• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITAN

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data adalah prosedur sistematis dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan. Pada tahap pengumpulan data didasarkan pada pedoman yang sudah dipersiapkan dalam rancangan penelitian. Data yang dikumpulkan melalui kegiatan penelitian dan dijadikan sebagai dasar untuk menguji hipotesis yang diajukan.34 Dalam penelitian ini digunakan tiga teknik pengumpulan data yaitu:

1. Angket/Kuesioner

Angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk

32 Eddy Roflin, dkk. Populasi, Sampel, Variabel dalam Penelitian Kedokteran, (Pekalongan: PT Nasya Expanding Management, 2021), hal. 1.

33 Eko Sudarmanto, dkk, Desain Penelitian Bisnis Pendekatan Kuantitatif, (Yayasan Kita Menulis, 2021), hal. 141.

34 Ismail Nurdin dan Sri Hartati, Metodologi Penelitian Sosial, (Surabaya: Media Sahabat Cendekia, 2019), hal. 31.

dijawabnya. Angket merupakan suatu daftar yang berisi pertanyaan yang harus dijawab atau dikerjakan oleh orang/anak yang ingin diselidiki atau biasa disebut dengan responden. Dalam buku Prinsip-Prinsip Menyusun Kuoesinoer Arikunto mendefinisikan angket atau kuesioner sebagai sekumpulan pertanyaan yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden terkait dengan pribadinya maupun hal-hal lain yang terkait dengan materi penelitian.35

Pertanyaan pada kuesioner harus memeberikan kontribusi untuk meminimalkan kesalahan karena kualitas kuesionernya dank arena jawaban respondennya. Untuk meminimalkan kesalahan dalam kuesioner, harus diperhatikan jenis pertanyaan yang akan digunakan, format pertanyaan dan frasenya. Penulisan dan format pertanyaan yang baik menjadi penting untuk mencapai kuesioner yang berkualitas.36 Dalam hal ini peneliti akan menyebarkan isian angket kepada peserta didik yang telah peneliti jadikan sebagai objek sample pada penelitian ini yaitu peserta didik kelas IV MI Ta’allamul Huda yang berjumlah 34 orang.

Pembagian dan pengisian angket dilaksanakan sacara langsung/offline serta diawasi langsung oleh guru dan peneliti. Dalam seminggu proses pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah Ta’allamul Huda dilakukan secara online sebanyak 4 pertemuan dan dilakukan secara offline sebanyak 2 pertemuan. Maka dari itu peneliti memilih pengisian angket secara offline. Agar peserta didik bisa bertanya jika ada hal yang kurang dipahami.

2. Observasi

Observasi adalah proses sistematis dalam merekam pola perilaku manusia, objek dan kejadian-kejadian tanpa menggunakan pertanyaan atau berkomunikasi dengan subjek. Proses tersebut mengubah fakta menjadi data. Teknik observasi yaitu teknik yang dilakukan dengana cara pengamatan dan pencatatan secara langsung terhadap obyk yang sedang diteliti.37 Istilah observasi diarahkan pada kegiatan memperhatikan

35 Eko Nugroho, Prinsip-Prinsip Menyusun Kuesioner, (Malang: UB Press, 2018), hal. 19.

36 Jogiyanto hartono, Metode Pengumpulan dan Teknik Analisis Data, (Yogyakarta: CV Andi Offset, 2018), hal. 7.

37 Wahdan Najib H, Statistika Pendidikan, (Surakarta: Muhammadiyah University Press, 2017), hal. 25.

secara akurat, mencatat fenomena yang muncul, dan membertimbangkan antar aspek dalam fenomena tersebut. Observasi merupakan kegiatan yang melibatkan seluruh kekuatan indera seperti pendengaran, penglihatan, perasa, setuhan dan cita rasa berdasarkan pada fakta-fakta peristiwa empiris.38

Adler & Adler menyebutkan bahwa observasi merupakan salah satu dasar fundamental dari semua metode pengumpulan data dalam penelitian kualitatif, khususnya menyangkut ilmu-ilmu sosial dan perilaku manusia. Observasi bertujuan untuk mendeskripaikan setting yang dupelajari, aktivitas-aktivitas yang berlangsung, orang-orang yang terlibat dalam aktivitas tersebut, dan makna kejadian yang dilihat dari prespektif mereka yang terlibat dalam kejadian yang diamati.

