleh pembaca atau penguju. Dalam metode analisis yang digunakan oleh peneliti dengan metode kuantitatif. Analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul. Kegiatan dalam analisis data adalah mengelompokan data berdasarkan variabel
dari jenis responden, menyajikan data dari setiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan.
3.6.1 Uji Validitas
Validitas menunjukan sejauh mana suatu alat pengukur itu mengukur apa yang ingin diukur. Kevaliditasan instrument menggambarkan bahwa suatu instrument benar-benar mampu mengukur variabel-variabel yang akan diukur dalam penelitian serta mampu menunjungkan tingkat kesesuaian antar konsep dan hasil pengukuran. Instrumen penelitian yang baik tentu saja instrumen yang valid, sehingga dapat digunakan untuk pengukuran dalam rangka pengumpulan data. Kevalidan instrumen menggambarkan bahwa suatu instrumen benar-benar mampu mengukur dalam penelitian serta mampu menujukan tingkat kesesuaian antara konsep dan hasil pengukuran. Pada penelitian ini, peneliti melakukan pengujian validitas instrumen.
Untuk menguji validitas konstrak dapat dilakukan dengan analisis faktor menggunakan bantuan piranti lunak Statistical Program For Socisl Sciene (SPSS), dengan menggunakan syarat bahwa nilai korelasinya adalah positif. Sedangkan nilai probabilitas korelasi {sig.(2-tailed)} <TARAF SIGNIFIKAN (α) sebesar 0,2324. SPSS merupakan program aplikasi yang digunakan untuk melakukan perhitungan statistik menggunakan komputer, program ini dapat melakukan secara lebih cepat semua perhitungan statistik dari yang sederhana
sampai yang rumit sekalipun, yang jika dilakukan secara manual akan memakan waktu lebih lama (Sarwono, 2006 :71).
3.6.2 Uji Reliabilitas
Pengujian reliabilitas instrumen dapat dilakukan secara eksternal maupun internal. Secara eksternal pengujian dapat dilakukan dengan test-retest (Stability), equivalent, dan gabungan keduanya. Sedangkan secara internal realibilitas instrumen dapat diuji dengan menganalisis konsistensi butir-butir yang ada pada instrumen dengan teknik tertentu (Sugiyono, 20102:130). Dalam penelitian ini uji reliabilitasnya dilakukan dengan menghitung rata-rata interkolerasi diantara butir-butir pertanyaan dalam kuisioner, variabel dikatakan reliabel jika nilai alphanya lebih dari 0.30. dengan dilakukan uji reliabilitas maka akan menghasilkan suatu instrumen yang benar-benar tepat atau akurat dan mantap. Apabila koefisien realibilitas instrumen yang dihasilkan lebih besar berarti instrumen tersebut memiliki realibilitas yang cukup baik. Dalam pengukuran reliabelitas dapat menggunakan rumus Alpha Cronbach dengan bantuan SPSS 20.0.
3.6.3 Uji T-test
Pengujian validitas dan reliabelitas instrumen penelitian dalam penelitian ini menggunakann uji T karena variabel dalam penelitian ini variabel tunggal. Menurut Sugiyono (2009:164-165), uji pihak kanan digunakan apabila hipotesis nol (Ho) berbunyi “lebih kecil atau sama dengan (<)” dan hipotesis alternatifnya berbunyi “lebih besar (>)”.