• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Langkah- langkah pengumpulan data sebagai berikut.

1. Peneliti mengkonsultasikan instrumen yang berupa perintah untuk membuat karangan eksposisi berdasarkan grafik, kepada dosen pembimbing dan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas XI SMA Stella Duce 2, Yogyakarta.

2. Pada tanggal 1, 5, dan 6 Maret 2007, diadakan pengambilan data. Siswa diberi soal dan mengerjakannya dengan diawasi oleh peneliti.

3. Peneliti mengumpulkan data dan memberikan penilaian karangan berdasarkan aspek penilaian dan pengolahan data yaitu mengubah skor mentah dari karangan menjadi nilai jadi.

Hasil dari tes mengarang siswa diberi skor berdasarkan kriteria tertentu. Pemberian skor-skor berdasarkan enam aspek penilaian karangan eksposisi dengan skala 1-100.

Tabel 2

Aspek Penilaian Karangan Eksposisi

No Aspek yang dinilai Skor

maksimum

1 Judul Karangan 12

2 Isi atau Gagasan yang Dikemukakan 30 3 Organisasi Karangan 25 4 Tata Bahasa 15 5 Diksi 10 6 Ejaan 8 Jumlah 100

Keenam aspek yang dinilai dalam menulis karangan eksposisi masing-masing terdiri dari unsur-unsur yang sudah ditentukan oleh peneliti. Hal ini dilakukan untuk menyempurnakan aspek penilaian karangan, khususnya karangan eksposisi karena masih sedikit literatur yang ditulis mengenai penilaian jenis karangan tertentu mulai dari judul, isi atau gagasan yang dikemukakan, organisasi karangan, tata bahasa, maupun diksinya.

Setiap kriteria diberi skor yang besarnya berbeda. Hal ini bergantung pada tingkat kepentingan masing- masing unsur dari setiap aspek. Dengan

demikian, jika skor unsur-unsur semua aspeknya dijumlahkan, maka akan diperoleh skor total dari setiap aspek. Berikut ini diuraikan keenam aspek penilaian dan bobot skor dari tabel di atas.

1. Judul Karanga n

Setiap karangan harus mempunyai judul sebagai nama karangan dan untuk memberitahu pembaca mengenai pokok yang akan dibicarakan di dalamnya (Gie, 1995: 92). Judul yang baik harus memenuhi empat kriteria, yaitu relevan, provokatif, singkat, dan judul karangan ditempatkan secara seimbang di bagian atas di tengah baris. Aspek ini mempunyai skor tertinggi 12 dan skor terendah 0. Skor tertinggi akan diperoleh apabila judul memenuhi empat kriteria dan skor terendah akan diperoleh apabila judul karangan tidak memenuhi satu pun dari keempat kriteria tersebut atau karangan tidak diberi judul. Empat kriteria beserta skornya dirinci seperti yang terdapat dalam Tabel 2.1 berikut ini.

Tabel 2.1

Penilaian Aspek Judul Karangan dalam Karangan Eksposisi

Kriteria Skor

Judul yang relevan mendapat skor 4, apabila judul kurang relevan mendapat skor 2, dan apabila judul tidak relevan men- dapat skor 0.

4

Judul yang menarik mendapat skor 3,apabila judul kurang me- narik mendapat skor 1, dan judul tidak menarik mendapat skor 0

3 Judul harus singkat, apabila terdiri dari 2—5 kata mendapat skor 3, terdiri dari 6—10 kata mendapat skor 1, dan judul lebih dari 10 kata mendapat skor 0

3

Judul ditempatkan secara seimbang di bagian atas di tengah baris mendapat skor 2, apabila judul ditempatkan di bagian atas di baris sebelah kiri mendapat skor 1, dan apabila ditempatkan di bagian atas di sebelah baris sebelah kanan mendapat skor 0

2. Isi atau Gagasan yang Dikemukakan

Isi atau gagasan yang dikemukakan dalam karangan eksposisi memuat tujuan dan fakta. Tujuan karangan eksposisi yaitu menjelaskan suatu pokok permasalahan tanpa ada usaha mempengaruhi pembaca. Fakta dalam karangan eksposisi yaitu kejadian atau peristiwa sebenarnya yang diuraikan secara lengkap dengan disertai data-data yang ada.

Karangan eksposisi lebih menitikberatkan pada penguraian informasi-informasi secara lugas, rinci, dan objektif. Variasi pengungkapan gagasan dipilih dengan pengungkapan yang lazim agar tidak menimbulkan persepsi yang berbeda. Aspek ini mempunyai skor tertinggi 30 dan skor terendah 1. Skor tertinggi akan diperoleh jika isi atau gagasan yang dikemukakan mempunyai lima kriteria dan skor terendah akan diperoleh apabila seluruh kriteria tidak terpenuhi. Lima kriteria beserta skornya dirinci seperti yang terdapat dalam Tabel 2.2 berikut ini.