Dalam penelitian ini peneliti akan melaksanakan kegiatan observasi untuk mengamati tinggi-rendahnya motivasi yang dimiliki oleh peserta didik MI Ta’allamul Huda. Kegiatan observasi dilakukan dengan didampingi oleh wali kelas.

3. Wawancara

Wawancara adalah komunikasi antara dua pihak atau lebih yang bisa dilakukan dengan tatap muka di mana salah satu pihak berperan sebagai interviewer dan pihak lainnya berperan sebagai interviewee dengan tujuan tertentu, misalnya untuk mendapatkan informasi atau mengumpulkan data. Interviewer menanyakan sejumlah pertanyaan kepada interviewee untuk mendapatkan jawaban.39 Wawancara adalah salah satu kaidah mengumpulkan data yang paling biasa digunakan dalam penelitian sosial. Kaidah ini digunakan ketika subjek kajian (responden) dan peneliti berada langsung bertatap muka dalam proses mendapatkan informasi bagi keperluan data primer. Wawancara digunakan untuk mendapatkan informasi yang berhubungan dengan fakta, kepercayaan, perasaan, keinginan dan sebagainya yang diperlukan untuk memenuhi tujuan penelitian.

Menurut Sugiyono wawancara adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam

38 Hasyim Hasanah, “Teknik-Teknik Observasi”, Jurnal at-Taqoddum, Volume 8 Nomor 1, Juli 2016, hal.

25.

39 R.A.Fadhallah, Wawancara, (Jakarta: UNJ Press, 2021), hal. 2.

suatu topic tertentu. Wawancara dilakukan untuk mengetahui, melengkapi data dan upaya memperoleh data yang tepat.40 Teknik wawancara merupakan cara sistematis untuk memperoleh informasi-informasi dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan lisan mengenai suatu obyek atau peristiwa pada masa lalu, kini dan yang akan datang.

Wawancara mengharuskan kedua belah pihak baik itu peneliti maupun subjek kajian bertemu dan berinteraksi langsung dengan aktif agar dapat mencapai tujuan dan data yang didapat baik serta akurat.

Dalam penelitian ini, peneliti mewawancarai beberapa informan yang terdiri dari wali kelas, guru dan orang tua murid. Wawancara dilakukan untuk mengetahui informasi mengenai tinggi-rendahnya motivasi belajar peserta didik selama pembelajaran berlangsung.

E. Instrumen Penelitian

Instrument adalah alat bantu pada waktu penelitian menggunakan suatu metode.

Menurut Sugiyono, instrument penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Secara spesifik semua fenomena ini disebut variabel penelitian. Jadi, instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa angket/Kuesioner. Angket digunakan dalam penelitian ini untuk mendapatkan data intensitas penggunaan game online dan motivasi belajar peserta didik.

Pengukuran angket menggunakan Skala Likert atau rating scale. Skala likert adalah skala pengukuran yang dikembangkan oleh Likert. Menurut Kinner skala Likert ini berhubungan dengan pernyataan tentang sikap seseorang terhadap sesuatu, misalnya setuju atau tidak setuju, senang atau tidak senang, dan baik atau tidak baik. Skala Likert mempunyai empat atau lebih butir-butir pertanyaan yang dikombinasikan sehingga membentuk sebuah skor atau nilai yang mempresentasikan sifat individu, misalkan pengetahuan , sikap dan perilaku.

