• Tidak ada hasil yang ditemukan

BABA III METODOLOGI PENELITIAN

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Wawancara

Sugiyono (2015) menjelaskan bahwa wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan maksud tertentu. Wawancara dilakukan oleh dua belah pihak dengan melakukan kegiatan percakapan dan tanya jawab antara pewawancara dengan

narasumber, baik dilakukan langsung maupun tidak langsung. Menurut Widyoko (2012) wawancara merupakan suatu proses tanya jawab atau dialog secara lisan antara pewawancara dengan narasumber untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan peneliti. Senada dengan Sugiyono dan Widyoko, Rahmat (2009) menjelaskan bahwa wawancara merupakan cara yang dilakukan seseorang untuk menanyakan informasi yang digunakan untuk membuktikan informasi yang diperoleh sebelumnya.

Esterberg (dalam Sugiyono, 2015) menguraikan wawancara ke dalam beberapa tipe, yaitu wawancara terstruktur, wawancara tak terstruktur, dan wawancara semiterstruktur. Wawancara terstruktur atau disebut juga wawancara terkendali, yaitu wawancara yang didasarkan pada suatu sistem atau daftar pertanyaan yang ditetapkan sebelumnya. Wawancara tak terstruktur atau terbuka, yaitu wawancara yang bebas, di mana peneliti tidak menggunakan instrumen wawancara yang tersusun secara sistematis. Instrumen yang digunakan berupa garis besar permasalahan yang peneliti butuhkan. Wawancara semistruktur, yaitu wawancara yang pelaksaanya lebih terbuka dibanding wawancara tak terstruktur. Tujuan dari wawancara ini adalah untuk menemukan masalah secara lebih terbuka, salah satunya dengan menanyakan pendapat dari narasumber dari masalah tersebut.

menggunakan tipe wawancara terstruktur dengan menggunakan daftar pertanyaan yang telah disiapkan oleh peneliti. Peneliti melakukan wawancara dengan guru kelas V SD Negeri Deresan sebagai narasumber. Wawancara dilakukan untuk mengumpulkan data yang berkaitan dengan informasi pelaksanaan pembelajaran matematika di sekolah. Data yang dibutuhkan peneliti berupa, nilai siswa dari mata pelajaran matematika yang tidak memenuhi KKM, ketersediaan media, dan penggunaan media pembelajaran yang digunakan guru dalam proses pembelajaran matematika.

2. Observasi

Fathoni (2011) menjelaskan bahwa observasi merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui kegiatan pengamatan yang disertai dengan kegiatan mencatat keadaan atau objek yang diamati untuk tujuan tertentu. Arikunto (2010) menjelaskan observasi bertujuan untuk mengamati gejala yang tampak pada objek penelitian. Observasi dilakukan di suatu tempat tertentu yang berisi informasi yang dibutuhkan oleh peneliti. Observasi juga merupakan kemampuan seseorang untuk melakukan pengamatan menggunakan panca indra yang dimiliki seseorang (Burhan, 2011).

Weick (dalam Hasanah, 2016) secara lebih dalam menjelaskan bahwa observasi tidak hanya meliputi prinsip kerja sederhana melainkan memilik karakteristik yang begitu komplek. Terdapat tujuh karakteristik dalam kegiatan observasi dan selanjutnya menjadi proses

tahapan observasi. Tahapan atau proses observasi tersebut meliputi pemilihan (selection), pengubahan (provocation), pencatatan (recording), dan pengkodeaan (encoding), rangkaian perilaku dan suasana (tests of behavior setting), in situ, dan untuk tujuan empiris. Terdiri empat tipe pengamat (observer) menurut Denzim dan Lincoln (dalam Hasanah, 2016) yaitu, pengamat menjadi partisipan penuh (complete participation), pengamat sebagai pengamat (participant as observer), pengamat sebagai partisipan (observer as participant), dan pengamat menjadi pengamat penuh (complete observer).

