• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

D. Teknik Pengumpulan Data

Sugiyono (2009) menjelaskan bahwa teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara, observasi, dan kuesioner. Berikut adalah teknik-teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini.

1. Wawancara

Sangadji dan Sopiah (2010) menjelaskan bahwa wawancara sebagai teknik pengambilan data ketika peneliti langsung berdialog dengan responden untuk menggali informasi dari responden. Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti akan melaksanakan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti dan ketika peneliti ingin mengetahui hal-hal yang lebih mendalam dari responden dan jumlah respondennya sedikit/kecil (Sugiyono, 2014). Wawancara merupakan metode penelitian kualitatif yang mengambil bentuk percakapan antara peneliti dan responden (Sukmadinata, 2011).

Widoyoko (2012) menjelaskan bahwa wawancara merupakan suatu proses tanya jawab secara lisan antara pewawancara (interviewer) dengan responden atau orang yang diinterview (interviewee) dengan tujuan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan oleh peneliti. Wawancara adalah suatu metode atau cara yang digunakan untuk

mendapatkan jawaban responden dengan tanya jawab sepihak (Sulistyorini, 2009). Wawancara yang dilakukan peneliti bertujuan untuk mengetahui nilai mata pelajaran IPA yang tidak memenuhi KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal), proses pembelajaran, siswa, media, dan teknologi yang digunakan guru dalam proses pembelajaran IPA materi “Penghematan Air”.

2. Observasi

Menurut Hadi (dalam Sugiyono, 2014), observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Dua di antara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan. Dalam metode observasi ini, observasi dilakukan untuk mengetahui pembelajaran di kelas antara guru dan siswa dalam kegiatan belajar, serta untuk mengamati dan mengetahui bagaimana guru menggunakan keterampilan menjelaskan dan bertanya selama pembelajaran berlangsung.

Herdiansyah (2013) menjelaskan bahwa observasi adalah kegiatan mencari data yang dapat digunakan untuk memberikan suatu kesimpulan atau diagnosis. Observasi merupakan suatu proses melihat, mengamati, dan mencermati perilaku secara sistematis untuk tujuan tertentu. Tujuan dari observasi adalah untuk mendeskripsikan lingkungan yang diamati, aktivitas-aktivitas yang berlangsung, individu yang terlibat dalam lingkungan beserta aktivitas dan perilaku yang muncul, serta makna kejadian berdasarkan perspektif individu yang terlibat.

Basuki (2006) menjelaskan bahwa observasi dibedakan menjadi empat macam yaitu observasi terstruktur, observasi tak terstruktur, observasi partisipan, dan observasi non partisipan. Dalam observasi terstruktur, peneliti mengamati peristiwa, kejadian, dan sejenisnya disertai dengan daftar yang perlu diobservasi. Dalam observasi terstruktur, peneliti mempertimbangkan subjek penelitian, lingkungan, tujuan subjek penelitian, jenis perilaku yang diamati, dan frekuensi. Observasi partisipan adalah observasi di mana observer terlibat secara langsung dengan aktivitas orang-orang yang sedang diobservasi. Observasi non partisipan adalah observasi di mana observer tidak ikut dalam aktivitas orang-orang yang diamati (Widoyoko, 2012).

Penelitian ini menggunakan teknik observasi terstruktur karena alat untuk observasi sudah dirancang sesuai dengan hal-hal yang akan diamati. Peneliti juga menyiapkan lembar pedoman observasi sesuai dengan kisi-kisi yang sudah peneliti siapkan. Lembar kisi-kisi observasi yang peneliti gunakan meliputi tiga aspek yaitu media, siswa, dan guru. Pamungkas (2018) menjelaskan bahwa pembelajaran yang dikatakan baik apabila terjadi hubungan timbal balik atau interaksi bersifat dinamis, antara guru dengan siswa, siswa dengan sesama siswa atau antara siswa dengan sumber belajar yang sedang digunakan. Sumber belajar yang digunakan dapat berupa media belajar, alat peraga, buku sumber belajar, dan lain sebagainya.

3. Kuesioner

Sugiyono (2014) menjelaskan bahwa kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efesien apabila peneliti tahu dengan siapa variabel akan diukur dan yang bisa diharapkan dari responden. Kuesioner dapat berupa pertanyaan-pertanyaan tertutup atau terbuka, dapat diberikan kepada responden secara langsung atau dikirim melaui pos atau internet. Sangadji dan Sopiah (2010) menjelaskan bahwa wawancara merupakan teknik pengambilan data ketika peneliti langsung berdialog dengan responden untuk menggali informasi dari responden. Kuesioner sebagai suatu teknik pengumpulan informasi yang memungkinkan peneliti mempelajari sikap-sikap, keyakinan, perilaku, dan karakteristik beberapa orang utama di dalam organisasi, yang bisa terpengaruh oleh sistem yang diajukan/sistem yang sudah ada (Siregar, 2013).

Arikunto (2012) dan Prasko (2012) menjelaskan bahwa kuesioner dibedakan menjadi beberapa jenis, tergantung sudut pandangnya. Beberapa jenis kuesioner tersebut adalah sebagai berikut.

a. Dipandang dari cara menjawabnya

Berdasarkan cara menjawabnya, kuesioner dibedakan menjadi dua, yaitu kuesioner terbuka dan kuesioner tertutup. Kuesioner terbuka merupakan kuesioner yang memberikan kesempatan kepada responden untuk menjawab dengan kalimatnya sendiri. Kuesioner tertutup adalah kuesioner yang sudah diberikan jawabannya sehingga responden tinggal memilih jawaban tersebut.

b. Dipandang dari jawaban yang diberikan

Berdasarkan jawaban yang diberikan, kuesioner dibedakan menjadi dua, yaitu kuesioner langsung dan tidak langsung. Kuesioner langsung adalah kuesioner di mana responden menjawab tentang dirinya sendiri, sedangkan kuesioner tidak langsung adalah kuesioner di mana responden menjawab tentang orang lain.

c. Dipandang dari bentuknya

Berdasarkan bentuknya, kuesioner dibedakan menjadi empat. 1) Kuesioner pilihan ganda, yang sama dengan kuesioner tertutup. 2) Kuesioner isian, yang sama dengan kuesioner terbuka.

3) Check list (daftar), di mana responden tinggal membubuhkan tanda

check (√) pada kolom yang sesuai.

4) Rating-scale (skala bertingkat) yaitu berisi pernyataan-pernyataan yang diikuti oleh kolom-kolom yang menunjukkan tingkatan-tingkatan, misalnya mulai dari sangat setuju sampai ke sangat tidak setuju.

Peneliti menggunakan kuesioner tertutup karena kuesioner yang diberikan kepada ahli, guru, dan siswa kelas V SD Kanisius Minggir sudah diberikan jawabannya sehingga responden tinggal memilih jawaban yang tersedia. Kuesioner digunakan peneliti untuk menilai produk yang dikembangkan oleh peneliti.

Dokumen terkait