Dalam penelitian ini terdapat 2 variabel penelitian. Dengan Skala Likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item – item instrument yang dapat

40 Dhita Prasanti, “Penggunaan Media Komunikasi begi Remaja Perempuan dalam Pencarian Informasi Kesehatan”, Jurnal Lontar, Vol. 6, No.1 Januari-Juni 2018, hal. 17.

berupa pertanyaan atau pernyataan. Dalam proses analisis data, komposit skor biasanya jumlah atau rataan, dari semua butir pertanyaan dapat digunakan. Penggunaan jumlah dari semua butir pertanyaan valid karena setiap butir pertanyaan adalah indikator dari variabel yang dipresentasikannya.41 Pertanyaan yang akan diajukan berupa sebuah pernyataan dalam Skala Likert. Jawaban setiap item instrument yang menggunakan skala Likert ini mempunyai tingkatan dari sangat positif sampai sangat negative. Setiap pernyataan jawaban pada angket berisi empat alternatif jawaban yaitu Selalu (S), Sering (SR), Kadang-Kadang (KD), dan Tidak Pernah (TP). Setuju dengan skor 4, Ragu-ragu dengan skor 3, Tidak setuju dengan skor 2, dan sangat tidak setuju dengan skor 1. Data yang diperoleh dari skala tersebut adalah berupa data interval.

1) Variabel

Variabel adalah konstruk yang sifat-sifatnya telah diberi angka (kuantitatif) atau juga adapat diartikan sebagai konsep yang mempunyai bermacam-macam nilai, berupa kuantitatif maupun kualitatitf yang dapat berubah-ubah nilainya.42

Penelitian ini memiliki 2 variabel, yaitu 1 variabel bebas dan 1 variabel terikat. Variabel bebasnya adalah “Game Online” dan Variabel terikatnya adalah “Motivasi Belajar”.

2) Definisi Konseptual

 Kecanduan Game online adalah game atau permainan digital yang hanya bisa dimainkan ketika perangkat terhubung dengan jaringan internet memungkinkan penggunanya untuk dapat berhubungan dengan pemain-pemain lain yang mengakses game tersebut di waktu yang sama.43

41 Weksi Budiaji, “Skala Pengukuran dan Jumlah Respon Skala Likert”, Jurnal Ilmu Pertanian dan Perikanan, Vol. 2, No. 2 Desember 2013, hal. 129.

42 Syofian Siregar, Metode Penelitian Kuantitatif Dilengkapi dengan Perbandingan Perhitungan Manual

& SPSS, (Jakarta: Kencana, 2017), hal. 10.

43 Syahrul Perdana K, “Game Online sebagai Pola Perilaku (Studi Deskriptif tentang Interaksi Sosial Gamers Clash of Clans pada Clan Indo Spirit), AntroUnairdotNet, Vol. IV, No. 2, Juli 2015, hal. 156.

 Sudirman mengatakan dalam kegiatan pembelajaran, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak dalam diri peserta didik yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai.44

3) Definisi Operasional

Agar konsep data diteliti secara empiris maka konsep tersebut harus didefinisikan dengan cara mengubahnya menjadi variabel atau sesuatu yang mempunyai nilai.

 Game Online adalah skor penilaian yang diperoleh dari jawaban responden yang mengukur dimensi permainan Game Online dengan indikator: (1) Waktu bermain game online, (2) Kecanduan bermain game online, (3) Dampak negative bermain game online.

 Motivasi belajar adalah skor penilaian yang diperoleh dari jawaban responden yang mengukur dimensi Motivasi belajar dengan indikator: (1) Semangat ketika dalam pembelajaran, (2) Keaktifan di kelas, (3) Usaha mencari tahu hal yang baru, dan (4) Tekun mengerjakan tugas.

Tabel 3.2

Kisi-Kisi Instrumen Penelitian

Game Online Indikator Nomor Butir

Uji Coba

44 Syardiansah, “Hubungan Motivasi Belajar dan Minat Belajar terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Mata Kuliah Pengantar Manajemen (Studi Kasus Mahasiswa Tingkat I EKM A Semester II), Jurnal Manajemen dan Keuangan, Vol. 5, No. 1, Mei 2016, hal. 442.