Penelitian ini menggunkan tipe pengamat penuh (complete observer), sehingga peneliti berada di dekat tempat kejadian. Peneliti dapat melihat, mengamati, mencatat, namun tidak terlibat langsung dalam aktivitas pembelajaran yang sedang diamati. Peneliti cukup mencatat data yang didapatkan kemudian menganalisisnya untuk dibuat kesimpulan. Observasi yang dilakukan peneliti untuk mengetahui kebutuhan media pembelajaran yang berkaitan dengan teknologi. Peneliti melakukan observasi pada mata pelajaran maupun kompetensi dasar yang berkaitan dengan mata pelajaran matematika pada materi perkalian dan pecahan.

3. Kuesioner

Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan sejumlah pertanyaan yang ditulis ditujukan untuk responden untuk dijawab (Sugiyono, 2015). Hampir sama

dengan pernyataan tersebut, Widoyoko (2012) menjelaskan bahwa kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan lisan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk diberikan respon sesuai dengan kebutuhan peneliti. Menurut Hendri (2009), kuesioner merupakan daftar pertanyaan yang akan digunakan oleh peneliti untuk memperoleh data dari sumber secara langsung dengan cara mengajukan pertanyaan secara tertulis. Kuesioner dibagi menjadi empat, yaitu kuesioner terstruktur yang terbuka, kuesioner tak terstruktur yang terbuka, kuesioner tidak terstruktur yang tertutup, dan kuesioner terstruktur yang tertutup.

Kuesioner dapat dibedakan atas jenis dan tergantung dari sudut pandangnya. Menurut Arikunto (2010), kuesioner dibedakan atas.

a. Dipandang dari cara menjawabnya

Berdasarkan cara menjawabnya, kuesioner dibedakan menjadi dua, yaitu kuesioner terbuka dan kuesioner tertutup. Kuesioner terbuka, adalah kuesioner yang memberikan kesempatan kepada responden untuk menjawab dengan kalimatnya sendiri. Sedangkan tertutup, adalah kuesioner di mana disediakan jawaban sehingga responden memilih jawaban yang tersedia.

b. Dipandang dari jawaban yang diberikan

kuesioner dibedakan menjadi dua, yaitu kuesioner langsung dan kuesioner tidak langsung. Kuesioner langsung, adalah kuesioner yang berisi jawaban dari responden tentang dirinya sendiri. Sedangkan kuesioner tidak langsung, adalah berisi jawaban dari responden mengenai orang lain.

c. Dipandang dari bentuknya

Berdasarkan bentuknya kuesioner dibagi menjadi empat yaitu. 1) Kuesioner pilihan ganda yang sama dengan kuesioner

tertutup.

2) Kuesioner isian yang sama dengan kuesioner terbuka.

3) Check list yang merupakan sebuah daftar dan responden tinggal membutuhkan tanda check (ⱱ) pada kolom yang sesuai.

4) Rating scale (skala bertingkat) yaitu sebuah pertanyaan yang diikuti oleh kolom-kolom yang menunjukkan tingkatan-tingkatan, misalnya mulai dari sangat setuju sampai tidak setuju.

Kuesioner yang dipakai dalam penelitian ini adalah kuesioner tertutup karena peneliti telah menyiapkan alternatif jawaban bagi responden. Kuesioner ini merupakan kuesioner yang diserahkan kepada dosen ahli ICT, dosen ahli matematika, guru kelas V dan siswa kelas V SD Negeri Deresan yang digunakan peneliti untuk menilai produk yang akan dikembangkan oleh peneliti.

E. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. 1. Lembar pedoman wawancara

Pedoman wawancara dalam penelitian ini berisi pertanyaan-pertanyaan untuk menganalisis kebutuhan guru dan siswa kelas V SD Negeri Deresan terhadap proses pembelajaran di kelas mengenai penggunaan media pembelajaran dan teknologi yang digunakan pada mata pelajaran matematika, khususnya pada pokok pembahasan perkalian dan pecahan. Peneliti melakukan wawancara kepada guru kelas V SD Negeri Deresan lalu peneliti menyusun kisi-kisi sesuai dengan empat aspek, yaitu proses pembelajaran, siswa, media pembelajaran, dan teknologi. Berikut merupakan kisi-kisi lembar pedoman wawancara yang digunakan dalam penelitian ini.