Tabel 2.2

Penilaian Aspek Isi atau Gagasan yang Dikemukakan dalam Karangan Eksposisi

Kriteria Skor

Isi karangan menguraikan tujuan, fakta, dan data secara jelas dan rinci akan mendapat skor 8, apabila penguraiannya kurang jelas atau kurang rinci akan mendapat skor 6, apabila penguraiannya jelas tetapi tidak rinci atau tidak jelas tetapi rinci akan mendapat skor 2, dan apabila penguraiannya tidak jelas dan tidak rinci akan mendapat skor 0.

8

Isi karangan sesuai dengan jenis karangan eksposisi mendapat skor 7, apabila isi karangan sedikit dicampur dengan jenis karangan lain akan mendapat skor 3, apabila isi karangan bukan karangan eksposisi akan mendapat skor 0.

7

Isi karangan tidak berusaha membujuk pembaca akan mendapat skor 6, isi karangan sedikit mempengaruhi pembaca akan mendapat skor 3, dan isi karangan berusaha membujuk pembaca akan mendapat skor 0

6

Terdapat ilustrasi atau contoh-contoh di dalam karangan sehingga fakta atau data dapat diterima oleh pembaca. Apabila ilustrasi atau contoh lebih dari 2 akan mendapat skor 5, apabila hanya memberikan 1 ilustrasi atau 1 contoh akan mendapat skor 3, dan apabila tidak memberikan ilustrasi atau contoh akan mendapat skor 1.

5

Isi atau gagasan yang dikemukakan mempunyai hubungan yang koheren dengan judul karangan akan mendapat skor 4, apabila isi atau gagasan kurang koheren dengan judul akan mendapat skor 2, dan apabila isi atau gagasan tidak koheren dengan judul akan mendapat skor 0.

4

3. Organisasi Karangan

Organisasi karangan eksposisi pada dasarnya meliputi pendahuluan, isi, penutup. Organisasi karangan bertujuan supaya gagasan yang disampaikan dapat diterima secara sistematis dan mudah dipahami oleh pembaca. Aspek ini mempunyai skor tertinggi 25 dan skor terendah 0. Skor tertinggi akan diperoleh apabila isi karangan memenuhi lima kriteria dan

skor terendah diperoleh apabila seluruh kriteria tidak terpenuhi. Lima kriteria organisasi karangan eksposisi beserta skornya dirinci seperti yang terdapat dalam Tabel 2.3 berikut ini.

Tabel 2.3

Penilaian Aspek Organisasi Karangan Eksposisi

Kriteria Skor

Pendahuluan berisi latar belakang masalah dan tujuan akan mendapat skor 5, apabila pendahuluan hanya menguraikan latar belakang masalah atau tujuan akan mendapat skor 3, apabila pendahuluan tidak menguraikan latar belakang masalah dan tujuan akan mendapat skor 0.

5

Isi berupa jawaban dari masalah yang telah diajukan dalam pendahuluan dengan disertai data dan contoh akan mendapat skor 7, apabila isi berupa jawaban dari masalah yang telah diajukan dengan data atau contoh yang kurang lengkap akan mendapat skor 5, apabila isi berupa jawaban dari masalah yang telah diajukan kurang lengkap dan tidak disertai data atau contoh akan mendapat skor 3, dan apabila isi bukan jawaban dari masalah akan mendapat skor 0.

7

Penutup berupa kesimpulan atau ikhtisar akan men- dapatkan skor 6, apabila penutup masih menguraikan isi akan mendapat skor 3, dan apabila penutup disertai unsur ajakan akan mendapat skor 0.

6

Karangan minimal tiga paragraf akan mendapat skor 4, karangan terdiri dari 2 paragraf akan mendapat skor 2, karangan hanya terdiri dari 1 paragraf akan mendapat skor 1.

4

Setiap paragraf minimal terdapat dua kalimat akan mendapat skor 3 dan apabila paragraph hanya terdapat 1 kalimat akan mendapat skor 0.

3

4. Tata Bahasa

Gagasan dapat dipahami oleh pembaca apabila penggunaan kata, susunan kalimat mudah dipahami oleh pembaca. Kalimat yang digunakan harus efektif dan efisien. Sebuah kalimat juga harus lengkap unsur-unsurnya, sekurang-kurangnya terdiri atas subjek dan predikat (Nursisto,

1999:9). Aspek ini mempunyai skor tertinggi 15 dan skor terendah 0. Skor tertinggi diperoleh apabila memenuhi empat kriteria dan skor terendah diperoleh apabila seluruh kriteria tidak terpenuhi. Empat kriteria tata bahasa beserta skornya dirinci seperti yang terdapat dalam Tabel 2.4 berikut ini.

Tabel 2.4

Penilaian Aspek Tata Bahasa dalam Karangan Eksposisi

Kriteria Skor

Struktur kalimat sekurang-kurangnya mempunyai S-P dan efektif akan mendapat skor 5, apabila kalimat mempunyai S-P tetapi tidak efektif akan mendapat skor 3, dan apabila kalimat hanya memiliki S atau P saja akan mendapat skor 0.