Belajar pembelajaran

b. Keaktifan di kelas 18,19,20,21 4

c. Usaha mencari tahu hal yang baru 22,23,24,25 4 d. Tekun mengerjakan tugas 26,27,28,29,30 5

Jumlah 30

F. Teknik Analisis Data

Dalam penelitian ini data yang sudah diperoleh akan dideskripsikan menggunakan statistik deskriptif. Statistik deskriptif adalah satistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Dalam penelitian ini peneliti mengolah data menggunakan aplikasi SPSS. Pengujian instrument dilakukan dengan menguji:

1. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas

Sebelum mengolah instrument, maka perlu dilakukan pengujian valditas dan reliabilitas instrument karena instrument dapat dikatakan memenuhi persyaratan sebagai alat pengumpul data apabila sekurang-kurangnya instrument tersebut valid dan reliable. Valid artinya shahih, suatu alat pengukur dikatan valid jika alat itu mengukur apa yang harus diukur oleh alat itu. Sedangkan reliable artinya dipercaya, suatu alat pengukur dikatakan reliable bila alat itu dalam mengukur suatu gejala pada waktu yang berlianan sennatiasa menunjukkan hasil yang sama. Maka dari itu alat ukur atau sebuah instrument yang akan dilakukan penelitian untuk menjadi alat ukur yang bisa diterima atau standar alat ukur tersebut harus melalui uji validitas dan reliabilitas dari data.45

a. Uji Validitas

45 Aziz Alimul H, Menyusun Instrumen Penelitian & Uji Validitas Reliabilitas, (Surabaya: Health Books Publishing, 2021), hal. 12.

Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukam fungsi ukurannya. Validitas atau keshahihan adalah menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur mampu mengukur apa yang diukur ( a valid measure if it sucesfully measure the phenomenon). Selain itu validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan bahwa variabel yang diukur memang benar-benar variabel yang hendak diteliti oleh peneliti. Untuk uji validitas menggunakan teknik Product Moment Person, dengan rumusnya yaitu:

Keterangan:

rxy = Koefisien Korelasi n = Jumlah Responden X = Variabel Pertama (Bebas) Y = Variabel Kedua (Terikat)

∑ 𝑥 = Jumlah skor item/nilai setiap item

∑ 𝑦 = Jumlah total item/nilai total item

∑ 𝑥𝑦 = Jumlah hasil antar skor tiap item dengan skor total

∑ 2𝑥 = Jumlah kuadrat skor item

∑ 2𝑦 = Jumlah kuadrat skor total

Setelah melakukan perhitungan tersebut, selanjutnya membandingkan r hitung dengan r tabel. Untuk mengerahui nilai r tabel maka ditentukan terlebih dahulu derajat bebas (db) dan taraf signifikanny (α). Untuk menghitung derajat bebas (db) dapat menggunakan rumus berikut:

Db = n – 2 Keterangan:

N = Jumlah Sampel.

Sebelum angket diberikan kepada peserta didik yang menjadi sampel penelitian, terlebih dahulu dilakukan uji validitas instrument untuk mengetahui intrumen tersebut valid atau tidak. pada penelitian ini uji validitas dilakukan oleh satu dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yaitu Dra. Zikri Neni Iska, M.Psi, angket tersebut divalidasi dan dinyatakan layak atau tidak untuk dijadikan instrument penelitian. Hasilnya pada 30 butir pertanyaan yang terdapat pada angket tersebut dinyatakan layak untuk dijadikan instrument penelitian dan tanpa revisi.

Setelah itu butir-butir pertanyaan pada angket tersebut diuji validitasnya untuk mengetahui pertanyaan tersebut valid atau tidak. Untuk mencari validitas soal angket peneliti menggunakan bantuan program aplikasi IBM SPSS 20.0 for windows. Apabila rhitung > rtabel maka data dinyatakan valid. Nilai rtabel daoat dilihat pada tabel nilai r product moment. Adapun hasil perhitungan uji validitas soal angket tersebut sebagai berikut:

1) Pengaruh Game Online

Dalam uji validitas angket peneliti menggunakan aplikasi IMB SPSS 20,0 for windows. Berikut adalah hasil pemaparan uji validitas variabel game online menggunakan 34 responden.