Tabel 3. 1 Lembar Kisi-kisi Wawancara

No. Aspek Pertanyaan

1. Proses

pembelajaran

Bagaimana proses pembelajaran matematika selama ini?

Materi atau Kompetensi Dasar apa yang tidak memenuhi KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) pada kelas V SD Negeri Deresan?

2. Siswa

Bagaimana karakteristik siswa kelas V selama KKM (Kegiatan Belajar Mengajar) Khususnya pada mata pelajaran matematika?

3. Media Apa saja media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran matematika?

4. Teknologi

Apakah di Sekolah tersedia laboratorium komputer? Jika ya mengapa tidak digunakan dalam KBM, khususnya mata pelajaran matematika?

2. Lembar Observasi

Lembar observasi dalam penelitian ini berisi pernyataan-pernyataan yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data tentang media pembelajaran berbasis ICT yang digunakan dalam pembelajaran matematika. Peneliti membuat lembar observasi dalam bentuk catatan yang telah peneliti catat dari peristiwa yang terjadi ketika observasi berlangsung di dalam kelas. Catatan tersebut berupa gambaran kejadian, kondisi, dan apa yang dilakukan oleh siswa. Lembar kisi-kisi observasi yang diisi oleh responden didapatkan. Berikut ini adalah lembar kisi-kisi pedoman observasi yang digunakan peneliti.

Tabel 3. 2 Lembar Kisi-kisi Observasi

Aspek Indikator

Media 1. Media yang digunakan guru selama proses pembelajaran.

2. Media berbasis teknologi yang digunakan oleh guru

Siswa 1. Keterlibatan siswa ketika pembelajaran berlangsung

2. Perhatian siswa ketika pembelajaran Guru Cara menyampaikan materi pelajaran

3. Lembar Kuesioner

Lembar kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini dibedakan menjadi dua, yaitu lembar untuk ahli ICT, Ahli matematika, guru kelas V SD Negeri Deresan serta lembar untuk siswa. Lembar kuesioner untuk siswa dibuat dengan bahasa yang sederhana. Lembar kuesioner yang digunakan menggunakan model

Likert skala 5. Berikut adalah kisi-kisi lembar kuesioner untuk ahli ICT, Ahli matematika, guru kelas V serta siswa.

Tabel 3. 3 Lembar Kisi-kisi Kuesioner

Indikator Deskripsi Skala Penilaian Jumlah

Pernyataan 1 2 3 4 5 Tampilan Ketepatan pemilihan warna background 12 Keserasian warna tulisan dengan background Ketepatan pemilihan audio visual Kejelasan gambar, karakter, dan background Ketepatan pemilihan warna tombol Ketepatan pemilihan warna teks Konsistensi bentuk Ketepatan

pemilihan jenis dan ukuran huruf Tampilan desain game Ketepatan pemilihan dan ukuran gambar Ketepatan pemilihan background Penyajian Kemudahan penggunaan game 4 Kejelasan petunjuk

Indikator Deskripsi Skala Penilaian Jumlah Pernyataan 1 2 3 4 5 penggunaan Efisiensi teks Efisiensi gambar Pemrograman Kemudahan penggunaan tombol 4 Pengaturan animasi game Tingkat interaktivitas siswa dengan game Kesesuaian tombol dengan kegunaan Isi Kesesuaian KD 3.2. Menjelaskan dan melakukan perkalian dan pembagian pecahan dan desimal yang ingin dicapai sesuai dengan isi game

2 Tingkat kesesuaian

game dengan tingkat kemampuan kognitif siswa kelas V SD

Jumlah 22

Dokumen terkait