5

Antarkalimat mempunyai hubungan yang koheren akan mendapat skor 4, apabila antarkalimat kurang koheren akan mendapat skor 2, dan apabila antarkalimat tidak koheren akan mendapat skor 0.

4

Apabila menggunakan afiksasi dengan tepat akan mandapat skor 3, apabila ada 1 kesala han afiksasi akan mendapat skor 2, apabila ada 2 kesalahan afiksasi akan mendapat skor 1, dan apabila ada lebih dari 2 kesalahan afiksasi akan mendapat skor 0.

3

Apabila menggunakan reduplikasi dengan tepat akan mendapat skor 3, apabila ada 1 kesalahan reduplikasi akan mendapat skor 2, apabila ada 2 kesalahan reduplikasi akan mendapat skor 1, dan apabila ada lebih dari 2 kesalahan reduplikasi akan mendapat skor 0.

3

5. Diksi

Pilihan kata yang baik dapat diartikan “memilih” dan “menyeleksi” kata-kata dengan tepat. Kemampuan memilih kata dinilai penting karena setiap pengungkapan yang baik dapat menimbulkan efek tertentu. Pilihan kata yang lugas dan bersifat denotatif sangat penting untuk karangan eksposisi. Dikatakan demikian supaya tidak menimbulkan makna ambigu. Aspek ini mempunyai skor tertinggi 10 dan skor terendah 0. Skor tertinggi

diperoleh apabila memenuhi empat kriteria dan skor terendah diperoleh apabila seluruh kriteria tidak terpenuhi. Empat kriteria beserta skornya dirinci seperti yang terdapat dalam Tabel 2.5 berikut ini.

Tabel 2.5

Penilaian Aspek Diksi dalam Karangan Eksposisi

Kriteria Skor

Tepat, mencakup tepat arti dan tempat (menimbulkan persepsi yang sama antara pembaca dengan penulis) akan mendapat skor 4, apabila hanya mencakup tepat arti atau tempat mendapatkan skor 2, apabila diksi tidak tepat arti dan tempat akan mendapat skor 0.

4

Bahasanya rasional dan bermakna denotatif sehingga tidak menimbulkan makna ambigu akan mendapat skor 3, apabila bahasanya kurang rasional dan bermakna denotatif akan mendapat skor 1, dan apabila bahasanya tidak rasional dan tidak bermakna denotatif akan mendapat skor 0.

3

Lazim, sudah umum dikenal atau digunakan mendapat skor 2, apabila kata-kata tidak lazim akan mendapat skor 0.

2 Memanfaatkan kata-kata asing dengan tepat mendapat skor 1, apabila memanfaatkan kata-kata asing tetapi tidak tepat atau tidak memanfaatkan kata-kata asing mendapat skor 0.

1

6. Ejaan

Kesalahan yang sering dilakukan dalam membuat karangan adalah kesalahan ejaan. Jadi, penggunaan ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan perlu diperhatikan. Ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan mencakup pemakaian huruf, pemakaian huruf miring dan huruf kapital, penulisan kata, penulisan unsur serapan, dan pemakaian tanda baca. Aspek ini mempunyai skor tertinggi 8 dan skor terendah 0. Skor tertinggi diperoleh apabila memenuhi lima kriteria dan skor terendah

diperoleh apabila seluruh kriteria tidak terpenuhi. Lima kriteria ejaan beserta skornya dirinci seperti yang terdapat dalam Tabel 2.6 berikut ini.

Tabel 2.6

Penilaian Aspek Ejaan dalam Karangan Eksposisi

Kriteria Skor

Pemakaian huruf

Kesalahan pemakaian huruf antara 0—5 akan mendapatkan skor 1, apabila kesalahan lebih dari 5 akan mendapat skor 0.

1

Pemakaian huruf kapital dan huruf miring

Kesalahan pemakaian huruf kapital dan huruf miring antara 0—5 akan mendapatkan skor 2, apabila kesalahan pemakaian antara 6—10 huruf akan mendapat skor 1, dan apabila kesalahan lebih dari 10 huruf akan mendapatkan nilai 0.

2

Penulisan kata

Kesalahan penulisan kata antara 0—5 akan mendapatkan skor 2, apabila kesalahan penulisan antara 6—10 kata akan mendapat skor 1, dan apabila kesalahan penulisan lebih dari 10 kata akan mendapat skor 0.

2

Penulisan unsur serapan

Kesalahan penulisan unsur serapan antara 0—5 akan mendapat skor 1, apabila kesalahan lebih dari 5 kata akan mendapat skor 0.

1

Pemakaian tanda baca

Kesalahan penulisan tanda baca antara 0—5 akan mendapat skor 2, apabila kesalahan anatara 6—10 akan mendapat skor 1, dan apabila kesalahan lebih dari 10 akan mendapat skor 0.

2

Dokumen terkait