Tabel 3.3 Hasil Uji Validitas Variabel Game Online

Item R hitung R tabel Keterangan

11 0,153 0,339 Tidak Valid

12 0,600 0,339 Valid

13 0,635 0,339 Valid

Hasil dari uji validitas diatas menggunakan aplikasi spss, dapat dilihat dari besarnya nilai r hitung > r tabel. Pada tabel diatas jumlah responden 34 maka sesuai dengan signifikan 0,05 % (df = n-2) maka dikatakan valid apabila hasil lebih dari 0,339. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini berdasarkan hasil uji validitas diatas menunjukkan terdapat 10 butir pernyataan yang valid dan 3 butir pernyataan yang tidak valid.

2) Motivasi Belajar

Dalam uji validitas angket peneliti menggunakan aplikasi IMB SPSS 20,0 for windows. Berikut adalah hasil pemaparan uji validitas variabel motivasi belajar menggunakan 34 responden.

Tabel 3.4 Hasil Uji Validitas Variabel Motivasi Belajar

Item R hitung R tabel Keterangan

1 0,563 0,339 Valid

2 0,586 0,339 Valid

3 0,719 0,339 Valid

4 0,590 0,339 Valid

5 0,440 0,339 Valid

6 0,613 0,339 Valid

7 0,692 0,339 Valid

8 0,490 0,339 Valid

9 0,638 0,339 Valid

10 0,691 0,339 Valid

11 0,696 0,339 Valid

12 0,714 0,339 Valid

Hasil dari uji validitas diatas menggunakan aplikasi spss, dapat dilihat dari besarnya nilai r hitung > r tabel. Pada tabel diatas jumlah responden 34 maka sesuai dengan signifikan 0,05 % (df = n-2) maka dikatakan valid apabila hasil lebih dari 0,339. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini berdasarkan hasil uji validitas diatas menunjukkan terdapat 15 butir pernyataan yang valid dan 2 butir pernyataan yang tidak valid.

b. Uji Reliabilitas

Reliabilitas berasal dari kata reliability. Pengertian dari reliability (reliabilitas) adalah keajegan pengukuran. Sugiharto dan Situnjak menyatakan bahwa reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa instrumen yang digunakan dalam penelitian untuk memperoleh informasi yang digunakan dapat dipercaya sebagai alat pengumpulan data dan mampu mengungkap informasi yang sebenarnya dilapangan. Ghozali menyatakan bahwa reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari peubah atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Reliabilitas suatu test merujuk pada derajat stabilitas, konsistensi, daya prediksi, dan akurasi. Pengukuran yang memiliki reliabilitas yang tinggi adalah pengukuran yang dapat menghasilkan data yang reliable.

Pengujian reliabilitas instrumen dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach karena instrumen penelitian ini berbentuk angket dan

skala bertingkat. Tahapan perhitungan reliabilitas dengan menggunakan Alpha Cronbach sebagai berikut :

1) Menentukan nilai varian setiap butir pertanyaan.

2) Menentukan nilai varian total.

3) Menentukan reliabilitas instrument menggunakan rumus berikut:

Keterangan :

rx : Reliabilitas yang dicari n : Jumlah item pertanyaan : Jumlah varians skor tiap item

: Varians total

Rentang Nilai Alpha Cronbach's:

- alpha < 0.50 reliabilitas rendah

- 0.50 < alpha < 0.70 reliabilitas moderat

- alpha > 0.70 maka reliabilitas mencukupi (sufficient reliability)

- alpha > 0.80 maka reliabilitas kuat - alpha > 0.90 maka reliabilitas sempurna

Semakin kecil nilai alpha menunjukkan semakin banyak item yang tidak reliabel. Standar yang digunakan adalah alpha >

0.70 (sufficient reliability).

Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui apakah item soal tersebut reliable secara konsisten memberikan hasil ukur sama. Hasil uji coba reliabilitas intrumen kemudian dikonsultasikan dengan rtabel sebagai berikut:

Tabel 3.5 Tabel Interpretasi Reliabilitas Dengan Rumus Alpha

Besarnya Nilai r Interpretasi

0,00-0,20 Kurang reliable

0,21-0,40 Agak reliable

0,41-0,60 Cukup reliable

0,61-0,80 Reliable

0,81-1,00 Sangat reliable

Berikut hasil hasil perhitungan uji instrument penelitian menggunakan Alpha Cronbach dalam SPSS 20,0 for windows.

Tabel 3.6 Hasil Uji Reliabilitas Pengaruh Game Online

Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

.770 13

Berdasarkan tabel 4.6 diatas, hasil uji reliabilitas nilai Alpha Cronbach maka rtabel senilai 0.770 dan tergolong nilai 0,61-0,80, maka hasil tersebut dinyatakan reliable.

Tabel 3.7 Hasil Uji Reliabilitas Motivasi Belajar

Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

.853 17

Berdasarkan tabel 4.6 diatas, hasil uji reliabilitas nilai Alpha Cronbach maka rtabel senilai 0.853 dan tergolong nilai 0,81-1,00, maka hasil tersebut dinyatakan sangat reliable.

2. Uji Prasyarat

Uji prasyarat analisis dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah data yang dikimpulkan memenuhi persyaratan untuk dianalisis dengan teknik yang telah direncanakan. Uji tersebut diantaranya uji Normalitas yaitu uji yang digunakan untuk mengetahui apakah sebaran data yang akan dianalisis berdistribusi normal begitu juga dengan semua variabel yang diteliti berdistribusi normal.Dan selanjutnya yaitu uji linearitas yaitu uji yang digunakan untuk mengetahui apakah variabel X sebagai predictor mempunyai hubungan yang linear atau tidak dengan variabel terikat Y.

a. Uji Normalitas

Uji Normalitas adalah sebuah uji yang dilakukan dengan tujuan untuk menilai sebaran data pada sebuah kelompok data atau variabel, apakah sebaran data tersebut berdistribusi normal ataukah tidak.

Uji Normalitas berguna untuk menentukan data yang telah dikumpulkan berdistribusi normal atau diambil dari populasi normal. Metode klasik dalam pengujian normalitas suatu data tidak begitu rumit. Berdasarkan pengalaman empiris beberapa pakar statistik, data yang banyaknya lebih dari 30 angka (n > 30), maka sudah dapat diasumsikan berdistribusi normal. Biasa dikatakan sebagai sampel besar.

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode uji Chi-Square dalam uji normalitas. Metode Chi-Square atau X2 untuk Uji Goodness of fit Distribusi Normal menggunakan pendekatan penjumlahan penyimpangan data observasi tiap kelas dengan nilai yang diharapkan.

Rumus uji normalitas metode Chi-Square adalah sebagai berikut:

Keterangan :

Oi = Frekuensi Observasi Ei = Frekuensi H

Kriteria pengujian uji normalitas yaitu:

a. Jika nilai signifikansi variabel > 0,05, maka H0 diterima.

b. Jika nilai signifikansi variabel < 0,05, maka H0 ditolak.

b. Uji Lineraitas

Lineritas adalah kemampuan metode analisis memberikan respon proporsional terhadap konsentrasi analit dalam sampel. Lineritas biasanya dinyatakan dalam istilah variansi sekitar arah garis regresi yang dihitung berdasarkan persamaan matematika data yang diperoleh dari hasil uji analit dalam sampel dengan berbagai konsentrasi analit.46 Uji linearitas digunakan untuk memilih model regresi yang akan digunakan. Uji linearitas dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan secara linear antar variabel dependen terhadap setiap variabel independen yang hendak diuji.47 Jika suatu model tidak memenuhin syarat linearitas maka model regresi linear tidak nisa digunakan. Untuk menguji linearitas suatu model dapat digunakan uji lienaritas dengan melakukan regresi terhadap model yang ingin diuji. Aturan untuk keputusan linearitas dapat dengan membandingkan nilai signifikansi dari deviation from linearity yang dihasilkan dari uji linearitas (menggunakan bantuan SPSS) dengan nilai alpha yang digunakan. Jika nilai signifikansi dari Deviation from Linearity > alpha (0,05) maka nilai tersebut linear.

46 Riyanto, Validasi dan Verifikasi Metode Uji, (Yogyakarta: Deepublish Publisher, 2019), hal. 52.

47 M Djazari, Diana dan Mahendra, “Pengaruh Sikap Menghindari Risiko Sharing dan Knowledge Self-Efficacy terhadap Informal Knowledge Sharing pada Mahasiswa FISE UNY”, Jurnal Nominal, Vol. 2 No. 2 tahun 2013, hal. 195.

3. Uji Hipotesis Penelitian a. Regresi Linear Sederhana

Model regresi linear sederhana adalah model probabilistic yang menyatakan hubungan linier antara dua variabel dimana salah satu variabel dianggap mempengaruhi variabel yang lain. Variabel yang mempengaruhi dinamakan variabel independent dan variabel yang dipengaruhi dinamakan variabel dependent.48 Analisis regresi adalah suatu metode statistic yang mengamati hubungan antar variabel bebas X1,…,Xp. Tujuan dari metode ini adalah untuk memprediksi nilai Y untuk nilai X yang diberikan. Model regresi linear sederhana adalah model regresi yang paling sederhana yang hanya memiliki satu variabel X.49 Persamaan regresi linear sederhana merupakan suatu model persamaan yang menggambarkan hubungan atau variabel bebas/predictor (X) dengan satu variabel tak bebas (Y). Analisis regresi memiliki beberapa kegunaan, salah satunya untuk melakukan prediksi terhadap variabel terikat Y. Persamaan untuk model regresi linear sederhana adalah sebagai berikut.

Y = a + bX

Y adalah variabel terikat yang diramalakan, X adalah variabel bebas, a adalah intercep, yaitu nilai Y pada saat X=0, dan b adalah slope, yaitu perubahan rata-rata Y terhadap perubahan satu unit X.

48 Suyono, Analisis Regresi untuk Penelitian, (Yogyakarta: Deepublish Publisher, 2018), hal. 5.

49 Astria H, Kurnia M dan Erlina A, “Implementasi Metode Regresi Linear Sederhana pada Penyajian Hasil Prediksi Pemakaman Air Bersih PDAM Way Rilau Kota Bandar Lampung dengan Sistem Informasi Gegografis”, Jurnal Informatika Mulawarman, Vol. 11 No. 2, September 2016.

BAB IV PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Sekolah 1. Profil Sekolah

Nama Sekolah : MI Ta’allamul Huda

NSM : 111232010153

NPSN : 60706842

Status : Swasta

Alamat : Jl. Permata No. 19 Desa Curug

Kelurahan : Curug

Kecamatan : Gunung Sindur

Kotamdya : Bogor

Provinsi : Jawa Barat

Kode Pos : 16340

Nomor Telepon : (0251) 8614072

Tanggal SK Pendirian : 1957 Tanggal SK Izin Operasional : 1959

Kurikulum : 2013

Status Terakreditasi : Terakreditasi A

Madrasah Ibtidaiyah Ta’allamul Huda adalah sebuah sekolah dasar yang didirikan sejak 1957. Kemudian mendapat izin operasional pada tahun 1959 kemudian izin operasinal tersebut diperbarui kembali pada tahun 1991. MI Ta’allamul Huda berlokasi di Jl. Permata No.19 Desa Curug, Kecamatan Gunung

Madrasah Ibtidaiyah Ta’allamul Huda adalah sebuah sekolah dasar yang didirikan sejak 1957. Kemudian mendapat izin operasional pada tahun 1959 kemudian izin operasinal tersebut diperbarui kembali pada tahun 1991. MI Ta’allamul Huda berlokasi di Jl. Permata No.19 Desa Curug, Kecamatan Gunung

Dokumen terkait